Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Sejarah Islam

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Sejarah Islam   Tue Dec 10, 2013 7:11 pm

Thaif

Tahun 621 Masehi nabi Muhammad saw berusia 50 tahun, tahun kesepuluh kenabiannya ketika peristiwa Thaif terjadi. Tahun terberat dalam perjalanan hidup Nabi, ulama sering menyebutnya Tahun Kesedihan. Tahun dimana Beliau kehilangan isteri tercintanya Khadijah, dan paman yang paling disayanginya Abu Talib. Rasulullah juga menerima tentangan hebat dari kaum Quraisy di Mekah, sampai akhirnya Beliau memutuskan hijrah ke kota Thaif.

Ternyata tekanan yang diperoleh Rasulullah di kota Thaif justru lebih besar. Masyarakat kota Thaif tidak hanya menolak ajakan Rasulullah, mereka juga mengusir bahkan melempari Rasulullah dengan batu hingga terluka. Rasulullah kemudian menghindar dan bersembunyi. Kondisi tubuh Rasulullah sangat parah, dengan banyak sekali luka berdarah memenuhi tubuhnya.

Diriwayatkan malaikat Jibril datang menawarkan untuk menghukum masyarakat Thaif. Namun Rasulullah menolak tawaran Jibril. "Jangan engkau lakukan wahai Jibril. Mereka memperlakukan aku seperti ini karena mereka belum tahu. Aku berharap suatu saat mereka akan menjadi pengikutku”

Terbukti beberapa tahun kemudian sebagian besar masyarakat Thaif memeluk agama Islam dan menjadi pembela Rasulullah paling depan. Nabi Muhammad saw membalas kejahatan dengan penuh kebaikan, dan akhirnya justru malah kemenangan yang didapat. Semua karena akhlak terpuji yang ditunjukkan oleh Rasulullah.

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan Dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab:21).

Falsafah “You may lose the battle, but you win the war” yang ditunjukkan Rasulullah dalam peristiwa Thaif. Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan untuk menang.

Allahumma shalli alaa Muhammad.
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Sejarah Islam   Tue Dec 10, 2013 7:32 pm

Perjanjian Hudaibiyah

Tahun 628 M (1385 tahun yang lalu) terjadi salah satu peristiwa besejarah dalam agama Islam, yaitu Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian damai ini dibuat setelah kaum Quraisy, bersama dengan kaum Yahudi Khaibar dan sekutunya di Mekkah “lelah” menyerang umat Islam di Madinah, yang diakhiri dengan perang Khandaq (parit). Perlu dicatat Nabi Muhammad saw tidak pernah melakukan penyerangan atau memulai perang, yang beliau lakukan dengan umat Islam di Madinah pada saat itu adalah membela diri dari serangan musuh, itupun atas desakan para sahabat.

Banyak hal menarik dari apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw yang dapat kita teladani dari peristiwa Perjanjian Hudaibiyah ini. Dalam sudut pandang dan perspektif para sahabat dan orang awam, perjanjian yang tersurat jelas tampak sangat merugikan umat Islam pada waktu itu. Yang membuat Ali bin Abi Thalib (penulis perjanjian) dan para sahabat geram, Nabi Muhammad saw mengikuti semua permintaan kaum Quraisy, antara lain untuk mengganti kata “Bismillahir rahmanir rahim” menjadi “Bismika Allahumma”, karena mereka tidak menerima asmaul husna “Ar-Rahman dan Ar-Rahim”. Nabi juga yang memerintahkan apa yang ditulis Ali “Muhammad Rasulullah” diganti menjadi “Muhammad bin Abdullah” sesuai permintaan kaum Quraisy, karena mereka tidak menerima apalagi mengakui Muhammad adalah utusan Allah.

Saat itu Nabi Muhammad saw dianggap “Yes man” oleh para sahabat, namun terbukti mereka salah besar. Beliau adalah seorang jenius dan ahli strategi yang sudah memiliki konsep dengan tujuan besar yang akan dicapainya. Mengalah tidak berarti kalah. Dengan disepakatinya perjanjian ini, secara tidak langsung kaum Quraisy dan sekutunya mengakui eksistensi umat Islam di Madinah dengan teritori dan otoritas yang jelas, dan membuka peluang penganutnya membangun dan menyebarkan ajarannya ke negara tetangga Mesir, Persia, Habasyah, dll dengan aman dan damai, hingga penganut agama Islam di Madinah mencapai puluhan ribu dan akhirnya menuju kota Mekkah dengan damai tanpa senjata apapun (tidak melanggar isi perjanjian), dan tanpa pertumpahan darah akhirnya umat Islam menguasai kota Mekkah dan sekitarnya sebelum berakhirnya masa Perjanjian Hudaibiyah yang berlaku 10 tahun.

Perjanjian ini menyadarkan kita bahwa Nabi Muhammad saw memberi teladan bahwa perjuangan itu perlu waktu dan tahapan, tidak harus instan apalagi frontal. Adakalanya Beliau bersabar demi tujuan yang lebih besar. Pada saat perjanjian Hudaibiyah ini Allah swt menurunkan Surat Al-Fath (Kemenangan).
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
 
Sejarah Islam
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» sejarah islam di palembang
» Sebuah Misteri : Gajah Mada Islam ?
» Alasan pembakaran Al quran Oleh Khalifah Utsman R.A
» Sejarah Peradaban Islam Fase Mekah dan Madinah
» SEJARAH AQIQAH

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-
Jump to: