Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Who Is Who Di Iluni FK'83

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Fri Jul 15, 2011 7:45 am

PEJABAT MELAYANI BUKAN DILAYANI MASYARAKAT
Pejabat harus melayani masyarakat bukan dilayani oleh masyarakat. Kementerian Kesehatan membutuhkan orang-orang yang etis, jujur, lurus dan tulus dimana pun ditempatkan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH dalam sambutannya saat melantik 3 pejabat eselon I dan 36 pejabat eselon II Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa, 5 Juli 2011. Pejabat eselon I yang dilantik adalah Dr. dr. H. Slamet Riyadi Yuwono, DTM&H, MARS, M.Kes sebagai Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menggantikan dr. Budihardja, DTM&H, MPH; Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F(K), Sp.KP sebagai Staf Ahli Mediko Legal menggantikan Dr. Faiq Bahfen, SH; dan dr. Untung Suseno Sutarjo, M,Kes sebagai Staf Ahli Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat menggantikan dr. H. A. Chalik Masulili, M.Sc. Pejabat eselon II yang dilantik drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran; dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS sebagai Kepala Biro Kepegawaian; Arsil Rusli, SH, MH sebagai Kepala Biro Hukum dan Organisasi; dr. Eka Viora, Sp.KJ sebagai Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan serta drg. Astrid, M.Hkes sebagai Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Sedangkan di lingkungan Inspektorat Jenderal Dra. Rahmaniar Brahim, Apt, M.Kes sebagai Inspektur III.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dr. Hananto Andriantoro, Sp.JP sebagai Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta; dr. Ari Muhandari, Sp.KK sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta; R Fresley Hutapea, SH, MARS, MH sebagai Direktur Keuangan RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta; dr. Edi Sampurno, Sp.P, MM sebagai Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung; dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K) sebagai Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Semarang; Drs. Maskur, MM sebagai Direktur Keuangan RSUP Dr. Kariadi Semarang; dr. Herry Budhi Waluya, MMR sebagai Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta; Drs. Sudarto, MM sebagai Direktur Keuangan RSUP Dr. M. Djamil Padang; dr. Djolly Margendy Rumopa, Sp.OG sebagai Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado; dr. Armenius Richard Sondakh, Sp.THT.KL sebagai Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado; dr. Jimmy Panelewen, Sp.B sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado; Yulis Quarti, SE, Akt, M.Si sebagai Direktur Keuangan RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta; Dra. Nining Setyawati, M.Si sebagai Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta; dr. Endang Widyaswati, M.Kes sebagai Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten; Tjipto Rahardjo, SKM sebagai Direktur Keuangan RS Mata Cicendo Bandung; dr. Mohammad Syahril, Sp.P sebagai Direktur Utama RS Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga; dr. H. Yunier Salim, MARS sebagai Direktur Utama RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung; serta dr. Achmad Budiarto, MM sebagai Direktur Utama RS Stroke Nasional Bukittinggi. Selain itu dr. Endriana Soeryat, Sp.PK sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya; dr. Abidin, MPH sebagai Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar; dr. Sriwati Palaguna, Sp.A, MARS sebagai Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar; dr. Ratnawati, MCH, Sp.P, Ph.D sebagai Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung; dan dr. Sigit Prihutomo, MPH sebagai Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan yaitu Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular; dr. Libriansyah, Sp.PD, MM, FINASIM sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta; dr. H. Azimal , M.Kes sebagai Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok; DR. P. A. Kodrat Pramudho, SKM, M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Jakarta. Sedangkan Ria Soekarno, SKM, MCN sebagai Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan serta drg. Oscar Primadi, MPH sebagai Kepala Pusat Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan, Badan PPSDM Kesehatan.

Menkes menginginkan pejabat yang “care” dan berpikiran jauh ke depan. Pada kesempatan tersebut Menkes berharap pejabat yang terpilih perlu bekerja berdasarkan basis data serta terbuka kepada wartawan maupun masyarakat. Sehingga informasi yang beredar adalah informasi yang benar.Pelantikan dihadiri oleh para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Kesehatan, Kepala Badan POM, Kepala BKKBN, Kepala KKI, para Direktur Utama BUMN, serta para pejabat yang baru dilantik.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, PTRC: 021-500567, atau alamat e-mailkontak@depkes.go.id.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Fri Jul 29, 2011 7:33 pm

LINDUNGI BANGSA CEGAH MENINGITIS
Setiap tahun lebih dari 500 ribu orang melakukan perjalanan ke negara-negara endemis Meningitis Meningokokus. Kelompok paling rawan berisiko tertular penyakit ini adalah jamaah haji dan umroh serta Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Meski pelaku perjalanan tidak menderita sakit sepulang dari negara tersebut, namun ia bisa menjadi carrier kuman Meningokokus dan menularkannya kepada keluarga di Tanah Air. Demikian sambutan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama dalam seminar dan kampanye “Lindungi Bangsa Cegah Meningitis”, di Jakarta (27/7). Seminar dan kampanye ini dilaksanakan sehubungan dengan tingginya mobilitas masyarakat dunia saat ini, kemungkinan tersebarnya berbagai penyakit Meningitis Meningokokus ke seluruh dunia menjadi semakin besar.

Prof. Tjandra menuturkan, banyak jamaah haji, umroh dan TKI yang tidak mengindahkan peraturan Pemerintah RI maupun Pemerintah Saudi Arabia untuk melakukan pencegahan melalui vaksinasi Meningokokus. Hal ini karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai penyakit Meningitis Meningokokus. “Inilah yang menimbulkan kurangnya perhatian jamaah Haji, Umroh dan TKI untuk melindungi dirinya dari penyakit berbahaya. Padahal penyakit ini dapat menimbulkan kecatatan bahkan kematian”, terang Prof. Tjandra. WHO dan berbagai negara di dunia telah merekomendasikan vaksinasi Meningokokus bagi kelompok berisiko. Mereka adalah mahasiswa perguruan tinggi, wisatawan dan personil militer yang tinggal atau akan bepergian menuju daerah-daerah endemis penyakit tersebut, tambah Prof. Tjandra. Prof. Tjandra menyatakan, perlu upaya berkesinambungan yang melibatkan pihak terkait untuk melakukan edukasi mengenai penyakit Meningitis Meningokokus. Untuk melindungi masyarakat, Kemkes melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pengawasan pelaksanaan vaksinasi Meningokokus. KKP membuat sistem barcode buku International Certivicate od Vaccine (ICV) bagi mereka yang akan bepergian ke Saudi Arabia. Sistem ini berguna untuk mengontrol pelaksanaan vaksinasi, Dengan demikian pemalsuan terhadap buku tersebut dapat dihindarkan.

Pada kesempatan tersebut Prof. Tjandra menyampaikan komitmen Kemkes untuk melakukan pencegahan secara terpadu dengan semua pihak agar penyakit Meningitis Meningokokus tidak masuk ke Indonesia. Prof. Tjandra berharap agar semua pihak, baik petugas medis, biro perjalanan, Puskesmas, penyedia vaksin maupun media massa dapat ikut serta menyukseskan kampanye sesuai dengan peran masing-masing. Selain dari lingkungan Kemkes, acara seminar juga dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta dari berbagai biro perjalanan. Materi seminar meliputi: Penyakit dan Tata Laksana Mengenai Meningitis oleh dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI; Kebijakan Kemkes Tentang Vaksinasi Meningitis oleh dr. H. Taufik Tjahjadi, Sp.S; Sosialisasi Sistem Barkot yang Baru oleh dr. Charto Susanto, M.sa; dan Ke-samapta-an Calon Jamaah oleh dr. H. Wan Al Kadri SS, MSc.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau e-mail info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Fri Jul 29, 2011 7:36 pm

PEMERINTAH PERTIMBANGKAN VAKSIN HIB
JUM'AT, 29 JULI 2011 | 13:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan mempertimbangkan vaksin Haemophilus influenzae type B (HIB) untuk dimasukkan ke dalam vaksin dasar. Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada tiga vaksin baru yang menjadi pertimbangan pemerintah. Tiga vaksin itu adalah vaksin HIB, Pneumococcus, dan Rotavirus. “Kemungkinan yang HIB, tapi itu juga masih belum tahu. Masih kami timbang-timbang mana yang memungkinkan,” ujar Tjandra Yoga di sela-sela konferensi pers ASIAN Vaccine Conference Asvac 2011 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2011. Tjandra Yoga mengatakan jika diputuskan, kemungkinan akan dipilih vaksin HIB sebagai vaksin dasar. Pertimbangannya adalah prevelensi kasusnya dan efektivitasnya yang lebih sesuai dengan kondisi orang Indonesia. Vaksin HIB ini berguna untuk mencegah bayi terkena epiglottitis, pneumonia, dan meningitis. Pemerintah, kata Tjandra Yoga, menganggarkan tak kurang Rp 500 miliar untuk membeli vaksin dasar pada tahun ini.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA (K) sangat mendukung jika pemerintah akan memasukkan vaksin HIB ini. Tetapi, dia mengingatkan jika masuk menjadi vaksin dasar, maka harus terus berkelanjutan. “Kesinambungannya ini yang penting sebab kalau tidak, setelah jangka waktu tertentu, bisa muncul lagi bahaya,” ujarnya. Oleh karena itu, dia meminta agar pemerintah juga pandai bermitra dan mencari jaringan untuk program bantuan vaksinasinya. Selama ini pemerintah telah menggratiskan vaksin dasar, yakni Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, dan Campak. Konferensi vaksin kali ini membahas akses, keterjangkauan, dan pertanggungjawaban pemberian vaksin. Penyelenggaraan vaksin di negara-negara Asia masih perlu ditingkatkan. Hal ini untuk menurunkan risiko kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. “Ini menjadi tantangan bagi para pakar, pembuat kebijakan, dan produsen vaksin untuk mewujudkannya,” ujar Ketua Pelaksana Konferensi Prof. Sri Rezeki S. Hadinegoro, MD, PhD.

Di negara-negara Asia masih banyak persoalan menyangkut vaksin seperti minimnya data, fasilitas, sumberdaya manusia, kurangnya peran pemerintah daerah, harga yang mahal, dan mitos salah tentang efek samping vaksin. Pemrakarsa berdirinya ASVAC Prof. Lulu C. Bravo MD, PhD. mengatakan semua orang tanpa kecuali harus memiliki akses yang sama pada vaksin. “Idealnya vaksin harus gratis sehingga masyarakat tak terbebani,” ujarnya. Lulu juga menyebutkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin konjugasi pneumokokus PVC untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium poin 4, terutama untuk negara-negara dengan tingkat kematian bayi dan anak yang tinggi sehingga bisa mengurangi kematian hingga 2/3 pada 2015. Sayangnya negara-negara berkembang di Asia belum memasukkan vaksin PVC dalam program imunisasi nasional.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Fri Jul 29, 2011 8:32 pm

SUSUNAN PENGURUS KOLEGIUM ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
PERIODE 2008 – 2011

Ketua Umum : Dr. Kusmarinah Bramono, PhD, SpKK(K)
Sekretaris :
DR.Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK(K)
Dr. Srie Prihianti, PhD, SpKK(K)
Bendahara : Dr. Tantien Nugrohowati, SpKK(K)

KOMISI KURIKULUM DAN STANDAR
Subkomisi Kurikulum
Ketua : Prof. Dr. Theresia L. Toruan, SpKK(K)
Wakil : Dr. Lukman Hakim, SpKK(K)
Anggota :
Dr. Yohanes Widodo, SpKK(K)
Dr. Tjut Nurul Alam Yacoeb, SpKK(K)
DR. Dr. Cita Rosita, SpKK(K)

Subkomisi Standar
Ketua : Dr. Sunardi Radiono, SpKK(K)
Wakil : Dr. Soejoto, SpKK(K)
Anggota : Prof. Dr. Hari Sukanto, SpKK(K)

KOMISI PENGEMBANGAN DAN EVALUASI
Subkomisi Pengembangan dan Akreditasi
Ketua : Prof. DR. dr. Siti Aisah Boediarja, SpKK(K)
Wakil : Dr. Kusmarinah Bramono, PhD, SpKK(K)
Anggota :
Dr. Evita H. Effendi, SpKK(K)
Dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K)

Subkomisi Hubungan Luar Negeri
Ketua : Prof. DR. dr. Hardyanto Soebono, SpKK(K)
Wakil :
Prof. DR. dr. Indropo Agusni, SpKK(K)
: DR. dr. Retno Danarti, SpKK(K)

Subkomisi Evaluasi Nasional
Ketua : Prof. DR. Dr. Retno W Soebaryo, SpKK(K)
Wakil : Dr. Farida Zubier, SpKK(K)

Tim Penyusun dan Pengkaji Ujian Tulis Nasional
Ketua : Dr. Farida Zubier, SpKK(K)
Anggota :
Dr. Evita H. Effendi, SpKK(K)
Dr. Hendra Gunawan, PhD, SpKK
Dr. E. S. Indrayanti, SpKK(K)

Tim Penyusun dan Pengkaji Ujian Keterampilan Klinik (OSCE)
Ketua : Dr. Lies Marlysa Ramali, SpKK(K)
Anggota :
Dr. Wresti Indriatmi, M. Epid, SpKK(K)
Dr. Arief Budiyanto, PhD, SpKK(K)

KOMISI SERTIFIKASI KOMPETENSI
Ketua : Prof. Dr. Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K)
Wakil : Dr. Wresti Indriatmi, M. Epid, SpKK(K)
Anggota : DR. Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK(K)

Dalam kegiatannya, Kolegium I.K Kulit dan Kelamin bekerja sama dengan seluruh Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia yang sampai saat ini sudah terdapat 11 IPDS yang telah mendapatkan akreditasi, yaitu :

IPDS lama (berdasarkan abjad):
FK. Univ. Airlangga, Surabaya, sejak tahun 1964
FK. Univ. Andalas, Padang, sejak tahun 2002
FK. Univ. Diponegoro, Semarang, sejak tahun 1963
FK. Univ. Gajah Mada, Jogyakarta, sejak tahun 1985
FK. Univ. Hasanudin, Makassar, sejak tahun 1986
FK. Univ. Indonesia, Jakarta, sejak tahun1950
FK. Univ. Pajajaran, Bandung, sejak tahun1986
FK. Univ. Sam Ratulangi, Manado, sejak tahun 2004
FK. Univ. Sriwijaya, Palembang, sejak tahun 2003
FK. Univ. Sumatra Utara, Medan, sejak tahun 1965
FK. Univ. Udayana, Denpasar, sejak tahun 2004

Dan 2 IPDS baru yang masih dalam proses akreditasi dan diharapkan dalam waktu dekat selesai, yaitu :
FK. Univ. Sebelas Maret, Solo, sejak tahun 2004
FK. Univ. Brawijaya, Malang, sejak tahun 2005
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Sun Dec 25, 2011 1:25 am


Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Aug 30, 2012 11:17 pm

KUNJUNGAN TIM MONEV HIBAH INDONESIAN CARDIAC CENTER (ICC) KE GAZA PALESTINA DAN KAIRO MESIR
Jakarta, 20 Agustus 2012
Pembangunan Indonesian Cardiac Center (ICC) di Rumah Sakit As-Syifa merupakan salah satu bukti dukungan Indonesia sebagai the largest reservoir terhadap perjuangan bangsa Palestina. Kementerian Kesehatan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Islamic Development Bank (IDB) tentang Funding and Management of Donors Funds for The Indonesian Cardiac Center at Al Shifa Hospital Gaza-Palestine pada tahun lalu, tepatnya 27 Februari 2011. Sesuai MoU, dana hibah senilai Rp. 20 Miliar atau setara USD 2,6 juta akan dikelola IDB untuk mendirikan ICC di gedung bedah sentral yang saat ini sedang dibangun oleh IDB dan merupakan pengembangan dari Rumah Sakit (RS) Al Shifa di Gaza. Dana hibah telah dikirim ke account IDB pada akhir Desember 2011. “Al-Shifa Hospital merupakan rumah sakit terbesar dan terlengkap di Gaza Strip, bahkan di Palestina dengan kapasitas 600 tempat tidur, serta merupakan RS rujukan khususnya di bidang kegawat daruratan (memiliki 6 kamar operasi dan 12 tempat tidur untuk ICU”, ujar Direktur Bina Upaya Kesehatan (BUK) Rujukan Kemenkes RI, dr. Chairul Radjab Nasution, selaku perwakilan Kemenkes RI dalam tim Monev Hibah ICC. Tim Monev Hibah ICC, antara lain dr. Chairul Radjab Nasution, SpPD, KGEH, FINASIM, FACP, Mkes (Direktur BUKR/Ketua Tim); DR. Dr. Anwar Santoso, SpJP (RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita); Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt (Biro Perencanaan & Anggaran); Dr. Dicky Budiman, MSc.PH (Pusat kerjasama Luar Negeri) dan Patriot Adinarto, SIP (Direktorat Timur Tengah Kemlu). Guna mengimplementasikan kesepakatan yang tertuang dalam MoU, Kemenkes RI dan IDB telah menyepakati Plan of Action (PoA) Pembangunan Indonesian Cardiac Center. Salah satu kesepakatannya adalah pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) dengan mekanisme berupa kunjungan langsung tim monev hibah ICC ke RS Al-Shifa di Gaza-Palestina setiap 6 bulan, dan laporan berkala triwulan yang disampaikan oleh IDB kepada tim monev hibah ICC. “Ini merupakan komitmen Pemerintah Indonesia guna membantu rakyat Palestina dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya penyakit jantung”, kata dr. Chairul Radjab.

Dalam laporannya, dr. Chairul Radjab menjelaskan bahwa pada saat tiba di wilayah jalur Gaza (1/Cool, kedatangan tim Monev Hibah ICC disambut oleh Kepala Biro Hubungan Luar Negeri Kemenkes Palestina, Mohamed el-Kashif. Tim lalu melakukan pertemuan dengan perwakilan IDB, Mr. Rifaat el-Dieb, dan perwakilan Bulan Sabit Merah Qatar di Border Otoritas Palestina. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju RS el-Shifaa, di wilayah Gaza tengah. “Keterbatasan perlengkapan kedokteran di rumah-rumah sakit di Jalur Gaza telah mengakibatkan tingginya tingkat kematian, terutama pada penderita penyakit jantung. Hal ini diperburuk oleh prosedur keimigrasian, baik di perbatasan Israel maupun Mesir, sehingga memperlambat proses transfer rujukan pasien ke luar negeri”, jelas Kepala RS el-Shifaa, dr. Medhat Abbas, dalam sambutannya saat menyambut kedatangan tim Monev Hibah ICC di RS el-Shifaa. Pada kesempatan tersebut, dr. Medhat Abbas mengatakan bahwa sekira 375 orang telah meninggal dunia akibat kurang baiknya prosedur keimigrasian di perbatasan tersebut. Di penghujung sambutannya, dr. Medhat Abbas menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah dan bangsa Indonesia atas perhatian dan bantuannya. Diharapkan, pembangunan unit cardiac center dapat mengurangi penderitaan pasien jantung di wilayah jalur Gaza. Lebih lanjut, dalam laporannya, dr. Chairul Radjab menyampaikan tim melakukan pemeriksaan terhadap tata ruang dan infrastruktur pembangunan unit cardiac center. Berdasarkan peninjauan tersebut, ditemukan fakta bahwa pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai seperti yang direncanakan di PoA. Selanjutnya, proses procurement alat-alat medis, sudah dilakukan advertising dan tender opening, namun belum ada penawaran yang masuk. Hal lain, electromechanical work masih belum selesai, dan pengamatan lay-out ruangan sudah sesuai standar. “Selepas peninjauan ke RS el-Shifaa, tim juga menyempatkan diri melihat bangunan RS Indonesia di daerah Beit Lahya, Gaza Utara. Pembangunannya dikoordinir oleh MER-C”, tambah dr. Chairul Radjab. Setelah bermalam di Gaza, tim melakukan pertemuan dengan tim IDB di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir (2/Cool. Pertemuan dipimpin oleh Director Trust Fund IDB, Mr. El Mansour Feten, didampingi oleh staf IDB, Mr. Ahmed Sammour, dan perwakilan Bulan Sabit Merah Qatar. Pertemuan tersebut disepakati dalam sebuah dokumen “Summary of the Monitoring and Evaluation Meeting on The Indonesian Cardiac Center”.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kodelokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Sun Nov 25, 2012 7:37 pm


Ketua PABOI bersama President ASEAN Orthopaedic Association, dr Dohar Tobing SpOT



President ASEAN Orthopaedic Association, dr Dohar Tobing SpOT


Last edited by gitahafas on Tue Feb 19, 2013 9:18 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Jan 01, 2013 2:31 pm

KEMENKES: PENANGANAN PASIEN AYU SUDAH SESUAI SOP
Penulis : Unoviana Kartika | Jumat, 28 Desember 2012 | 16:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kesehatan memastikan tidak ada kesalahan prosedur operasional standar (standart operation procedure/SOP) terkait dengan penanganan medis pasien Ayu Tria Desiani yang dirawat di ruang ICU RS Anak dan Bunda Harapan Kita. Hal tersebut disampaikan Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes, Chaerul Radjab Nasution, di hadapan wartawan, Jumat (28/12/12). Penjelasan itu diberikan terkait dengan keluhan keluarga almarhumah Ayu yang meninggal di ruang ICU ketika sedang berlangsung shooting sinetron "Love In Paris" di rumah sakit tersebut. Chaerul mengatakan sudah menurunkan tim investigasi ke RSAB Harapan Kita. "Tim investigasi Kemenkes yang terdiri dari pakar kesehatan, pakar hukum, dan lain-lain menyatakan tidak ada yang salah dari SOP yang dilakukan RSAB terhadap penanganan pasien," katanya. Ditambahkan, saat dipindahkan dari unit gawat darurat ke ICU, tidak ada kendala apa pun yang dihadapi almarhumah Ayu. "Ada beberapa kamar ICU yang kosong sehingga dapat dengan mudah dimasuki pasien saat itu. Hal-hal yang menyangkut proses pelayanan ICU pun tidak ada kendala," katanya. Namun, diakui Chaerul, lokasi shooting yang berada terlalu dekat dengan ruang pasien cukup mengganggu kenyamanan pasien dan keluarga yang menyertai. Proses shooting yang cenderung bising pun sedikit banyak memengaruhi pelayanan meskipun tidak secara langsung. "Ruangan Ayu dengan lokasi shooting hanya dibatasi oleh jendela kaca," ujar Kurnianto orangtua almarhumah Ayu dalam kesempatan yang sama. Chaerul mengatakan, ruang ICU seharusnya dimasuki dalam keadaan steril dan termasuk dalam kategori ruang terbatas (restrictive area) di rumah sakit. Proses yang bising seperti shooting sebenarnya tidak diperbolehkan mengambil tempat di ruangan tersebut. Sementara itu, Direktur RSAB Harapan Kita, dr. Achmad Soebagjo Tancarino, mengatakan kegiatan shooting tersebut merupakan bagian dari sarana promosi program rumah sakit ke khalayak dan sangat didukung oleh pihak rumah sakit, khususnya RSAB Harapan Kita sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan sistem rumah sakit yang lebih jelas memberikan batas-batas area yang bisa dijadikan lokasi shooting. "Perbaikan ini diperlukan agar tidak terjadi lagi ketidaknyamanan pasien saat menerima penanganan dari rumah sakit," kata Chaerul.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Sun Feb 03, 2013 6:07 pm

PESAN MENKES UNTUK ESELON I DAN II: JANGAN ADA YANG BERPIKIR UNTUK KORUPSI
Vera Farah Bararah - detikHealth Jumat, 01/02/2013 19:06 WIB
Jakarta, Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi baru saja melantik pejabat eselon I dan II di lingkungan kementerian kesehatan. Salah satu pesan Menkes adalah meminta para pejabat eselon I dan II ini agar jangan pernah berpikir untuk korupsi. Pengangatan dan pelantikan yang dilaksanakan hari ini adalah untuk mengisi jabatan kosong karena pejabat lama mencapai batas usia pensiun, mutasi, pronosi dan untuk mengisi jabatan dalam struktur organisasi baru. "Langkah ini juga dimaksudkan untuk penyegaran, pembenahan dan pemantapan struktur organisasi guna meningkatkan kinerja," ujar Menkes dr Nafsiah Mboi dalam acara pelantikan eselon I dan II Kementerian Kesehatan di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Menkes mengungkapkan parameter yang digunakan dalam pengisian jabatan ini adalah berdasar kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pendidikan dan pelatihan, serta pengabdian dan komimen para calon pejabat dalam tugas negara. Selain itu menerapkan budaya kerja yang positif dengan mindset pejabat yang sesuai dengan nilai-nilai kementerian kesehatan dan ketatalaksanaan administrasi dan keuangan yang dinamis, transparan, akuntable didukung standar operasional prosedur dan sistem kewaspadaan yang baik. "Kepada para istri dan suami dari pejabat yang baru dilantik, saya sampaikan selamat dan saya harapkan terus berikan dukungan, semangat dan doa dalam membantu istri atau suami dalam mengemban tugas negara. Dan jangan ada yang berpikir untuk korupsi," ujar Menkes. Menkes juga meminta pada para pejabat untuk membangun integritas individu dan organisasi di lingkungan kerja masing-masing agar kemenkes menjadi wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani. "Saya ucapkan selamat bertugas, dan jabatan yang diamanatkan pada saudara-saudara adalah amanah, untuk itu berikan yang terbaik kepada bangsa dan negara ini," tutur Menkes. Berikut ini pejabat struktural eselon I Kemenkes yaitu:

1. dr Supriyantoro, SpP, MARS sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkes
2. Prof Dr dr Akmal Taher, SpU(K) sebagai DIrektur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes

Berikut pejabat struktural eselon II Kemenkes yaitu:

1. dr Czeresna Heriawan Soejono, SpPD sebagai Dirut RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta
2. Dr dr Ratna Dwi Restuti, SpTHT-KL(K) sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUPN Dr Cipto mangunkusumo, Jakarta
3. dr Mohammad Syahril, SpP, MPH sebagai Dirut RSUP Fatmawati Jakarta
4. dr Harry Trimurjatno, MM sebagai Dirut RS Paru Dr Ario Wirawan Salatiga
5. Nurhayati, SE, MARS sebagai Direktur Keuangan RSUP Fatmawati Jakarta
6. dr Ari Muhandari, SpKK sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Pendidikan RSAB Harapan Kita jakarta
7. dr Didi Danukusumo, SpOG(K) sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSAB Harapan Kita
8. dr Lukmanul Hakim Nasution, SpKK sebagai Direktur Utama RSUP H Adam malik Medan
9. dr Purnamawati, MARS sebagai Diirektur SDM dan Pendidikan RSUP H Adam malik Medan
10. dr Mursyid Bustami, SpS(K) KIC sebagai Dirut RS Pusat Otak Nasional Jakarta
11. dr Andi Basuki Prima Birawa, SpS sebagai Direktur Pelayanan RS Pusat Otak nasional Jakarta
12. drg Sophia Hermawan, MKes sebagai Direktur SDM dan Pendidikan dan Penelitian RS Pusat Otak Nasional Jakarta
13. Drs Syamsuri, MM sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi RS Pusat Otak Nasional jakarta

Direktorat jenderal PP dan PL

1. dr H M Subuh, MPPM sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal
2. dr Slamet, MHP sebagai DIrektur Pengendalian Penyakit Menular Langsung
3. dr H Andi Muhadir, MPH sebagai DIrektur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang
4. dr Desak Made Wismarini, MKM, sebagai Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra
5. dr H Lucky Tjahjono, MKes sebagai kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Makassar
6. Zainal Ilyas Nampira, SKM, MKes sebagai Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Pennyakit Sutabaya
7. Dr Hari Santoso, SKM, MEpid, sebagai Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan lingkungan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

1. Dra Pretty Multihartina, PhD sebagai Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Apr 11, 2013 1:53 pm

MENKES LANTIK PEJABAT ESELON II DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN
Jakarta, 5 April 2013
Hari ini (5/4) Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH melantik 6 pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kesehatan yaitu; Dr. dr. Fidiansyah, Sp.Kj, MPH sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji dan drg. Oscar Primadi, MPH sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi, Heru Arnowo, SH, MM sebagai Inspektur II, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, D.Sc sebagai Direktur Bina Kesehatan Anak, dr. Bambang Prabowo, M.Kes sebagai Direktur Utama RS Jiwa Prof. Dr. Soeroyo Magelang dan dr. Kirana Pritasari, MQIH sebagai Kepala Pusat Standarisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan. Menkes berharap dengan pengangkatan pejabat-pejabat baru di lingkungan Kementerian Kesehatan, organisasi dapat bergerak lebih dinamis dan responsif. Diharapkan pula, pejabat baru lebih efisien dan efektif, serta lebih cepat tanggap dan tepat dalam mencapai pembangunan kesehatan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pada kesempatan ini pula Menkes menyampaikan kepada seluruh jajaran Kementerian Kesehatan bahwa pada pada tanggal 15 Maret 2013, telah dilaksanakan survei Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) secara online oleh Kementerian PAN dan RB. Untuk menindaklanjuti hal itu, Menkes mengingatkan jajaran Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan birokrasi Kementerian Kesehatan yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas korupsi, kolusi atau nepotisme, mampu melayani publik dengan baik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik negara. Keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing – masing individu dan integritas dari organisasi. Menkes minta agar pejabat baru membangun integritas individu dan integritas organisasi di lingkungan kerja masing-masing agar Kementerian Kesehatan benar-benar menjadi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menteri juga perlu mengingatkan agar kita memperkuat komitmen kita dalam meraih WTP.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id.
Back to top Go down
 
Who Is Who Di Iluni FK'83
View previous topic View next topic Back to top 
Page 7 of 8Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: PROFIL dan KEGIATAN ILUNI-FK'83 :: PROFIL ILUNI-FK'83-
Jump to: