Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bedah Caesar Untuk Bersalin?

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 10, 11, 12
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Wed Apr 22, 2015 8:19 pm

BISAKAH MELAHIRKAN NORMAL SETELAH SESAR?
Jumat, 17 April 2015, 14:49 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Melahirkan, apapun itu metodenya, selalu menimbulkan kekhawatiran. Melahirkan lewat operasi sesar juga menimbulkan banyak pertanyaan. Berikut pertanyaan yang sering diajukan oleh para ibu yang hendak melahirkan secara sesar, dikutip dari www.parentsindonesia.com.

T: Benarkah jika anak pertama dilahirkan dengan sesar, maka anak kedua dan seterusnya pun pasti sesar?

J: Pertanyaan ini termasuk yang paling sering terlontar. United States Public Health Service menyatakan 35 persen operasi sesar dilakukan karena persalinan sebelumnya juga sesar. Bekas operasi dengan teknik sayatan perut klasik yang membujur vertikal dari bawah pusar ke arah tulang kemaluan diyakini melemahkan dinding rahim. Namun sejak tahun 2004, insisi dilakukan dengan sayatan horizontal di bawah pusar sehingga memungkinkan ibu untuk melahirkan normal.

Selain teknik insisi yang sudah maju, Dr. Ifzal Asril, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RSIA Hermina, Jatinegara, Jakarta, pun berujar, “Ibu yang melahirkan anak pertama dengan sesar, tidak selalu melahirkan anak berikutnya juga dengan sesar, kecuali jika ibu memiliki indikasi operasi sesar karena panggul sempit, kelainan bentuk panggul, dan adanya penyakit tertentu dalam riwayat kesehatannya,” sanggah Dr. Ifzal.

T: Apakah pendarahan yang saya alami normal ataukah terlalu banyak?

J: Kendati tidak mengalami pendarahan sebanyak jika Anda melahirkan normal, melahirkan dengan sesar juga masih akan mengalami pendarahan vaginal. Pendarahan yang disebut sebagai lochia ini berasal dari area dimana plasenta melekat pada dinding rahim. Pendarahan akan berwarna merah, yang kemudian berubah menjadi merah muda, lalu memudar menjadi kuning kecoklatan sebelum akhirnya berhenti.

Kebanyakan ibu akan mengalami pendarahan berat paling tidak selama dua minggu masa pemulihannya. Namun jika Anda mengalami pendarahan sampai harus mengganti pembalut setiap jam atau mengeluarkan gumpalan darah yang lebih besar dari seukuran bola golf, segera hubungi dokter.

T: Kapan boleh kembali berolahraga?

J: Jika Anda pecinta olahraga dan tidak sabar untuk kembali beraktivitas, kebanyakan dokter menyarankan untuk kembali melakukannya setelah 6 minggu. Namun ini akan tergantung pada kondisi tubuh. Olahraga yang disarankan adalah berenang karena berenang tidak membuat tubuh mengalami banyak tekanan. Namun pastikan Anda sudah tidak mengalami pendarahan dan bekas operasi benar-benar sudah kering.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Wed Apr 22, 2015 8:20 pm

SEPUTAR PERSALINAN SESAR
Jumat, 17 April 2015, 14:26 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Saat pilihan melahirkan akhirnya jatuh pada operasi sesar, berbagai pertanyaan mungkin berkecamuk dalam benak Anda. Jangan risau, kami punya jawabannya. Semua calon ibu, terutama yang baru pertama kali akan menjadi ibu pasti menginginkan persalinannya berjalan dengan lancar. Melahirkan normal dengan bayi sehat dan ibu cepat pulih, menjadi pemikiran ideal setiap ibu. Namun tidak semua ibu bisa mendapatkan kesempatan untuk melahirkan normal. Rosa, 38 tahun, misalnya. Ibu baru ini justru disarankan dokter untuk melakukan operasi sesar. Pertimbangan usia dan riwayat kesehatan ibu satu anak ini yang membuat sesar (sesar) menjadi pilihan untuk bersalin. Jika beribu pertanyaan menjadi tanda tanya di kepala Anda, temukan jawabannya di sini, dikutip dari www.parentsindonesia.com.

T: Benarkah stres meningkatkan kemungkinan menjalani operasi sesar?

J: Seorang peneliti dari Faculty of Health and Society, Malmö University Swedia, Anne-Marie Wangel melakukan penelitian terhadap 6.467 perempuan di Malmö. “Studi kami menunjukkan adanya peningkatan risiko menjalani operasi sesar darurat yang signifikan pada calon ibu pertama kali. Ini terjadi jika ibu mengalami stress, ketakutan, atau sulit tidur saat hamil,” jelasnya. Wangel kini sedang mencari metode perawatan saat hamil yang bisa mengenali masalah mental secara sistematis saat kehamilan demi mengurangi peningkatan angka operasi sesar darurat.

T: Mengapa ada bekas jahitan sesar yang menjadi luka atau bernanah?

J: Pasca pemulihan persalinan dengan sesar memang memakan waktu lebih lama daripada melahirkan normal. Ibu juga berpeluang mengalami infeksi pasca lahir. Menurut Dr. Ifzal Asril, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RSIA Hermina, Jatinegara, Jakarta, jika bekas sesar sampai bernanah, berarti terjadi infeksi dari dalam.

“Infeksi dari dalam ini terjadi mulai dari rongga perut, lapisan kulit subfascia, subkutis atau kutis. Luka operasi yang tidak steril atau terkontaminasi kumanlah yang menyebabkan terjadinya nanah,” jelasnya. Dokter biasanya akan membersihkan bekas operasi yang luka tersebut dengan cairan antiseptik. “Bila terdapat jaringan yang menjadi sumber infeksi, dokter akan melakukan eksisi (tindakan bedah untuk membuang jaringan) atau bila perlu dilakukan operasi ulang.”
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Apr 23, 2015 8:37 pm

WHO PERINGATKAN PENYALAHGUNAAN OPERASI CAESAR
Diana Rafikasari Kamis, 16 April 2015 − 10:04 WIB
JENEWA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) peringatkan penyalahgunaan operasi caesar. Sebab, praktik operasi kelahiran bayi atau operasi caesar meningkat di seluruh dunia. Peningkatan ini terjadi di negara-negara pendapatan tinggi dan menengah. Dilansir dari VOA, WHO merasa prihatin dengan penyalahgunaan operasi penting ini. Operasi caesar yang dilakukan tanpa keperluan medis, dapat berisiko ibu dan bayi menghadapi masalah-masalah kesehatan jangka pendek dan panjang. Direktur Departemen Kesehatan dan Riset Reproduksi WHO, Marleen Temmerman menjelaskan, bahwa operasi caesar secara umum merupakan tindakan yang aman, namun risiko-risiko kesehatan tetap ada. Peluang terjadinya komplikasi tidaklah tinggi, namun risiko, kematian dapat terjadi. “Ada komplikasi-komplikasi mengancam nyawa akibat pendarahan, sebagian besar, tapi juga komplikasi-komplikasi lain seperti risiko-risiko thromboembolic lebih tinggi setelah operasi dibandingkan kelahiran normal,” ujar Temmerman. Operasi ini ditujukan ketika kelahiran normal berisiko terhadap ibu atau bayinya. Misalnya karena proses kelahiran yang terlalu lama, kesulitan pada janin, atau karena bayi ada di posisi abnormal. Temmerman menjelaskan, ia prihatin atas peningkatan besar jumlah operasi caesar yang tidak perlu di negara-negara berkembang maupun maju. Ia mengatakan isu gaya hidup mendorong epidemi operasi caesar ini. “Bagi seorang dokter kandungan sebetulnya lebih mudah untuk melakukan operasi caesar kadang-kadang karena dapat mengatur jadwalnya. Tidak ada stress, tugas malam-malam, tidak ada panggilan darurat atau kesulitan pada janin, pendarahan atau apapun, jadi hidupnya menjadi lebih baik,” ujarnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Sat May 23, 2015 7:58 pm

AMAN MELAHIRKAN SECARA NORMAL SETELAH OPERASI CAESAR
Sabtu, 23 Mei 2015 | 11:30 WIB
KOMPAS.com - Banyak wanita yang takut melahirkan secara normal setelah pada persalinan sebelumnya dilakukan melalui operasi caesar. Padahal, selama tidak ada indikasi medis, persalinan secara normal justru lebih aman. "Wanita yang sebelumnya melahirkan dengan bedah caesar dan kemudian melahirkan secara normal memiliki angka morbiditas (penyakit) yang lebih rendah," kata Sally Curtin, dari Centers for Disease Control dan Prevention (CDC) Amerika. Curtin melakukan kajian data dari data kelahiran di 41 negara bagian tahun 2013. Data tersebut mewakili sekitar 90 persen kelahiran pertahun di AS. Mayoritas wanita yang sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar kembali menjalani persalinan berikutnya dengan cara ini. Namun, sekitar 20 persen memilih persalinan secara alami. Hasil penelitian menunjukkan, sekitar 70 persen wanita yang menjalani persalinan keduanya secara normal berjalan dengan sukses. Ini berarti, sekitar 30 persennya terpaksa berakhir dengan operasi caesar. Para wanita yang tidak sukses menjalani persalinan normal tersebut harus mendapatkan transfusi darah, operasi pengangkatan rahim (histerktomi) yang tidak direncanakan, atau mendapat perawatan di ICU. "Dibandingkan persalinan caesar, angka kesakitan atau penyakit dari operasi normal lebih rendah. Karenanya, melahirkan secara normal dianjurkan untuk semua wanita yang tidak ada riwayat caesar atau yang sudah pernah operasi caesar namun risikonya rendah," katanya. Meski begitu, ada faktor risiko yang perlu diketahui dari persalinan normal setelah bedah caesar. Risiko ini terutama dimiliki wanita yang harus menjalani operasi caesar karena kondisi darurat. Wanita yang memiliki bayi dengan berat besar juga tidak disarankan melakukan persalinan alami.
Back to top Go down
 
Bedah Caesar Untuk Bersalin?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 12 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 10, 11, 12
 Similar topics
-
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas
» Yesus diutus hanya untuk orang israel, bukan untuk bangsa lain

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: