Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bedah Caesar Untuk Bersalin?

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 5, 6, 7 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:12 pm

PENTINGNYA "HOSPITAL TOUR" SEBELUM MELAHIRKAN
Bidan Romana Tari | Asep Candra | Senin, 19 Maret 2012 | 11:28 WIB
KOMPAS.com - Pelayanan kesehatan terutama di bidang kebidanan yang memuaskan dan profesional bagi ibu hamil harus menjadi jaminan dari setiap rumahsakit atau klinik bersalin. Hal ini berkaitan juga dengan kesiapan fasilitas pelayanan yang ada di rumah sakit dan bagaimana keramahan para praktisi kesehatan baik medis maupun paramedis. Sebuah pelayanan yang profesional tentu tidak akan ragu untuk memperkenalkan semua fasilitas baik ruang, alat kesehatan penunjang maupun menjelaskan bagaimana prosedur yang akan dilalui para klien atau ibu hamil yang akan melahirkan di sarana kesehatan yang mereka miliki.

Tujuan hospital tour
Menengok kembali pelayanan kebidanan di rumah sakit dan klinik bersalin masa dahulu, jarang ibu hamil diberi kesempatan dan diberi tahu manfaat hospital tour atau kunjungan melihat lihat tempat, dimana ia akan dirawat saat melahirkan baik di rumah sakit atau klinik bersalin. Dalam kegiatan tour ini, selain mengunjungi rumah sakit juga untuk mengetahui mengetahui fasilitas yang ada. Namun sayang tempat sarana kesehatan masih belum banyak yang menyediakan layanan hospital tour ini. Hospital tour bukan sekedar melihat ruang kelas perawatan. Seringkali pasien datang ke rumah sakit hanya ingin tahu apa bedanya fasilitas tiap kelas perawatan. Lebih jauh hopital tour atau berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan terutama kebidanan dimaksudkan agar pasien mengenal bagaimana dan apa saja fasilitas pelayanan kesehatan yang bisa ia peroleh di rumah sakit atau klinik bersalin, bagaimana cara persalinan yang ada. Misalnya, layanan waterbirth, hypnobirthing, inisiasi menyusu dini, pijat bayi, senam hamil dan nifas dan sebagainya. Bidan atau petugas yang menjelaskan sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup baik dibidang pelayanan kebidanan di tempat tugas mereka serta mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan peserta hospital tour. Pengetahuan ini penting untuk menimbulkan rasa percaya pada pelayanan kesehatan yang kita berikan. Petugas pemandu hospital tour adalah perwakilan dari bidan yang ada di ruang bersalin, ruang bayi atau ruang nifas yang dapat menjelaskan secara baik dan memahami betul tentang tersedianya ruang-ruang yang ada di lingkungan kebidanan. Misalnya, fasilitas apa saja yang terdapat di bagian bersalin, bagaimana kesiapan rumah sakit atau klinik bersalin bila terjadi kegawatdaruratan bayi dan ibu, proses merujuk dan fasilitas yang mereka miliki bila tidak merujuk. Semua penjelasan itu seringkali menjadi pertanyaan para ibu hamil dan tak sempat ditanyakan saat berkunjung kontrol ke bidan atau dokter, atau bahkan takut bertanya. Memang tidak semua secara detail harus dijelaskan, minimal calon ibu yang akan melahirkan di situ memiliki gambaran tentang dimana mereka dirawat, siapa yang merawat dan sosialisasi peraturan yang ada selama mereka menjalani perawatan. Pada akhirnya, diharapkan rumah sakit atau klinik bersalin akan semakin terus memperhatikan kebutuhan para pasien, sehingga tercipta suasana yang harmonis antara petugas kesehatan dan pasien ibu hamil selama berada dalam masa perawatan.

Kelas ibu
Seringkali komplain dan ketidakpuasan adalah akibat kurangnya informasi kepada pasien tentang fasilitas dan pelayanan apa saja yang berhak mereka dapatkan dan kewajiban selama menjadi pasien di rumah sakit atau klinik bersalin. Menyikapi dan mengantisipasi terjadinya ketidakpuasan pasien atas pelayanan tentu sangat dibutuhkan sebuah program pendampingan bagi ibu hamil sejak masa kehamilan dimulai. Hal ini bisa di wujudkan dengan mengadakan kelas ibu atau bisa juga membuka parent education class sebelum seorang ibu hamil melahirkan. Dalam pendidikan dan penyuluhan kesehatan ibu hamil ini, selain mendapat informasi tentang kesehatan ibu hamil, juga disampaikan mengenai apa yang sebaiknya dilakukan dan dihindari selama hamil, senam hamil dan sebagainya. Pemberi materi adalah dokter ahli kandungan, ahli anak, bidan, ahli gisi, apoteker dan psikolog dan beberapa narasumber terkait.

Mengenal fasilitas dan petugas kesehatan
Dalam kelompok kelas ibu ini sekaligus dibuat kegiatan terjadwal untuk mengajak para ibu hamil secara bergantian. Dilaksanakan pada trimester tiga atau memasuki bulan ke tujuh untuk berkeliling di rumah sakit atau klinik bersalin (program hospital tour). Saat berkeliling di rumah sakit atau klinik bersalin, petugas kesehatan menunjukkan fasilitas apa saja yang ada terkait dengan kebidanan, misalnya ruang perawatan bayi, bersalin, nifas, ruang klinik laktasi, tempat penyuluhan, fasilitas ruang ICU bayi, farmasi, kantin, taman dan dimana lokasi ruang operasi bila diperlukan. Kelompok kelas ibu tidak harus masuk ke dalam ruangan bila sedang ada pasien atau kondisi tidak memungkinkan, namun bisa diinformasikan bahwa dalam ruang tersebut ada peralatan apa saja termasuk kelengkapan alat emergensi untuk kasus kegawatdaruratan, dan fasilitas ruang perawatan intensif bayi (neonatal intensife care unit) dan sebagainya.

Membina hubungan baik petugas kesehatan dan pasien
Hubungan baik antara bidan dokter dan para ibu hamil dapat dijalin sejak sebelum masa persalinan tiba. Pada kesempatan hospital tour ini, bidan dan dokter dapat berkenalan dengan pasien ibu hamil dan suami yang mengantar. Hubungan baik ini juga menjadi salah satu support penting untuk mengurangi kecemasan para ibu hamil yang akan melahirkan. Biasanya kecemasan umum adalah tidak kenal dengan bidan, takut dimarahi, nanti siapa yang akan menolong, siapa yang diijinkan mendampingi ibu hamil saat proses persalinan dan sebagainya. Minimal, para ibu dapat lebih tenang karena sedikit banyak sudah ada gambaran situasi dan kondisi juga tentang keramahan para bidan dan dokter yang akan menangani persalinan. Apabila layanan hospital tour ini belum ada di tempat dimana kita akan bersalin, pasangan suami istri bisa mengambil waktu khusus sebelum waktu bersalin tiba untuk berkunjung. Sebaiknya ajukan rencana ini kepada dokter atau bidan di tempat bersalin. Saat menuju tempat pelayanan kesehatan perkirakan pula berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan dari rumah menuju ke tempat untuk melahirkan. Share para sahabat sangat membantu upaya peningkatan pelayanan kebidanan, sebenarnya apa sih yang dibutuhkan para ibu bersalin dan keluarganya saat masuk ke tempat bersalin.

Salam hangat
Semoga bermanfaat
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:13 pm

RISIKO MELAHIRKAN TERLALU SERING
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Selasa, 15 November 2011 | 07:51 WIB
KOMPAS.com - Memiliki banyak anak kini kurang diminati para orangtua dengan alasan biaya hidup dan pendidikan yang semakin mahal. Di luar masalah finansial sebenarnya melahirkan terlalu sering beresiko buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. "Makin sering hamil, makin buruk dampaknya bagi kesehatan karena meningkatkan risiko kematian ibu," kata Dr.Philip Darney, direktur Bixby Center for Global Reproductive Health, Universitas California, AS, seperti dikutip Foxnews. Menurut Darney, wanita yang melahirkan anak lima orang atau lebih memiliki risiko kehamilan bermasalah. Salah satu komplikasi yang mungkin dialami adalah perdarahan saat persalinan. Di Indonesia sendiri, saat ini perdarahan masih menjadi penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Rahim, organ tempat janin berkembang, terdiri dari jaringan otot. Kehamilan yang terlalu rapat akan mengendurkan otot-otot tersebut sehingga setelah persalinan rahim menjadi sulit berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang semula dan terjadilah perdarahan. Obat-obatan biasanya kurang berhasil mengatasinya. Menurut penjelasan dr.Prima Progestian, Sp.OG, selain risiko perdarahan ada beberapa risiko yang harus dihadapi wanita yang melahirkan terlalu sering.

1. Risiko placenta previa dan plasenta akreta meningkat.
Placenta previa adalah kelainan letak plasenta yang seharusnya di atas rahim malah di bawah, sehingga menutupi jalan lahir.

2. Meningkatnya intervensi dalam persalinan seperti pemasangan infus atau induksi (rangsangan) agar tanda persalinan muncul.
Induksi bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau memecahkan kantung ketuban.

3. Usia ibu yang terlalu tua juga menyebabkan risiko kecacatan janin, komplikasi pada ibu (preeklampsia atau diabetes gestasional).

4. Risiko bayi dilahirkan prematur akibat jaringan parut dari kehamilan sebelumnya bisa menyebabkan masalah pada plasenta bayi.

Menurut dr.Prima, meski sampai sekarang belum ada batasan pasti berapa banyak ibu boleh hamil dan dioperasi caesar, namun menurut riset diperoleh kurva bahwa melahirkan anak di atas tiga orang maka risiko komplikasi akan meningkat. "Untuk operasi caesar ada konsensus bahwa batasannya tidak lebih dari tiga kali," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:13 pm

HAL HAL YANG HARUS DIKETAHUI SEBELUM MELAHIRKAN
Kamis, 27/10/2011 14:39 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Merencanakan kelahiran bayi yang sedang dikandung adalah salah satu hal yang luar biasa sekaligus menarik. Meski begitu ada hal-hal yang sebaiknya diketahui sebelum melahirkan. Setiap ibu hamil pasti memiliki banyak pertanyaan seperti bagaimana rasanya melahirkan atau prosedur apa yang akan dilakukannya nanti. Tapi jika hanya memiliki asumsi-asumsi saja bisa menimbulkan kekecewaan dan frustasi. "Jika dokter memiliki satu ekspektasi dan Anda memiliki ekspektasi yang berbeda, maka semuanya akan berakhir tidak bahagia," ujar dokter obstetri dan ginekologi, Dr Lissa Rankin, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (27/10/2011). Diperlukan komunikasi terbuka dengan dokter atau bidan yang nantinya membantu proses kelahiran. Selain itu ibu hamil juga sebaiknya sudah mencaritahu pilihan kelahiran apa saja yang tersedia, sehingga sudah memiliki sedikit gambaran. Berikut ini adalah hal-hal apa saja yang sebaiknya dibicarakan dengan dokter sebelum proses persalinan yaitu:

1. Rata-rata jumlah operasi caesar
Melahirkan secara caesar adalah sebuah operasi besar yang memiliki risiko dan komplikasi serta proses pemulihan yang lebih lama. Untuk itu ketahui bagaimana pengalaman dokter dan rumah sakit tersebut dalam menangani proses operasi caesar.

2. Intervensi
Beberapa intervensi bisa diberikan dalam membantu proses persalinan seperti obat pitocin yang biasa digunakan untuk induksi. Untuk itu tanyakan pada dokter intervensi apa yang biasa diberikan apakah induksi, episiotomi atau menggunakan bantuan vakum dan forcep.

3. Proses persalinan
Ketahui proses apa saja yang biasa digunakan dalam persalinan seperti secara normal atau operasi caesar. Jika ingin melahirkan di rumah maka perhatikan hal-hal apa saja yang diperlukan serta mengetahui kondisi bayi apakah memungkinkan untuk melahirkan di rumah atau tidak.

4. Penghilang rasa sakit dan nyeri
Jika berencana menggunakan epidural, maka ketahui jenis obat apa saja yang ditawarkan untuk hal ini. Jika ingin melahirkan secara alami penting untuk mengetahui metode apa saja yang ditawarkan untuk membantu meredakan rasa sakit.

5. Rencana melahirkan
Ibu hamil sebaiknya mengkonsultasikan dengan dokter dan perawat mengenai rencana melahirkannya seperti apa, misalnya ingin melakukan inisiasi menyusu dini setelah bayi lahir. Rencana ini juga sangat membantu jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:14 pm

MENGHILANGKAN RASA TAKUT MENJELANG MELAHIRKAN
http://bidanku.com/index.php?/menghilangkan-rasa-takut-menjelang-melahirkan
Perjalanan kehamilan selama 9 bulan sungguh menguras banyak pikiran, tenaga dan materi. Sebuah perjuangan yang tidak mudah untuk melewati hari-hari kehamilan tersebut. Kini setelah 9 bulan, saatnya untuk melahirkan, rasa lelah dan penantian lama sebentar lagi segera berakhir. Banyak ibu yang tidak sabar ingin segera melahirkan dan menimang bayi mereka. Namun, sebagian ibu merasa sangat khawatir dan takut saat membayangkan betapa sakitnya melahirkan anak. Ketakutan itu kadang datang dari diri sendiri maupun cerita menyeramkan dari orang lain. Ketakutan yang sering muncul pada ibu-ibu menjelang persalinan seperti Takut tak mampu bertahan dan meninggal,Takut Nyeri, Takut disalahkan dan hal lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut berikut penangkal rasa ketakutan tersebut.

Takut tak mampu bertahan dan meninggal
Jika Anda ketakutan menjelang persalinan, pikirkanlah hal berikut, Pertama, tubuh wanita dibuat sempurna oleh Tuhan untuk melahirkan. Kedua, ketika terjadi komplikasi, dokter dapat menggunakan alat-alat medis modern untuk mencegahnya.

Takut Nyeri
Secara alami, nyeri adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman saat melahirkan.Setiap orang merasakan dan merespon nyeri secara berbeda, sehingga mustahil untuk memperkirakan nyeri yang nantinya akan Anda alami. Semuanya tergantung pada seberapa cepat kemajuan persalinan Anda, respon Anda terhadap nyeri, dan kemampuan anda menahan nyeri. Jika Anda tidak ingin merasakan nyeri saat melahirkan, bicarakanlah dengan dokter. Setelah berkomunikasi dengan dokter mengenai keuntungan dan kerugiannya, maka pemberian obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri dapat dipertimbangkan. Penting diingat bahwa nyeri yang terjadi akibat kontraksi rahim saat melahirkan adalah suatu proses alamiah. Percayalah bahwa tubuh Anda mampu menahan rasa nyeri itu.

Takut disalahkan
Ketika melahirkan Anda akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Tidak ada yang akan menyalahkan apa yang Anda lakukan, apalagi berkaitan dengan fungsi tubuh. Misalnya kalau Anda muntah, bab, berteriak atau panik, maka dokter maupun perawat tidak akan memarahi Anda dan tetap akan menolong Anda. Selain itu, guna lebih menghilangkan rasa takut menjelang persalinan, berikut tips lainnya:

Percaya diri
Persalinan pertama memang menakutkan. Namun, Anda harus melewati proses itu. Jadi sebaiknya sebelum saatnya tiba, persiapkan diri untuk menghadapi proses tersebut. Anda bisa mencari informasi di buku atau internet tentang persiapan persalinan yang pertama ini.

Kemukakan rasa takut pada orang lain
Terkadang Anda tak mau orang lain tahu kelemahan atau ketakutan Anda, sehingga Anda menutupinya dan mengalihkan pada hal lain seperti belanja keperluan bayi atau bekerja. Disarankan agar tidak memendam ketakutan. Kemukakan hal tersebut pada pasangan atau teman-teman yang pernah mengalaminya. Mereka akan memberi masukan atau petunjuk apa yang seharusnya dilakukan, sehingga Anda siap jika saatnya tiba.

Pahami proses persalinan
Jika Anda tahu proses persalinan yang akan dilalui, maka kondisi mental Anda juga akan siap menjelang persalinan. Dengan membaca buku tentang persalinan atau konsultasi, Anda setidaknya tahu dan mengerti proses

Sumber : Menghilangkan Rasa Takut Menjelang Melahirkan
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:15 pm

IBU MAHIR MENGEJAN, BAYI LAHIR DENGAN AMAN
Penulis : Bidan Romana Tari | Jumat, 23 November 2012 | 08:36 WIB
KOMPAS.com - Sahabat pernah dengar bayi baru lahir menangis dengan keras ? Jika itu persalinan normal sudah dapat dipastikan karena ibunya mahir mengejan di kamar bersalin. Mengapa sih kita perlu ngobrol sedikit tentang ” Ibu Mahir Mengejan Bayi Lahir Dengan Aman ? ” Mau tahu jawabannya, simak beberapa tanya jawab penting seputar pentingnya jadi ibu yang mahir mengejan. Peristiwa melahirkan adalah sebuah tugas mulia dari seorang ibu. Namun tak jarang ibu yang mulai masuk ruang bersalin menjadi begitu cemas. Kecemasan ini bisa di mengerti, terutama bagi yang baru pertamakali melahirkan. Penyebab rasa cemas yang dirasakan antara lain, apakah kuat menahan sakit, apakah bisa mengejan dengan baik, apakah bayi yang dikandung cacat atau tidak dan sebagainya. Pada ibu hamil yang akan melalui tahapan persalinan namun diawali dengan kecemasan berlebihan akan menyebabkan otot-otot tubuh dan seluruh saraf menjadi tegang. Ketidaksiapan mental sangat berpengaruh selama proses persalinan terutama saat mengejan. Proses bersalin sendiri sebenarnya merupakan sesuatu yang alamiah. Tanpa banyak teori pun nenek moyang kita dahulu hanya mengandalkan kekuatan mengejan pada saat bersalin. Seiring dengan berkembangnya ilmu dan pengetahuan dalam kebidanan, maka para ahli meneliti ternyata ada tiga hal yang mendukung kelancaran proses bersalin, salah satunya adalah POWER. Power ini antara lain kekuatan ibu untuk mengejan yang mendukung kontraksi rahim untuk proses melahirkan sang bayi dari dalam rahim sang ibu.

Mengapa kemampuan ibu untuk mengejan sangat penting dalam proses persalinan?
Mengejan akan sangat membantu otot rahim mendorong bayi menuju jalan lahir. Kemampuan seorang ibu untuk mengejan dengan benar, akan menentukan keadaan bayi yang dilahirkan. Bila seluruh keadaan bayi dan kondisi jalan lahir ibu memenuhi syarat untuk dilangsungkan proses persalinan normal tetapi ibu tak mampu mengejan dengan baik, maka bayi akan terlalu lama berada di jalan lahir (dasar panggul). Keadaan ini membuat bayi dalam kandungan tidak aman. Saat lahir kondisi bayi lemah atau bahkan mengalami gangguan pernafasan, tidak bisa menangis, bayi tampak tidak bugar.

Faktor apa saja yang membuat seorang ibu tidak kuat mengejan?
Ada banyak hal yang berpengaruh terhadap kemampuan seorang ibu untuk mengejan, antara lain usia yang sudah lebih dari 35 tahun, keadaan kesehatan ibu yang kurang optimal, misalnya kurang gisi selama hamil, ibu hamil yang sering melahirkan dengan jarak yang terlalu dekat, rasa ketakutan dan trauma mental pada saat proses peralinan yang lalu, sehingga pada saat mengejan tiba-tiba ibu panik, ibu yang kelelahan selama melalui tahap demi tahap proses persalinan dan sebagainya.

Kapan sebaiknya ibu boleh mengejan saat di kamar bersalin?
Nah ini penting. Seringkali Ibu bersalin tidak sabar, ingin segera mengakhiri proses persalinan dengan mengejan sekuat - kuatnya.Padahal ini justru tidak baik. Selain akanmelelahkan ibu juga akan membuat jalan lahir bengkak. Mengejan sebaiknya dimulai ketika pembukaan jalan lahir sudah cukup luas untuk dilalui bayi.Hal ini dipastikan oleh dokter kandungan maupun bidan dengan melakukan pemeriksaan dalam. Untuk dapat memenuhi syarat bisa dilalui bayi pembukaan jalan lahir sepuluh cm. Jadi jika belum ada bimbingan untuk mengejan dari bidan ataupun dokter sebaiknya ibu tidak mengejan dahulu.

Kalau tetap terasa ada dorongan untuk mengejan tapi pembukaan jalan lahir belum memenuhi syarat untuk mengejan, apa yang harus dilakukan ?
Sedapat mungkin mengurangi refleks mengejan tersebut dengan melatih relaksasi otot otot tubuh dengan menarik nafas panjang melalui hidung dan menghembuskan perlahan-lahan melalui mulut. Hal ini akan membantu mengalihkan perhatian terhadap rasa nyeri yang timbul. Jika fasilitas tempat bersalin memungkinkan ibu dapat melakukan tehnik relaksasi yang lain, misalnya sambil mendengar musik klasik, boleh juga berendam di bak air hangat bila melalui metode persalinan water birth. Suami turut berperan untuk memberi semangat dan mengingatkan. Ikuti petunjuk tehnik relaksasi yang diberikan bidan. Saat ini juga tersedia layanan persalinan metode hypnobirthing. Sabarlah untuk melewati tahapan ini. Pada umumnya pembukaan delapan cm ibu sudah mulai merasakan ada dorongan untuk mengejan dengan sendirinya.

Berapa kali ibu harus mengejan agar bayi bisa lahir ? Kalau tidak bisa mengejan istri saya takut dimarahi bidan.
Nah ini pertanyaan yang juga sering muncul dari suami. Berapa kali mengejan tidak bisa disamakan pada tiap ibu bersalin. Ada yang cukup tiga kali, tapi tak jarang juga yang harus berkali-kali. Kekuatan dan ketepatan mengejan sangat berpengaruh. Bersyukur saat ini para bidan sudah mempunyai standar dalam pembimbingan proses melahirkan atau Asuhan Persalinan Normal. Pada saat di ruang bersalin bidan akan membimbing ibu bagaimana cara mengejan yang benar, posisi yang nyaman saat bersalin, menghadirkan seseorang yang bisa memberi dukungan. Jadi tak perlu cemas, nanti kalau tidak bisa mengejan dimarahi bidan. Tidak benar. Pada Asuhan Persalinan Normal sekarang, bidan dianjurkan selalu memberi pujian bagi ibu pada saat proses mengejan. Jika keliru, bidan wajib membimbing dengan baik, bukan marah.

Kapan waktunya harus mengejan?
Pada saat masuk kamar bersalin, bidan dan dokter akan memberitahu tehnik atau cara mengejan dengan benar. Mengejan yang benar boleh dimulai hanya pada saat dalam bimbingan penolong persalinan baik dokter maupun bidan. Pada saat tidak ada kontraksi (rasa seperti kram dan nyeri pada perut ) sebaiknya ibu tetap bernafas normal dan relaksasi. Mengejan dimulai pada saat kontraksi datang dan disertai rasa ingin mengejan yang tidak tertahan, ibu mengambil nafas panjang dan konsentrasikan kekuatan tenaga pada daerah jalan lahir (vagina) agar membantu bayi untuk proses keluar dari rahim dengan mengejan sekuat kuatnya. Mintalah petunjuk pada bidan pendamping ibu di ruang bersalin. Saat ini juga tersedia fasilitas senam hamil dan kelas prenatal. Jika ada waktu ibu bisa bergabung dalam kelas prenatal maupun senam hamil. Di kelas prenatal akan diajarkan teknik relaksasi dan cara mengejan yang tepat.

Semoga bermanfaat bagi calon ibu yang akan melahirkan. Jangan lupa ikuti kelas prenatal maupun senam hamil sambil menunggu hari kelahiran sang buah hati.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 25, 2012 5:38 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:17 pm

PROSES PEMULIHAN SETELAH MELAHIRKAN
http://bidanku.com/index.php?/proses-pemulihan-setelah-melahirkan
Melahirkan adalah sebuah proses besar bagi seorang wanita. Dibutuhkan berbagai daya dan upaya untuk melalui proses tersebut,tenaga, pikiran, psikologis, uang bahkan keberanian dan ketulusan. Namun biasanya pengorbanan tersebut pada saat melahirkan akan terbayar tatkala proses melahirkan berjalan dengan lancar dan dengan hadirnya si mungil yang sehat. Rasa bahagia menyeruak tatkala setelah perjuangan yang melelahkan, kini hadir dalam dekapan ibu seorang bayi, harapan keluarga. Seolah-oleh perjuangan ibu selama 9 bulan mengandung hingga melahirkan telah selesai sudah. Memang betul, waktu-waktu perjuangan yang berat telah dilalui, namun jangan lupa setelah melahirkan diperlukan lagi perjuangan tahap kedua, yaitu memulihkan kondisi tubuh ke sebelum hamil. Setelah melahirkan bukan berarti kita bebas beraktivitas seperti sebelum hamil. Kita mungkin akan mengalami berbagai hal yang kurang nyaman. Rasa sakit masih berlanjut, badan terasa pegal, baby blues syndrome dan hal lainnya yang membuat seorang wanita merasa kurang nyaman dan ini harus segera di atasi. Tapi jangan khawatir, ada berbagai cara agar proses pemulihan dapat berlangsung cepat dan mudah,yaitu:

- Jangan membawa beban berat.
Kondisi ibu masih begitu lemah,belum pulih,dan rasa nyeri pasca melahrikan masih terasa.Setelah bulan kondisi ibu akan membaik jika di barengi dengan istirahat dan makan yang baik.

- Hadapi masa nipas dengan tenang dan nyaman.
Masa nipas adalah masa setelah melahirkan 6 minggu.Tetapi ibu akan pulih sempurna seperti sebelum hamil setelah 3 dulan.Untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis hingga keadaan normal,harus di barengi makanan yang bergizi,olah raga,dan istirahat yang cukup.

- Jangan berhubunga suami isteri terlebih dahulu.
Tubuh kita perlu waktu untuk pulih,begitu pula organ intim. tunggulah dulu 4-6 minggu pasca melahirkan.

- Banyak bergerak setelah memungkinkan.
Lakukan secara bertahap dan ini akan membantu mempercepat proses pemulihan.

- Minta bergantian untuk menjaga bayi.

- Minum teh peppermint hangat untuk mengatasi perut kembung.

- Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari untuk memulihkan kondisi.

- Minumlah yang cukup agar tidak sembelit pasca melahirkan.

- Minta saran dari bidan atau perawat untuk posisi menyusui yang nyaman.

- Jangan panik jika keringat berlebihan.
Menyusui akan merangsang pengeluaran hormone oksitosin untuk kontraksi otot rahim agar mengecil.Sehingga ini memompa otot jantung lebih kuat seperti olah raga hingga berkeringat.

- Mulai berlatih otot panggul bawah segera setelah memungkinkan (jangan lupa untuk minta izin dari dokter).

- Mungkin saja kita akan moosy.
Kehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan fisik dan psikologis ibu.bagi beberapa wanita, bahkan bisa menimbulkan trauma psikologis hebat hingga menimbulkan masalah kejiwaan. Sehingga di butuhkan obat-obatan dan terapi psikologis untuk nenyembuhkannya. Jadi, jika kita mulai menangis, sangat lelah, atau perasaan lain yang sangat mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

- Rawat bekas luka jahitannya dengan selalu menjaga kebersihan luka dengan memberin ya cairan anti septik, mandi teratur dan membersihkan daerah kemaluan setelah BAB atau BAK dengan baik. JIka tidak di bersihkan bisa menimbulkan inpeksi pada bekas luka.

- Jangan risau jika bekas luka terasa kencang dan gatal.
Proses penyembuhan luka mengakibatkan luka terasa kencang dan gatal. Lebih baik luka cukup di bersihkan saja.

Sumber : Proses Pemulihan Setelah Melahirkan
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:18 pm

7 PERUBAHAN FISIK USAI MELAHIRKAN
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Kamis, 6 Oktober 2011 | 14:17 WIB
KOMPAS.com - Banyak perempuan yang ketakutan, setelah melahirkan akan memiliki tubuh yang gemuk, nafsu makan meningkat karena harus menyusui, dan sebagainya. Hal ini membuat para perempuan melakukan diet ketat untuk membuat kondisi tubuh mereka seperti semula. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya tubuh memiliki kemampuan dan elastisitasnya sendiri setelah melahirkan? Berikut beberapa fakta tentang tubuh setelah melahirkan.

Bobot berkurang 4 kg.
Saat hamil, bobot tubuh Anda bisa meningkat drastis. Hal ini disebabkan adanya pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Bayi di dalam kandungan memiliki berat sekitar 2,8-3,2 kg, ditambah dengan sekitar 0,8 kg cairan ketuban. Maka setelah melahirkan Anda akan kehilangan sekitar 4 kg. "Penurunan berat ini memang tidak akan langsung terjadi, dan pasti akan membutuhkan waktu untuk bisa benar-benar memiliki berat tubuh seperti saat belum hamil. Dalam minggu pertama, Anda akan kehilangan 1,2- 2 kg dulu. Butuh 9 bulan untuk menambahkan berat kehamilan itu pada tubuh Anda, maka berikan juga tubuh Anda waktu untuk menghilangkan berat tersebut," ungkap Lisa Druxman, penulis buku Lean Mommy.

Kerontokan rambut.
Sekitar 50 persen perempuan mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan. "Ini disebut effluvium, dan terjadi selama 1-6 bulan setelah melahirkan," ungkap Francesca Fusco, MD, asisten dermatologi di Mount Sinai School of Medicine. Selama kehamilan, ada dorongan hormon yang memperlambat proses kerontokan rambut. Sebagai keseimbangan hormon, maka setelah melahirkan rambut baru akan tumbuh kembali. Untuk menjaga supaya rambut sehat dan mengurangi kerontokan, Fusco menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein, zat besi, seng, flavonoid, antioksidan, dan silika, yang bermanfaat untuk kesehatan kulit kepala dan rambut.

Tidak perlu makan berlebihan ketika menyusui.
Kalori untuk ASI sebagian besar datang dari cadangan tubuh Anda. Oleh karena itu, Anda sebenarnya tak perlu makan berlebihan untuk menambah cadangan ASI. Jika Anda kehilangan berat badan sekitar 2 kg dalam seminggu, barulah Anda perlu menambahkan makanan ekstra. "Sangat penting untuk fokus pada makanan dengan gizi yang lengkap. Karena vitamin dan mineral dari makanan yang Anda makan akan dipompa ke dalam ASI. Fokus saja pada makan teratur, dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, susu rendah lemak, dan protein tanpa lemak," ungkap Melinda Johnson, MS, RD, dosen dari Arizona State University.

Berjerawat.
Selama masa kehamilan, ada peningkatan sirkulasi darah sebanyak 50 persen. Meningkatnya aliran darah ini disimpan di banyak tempat, terutama dalam darah, sehingga tak jarang perempuan hamil memiliki wajah yang lebih bersinar. Setelah melahirkan, ukuran pembuluh darah di wajah dan sirkulasi darah akan kembali normal, sehingga membuat wajah Anda berjerawat. Kondisi berjerawat ini biasanya banyak dialami oleh perempuan yang berhenti menyusui.

Menyusui untuk menurunkan berat badan.
Bayi membutuhkan sekitar 500-800 kalori per hari untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. "Menyusui bayi sama saja berarti mengeluarkan kalori dengan sendirinya, sambil memberi makan bayi Anda," ungkap Johnson.

Otot perut akan kembali normal.
Banyak yang khawatir bahwa setelah melahirkan perut akan bergelambir. Hal ini sebenarnya kurang tepat, karena otot perut yang melebar ketika hamil berfungsi untuk menopang bayi dalam rahim (disebut diastasis recti). Ketika hamil, otot yang terpisah ini bergabung satu sama lain dan membentang ke samping, menjadi lebih lebar dan tipis. Namun setelah melahirkan, otot ini akan kembali ke fungsi awalnya untuk menopang organ lainnya, dan bukan otot perut. Sehingga, kondisi perut akan kembali seperti semula. "Untuk mendapatkan perut yang ramping kembali, berpikirlah dengan prinsip 3C, Cardio, Core, dan Clean eating, " ungkap Druxman. Artinya, Anda membutuhkan kombinasi latihan kardio, latihan otot inti, dan makan dengan sehat.

Stretch marks akan menghilang.
Sekitar 90 persen wanita mengalami stretch mark selama kehamilan. "Ini adalah akibat dari kenaikan berat badan yang cepat. Saat itu tubuh mengembang lebih cepat daripada kinerja peregangan kulit," ungkap Fusco. Peningkatan hormon glukokortikoid selama hamil akan memperlambat pembentukan serat kolagen dan elastin di lapisan kulit dermis. Agar kulit bebas dari stretch mark mulailah merawat kulit ketika stretch mark masih dalam keadaan baru.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:18 pm

AGAR KULIT KEMBALI MULUS USAI BERSALIN
Sabtu, 14 Juli 2012, 06:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Melahirkan lalu menimang bayi mungil adalah idaman para wanita. Tapi terkadang, di tengah rasa bahagia itu, muncul sedikit kegelisahan. Ini lantaran kondisi kulit tubuh yang tak lagi semulus dulu. Menghadapi hal ini, menurut dr Dewi Inong Irana SpKK, para wanita sebenarnya tak perlu terlampau risau. Yang penting, konsultasilah ke dokter sesegera mungkin. Hanya, banyak wanita hamil yang tak berani datang ke dokter. Alasannya, khawatir jika obat atau krem yang diresepkan bakal berpengaruh pada perkembangan janin. Padahal tak selalu demikian. Menurut Dewi, ada beberapa masalah kulit khas ibu hamil yang bisa 'dibereskan' usai persalinan. Sebaliknya, ada yang harus segera diobati pada saat hamil. Jika yang Anda alami adalah kulit menjadi kehitaman, sejatinya Anda tak perlu cemas. Sebab, kelainan ini disebabkan oleh hormon, yang akan pulih usai melahirkan. Hanya saja, proses pemulihan itu butuh waktu lumayan lama, sekitar enam sampai 18 bulan. ''Mereka ini tidak wajib ke dokter. Kalaupun ke dokter kulit, biasanya akan diberi krim pemutih yang aman bagi janin,'' terang dokter yang menempuh pendidikan spesialisnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Seperti halnya kulit kehitaman di sekitar leher, wajah yang berjerawat hebat saat hamil juga karena pengaruh hormon. Namun, untuk masalah jerawat, Dewi menganjurkan untuk segera konsultasi ke dokter kulit. ''Salah kalau mereka berpikir ke dokternya nanti saja setelah melahirkan. Jerawat itu harus diobati, kalau dibiarkan akan berbekas. Sayang kan, kulit menjadi tidak bersih lagi.''

Bagaimana dengan gurat-gurat putih di kulit (stretch mark)? Mitos yang berkembang di masyarakat adalah, gurat-gurat putih itu muncul akibat garukan tangan lantaran gatal yang amat sangat. Anggapan itu, menurut Dewi, tidak benar. Gurat-gurat di kulit itu muncul akibat pengaruh hormon yang dihasilkan plasenta dan proses melarnya kulit. Adakah cara agar gurat-gurat di kulit tersebut tidak muncul? ''Bisa saja,'' ujar Dewi. Langkah awal, cobalah setiap hari mengoleskan pelembab yang aman di perut, semisal pelembab bayi. Dengan begitu, ketika kulit melar, jaringan penunjang kulit tidak terlalu pecah. Stretch mark, menurut Dewi, muncul dalam dua fase. Fase pertama, muncul pada usia kehamilan sekitar empat atau lima bulan. Pada fase ini, guratan-guratan masih berwarna merah. Fase berikutnya, warna guratan telah berubah menjadi putih.

Nah, jika Anda ingin memiliki kulit mulus tanpa guratan, Dewi menyarankan untuk segera berobat ke dokter kulit ketika guratan masih merah. Jangan terlambat. Sebab, jika stretch mark sudah berwarna putih, tak akan bisa disembuhkan. Ini karena jaringan kulitnya sudah sobek, sehingga tidak bisa disambung kembali. ''Kalau sudah fase putih, memakai krim apapun atau laser tak akan bisa sembuh. Kalaupun ada krim yang mempromosikan dapat menghilangkan stretch mark, itu tidak benar, paling hanya menyamarkan. Tidak mungkin kulit bisa normal lagi,'' papar dia. Lain cerita jika Anda segera berobat. ''Insya Allah, kalau fase awal sudah dibawa ke dokter, kulit perut bisa mulus lagi.'' Jangan khawatir, obat yang diberikan dokter aman kok buat janin. Sebut saja misalnya, vitamin A, vitamin C, dan krim khusus untuk merangsang kolagen terbentuk kembali.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:42 pm

CARA NEW MOMS RAWAT BUAH HATI DENGAN BAIK
Kamis, 1 September 2011 - 09:11 wib Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
APAKAH Anda diliputi kecanggungan dengan kehadiran buah hati pertama? Jangan dulu panik, dan ini dia solusinya. Kehadiran buah hati memang selalu membuat kebahagiaan tersendiri bagi pasangan. Di luar euphoria kehadiran anggota keluarga baru, biasanya momen tersebut juga dibarengi dengan kecemasan karena Anda dihadapkan pada perawatan buah hati yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ya, merawat si kecil memang memerlukan energi ekstra. Apalagi, hal tersulit yang mungkin akan dilewati yakni adanya perubahan jadwal waktu yang Anda lewati. Pasalnya, bayi cenderung terbangun di malam hari. “Jadi, cobalah untuk menyisihkan tidur siang ketika bayi Anda tertidur di siang hari,” saran ginekolog India, Dr Nazema Lalla, seperti dilansir Idiva. Berikut ini beberapa tip kesehatan lain yang dapat diterapkan bagi para new moms.

Mintalah bantuan
Bayi yang baru lahir mungkin akan sering menangis karena hal tersebut merupakan satu-satunya cara dia mengekspresikan diri. Dari tangisan tersebut bisa menandakan bahwa dia lapar, lelah, atau ingin digendong. Semua ini tentu akan menguras emosi dan tenaga Anda. Karenanya, mintalah bantuan pada anggota keluarga untuk mengatasi kesulitan Anda dalam membaca tangisan bayi.

Bicarakan keresahan yang Anda rasakan
“Cara terbaik untuk berurusan dengan perubahan tersebut adalah berbicara dengan pasangan atau keluarga Anda,” kata Dr Nazema. Anda harus mengingat bahwa perubahan suasana hati adalah sebuah kenormalam yang dialami semua ibu baru. Dan seiring waktu, Anda pun akan dapat menyesuaikan dengan transisi tersebut.

Lakukan latihan dasar
“Jika Anda membutuhkan asupan energi, Anda dapat menyiasatinya dengan melakukan latihan fisik dasar dalam beberapa hari,” kata Dr Nazema. Mulailah melakukan latihan pada perut, kaki, dan panggul. Yoga dan kegel bisa menjadi latihan dasar yang baik untuk dilakukan. Selain memompa hormon agar lebih stabil, latihan ini pun dapat membangun suasana hati Anda.

Makanlah makanan yang tepat
Seorang ibu yang baru saja melahirkan perlu mengasup makanan bergizi. “Jangan melakukan diet secara drastis,” kata Naini Setalvad, ahli gizi yang berbasis di Mumbai.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 25, 2012 5:38 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Dec 13, 2012 1:44 pm

SELAIN DAUN KATUK, INI MAKANAN UNTUK IBU MENYUSUI
Penulis : Felicitas Harmandini | Jumat, 23 November 2012 | 15:07 WIB
KOMPAS.com - Daun katuk ternyata bukan satu-satunya makanan yang baik untuk ibu yang baru melahirkan, khususnya yang sedang menyusui. Ada banyak makanan lain yang bisa membantu memproduksi ASI, sekaligus juga memulihkan energi, memproduksi sel-sel darah yang baru, hingga membantu perkembangan otak bayi.

1. Bayam
Bayam boleh dibilang sayuran berdaun hijau yang paling bernutrisi. Sayuran ini mengandung dua zat gizi utama yang dibutuhkan ibu menyusui, yaitu asam folat dan mangan. Asam folat membantu memproduksi sel-sel darah yang baru, yang penting bagi perempuan yang saat persalinan kehilangan banyak darah. Sedangkan mangan membantu perkembangan tulang, tulang rawan, dan kolagen, yang Anda butuhkan jika Anda perlu memulihkan diri dari operasi Caesar. Selain dimasak sebagai sayur bayam, coba sekali-sekali campurkan bayam dalam gado-gado, atau sayuran pengganti selada di dalam roti isi. Baik dikonsumsi: Kapan saja Anda mau.

2. Telur
Telur mengandung 5 - 6 gram protein, yang baik untuk memberikan rasa kenyang lebih lama setidaknya sampai satu jam berikutnya, demikian menurut Bridget Swinney, RD, penulis buku Eating Expectantly. Untuk membantu menurunkan berat badan sehabis melahirkan, konsumsi telur saat sarapan. Ketika perut terasa lebih kenyang, dengan sendirinya Anda tidak akan tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari. Telur juga merupakan salah satu sumber kolin, nutrisi yang diperlukan untuk membangun pusat memori pada otak bayi. Nutrisi ini bisa ditransfer ke bayi melalui ASI. Baik dikonsumsi: Setiap hari

3. Daging samcan
Samcan adalah daging sapi di area perut. Karena kebanyakan berupa otot, daging ini memang sedikit alot. Namun, itu artinya samcan juga merupakan daging sapi yang lemaknya paling sedikit. Bagian daging ini bisa memberikan nutrisi paling banyak, terutama zat besi dan zinc (seng). Dua mineral ini paling dibutuhkan untuk mendapatkan kembali energi dan memproduksi ASI. Agar tidak alot, pukul-pukul dulu daging samcan sebelum memasaknya. Kemudian, iris tipis-tipis dan olah sebagai oseng-oseng. Anda juga bisa mengonsumsi daging ayam. Namun, pilih bagian daging yang gelap, seperti kaki dan paha. Meskipun daging bagian ini lebih tinggi lemak dan kalorinya ketimbang daging putihnya (bagian dada), namun kandungan seng dan zat besinya lebih banyak dua kali lipat, begitu menurut Colleen Pierre, RD, instruktur masalah penuaan, nutrisi, dan kebugaran di Johns Hopkins University. Baik dikonsumsi: Tiga kali seminggu

4. Salmon
Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3, yang baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, salmon juga membantu perkembangan otak dan mata bayi. Seperti juga makanan lainnya, nutrisi dari salmon akan diserap oleh bayi saat Anda menyusuinya. Baik dikonsumsi: Satu atau dua kali seminggu.

5. Sereal berserat tinggi
Selain telur, semangkuk sereal juga baik untuk dijadikan menu sarapan. Sereal juga membuat Anda merasa lebih kenyang, dan selain itu juga membantu mencegah sembelit karena kandungan seratnya. Seperti Anda ketahui, para ibu baru biasa mengalami sembelit karena hormon-hormon yang dilepaskan saat menyusui bisa melambatkan kerja usus. Cobalah mencampur sereal dengan yogurt rendah lemak. Selain kaya akan kalsium yogurt juga mengandung probiotik, bakteri baik yang dapat membantu menyehatkan pencernaan. Baik dikonsumsi: Setiap hari.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 25, 2012 5:34 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
 
Bedah Caesar Untuk Bersalin?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 5, 6, 7 ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas
» Yesus diutus hanya untuk orang israel, bukan untuk bangsa lain

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: