Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Surat Tanda Registrasi (STR)

Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Surat Tanda Registrasi (STR)   Thu Dec 18, 2008 4:55 am

SURAT TANDA REGISTRASI ( STR )
STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Konsil Kedokteran Indonesia ( KKI ) kepada dokter
yang telah di registrasi.

Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap dokter yang telah memiliki SERTIFIKAT KOMPETENSI dan telah
mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk melakukan tindakan profesinya.

Setiap dokter yang melakukan praktek kedokteran di Indonesia wajib memiki STR.
Untuk memiliki STR tersebut, dokter mengajukan permohonan kepada KKI dengan melampirkan:
1.STR lama.
1.Fotocopy SIP dan atau SP.
3.Mengisi surat permohonan untuk memperoleh STR.
4.Melampirkan bukti pembayaran ASLI permohonan pengurusan STR ke rekening KKI no 93.20.5556
BNI cabang Melawai Raya Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
5.Fotocopy ijazah dokter/dokter spesialis yang dilegalisir oleh Dekan Institusi Pendidikan.
6.Surat Pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji dokter.
7.Surat Keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki SIP (dengan mencantumkan no SIP).
8.Fotocopy Sertifikat Kompetensi dari Kolegium terkait.
SERTIFIKAT KOMPETENSI adalah surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter untuk menjalankan praktik kedokteran diseluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi.
9.Surat Pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi.
10.Pas Foto terbaru,berwarna,ukuran 4x6 (4lembar) dan 2x3 (2lembar).

STR berlaku untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat di registrasi ulang setiap 5 tahun dengan tetap
memenuhi persyaratan diatas.
Pemohon mengajukan permohonan ke KKI dengan melampirkan persyaratan yang diperlukan.
KKI meneliti seluruh berkas dan menerbitkan STR selambat lambatnya 3 bulan setelah permohonan diterima.
Setiap dokter memperoleh satu STR asli dan 3(TIGA) lembar fotocopy STR yang dilegalisasi KKI,
dikirim langsung ke pemohon dengan tembusan ke Biro Kepegawaian DepKes RI, DinKes Propinsi dan
PB IDI.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 03, 2010 5:52 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Fri Jan 09, 2009 12:02 pm

Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Fri Jan 09, 2009 8:30 pm

Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Fri Jan 09, 2009 8:30 pm

Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Fri Apr 02, 2010 6:16 am

BAB VI UU NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN
REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI
Pasal 29
1. Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat tanda registrasi dokter dan surat tanda registrasi dokter gigi.
2. Surat tanda registrasi dokter dan surat tanda registrasi dokter gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Konsil Kcdokteran Indonesia.
3. Untuk memperoleh surat tanda registrasi dokter dan surat tanda registrasi dokter gigi harus memenuhi persyaratan:

1. memiliki ijazah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, atau dokter gigi spesialis;
2. mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji dokter atau doktcr gigi;
3. memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental;
4. memiliki sertifikasi kompetensi;
5. membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi.

4. Surat tanda registrasi dokter dan surat tanda registrasi dokter gigi berlaku selama 5 (lima) tahun dan diregistrasi ulang setiap 5 (lima) tahun sekali dengan tetap memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c dan huruf d.
5. Ketua Konsil Kedokteran dan Ketua Konsil Kedokteran Gigi dalam melakukan registrasi ulang harus mendengar pertimbangan ketua divisi registrasi dan ketua divisi pembinaan.
6. Ketua Konsil Kedokteran dan Ketua Konsil Kedokteran Gigi berkewajiban untuk memelihara dan menjaga registrasi dokter dan dokter gigi.

Pasal 30
1. Dokter dan dokter gigi lulusan luar negeri yang akan melaksanakan praktik kedokteran di Indonesia harus dilakukan evaluasi.
2. Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

1. kesahan ijazah;
2. kemampuan untuk melakukan praktik kedokteran yang dinyatakan dengan surat keterangan telah mengikuti program adaptasi dan sertifikat kompetensi;
3. mempunyai surat pernyataan tclah mengucapkan sumpah/janji dokter atau dokter gigi;
4. memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental; dan
5. membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi.

3. Dokter dan dokter gigi warga negara asing selain memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) juga harus melengkapi surat izin kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan dan kemampuan berbahasa Indonesia.
4. Dokter dan dokter gigi yang telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diberikan surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi oleh Konsil Kedoktcran Indonesia.

Pasal 31
1. Surat tanda registrasi sementara dapat diberikan kepada dokter dan dokter gigi warga negara asing yang melakukan kegiatan dalam rangka pendidikan, pelatihan, penelitian, pelayanan kesehatan di bidang kedokteran atau kedokteran gigi yang bersifat sementara di Indonesia.
2. Surat tanda registrasi sementara berlaku selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang untuk 1 (satu) tahun berikutnya.
3. Surat tanda registrasi sementara diberikan apabila telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2).

Pasal 32
1. Surat tanda registrasi bersyarat diberikan kepada peserta program pendidikan dokter spesialis atau dokter gigi spesialis warga negara asing yang mengikuti pendidikan dan pelatihan di Indonesia.
2. Dokter atau dokter gigi warga negara asing yang akan memberikan pendidikan dan pelatihan dalam rangka alih ilmu pengetahuan dan teknologi untuk waktu tertentu, tidak memerlukan surat tanda registrasi bersyarat.
3. Dokter atau dokter gigi warga negara asing sebagaimana dimaksud pada ayat (2) haus mendapat persetujuan dan Konsil Kedokteran Indonesia.
4. Surat tanda registrasi dan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) diberikan melalui penyelenggara pendidikan dan pelatihan.

Pasal 33
Surat tanda registrasi tidak berlaku karena:
1. dicabut atas dasar ketentuan peraturan perundangundangan;
2. habis masa berlakunya dan yang bersangkutan tidak mendaftar ulang;
3. atas permintaan yang bersangkutan;
4. yang bersangkutan meninggal dunia; atau
5. dicabut Konsil Kedokteran Indonesia

Pasal 34
Keterangan lebih lanjut mengenai tata cara registrasi, registrasi ulang, registrasi sementara, dan registrasi bersyarat diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia.

1. Dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi mempunyai wewenang melakukan praktik kedokteran sesuai dengan pendidikan dan kompetensi yang dimiliki, yang terdiri atas:

1. mewawancarai pasien;
2. memeriksa fisik dan mental pasien;
3. menentukan pemeriksaan penunjang;
4. menegakkan diagnosis;
5. menentukan penatalaksanaan dan pengobatan pasien;
6. melakukan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi;
7. menulis resep obat dan alat kesehatan;
8. menerbitkan surat keterangan dokter atau dokter gigi;
9. menyimpan obat dalam jumlah dan jenis yang diizinkan; dan
10. meracik dan menyerahkan obat kepada pasien, bagi yang praktik di daerah terpencil yang tidak ada apotek.

2. Selain kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) kewenangan Iainnya diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia
Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Tue Apr 06, 2010 11:50 am

REGISTRASI ULANG
Dokter yang STR nya telah habis masa berlakunya wajib melakukan registrasi ulang, dengan mengajukan permohonan kepada KKI, dengan melampirkan kelengkapan persyaratan sbb:
a. Fotocopy STR dokter yang masih berlaku.
b. Surat Keterangan Sehat fisik dan mental dari dokter yang telah memiliki SIP.
c. Fotokopi Sertifikat Kompetensi.
d. Surat Pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi.
e. Pas Foto terbaru, berwarna, ukuran 4x6cm sebanyak 4 lembar dan ukuran 2x3cm sebanyak 2 lembar.
f. Bukti pembayaran biaya registrasi.

Sumber: Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 42/KKI/PER/XII/2007 Pasal 8 tentang Registrasi Ulang
Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Thu May 13, 2010 8:40 pm

Penerbitan Surat Tanda Registrasi untuk dokter dan dokter gigi sampai dengan bulan Agustus 2009 mencapai jumlah 104.714 orang, dengan rincian sebagai berikut :
1) Dokter sebanyak 84.526 orang, terdiri atas :
a. Dokter 66.743 orang (78.96%)
b. Dokter Spesialis 18.757 orang (22,19%)
2) Dokter gigi sebanyak 20.188 orang, terdiri atas :
a. Dokter Gigi 18.757 orang (92,91%)
b. Dokter Gigi Spesialis 1.431 orang (7,08%)
Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Thu May 13, 2010 8:47 pm

PERSYARATAN DAN TATA CARA REGISTRASI DOKTER / DOKTER GIGI DI KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

1. Mengisi dan menandatangani Borang Form 1a dan Borang Form 1b .
2. Fotokopi Ijazah yang dilegalisir asli oleh Dekan FK/FKG atau Wakil Dekan I FK/FKG .
3. Fotokopi sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh kolegium terkait dan dilegalisir asli oleh kolegium terkait.
4. Pas foto terbaru dan berwarna ukuran 4x6 cm sebanyak 4(empat) lembar dan ukuran 2x3 cm sebanyak 2(dua) lembar.
5. Surat Keterangan Sehat Fisik dan Mental yang dibuat oleh dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP) dengan mencantumkan nomor SIP dokter yang memeriksa.
6. Surat Pernyataan bahwa telah mengucapkan sumpah/janji dokter/dokter gigi atau fotokopi surat bukti sumpah/janji dokter/dokter gigi.
7. Bukti Asli pembayaran biaya registrasi ke Rekening Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 93.20.5556 BNI Cabang Melawai Raya Kebayoran Baru Jakarta Selatan, sebesar Rp. 250.000,-(dua ratus lima puluh ribu rupiah) sesuai dengan Keputusan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 2 Tahun 2005 tentang penetapan besaran biaya registrasi dokter/dokter gigi.

Syarat dan Prosedur Uji Kompetensi Dokter Indonesia
1. Syarat-syarat peserta ujian :
* Memiliki ijazah dokter/tanda lulus dari fakultas kedokteran atau Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD)
* Sudah menjalani angkat sumpah dokter yang dibuktikan dengan sertifikat angkat sumpah
* Mendaftarkan diri ke panitia pelaksanaan program sertifikasi dokter
* Membayar biaya ujian sesuai ketentuan yang berlaku

2. Peserta ujian ulang :
* Adalah peserta yang gagal di ujian pertama dan mendaftar kembali untuk mengikuti ujian ulang pertama. Peserta harus menyertakan nomor ujian yang telah dimiliki ketika mendaftar ulang
* Mengulang dengan modul adalah peserta yang gagal pada dua kali ujian dan mendaftar kembali untuk mengikuti ujian
* Modul (diberi soal untuk dijawab di rumah)

3. Prosedur Pendaftaran Ujian
A. Peserta dapat mendaftar melalui :
* Fakultas kedokteran atau Program Studi Pendidikan Dokter di seluruh Indonesia
* Sekretariat KBUKDI : Jl. Sam Ratulangi No.29 Jakarta 10350 - Telp/Fax : 021-3908435 -
* Email : komitebersama@yahoo.com

B. Membayar biaya sertifikasi :
o Rp. 300.000 untuk biaya sertifikasi per kali ujian yang disetorkan ke rekening KBUKDI di Bank BNI cabang Menteng, No. Rekening 149 112 966, a.n. PB IDI-KDDKI
o Peserta mengambil borang pendaftaran di FK/PSPD terdekat atau sekretariat KBUKDI, dengan menunjukkan bukti pembayaran biaya pendaftaran ujian dan pengurusan STR
o Formulir yang telah diisi dan kelengkapan dokumen lainnya dimasukkan ke dalam amplop cokelat ukuran A4 dan diserahkan ke panitia pendaftaran di FK/PSPD terdekat atau sekretariat KBUKDI

Daftar Lokasi Ujian Kompetensi dan Fakultas Kedokteran Peserta
1 FK Unsyiah untuk FK-Unsyiah, FK-Univ.Abulyatama
2 FK USU untuk FK-USU, FK-UISI, FK-UMI
3. FK Unand untuk FK-Unand, FK-Unbrah, FK-Unri
4 FK Unsri untuk FK-Unsri, FK-Unja, FK-Univ.Malahayati, FK- Unlam
5 FK UKI untuk FK-UKI, FK-Untar, FK-UPN
6 FK UI untuk FK-UI, FK-Atmajaya, FK-YARSI, FK-UMJ, FK-UIN
7 FK Trisakti untuk FK-Trisakti, FK-UPH, FK-Ukrida
8 FK Unud untuk FK-Unud, FK-Unram, FK-UAA
9 FK UKM untuk FK-Unpad, FK-UKM, FK-Unjani, FK-Unisba
10 FK Undip untuk FK-Undip, FK-Unissula, FK-Unsoed
11 FK UGM untuk FK-UGM, FK-UMY, FK-UII, FK-UNS, FK-UMS
12 FK Unair untuk FK-Unair, FK-UWK, FK-Hang Tuah
13 FK Unibraw untuk FK-Unibraw, FK-UMM, FK-UIM, FK-Unej
14 FK Unlam untuk FK-Unlam, FK-Unmul
15 FK Unhas untuk FK-Unhas, FK-UMI
16 FK Unsrat untuk FK-Unsrat
17 FK Untan untuk FK-Untan
18 FK Uncen untuk FK-Uncen

* Sumber : STOVIA - Majalah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Thu Dec 23, 2010 8:56 am

IZIN PRAKTEK 56% DOKTER HABIS PADA 2011
Rabu, 22/12/2010 16:29 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Untuk dapat memperpanjang izin praktik, dokter wajib melakukan registrasi ulang setiap 5 tahun. Dari 114.706 dokter yang terdaftar, 65.374 di antaranya harus melakukan registrasi ulang pada 2011 jika tak ingin kehilangan izin praktik. Kewajiban untuk registrasi ulang setiap 5 tahun diatur dalam UU Praktik Kedokteran No 29 tahun 2004 dan mulai diterapkan sekitar awal 2005. Oleh karena itu, mulai Desember tahun ini merupakan masa registrasi ulang yang digelar untuk pertama kalinya. Jika sampai masa berlaku Surat Tanda Registrasi (STR) habis dokter tidak melakukan registrasi ulang, yang bersangkutan kehilangan kewenangan untuk melakukan praktik kedokteran. Sanksi bagi yang menjalankan praktik tanpa STR dan surat izin adalah denda maksimal Rp 100 juta.

Ketentuan ini berlaku untuk dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis yang bekerja di Indonesia. Jumlah yang terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) saat ini adalah 73.574 dokter umum, 19.128 dokter spesialis dan 20.445 dokter gigi dan 1.559 dokter gigi spesialis. Selain 65.374 dokter yang harus melakukan registrasi ulang pada tahun 2011, 96 dokter juga harus memperbaharui STR sebelum 29 Desember 2010. Hingga saat ini, permohonan registrasi ulang yang masuk ke KKI sudah mencapai 52 dan yang sudah selesai diproses ada 31.

Prosesnya paling lama 3 bulan
Ketua KKI, Prof dr Menaldi Rasmin, SpP(K) FCCP mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi selama proses registrasi ulang. Di ataranya adalah akses bagi dokter yang bertugas di daerah terpencil dan persyaratan sertifikat kompetensi. Untuk itu KKI telah melakukan beberapa upaya untuk mempermudah pengurusan registrasi ulang. Prof Menaldi menjamin waktu untuk memproses registrasi ulang tidak akan lebih dari 3 bulan, bahkan beberapa sudah ada yang selesai hanya dalam waktu 18 hari kerja. "Untuk yang di daerah, dokter tidak harus mengurusnya ke KKI. Cukup mengurus di kantor IDI atau PDGI setempat, nanti biar pengurusnya yang memproses ke KKI," ungkap Prof Menaldi dalam jumpa pers Pencanangan Masa Registrasi Ulang bagi Dokter/Dokter Gigi di kantor KKI, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Sementara untuk memperoleh sertifikat kompetensi, dokter yang bertugas di daerah umumnya kesulitan memenuhi angka kredit karena jarang mengikuti seminar. Prof Menaldi mengatakan KKI tidak akan mempersulit, sebab bobot penilaian paling besar justru dalam hal penangangan pasien. "Bagaimana dokter mampu menata pasiennya itu nilainya lebih besar, jadi bukan seminar yang lebih besar," tambah Prof Menaldi.
Back to top Go down
gitahafas



Number of posts : 912
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Surat Tanda Registrasi (STR)   Thu Jul 21, 2011 2:30 pm

BARU 16% DOKTER YANG PERBARUI IZIN PRAKTEK
Kamis, 21/07/2011 13:02 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Untuk dapat memperpanjang izin praktik, dokter wajib melakukan registrasi ulang STR (Surat Tanda Registrasi) setiap 5 tahun. Dari 63 ribu lebih dokter yang harus melakukan registrasi ulang, baru 16 persen yang melaksanakannya. STR (Surat Tanda Registrasi) merupakan bukti penjaminan terkait mutu dokter, dokter gigi dan dokter spesialis. Setiap lima tahun STR seorang harus diperbarui. "Keluhuran profesi dokter/dokter gigi adalah peneguh janji kepada masyarakat sesudah sumpah yang dilafalkan di almamater masing-masing. Termasuk janji untuk setiap 5 tahun mempertahankan kompetensi melalui Continuing Professional Development (CPD)," ujar Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH, Dr.PH, saat membuka Seminar Nasional 'Pelayanan Kedokteran Bermutu Sebagai Wujud Perlindungan Bagi Masyarakat' di Arion Swiss Belhotel, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

Sejak Desember 2005 hingga 11 Juli 2011, KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) sudah menerbitkan 121.977 STR untuk dokter, dokter gigi dan dokter spesialis. "Tadi kita dengar laporannya bahwa tahun 2011 ini ada 63 ribu lebih dokter, dokter gigi, dokter spesialis yang harus registrasi ulang dan sudah 16 persen yang melaksanakan kewajiban tersebut," jelas Menkes. Ketua KKI, Prof dr Menaldi Rasmin, SpP(K) FCCP mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi selama proses registrasi ulang. Di antaranya adalah akses bagi dokter yang bertugas di daerah terpencil dan persyaratan sertifikat kompetensi.

Untuk itu KKI telah melakukan beberapa upaya untuk mempermudah pengurusan registrasi ulang. Prof Menaldi menjamin waktu untuk memproses registrasi ulang tidak akan lebih dari 3 bulan, bahkan beberapa sudah ada yang selesai hanya dalam waktu 18 hari kerja. Sedangkan dari Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg Zaura Rini Matram MDS, menyampaikan bahwa ada beberapa kendala yang membuat sebagian dokter gigi belum bisa memperbarui STR. "Dokter gigi harus mengumpulkan 30 satuan kredit profesi yang memang mungkin bagi sebagian dokter gigi yang karena satu dan lain hal, karena jarak, hambata, fisik, hambatan ekonomi dsb, mereka tidak dapat mengumpulkan sejumlah yang dikumpulkan," jelas drg. Rini.

Menurut drg. Rini, terobosannya adalah bagi dokter gigi yan mengabdi di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK), bisa mendapat suatu poin tambahan. "Secara administrasi, memang ada kendala disana sini yang membuat ada keterlambatan, tetapi kita bersama-sama dari pihak Konsil dan juga Kemenkes, kita akan berusaha agar mereka yang sudah mulai berproses menyelesaikan registrasi ulang, maka kita dapat 'anggap' bisa tetap meneruskan praktiknya sepanjang tidak ada pengaduan-pengaduan yang mencederai mutu dari dokter gigi tersebut," jelas drg. Rini.

Dan Dr. Prijo Sidipraptomo, SpRad(K) selaku Ketua PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) menyampaikan bahwa upaya dari IDI untuk mempercepat registrasi ulang STR adalah dengan membuat kemudahan supaya anggota dengan cepat bisa mengakses hingga ke tingkat pusat untuk mengurus STR. "Jadi bisa melalui IDI cabang atau melalui perhimpunan spesialis," lanjut Dr. Prijo. Perlu diketahui, jika sampai masa berlaku Surat Tanda Registrasi (STR) habis dokter tidak melakukan registrasi ulang, yang bersangkutan kehilangan kewenangan untuk melakukan praktik kedokteran. Sanksi bagi yang menjalankan praktik tanpa STR dan surat izin adalah denda maksimal Rp 100 juta. Ketentuan ini berlaku untuk dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis yang bekerja di Indonesia.
Back to top Go down
 
Surat Tanda Registrasi (STR)
Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» Jumuah reminder (to read surat al-kahf) graphics
» Jumu'ah Naseehah :al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (2/2)
» The Military Activities Between Badr And Uhud, Al-Kudr Invasion
» Trying Times
» Hamlet in ruins (Surah Al Baqarah 2: 259)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: PERATURAN dan PERIJINAN-
Jump to: