Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bedah Caesar Untuk Bersalin?

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 10:18 am

JANGAN ANGGAP REMEH OPERASI CAESAR
Lusia Kus Anna | Sabtu, 10 Desember 2011 | 13:09 WIB
Kompas.com — Belakangan ini semakin banyak ibu-ibu yang memilih persalinan melalui operasi caesar meskipun tidak ada indikasi medis. Karena operasi ini sangat sering dilakukan banyak orang, lalu menganggapnya ringan, padahal operasi caesar juga menyimpan risiko komplikasi. Risiko utama dari tindakan bedah caesar (seksio sesarea) adalah perdarahan. Meski sebagian besar operasi ini sekarang berjalan lancar, tetap saja seperti halnya operasi lain, menyimpan risiko. "Meski operasi caesar dilakukan ribuan kali setiap harinya, tetap saja berisiko. Apalagi komplikasi perdarahan bisa mengalami perburukan yang cepat dan terkadang tindakan medis tidak bisa mengatasinya," kata Dr Manny Alvarez, ginekolog. Komplikasi dari operasi caesar lainnya adalah infeksi di daerah bekas operasi, luka parut, luka pada saluran kemih, serta pembekuan darah. "Terkadang pembekuan darah memicu embolisme paru yang bisa menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah arteri di bagian paru. Ini bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian," paparnya. Karena itu, ia menyarankan agar setiap ibu hamil mempertimbangkan dengan baik keputusan untuk melahirkan melalui operasi caesar jika tidak ada indikasi medis."Risiko dari tindakan operasi caesar adalah nyata, dan sampai saat ini tidak ada operasi yang 100 persen aman," pungkasnya.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 10, 2013 8:12 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Fri Nov 23, 2012 7:54 pm

BAHAYAKAH JIKA BAYI 'DIPAKSA' LAHIR DI 12-12-12?
Vera Farah Bararah - detikHealth Rabu, 12/12/2012 17:01 WIB
Jakarta, Hari ini tanggal 12 Desember 2012 yang jika disingkat menjadi tanggal cantik 12-12-12. Tak jarang banyak orang yang memilih hari ini sebagai tanggal kelahiran anaknya. Tapi adakah dampaknya jika bayi ini 'dipaksa' lahir di tanggal cantik? "Tergantung usia kehamilannya, kalau sudah cukup bulan nggak masalah, sebaiknya usia kehamilan 38 minggu ke atas," ujar dr Gunawan Dwi Prayitno, SpOG dari RSPAD saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (12/12/2012). dr Gunawan menjelaskan jika bayi sengaja dikeluarkan sebelum usia kehamilannya mencapai 38 minggu maka ada kemungkinan mengalami masalah di paru-parunya akibat belum berkembang dengan matang. "Kaitannya dengan tanggal, kalau usia kehamilan masih kurang paru-paru belum matang, sehingga perawatan di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) jadi lebih lama. Misalnya biasanya 2-3 hari ibu dan bayi sudah boleh pulang, ini bayinya lebih lama di rumah sakit," ungkap dr Gunawan. Sedangkan untuk ibunya memiliki risiko seperti operasi lainnya. Ini karena dalam operasi caesar ada proses pembiusan, serta berisiko mengalami pendarahan yang lebih banyak ketimbang ibu melahirkan secara normal. Lebih lanjut dr Gunawan menyarankan untuk ibu dan bayi lebih bagus melahirkan melalui proses normal atau vagina, karena risiko untuk si ibu dan juga bayinya lebih rendah ketimbang operasi caesar. Jika bayi dilahirkan melalui vagina atau normal maka kondisi paru-parunya akan lebih bagus. Ini disebabkan saat bayi melewati vagina maka dadanya akan tertekan sehingga cairan di paru-paru keluar yang membuat tarikan napas pertamanya lebih bagus. "Selain itu di vagina juga ada bakteri yang bisa memicu sistem imunitas bayi lebih cepat, sehingga bayi menjadi lebih sehat dan juga kuat," ujar dr Gunawan yang juga Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi Departemen Obgyn RSPAD-Gatot Soebroto. Untuk itu jika memang tidak ada indikasi medis tertentu yang mengharuskan bayi dilahirkan melalui operasi caesar, sebaiknya ibu hamil memilih proses persalinan normal melalui vagina untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul. Namun jika memang ingin melahirkan bayinya di tanggal cantik melalui operasi caesar, pastikan terlebih dahulu berapa usia kehamilan yang sudah dijalani, apakah mencukupi atau tidak.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 10, 2013 8:13 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 3:57 pm

SYARAT MEMILIH CAESAR DEMI TANGGAL CANTIK
Kamis, 29 November 2012 | 11:23 WIB
KOMPAS.com - Banyak ibu hamil yang memiliki harapan melahirkan pada tanggal cantik, yang terdekat misalnya 12-12-2012 atau 20-12-2012. Bahkan ada yang bersiap dan memilih operasi caesar pada dua tanggal itu. Tapi benarkah semudah itu memilih tindakan caesar, apalagi atas permintaan pasien? Dr Prima Progestian, SpOG dari RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta memaparkan, tindakan pembedahan caesar pada awalnya dilakukan menurut indikasi medik/obstetrik di mana terjadi keadaan berisiko, entah untuk ibu atau janin, sehingga diputuskan persalinan dengan operasi merupakan jalan terbaik dibandingkan persalinan per vaginam/normal. Dalam perkembangannya apakah boleh seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi melakukan tindakan caesar berdasarkan permintaan pasien tanpa adanya indikasi obstektrik yang nyata?

Bukan pelanggaran etik
Pada 2006, ACOG (The American College of Obstetricians and Gynecologists) di Amerika Serikat mengadakan pertemuan khusus membahas masalah ini. Pada pertemuan tersebut disepakati, tindakan caesar atas permintaan pasien boleh dilakukan jika dokter telah memberikan informasi dalam bentuk informed consent yang jelas, misalnya mengenai risiko caesar yang timbul seperti kematian ibu, emboli pulmonal, infeksi, pelengketan, komplikasi anestesi, hingga kemungkinan operasi caesar berulang di masa datang atau kehamilan berikutnya. Bagaimana di Indonesia? Hal ini juga telah dibahas secara intens oleh organisasi profesi Persatuan Obestetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sejak pertemuan fetomaternal dan pertemuan tahunan POGI. Pada pertemuan terakhir dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) POGI di Jakarta, Juli 2011, telah disepakati, dilakukan perubahan pada standar kode etik POGI yang menyatakan bahwa tindakan sectio/caesar atas permintaan pasien bukanlah merupakan suatu bentuk pelanggaran etik selama dilakukan suatu informed consent khusus, yaitu adanya surat persetujuan tindakan medik bedah caesar dengan format khusus dan dijelaskan langsung oleh dokter yang akan melakukan tindakan, didampingi saksi dari pihak dokter, dan saksi dari pihak pasien, yang berisi:

1. Permintaan secara eksplisit tertulis bahwa dengan ini pasien meminta untuk dilakukan tindakan seksio sesarea.
2. Bahwa pasien telah dijelaskan oleh dokter yang membedah tentang:
* Persalinan secara caesar akan dilakukan walaupun telah dilakukan pemeriksaan oleh dokter bahwa pasien dapat melahirkan per vaginam.
* Persalinan melalui caesar tidak lebih baik jika dibandingkan dengan persalinan per vaginam.
* Adanya risiko yang dapat timbul pada ibu dan janin berkaitan dengan tindakan bedah caesar.

Syarat lainnya, tentu saja persalinan lewat operasi ini hendaknya tetap dilakukan pada usia kehamilan cukup bulan, yakni 38 minggu. Bahkan di Amerika, ACOG menyarankan pada usia kehamilan 39 minggu. Hal penting lain yang perlu diinformasikan, yang mendasari terbitnya revisi kode etik POGI adalah UU tentang praktik kedokteran yang menunjukkan hak pasien atas pilihan pengobatan pada dirinya, hak mendapatkan penjelasan atas tindakan medik (dijelaskan untung rugi, risiko yang dihadapi selama pembedahan dan masa mendatang), serta hak untuk menolak tindakan medis pada dirinya, dalam hal ini menolak dilakukan persalinan per vaginam. Dengan dikeluarkannya revisi tentang kode etik POGI yang baru, tidak dikenal lagi adanya indikasi sosial pada caesar yang berpotensi menjadi pelanggaran etik bagi dokter yang melaksanakannya selama memerhatikan syarat-syarat tertentu.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 10, 2013 8:18 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:04 pm

YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN JIKA INGIN MELAHIRKAN CAESAR
Senin, 07/11/2011 18:32 WIB Eny Kartikawati - wolipop
Jakarta - Anda tengah hamil dan berpikir ingin melahirkan dengan jalan operasi caesar? Sebelum melakukannya, berikut ini hal-hal yang harus dipertimbangkan. Menurut laporan British Medical Journal melahirkan melalui operasi caesar empat kali lebih berisiko mengalami komplikasi fatal ketimbang yang normal. Para ahli menemukan risiko terkena infeksi di rahim terjadi pada 12 dari setiap 1.000 proses melahirkan caesar. Bandingkan dengan proses melahirkan normal yang hanya tiga dari 1.000. "Caesar adalah operasi perut yang besar," ujar Mary Newburn dari National Childbirth Trust, Inggris. "Butuh waktu untuk menyembuhkannya baik fisik maupun emosional," tambahnya, seperti dikutip dari Mail Online. Semua pasien yang harus dioperasi berisiko mengalami infeksi setelah proses itu dilakukan. Tapi pada wanita yang melahirkan melalui caesar, risikonya bukan hanya infeksi saja. Mereka juga bisa mengalami penyumbatan pembuluh darah. Hal itu karena sejak hamil, wanita sudah merasa bermasalah dengan pembuluh darah di bagian kakinya karena meningkatnya beban mereka di area tulang panggul. Apalagi setelah melahirkan, wanita yang memilih operasi caesar juga harus beristirahat di rumah sakit lebih lama. Risiko mereka mengalami pembekuan darah juga meningkat karena tidak terlalu banyak bergerak. Banyak wanita yang memilih melahirkan caesar karena berpikir proses itu lebih mudah dan tidak sakit ketimbang normal. Mereka juga beranggapan bisa lebih cepat pulih. Namun faktanya, hal itu tidak terjadi. "Normalnya butuh enam minggu untuk kembali sehat," ujar Melanie Every dari Royal College of Midwives. "Wanita yang melahirkan caesar tidak boleh menyetir mobil selama empat minggu dan beberapa wanita bahkan butuh waktu tiga bulan untuk benar-benar pulih. Sementara setelah melahirkan normal, wanita bisa bebas bergerak setelah 10 hari," urainya. Oleh karena itu, untuk Anda yang memang tengah hamil, lakukan operasi caesar jika memang ada kondisi-kondisi yang menyebabkan Anda harus melakoninya. Namun jika tidak, melahirkan normal tentu lebih baik. Ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan agar terhindar dari operasi caesar misalnya saja dengan tidak melakukan induksi kecuali memang diperlukan secara medis. Beberapa penelitian telah menunjukkan menginduksi proses persalinan cenderung mengarah ke operasi caesar. Dr Michael Klein dari University of British Columbia yang mempelajari tentang caesar menuturkan sebanyak 44 persen wanita yang diinduksi berakhir dengan operasi caesar. Hal itu terjadi karena induksi merangsang seorang perempuan saat leher rahim belum siap dapat mengakibatkan proses persalinan tidak produktif sehingga mengharuskan seseorang untuk menjalani operasi caesar. Cara lainnya, cobalah untuk cermat memilih dokter dan rumah sakit bersalin. Kalau ibu memang ingin melahirkan normal, pilih dokter dan rumah sakit yang tingkat melahirkan caesarnya rendah.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 10, 2013 9:02 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:07 pm

MENGAPA SEBAIKNYA TIDAK MEMILIH OPERASI CAESAR?
11 Sep 2007 http://majalahkesehatan.com/
Operasi caesar adalah operasi untuk mengeluarkan bayi tanpa melalui liang persalinan (vagina). Dalam operasi tersebut dokter membedah dinding perut dan rahim ibu guna mengeluarkan bayi. Operasi caesar biasanya berlangsung 20-90 menit dan dapat dilakukan baik karena alasan medis maupun non-medis (personal) . Banyak wanita yang tergiur memilih operasi caesar tanpa adanya alasan medis, antara lain karena:

- Bisa memilih tanggal kelahiran bayi, disesuaikan dengan situasi keluarga atau agar mendapat tanggal lahir “cantik” yang membawa hoki.
- Berlangsung cepat, berbeda dengan proses persalinan yang bisa memakan waktu lama
- Tidak menyakitkan dibandingkan persalinan normal (Walaupun kenyataannya seringkali tidak begitu. Hormon endorfin yang banyak dikeluarkan saat persalinan mengurangi rasa sakit karena proses melahirkan. Operasi caesar bisa terasa lebih menyakitkan pasca operasi).
- Trauma karena proses melahirkan anak pertama yang sulit atau riwayat penganiayaan seksual sebelumnya.
- Melindungi bagian paling privat dari wanita sehingga tidak tersentuh dan masih seperti belum pernah melahirkan anak.

Namun, dibalik keuntungan tersebut operasi caesar juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.

Bagi bayi:
- Bayi hasil caesar berpeluang lebih tinggi mengalami gangguan pernafasan (neonatal respiratory distress).
Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi hasil caesar.
- Risiko bayi terkena pisau bedah.
- Risiko kelahiran prematur.
Seringkali, sulit untuk menghitung umur bayi yang sebenarnya. Bila bayi ternyata masih berumur di bawah 36 bulan maka akan ada risiko karena kelahiran prematur, seperti masalah pernafasan, suhu tubuh dan pencernaan.

Bagi ibu:
- Kematian.
Meskipun jarang terjadi, operasi caesar yang gagal dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Di AS, tingkat kematian pada caesar atas kemauan sendiri adalah 5,9 per 100.000 kelahiran, dibandingkan 2,1 pada persalinan normal.
- Masa pemulihan yang lebih lama, bisa sampai 6 minggu atau lebih.
- Risiko infeksi pasca pembedahan yang berkisar antara 2-15%.
Infeksi terutama pada saluran kencing dan lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan.
- Frekuensi perdarahan yang lebih tinggi.
- Risiko mengalami masalah pada plasenta, ruptur kandungan dan pertumbuhan janin di luar rahim (ectopic) pada kehamilan berikutnya.
- Penundaan pemberian ASI dan jalinan hubungan emosi ibu-anak karena adanya luka operasi dan pengaruh obat bius.
Bayi hasil operasi caesar biasanya langsung ditempatkan di ruang observasi.

Mengingat besarnya risiko dibandingkan manfaat yang didapat, operasi caesar memang sebaiknya dihindari–bila masih dimungkinkan. Selain itu, tentu saja karena biayanya juga mahal, jauh lebih besar daripada biaya persalinan normal.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 10, 2013 9:12 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:08 pm

DIBANDING MELAHIRKAN NORMAL, CAESAR LEBIH MEMICU NYERI PANGGUL
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Senin, 21/01/2013 18:02 WIB
Jakarta, Di seluruh dunia, permintaan untuk melahirkan secara caesar tanpa alasan medis semakin meningkat. Alasannya hanya kekhawatiran bahwa melahirkan normal bakal menyakitkan. Faktanya, melahirkan secara caesar malah memicu nyeri panggul. "Beberapa orang dengan nyeri panggul parah mungkin takut melahirkan normal, khawatir akan sulit dan menyakitkan. Tapi bukti ilmiahnya kurang," kata Elisabeth K Bjelland dari Institute's Division of Mental Health seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Senin (21/1/2013). Penelitian yang dilakukan Bjelland justru menunjukkan, nyeri panggul bagian belakang atau disebut juga pelvic girdle syndrome lebih rentan memburuk usai melahirkan caesar. Karena itu bagi perempuan yang punya gangguan ini, melahirkan normal lebih dianjurkan. Dalam penelitiannya tersebut, Bjelland mengamati hubungan antara cara melahirkan dengan risiko pelvic girdle syndrome. Munculnya keluhan nyeri pada ibu-ibu yang baru saja melahirkan diamati terus menerus hingga 6 bulan pertama setelah melahirkan. Hasil pengamatan menunjukkan, 79,9 persen perempuan yang diteliti melahirkan secara normal tanpa bantuan alat, 6,7 persen menggunakan forseps atau vacuum, 7,2 dengan emergency caesar dan 6,2 persen dengan caesar yang memang telah direncanakan. Setelah disesuaikan dengan berbagai faktor, Bjelland mengambil 3 kesimpulan sebagai berikut:

1. Operasi caesar yang direncanakan berhubungan dengan peningkatan risiko nyeri panggul hingga 2 kali lipat dalam 6 bulan setelah melahirkan.

2. Pada perempuan yang menggunakan kruk selama hamil, operasi caesar baik yang sifatnya emergency maupun direncanakan sama-sama berhubungan dengan nyeri panggul yang parah dalam 6 bulan berikutnya.

3. Penggunaan alat bantu seperti vacuum juga berhubungan dengan risiko nyeri panggul.

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pasien dengan nyeri parah maupun berkepanjangan mengalami peningkatan risiko nyeri hebat setelah operasi. Salah satu penjelasannya adalah nyeri oeprasi mempengaruhi sistem saraf posat sehingga penghambatan nyeri jadi kurang efektif. Karena itu, bagi perempuan yang semasa hamil sering mengalami nyeri panggul maka operasi caesar akan meningkatkan risiko kekambuhan. Jika tidak ada alasan medis yang menyertai, maka Bjelland lebih menganjurkan untuk melahirkan secara normal.


Last edited by gitahafas on Mon Jan 21, 2013 7:33 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:08 pm

CAESAR BUKAN SOLUSI HINDARI NYERI BERSALIN
Rabu, 23 Januari 2013 | 12:06 WIB
KOMPAS.com – Banyak ibu yang memilih meja operasi Caesar ketimbang bersalin normal. Dokter akan membedah dinding perut dan rahim ibu guna mengeluarkan bayi. Tujuannya, agar dapat menghindari efek nyeri saat bersalin normal. Anggapan bahwa persalinan Caesar bisa menghindari nyeri saat melahirkan boleh jadi keliru. Saat proses persalinan boleh jadi calon ibu tidak mengalami nyeri karena mengalami pembiusan, tapi seusai melahirkan dengan operasi Caesar, ibu akan merasakan sakit yang rasa sakitnya lebih besar daripada persalinan normal. Pasalnya, saat persalinan normal, calon ibu mengeluarkan hormon endorphin yang mampu mengurangi secara alami rasa sakit karena proses melahirkan. Sementara pada saat pelaksanaan Caesar, hormon endorphin ini tidak diproduksi, sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan pascacaesar tidak dapat diminimalisasi oleh hormon ini. Tak hanya itu, masa pemulihan ibu setelah persalinan Caesar bisa mencapai enam minggu, bahkan lebih. Dari sisi waktu, ibu juga akan lebih lama menanggung rasa sakit yang ditimbulkan pascacaesar. Selain itu juga ada risiko lain yang mengintai ibu melalui persalinan Caesar yakni infeksi pascabedah terutama infeksi pada saluran kencing. Infeksi ini lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan. Belum lagi biaya operasi Caesar juga lebih mahal dibandingkan persalinan normal. Tak hanya itu, ada pula risiko bagi bayi yang perlu dipertimbangkan, yakni berpeluang lebih tinggi mengalami gangguan pernafasan (neonatal respiratory distress). Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi melalui persalinan Caesar.


Last edited by gitahafas on Wed Jan 23, 2013 1:48 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:08 pm

KONDISI IBU PASCA OPERASI CAESAR
08-02-2013 diposkan oleh melindacare
Pemulihan pasca operasi caesar biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibanding persalinan normal. Bagi ibu yang melakukan proses persalinan secara caesar baik terencana atau darurat, disarankan untuk memberikan perhatian ekstra untuk memulihkan kondisi fisik seperti semula. Ibu yang memilih proses persalinan secara caesar, harus memahami terlebih dahulu kondisi yang akan dialami pasca operasi caesar. Berikut beragam keluhan yang kerap dialami ibu setelah operasi caesar.

Nyeri pada bekas sayatan
Beberapa ibu mengeluhkan nyeri di bekas sayatan hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Nyeri terasa ketika melakukan pekerjaan cukup berat. Namun, sebagian ibu justru merasa kebal di area bekas sayatan karena saraf di daerah tersebut putus akibat sayatan. Rasa kebal akan hilang dalam waktu beberapa bulan, tergantung kesehatan ibu.

Nyeri pada tulang belakang
Ibu mengalami sakit atau nyeri pada tulang belakang di tempat bekas penyuntikan obat anestesi. Nyeri terasa saat ibu mengangkat beban yang cukup berat, membungkuk, atau melakukan aktivitas yang melibatkan tulang belakang. Rasa sakit atau nyeri akan hilang dengan sendirinya setelah berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Muncul keloid pada bekas jahitan
Keindahan perut ibu akan terganggu oleh munculnya keloid atau bekas luka yang membentuk benjolan memanjang pada bekas jahitan. Pencegahan keloid bisa dilakukan dengan memberikan beberapa obat khusus untuk mencegah keloid walaupun tidak 100% ampuh. Ini tergantung kondisi tubuh masing-masing dan teknik operasi yang dilakukan.

Luka bekas operasi bisa terinfeksi
Luka bekas operasi bisa terinfeksi jika tidak dirawat dengan baik. Terkadang luka terbuka kembali sehingga perlu dilakukan penjahitan ulang. Untuk mengatasi infeksi, ibu diharuskan mengonsumsi antibiotik, menjaga kebersihan tubuh, dan mengonsumsi makanan yang cukup kalori dan nutrisi.

Berisiko sembelit dan mual
Ibu yang menjalani persalinan secara caesar lebih berisiko terkena sembelit dibanding ibu yang menjalani persalinan normal. Ibu kerap merasa mual bahkan muntah akibat sisa pengaruh obat anestesi.

Apapun bentuk sayatan yang dilakukan pada proses operasi persalinan caesar, tetap saja akan meninggalkan bekas jahitan dan rasa nyeri. Bekas jahitan akan kering dalam waktu 6-8 minggu setelah persalinan. Penyembuhan luka pasca operasi caesar yang lebih lama dibanding persalinan normal, membuat aktivitas ibu lebih terbatas.


Last edited by gitahafas on Tue Feb 12, 2013 9:42 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:34 pm

BAYI LAHIR CAESAR BERISIKO TINGGI IDAP ASMA DAN ALERGI
Mona Indriyani Rabu, 13 Februari 2013, 09:16 WIB
VIVAlife - Proses lahiran secara caesar menjadi tren di tengah masyarakat modern. Teknik ini dikenal lebih praktis dan tidak sesakit proses kelahiran secara normal. Meski begitu, bayi yang dilahirkan secara caesar berpeluang terkena asma dan alergi. Pasalnya, proses tersebut membuat bayi kehilangan bug atau bakteri pelindung, yang berfungsi untuk mencegah dirinya dari gangguan di masa kanak-kanak hingga dewasa, seperti yang dilansir Zeenews. Para peneliti juga menekankan, selain dari sistem imun yang ringkih, terdapat perbedaan signifikan dalam bakteri usus antara bayi lahir normal dan operasi. Mereka khawatir dengan kesehatan bayi yang lahir secara caesar. Bayi caesar dapat kehilangan faktor fisiologis yang terjadi selama persalinan, termasuk paparan bakteri yang akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuhnya untuk berkembang. "Bayi yang lahir dengan persalinan caesar berada pada peningkatan risiko asma, obesitas dan diabetes tipe," tulis laporan yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal. (umi)


Last edited by gitahafas on Wed Feb 13, 2013 2:05 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 29, 2012 4:36 pm

BAYI LAHIR CAESAR KEKURANGAN BAKTERI BERMANFAAT
RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 15:10 WIB
TEMPO.CO, London - Bayi yang mengkonsumsi susu formula diprediksi bakal mengidap bakteri yang menyebabkan diare dan penyakit parah lainnya. Begitu pula dengan bayi yang lahir secara caesar. Mereka akan mengalami kekurangan bakteri yang bermanfaat untuk tubuh. Dua kesimpulan itulah yang muncul dari riset dr Anita Kozyrskyi asal Universitas Alberta. Kata Kozyrskyi, bayi yang meminum susu formula memiliki kemungkinan lebih besar menderita diare ketimbang bayi yang meminum air susu ibu (ASI). Sedangkan bayi yang lahir dengan cara caesar telah direncanakan dan diambil dari perut sebelum waktunya. Akibat proses itu, jumlah serta keragaman bakteri baik berkurang. "Padahal bakteri usus memegang peranan fundamental dalam kesehatan manusia," kata Kozyrskyi, dikutip situs Telegraph, Selasa, 12 Februari 2013. "Bakteri ini bertugas menstimulasi perkembangan sistem kekebalan tubuh, menyediakan perlindungan pada patogen, berkontribusi pada pengolahan nutrisi, dan menghasilkan energi." Gangguan pada keseimbangan makanan dan bakteri buruk di dalam usus nantinya akan terkait dengan penyakit usus, diabetes, obesitas, kanker, alergi, dan asma. Kelainan ini juga memicu necrotising Enterocolitis, yang menyebabkan sejumlah kerusakan pada dinding usus dan dapat mempengaruhi kelahiran bayi prematur maupun berat lahir. "Hasil riset kami menunjukkan celah pengetahuan yang penting karena mikrobiota di dalam usus anak-anak jarang dikenali," kata Kozyrskyi dalam temuan yang dipublikasikan Canadian Medical Association Journal ini. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hasil riset mereka secara khusus membenarkan bahwa mikrobiota di usus sebagai superorgan dengan peran yang beragam bagi kesehatan dan penyakit. Riset ini juga memberikan perhatian lebih terhadap meningkatnya operasi caesar dan kurangnya pemberian ASI eksklusif.


Last edited by gitahafas on Fri Feb 15, 2013 7:25 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Bedah Caesar Untuk Bersalin?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas
» Yesus diutus hanya untuk orang israel, bukan untuk bangsa lain

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: