Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Who Is Who Di Iluni FK'83

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Dec 30, 2010 6:20 am

Dr. SAMSUL ASHARI SpBS ( K )


KEPALA DEPARTEMEN BEDAH SARAF FKUI-RSCM

Informasi Umum
Sejarah
Sejarah pelayanan bedah saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo tidak dapat dipisahkan dari perkembangan di Indonesia. Pelayanan Bedah Saraf di Jakarta merupakan “cikal bakal” bedah saraf dalam arti seluas-luasnya; karena dari sinilah ilmunya dikembangkan, para spesialisnya dididik dan disebarkan, serta jangkauan pelayanannya diperluas sampai tercapai keadaan sekarang yang sudah hamper meliputi seluruh Indonesia.

Pelayanan bedah saraf dimulai sejak tahun 1948 atas prakarsa Prof. C.H. Lenshoek, bapak Neurochirurgi Belanda kelahiran Semarang yang sangat mencintai Indonesia. Dengan bantuan Palang Merah Belanda ia mendirikan klinik neurochirurgi dengan tujuan menolong korban perang yang sedang berkecamuk pada saat itu. Klinik ini belum menjadi bagian dari Rumah Sakit Pusat (C.B.Z) yang kemudian menjadi R.S. Cipto Mangunkusumo. Rumah Sakit khusus bedah saraf lengkap dengan fasilitas untuk diagnosa, perawatan, operasi serta rehabilitasinya bernama Princes Margriet Hospital, terletak di Jl.Raden Saleh NO.49. Para spesialis bedah saraf dari perkumpulan bedah saraf Belanda secara sukarela selama 6 (enam) bulan melayani klinik Raden Saleh. Mereka ini adalah : Dr P. Hanraet, Dr. A.C. de Vet dari Wassenaar, Dr. Wiersma dari Rotterdam, Prof.Dr. Noordenbos dari Amsterdam, Dr. M.P.A.M de Groot dari Tilburg dan Prof.Dr.C.H. Lenshoek dari Amsterdam yang kemudian menjadi guru besar di Groningen. Tenaga spesialis yang terakhir yaitu Dr.P. Albert yang berkebangsaan Spanyol, setelah menunaikan kerjanya selama enam bulan, masih memperpanjang kontrak kerjanya dengan pemerintah Indonesia sampai akhir tahun 1952, karena setelah pengakuan kedaulatan tahun 1950, rumah sakit ini oleh Palang Merah Belanda diserahkan kepada Palang Merah Indonesia yang kemudian menyerahkannya kepada pemerintah Indonesia (yang pada saat itu telah mengambil R.S. “Raden Saleh”).

Di awal tahun enampuluhan hubungan antara Salemba dan Raden Saleh mulai kurang lancar. Dengan pertimbangan demi pelayanan penderita yang lebih baik, maka Bagian Bedah Saraf pada bulan Desember 1964 dipindahkan ke gedung utama jalan Diponegoro No. 71 menempati ruangan yang ditinggalkan oleh bagian Pulmonologi (karena dipindahkan ke Rumah Sakit Persahabatan), ruang dari bagian Neurologi dan ruang D1 dari bagian Bedah.

Saat ini, Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM dipimpin oleh dr. Samsul Ashari, SpBS(K).

Divisi Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM
Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM memiliki 6 Divisi, yaitu :

1. Divisi Onkologi
2. Divisi Vaskuler
3. Divisi Pediatrik
4. Divisi Trauma
5. Divisi Spine
6. Divisi Fungsional

Pelayanan Umum
Kepakaran
Pada tahun 2010, Departemen Bedah Saraf FKUI -RSCM memiliki 10 orang staf pengajar (dokter), 32 orang perawat bedah saraf, 22 orang residen dan 7 orang karyawan. Telah dilengkapi dengan 2 kamar operasi mikroskopik canggih ,serta didukung dengan stereotaktik surgery dan radiosurgery yang ada satu2nya di Indonesia

Staf pengajar (dokter) Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM saat ini adalah :
1.dr. Samsul Ashari, SpBS(K)
2.Prof. dr. Hilman Mahyuddin, SpBS(K)
3.dr. Daryo W. Soemitro, SpBS(K)
4.Dr. dr. Renindra Ananda Aman, SpBS(K)
5.dr. David Tandian, SpBS(K)
6.dr. Hanif G Tobing, SpBS(K)
7.dr. Syaiful Ichwan, SpBS(K)
8.dr. Mohamad Saekhu, SpBS(K)
9.dr. Wismaji Sadewo, SpBS(K)
10.dr. Setyo Widi Nugroho, SpBS(K)

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :
Departemen Ilmu Bedah Syaraf
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Salemba Raya No. 6, Jakarta Pusat 10430
Telp. ( 021 ) 3145554
Fax. ( 021 ) 3927742
www.bedah-saraf.edu


Last edited by gitahafas on Sat Feb 19, 2011 8:06 am; edited 11 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Dec 30, 2010 6:42 am

Dr. OMO ABDUL MADJID SpOG ( K )



Dr. S. DOHAR AL TOBING SpOT, K-Spine


RSCM RENOVASI GEDUNG UNIT PELAYANAN GAWAT DARURAT
Untuk meningkatkan pelayanan kegawatdaruraratan, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sedang merenovasi gedung Unit Pelayanan Gawat Darurat (UGD). Gedung yang direnovasi ini dibangun atas bantuan Pemerintah Jepang melalui Japan International Coooperation Agency (JICA) dan telah beroperasi sekitar 24 tahun, sehingga fasilitasnya kurang memadai dan tidak representatif untuk memenuhi kebutuhan pelayanan gawat darurat saat ini.

Hal itu disampaikan dr. Omo Abdul Madjid, SpOG (K), Direktur Umum dan Operasional RSCM dalam jumpa pers hari ini, Senin (26/07) di Jakarta. Ditambahkan, renovasi gedung Unit Gawat Darurat beserta fasilitasnya akan memakan waktu selama 6 bulan, dari 29 Juli hingga Desember 2010.

“Saat ini sudah mulai tahap persiapan akhir. Berkenaan renovasi tersebut akan dilakukan pemindahan lokasi pelayanan gawat darurat sementara sehingga akan terjadi beberapa perubahan tempat pelayanan dan pembatasan kapasitas pelayanan,” tambah dr. Omo yang didampingi dr. S. Dohar AL Tobing, SPOT, K-Spine dan dr. Rina Rohsiswatmo, SpA(K).

Perubahan tempat pelayanan tersebut meliputi pelayanan Gawat Darurat dewasa untuk kasus bedah, penyakit dalam, THT, mata, neurologi, ruang Resusitasi dan Isolasi akan menggunakan Ruang Gawat Darurat Sementara yang berada di depan Poliklinik Jantung (samping P3JRN) dengan kapasitas: ruang Emergency (merah) untuk 3 pasien, ruang Urgent (Kuning) untuk 14 pasien, Ruang Non Urgent (Hijau) untuk 3 pasien dan Ruang Isolasi untuk 1 pasien.

Pelayanan Gawat Darurat kasus psikiatri akan dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Psikiatri. Sedangkan operasi gawat darurat dilaksanakan di kamar operasi Instalasi Bedah Pusat/Sentral (IBP).

Kepala Unit pelayanan Gawat Darurat, dr. S. Dohar AL. Tobing, SpOT, K-Spine, mengatakan akan ada relokasi pelayanan kegawatdaruratan dengan keterbatasan kapasitas yang ada. Namun RSCM akan tetap memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang ditangani oleh dokter spesialis dan perawat dengan jumlah yang tetap sehingga operasi dapat berjalan seperti biasa.

“Tetap disediakan 40 tempat tidur untuk pasien yang memerlukan tindakan emergency sampai menunggu tersedianya Ruang Perawatan atau dirujuk ke RS lainnya”, tambah dr. Dohar.

Sementara Kepala Divisi Perinatologi Anak, dr. Rina Rohsiswatmo, SpA(K), mengatakan pelayanan gawat darurat untuk kasus Kebidanan dan Kandungan dilaksanakan di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan. Dengan demikian akan terjadi pengurangan 20-30 kapasitas Tempat Tidur (TT). Karena itu diharapkan kerja sama Pemerintah Daerah dan RS di sekitar Jakarta termasuk RS swasta untuk ikut membantu mengatasi masalah apabila terjadi peningkatan kebutuhan pelayanan gawat darurat. Sedangkan Pelayanan Gawat Darurat Anak dilaksanakan di Poliklinik Ilmu Kesehatan Anak.

Mengingat keterbatasan kapasitas peayanan Gawat darurat, dr. Omo meminta pimpinan RS di sekitar Jakarta, apabila akan merujuk pasien ke Unit Gawat Darurat RSCM hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Rujukan pasien atas indikasi medis yang benar-benar tidak dapat dilayani di RSU yang memerlukan penanganan khusus (tersier); terlebih dahulu menghubungi UGD RSCM dengan nomor (021) 70257726 untuk mengetahui ketersediaan tempat; pada waktu mengantar pasien ke UGD RSCM harus didampingi Petugas Kesehatan dan menggunakan ambulans sesuai standar, dan Surat Rujukan harus mencantumkan nama jelas dan tanda tangan dokter yang merujuk.

RSCM juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengubah sparator jalan di Jalan Diponegoro agar dapat mencegah kemacetan dengan perubahan pelayanan di unit pelayanan gawat darurat tersebut.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , kontak@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

dr. Dohar Tobing, SpOT
Spesialisasi : Bedah Ortopaedi

Educational Background
1. Medical Doctor/MD, graduated, FKUI, 1983.
2. Basic Surgery Training (Residency), 1988-1990.

Presidency, special Training
- Orthopaedic Training, FKUI, 1988-1993.
- Spine fellowship Training, FKUI,1994-1997/
- Lee-Foundatio Fellow, Singapore, 1993-1994
- Spine Fellow, Syracuse, USA, 1997.
- AO-Course, Basic, singapore, 1994.
- ATOR Course, Basic, Singapore, 1002.
- AO Course, Advance, Switzerland, 2003.
- Spine Cadaveric Workshop, St.Louis, MS, USA, 1997.

Public Community Service
- Tim Medis Bantuan untuk Kerusuhan Ambon, 2001.
- Tim Medis Bantuan untuk Gempa, Jogjakarta, 2007.

List of Presentation before Scientific, Scholarly or Professional Organization
- Post Secretary General-Indonesian Orthopaedic Association (IOA).
- Post President of Pedicle Club Indonesia.
- Post Member of Education Committee, AO - East Asia.
- Member of IOA.
- Member of Asia Pasific Orthopaedic Association.
- Member of American Academy of Orthopaedic Surgery (AAOS).
- Member of Committee of Continouing Professional Development, Indonesian Surgery Association.
- Member of Committee of Continouing Professional Development, IOA.
- Senior Lecturer, Dept. of Surgery, FKUI.
- Education Coordinator for Medical Student in Dept. of Surgery FKUI.
- Spine Fellowship, Senior Trainer, FKUI/RSCM.
- IOA Board Examiner.

Awards
1. Travelling Fellowship, Zimmer WPOA, 1994.
2. Travelling Fellowship, American Orthopaedic Association, 1996.

Publications
1. Standard Pelayanan Medis Orthopaedi, Edisi I, 2003.
2. Standard Pelayanan Medis Orthopaedi, Edisi II, 2008.

Sabtu, 19 Maret 2011 18:18:11 WIB
Ke Utan Kayu, Setelah Ledakan Bom Buku
GARIS polisi di sudut kantor Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur, masih terpasang hingga Rabu (16/3) lalu. Serpihan meja kayu mahoni yang berserakan karena ledakan bom buku pada Selasa lalu (15/3) dibiarkan apa adanya. Kedai yang biasanya ramai dengan diskusi dan aktivis yang minum kopi kemarin sepi. Sebuah mobil Innova mendekat. Ulil Abshar Abdalla yang baru sehari lolos dari ancaman bom turun dengan senyum semringah. Mengenakan baju biru, dia tampak santai berjalan menemui beberapa anggota Komunitas Utan Kayu yang bersiaga di salah satu sudut kantor KBR 68H. Dia disambut Heru Hendratmoko, direktur produksi KBR 68H. "Gus, hati-hati jalannya, siapa tahu masih ada sisa bom," ujar Heru dengan nada bercanda. Ulil pun tertawa. Jaringan Islam Liberal (JIL) didirikan Ulil dan sejumlah anak muda lainnya sekitar 2001. Banyak pihak yang mengapresiasi, tapi tidak sedikit pula yang mencibir dan menghujat. Ulil menceritakan, sejak 2002 kritik keras bahkan hujatan terhadap dirinya sudah banyak, namun tidak sampai pada ancaman fisik, termasuk munculnya fatwa bahwa JIL menyimpang dan darah Ulil halal hukumnya. "Itu masih biasa dan wajar karena sebatas wacana. Wacana itu sudah seharusnya dihadapi juga dengan wacana," ungkap Ulil. JIL pun tetap eksis hingga tahun-tahun berikutnya. Pada 2005, Ulil meninggalkan tanah air untuk menyelesaikan program doktoral ke AS. Saat itu, menantu Wakil Rais Am Syuriah PB NU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) tersebut sudah tidak menjabat koordinator JIL. Jabatan itu diemban Hamid Basyaib. Kegiatan-kegiatan JIL selama ini cukup beragam. Mulai jaringan penulis liberal, talk show di Kantor Berita Radio (KBR) 68H, diskusi-diskusi bulanan, dan kerja sama dengan lembaga lain hingga penerbitan buku. Di antara program-program yang ada, acara talk show di Kedai Tempo setiap Sabtu memang yang paling menonjol, terutama saat almarhum Gus Dur masih aktif menjadi narasumber hampir setiap minggu hingga menjelang wafat. "Gerakan semacam JIL harus tetap ada, tidak boleh kalah hanya karena ancaman," tegas Ulil. Sebelum peristiwa meledaknya bom buku pada Selasa lalu (15/3), sempat ada aktivitas mencurigakan yang diduga dilakukan orang luar di kawasan Utan Kayu. Heru Hendratmoko menuturkan, dirinya mendapat laporan bahwa ada mobil mencurigakan yang keluar masuk kawasan. Mereka, kata dia, terdiri atas beberapa orang. Salah seorang di antara mereka bahkan sempat memotret situasi di sekitar kantor. Karena dianggap biasa, tidak ada yang curiga. "Baru ada cerita begini setelah ada kejadian (bom buku meledak)," ujarnya kepada wartawan kemarin (16/3). Dia menuturkan, setelah kejadian bom buku itu, pihaknya bakal lebih berhati-hati. Kalaupun ada indikasi serupa, mereka akan melapor ke petugas keamanan. "Jangan sampai terjadi lagi," tegasnya. Juru Bicara KBR 68H Ade Wahyudi menambahkan, pascabom buku itu, sistem keamanan kantor akan diperketat. "Ledakan bom menunjukkan bahwa masih banyak kelemahan dalam sistem keamanan kami. Sistem keamanan kami harus diperketat agar tidak sampai terulang," katanya. Di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kemarin, para karyawan beraktivitas seperti biasa. "Semua berlangsung seperti biasa. Yang penting tidak mengganggu TKP," jelasnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Beberapa polisi baik yang berseragam maupun berpakaian preman pun turut berjaga-jaga di Gedung Kencana RSCM. Di gedung anyar di sebelah barat gedung utama RSCM itulah Dodi dirawat, tepatnya di kamar 411 di lantai 4. Sebelumnya, begitu terkena ledakan yang menghancurkan tangan kirinya, Dodi langsung dilarikan ke RSCM. Beberapa saat setelah tiba di RSCM, tim dokter yang menangani Dodi langsung mengambil langkah besar. "Tadi malam (15/3) kami mengamputasi tangan Dodi," ungkap dr Dohar Tobing di RSCM dua hari lalu. Dokter spesialis ortopedi itu merupakan salah seorang anggota tim dokter yang menangani Dodi. Menurut dia, operasi amputasi tersebut dilakukan beberapa jam setelah Dodi tiba di RSCM. Menurut dia, operasi selama 2,5 jam itu berlangsung lancar. Bagian yang diamputasi adalah di bawah pergelangan tangan kiri Dodi. Menurut Dohar, amputasi tersebut perlu dilakukan untuk menghindarkan infeksi lantaran terkena material dalam bom. "Selain itu, tangannya sudah hancur, tidak bisa diperbaiki lagi," jelasnya. Saat ditanya kemungkinan menggunakan tangan palsu, Dohar pun menyatakan, kemungkinan tersebut sangat besar. Namun, yang pasti, pemasangan tangan palsu harus menunggu kondisi tangan Dodi benar-benar baik dan harus ada persetujuan dari keluarga. Yang jelas, hingga kini pihaknya belum membicarakan kemungkinan pemasangan tangan palsu tersebut kepada pihak keluarga. Kondisi Silvana Said, istri Dodi, pun makin baik. Setelah sempat shock dan beberapa kali pingsan begitu mengetahui suaminya menjadi korban bom buku, pagi kemarin Silvana sudah bisa diajak berkomunikasi oleh tim dokter. "Tadi pagi saya berbincang dengan istrinya," ujar salah seorang dokter ICU Rudiyanto ketika ditemui di ruang bedah utama RSCM. Sekitar pukul 08.00, Silvana kembali ingin melihat kondisi terakhir alumnus Akpol 1995 tersebut di ruang ICU (sebelum dipindah ke Gedung Kencana). Rudiyanto mengungkapkan, Silvana sudah tenang meski masih tampak shock, apalagi begitu melihat tangan suaminya diamputasi. Namun, kata dia, Dodi yang juga sudah sadar dan kondisinya makin baik itu meminta istri dan keluarganya tetap tabah dan tenang. Berdasarkan pantauan Jawa Pos, beberapa pihak terus berdatangan untuk menjenguk dan memberikan dukungan kepada Dodi. Sekitar pukul 14.00, rombongan ibu-ibu Bhayangkari Polda Metro Jaya pun datang dengan bus khusus milik Polda Metro Jaya. "Mereka hanya ingin membesuk dan memberikan dukungan kepada Dodi serta keluarga," kata Kapolres Jakarta Timur Kombespol Saidal Mursalim saat ditemui di Gedung Kencana. Menurut dia, kondisi Dodi yang menjadi anak buahnya sejak tiga bulan itu sudah membaik. Dia pun menuturkan, sebenarnya Dodi adalah anak buah yang bisa diandalkan. Di mata Saidal, Dodi merupakan polisi yang rajin, ulet, dan tekun. Namun, mengapa dia berusaha menjinakkan bom sendiri? "Mungkin itu insting dia di lapangan," jawab Saidal. Dia menegaskan, sebagai Kapolres dirinya tidak pernah memerintah Dodi untuk menjinakkan bom tersebut. Saidal mengaku mendapat laporan bahwa ada bom di wilayahnya pukul 14.30. "Saya langsung perintahkan anggota untuk memasang police line dan mengevakuasi warga, namun jangan sampai menimbulkan kegaduhan," ungkapnya. Dia pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintah anak buahnya untuk menjinakkan bom itu. Namun, saat ditanya apakah Dodi telah ceroboh, dia tidak menjawab dengan tegas. "Kan sudah ada tim yang menginvestigasi. Kita tunggu saja," ujarnya. (aga/kuh/dyn/c5/kum)


Last edited by gitahafas on Sat Apr 28, 2012 6:38 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Dec 30, 2010 6:45 am

Dr. FREDDY SITORUS SpS ( K )


Informasi Umum
Sejarah
Departemen Neurologi FKUI tidak bisa dilepaskan dari nama besar seorang (alm) Prof. Dr. Mahar Mardjono, SpS. Prof. Mahar merupakan neurolog pertama di FKUI. Beliau mempelajari neurologi di Amerika Serikat, yaitu Department of Neurology, University of California Medical Center, San Fransisco. Beliau dididik oleh Prof Dr Robert Aird. Pada tahun 1961, pemisahan neurologi dan psikiatri diakui dan diterima oleh FKUI. Sehingga, saat itu berdirilah Departemen Neurologi FKUI yang dipimpin oleh Prof. dr. Mahar Mardjono, SpS. Pengembangan ilmu saraf kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan beberapa orang belajar ke luar negeri. Diantaranya dr. T. Liman, SpS dikirim ke San Fransisco untuk belajar neuroradiologi. dr. T. Liman, SpS adalah dokter pertama yang mempelajari dan menjadi ahli dalam bidang neuroradiologi. Saat ini pengembangan neuroradiologi dilakukan oleh bagian Radiologi FKUI. Kemudian dr. Soemargo Sastrodiwirjo tahun 1962 mempelajari neurologi klinis di Montreal, Canada. dr. Soemarmo Markam dikirim ke Philadelphia mempelajari neuropatologi. dr. Priguna Sidarta mempelajari neurologi eksperimental di Montreal, Canada. Namun beliau hanya berkarir di neurologi FKUI sampai tahun 1968, selanjutnya beliau pindah ke University Malaya, Kuala Lumpur.

Para dokter yang bekerja di bawah pimpinan Prof. Mahar adalah dr. S.M Lumbantobing (alm), beliau mendalami psikiatri, dr. S. Lazuardi, dr. Marli Mardiono, dr Andradi Suryamihardja, dr. Djohan Santoso, dr. Jusuf Misbach, dr. Tagor Harahap, dr. Bob Santoso Wibowo (alm), dr. Arif Yudana, dr. Darmosugondho, dr. Zakiah Syeban, dr. Fachrida M Mulyono, dr. Idris Mas’ud, dr. Ny. EML Margono. Pada tahun 1966, dr S.M. Lumbantobing dikirim ke Toronto, Kanada untuk mempelajari neurologi anak. Pada tahun 1967, sepulangnya dari Kanada, beliau mendirikan Neurologi Pediatri di bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Seperti halnya dr. T. Liman, SpS yang menjadi ahli neuroradiologi pertama di FKUI-RSCM, dr Lumbantobing SpS jugamerupakan ahli neurologi anak pertama di FKUI-RSCM. dr. Lumbantobing mendapat gelar doktornya dengan disertasi mengenai kejang demam pada tahun 1975 dan menjadi guru besar FKUI pada tahun 1988.

Pada tahun 1969, dr. Sujawan mempelajari bidang neurologi rehabilitasi. Pada tahun 1969 pula, Prof. dr. Mahar Mardjono diangkat menjadi Dekan FKUI hingga tahun 1973. Kemudian beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia sampai tahun 1982. Beliau pensiun pada tahun 1988.
Selama menjadi Prof. Mahar menjadi dekan FKUI, Departemen Neurologi dipimpin oleh dr. Soemargo Sastrodiwirjo.Tahun 1973, saat Prof. Mahar diangkat menjadi Rektor UI, dr. Soemargo menjadi pimpinan penuh Departemen Neurologi FKUI-RSCM. Di bawah dr. Soemargo, Departemen Neurologi FKUI-RSCM dikembangkan lebih jauh lagi. Selama pimpinan dr. Soemargo, telah dididik 53 ahli saraf yang kemudian bekerja di berbagai rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia.

Gedung Departemen Neurologi sendiri didirikan di masa kepemimpinan dr. Soemargo pada tahun 1974. Gedung ini didirikan atas sumbangan pemerintah DKI Jakarta waktu itu. Sebelumnya, Departemen Neurologi menempati gedung semipermanen yang didirikan semasa kepemimpinan dr. Schaafsma. Pada tahun 1975, dr. Andradi mempelajari potensial cetusan dan dr. Darmosugondho mendalami EEG di Australia. Pada tahun 1976, dr. Ny. EML Margono bersama dr. Soemarmo Markam mendirikan laboratorium sitologi likuor serebrospinal. Pada tahun 1977, dr. Bob Santoso Wibowo (alm) dikirim ke Jerman Barat untuk mempelajari EMG dan potensial cetusan. Pada tahun 1985 dr. Teguh A.S. Ranakusuma dikirim ke Austria untuk mempelajari hemoreologi.

Pada tahun 1986, dr. Samino dikirim ke Jepang untuk mempelajari CT Scan kepala. dr. Sidiarto dan dr. Lily Sidiarto mendalami neuro rehabilitasi di Colorado, Amerika Serikat.Alat potensial cetusan pertama kali ada di Departemen Neurologi pada tahun 1987. Sub dvisi ini dijalankan oleh dr. Yos Utama, dr. Bob Santoso Wibowo, dan dr. Andradi. Hingga saat ini, Departemen Neurologi sudah beberapa kali mengalami pergantian pemimpin. Saat ini Kepala Departemen Neurologi adalah dr. Diatri Nari Lastri, SpS.

Ruang Perawatan
Awalnya ruang perawatan Neurologi dan perawatan Psikiatri dicampur dalam satu bangsal di D-3 dan D-4. Pasien wanita dicampur dengan pasien Penyakit Dalam di bangsal A.

Saat ini, ruang perawatan kelas 3 dan Unit Stroke Departemen Neurologi RSCM berada di lantai 5 dari gedung perawatan baru yang megah yaitu Gedung A. Untuk kelas khusus berada mulai di Gedung A lantai 1, 3, dan 6. Lantai 8 Gedung A merupakan perawatan khusus pasien geriatri yang merupakan gabungan dari berbagai disiplin termasuk neurologi.

Ruang perawatan lantai 5 dibagi menjadi beberapa ruangan yang secara keseluruhan mampu menampung sekitar 60 pasien. Ada ruang perawatan yang dikhususkan untuk pasien-pasien trauma. Saat ini bed occupancy rate (BOR) ruang perawatan neuro cukup tinggi, yaitu rata-rata 80% per bulan.
Di Gedung A ini juga pertama kalinya Perawatan Pasien Saraf berada satu area dengan perawatan pasien Bedah Saraf. Hal ini menunjukkan keterpaduan kedua bidang ini dalam memberikan perawatan saraf yang terbaik.

Unit Stroke
Unit Stroke merupakan unit perawatan khusus Departemen Neurologi. Di unit stroke ini penderita stroke dirawat secara komprehensif, mulai dari tatalaksana stroke dalam fase akut sampai rehabilitasi menjelang pasien pulang. Unit stroke merupakan salah satu unit terbaik di RSCM, juga merupakan salah satu unit andalan Departemen Neurologi.

Poliklinik
Sejak tahun 1977, poliklinik neurologi dipindahkan ke gedung rawat jalan lantai 3, sampai saat ini. Poliklinik neurologi dibagi menjadi beberapa polikinik khusus, yaitu:
- Poliklinik pasien baru.
- Poliklinik SOIT (sefalgia, onkologi, infeksi, trauma).
- Poliklinik CPG (cerebrovascular, parkinsonisme, geriatri).
- Poliklinik nyeri dan saraf tepi,
- Poliklinik epilepsi.
Di gedung Departemen Neurologi sendiri juga terdapat beberapa poliklinik. Poliklinik yang terdapat di gedung departemen adalah poliklinik konsultan, poliklinik neurosonologi (TCD & Carotid Duplex), poliklinik Neurobehaviour, Elektrofisiologi (EEG & EMG/EP), serta poliklinik NO (neuro-oftalmologi) dan NOT (neuro-otologi).

Poliklnik yang terdapat di gedung Departemen Neurologi ini merupakan andalan departemen baik dalam hal pemeriksaan maupun para ahli sub-divisi yang bertugas di bagian ini. Poliklinik di gedung Departemen Neurologi seringkali menerima rujukan dari berbagai penjuru Indonesia. Sampai kini, di wilayah Jabodetabek memang belum tersebar ahli neurosonologi, elektrofisiologi, neurobehaviour, maupun NO dan NOT. Apalagi di wilayah Indonesia.

Saat ini, selain untuk melayani pasien, poliklinik-poliklinik yang terdapat di Departemen Neurologi juga mendidik spesialis saraf yang ingin mendalami bidang tertentu dalam program fellowship. Sejak tahun 1961, saat Departemen Neurologi pertamakali didirikan dan resmi berpisah dengan Departemen Psikiatri, di bawah kepemimpinan Prof. dr. Mahar Mardjono, SpS, Departemen Neurologi terus mendidik stafnya sampai ke luar negeri.

Selain itu, Departemen Neurologi juga mendidik dokter-dokter umum yang ingin mengambil spesialisasi di bidang neurologi. Para neurolog itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia sampai sekarang. Sejak tahun 2000 hingga 2010, Departemen Neurologi telah mendidik 103 dokter umum menjadi neurolog.

Saat ini Departemen Neurologi tengah mendidik 69 dokter umum untuk menjadi neurolog yang berada dalam berbagai semester. Pendidikan spesialisasi saraf berlangsung selama 9 semester. Pendidikan dilakukan dalam berbagai tahapan sesuai dengan tingkat kecakapan yang telah diperoleh. Program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf menerima peserta program yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, setelah terlebih dahulu lulus dalam ujian saringan masuk PPDS.

Seperti halnya pimpinan departemen, Ketua Program Studi juga telah mengalami pergantian beberapa kali. Saat ini Ketua Program Studi Neurologi adalah dr. Eva Dewati SpS(K) dengan Sekretaris Program Studi dr. Darma Imran SpS. Di masa yang akan datang, Departemen Neurologi akan lebih mengembangkan lagi kemampuan dalam berbagai sub divisi sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi dalam neurologi. Diharapkan di masa yang akan datang, neurologi akan dapat lebih mengembangkan diri dalam bidang neurologi intervensi, IOM, neurobehavior, dan terapi sel punca untuk sub divisi neuro onkologi. Saat ini perjalanan ke sana sudah mulai dirintis dengan melakukan kerja sama dengan berbagai institusi di luar negeri yang kiranya kelak dapat mendidik tenaga-tenaga muda di neurologi untuk menjadi pakar dan pendidik di subdivisi yang disebutkan di atas.

STRUKTUR ORGANISASI

Ketua Departemen : dr. Diatri Nari Lastri, SpS(K)
Ketua Program Studi : dr. Eva Dewati, Sp(S)
Sekretaris Program Studi : dr. Darma Imran, SpS
Koordinator Pelayanan : dr. Freddy Sitorus, SpS(K)
Wakil : dr. Tiara Aninditha, SpS
Koordinator Administrasi Keuangan : dr. Yetty Ramli, SpS(K)
Wakil : dr. Riwanti Estiasari, SpS
Koordinator Penelitian : dr. Lyna Soertidewi, M.Epid, SpS(K)
Wakil : dr. Al Rasyid, SpS(K)
Koordinator Pendidikan : dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K)
Wakil : dr. Fitri Octaviana, SpS
Kepala Tata Usaha : Bpk. Bambang


Divisi Departemen Neurologi FKUI-RSCM
Departemen Neurologi FKUI memiliki 11 Divisi, yaitu :

1.
Serebrovaskular, Neurosonologi, dan Neurologi Intervensi
2.
Neurotrauma
3.
Neuroinfeksi
4.
Neuroinfeksi dan Imunologi
5.
Epilepsi
6.
Neurofisiologi Klinis
7.
Neuromuskular, Saraf Perifer
8.
Neurobehaviour, MD, Neurogeriatri, dan Neurorestorasi
9.
Neuro-oftalmologi dan Neuro-otologi
10.
Neuro-intensif
11.
Neuropediatri dan Neurokomunitasi

Pelayanan Umum

A. Klinik Diagnostik

*
Elektroensefalografi
*
Elektromiografi dan Potensial Cetusan
*
Neurosonologi
*
Neurobehaviour
*
Neuro-oftalmologi & Neuro-otologi

B. Klinik Rawat Jalan

*
Klinik Konsultan
*
Klinik Neurologi Umum
*
Klinik Stroke, Parkinsonism, Geriatri
*
Klinik Sefalgia, Onkologi, Infeksi, Trauma
*
Klinik Nyeri dan Saraf Tepi

Aturan Umum Pendaftaran:
Untuk Klinik Rawat Jalan, aturan umum pendaftaran adalah:
Poliklinik Saraf menerima pasien baru yang datang sendiri, rujukan/konsultasi RS luar, rujukan/ konsultasi Departemen lain, dan pasien kontrol.

Pasien Baru:

* Pasien baru yang datang sendiri atau dari RS luar mendaftar di bagian pendaftaran Gedung Rawat Jalan.
* Pasien melapor di Poliklinik Saraf lantai 3 Gedung Rawat Jalan dengan membawa rekam medis dan persyaratan lain sesuai jaminannya (umum, asuransi, Askes, Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, Gakin, pegawai RSCM, dll).
* Pasien diarahkan ke Klinik Pasien Baru untuk menunggu giliran diperiksa.
* Setelah kontrol berikut, pasien akan diarahkan ke klinik khusus sesuai permasalahannya.

Pasien Konsul:

* Pasien konsul dari RS luar mengikuti prosedur seperti pasien baru.
* Pasien konsul dari departemen lain membawa surat konsul dan melapor di Poliklinik Saraf.
* Pasien diarahkan ke Klinik Pasien Konsul untuk menunggu giliran diperiksa.
* Jika terindikasi rawat bersama maka pada kunjungan berikutnya pasien akan diarahkan ke klinik khusus sesuai permasalahannya.

Pasien Kontrol:

* Pasien mendaftar di bagian pendaftaran Gedung Rawat Jalan.
* Pasien melapor di Poliklinik Saraf lantai 3 Gedung Rawat Jalan dengan membawa rekam medis dan persyaratan lain sesuai jaminannya (umum, asuransi, Askes, Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, Gakin, pegawai RSCM, dll).
* Pasien akan diarahkan ke Klinik khusus sesuai permasalahannya.
* Persyaratan jaminan dapat ditanyakan di meja-meja informasi yang tersebar di Gedung Rawat Jalan, IGD, maupun Gedung A

C. Rawat Inap

Aturan Umum Pendaftaran:
Untuk rawat inap lantai 5, aturan umum pendaftaran adalah:

*
Pasien diberi surat pengantar rawat oleh dokter poliklinik, dokter IGD, atau dokter luar.
*
Pusat Pelayanan Pasien Rawat Nginap (P3RN) akan mencari kamar kosong sesuai indikasi dan permintaan.
*
Manager on Duty (MOD) Gedung A akan menentukan ruang rawat bagi pasien sekaligus melakukan konseling mengenai masalah administrasi dan aturan perawatan.
*
Persyaratan untuk pasien umum, asuransi, Askes, SKTM, Jamkesda, Jamkesmas, Gakin, dan pegawai RSCM dapat ditanyakan ke pusat informasi Gedung A atau di http://rscm-gedunga.com.
*
Untuk Unit Stroke, aturan umum pendaftaran adalah:
*
Pasien diberi surat pengantar rawat oleh dokter poliklinik, dokter IGD, atau dokter luar.
*
Pusat Pelayanan Pasien Rawat Nginap (P3RN) akan mencari kamar kosong di Unit Stroke.
*
Manager on Duty (MOD) Gedung A akan menentukan ruang rawat bagi pasien sekaligus melakukan konseling mengenai masalah administrasi dan aturan perawatan.
*
Untuk saat ini Unit Stroke masih melayani pasien umum, Askes, dan jaminan asuransi saja


D. Layanan Pemantauan Selama Operasi (Intra Operative Monitoring = IOM)

Aturan Umum Pendaftaran:
Untuk IOM, aturan umum pendaftaran adalah:

* Bagian/ dokter bedah yang membutuhkan IOM mengirim surat konsul ke Divisi Neurofisiologi Klinis.
* Pasien dievaluasi awal oleh spesialis saraf sebelum IOM.
* Ditentukan jadual operasi.
* Persyaratan untuk pasien umum : surat konsul dan atau pasien dikirim langsung ke divisi.
* Persyaratan untuk pasien Askes, SKTM, Jamkesda, Jamkesmas, Gakin, dan pegawai RSCM : sesuai ketentuan poliklinik apabila pasien dirawat jalan atau ruang perawatan apabila pasien dirawat inap.

Kepakaran

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi :

Departemen Neurologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangukusumo
Jl. Salemba Raya no. 6 Jakarta Pusat 10430
Telp. 021-31935044, 3145273;
Faks. 021-2305856;
e-mail: cipbarbun@yahoo.com


Last edited by gitahafas on Mon Jan 10, 2011 2:09 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Dec 30, 2010 6:51 am

Dr. HERIANI SpKJ ( K )



Departemen Psikiatri RSCM
Epidemiology & Genetical Researches

Genetik Skizofrenia
Investigators:
Dr. Nurmiati Amir,SpKJ
Dr. Irmansyah,SpKJ
Dr. Agung K,SpKJ
Dr. Heriani,SpKJ
Dr. Wiwie,SpKJ
Dr. Ika Widyawati, SpKJ

Genetik Bipolar
Investigators:
Dr. Nurmiati Amir,SpKJ
Dr. Irmansyah,SpKJ
Dr. Agung K,SpKJ
Dr. Heriani,SpKJ

Epidemiologi genetik psikosis reaktif singkat (skizofrenia �jinak�) dan skizofrenia
Investigators:
Dr. Nurmiati Amir,SpKJ
Dr. Irmansyah,SpKJ
Dr. Agung K,SpKJ
Dr. Heriani,SpKJ

Prevalensi depresi pada pasien geriatric yang dirawat di unit geriatric RSCM
Investigators:
Dr. Yos Suwardi
Dr. Wahyadi Darmabrata, SpKJ
Dr. JES Kandou, SpKJ

Prevalensi psikopatologi pada orang tua yang mempunyai anak menderita gangguan autisme pada fasilitas yang melayani anak-anak dengan gangguan autisme di Jakarta Pusat
Investigators:
Dr. Kartika Ningrum Dr. Lukas Mangindaan, SpKJ
Dr. Sylvia D Elvira, SpKJ
Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ

Proporsi gangguan depresi penyalahgunaan zat yang menjalani rehab di RS. Mahzuki Mahdi
Investigators:
Dr. Ashwin Kandouw
Dr. JES.Kandouw,SpKJ
Dr. Sylvia DE, SpKJ

Proporsi gangguan mental pada lanjut usia yang tinggal di sasana Tresna Werda Yayasan Karya Bakti Ria Pembangunan Cibubur
Investigators:
Dr. Supiyani Henuhili
Prof.DR.Dr. Sasanto Wibisono, SpKJ
DR. Dr. W. Edith Humris Pleyte, SpKJ

Prevalensi problem emosi dan perilaku pada murid SD kelas I-VI di wilayah Jakarta Pusat
Investigators:
Dr. R. Bayu Rahadian
DR. Dr. W. Edith Humris Pleyte, SpKJ
Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ

Studi asosiasi situs polimorfik TAQ B gen DRD2 dan penyakit skizofrenia di Indonesia menggunakan metode transmission disequilibrium test (TDT)
Investigators:
Cindy Uno Bintang Sudibyo
Dr. Irmansyah, SpKJ
Dr. Noviar Andayani, MSc

Prevalensi ganguan mental sesuai The Composite International Diagnostic Interview (CIDI) 1.1 pada Lanjut Usia di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan
Investigators:
Dr. Frida M. Agu, SpKJ
Dr. Martina Wiwie N., SpKJ
Dr. Heriani, SpKJ


Last edited by gitahafas on Mon Jan 10, 2011 2:06 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu Dec 30, 2010 8:07 am

DR Dr IMAM SUBEKTI SpPD, K-EMD

Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI


Divisi metabolik endokrin
Divisi ini merupakan salah satu dari 5 divisi pertama bagian penyakit dalam yang pertama kali diresmikan. Diawal kiprahnya divisi metabolik/endokrin di bawah pimpinan dr.Utoyo Sukanton. Sebelum resmi menjadi cabang, kasus-kasus penyakit metabolic/endokrin sudah ditanda tangani dr. Utoyo Sukanton dengan mengadakan poliklinik khusus metabolic/endokrin yang kemudian dibantu dr. Hazniel Zainal

Struktur divisi metabolik endokrin IPD RSCM FKUI
Pusat diabetes dan lipid: Prof. DR. Slamet suyono, SpPD (K)

Divisi metabolik endokrin
Prof. DR. Dr. H.A Boedisantoso R, SpPD (K)
Prrof. DR. Dr. H. Sarwono Waspadji, SpPD (K)
Prof. DR.Dr. H. Sidartawan Soegondo, SpPD (K)
Dr. H. Pradana Soewondo, SpPD (K)
DR Dr. H. Imam Subekti, SpPD (K)---------------------- --> Ketua Divisi Metabolik Endokrin
Dr. Maryantoro Oemardi, SpPD (K)
Dr. Gatut Semiardji, SpPD (K)
Dr. H. Suharko Soebandi, SpPD
Dr. H. Em Yunir, SpPD (K)
Dr. Dante Saksono, SpPD
DR. Dr. H. Budiman, SpPD
Dr. Dyah Purnamasari, SpPD
Dr. H. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD
Dr. Wismandari Wisnu, SpPD

Fasilitas Pelayanan
1. Unit Rawat Jalan
• Unit rawat jalan penyakit endokrin setiap hari Senin dan Kamis, bertempat Poliklinik IPD lt. 2
• Unit rawat jalan penyakit diabetes melitus setiap hari Selasa dan Jumat, bertempat di poliklinik IPD lt.2
• Unit rawat jalan lipid dan obesitas setiap hari Rabu, bertempat di Poliklinik IPD lt.2
• Klinik penyuluhan diabetes yang memberikan penyuluhan menyeluruh baik secara individu maupun berkelompok
• Klinik perawatan kaki diabetik: perawatan kaki, pemeriksaan doppler pada kaki, dan pemeriksaan neuropati pada kaki.
2. Pemeriksaan Khusus
• Tindakan diagnostik penyakit tiroid meliputi USG, biopsi, aspirasi tiroid untuk mencari keganasan
• Tes dinamika hormon pertumbuhan adrenal dan hipofisis (sesuai perjanjian)
• Pemeriksaan laboratorium untuk kadar glukosa darah, tes toleransi glukosa, dan profil lipid
• Pemeriksaan penyaring diabetes gestasional
3. Fasilitas pendidikan
• Pendidikan Sp-2 konsultan

Telepon: 021-3918301-20
Pesawat 6715 (Tata Usaha)
Pesawat 6208-9 (Poliklinik)
Pesawat 6206 (Ruang Prosedur)
Telepon langsung: 021-3907703, 021-3907703, 3100075
Faksimili: 021-3928658/9
E-mail: endocrin@rad.net.id





Last edited by gitahafas on Mon Aug 22, 2011 7:56 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Jan 04, 2011 6:06 am



dr. ELZARITA ARBAIN, M.Kes
Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Denpasar,


PEMBANGUNAN KESEHATAN BERGESER DARI MEDICAL CARE KE HEALTH CARE
Hal yang mendasar dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah pergeseran dari pelayanan medis (medical care) ke pemeliharaan kesehatan (health care) sehingga setiap upaya penanggulangan masalah kesehatan lebih menonjolkan aspek peningkatan (promotive) dan pencegahan (preventive); pergeseran dari pemerintah ke swasta dan penekanan pada aspek mutu pelayanan. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS pada Peringatan HUT ke- 51 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Kamis 30 Desember 2010. Dalam acara tersebut juga hadir Kepala Pusat Komunikasi Publik, drg. Tritarayati, SH.

”Tantangan dan permasalahan pembangunan kesehatan kedepan bertambah berat, kompleks, bahkan terkadang tidak terduga. Beberapa isu pelayanan kesehatan yang terangkat dan telah membentuk pola pikir masyarakat adalah fasilitas pelayanan kesehatan rujukan yang belum memenuhi standar, pelayanan yang kurang profesional, belum optimalnya penerapan standar mutu pelayanan kesehatan rujukan, dan pembiayaan kesehatan yang sulit dijangkau”, ujar Menkes.

Sedangkan, tantangan pelayanan kesehatan kedepan adalah globalisasi (pelayanan kesehatan yang melampaui batas negara), teknologi kesehatan yang semakin maju, dan kompetisi dari tenaga kesehatan asing. Untuk mengatasi hal itu harus diupayakan melalui pemenuhan kualitas dan kuantitas SDM Rumah Sakit yang memadai.

Menkes menegaskan, dalam upaya menghadapi persaingan global, Kemenkes menyiapkan beberapa Rumah Sakit Pemerintah yang memiliki potensi dengan dukungan tenaga kesehatan yang profesional dan kompoten dalam berbagai disiplin ilmu yang mampu bersaing secara global. Salah satu RS Pemerintah yang dipersiapkan menjadi RS yang mampu memberikan pelayanan sesuai standar rumah sakit kelas dunia adalah RSUP Sanglah.

Menkes berharap, RSUP Sanglah senatiasa menjadi jejaring institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik bagi calon dokter/dokter spesialis dalam hal pengetahuan, kemampuan psikomotor dan prilaku sesuai kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi kedokteran sekaligus menjamin mutu pelayanan medik di RS Pendidikan.

RSUP Sanglah mulai dibangun pada tahun 1956 dan diresmikan pada tanggal 30 Desember 1959 dengan kapasitas 150 tempat tidur. Pada tahun 1962 bekerjasama dengan FK Unud sebagai RS Pendidikan. Pada tahun 1978 menjadi rumah sakit pendidikan tipe B dan sebagai Rumah Sakit Rujukan untuk Bali, NTB, dan NTT.

Dalam perkembangannya RSUP Sanglah mengalami beberapa kali perubahan status, pada tahun 1993 menjadi rumah sakit swadana. Kemudian tahun 1997 menjadi Rumah Sakit Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pada tahun 2000 berubah status menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan) sesuai Peraturan Pemerintah tahun 2000. Terakhir pada tahun 2005 berubah menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU) dan ditetapkan sebagai RS Pendidikan Tipe A sesuai Permenkes No. 1636 tahun 2005 tertanggal 12 Desember 2005.

RSUP Sanglah Denpasar memiliki luas tanah : 13,5 Ha, dengan luas bangunan : 54.683,55 m2, luas Fasilitas lain : 70.114,50 m2. Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 167 /Menkes/ Per /XII 2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Pusat, maka RSUP Sanglah Denpasar adalah Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan dan dipimpin oleh seorang kepala yang disebut Direktur Utama.

Jumlah tempat tidur : 698 TT, dengan kompisisi : VIP : 122 TT (17.48 %), Kelas I : 99 TT (14.18 %), Kelas II : 142 TT (20.34 %), Kelas III : 292 TT (41.83 %), Kelas Khusus : 43 TT (6.16 %), Bed Occupancy Ratio (BOR) : 78.36 %, Average Length of Stay (ALOS) : 5.82 %, Turn Over Interval (TOI) : 1.53 %, Bed Turn Over (BTO) : 47.07 %, Gross Death Rate (GDR) : 7.10 %, Nett Death Rate (NDR) : 5.25 %.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-52907416-9, faks : 021 - 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id[img][/img]
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Jan 04, 2011 6:09 am



dr. ELIZABETH JANE SOEPARDI, MPH, DSC

Name: Dr Jane Soepardi

Date of Birth: 23 September 1958

Nationality: Indonesian


Education:

Years attended:



From:

To:

Name and place

Type of Study and Degree

Jan 1977

Dec 1982

Faculty of Medicine University of Indonesia, Jakarta , Indonesia



Medical Doctor

Sept 1989

March 2001

School of Public Health.

UCLA, Los Angeles, USA

Master of Public Health in Epidemiology

August 2000

August 2004

NIHES

Erasmus University, Rotterdam, The Netherlands

Doctor of Science in Health Services Research

Appointments:



From:

To:

Employer

Title of Post
Nov 2009


To date

Ministry of Health, Indonesia

Head of Center for Data and Information
Feb 2008


Oct 2009

Ministry of Health, Indonesia

National TB Program Manager

Nov. 2004

Feb 2008

Ministry of Health, Indonesia

National Immunization Program Manager

Jan 1986

Nov. 2004

Ministry of Health, Indonesia

Medical Officer Immunization.

Nov 1983

Dec 1985

Ministry of Health, Indonesia

Head of Health Center, Subdistrict of Insana, Province of East Nusa Tenggara


Work Experience

· Expanded Programme on Immunization in normal and complex emergency country situation.

· Emergency preparedness and response: measles, polio, and diphtheria outbreaks, national disasters (tsunami in Aceh 2004, earthquake in Yogyakarta 200, floods).

· Polio eradication : Polio campaign 1995, 1996, 1887, 2002, 2005, 2006.

· Measles reduction: school based measles catch up campaign (2000 – 2005), National measles catch up campaign (2005-2007)

· Neonatal Tetanus Elimination: Targeted TT campaign (1997, 2000, 2003-2007)

· Teaching of paramedical and medical personnel at Health facilities and University level.

· Member of GAVI Independent Review committee, Geneva (2003-2005)

· Member of WHO/EPI Strategic Advisory Group of Expert, Geneva (2006 – 2010)

· Member of WHO/EPI Immunization Practices Advisory Committee, Geneva (2010 – now)


Contributions


· Contributed towards the establishment of a model in Indonesia EPI program: school-based routine immunization, measles school-based catch up campaign, pre-emptive cholera vaccination campaign in tsunami affected area in Aceh, school

· Instrumental, for establishment of a new neonatal tetanus risk area classification,

· Rapid implementation of measles campaign to prevent outbreaks in complex emergency situation (post tsunami areas in Aceh, North Sumatera, post earth quake in Yogyakarta).

· Contributed towards production of a professional video documentary on Vaccine Vial Monitor in Central Kalimantas with WHO HQ as an advocacy tool.

· Instrumental for securing extra budgetary donor funds for Targeted TT campaign through private donors fund raising with UNICEF HQ, measles campaign through CDC Atlanta, TT and measles campaign

· Technical input to WHO HQ/UNICEF HQ working groups or task forces in the areas of: health sector reformation, neonatal tetanus elimination, computerized EPI information system,


Publications

  • C0 author. Reuse Prevention Syringes for Reconstitution of Lyophilized Vaccine, Operational Study and UNICEF Plans for Expanding Introduction, Int J Occup Environ Health 2009; 15:9-13
  • Contributor. Preparing for the Introduction of HPV Vaccines, Policy and Programme Guidance for countries. WHO-UNFPA 2006
  • Contributor in all WHO EPI position papers since November 2005
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Jan 04, 2011 6:32 am

MENKES LANTIK PEJABAT BARU ESELON II
Hari ini (3/1) Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH melantik para pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Kesehatan sesuai dengan struktur organisasi yang baru berdasarkan Permenkes No. 1144 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata kerja Kementerian Kesehatan.

Para pejabat yang dilantik sebagian besar adalah pejabat lama, ada yang mutasi dan ada pula yang promosi. Para pejabat yang dilantik di lingkungan Sekretariat Jenderal, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran, dr. H. Abdul Rival, M.Kes, sebagai Kepala Biro Kepegawaian, Achmad Djohari, SKM, MM sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F(K), Sp.KP sebagai Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Sukendar Adam, DIM, M.Kes sebagai Kepala Biro Umum, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSC sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi, Dra. Niniek Kun Naryatie sebagai Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri, Mudjiharto, SKM, MM sebagai Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, drg. Usman Sumantri, M.Sc sebagai Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, drg. Murti Utami, MPH sebagai Kepala Pusat Komunikasi Publik, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM sebagai Kepala Pusat Promosi Kesehatan, dr. H. Kemas M. Akib Aman, Sp.R, MARS sebagai Kepala Pusat Intelegensia Kesehatan, dr. H. Taufik Tjahjadi, Sp. S sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji.

Inspektorat Jenderal, drg. S.R. Mustikowati, M.Kes sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal, Drs. Wijono Budihardjo, MM sebagai Inspektur I, dr. Zusy Arini Widyati, MM sebagai Inspektur II, Arsil Rusli, SH, MH sebagai Inspektur III, Drs. Mulyanto, MM sebagai Inspektur IV, Drs. Wayan Rai Suarthana, MM sebagai Inspektur Investigasi.

Direktorat Bina Upaya Kesehatan, dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal, dr. Bambang Sardjono, MPH sebagai Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar, dr. H. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, M.Kes sebagai Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Suhartati, S.Kp, M.Kes sebagai Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisan Medik, dr. Zamrud Ewita Aldy, Sp.PK, MM sebagai Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan, dr. Irmansyah, Sp.KJ(K) sebagai Direktur Bina Kesehatan Jiwa, dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Ayi Djembarsari, MARS sebagai Direktur Pengembangan dan Pemasaran RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. MohammadAli Toha, MARS sebagai Direktur Keuangan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Tri Wisesa Soetisna, Sp.B(K) BTKV sebagai Direktur Pelayanan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, drg. Dience Erwina Indriyani, MARS sebagai Direktur Umum dan Operasional RS Kanker Dharmais Jakarta, dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An sebagai Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta, drg. RR. Poppy Mariani Julianti, MARS sebagai Direktur Keuangan RSUP Persahabatan Jakarta, dr. Rochman Arif, M.Kes sebagai Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, drg. Tri Putro Nugroho, M.Kes sebagai Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Sanglah Denpasar, dr. Elzarita Arbain, M.Kes sebagai Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Denpasar, dr. Lukmanul Hakim Nasution, Sp.KK sebagai Direktur medik dan Keperawatan RSUP H. Adam Malik Medan, Agustinus Pasalli, SE, MM sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, dr. Iwan Sovani, Sp.M, M.Kes sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RS Mata Cicendo Bandung, drg. Liliana Lazuardy, M.Kessebagai Direktur RS Kusta Sitanala Tangerang, dr. Ali Muchtar, Sp.Pk, MARS sebagai Kepala Balai Besar Labkes Jakarta.

Di lingkungan Direktorat Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Wistianto Wisnu, MPH sebagai Sekretaris Direktorat jenderal, Dr. Minarto, MPS sebagai Direktur Bina Gizi, dr. Ina Hernawati, MPH sebagai Direktur Bina Kesehatan Ibu, dr. Kirana Pritasari, MQIH sebagai Direktur Bina Kesehatan Anak, dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes sebagai Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS sebagai Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Drs. Prwadi, Apt., MM, ME sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal, dr. Setiawan Soeparan, MPH sebagai Direktur Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt., M.Bio.Med. sebagai Direktur Bina Pelayanan Kefarmasian, Dra. Nasirah Bahaudin, Apt., MM sebagai Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan, Drs. T. Bahdar Johan Hamid, M.Pharm sebagai Direktur Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. Yusharmen, D.Comm.H, M.Sc sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal, dr. H. Andi Muhadir, MPH sebagai Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra, dr. H. M. Subuh, MPPM sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Rita Kusriastuti, M.Sc sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, dr. H. Azimal, M.Kes sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, drh. Wilfred Hasiholan Purba, MM, M.Kes sebagai Direktur Penyehatan Lingkungan, Hary Purwanto, SKM, M.Epid sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, dr. Slamet, MHP sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar.

Di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes sebagai Sekretaris Badan, Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt. sebagai Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, DTM sebagai Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Dede Anwar Musadad, SKM, M.Kes sebagai Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, drg. Agus Suprapto, M.Kes sebagai Kepala Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Di lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Suhardjono, SE, MM sebagai Sekretaris Badan, drg. Tritarayati, SH sebagai Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, Drs. Sulistiono, SKM, M.Sc sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan, Ir. Ace Yati Hayati, MS sebagai Kepala Pusat Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM Kesehatan, serta Dra. Meinarwati, Apt., M.Kes sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks : 021 - 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id


REFORMASI BIROKRASI UNTUK MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
Reformasi Birokrasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan adalah untuk mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang baik (Good Governance) dalam mengemban amanat rakyat, yaitu melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional khususnya pembangunan di bidang kesehatan.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, ketika melantik pejabat eselon II sesuai struktur organisasi baru Kemenkes di Jakarta, 3 Januari 2011.

Menurut Menkes, sebagai langkah strategis telah ditetapkan Permenkes Nomor 1144 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, sebagai dasar untuk menata kembali sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam mengisi jabatan-jabatan pada struktur organisasi yang baru sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya.

“Dengan struktur yang baru, Kemenkes diharapkan bergerak lebih dinamis dan responsif, lebih efisien dan efektif, serta lebih tepat dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya”, ujar Menkes.

Menkes menegaskan, perubahan organisasi selain bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja, juga dimaksudkan untuk menyelesaikan secara komprehensif berbagai permasalahan mendesak yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan, guna mendukung pencapaian sasaran prioritas pembangunan kesehatan yaitu :

*Peningkatan kesehatan ibu, bayi, balita dan KB
*Perbaikan status gizi masyarakat
*Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu dan penggunaan obat serta pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan
*Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan
*Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier
*Percepatan pencapaian sasaran Millenium Development Goals (MDGS)

Kepada pejabat yang baru dilantik, Menkes minta agar menjadi birokrat yang memiliki karakter baik, semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi, serta dapat berperan sebagai perekat bangsa dalam NKRI.

Menkes juga minta para pejabat mengembangkan kemampuan diri, baik manajerial maupun leadership sehingga dapat menjadi panutan terkemuka atau Out Standing Role Model for Leadership Character. Sanggup bekerja keras dan cerdas serta mampu melakukan terobosan yang positif melalui pikiran yang kreatif, inovatif, dan sistemik untuk kepentingan Nasional. Melakukan review Rencana Aksi masing-masing, sesuai dengan Renstra Kementerian Kesehatan dan Road Map Reformasi Kesehatan. Juga berjiwa dan bersemangat mewujudkan Good Governance.

“Dalam menilai keberhasilan pencapaian program kerja/kegiatan, bukan saja berdasarkan pada penyerapan anggaran yang baik, (budget oriented) tetapi juga dengan azas manfaat dan dampak positif (output dan outcome oriented) yang dirasakan oleh masyarakat”, tegas Menkes.

Menurut Menkes, untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tidak cukup dengan adanya struktur organisasi yang baik dan memadai, tetapi perlu didukung oleh berbagai faktor, seperti SDM Kesehatan yang memiliki karakter yang baik, serta memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi, sehingga mampu berpikir cerdas dan bekerja keras serta fokus terhadap pencapaian pembangunan kesehatan secara nasional; Terselenggaranya ketatalaksanaan Administrasi dan Keuangan yang dinamis, transparan dan akuntabel serta didukung Standar Prosedur Operasional yang jelas. Sistem pembinaan dan pengawasan yang terukur. Mempunyai budaya organisasi/kerja yang efisien dan efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan.

Dalam struktur organisasi yang baru dua direktorat jenderal (Ditjen) mengalami perubahan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat berubah menjadi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik berubah menjadi Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Thu May 12, 2011 2:10 pm



Stanford Emergency Medicine International Visiting Scholar Program (SEMI VSP)
RENAULD KOSWIRANAGARA, MD

Indonesia
Dates: September-December 2000
Terjun langsung untuk membantu waktu ada Tsunami di Aceh dan Gempa di Padang

Tahun 2004 January-Mei belajar Emeregncy meidicine di Perancis SAMU, dan akhir tahun ke Aceh Tsunami.
Tahun 2006 membantu Gempa Jogja dan Tahun 2009 membantu Gempa Padang

Le Devoir.com - Libre de penser
Recherche
Tsunamis meurtriers - Au chevet des victimes
11 janvier 2005 Société
Meulaboh — Ramlah dit qu'elle a mal aux dents, à la tête, à l'estomac puis, soudain, elle pleure et raconte comment le tsunami a emporté ses trois enfants: le Dr Renauld Koswiranagara rencontre, ainsi, bien des malades du raz de marée, lors de ses tournées dans la province indonésienne d'Aceh.




Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Sun Jun 05, 2011 1:11 pm

RSCM KENCANA PUNYA PARKIR SUSUN YANG HEMAT LAHAN DAN AMAN
Jumat, 27/05/2011 07:04 WIB Lia Harahap - detikNews

Parkir Bersusun di RSCM Kencana (Lia/detikcom)


Jakarta - Tidak banyak yang tahu bahwa RSCM Kencana mempunyai tower parking sistem puzzle (parkir automatis dengan sistem bersusun). Padahal tower ini sudah berdiri sejak Mei 2010 lalu. Menurut Kepala Sub Unit Umum dan Operasional RSCM Kencana, dr Shannaz Nadia Yusharyahya, konsep ini muncul karena banyaknya pasien yang akan berobat ke RSCM tapi mengeluhkan kurangnya sarana parkir. Setelah melihat konsep ini cukup berhasil di Jepang, Korea dan Singapura, RSCM pun kemudian membangunnya.

"Akhirnya dari sekitar 2,5 hektar lahan RSCM Kencana ini, 176 meter perseginya nya kita buatlah parking tower yang tinggi gedungnya mencapai 30 meter," ujar Nadia kepada detikcom di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2011). Tower ini, terdiri dari 4 unit. Tiap unitnya ada 12 tingkat, yang mampu menampung 24 mobil. Artinya gedung ini bisa memuat 96 mobil yang semua kerjanya sudah diatur dengan sistem. Saat detikcom berkunjung ke gedung tersebut, banyak pengunjung yang kaget bahwa RSCM Kencana memiliki sistem parkir yang sangat canggih. "Saya baru tahu ini ada beginian di RSCM, kok selama ini kita nggak tahu ya," ujar seorang pengguna fasilitas ini, bernama Diana.

Apakah memang tidak pernah mempromosikan kelebihan ini, Nadia mengaku memang parkir itu bukan tujuan bisnis rumah sakit ini. Hanya saja dia mengaku keberadaan parkir ini memang sangat efektif dan efisien. "Bisnis kita kan untuk pelayanan kesehatan. (Parkir) itu hanya tambahannya saja, supaya kalau orang mau parkir nggak sulit karena kita jadi punya tempat yang lebih banyak lagi untuk parkir," jelas wanita berambut panjang ini. Rencananya tower seperti ini akan ditambah sampai 3 tower. Namun karena biaya pembangunannya yang cukup mahal, dan kebutuhannya belum begitu mendesak, pihak manajemen belum berniat membangunnya dalam waktu dekat. Parkir ini juga cukup aman dari pencurian. "Sampai sekarang memang masih free, tapi tentu ke depannya akan kita pikirkan begitu juga dengan asuransinya," jelas Nadia.

Berapa perkiraan tarif yang akan dikenakan, RSCM menyerahkanya seluruhnya pada pengelola. "Untuk masuk parkir pertama tentunya kita mengikuti peraturan tarif di DKI kan memang ada ketentuannya, tapi nanti kalau dia memilih parkir di gedung itu akan ditambah lagi, berapanya belum ada deal. Tapi kita mau tarif yang diajukan harus dikonsultasikan tidak bisa gila-gilaan," tegasnya. Konsep parkir ini cukup baik diterapkan di gedung-gedung di Jakarta. Selain menghemat lahan, parkir dengan konsep ini juga akan menghindari adanya parkir on street (atau di badan jalan).

Beberapa waktu lalu, saat diminta tanggapannya mengenai parkir dengan sistem bersusun ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hanya mengaku pernah mengkajinya. Jika ada gedung yang berniat menerapkannya, Fauzi menyerahkannya sepenuhnya pada pengelola gedung karena DKI tidak mencampuri sistem parkir off street. "Sudah lama kita pelajari itu. Tapi sekarang Pemprov DKI tidak akan terlalu banyak mengatur parkir off street, itu diserahkan ke pihak swasta. Yang kita atur adalah regulasinya supaya swasta mau investasi," kata Fauzi di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Selasa (24/5) lalu.
Back to top Go down
 
Who Is Who Di Iluni FK'83
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 8Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: PROFIL dan KEGIATAN ILUNI-FK'83 :: PROFIL ILUNI-FK'83-
Jump to: