Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Zoonosis

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 10 ... 19  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:43 am

PENYAKIT ZOONOSIS
Sumber: Kompas Kamis 11 Maret 2010
Penyakit zoonosis adalah penyakit infeksi yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Henry Walke selaku Kepala Program Kantor Koordinasi dan Pengembangan Kesehatan Dunia dan Kesehatan Masyarakat pada Centres for Disease Control ang Prevention ( CDC ) AS mengatakan pada hari Selasa ( 9/3 ), sekitar 60% penyakit infeksi yang baru muncul merupakan penyakit zoonosis. Dia mengatakan, penyakit zoonosis semakin menjadi ancaman, terutama di negara ber populasi besar, beragam dan mempunyai keragaman satwa, termasuk satwa liar. Sejumlah faktor pemicu penularan penyakit antara lain:

1. Perubahan lingkungan hidup yang menyebabkan semakin dekat jarak hewan dengan manusia,
2. Domestikasi hewan, termasuk hewan eksotik.

Akibatnya, penyakit yang tadinya berdiam di hewan berpindah ke manusia.
Sejumlah kasus seperti terjadinya flu burung, rabies dan ebola merupakan contoh yang menyebabkan berbagai masalah serius dan terjadi di sejumlah negara. Direktur Global Disease Detection Operations Centre CDC, Ray Arthur mengatakan, program pendeteksian dan investigasi penyakit semakin giat dilakukan, terutama setelah munculnya kasus SARS di berbagai belahan dunia. Lewat pendeteksian itu, semakin banyak patogen baru yang ditemukan, yakni setidaknya lima patogen baru tahun 2003 hingga menjadi sekitar 30 patogen baru sampai dengan tahun 2008. Direktur Division of Viral and Rickettsial Disease National Centre for Zoonotic Vector Borne and Enteric Disease CDC, Steve Monroe mengatakan, patogen itu tidak selalu baru sama sekali. Dapat terjadi selama ini patogen sudah ada, tetapi tidak dikenali. Hal itu karena patogen terisolasi di tubuh hewan atau para penderita nya terpencil. Umumnya, patogen baru diketahui kemudian, setelah terjadi peningkatan kasus di populasi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:44 am

WASPADAI PENYAKIT BINATANG
Thursday, 27 September 2012 Seputar Indonesia
Ancaman penyakit zoonosis atau yang ditularkan dari binatang semakin meningkat.Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan tempat yang amat berpotensi terjadinya pandemi penyakit zoonosis. Beberapa jenis binatang menjadi sahabat manusia sehingga sering menjadi peliharaan di rumah seperti kucing, anjing,ikan,burung,kelinci, hamster,iguana,dan ular. Namun,di balik wajah dan tingkahnya yang menggemaskan, hewan-hewan lucu tersebut berpotensi menularkan penyakit berbahaya. Penyakit yang disebut dengan zoonosis tersebut berkembang pesat beberapa tahun terakhir.Hal ini menjadi tanda bertambahnya ancaman penyakit mematikan yang ditularkan secara alamiah di antara hewan dan manusia tersebut. Sudah pasti,penyakit ini merupakan ancaman baru bagi kesehatan manusia. Sampai saat ini terdapat tidak kurang dari 300 penyakit hewan yang dapat menulari manusia.Dalam 20 tahun terakhir, 75% penyakit baru pada manusia terjadi akibat perpindahan patogen dari hewan ke manusia atau bersifat zoonotik. Dan dari 1.415 mikroorganisme patogen pada manusia, 61,6% di antaranya bersumber dari hewan. Untuk itu,perlu kerja sama antara pemerintah pusat,daerah, sektor swasta,dan kelompok masyarakat dalam menekan dampak penyebaran penyakit ini.Sekretaris dan Ketua Harian Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (KNPZ) Emil Agustiono mengatakan, sekarang saatnya untuk menggunakan paradigma baru dalam memerangi penyakit zoonosis.

Kampanye untuk memerangi penyakit zoonosis,seperti flu burung,rabies,dan anthrax,menurut dia,harus melibatkan the whole of society atau segenap komponen masyarakat. Kampanye tersebut juga harus memakai paradigma one healthyang mengarahkan semua aspek dalam kesehatan masyarakat,hewan, lingkungan,bahkan keamanan dan ketahanan pangan. “Kampanye pengendalian zoonosis ini harus dilakukan di berbagai sektor dan oleh berbagai pemain,”sebut Emil dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke- 1 Pengendalian Zoonosis di Legian, Bali,seperti dalam rilis yang diterima SINDO. Emil mengutarakan,interaksi antara hewan,satwa liar, manusia,dan lingkungan dapat menjadi potensi risiko percepatan penyebaran zoonosis. Karena itu,mitigasi risiko dengan mengerahkan semua komponen masyarakat berdasarkan rencana kerja yang terpercaya dari pemerintah daerah dan sektor swasta dapat menjadi jalan terbaik menghilangkan risiko-risiko tersebut. Penyakit zoonosis dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui beberapa cara.

Di antaranya melalui kontak langsung dengan hewan pengidap zoonosis,kontak tidak langsung melalui vektor,mengonsumsi pangan yang berasal dari ternak sakit,atau melalui aerosol di udara ketika seseorang berada di lingkungan yang tercemar. Penyakit yang diderita ternak selama pemeliharaan,misalnya, dapat menular ke manusia melalui konsumsi bahan pangan asal ternak tersebut. Berdasarkan hewan penularnya, penyakit zoonosis dibedakan menjadi zoonosis yang berasal dari satwa liar,zoonosis dari hewan yang tidak dipelihara, tetapi ada di sekitar rumah,seperti tikus yang dapat menularkan leptospirosis, dan zoonosis dari hewan yang dipelihara manusia. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengemukakan, inisiatif bersama sangat penting karena wabah dan kejadian luar biasa (KLB) penyakit zoonosis tidak hanya mengancam kehidupan manusia,juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Merupakan tugas pemerintah pusat dan daerah,serta sektor swasta,akademisi dan masyarakat, untuk mengembangkan kapasitas kita dalam mencegah dan mengurangi ancaman penyakit zoonosis yang dapat membahayakan jiwa, merusak mata pencaharian, dan mengganggu pelayanan publik,”ujarnya. Sementara itu,Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, acara rapat koordinasi dan keberadaan komite menunjukkan komitmen pemerintah dan mitra-mitranya,serta para pakar dalam membasmi penyakit zoonosis di Indonesia. rendra hanggara
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:44 am

PENYAKIT HEWAN MASIH JADI ANCAMAN, DIMANA PERAN DOKTER HEWAN?
Kamis, 05/07/2012 15:37 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Akhir-akhir ini dunia banyak digemparkan oleh wabah penyakit baru yang ditularkan oleh hewan ternak. Sampai sekarang, wabah ini masih menjadi ancaman. Potensi bahaya ini akan dapat diminimalisir jika tenaga dokter hewan yang ada dapat mencukupi. Sama seperti halnya persebaran dokter spesialis, bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang kurang merata, dokter hewan juga demikian. Namun persebaran dokter hewan lebih buruk lantaran masih kurang diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah sendiri. "Sampai tahun 2010, hanya ada 5 universitas di Indonesia yang memiliki fakultas kedokteran hewan, yaitu IPB, UGM, Unair, Udayana dan Universitas Syah Kuala. Tiap tahun, ada 500 orang lulusan kedokteran hewan, dan kebanyakan lebih memilih bertugas di kota karena menangani hewan peliharaan," kata Muhammad M. Hidayat, DVM., MSc., Kepala Seksi Zoonotik Kementrian Pertanian Indonesia dalam acara Rapat Koordinasi Jurnalis Tanggap Zoonotik di Hotel Merlynn Park Jakarta, Kamis (5/7/2012). Maraknya berbagai kasus penyakit hewan yang menular pada manusia ini memang seharusnya juga ikut ditangani oleh dokter hewan. Untuk memutus rantai penularan infeksi penyakit dari hewan, maka kesejahteraan dan kesehatan hewan juga harus diperhatikan. Beberapa penyakit baru yang mewabah akhir-akhir ini dan membahayakan manusia banyak berasal dari hewan. Secara ilmiah, penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya ini disebut zoonosis. Yang mengerikan, sebanyak 75% penyakit menular baru yang menyerang manusia diakibatkan zoonosis. "Di pemerintah sendiri, terutama di kementerian, yang banyak direkrut untuk menangani masalah kesehatan ternak adalah sarjana peternakan. Padahal yang lebih kompeten di bidang tersebut adalah dokter hewan," kata Andi. Dengan banyaknya dokter hewan yang siap melayani kebutuhan masyarakat, maka menjangkitnya penyakit pada hewan yang berisiko menular ke manusia dapat ditekan. Wabah zoonosis seringkali berdampak besar pada perekonomian, sehingga menimbulkan kerugian yang besar. Andi memberikan salah satu contoh di daerah pedalaman Sulawesi di mana 147 ekor sapi terserang antraks dan mati dalam waktu 2 minggu. Apabila ada dokter hewan yang bisa membantu, mungkin masyarakat tidak harus mengalami kerugian sebesar itu. Selain itu, menurut Andi, pemerintah daerah juga terkadang kurang menaruh kepedulian terhadap penyakit pada hewan. Semenjak desentralisasi, pemerintah daerah berhak mengubah-ubah susunan kelembagaan dinas di daerahnya. Jadi tak jarang dinas peternakan digabung dengan dinas lainnya atau bahkan dihilangkan. Sampai-sampai, muncul plesetan dinas Perkutut (Pertanian, Perkebunan dan Kelautan), dinas Buntek (Perkebunan dan Peternakan), dan dinas Kepepet (Kelautan, Pertanian dan Peternakan). Tapi setelah melihat kenyataan bahwa wabah zoonosis tidak bisa dianggap remeh, Andi mengatakan bahwa pemerintah akan merevisi Undang-undang Otonomi Daerah agar kesehatan hewan ini dapat menjadi prioritas di setiap daerah di Indonesia.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:44 am

9 HEWAN INI BERISIKO TULARKAN PENYAKIT
Rabu, 3 Oktober 2012 | 11:54 WIB
KOMPAS.com — Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan memang memberi kebahagiaan tersendiri. Namun yang menjadi permasalahan, bagaimana jika binatang kesayangan justru membawa malapetaka bagi Anda? Binatang selama ini memang diketahui sebagai salah satu sumber penyebaran penyakit. Oleh karena itu, penting artinya bagi Anda para penggemar hewan untuk mengenali ancaman dari keberadaan binatang peliharaan Anda. Dan tentu yang tidak kalah penting adalah selalu rutin menjaga kesehatan serta kebersihan hewan kesayangan beserta kandangnya. Berikut ini adalah beberapa jenis hewan dengan potensi yang dimilikinya untuk menjadi penular dan perantara bibit penyakit. Di antara hewan-hewan ini, ada yang bebas dan hidup liar di alam, ada pula yang menjadi binatang peliharaan. Yang pasti, bila Anda memiliki hewan peliharaan, pastikan untuk selalu memantau dan mengecek kesehatan mereka secara berkala untuk mencegah kemungkinan penularan.

1. Monyet
Sejumlah pakar penyakit menular menyatakan, kera atau monyet bisa membawa virus Herpes B yang dapat ditularkan kepada melalui air liur dan berpotensi mematikan. "Herpes B dapat menyebabkan ensefalitis, pembengkakan otak. Virus ini terdapat dalam air liur dan dapat masuk ke otak. Untungnya, kasus ini masih cukup jarang terjadi," kata Dr. William Schaffner, professor and chairman, Department of Preventive Medicine dari Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tenn.

2. Kelelawar
Meskipun kelelawar jarang ditemukan, binatang ini juga dapat menyebabkan penyakit serius. "Kelelawar dapat menyebabkan rabies pada manusia," ungkap Schaffner. Virus rabies lebih sering menyebar melalui kontak dengan binatang lainnya yang terinfeksi seperti serigala, anjing hutan, rakun, selain juga anjing dam kucing. Rabies dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan, dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, kelumpuhan parsial dan kesulitan menelan. Jika tidak diobati, biasanya berakibat fatal dalam beberapa hari setelah gejala ini muncul.

3. Kelinci liar
Sebagai binatang peliharaan, kelinci memang telihat begitu manis dan menggemaskan. Tetapi kelinci juga bisa membahayakan, karena dapat menularkan penyakit tularemia. Tularemia adalah penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan serius. Tularemia juga dikenal sebagai demam kelinci. Gejala yang ditimbulkan di antaranya demam mendadak, menggigil, nyeri sendi dan lemah. Bahkan untuk orang yang terinfeksi dapat berisiko terkena pneumonia (radang pada organ paru) dan kesulitan bernapas. Dr. Gordon Dickinson, Ahli Penyakit Menular, University of Miami Miller School of Medicine, mengatakan, orang-orang yang berisiko tinggi terhadap penyakit ini adalah pemburu.

4. Burung
Burung dapat menularkan sejumlah penyakit. Di antaranya adalah flu burung, penyakit yang cukup mendapat perhatian internasional pada tahun 1990-an. Flu burung disebabkan oleh virus, H5N1, yang dapat tertular melalui penanganan unggas yang terinfeksi. Sejak tahun 1997, lebih dari 120 juta burung di seluruh dunia telah mati atau dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. H5N1 sangat mematikan pada manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 300 orang telah meninggal dunia akibat flu burung sejak tahun 2003. Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

5. Tikus
Hantavirus adalah penyakit yang ditularkan oleh tikus. Hantavirus terdapat pada tinja, air liur, air kencing tikus. Gejala pada penderita antara lain demam dan nyeri otot, sakit perut, diare serta muntah. Gejala berlanjut menjadi batuk dan sesak nafas dalam 4-5 hari setelah terinfeksi. Jika tak segera ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal yakni infeksi paru-paru Bukan hanya itu, tikus juga dapat menularkan penyakit leptospirosis. Leptospirosi adan penyakit akibat bakteri Leptospira sp yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan meningitis. Bakteri tersebut juga dapat menularkan bakteri salmonella dan giardia, yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan.

6. Reptil
Reptil adalah hewan yang sangat berbahaya, karena secara alami membawa bakteri salmonella pada kulit mereka. "Sama halnya dengan manusia yang memiliki (bakteri Staph) pada kulit, reptil juga mempunyai bakteri yakni salmonella pada kulit mereka," kata Emilio DeBess, seorang dokter hewan. Menurut DeBess, anak-anak sangat rentan terhadap infeksi salmonella yang disebabkan oleh reptil. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa sekitar 74.000 orang terpapar bakteri salmonella yang berasal dari reptil.

7. Sapi
Menurut Emilio DeBess, sapi mempunyai keterkaitan dengan penyebaran tiga penyakit utama seperti, infeksi salmonella, infeksi E. coli dan ensefalitis. Strain bakteri E. coli yang dikenal sebagai O157: H7 tidak berbahaya untuk hewan ternak, tetapi dapat menyebabkan penyakit serius dan bahkan kematian pada manusia. Ensefalitis sapi, atau Mad Cow Disease, adalah penyakit peradangan otak akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika penyakit ini menyebar ke manusia dapat menyebabkan Creutzfeld-Jakob Disease, suatu penyakit degeneratif otak dan bisa mematikan pada manusia. DeBess mengatakan, sulit untuk mengetahui berapa banyak jumlah kasus Creutzfeld-Jakob, karena masa inkubasinya yang cukup panjang.

8. Anjing
Anjing merupakan teman terbaik manusia yang juga bisa menjadi musuh terburuk manusia ketika menularkan penyakit. Selain menyebabkan rabies, anjing dapat menularkan parasit seperti cacing tambang dan cacing gelang. Bahkan DeBess menambahkan, kutu pada anjing dapat membawa bakteri yang menyebabkan penyakit Rocky Mountain Spotted Fever, yang berakibat fatal jika tidak diobati.

9. Kucing
Selain menyebabkan rabies, kucing juga dapat menularkan penyakit tularemia dan toksoplasmosis. Menurut DeBess, bakteri dan parasit yang menyebabkan tularemia dan toksoplasmosis biasanya dibawa oleh hewan lain. Toksoplasma dapat terpapar apabila manusia melakukan kontak dengan kotoran kucing yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. "Kami selalu khawatir hal akan terjadi pada wanita hamil. Karena dapat menyebar dari ibu ke janin," katanya. Toksoplasma sangat potensial menyebabkan infeksi bayi dalam kandungan yang dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan dan kecacatan pada bayi.Toksoplasmosis berat dapat menyebabkan kerusakan pada otak, mata atau organ lainnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:45 am

KOMNAS ZOONOSIS
Sumber: Seputar Indonesia Rabu 24 Maret 2010
Pemerintah menyepakati perubahan nama Komisi Nasional ( Komnas ) Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza ( Komnas FBPI ) menjadi Komnas Zoonosis. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat ( Menko Kesra ) Agung Laksono mengatakan, pembentukan Komnas Zoonosis dinilai penting guna memantau dan mengendalikan penularan penyakit yang berasal dari binatang ( zoonosis ) seperti unggas, sapi, anjing, tikus dan kelelawar. "Kalau penularannya hanya antar binatang, dampak sosialnya mungkin tidak terlalu besar. Namun, kalau sudah menyangkut manusia bisa lebih berbahaya. Misalnya seperti kasus rabies di Bali. Walaupun hanya satu kasus, seluruh dunia jadi tahu," tegas Agung seusai memimpin rapat koordinasi pembentukan Komnas Zoonosis di Jakarta kemarin. Komnas Zoonosis akan terfokus pada upaya pencegahan penyakit yang bersumber dari hewan, koordinasi lintas sektor, pengendalian, promosi dan sosialisasi cara hidup sehat. Komnas Zoonosis akan bekerja dengan dasar hukum Peraturan Presiden.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:45 am

HEWAN HEWAN YANG BISA BIKIN ORANG SAKIT
Sabtu, 20/08/2011 10:05 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Memiliki hewan peliharaan biasanya dapat membantu menurunkan stres dan membuat si pemiliknya lebih sehat. Tapi ada beberapa hewan yang justru membuat Anda menjadi sakit. Apa saja? Tidak semua hewan bisa dipelihara dan beberapa diantaranya justru berpotensi menularkan penyakit berbahaya. Berikut beberapa hewan yang dapat membuat orang sakit, seperti dilansir ABC News, Sabtu (20/8/2011):

1. Monyet
Monyet bisa membawa virus Herpes B yang dapat ditularkan melalui air liur dan dapat berpotensi mematikan. "Herpes B dapat menyebabkan ensefalitis, yaitu pembengkakan otak. Virus ini terdapat dalam air liur dan dapat masuk ke otak manusia," kata Dr William Schaffner, profesor dan ketua Department of Preventive Medicine di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tenn.

2. Kelelawar
Meski manusia jarang bertemu kelelawar, tapi hewan malam ini juga dapat menyebabkan penyakit serius. "Kelelawar dapat menularkan rabies kepada manusia. Itu cukup tinggi pada daftar penyakit serius menyebar melalui kontak dengan hewan," kata Schaffner. Virus rabies lebih sering menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi lainnya seperti coyote, rubah, rakun, kadang-kadang anjing dan kucing. Rabies mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, kelumpuhan parsial dan kesulitan menelan. Jika tidak diobati, biasanya berakibat fatal dalam beberapa hari setelah gejala ini muncul.

3. Kelinci liar
Sementara kelinci liar mungkin tampak manis dan lucu untuk dipelihara, hewan pemakan wortel ini dapat menyebarkan tularemia, yaitu penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan serius. Tularemia juga dikenal sebagai demam kelinci. Gejalanya seperti demam mendadak, menggigil, nyeri sendi dan kelemahan progresif. Orang yang terinfeksi juga dapat mengembangkan rasa sakit pneumonia dan dada serta kesulitan bernapas.

4. Burung
Burung dapat menularkan sejumlah penyakit. Diantaranya adalah flu burung, penyakit yang mendapat perhatian internasional kembali pada tahun 1990-an. Flu burung disebabkan oleh virus H5N1, yang dapat tertular melalui penanganan unggas yang terinfeksi. Sejak tahun 1997, lebih dari 120 juta burung di seluruh dunia telah meninggal akibat flu atau setelah dihancurkan untuk mencegah penyebaran penyakit itu. H5N1 sangat mematikan pada manusia. Penyakit lain yang disebarkan oleh burung adalah demam beo atau psittacosis. Demam beo bisa tersebar bila Anda bernapas dalam tinja kering aerosol yang terinfeksi dari burung yang terinfeksi. Gejalanya seperti demam, menggigil, sakit kepala dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan pneumonia.

5. Tikus
Sejarawan banyak percaya bahwa tikus adalah penyebab Black Death dan juga diketahui membawa mikroorganisme berbahaya lainnya. Diantaranya adalah demam gigitan tikus, penyakit yang dapat disebabkan oleh dua bakteri yang berbeda. Manusia dapat tertular penyakit ini bisa mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi atau melalui gigitan tikus. Gejala bervariasi tergantung pada jenis penyakit ini. Tikus juga dapat menyebarkan leptospirosis, penyakit bakteri serius yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan meningitis. Tikus juga dapat mengirimkan salmonella dan giardia, yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan.

6. Reptil
Reptil seperti kura-kura berbahaya karena secara alami hewan ini membawa salmonella pada kulitnya. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi salmonella yang disebabkan oleh reptil. CDC memperkirakan sekitar 74.000 orang menderita penyakit terkait salmonella yang berhubungan dari reptil.

7. Sapi
Sapi dapat menyebarkan 3 penyakit utama, yakni yang berhubungan dengan infeksi salmonella, infeksi E. coli dan ensefalitis sapi. Ensefalitis sapi atau Mad Cow Disease (penyakit sapi gila) menyebabkan penyakit otak degeneratif pada sapi. Hal ini dapat menyebar ke manusia mengonsumsi bagian dari otak atau sumsum tulang belakang sapi yang terinfeksi. Hal ini dapat menyebabkan Creutzfeld-Jakob Disease, penyakit degeneratif otak dan mematikan pada manusia.

8. Anjing
Teman terbaik manusia ini juga dapat menjadi musuh terburuk ketika menyebarkan penyakit. Selain kadang-kadang menyebarkan rabies, anjing dapat mengirimkan parasit seperti cacing tambang dan cacing gelang. Anjing juga dapat menjadi pelabuhan lain organisme penyebab penyakit. Kutu anjing juga dapat membawa bakteri yang menyebabkan Rocky Mountain Spotted Fever, yang bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

9. Kucing
Meski terlihat imut dan menggemaskan, kucing juga dapat menyebarkan penyakit pada manusia. 50 sampai 90 persen gigitan kucing dapat membuat Anda terinfeksi. Pada kesempatan langka, gigitan kucing dapat menyebabkan infeksi tulang atau ensefalitis. Kucing juga dapat menyebarkan rabies serta tularemia dan toksoplasmosis. Bakteri yang menyebabkan tularemia dan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis biasanya dibawa oleh hewan lain, namun kucing yang berada di luar ruangan atau kontak dengan hewan lain dapat menyebarkan penyakit kepada manusia. Orang yang menderita toksoplasmosis biasanya karena kontak dengan kotoran kucing yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Toksoplasmosis berat dapat menyebabkan kerusakan pada otak, mata atau organ lainnya.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 7:47 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:45 am

SAAT PANCAROBA WASPADAI PENYAKIT ZOONOSA, APA ITU?
Senin, 23 April 2012, 15:28 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Masyarakat Kota Yogyakarta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya berbagai penyakit zoonosa. Itu ialah istilah bagi penyakit dengan perantara hewan seperti avian influenza dan rabies selama musim pancaroba saat ini. "Saat ini, musim sedang tidak menentu sehingga potensi munculnya berbagai penyakit dengan perantara hewan seperti flu burung dan rabies bisa meningkat cukup banyak," kata Kepala Seksi Pengawasan Mutu dan Kesehatan Hewan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Kota Yogyakarta, Endang Finiarti di Yogyakarta, Senin (23/4). Menurut dia, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Kota Yogyakarta telah melayangkan surat edaran ke wilayah-wilayah hingga Rukun Warga (RW) terkait berbagai langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi munculnya berbagai penyakit zoonosa itu. Sejumlah upaya yang bisa dilakukan di antaranya adalah mengandangkan unggas atau hewan pembawa rabies (HPR) sehingga tidak berkeliaran secara bebas. "Wilayah Kota Yogyakarta cukup sempit dan padat penduduk, tetapi banyak penduduk yang memelihara unggas. Sebaiknya, hewan-hewan itu dimasukkan kandang sehingga lingkungan tetap terjaga kebersihannya," katanya. Selain itu, kesehatan unggas juga perlu terus dijaga dengan memberikan vaksinasi secara rutin, baik untuk mencegah flu burung ataupun rabies. "Untuk anjing, meskipun sudah jinak, juga perlu dikandangkan dan divaksin karena saat terdesak, mereka bisa saja menggigit orang," katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tuty Setyowati mengatakan, upaya dasar untuk pencegahan penularan berbagai jenis penyakit adalah menjalankan pola hidup bersih dan sehat, baik untuk lingkungan maupun diri sendiri. "Misalnya saja, selalu mencuci tangan setelah beraktivitas apapun di luar rumah. Untuk lingkungan, bisa dengan mengubur barang bekas agar tidak menampung air sehingga bisa menjadi sarang nyamuk," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:46 am

7 JENIS BINATANG YANG BERMANFAAT BAGI KESEHATAN
Minggu, 26/09/2010 13:31 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Berbagai jenis binatang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia kesehatan. Mulai dari ikan hiu yang menyeramkan hingga bekicot yang sering dijauhi karena lendirnya agak menjijikkan. Dikutip dari Dailymail, Minggu (26/9/2010), beberapa jenis binatang yang bermanfaat adalah sebagai berikut.

1. Kerang hijau (Perna canaliculus)
Satwa ini mengandung senyawa eicosatetraenoic acid yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengatasi nyeri sendi. Sementara di Selandia Baru yang merupakan habitat aslinya, kerang ini telah digunakan untuk mengobati sendi sejak 100 tahun lalu.

2. Hiu
Senyawa kondroitin yang ditemukan di dalam tubuh predator laut ini bisa merangsang pembentukan tulang rawan sekaligus mengatasi nyeri dan radang sendi. Dalam bentuk suplemen, senyawa ini bisa dikonsumsi secara rutin untuk mencegah osteoarthritis.

3. Sapi
Bukan hanya daging dan susu yang bisa dimanfaatkan dari sapi, kolagen atau jaringan penghubung antara kulit dan dagingnya juga berguna. Banyak dipasarkan dalam bentuk suplemen, gunanya untuk meredakan nyeri sendi.

4. Rusa jantan
Bagian terluar tanduk rusa juga baik untuk memelihara sendi dan mengurangi nyeri di bagian tersebut. Kandungan kalsiumnya yang tinggi dapat mengurangi radang dan membuat jaringan tulang rawan lebih elastis sehingga sendi.

5. Bekicot
Manfaat lendir bekicot untuk perawatan kulit dan patah tulang ditemukan pertama kali oleh para peternak bekicot di Cili. Lendir tersebut kaya akan allantonin, kolagen dan elastin yang juga berperan saat bekicot memperbaiki cangkangnya sendiri.

6. Ulat sutra
Sebuah penelitian di German State Hospital mengungkap, enzim serrapeptase yang dihasilkan ulat sutra efektif meredakan nyeri dan pembengkakan hingga 50 persen dalam 3 hari setelah operasi. Enzim tersebut bekerja dengan mengurai jaringan radang serta jaringan mati pada manusia.

7. Babi
Katup jantung pada babi memiliki ukuran hampir sasma seperti pada manusia sehingga bisa dicangkokkan untuk mengatasi kerusakan katup jantung pada manusia. Di antara hewan lain, katub jatung babi paling trombogenik atau tidak mudah menyebabkan penggumpalan darah. Kemiripan lain antara babi dengan manusia bsia ditemukan pada insulin. Oleh karenanya revolusi pengobatan diabetes juga diarahkan pada pemanfaatan insulin babi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:47 am

5 PENYAKIT MANUSIA INDONESIA YANG DITULARKAN DARI HEWAN
Kamis, 05/07/2012 15:02 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Kesehatan manusia sangat erat kaitannya dengan kesehatan hewan, mengingat beberapa penyakit hewab dapat menular dan membahayakan manusia. Dalam istilah medis, penyakit hewan yang dapat menular ke manusia disebut zoonosis. Perubahan iklim global dan melesatnya tingkat konsumsi manusia memicu munculnya penyakit baru yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam istilah medis, penyakit ini disebut emerging infectious disease (EID). Salah satu contohnya yang paling fenomenal adalah wabah flu burung dan flu babi beberapa tahun lalu. "Masyarakat mungkin banyak yang belum tahu bahwa 70% penyakit menular baru yang menyerang manusia itu disebabkan oleh zoonosis atau ditularkan dari hewan. Tingkat kematiannya pun sangat tinggi, yaitu 50% - 90% sebab menyerang otak dan organ tubuh lainnya. Selain itu, dampaknya terhadap perekonomian juga sangat besar," kata drh Misriyah, M.Epid dari Direktorat Penyuluhan Penyakit Bersumber Binatang Kementrian Kesehatan dalam acara Rapat Koordinasi Jurnalis Tanggap Zoonosis di Hotel Merlynn Park Jakarta, Kamis (7/7/2012). Misriyah menuturkan, saat ini ada lebih dari 250 hewan yang berpotensi bisa menularkan penyakitnya ke manusia. Di Indonesia sendiri, ada 132 spesies patogen yang bersifat zoonosis. Jumlah ini tentu menjadi ancaman jika tidak diseriusi penanganannya, tapi juga terlalu banyak jika harus diatasi oleh pemerintah dan masyarakat. Di antara jumlah sebanyak itu, ada 5 penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah dan berisiko menjadi wabah di masyarakat, yaitu:

1. Flu Burung
Flu burung mulai ditemukan menjangkiti unggas pada tahun 2003 dan mulai menyerang manusia pada Juni 2005. Di Indonesia, penyakit ini sudah merenggut korban jiwa sebanyak 157 orang dari 189 kasus positif flu burung. Artinya, tingkat risiko kematiannya sebesar 83% dan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Ada 15 propinsi di Indonesia yang sudah tersentuh oleh flu burung, sebagian besar ada di sekitar DKI Jakarta. Penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi. Masa inkubasi virus penyebab flu burung adalah 7 hari. Yang mengkhawatirkan, unggas yang terkena virus tidak menunjukkan gejala sakit namun tiba-tiba mati. Untungnya sudab ditemukan vaksin virus flu burung, yaiti tamiflu atau oseltamivir. Namun jika terlambat ditangani, infeksi bisa berakibat fatal.

2. Rabies
Penyakit ini sempat menggemparkan Bali pada tahun 2008 lalu. Rabies disebabkan oleh virus yang ditularkan lewat gigitan anjing, kera dan kucing. Namun selama ini di Indonesia, 98% kasus rabies ditularkan dari anjing. Ada sebanyak 24 propinsi di Indonesia yang sudah tertular rabies. Meskipun demikian, rata-rata kasusnya cukup rendah, yaitu 142 kasus per tahun, dibanding secara global sebesar 55.000 kasus rabies per tahun. Apabila sudah menunjukkan gejala klinis, maka pasien rabies sulit diselamatkan nyawanya. Oleh karena itu, pasien rabies harus segera ditangani. Gejala klinisnya adalah demam, nyeri kepala, sulit menelan, takut air dan sensitif terhadap angin dan suara.

Apabila tergigit anjing rabies, lakukan 3 hal berikut:
- Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun atau deterjen selama 15 menit.
- Beri antibodi serum anti rabies
- Beri antibodi dengan vaksinasi jangka panjang.

Mencuci luka rabies dengan air sabun dapat menurunkan risiko kematian sebesar 50%. Vaksin anti rabies bisa diperoleh di puskesmas atau rumah sakit.

3. Antraks
Antraks disebabkan oleh bakteri yang ditularkan oleh hewab ternak seperti kambing, sapi, domba dan kerbau. Penularannya adalah lewat spora bakteri yang masuk lewat makanan ataupu luka. Ada 3 jenis antraks di dunia, yaitu antraks kulit, antraks pernapasan dan antraks pencernaan. Di Indonesia, 90% kasus antraks adalah antraks kulit. Sedangkan yang paling mematikan adalah antraks pernapasan dan pencernaan. Pada antraks kulit, gejalanya timbul bungkul merah yang berubah kehitaman di kulit. Bila bungkul pecah, akan menjadi koreng dan muncul bungkul berikutnya. Jika tidak segera diobati bisa menyebabkan kematian akibat septikimia. Ketika bakteri antraks terkena udara, maka bakteri akan membentuk spora yang bisa bertahan hingga 10 tahun. Inilah mengapa antraks begitu bahaya dan sering dianggap sebagai senjata biologis.

4. Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan oleh urine tikus. Penyakit ini seringkali marak ketika banjir. Penularannya terjadi jika air yang mengandung urine tikus terinfeksi masuk ke tubuh lewat luka, mata, selaput lendir atau bahkan dikonsumsi. Penyakit ini pernah mewabah di Yogyakarta pada tahun 2011 lalu, namun untungnya berhasil diatasi. Di Indonesia, baru ada 6 propinsi yabg melapor terserang wabah leptospirosis. Meskipun demikian, tingkat kematiannya masih cukup tinggi, yaitu sekitar 12%.

5. Pes
Penyakit ini menular akibat gigitan tikus atau memakan makanan akibat gigitan tikus. Terkadang bisa juga lewat kutu-kutu dari tikus. Gejala khasnya adalah terjadi pembengkakan pada kelenjar limfa di selangkangan dan ketiak atau disebut bobo. Di Indonesia, ada 3 daerah yang pernah bermasalah dengan wabah ini, yaitu Jawa Tengah, tepatnya di kecamatan Selo dan Cepogo di Boyolali; Jawa Timur, tepatnya di kabupaten Pasuruan dan di Yogyakarta, tepatnya di Cangkringan, Sleman.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Zoonosis   Wed Dec 12, 2012 7:47 am

7 PENYAKIT MANUSIA YANG DITULARKAN DARI HEWAN
Kamis, 17/11/2011 18:08 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Manusia seringkali memanfaatkan hewan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Meskipun berbeda spesies, bukan berarti penyakit yang diidap hewan tidak dapat menular ke manusia. Fenomena ini disebut zoonosis. Kebersihan adalah kunci utama menghindari infeksi penyakit dari hewan ini. Tidak semua penyakit bisa ditularkan, tapi beberapa penyakit yang bisa ditularkan kabanyakan bebahaya bagi manusia. Tujuh penyakit yang bisa ditularkan hewan kepada manusia seperti dilansir Health24.com, Kamis (17/11/2011) antara lain:

1. Toksoplasma
Menyentuh tinja kucing adalah celah dimana toksoplasmosis menyerang manusia. Cucilah tangan setelah menyentuh kotoran kucing. Ibu hamil harus sangat berhati-hati sebab infeksi toxoplasma dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau kecacatan pada bayi yang dikandung.

2. Avian influenza
Avian influenza atau flu burung disebabkan oleh virus yang ditemukan pada burung yang terinfeksi. Tak hanya burung, hewan sebangsa unggas juga bisa menularkan ayam, bebek atau kalkun.

3. Pes atau sampar
Meskipun tak banyak ditemui saat ini, wabah pes sempat meluluh lantakkan eropa di abad pertengahan. Pes ditularkan dilakukan melalui kutu yang banyak ditemukan tikus rumah dan hewan pengerat lainnya.

4. Salmonella
Memelihara reptil memang eksotis dan unik. Namun di lain hal, sang pemilik sebaiknya sudah bersiap-siap terserang infeksi bakteri salmonella.

5. Ebola
Ebola adalah virus demam berdarah yang parah yang didapatkan karena kontak dengan hewan seperti simpanse, gorila dan bahkan kelelawar yang telah terinfeksi.

6. Giardia
Parasit usus seperti giardia dapat masuk ke dalam tubuh jika air minum terkontaminasi kotoran dari ternak, hewan unggas air atau lainnya.

7. Rabies
Satu gigitan saja dari hewan yang terinfeksi dapat menyebabkan infeksi virus penyebab infeksi otak ini. Untungnya vaksin rabies yang ada saat ini cukup efektif, bahkan ketika diberikan setelah cukup lama terpapar penyakit.
Back to top Go down
 
Penyakit Zoonosis
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 19Go to page : 1, 2, 3 ... 10 ... 19  Next
 Similar topics
-
» Jus Lalat sebagai obat untuk penyakit
» Cara Mengobati Penyakit Liver
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Pantangan Makanan Penderita Sakit Ginjal
» ketika ilmu dihilangkan dan kebodohan merajalela

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: