Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Who Is Who Di Iluni FK'83

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Mon Nov 17, 2008 8:15 pm

Dr.ISKANDAR IRWAN HUKOM


Sekretaris General YCAB

Dokter Andie, begitu panggilan akrabnya, memulai karirnya di bidang kedokteran setelah lulus dari FKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) pada 1985. Kemudian ia melanjutkan ke pendidikan spesialis anestesi, dan sejak 1985 hingga 1992, bekerja sebagai dokter spesialis di RS Cipto Mangunkusumo. Pada 1996, ia melanjutkan pendidikannya sebagai konselor rohani dari STT Doulos, sekolah Teologi di Jakarta. Selama berada di STT Doulos, ia menjadi prihatin akan tingginya jumlah pecandu narkoba di Indonesia, sehingga kemudian memilih melibatkan diri dalam berbagai organisasi yang mencari penyelesaian masalah tersebut.

Ia menjabat sebagai Kepala Bagian Rehabilitasi Stress dan Narkoba di Yayasan Doulos pada 1993 hingga 1998, dan pada 1999 hingga 2002 menjabat sebagai Ketua Umum dari Pusat Rehabilitasi Getsemani. Ia telah membimbing Pusat Rehabilitasi Al-Jahu sejak 1996. Ia juga menjabat sebagai kepala Bagian Terapi dan Rehabilitasi di Badan Narkotika Propinsi (BNP) DKI Jakarta.

Dokter Andie berperan besar dalam pembentukan YCAB, dan telah membantu membangun organisasi tersebut dengan jabatannya sebagai wakil direktur departmen kampanye pada 1999 hingga 2002. Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris General YCAB. Dokter Andie yang lahir di Jakarta pada 9 Desember 1958, kini juga tinggal di kota itu bersama istrinya, Judith, dan ketiga anak mereka.


Last edited by gitahafas on Fri Jan 14, 2011 9:56 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Mon Nov 17, 2008 8:41 pm

Dr. M.TAUFIK CHALDUN SpOG



Rumah sakit adalah institusi gabungan dari kegiatan kesehatan dan sosial. Sebagai institusi, keberadaan sebuah rumah sakit sangatlah kompleks, serta harus dikelola dengan profesional dan efektif.

Melihat kecenderungan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan medis atau rumah sakit yang berkualitas, di komunitas BSD akan hadir RS Bunda Dalima, sebuah rumah sakit bertaraf internasional. RS Bunda Dalima ini merupakan bagian dari manajemen RS Putra Dalima yang sudah lebih dulu ada di kawasan BSD, Sektor 1.2.

Peresmian sederhana dari RS Bunda Dalima diselenggarakan Selasa, 9 September lalu. Menurut Direktur RS Putra Dalima, dr. M. Taufik CH, SpOG, RS Bunda Dalima akan beroperasi selambat-lambatnya pertengahan 2009 mendatang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Mon Nov 17, 2008 8:43 pm

Dr PRIJO SIDIPRATOMO SpRad ( K )


SEMARANG - Dokter Prijo Sidipratomo Sp Rad (K) akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) masa bakti 2009-2012. Salah satu program yang akan dirintis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) 1983 itu adalah meningkatkan penataan pelayanan kesehatan. Dengan sistem itu, dokter umum akan lebih dilibatkan. Pasalnya, selama ini orang lebih senang berobat ke dokter spesialis ketimbang dokter umum.

Ketika ditemui Suara Merdeka di Hotel Patra Semarang seusai penutupan Muktamar Dokter Indonesia XXVI (2/12), Prijo yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum IDI DKI Jakarta itu khawatir jika kondisi itu dibiarkan, akan banyak pihak yang dirugikan, termasuk dokter dan pasien.

Menurut Wakil Dekan Bidang Nonakademik FK UI tersebut, keengganan masyarakat untuk berobat ke dokter umum dapat mengakibatkan dokter spesialis dibanjiri pasien. Dokter yang memulai kariernya sebagai kepala puskesmas di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalteng tersebut menambahkan, membanjirnya pasien tak sebanding dengan waktu praktik. Komunikasi antara pasien dan dokter menjadi tidak efektif sehingga tak menutup kemungkinan menghasilkan diagnosis yang salah.

Lulusan spesialis radiologi UI tahun 1989 itu menuturkan, jika dikaji lebih dalam, sebenarnya tak semua pasien tersebut membutuhkan penanganan dokter spesialis. Mereka cukup mendapat penanganan dokter umum.

''Memang, dari segi pendapatan, dokter spesialis akan lebih diuntungkan, tapi secara pengetahuan dia rugi.''

Pria yang pernah mengikuti training neuroradiology di Fujita Hospital Jepang pada 2000 lalu itu juga menyoroti kebijakan beberapa rumah sakit yang mendatangkan dokter asing sebagai dokter mitra. Kendati bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan transfer pengetahuan, Prijo menilai tak selamanya kemampuan dokter asing lebih baik ketimbang tenaga medis Indonesia.

"Bisa dipastikan bahwa dokter asing yang bekerja di Indonesia itu bukan dokter kualitas nomor satu di negara asalnya. Dokter asing yang berkualitas nomor satu akan lebih memilih bekerja di negara lain yang mampu memberikan pendapatan lebih tinggi.''

Kesalahpahaman

Hubungan antara dokter dan pasien bisa tidak harmonis karena dugaan malapraktik. Kasus-kasus yang timbul ke permukaan, menurut Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Dr dokter Agus Purwadianto SH MSi SpF, terjadi karena adanya miskomunikasi (kesalahpahaman) antara kedua belah pihak.

''Miskomunikasi kadang-kadang dipicu oleh komentar-komentar dari dokter lain.'' (H31,H11-59n)


Last edited by gitahafas on Mon May 06, 2013 1:28 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Nov 18, 2008 10:19 am

Dr. UBETA ADIKUSNADI S.Ked MN



RIWAYAT HIDUP dr Ubeta Adikusnadi, S.Ked., MN.

*Juara umum I SMA N. XXVII Jakarta Thn 1973 s/d 1975.
*Lulus dokter dari FKUI ( Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ) tahun 1983.
*Mendapat beasiswa dari PT Sanbe Pharmaceutical dari tahun 1982 sampai lulus dari FKUI.
*Aktif melakukan research (penelitian) untuk membuat formula kosmetik terkini sejak 1989.
*Thn 1999 memperoleh MN.
*Thn 2003 berhasil menemukan formula cairan pengelupasan untuk membuat muka "kinclong" yang tidak membuat muka merah yang pertama di Indonesia. Hampir semua cairan pengelupasan yang beredar di pasaran membuat muka merah ( seperti udang rebus ).
*Tahun 2004 memperdalam ilmu kulit di RS Moh. Ridwan Meuraksa terutama dalam bidang Mikrodermabrasi, Chemical Peeling (Bedah Kimiawi), Botox, Laser, Electrosurgery, Injeksi Intralesi (Suntik jerawat, keloid dll),Facial Care (Facial Electrotherapy, Facial Acupressure, Facial Aromatherapy dsb).
*Dilanjutkan dengan memperdalam bedah kosmetik dari IACM (International Academy of Cosmetic Medicine) - Australia, di bawah bimbingan ahli bedah kosmetik Dr. Kee Lee Tan, MBBS FRACGP MCPSA FFMACCS dan Dr. Michael K. Molton MBBS MCPSA FFMACCS pada tahun 2004 terutama di bidang Mikrodermabrasi, Filler, Botox tingkat lanjut, Chemical Peeling, Radiosurgery (Bedah dengan frekuensi gelombang radio), Aptos Lift (Featherlift), Laser untuk orang Asia, Liposuction, Mesoterapi dll.
*Menjadi Weight Loss Consultant (konsultan penurunan berat badan) dari New Image tahun 2005.
*Thn 2005 pensiun dari PNS.
*Mengajar teknik membuat sediaan kosmetik : cream, lotion, gel, suspensi, bedak untuk dokter / pengelola salon kecantikan.

Klinik Dr. UBETA A. didirikan tahun 1989 oleh Dr. Ubeta Adikusnadi, MN. Pada awalnya hanya melayani pasien-pasien umum. Kini sejak th 2003 memfokuskan pelayanan pada Perawatan Kulit, Wajah dan Kecantikan yang buka pada hari Rabu, Kamis,Jum`at dan Sabtu mulai pukul 10.00 s/d 14.00 (pada jam-jam ini tidak melayani pasien umum). Sedangkan pada jam 6.00 s/d 7.00 dan jam 17.00-21.00 tetap melayani pasien umum, termasuk Perawatan Kulit, Wajah dan Kecantikan yang tak sempat berobat pada pukul 10.00-14.00.
Klinik Dr. Ubeta A. memberikan pelayanan lengkap & menyeluruh dalam peremajaan a.l : 1. Peremajaan dengan Cairan Tahap (CP) 2. Mikrodermabrasi dengan kristal Silkdermic 3. Chemical Peeling dengan Glicolic acid, Jessner, TCA dsb. 4.LHE Skin Rejuvenation. Bagi anda yang tak ingin berwajah merah seperti udang rebus (atau seperti habis ditampar pasangannya), peremajaan dengan pemakaian cairan Tahap (CP) merupakan pilihan utama sebab tak menyebabkan wajah merah, tapi lambat laun membuat wajah lebih bersih dan bercahaya ("kinclong").
Klinik Dr. Ubeta A. didirikan tahun 1989 dengan memakai nama Klinik Naga sesuai dengan nama anak pertama yaitu Naga yang lahir pada tahun naga . Setelah klinik berkembang, banyak pasien-pasien yang menginginkan perawatan muka terutama pengobatan jerawat , flek hitam dan peremajaan,serta pelangsingan sehingga Dr. Ubeta Adikusnadi termotivasi untuk belajar ilmu kosmetika dan cara membuat formula kosmetik (dan cosmeceutical) agar dapat membuat sendiri produk untuk mengobati jerawat, flek hitam, dan membuat muka "kinclong" (bercahaya, lebih bersih dan segar) yang manjur,aman ,mutu terbaik tapi murah. Produk-produk tsb sudah didaftarkan di BPOM dan sebagian sudah keluar nomor izin pendaftarannya (cd) dengan merek dagang Dr.Ubeta A.


Last edited by gitahafas on Tue Nov 18, 2008 11:00 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: WHO IS WHO   Tue Nov 18, 2008 10:56 am

Dr. ADE INDRAWAN IRDAM SpRad


Aesthetics Home

AESTHETICS HOME didirikan di Jakarta pada tahun 1989 oleh Husni Saleh dan Ade Indrawan yang merupakan pemilik sekaligus desainer. Mereka terjun langsung dalam setiap proses desain, didukung oleh sejumlah drafter dan karyawan administratif di kantornya, serta 120 orang tukang di workshop yang terletak di wilayah timur Bekasi.

Beragam desain produk furnitur serta penunjang interior lainnya telah dihasilkan oleh AESTHETICS HOME selama ini. Garis desain moderen dengan sentuhan kontemporer maupun klasik telah menjadi ciri khas produk AESTHETICS HOME yang seluruhnya berpegang pada prinsip menjaga kualitas dan orisinalitas desain.


Last edited by gitahafas on Sat Feb 19, 2011 8:02 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Nov 18, 2008 12:15 pm

Dr Muchtaruddin Mansyur MS, PGDRM, SpOk, PhD


* Head of Occupational Medicine Specialist and Post Graduate Program, University of Indonesia
* Deputy Head (Academic affairs) of Diploma Program, Faculty of Medicine, University of Indonesia
* Lecturer of Occupational Medicine, Family Medicine at the Community Medicine Department, Faculty of Medicine, University of Indonesia.

Nama : dr Muchtaruddin Mansyur MS, PGDRM, SpOK, PhD
NIP : 140150427
Fakultas : Fakultas Kedokteran
Jurusan : I.K.Komunitas
Pendidikan : S3
Email : m0mansyur@yahoo.co.uk
Status : Aktif


Riwayat Pendidikan
SDN 01 Rasuan Palembang SD 1969
SMPN 7 Palembang Palembang SLP 1973
SMA YP Nasional Plaju Palembang SLA 1976
FKUI Jakarta Kedokteran S1 1983
UI, Program Pasca Sarjana Jakarta Magister Hiperkes Medis S2 1992
Leeds Metropolitan University Leeds, United Kingdom PhD, Health and Community Care S3 2005


Last edited by gitahafas on Mon May 06, 2013 1:40 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Nov 18, 2008 12:45 pm


Dr Sri Lestari MS, SpOK


Rumah Sakit Umum Daerah Serang
Jl. Rumah Sakit No. 01 Serang - Banten 42112
Telp. 0254 200528 Fax. 0254 200787

Direktur RS : Dr. H Sulchi Aziz, MM
Wakil Direktur : Dr. Sri Lestari MS Sp OK
Diresmikan : 20 Agustus 1938
Kepemilikan : Pemda kab Serang
Jumlah TT : 300 Tempat Tidur
Tipe RS : B


Motto : Bekerja dengan ramah, Cepat dan Ikhlas

Visi : Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Serang yang Amanah dan Profesional menuju pelayanan Prima 2010

Misi :

1. Memantapkan dan meningkatkan pelayanan yang mudah, singkat, sederhana dan terjangkau
2. Berperan aktif mendukung peningkatan derajat kesehatan masyrakat di kabupaten Serang
3. Meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan RSUD Kabupaten Serang


Last edited by gitahafas on Sat Feb 19, 2011 8:04 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Nov 18, 2008 1:40 pm

PROF DR Dr JENNY BASHIRUDDIN SpTHT-KL(K)

SEKRETARIS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA


Profil Dosen
Name : Prof. Dr. dr. Jenny Bashiruddin Sp.THT-KL(K)
NIP : 140150576
Faculty : Fakultas Kedokteran
Department : Ilmu Penyakit THT
Education : Doctor
Email : jenny.bashiruddin@yahoo.com

Biography
Universitas Indonesia

Prof Dr. dr. Jenny Endang Bashiruddin, SpTHT-KL(K)

Biography
Jenny Bashiruddin, lahir di Pekalongan, 11 Januari 1958, adalah Profesor di Bidang Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan (sejak 10 Juni 2009) di Departemen Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorokan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Sekretaris Fakultas FKUI. Prof.Dr.dr.Jenny Bashiruddin,SpTHT-KL(K) mendapat gelat Sarjana Kedokteran, Spesialis dan Gelar Doktor dari UI. Tahun 2002 beliau mendapat gelar Spesialis THT-KL Konsultan Neurotologi dari Kolegium Ilmu Kesehatan THT-KL.

Saat ini beliau meskipun sibuk dengan jabatannya sebagai Sekretaris Fakultas FKUI beliau masih sangat aktif dan antusias mengajar tidak hanya di Departemen THT FKUI namun juga di Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI. Berbagai kursus dan pelatihan beliau ikuti sejak tahun 1992 sampai sekarang baik itu kursus di dalam negeri maupun di luar negeri.

Selain aktif di FKUI beliau akutif di orgasisasi keprofesiannya seperti sebagai bendhahara dan seksi ilmiah di Perhimpunan Ahli THT Indonesia (PERHATI) Jakarta, Ketua II PP PERHATI, Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian (MPPK) IDI, Kolegium Ilmu Kesehatan THT-KL Indonesia dll


Last edited by gitahafas on Sat Feb 19, 2011 8:04 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Nov 18, 2008 2:01 pm

Dr INDRA NURZAM CHALIK ANWAR SpOG


Rumah Sakit Bunda dalam ekspasi kedalam tahun 1995 meresmikan bangunan Blok C, merupakan pengembangan poliklinik dan.Klinik Fertilitas Morula (KFM)
Pemindahan aktivitas pelayan jasa kedokteran serta labortaroium ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari rencana pengembagan dan perbaikan fasilitas/sarana pelayanan kedokteran Klinik Fertilitas Morula di lantai 3 dan 4, Gedung C RS.Bunda Jakarta, yang saat ini di tempati.
Di dukung oleh 3 orang klinis handal yang berpengalaman dalam mengatasi masalah kesuburan, yaitu :

1. Dr. Indra N. C. Anwar, Sp.OG
2. Dr. Ivan R. Sini, MD, FRANZCOG GDRM, Sp.OG
3. Dr.Taufik Jamaan, Sp.OG

diharapkan, sarana dan fasiltas yang lebih modern diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada peningkatan kinerja dan hasil akhir seperti yang dikehendaki oleh pasien.


Paket Program Kesuburan 2007

Klinik Fertilitas Morula pada tahun 2007 akan tetap berusaha memberika pelayanan kedokteran yang lebih baik dari sebelumnya, melalui peluncuran paket-paket program kesuburan yang bertujuan untuk :
1. Memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien
2. Terjangkau oleh semua kalangan; dan
3. Memberikan pelayanan lengkap, menyeluruh dan professional.

Sebagai contoh adalah paket program bayi tabung dengan tarif Rp. 35,5 juta yang masih berlangsung hingga tanggal 31 Desember 2006 nanti.


Last edited by gitahafas on Sat Feb 19, 2011 8:05 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Who Is Who Di Iluni FK'83   Tue Nov 18, 2008 9:04 pm

Dr.CHAIRUL RADJAB NASUTION SpPD, KGEH, FINASIM , FACP, MKes


Dr H CHAIRUL RADJAB NASUTION Sp PD-KGEH, FINASIM, FACP, MKes
Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan

DIREKTUR UTAMA RSU FATMAWATI Tahun 2008 - 2010
SEKJEN PB PAPDI
KETUA ASOSIASI RS VERTIKAL INDONESIA

Acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, tanggal 15 April 2008 diadakan di halaman gedung rawat inap orthopedi RSUP Fatmawati, Jakarta. Perayaan HUT RSUP Fatmawati ini disertai peresmian gedung rawat inap orthopedi dan rehabilitasi medis Prof. Dr. H. Soelarto Reksoprodjo serta produk-produk layanan dari RSUP Fatmawati.

Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat tentang kesehatan yang bermutu, cepat, akurat dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, RS Fatmawati telah mengembangkan beberapa pelayanan.

Pertama, pembangunan gedung rawat inap orthopedi dan rehabilitasi medik sebagai pelayanan unggulan RS Fatmawati ditetapkan sebagai Center of Excellencie untuk rehabilitasi medik dan orthopedi. Kemudian yang kedua, pengembangan pelayanan kardiologi invasif untuk memberikan pelayanan yang terpadu kepada pasien-pasien kelainan jantung yang memerlukan diagnostik invasif kateterisasi jantung. Ketiga, pengembangan pelayanan administrasi yang terpadu yang disebut dengan service point untuk memberikan kelancaran dan kenyamanan kepada pelanggan di RS Fatmawati. Selanjutnya, peresmian pelayanan sentra kesehatan haji dan umroh.

Berkat kerjasama dan dedikasi seluruh karyawan RS Fatmawati dan sejak ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum (BLU), banyak upaya strategis yang telah di lakukan antara lain pengembangan pelayanan eksekutif griya husada, pelayanan instalansi rawat inap supersif dan perbaikan instalansi rawat jalan sehingga dapat berfungsi secara lebih optimal. RSUP Fatmawati telah mengembangkan pelayanan bedah eksekutif dan one day care, pengembangan stroke center, pengembangan pelayanan ICU dengan MICU dan PICU. Kemudian, pengembangan pelayanan hemodialisa yang akan dilengkapi dengan Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis (CAPD). Pengembangan pelayanan radiologi dengan komputer radiografi, pengembangan pelayanan laboratorium dengan laboratory organism system dan upaya-upaya strategis lain,

Pada akhir 2007 RS Fatmawati dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan dalam akreditasi, survei akreditasi 16 bidang pelayanan. Kemudian, RSUP Fatmawati juga melaksanakan upaya pembinaan sumber daya manusia dengan melaksanakan satu proses pemilihan karyawan dan karyawati yang terbaik yang mewakili semua kelompok, kelompok manajemen, kelompok medik, kelompok perawatan, kelompok keteknisian medis, dan kelompok administrasi. Hal ini merupakan satu upaya untuk memberikan perhatian dan memacu kepada semua karyawan RS Fatmawati agar dapat meningkatkan kinerja dan pengabdiannya ke depan lebih baik lagi.


ABOUT ME
Sekilas Testimony untuk Dr. H. Chairul Radjab Nasution, SpPD-KGEH, FINASIM, MKes, FACP

Perfeksionis. Inilah kesan pertama saya saat pertama kali bertemu dengan beliau. Dr. H. Chairul Radjab Nasution, SpPD-KGEH, FINASIM, MKes, FACP dikenal sebagai orang yang berpendirian kuat, tegas dan cekatan. Baginya tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia. Karena prinsipnya inilah yang akhirnya mengantarkannya menjadi Direktur Utama RSUP Fatmawati. Sebagai Direktur ke-10 dari RSUPF, beliau adalah satu-satunya Direktur Utama yang berasal dari kalangan internal RSUP Fatmawati sendiri. Mengawali dan membangun karir di RSUP Fatmawati. Dalam 2 tahun berjalan masa kepemimpinannya, RSUP Fatmawati telah menjalani suatu terobosan besar. Tampilan RS diperindah, fasilitas diperbaiki, pelayanan dipermudah dan perbanyak, dan yang utama menjadikan RS ini sebagai RS Pro Rakyat. Membangun mind set yang baru sebagai RS Pemerintah yang terdepan, paripurna dan terpercaya.

Pelayanan Pro Rakyat tidak hanya terbatas pada Rakyat yang berpunya atau Rakyat Miskin saja. Fasilitas pembiayaan JamKesMas, AskesKin, Gakin, SKTM dan Askes maupun Asuransi lainnya dapat dipergunakan disini. Bahkan jika memang benar pasien tidak mampu membayar, Dr.Chairul sebagai Dirut tidak segan-segan melakukan pembebasan biaya.

Saat terjadi musibah jebolnya tanggul Situ Gintung, peran aktif RSUP Fatmawati dalam menangani korban bencana tersebut, yang masih tertolong maupun yang sudah meninggal, dibawah pimpinan langsung Dr. Chairul mendapat penghargaan dari Harian KOMPAS, sebuah pengakuan nasional akan kerja dan eksistensi RSUP Fatmawati.

Saat ini RSUP Fatmawati sedang membangun gedung perawatan 6 lantai untuk menambah kapasitas ruangan. Juga sedang melakukan renovasi gedung induk. Berbagai fasilitas yang biasanya tidak ada di RSUP Pemerintah, dihadirkan disini. Tak lupa pula dengan hadirnya majalah FASE, sebagai inisiatif beliau dalam memperkenalkan RSUP Fatmawati kepada masyarakat luas. Majalah ini dikemas dalam bentuk yang apik dan menarik, dipercayakan pengelolaannya kepada internal RSUP Fatmawati dan disebarluaskan dengan gratis.

Di Usianya yang sudah paruh baya ini, semangat Dr. Chairul R Nasution patut diacungi jempol. Karena beliau tidak hanya aktif sebagai Direktur Utama RSUP Fatmawati, tetapi juga di berbagai organisasi profesi, seperti di PB PAPDI (Sekretaris Jenderal), PGI/PEGI/PPHI (Ketua Cab.Jakarta), PDGMMI (Wakil Ketua) dan ARVI (Ketua). Beliau juga aktif di kegiatan haji dan saat ini bertindak sebagai Ketua PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Bidang Kesehatan tahun 2010 di Arab Saudi. Dalam hal akademik, juga beliau masih rajin mengikuti CME (Continuing Medical Education) baik berupa seminar ataupun workshop, nasional maupun internasional karena kedokteran adalah a Long Life Study. Termasuk sebagai dosen penguji program profesi dokter umum dan program profesi dokter spesialis penyakit dalam di FKUI. Masih menyempatkan prakrtik di RSUP Fatmawati dan RS Setia Mitra. Terakhir, Beliau baru saja mendapatkan gelar FACP (Fellow of American College of Physicians). ACP (American College of Physicians) sendiri adalah organisasi profesi penyakit dalam di Amerika Serikat yang diakui dunia dan merupakan kehormatan bagi Ahli Penyakit Dalam manapun untuk bisa masuk menjadi anggota, terutama dengan gelar Fellow.

Beliau banyak memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada orang muda. Karena perkembangan zaman dengan arus informasi dan teknologi yang begitu cepat menuntut RS untuk selalu dinamis. Tidak banyak orang yang berpikiran seperti beliau, mempercayakan suatu pekerjaan dengan tanggung jawab yang besar seperti ini kepada orang yang lebih muda dan dapat dikatakan belum ada pengalaman. Banyak hal yang saya dan tentu saja kawan-kawan lainnya pelajari selama bekerja dengan beliau, karena ritme kerja yang tinggi disamping tetap dituntut untuk dapat membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Semuanya dilakukan, as always said : “Learning by Doing”.

Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Kita tidak bisa mengharapkan semua orang untuk menyukai kita atau apa yang kita buat (Jadi teringat seperti yang dikatakan Albus Dumbledore pada Harry Potter di film Harry Potter hehe ..). Karena menurut beliau, yang berhak menilai seseorang hanyalah Allah SWT. Mereka yang tidak dapat mengikuti perkembangan, memanglah akan tersingkir dengan sendirinya. Hukum alam. Dan kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, melakukan yang terbaik dalam suatu sistem organisasi demi kemajuan organisasi itu sendiri.


DUPLIKAT ANDI MALARANGENG DI JEDDAH
Kamis, 14 Oktober 2010 | 16:41 WIB
JEDDAH, KOMPAS.com--Kumis, sisiran rambut, postur dan tinggi badan--dari pandangan sepintas-- dr. H. Chairul Nasution mirip dengan penampilan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Malarangeng, yang banyak menebar senyum ke hadapan publik. Hal yang membedakan, Chairul berkacamata minus. Andi Malarangeng tak berkacamata dan selalu mengenakan pakaian dengan warna berbeda dan rapi berganti-ganti. Sedangkan Chairul, karena terikat dengan profesi, sehari-hari sering mengenakan pakaian putih sebagai seorang dokter spesialis penyakit dalam.

Pemilik nama Chairul Nasution tak merasa dirinya belakangan ini menjadi pusat perhatian publik, sekurangnya di kalangan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Jeddah. Direktur Rumah Sakit Pusat Fatmawati Jakarta itu ketika ditemui Antara mengaku tak asing dengan lingkungan pekerjaan di tanah Suci, Arab Saudi. Chairul pun sangat menikmati tugas profesinya sebagai Wakil Ketua PPIH Arab Saudi bidang kesehatan. Meski kadang menjadi pusat perhatian karena penampilannya "mirip" dengan Menteri Olahraga, hal itu tak membuat dirinya "ge er" (gerogi, red).

Pengalaman Chairul sebagai dokter di lingkungan perhajian bukan hal baru. Pada 1995, ia menjadi dokter Kelompok Terbang (Kloter) 9 DKI Jakarta. Pada 2001, menjadi kepala seksi Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Jeddah. Pada 2004 dan 2005, ia berturut-turut dipercaya sebagai Wakil Kepala Daerah Kerja (Wakadaker) bidang kesehatan di Jeddah dan Madinah. Dan, terakhir pada 2010 menjadi koordinator kesehatan Arab Saudi.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1982 ini menyelesaikan spesialis penyakit dalam di universitas yang sama pada 1991. Ayah tiga anak ini punya kegemaran berpatualang. Dan, karena itu pula usai menyelesaikan dokter umum minta kepada Kementerian Kesehatan untuk ditugaskan sebagai tenaga kerja tidak tetap (PTT) di daerah terpencil, Pulau Nias.

Pria kelahiran Jakarta 22 Februari 1957 meski sudah punya pengalaman segudang, tapi tak pernah jemu untuk belajar. Atas dorongan istrinya, Rosniawati (kini menjadi notaris) dan tiga anaknya: Irza, Irvan dan Anggita Nasution, Chairul masih mampu menyelesaikan Strata II manajemen rumah sakit di Univeristas Gajah Mada, Yogyakarta. Tentang tugasnya sebagai dokter di Arab Saudi selama musim haji 1431H/2010 M ini, Chairul mengaku kerap mendapat pertanyaan dari para stafnya di RS Fatmawati bahwa ia telah menghamburkan waktu berharga.

Semua itu ia jawab, bahwa apa pun yang dikerjakan harus memberi manfaat kepada banyak orang. Semua pekerjaan harus dilandasi niat ikhlas. Ucapan itu jangan hanya dijadikan sebagai "kata mutiara" atau retorika dan penyedap pidato, namun harus dijalankan penuh tanggung jawab. "Apa lagi, sekarang ini kita menjadi pelayan tamu Allah," kata Chairul sambil melempar senyum dan mendekatkan wajahnya kepada pewawancara. Kalau sudah begitu, wajah dr. H. Chairul Nasution benar-benar mirip Andi Malarangeng.


Last edited by gitahafas on Tue Jan 11, 2011 8:28 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
 
Who Is Who Di Iluni FK'83
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 8Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: PROFIL dan KEGIATAN ILUNI-FK'83 :: PROFIL ILUNI-FK'83-
Jump to: