Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Zoonosis

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 12 ... 19  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:05 am

PENDERITA SCHISTOSOMIASIS MENINGKAT
Senin, 28 Juni 2010 | 09:15 WIB KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Palu, Kompas - Minimnya tenaga medik, obat-obatan, dan biaya operasional menyebabkan persentase penderita schistosomiasis di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, dan Kecamatan Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, meningkat. Saat ini persentase penderita di kedua daerah itu masing-masing 2,49 persen dan 3,79 persen. Tahun 1990-an angkanya kurang dari 1 persen, tahun 1950-an sempat sekitar 50 persen. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dr Sofyan Mailili, Minggu (27/6) di Palu. Sehari sebelumnya, Kepala Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia dr Khanchit L bersama Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K) mengunjungi kedua wilayah yang menjadi daerah endemik schistosomiasis. Dalam kunjungan itu, Tjandra Yoga membawa beberapa ribu Praziaquantel, obat schistosomiasis, dan menyerahkan ke Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah.

Disebarkan keong
Schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan cacing Schistosoma japonicum yang tersebar melalui keong Oncomelania hupensis linduensis berukuran sebulir beras. Dari keong, cacing masuk ke tubuh manusia melalui kulit. Selain itu, bisa juga masuk ke mamalia lain, seperti sapi dan kerbau, sehingga menjadi sumber penularan berikutnya. Untuk mencegah penularan, manusia perlu mengenakan sepatu bot di habitat keong. Gejala manusia yang terjangkit penyakit ini adalah gatal, demam, mual, muntah, dan diare. Kemudian berlanjut perut membuncit serta kaki dan tangan bengkak seperti menderita penyakit beri- beri. Penderita juga menderita anemia, kemudian bisa berakhir dengan gangguan hati. Di Kecamatan Lindu, penderita berjumlah 139 orang dari total 4.824 penduduk. Di laboratorium schistosomiasis di Napu dan Lindu masing-masing hanya ada satu petugas laboratorium. (ATK/REN)


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 10:20 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:06 am

SCHISTOSOMIASIS
Schistosomiasis (bilharziasis) adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing pipih (cacing pita). Ini seringkali menyebabkan ruam, demam, panas-dingin, dan nyeri otot dan kadangkala menyebabkan nyeri perut dan diare atau nyeri berkemih dan pendarahan. Schistosomiasis mempengaruhi lebih dari 200 juta orang di daerah tropis dan subtropis di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Lima jenis schistosoma yang paling menyebabkan kasus pada schistosomiasis pada orang :

* Schistosoma hematobium menginfeksi saluran kemih (termasuk kantung kemih)
* Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, dan Schistosoma intercalatum menginfeksi usus dan hati. Schistosoma mansoni menyebar luas di Afrika dan satu-satunya schistosome di daerah barat.

PENYEBAB
Schistosomiasis diperoleh dari berenang, menyeberangi, atau mandi di air bersih yang terkontaminasi dengan parasit yang bebas berenang. Schistosomes berkembang biak di dalam keong jenis khusus yang menetap di air, dimana mereka dilepaskan untuk berenang bebas di dalam air. Jika mereka mengenai kulit seseorang, mereka masuk ke dalam dan bergerak melalui aliran darah menuju paru-paru, dimana mereka menjadi dewasa menjadi cacing pita dewasa. Cacing pita dewasa tersebut masuk melalui aliran darah menuju tempat terakhir di dalam pembuluh darah kecil di kandung kemih atau usus, dimana mereka tinggal untuk beberapa tahun. Cacing pita dewasa tersebut meletakkan telur-telur dalam jumlah besar pada dinding kandung kemih atau usus. Telur-telur tersebut menyebabkan jaringan setempat rusak dan meradang, yang menyebabkan borok, pendarahan, dan pembentukan jaringan luka parut. Beberapa telur masuk ke dalam kotoran(tinja)atau kemih. Jika kemih atau kotoran pada orang yang terinfeksi memasuki air bersih, telur-telur tersebut menetas, dan parasit memasuki keong untuk mulai siklusnya kembali. Schistosoma mansoni dan schistosoma japonicum biasanya menetap di dalam pembuluh darah kecil pada usus. Beberapa telur mengalir dari sana melalui aliran darah menuju ke hati. Akibatnya peradangan hati bisa menyebabkan luka parut dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah yang membawa darah antara saluran usus dan hati (pembuluh darah portal). Tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah portal (hipertensi portal) bisa menyebabkan pembesaran pada limpa dan pendarahaan dari pembuluh darah di dalam kerongkongan. Telur-telur pada schistosoma hematobium biasanya menetap di dalam kantung kemih, kadangkala menyebabkan borok, ada darah dalam urin, dan luka parut. Infeksi schistosoma hematobium kronis meningkatkan resiko kanker kantung kemih. Semua jenis schistosomiasis bisa mempengaruhi organ-organ lain (seperti paru-paru, tulang belakang, dan otak). Telur-telur yang mencapai paru-paru bisa mengakibatkan peradangan dan peningkatan tekanan darah di dalam arteri pada paru-paru (hipertensi pulmonari).

GEJALA
Ketika schistosomes pertama kali memasuki kulit, ruam yang gatal bisa terjadi (gatal perenang). Sekitar 4 sampai 8 minggu kemudian (ketika cacing pita dewasa mulai meletakkan telur), demam, panas-dingin, nyeri otot, lelah, rasa tidak nyaman yang samar (malaise), mual, dan nyeri perut bisa terjadi. Batang getah bening bisa membesar untuk sementara waktu, kemudian kembali normal. kelompok gejala-gejala terakhir ini disebut demam katayama. Gejala-gejala lain bergantung pada organ-organ yang terkena ::

* Jika pembuluh darah pada usus terinfeksi secara kronis : perut tidak nyaman, nyeri, dan pendarahan (terlihat pada kotoran), yang bisa mengakibatkan anemia.
* Jika hati terkena dan tekanan pada pembuluh darah adalah tinggi : pembesaran hati dan limpa atau muntah darah dalam jumlah banyak.
* Jika kandung kemih terinfeksi secara kronis : sangat nyeri, sering berkemih, kemih berdarah, dan meningkatnya resiko kanker kandung kemih.
* Jika saluran kemih terinfeksi dengan kronis : peradangan dan akhirnya luka parut yang bisa menyumbat saluran kencing.
* Jika otak atau tulang belakang terinfeksi secara kronis (jarang terjadi) : Kejang atau kelemahan otot.

DIAGNOSA
Wisatawan dan imigran dari daerah-daerah dimana schistosomiasis adalah sering terjadi harus ditanyakan apakah mereka telah berenang atau menyeberangi air alam. Dokter bisa memastikan diagnosa dengan meneliti contoh kotoran atau urin untuk telur-telur. Biasanya, beberapa contoh diperlukan, tes darah bisa dilakukan untuk memastikan apakah seseorang telah terinfeksi dengan schistosoma mansoni atau spesies lain, tetapi tes tersebut tidak dapat mengindikasikan seberapa berat infeksi atau seberapa lama orang tersebut telah memilikinya. Kadangkala, seorang dokter mengambil contoh pada usus atau jaringan kantung kemih untuk diteliti di bawah mikroskop pada telur-telur. Untrasonografi bisa digunakan untuk mengukur seberapa berat schistosomiasis pada saluran kemih atau hati.

PENGOBATAN
Untuk pengobatan, 2 sampai 3 dosis praziquantel digunakan melalui mulut lebih selama 1 hari.

PENCEGAHAN
Schistosomiasis paling baik dicegah dengan menghindari berenang, mandi, atau menyeberang di air alam di daerah yang diketahui mengandung schistosomes.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 10:19 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:08 am

INFEKSI PARASIT PADA OTAK
Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Otak dan Saraf
Di beberapa bagian dunia, cacing bisa menginfeksi otak. Di daerah barat, infeksi yang paling sering terjadi adalah sistiserkosis. Setelah seseorang memakan makanan yang tercemar oleh telur Cysticercus, cairan lambung menyebabkan telur tertanam dan membentuk larva. Larva masuk ke dalam aliran darah dan disebarkan ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak. Larva berkembang menjadi kista yang bisa menyebabkan sakit kepala dan kejang. Jika kista mengalami degenerasi dan larva mati, akan terjadi peradangan, pembengkakan dan kelainan neurologis.
Skistosomiasis merupakan suatu infeksi cacing yang bisa menyebabkan kejang, kelainan fungsi neurologis dan peningkatan tekanan di dalam otak. Ekinokokosis adalah suatu infeksi yang menyebabkan terbentuknya kista yang besar di dalam otak dan menyebabkan berbagai kelainan neurologis serta kejang. Koenurosis adalah suatu infeksi yang menyebabkan terbentuknya kista, yang bisa menyumbat aliran cairan di sekitar otak. Infeksi-infeksi tersebut bisa dikendalikan dengan obat-obatan (misalnya prazikuantel dan albendazol), tetapi kadang perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat kista.


Last edited by gitahafas on Thu Feb 21, 2013 9:46 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:09 am

TOKSOPLASMOSIS
Toksoplasmosis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.
Reproduksi seksual oleh parasit ini hanya terjadi di dalam sel-sel yang melapisi usus kucing. Telur parasit (ookist) ditemukan di dalam tinja kucing.
Manusia terinfeksi karena makan daging mentah atau daging yang belum matang yang terkontaminasi oleh bentuk pasit dari parasit (kista) atau karena terpapar oleh tanah yang mengandung telur yang berasal dari tinja kucing.
Jika seorang wanita hamil terinfeksi, infeksinya bisa ditularkan melalui plasenta kepada janin yang dikandungnya.
Bisa terjadi keguguran atau bayinya lahir mati atau lahir dengan toksoplasmosis kongenitalis.

PENYEBAB
Toxoplasma gondii, suatu parasit bersel tunggal.

GEJALA
Anak-anak yang menderita toksoplasmosis kongenitalis memiliki gejala yang berat dan segera berakibat fatal, atau sama sekali tidak timbul gejala.
# Gejalanya berupa: peradangan mata (bisa menyebabkan kebutaan)
# jaundice (sakit kuning) yang berat
# mudah memar
# kejang
# kepala yang besar atau kecil
# keterbelakangan mental yang berat.
Gejala yang sangat ringan bisa timbul segera setelah lahir, tetapi yang lebih sering terjadi adalah gejalanya baru muncul beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.

Toksoplasmosis yang didapat setelah lahir jarang menimbulkan gejala dan biasanya terdiagnosis ketika hasil pemeriksaan darah menunjukkan adanya antibodi terhadap parasit.
Tetapi kadang gejalanya muncul dan tergantung kepada jenis penyakit yang timbul:
1. Toksoplasmosis limfatik ringan.
Bisa menyerupai mononukleosis infeksiosa.
Gejalanya berupa pembsaran kelenjar getah bening leher dan ketiak, merasa tidak enak badan, nyeri otot dan demem ringan yang naik-turun, yang bisa berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan tetapi pada akhirnya menghilang.
Terdapat anemia ringan, tekanan darah rendah, peningkatan jumlah limfosit dan hasil pemeriksaan fungsi hati yang agak abnormal.
Tetapi biasanya penderita hanya menunjukkan gejala pembesaran kelenjar getah bening leher.

2. Toksoplasmosis kronis.
Terjadi peradangan di dalam mata.
Gejala lainnya seringkali tidak jelas.

3. Toksoplasmosis diseminata akut.
Bisa menyebabkan ruam kulit, demam tinggi, menggigil dan kelelahan yang luar biasa.
Jenis toksoplasmosis in terutama terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan.
Pada beberapa penderita terjadi peradangan otak dan selaputnya (meningoensefalitis), peradangan hati (hepatitis), peradangan paru-paru (pneumonitis) atau peradangan jantung (miokarditis).

Toksoplasmosis pada penderita AIDS bisa menyebar ke seluruh tubuh.
Paling sering terjadi peradangan otak (ensefalitis) yang bisa menyebabkan:
# kelumpuhan separuh badan
# berkurangnya rasa di daerah tertentu
# kejang
# gemetaran
# sakit kepala
# koma.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemriksaan darah yang menunjukkan adanya antibodi terhadap parasit.
Jika terdapat gangguan sistem kekebalan, bisa dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI otak.

PENGOBATAN
Toksoplasmosis pada bayi baru lahir dan penderita gangguan sistem kekebalan diobati dengan spiramisin atau sulfadiazin ditambah pirimetamin.
Toksoplasmosis pada penderita AIDS cenderung sering mengalami kekambuhan sehingga pengobatan biasanya terus diberikan selama waktu yang tidak dapat ditentukan.
Pengobatan selama kehamilan masih bersifat kontroversial karena obat bisa membahayakan janin yang dikandung.
Pada kebanyakan penderita dewasa dengan sistem kekebalan yang normal, penyakit ini biasanya menghilang dengan sendirinya; kaerna itu wanita hamil biasanya tidak mendapatkan obat-obatan kecuali jika suatu organ vital (misalnya mata, otak atau jantung) terinfeksi atau jika gejalanya berat dan menetap di seluruh tubuh.

PROGNOSIS
Prognosis pada penderita toksoplasmosis yang didapat setelah lahir adalah bagus, kecuali jika terjadi gangguan sistem kekebalan (seperti yang terjadi pada penderita AIDS, yang seringkali berakibat fatal).

PENCEGAHAN
Meskipun terapi yang efektif tersedia untuk toksoplasmosis, semua perlakuan mempunyai efek samping dan mungkin tidak melindungi anak yang belum lahir. Itu sebabnya pendekatan yang terbaik adalah pencegahan. Tindakan pencegahan ini dapat membantu Anda tetap aman:
1. Pakailah sarung tangan jika Anda berkebun atau menangani tanah. Berkebun dapat santai dan memuaskan, tetapi juga dapat mengekspos Anda dengan toksoplasmosis. Pakailah sarung tangan setiap kali Anda bekerja di luar rumah, dan kemudian cuci tangan dengan bersih dengan sabun dan air, terutama sebelum makan atau menyiapkan makanan.
2. Jangan makan daging mentah atau kurang matang. Daging, terutama daging domba, babi dan sapi, dapat menularkan toxoplasma organisme. Jangan mencicipi daging sebelum benar-benar matang. Hindari daging mentah.
3. Cuci peralatan dapur secara menyeluruh. Setelah menyiapkan daging mentah, benar-benar mencuci talenan, pisau dan peralatan dapur lainnya dalam air panas, sabun untuk mencegah kontaminasi silang dari makanan lain. Cucilah tangan Anda dengan hati-hati setelah memegang daging mentah.
4. Cucilah atau kupas semua buah-buahan dan sayuran. Jika memungkinkan, gunakan sabun untuk mencuci sayuran buah-buahan dan sayuran, terutama jika Anda memakannya mentah. Jika tidak, kupas dengan hati-hati.
5. Jangan minum susu yang tidak dipasteurisasi. Susu dan produk susu lainnya yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung parasit toxoplasma.
6. Tutup kotak pasir anak-anak. Jika Anda mempunyai anak, pastikan untuk menutupi kotak pasir setiap kali mereka selesai bermain. Kucing bisa buang air besar di bak pasir terbuka.

Untuk cat lovers
Jika Anda hidup dengan HIV / AIDS, atau sedang hamil atau berencana untuk hamil, Anda berhak untuk khawatir tentang toksoplasmosis. Tapi Anda tidak harus menghindari kucing Anda. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat membuat Anda dan teman binatang yang sehat:

1. Bantu kucing Anda tetap sehat.
Kucing Anda tetap di dalam rumah dan makan kering atau kalengan makanan kucing, bukan daging mentah. Kucing dapat terinfeksi karena makan mangsa yang terinfeksi atau daging kurang matang yang mengandung parasit.

2. Jangan mengadopsi kucing atau anak kucing liar.
Walaupun semua binatang liar perlu rumah yang baik, yang terbaik untuk membiarkan orang lain mengambil mereka. Kebanyakan kucing tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi toxoplasma, dan walaupun mereka dapat diuji untuk toksoplasmosis, mungkin diperlukan waktu hingga satu bulan untuk mendapatkan hasilnya.

3. Biarkan orang lain membersihkan kandang kucing.
Jika itu tidak mungkin, selalu memakai sarung tangan untuk membersihkan kandang dan kemudian cuci tangan dengan sabun dan air hangat. Ganti tatakan kandang setiap hari sehingga setiap oocysts yang diekskresikan tidak punya waktu untuk menjadi menular. Disinfeksi kandang dengan air panas - disinfektan kimia tidak efektif terhadap T. gondii - tetapi tidak meletakkan kandang di meja dapur atau membiarkan kucing Anda di meja dapur.

Sumber: Medicastore
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:10 am

PARASIT KUCING SERANG OTAK MANUSIA
Mona Indriyani, Febry Abbdinnah Jum'at, 13 Juli 2012, 12:36 WIB
VIVAlife - Hewan peliharaan bisa dikatakan sebagai teman terbaik saat tidak ada satu pun orang yang mau mendengarkan keluh kesah. Tingkah laku mereka yang lucu selalu membuat pemiliknya terhibur. Namun, bagi Anda pecinta dan pemelihara kucing, sebaiknya Anda harus berhati-hati terhadap bakteri yang hidup dalam usus kucing kesayangan Anda. Setelah memeriksa 45 ribu wanita Denmark, sebuah penelitian yang dilakukan oleh School of Medicine at the University of Maryland menemukan bahwa hanya dengan mengganti tempat makan kucing, Anda mempertaruhkan hidup Anda. Para peneliti percaya bahwa toxoplasmosis adalah sumber dari penyakit.Toxoplasmosis adalah salah satu parasit paling umum dari keluarga protozoa besar. Bakteri tersebut hidup dalam usus kucing. Namun, sekalinya bakteri ini berpindah ke manusia, bakteri ini lebih memilih untuk tinggal di dalam otak. Tidak ada gejala yang terlihat, tapi terkadang bakteri ini menyebabkan gangguan perilaku yang serius. Bahkan, manusia yang terjangkit bisa berujung pada usaha bunuh diri. Para peneliti berpendapat risiko ini telah meningkat hingga setengahnya. Tidak hanya kucing yang membawa malapetaka. Toxoplasmosis dapat menular melalui saluran cuci, mengonsumsi daging yang kurang matang, dan air yang tidak bersih. Untuk mengetahui apakah Anda sudah terjangkit bakteri toxoplasmosis, Anda bisa melakukan ter darah khusus di rumah sakit.


Last edited by gitahafas on Thu Feb 21, 2013 9:48 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:11 am

FLU BURUNG MASIH MENGANCAM
Sumber: Suara Pembaruan Kamis 11 Maret 2010
Meskipun penyebaran virus flu burung atau H5N1 hingga saat ini sudah terkendali, virusnya tetap ada di lingkunan sekitar dan masih mengancam manusia sewaktu waktu. Karena itu, kesiap siagaan menghadapi flu burung dan pandemi influenza harus tetap dijaga dan ditingkatkan, baik oleh instansi terkait maupun masyarakat umum. Demikian Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Flu Burung dan Pandemi Influenza di Jakarta, Rabu ( 10/3 ). Menkes mengatakan, penanganan flu burung dan pandemi influenza di Indonesia tahun 2005 hingga 2009 telah sukses, dan penyebarannya sudah melampaui masa puncak. Namun, pandemi influenza A baru ( H1N1 ) masih berlangsung, karena akan ada mutasi yang sering terjadi, terutama H1N1 dan H1N1, pada waktu serta lokasi yang sulit di prediksi. "WHO juga menghimbau agar enam bulan kedepan, terhitung sejak Januari 2010 supaya kita tetap berjaga jaga. Meskipun tren kasusnya menurun, tetapi masih menjadi ancaman kesehatan dan pandemi," kata Menkes. Menurut Menkes, selama flu burung masih endemik pada populasi hewan, terutama unggas di sebagian besar wilayah Indonesia, risiko manusia untuk terjangkit sangat tinggi. Selain pandemi flu burung dan influenza, menurut Menkes, masih ada masalah penyakit bersumber binatang lain yang belum tertangani, seperti Anthrax, SARS, Rabies dan Penyakit Sapi Gila. Juga di khawatirkan virus Ebola, yang saat ini sudah mengancam masyarakat Filipina.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 7:45 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:14 am

SUPAYA TERHINDAR DARI FLU BURUNG, INI DIA TIPSNYA
Rabu, 11 Januari 2012, 13:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Penyakit flu burung kembali mencuat. Namun, tidak perlu cemas. Ada beberapa hal yang perlu dicermati untuk menghindarkan bahaya penyakit ini. Guru Besar FKH-UGM, R Wasito, sempat menyatakan beberapa waktu lalu bahwa masyarakat harus benar-benar waspada terhadap serangan flu burung. Apalagi, lalat mungkin saja bisa berfungsi sebagai vektor mekanis dan vektor biologi dari virus Avian influenza (flu burung). Sehubungan dengan hal itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Menjaga lingkungan supaya bersih dari kotoran-kotoran dan sampah karena sepasang lalat dalam waktu tiga sampai lima bulan bisa menghasilkan triliunan lala-lalat baru.

2. Peternakan ayam oleh penduduk yang dipelihara secara liar supaya dikandangkan sehingga bila terjadi wabah flu burung bisa diatasi.

3. Yang dipantau hanya peternakan rakyat dan harus diawasi dan diamati secara ketat.
Karena, biasanya kalau pada peternakan rakyat ada ayam satu mati dibiarkan saja dan ini yang bisa menyebarkan virus menyebar. Kalau peternak yang sudah besar biasanya pengelolaannya sudah bagus dan bersih.

4. Melakukan stamping out, yaitu bila ada ayam yang mati langsung dikubur tertutup dan diberi desinfektan.

5. Dilakukan perubahan manajemen menjadi close house yaitu dibuat kandang tertutup.

6. Penyuluhan secara berkelanjutan yang didukung dengan kesadaran masyarakat sehingga mereka bisa melakukan apa yang harus dilakukan bila ada kasus flu burung termasuk juga selalu menjaga kesehatan lingkungan untuk mencegah terjadinya wabah Avian. Hal itu dilakukan mulai dari lingkungan RT, RW, kelurahan, kecamatan, kotamadya/kabupaten sampai provinsi. Untuk hewan unggas lainnya yang terbuka harus selalu diamati bila ada gejala klinis.

7. Tidak perlu dilakukan vaksinasi secara massal. Karena, tipe dan subtipe virus AI itu banyak sekali.
Penelitian yang dilakukan oleh FKH UGM terhadap ayam-ayam yang mati dan sakit dan diisolat pada tahun 2003 ada sembilan isolat. Jadi, bila vaksinnya berasal dari H5N1 sedangkan tipe virus influenzanya bukan H5N1, antibodinya tidak bisa mengenali, sehingga percuma. Saat ini di seluruh dunia sudah ada 85 isolat virus flu burung.

8. Selain itu masyarakat juga diimbau agar menghindari kontak dengan unggas sakit, selalu membiasakan cuci tangan pakai sabun, senantiasa menjaga kesehatan dan segera berobat saat tubuh mulai menunjukkan gejala tanda sakit.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 7:50 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:16 am

LAPORAN KASUS FLU BURUNG KE 190
Jakarta, 4 Juli 2012
Kementerian Kesehatan RI, “Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan” mengumumkan satu kasus baru H5N1 yang telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes. Kasus atas nama KK (perempuan, 8 tahun) warga Kab Karawang, Jawa Barat. Pada tanggal 18 Juni 2012 kasus mulai mengalami demam, tanggal 19 Juni kasus pergi berlibur ke Singapura dan keesokan harinya berobat didokter praktek swasta, didiagnosa radang tenggorokan. Pada tanggal 24 Juni kembali ke Jakarta. Tanggal 25 Juni kasus berobat ke RS. B Kab Karawang dengan keluhan panas lebih dari satu minggu, muntah, batuk, tidak nafsu makan dan didiagnosa febris dan penurunan kesadaran dan hasil foto toraks ada Bronchopneumonia Duplex. Tanggal 26 Juni pulang paksa, lalu berobat ke RS. S Jakarta Barat, keadaan kasus semakin memburuk kemudian dipasang ventilator dan masuk ICU, pada tanggal 28 Juni dirujuk ke RSP dengan diagnosa suspek Flu Burung, pada tanggal 29 Juni hasil pemeriksaan sampel oleh Litbangkes(BTDK) Positif H5N1.Kondisi kasus semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 3 Juli 2012 pukul 22.45 WIB. Telah dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah kasus, lingkungan sekitar, pasar dan RS tempat kasus dirawat sebelum dirujuk ke RS rujukan FB (RSP). Didapatkan kemungkinan faktor risiko yaitu kontak dengan unggas karena sebelumnya (tgl 12 Juni) kasus pergi ke pasar bersama ayah dan kakaknya, membeli 5 ekor ayam hidup dimana kasus ikut memilih ayamnya dan dipotong di tempat pemotongan unggas (TPU), kasus juga turut memegang ayam yang sudah dipotong tersebut. Setiap hari kasus ke sekolah melewati pasar baru Karawang yang ada penjual unggasnya. Dengan bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif Flu Burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai berita ini disiarkan adalah 190 kasus dengan 158 kematian. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama selaku focal point International Health Regulation (IHR) telah menginformasikan tentang kasus ini ke WHO.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau e-mail kontak@depkes.go.id


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 7:51 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:23 am

BUTUH 10 TAHUN UNTUK BERANTAS FLU BURUNG
Asep Candra | Jumat, 22 April 2011 | 09:30 WIB
ROMA, KOMPAS.com — Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyatakan, setidaknya dibutuhkan waktu 10 tahun untuk memberantas wabah flu burung (H5N1) dari peternakan unggas di enam negara tempat virus itu menjadi endemik. Menurut FAO, strain H5N1 avian influenza dilaporkan terdapat di 60 negara pada saat puncak penyebarannya pada 2006. Namun, sebagian besar kasus flu burung saat itu berhasil ditangani. Walau demikian, virus ini tetap menjadi endemik di Banglades, China, Mesir, India, Indonesia, dan Vietnam karena sifat produksi dan rantai pasarnya, serta kualitas pelayanan dari kesehatan hewan. Faktor lainnya, menurut FAO, di negara-negara tersebut kekhawatiran akan ancaman H5N1 tidak serta-merta diterjemahkan dalam suatu rencana konkret untuk mengendalikan virus dan mengeliminasinya. Virus H5N1 menewaskan sekitar 320 orang di seluruh dunia sejak 2003. "Menghilangkan virus influenza H5N1 yang sangat patogenik dari unggas-unggas di enam negara yang masih endemik akan memakan waktu 10 tahun atau lebih," dalam pernyataan FAO. FAO membuat rekomendasi untuk setiap negara mengenai tindakan yang harus diambil lima tahun ke depan untuk memungkinkan mereka untuk memberantas virus. "Ini berisi gabungan dari tindakan yang bertujuan untuk pengendalian wabah dan respons, mengumpulkan dan menganalisis informasi, dan pencegahan penyakit dan pengurangan risiko,"katanya.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 8:17 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 9:24 am

KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH TERHADAP FLU BURUNG CUKUP TINGGI
Jakarta, 20 Januari 2012
Selama ini, faktor risiko flu burung diidentifikasi berasal dari unggas yang mati, dari lingkungan yang tercemar, dan beberapa risiko yang belum diketahui. Karena itu, perhatian berbagai Kementerian juga Pemerintah Daerah diarahkan kepada program pencegahan. Upaya respon berupa tindakan pencegahan dan penanggulangan flu burung tersebut, antara lain surveilans untuk deteksi dini dan investigasi kasus flu burung; sosialisasi pencegahan flu burung kepada masyarakat dan industri perunggasan; peningkatan biosecurity pada pemilik unggas; respon pengobatan di Rumah Sakit Rujukan; pemberian tindakan profilaktif kepada orang yang kontak dengan korban meninggal dengan obat antiviral oseltamivir; dan pemberdayaan masyarakat. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono, didampingi Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat memberikan keterangan kepada sejumlah pers usai melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas Tren Perkembangan Flu Burung dan Faktor Risiko dalam Penanganan Korban Flu Burung, Jakarta (20/01/2012). “Kesiapsiagaan ditingkatkan, terlebih pada musim hujan seperti sekarang. Menurut catatan dan pengalaman selama ini, puncak kejadian di berbagai Negara terjadi pada musim-musim hujan, yaitu antara Januari hingga April”, ujar Menkokesra.

Menurut Menkokesra, masalah penanggulangan flu burung saat ini, yaitu kelambatan deteksi dini flu burung di puskesmas, klinik swasta; Keterbatasan kapasitas RS untuk merespon flu burung terutama RSUD Kabupaten dan RS Swasta sebagai tempat pengobatan pertama bagi masyarakat; Masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap ancaman flu burung; restrukturisasi usaha perunggasan terutama kurangnya kesehatan lingkungan; dan sulitnya relokasi tempat penampungan dan pemotongan unggas. Karena itu, sebagai tindak lanjut, perlu dilakukan penguatan surveilans terpadu pada unggas dan manusia; intensifikasi sosialisasi peningkatan kewaspadaan flu burung oleh pemerintah namun tidak membuat panik masyarakat; peningkatan kapasitas RS rujukan FB melalui penguatan tindakan life saving di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit rujukan flu burung; simulasi respon flu burung memanfaatkan sarana kesehatan pemerintah dan swasta serta pemberdayaan masyarakat; penguatan riset memantau perkembangan virus H5N1; dan penguatan sistem One Health (kesehatan hewan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan dan kesehatan satwa liar).

Ditambahkan oleh Menkes, sistem kewaspadaan yang dilakukan Kemenkes antara lain dengan mengembangkan sentinel surveilans, baik di tingkat puskesmas di seluruh Indonesia untuk pemeriksaan spesimen pada pasien dengan gejala flu, maupun sentinel surveilans di rumah sakit, yang khusus untuk pasien dengan penyakit paru-paru akut. Selain itu, dilakukan juga surveilans bersama dengan Kementerian Perrtanian dan Dinas Peternakan. “Saat ini kita akan meningkatkan kemampuan laboratorium, artinya, jangan hanya 1 laboratorium di Jakarta saja yang mampu memeriksa, tapi kita mempunyai jejaring 42 laboraturium di seluruh Indonesia. Kasus Flu burung termasuk kasus yang jarang, jadi diperlukan juga peningkatan kemampuan sumber daya manusianya”, tambah Menkes. Menkes menjelaskan, sejak 2007 terdapat 100 RS rujukan flu burung di Indonesia. Dari segi kesiapan, sekitar 80% sudah memiliki ruang isolasi, dan 20% diantaranya sudah memiliki ruangan yang bertekanan negatif. Hal lainnya, obat oseltamivir telah didistribusikan ke 33 provinsi, dan buffer stock di pusat ada sebanyak 1 juta dosis. Selain itu, Alat Pelindung Diri (APD) hingga kini jumlahnya masih mencukupi. Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kasus flu burung 184, Menkes memberikan keterangan bahwa penanganan yang dilakukan sudah sesuai prosedur, yakni dilakukan pemeriksaan selama tiga kali berturut-turut, dan hasilnya negatif. Berdasarkan hasil tersebut, pasien dipindah ke ruang perawatan biasa, dengan tetap diberikan oseltamivir. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk, dan saat dilakukan pemeriksaan kembali, dan hasilnya positif. Saat itu pasien tidak batuk atau pilek. Kemungkinan spesimen yang diperiksa tidak cukup dalam karena tidak ada cairan yang keluar. “Kasus ini bukan penularan dari manusia ke manusia, karena masa inkubasinya berdekatan, sehingga diduga sumber penularannya yang sama. Selain itu, hingga saat ini belum ada sinyal potensi pandemi. Karena secara epidemiologi, belum ada kasus penularan dari manusia ke manusia, dan secara virologi, belum ditemukan mutasi”, tegas Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567 dan 081281562620, atau alamat e-mail info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 24, 2013 8:21 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Penyakit Zoonosis
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 19Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 12 ... 19  Next
 Similar topics
-
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Pengobatan Penyakit Jantung yang Aman pada Ibu Hamil

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: