Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bedah Caesar Untuk Bersalin?

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Sun May 26, 2013 5:39 pm

HABIS CAESAR, BISAKAH MELAHIRKAN NORMAL?
Jumat, 24 Mei 2013 | 22:35 WIB
KOMPAS.com - "Dok, saya (25) ibu seorang anak (1,5) yang kini tengah mengandung lagi. Usia kehamilan sekarang 4 bulan. Anak pertama lahir secara caesar. Apakah persalinan nanti bisa normal? Sejauh ini sih bekas operasi tidak ada masalah. Terima kasih atas jawabannya." (Nur Khayati - Kebumen, Jateng) Bila kehamilan saat ini terjadi kurang dari satu tahun sejak kelahiran yang lalu, maka persalinannya tidak boleh dilakukan normal, artinya harus dioperasi lagi. Hal ini disebabkan proses penyembuhan luka operasi tersebut belum optimal dan berisiko tinggi mengalami robekan rahim (ruptura uteri) saat persalinan nanti. Sedangkan jika jarak persalinannya sudah lebih dari satu tahun, syarat untuk dapat melahirkan normal antara lain panggul ibu normal, berat janin tidak melebihi kapasitas panggul ibu, tidak ada tumor jalan lahir, dan dinding rahim pada kehamilan 9 bulan masih cukup tebal (minimal 4 mm), serta tidak nyeri saat ditekan. Pengukuran ketebalan dinding rahim dilakukan melalui USG transvaginal agar pengukurannya dapat lebih akurat. Dari studi literatur, persalinan bekas operasi caesar tidak diizinkan normal bila jarak kehamilan kurang dari satu tahun, sudah dua kali operasi caesar, panggul sempit atau abnormal, sayatan pada rahim berbentuk memanjang (seksio sesarea klasik), dan fasilitas rumah sakit tidak memungkinkan. Banyak skoring yang dapat dipakai untuk meramalkan keberhasilan persalinan normal pada bekas operasi caesar, misalnya modifikasi skoring Alamia yang dipakai di RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad, Jakarta. Selama kehamilan perlu dipantau munculnya rasa nyeri di sekitar jahitan operasi, yaitu di sekitar tulang kemaluan. Pada kehamilan 36 minggu diukur ketebalan rahim melalui pemeriksaan USG transvaginal. Bila sudah tipis, maka persalinan harus melalui operasi caesar. Regangan dinding rahim yang berlebihan atau dindingnya sudah tipis akan menimbulkan nyeri di daerah jahitan operasi. Nyeri dapat timbul spontan akibat kontraksi rahim atau karena penekanan dari luar. Dokter kandungan Anda akan menilai secara saksama apakah Anda dapat melahirkan normal atau harus operasi caesar kembali.

(Dr Judi Januadi Endjun, SpOG, Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Tue May 28, 2013 1:54 pm

JAHITAN LASER EMAS ATASI MASALAH PASCA PERSALINAN
SENIN, 13 MEI 2013 | 15:11 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu bagian paling sulit dan umum dari sebuah operasi tubuh adalah jahitan untuk menutup sayatan. Ahli bedah maupun pasien sering merasa khawatir akan timbulnya infeksi dan terbentuknya jaringan parut di lokasi jahitan itu. Namun sekarang ada kemajuan baru, yaitu laser tissue welding (LTW), yang diklaim mampu mengurangi masalah jahitan dan juga memperpendek waktu operasi. LTW menggunakan sinar laser untuk memanaskan jaringan. Pemanasan tersebut menyebabkan tepi sayatan menutup erat dan cepat, serta mengurangi timbulnya jaringan parut. Namun, menurut ahli, LTW memiliki satu kelemahan. Laser ini menutup jaringan dengan tidak sangat kuat. Ini sangat berpengaruh jika digunakan untuk operasi organ-organ dalam seperti usus. Kebocoran bisa saja terjadi dan mengakibatkan infeksi yang mengancam jiwa. Karena itulah, para peneliti sangat antusias menggunakan materi emas sebagai bahan mematri yang dapat digunakan dalam LTW. Bahan nanokomposit plasmonic memiliki nanorods emas yang sangat kecil di dalamnya. Ketika pengujian dilakukan pada usus babi, ahli bedah menemukan bahwa bahan tersebut sangat kuat dan membentuk segel cair yang sangat ketat. Bahkan ini cukup elastis ketika tubuh bergerak sehingga dapat mengurangi risiko pecah dan infeksi. "Secara keseluruhan, nanocomposites plasmonic adalah bahan menarik untuk perbaikan jaringan berbasis laser," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Tue May 28, 2013 2:33 pm

5 TIP MEMPERLANCAR PERSALINAN
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 14 Mei 2013 | 14:12 WIB
KOMPAS.com - Mendekati masa persalinan, bumil pasti merasa cemas dan sedikit ketakutan akan proses persalinan yang menyakitkan. Dr Ardiansjah Dara, SpOG, dari MRCCC Siloam Semanggi, mengungkapkan bahwa ketakutan ini disebabkan karena banyak cerita-cerita yang menakutkan seputar bersalin, misalnya perdarahan, bayi susah keluar, dan lain-lainnya. "Padahal ketakutan ini hanya akan menyebabkan persalinan justru jadi lebih sulit. Faktor emosi ibu dan ketakutannya akan mengurangi tenaga serta semangat saat bersalin," ungkap pria yang disapa dr Dara ini saat seminar persalinan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Untuk membantu memperlancar persalinan, dr Dara punya beberapa tip yang bisa dipraktikkan oleh bumil.

1. Banyak bergerak
Sekalipun perut sudah besar dan berat, bukan berarti Anda jadi malas bergerak. Justru saat kehamilan sudah memasuki 37 minggu lebih, Anda harus lebih banyak bergerak, misalnya jalan-jalan. Ketika mendekati kelahiran, bayi akan bergerak memasuki rongga panggul ibu, sehingga memicu kontraksi yang cukup sering saat pagi dan sore. "Ini sebabnya, Anda harus banyak bergerak, untuk memudahkan bayi bergerak bebas sekaligus menekan rasa sakit yang dirasakan ibu. Kalau kebanyakan duduk atau tidur, sakitnya justru terasa," jelasnya.

2. Sugesti diri sendiri
Setiap orang memiliki pengalaman kehamilannya sendiri-sendiri, maka Anda tak bisa menyamakan semua kondisinya. Yang terjadi pada orang lain belum tentu terjadi pada Anda. Anda harusnya bisa mengenali tipe kehamilan Anda sendiri. Oleh karena itu, beri sugesti positif pada diri Anda agar kehamilan jadi lebih menyenangkan. Anda juga bisa mencari teman bicara yang positif, misalnya bergabung dalam komunitas bumil, bicara dengan ibu atau kakak perempuan, atau dengan dokter kandungan Anda. Ketika ketakutan hilang dan Anda mampu memberi sugesti positif, maka hormon adrenalin akan menurun dan otot akan jadi lebih rileks.

3. Berhubungan seks
Karena perut berat dan besar, Anda pasti jadi malas berhubungan seks. Padahal berhubungan seks saat hamil sebenarnya aman dilakukan, asal tidak menggunakan gaya yang aneh-aneh. Dr Dara juga mengungkapkan bahwa berhubungan seks saat hamil bermanfaat untuk merangsang keluarnya hormon oksitosin (hormon yang membuat suasana jadi gembira). Biasanya, gairah seks saat hamil ini akan memuncak saat trimester ketiga. "Selama kehamilan normal, hubungan seks sangat disarankan. Namun, kalau bermasalah sebaiknya tidak dilakukan, terutama ketika bumil mengalami masalah plasenta yang merembes. Ini akan menyebabkan masalah yang lebih berat, karena sperma mengandung prostaglandin yang bisa meningkatkan kontraksi," sarannya.

4. Stimulasi puting
Keluarnya hormon oksitosin tak cuma bisa dirangsang melalui hubungan seks, tapi juga melalui stimulasi puting. Stimulasi ini bisa dilakukan oleh pasangan, atau dilakukan sendiri. Yang harus dilakukan adalah dengan meraba daerah sekitar areola (bagian yang berwarna kecoklatan) selama beberapa menit.

5. Alihkan rasa sakit
Sekarang ini sudah semakin banyak teknik melahirkan yang bisa mengurangi rasa sakit, misalnya hypnobirthing, water birth, dan lainnya. Pengalihan rasa sakit ini juga bisa dilakukan dengan menonton televisi, mendengarkan musik, aromaterapi, makan camilan, dan lainnya. "Yang paling penting adalah bagaimana Anda memberi sugesti positif pada diri sehingga persalinan lagi lancar. Melahirkan pasti sakit, tapi Anda tidak perlu membuatnya lebih sulit dengan marah-marah, berteriak, atau bahkan bete. Ini akan membuat tenaga Anda habis. Sebaliknya, seharusnya Anda pasang wajah senyum sesakit apapun, karena ini akan membantu Anda lebih tenang, dan juga semua orang yang membantu persalinan juga senang," sarannya. Sugesti positif dan pengalihan rasa sakit ini akan membantu Anda menekan hormon adrenalin sehingga perasaan jadi lebih tenang.


Last edited by gitahafas on Thu May 30, 2013 9:16 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Wed May 29, 2013 4:56 pm

MELAHIRKAN DI RUMAH ATAU DI RUMAH SAKIT?
Kamis, 16 Mei 2013 | 03:33 WIB
TEMPO.CO, Pennsylvania--Hari kelahiran bayi adalah saat yang sangat dinanti dan begitu penting bagi Anda dan keluarga. Untuk itu, Anda pasti telah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Anda akan mempersiapkan kamar yang akan ditempati si kecil, di rumah sakit mana ia akan lahir, dan sebagainya. Meskipun sudah direncanakan sebaik mungkin, seringkali kelahiran bayi tidak dapat diduga. Bahkan banyak kejadian, bayi terlahir di jalan, di mobil, bahkan di rumah. Kelahiran di rumah memang jarang direncanakan –bahkan tidak direncanakan sama sekali. Di Amerika Serikat, kelahiran di rumah hanya sebesar 1 persen dari jumlah semua kelahiran. Dan, baru-baru ini, seperti dikutip dalam Women’s Health 13 Mei 2013, The American Academy of Pediatrics (AAP) membuat pedoman merawat bayi pada kelahiran di rumah. Pada tahun 2011, American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) menyebutkan tempat kelahiran terbaik adalah di rumah sakit atau klinik bersalin. Seorang ibu berhak memilih di mana ia akan melahirkan, bahkan di rumah sekalipun. AAP merekomendasikan, kelahiran di rumah sebaiknya ditangani oleh seseorang yang tahu betul mengenai proses kelahiran, misalnya bidan. Setidaknya, ada dua orang yang membantu proses kelahiran. Satu orang untuk menangani si jabang bayi dan seorang lainnya untuk membantu persalinan si ibu. Selain itu, pastikan telepon dapat berfungsi baik manakala terjadi sesuatu yang tidak bisa ditangani di rumah sehingga bisa langsung menelepon rumah sakit terdekat. Banyak hal yang harus dilakukan begitu si bayi lahir, seperti memeriksa keadaan fisiknya, beberapa pemindaian bagian tubuh, dan pemberian vitamin K. Sependapat dengan ACOG, AAP juga menyarankan agar proses melahirkan dibantu oleh bidan yang bersertifikasi. Jika Anda berencana melahirkan di rumah, sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Tanyakan risiko dan manfaatnya. Lakukan pemeriksaan pada kandungan Anda. Beberapa kasus kehamilan tidak dimungkinkan untuk melahirkan di rumah. Selain itu, kondisi si ibu juga harus prima. Jika semua itu sudah disiapkan, kelahiran di rumah dengan bidan pun siap dilaksanakan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Wed Jun 12, 2013 7:44 pm

RISIKO-RISIKO PASCA PERSALINAN
Helmi Ade Saputra - Okezone RABU, 12 JUNI 2013 
SELAMA sembilan bulan masa kehamilan, pada umumnya perhatian calon ibu ataupun ayah lebih terfokus kepada nutrisi ibu agar janin lahir sehat dan normal, dan setelah melahirkan perhatian akan terfokus kepada bayi mereka. Padahal, pascamelahirkan tidak kalah pentingnya dengan saat masa kehamilan mengingat  di masa ini ibu menghadapi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu kondisi fisik, mental, maupun sosial. Menurut spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ivan Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, risiko pascamelahirkan dapat dikurangi dengan bekal pengetahuan sejak dini dari calon ibu dan ayah, agar sang ibu dapat melewati periode pascabersalin dengan nyaman. “Banyak risiko pascamelahirkan yang sering luput dari perhatian ibu dan ayah. Dengan bekal pengetahuan sejak dini, dampak dari risiko-risiko ini dapat dikurangi, sehingga ibu dapat menjalani periode pascamelahirkan dengan lebih nyaman dan terhindar dari risiko jangka panjang,”ujar dr. Ivan dalam acara Media Workshop Dermatix bertajuk “Risiko Setelah Melahirkan : Apa Yang Tidak Anda Ketahui dan Wajib Diketahui” di RS Bunda Jakarta, Rabu (12/6/2013). Lebih lanjut dr. Ivan mengutarakan salah satu risiko yang dialami ibu pasca melahirkan adalah vaginal prolapse, yaitu keluarnya sebagian rahim dari mulut vagina atau orang awam sering menyebutnya ‘turun berok’. Selanjutnya ada juga inkontinensia, yaitu ketidakmampuan menahan pipis dan defekasi. “Apabila tidak diantisipasi sejak dini, risiko-risiko ini dapat memberi dampak jangka panjang yang dapat mengurangi kualitas hidup perempuan,” imbuh dr. Ivan. Ia menambahkan, sejumlah risiko pascakehamilan memang tidak dapat dihindari secara total, namun dapat dikurangi. “Misalnya vaginal prolapse serta inkontinensia risikonya dapat dikurangi dengan melakukan laithan kegel secara teratur selama dan setelah kehamilan. 
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Mon Jul 15, 2013 11:28 am

INI LATIHAN YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MEMPERMUDAH PERSALINAN
Nurvita Indarini - detikHealth Minggu, 14/07/2013 13:05 WIB
Jakarta, Menjadi ibu adalah pengalaman yang luar biasa bagi seorang perempuan. Karena itulah para perempuan pun berharap bisa melahirkan bayinya dengan mudah. Nah, ada beberapa latihan yang ditengarai bisa membantu mempermudah ibu hamil yang akan melahirkan secara normal. Pada beberapa wanita, perlu 8-10 jam dalam proses melahirkan secara normal. Dalam kurun waktu itu tentu ada rasa sakit dan nyeri. Untuk mengurangi rasa sakit dan menurunkan jangka waktu persalinan, ada baiknya dilakukan latihan prenatal yang pada dasarnya untuk membuat otot panggul kuat. Latihan yang mudah dan dilakukan secara teratur selama masa kehamilan dapat membantu menjaga sirkulasi darah dan menghindari kram otot. Berikut ini daftar latihan prenatal untuk memudahkan persalinan seperti dikutip dari Boldsky, Minggu (14/7/2013):

1. Jongkok
Latihan jongkok sangat ideal bagi wanita hamil untuk memperkuat otot-otot panggul dan paha. Jongkok juga membantu untuk membuka panggul dan vagina. Hal ini akan mengendurkan otot Anda dan mempersiapkan diri untuk melahirkan. Pada saat melakukan latihan jongkok, lakukan dengan menjaga tangan Anda di depan sebagai dukungan. Jangan lupa, minta suami untuk menemani melakukan latihan ini.

2. Kegel
Ada banyak manfaat dari melakukan latihan Kegel, salah satunya adalah mendapatkan persalinan yang lebih cepat. Tak hanya itu, latihan sederhana ini juga membantu untuk menghindari wasir dan pembekuan darah. Kegel pada dasarnya adalah latihan otot. Cara melakukan latihan ini adalah dengan menarik otot vagina dan dubur Anda, lalu tahan selama beberapa detik dan lepaskan lagi. Latihan kegel bisa memperkuat otot-otot panggul dasar Anda yang membantu mendorong bayi selama persalinan. Kegiatan ini juga bisa meningkatkan kapasitas kontrol kandung kemih.

3. Latihan Panggul
Untuk melakukan latihan ini, gunakanlah kasur lantai. Lakukanlah posisi merangkak, jauhkan kedua siku Anda untuk mendukung berat badan. Kemudian tarik otot dubur Anda, tahan selama beberapa detik dan lepaskan. Kegiatan ini bisa membantu meringankan sakit punggung yang rentan dialami selama masa kehamilan. Selain itu juga membantu meningkatkan aliran darah ke daerah panggul bawah, sehingga baik bagi calon bayi Anda. Latihan ini juga bisa memperkuat otot-otot panggul yang akan memudahkan pada saat persalinan nanti.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Sat Aug 03, 2013 9:31 am

4 TIP SIAPKAN DIRI JELANG PERSALINAN
Qalbinur Nawawi - Okezone JUM'AT, 2 AGUSTUS 2013 21:10 wib
MENYIAPKAN diri pada hari-hari terakhir kehamilan sangat penting. Pasalnya kondisi ini bisa memudahkan Anda saat melahirkan.
Kemudahan saat melahirkan merupakan hasil persiapan matang menjelang persalinan. Ya, ada beberapa hal yang harus dilakukan si calon ibu terlebih dahulu, agar memudahkan ia dalam proses persalinan. Apa saja itu? Di bawah ini ada empat tip menyiapkan diri menjelang hari persalinan, seperti dilansir Magforwomen.

1. Berbicara dengan bayi Anda
Letakkan tangan Anda pada benjolan perut dan bicaralah dengan bayi Anda setiap hari. Bayi Anda bisa mendengarkan suara Anda, bahkan mengerti apa yang Anda katakan. Beritahu bayi Anda bagaimana perasaan Anda memiliki dia atau dia dalam diri Anda dan semua pengalaman positif bahwa Anda sudah bersyukur telah memiliki dia. Katakan pada diri sendiri dan bayi bahwa Anda berdua tak perlu panik cemas selama proses persalinan. Kemudian berjanji untuk melewati proses persalinan dengan tenang, dimana biasaya upaya ini berhasil membantu Anda menikmati setiap momen di ruang bersalin. Setelah itu feknya setiap kontraksi yang Anda rasakan akan membantu bayi mendekat. Meskipun rasa sakit tak akan berkurang, visualisasi positif ini akan membantu Anda bertahan dalam persalinan bila saatnya tiba.

2. Jauhkan diri dari kesibukan
Perbanyaklah istirahat bila saat-saat kelahiran bayi Anda sudah sangat dekat. Tapi hal ini bukan berarti harus istirahat sepanjang hari, Anda harus juga melakukan aktivitas agar fleksibelitas tubuh tetap terjaga. Di mana Anda bisa melakukan banyak hal, antara lain menulis, meluki, bernyanyi, mendengarkan musik atau menonton film.

3. Baca mengenai seluk beluk cara membesarkan bayi
Sebagai ibu baru nantinya, Anda akan dituntun bisa menjadi ibu yang baik, seperti membiasakan diri memegang dan menyusui bayi, mengganti popoknya dan lain lain. Tetapi sebenarnya Anda tak akan pernah punya waktu saat mencari pengetahuan mengurus anak setelah melahirkan. Untuk itu, cara terbaik untuk mendapatkan pengetahuan itu ialah banyak membaca seluk beluk membesarkan bayi, terutama bagi Anda yang sudah beberapa hari lagi anak Anda melahirkan.

4. Dapatkan hubungan intim dengan suami Anda
Beberapa hari terakhir kehamilan bisa membuat benar-benar perempuan stres. Karenanya berbagi kekhawatiran dengan suami dan mendapat kebutuhan secara intim bisa membantu Anda mengurangi stres dan lebih rileks.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Wed Aug 14, 2013 10:36 am

INDUKSI PERSALINAN TINGKATKAN RISIKO AUTISME?
Penulis : Rosmha Widiyani | Selasa, 13 Agustus 2013 | 15:35 WIB
Kompas.com — Induksi atau tindakan merangsang persalinan dianggap bisa meningkatkan risiko autisme pada bayi, terutama jika bayi berjenis kelamin laki-laki. Mengingat risiko tersebut para ahli menyarankan agar tenaga medis berusaha menghindari tindakan induksi jika alasan medisnya tak terlalu kuat. Ada beberapa metode induksi antara lain merangsang kontraksi atau menggunakan obat-obatan mengandung oksitosin untuk mempercepat persalinan. Kaitan antara autisme dan induksi persalinan ini muncul dalam penelitian yang menganalisis data kelahiran lebih dari 625 ribu bayi di North Carolina antara tahun 1990 dan 1998. Pada periode penelitian tersebut 1,3 persen anak laki-laki dan 0,4 persen anak wanita didiagnosis autisme. Secara spesifik, anak laki-laki yang saat lahir ibunya mendapat induksi, risikonya menderita autis 35 persen lebih besar. Sementara pada anak wanita, hanya kelahiran dengan augmentasi (pemberian oksitosin) yang meningkatkan risiko autis. Tetap perlu ditegaskan penelitian ini tidak membuktikan induksi dan penambahan hormon (augmentasi) saat kelahiran menyebabkan autis. Studi hanya membuktikan adanya hubungan antarkeduanya. Riset yang dimuat dalam JAMA Pediatrics ini termasuk riset yang menggunakan data paling besar terkait risiko autis, faktor yang memengaruhi, dan bagaimana faktor tersebut memengaruhi. Penelitian juga tidak mengetahui seberapa banyak induksi atau oksitosin memengaruhi risiko autis. "Risikonya memang signifikan tapi tidak terlalu. Wanita harus mengerti alasan dilakukannya induksi dan augmetasi. Bila tidak dilakukan, risiko yang dihadapi lebih besar, dibanding peningkatan risiko autis," kata Gregory. Pakar lain juga menyebutkan dari hasil riset ini sebenarnya peningkatan risiko autis relatif kecil dibanding keuntungan yang diperoleh bila melakukan induksi dan augmentasi. Para peneliti rencananya akan melakukan studi lanjutan mengenai hal ini. "Kita tidak tahu obat, kecepatan, atau kondisi kelahiran yang menyebabkan autis. Namun, riset ini menjadi satu keping puzzle autis yang berhasil dibuka," kata Michael Rosanoff dari Autism Speaks.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Sat Aug 24, 2013 8:47 am

AGAR LUKA CAESAR CEPAT PULIH
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone - JUM'AT, 23 AGUSTUS 2013 12:50 wib
OPERASI caesar merupakan operasi besar dan tentunya akan membuahkan rasa sakit sesudahnya. Agar luka yang disisakan lekas pulih, ikuti tip berikut. Rasa perih usah menjalani operasi caesar merupakan hal yang tak bisa dihindari. Anda tentu tak merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Apalagi, gerakan kecil sekalipun seperti pergeseran di tempat tidur, batuk, atau tertawa akan membuat rasa nyeri timbul. Untuk membantu pemulihan luka tersebut, Anda pun perlu melakukan sederet tip penting di bawah ini. Babycentre memaparkan ulasannya untuk Anda.

-Makan dan minum segera ketika Anda lapar dan haus.
Minumlah yang banyak dan konsumsi makanan kaya serat untuk mencegah sembelit.

-Kenakan pakaian longgar dan celana katun.
Kenakan celana dengan ukuran yang lebih besar. Anda juga bisa menggunakan celana khusus dengan bahan yang melar agar melindungi luka setelah operasi.

-Jagalah luka tersebut baik-baik dan jangan mengoleskan atau menempatkan apa pun di atas luka tersebut, kecuali atas instruksi bidan atau dokter Anda. Awasi luka Anda agar tak terjadi infeksi. Tanda-tanda infeksi ialah adanya nyeri tambahan, kemerahan, dan mengalami perubahan. Beritahu dokter atau bidan ketika Anda melihat tanda-tanda tersebut.

-Cuci dan keringkan luka Anda setiap hari.
Tak masalah untuk melakukan mandi seperti biasa dan menggunakan sabun, asalkan Anda membilasnya. Usai mandi, tepuk dengan lembut menggunakan handuk bersih untuk mengeringkannya. (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Wed Apr 22, 2015 8:18 pm

PERTANYAAN SEPUTAR OPERASI SESAR
Jumat, 17 April 2015, 14:37 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Melahirkan, apapun itu metodenya, selalu menimbulkan kekhawatiran. Melahirkan lewat operasi sesar juga menimbulkan banyak pertanyaan. Berikut pertanyaan yang sering diajukan oleh para ibu yang hendak melahirkan secara sesar, dikutip dari www.parentsindonesia.com.

T: Apakah ibu yang melakukan operasi sesar bisa segera menyusui bayinya?

J: Ya. Dr. Ifzal Asril, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RSIA Hermina, Jatinegara, Jakarta, menegaskan bahwa ibu yang bersalin sesar tentu bisa segera menyusui bayinya. Malahan, bagi ibu yang bersalin sesar, menyusui bayi bisa mendatangkan banyak manfaat secara khusus. Menyusui bisa mempercepat pengecilan uterus seperti sebelum hamil dan penurunan berat badan. Bayi yang dilahirkan dengan sesar dan langsung diberi ASI juga akan menerima manfaat penting seperti perlindungan kekebalan tubuh, pencegahan hipoglikemia danjaundice (bayi kuning).

T: Berapa lama jeda waktu yang aman bagi ibu untuk hamil lagi?

J: Ibu yang menjalani sesar disarankan untuk memberi jarak minimal dua tahun untuk hamil lagi, demikian menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS. Rongga perut yang dibedah akan menyebabkan perlekatan antarorgan dalam rongga perut sehingga butuh waktu lebih lama bagi perut untuk benar-benar kembali pulih dan rahim siap melahirkan.

T: Berapa kali sesar bisa dilakukan?

J: Tidak seperti melahirkan normal yang bisa dilakukan berapa kalipun dengan catatan kondisi ibu dan bayi sehat, persalinan sesar lebih terbatas. “Hanya tiga orang anak yang disarankan dilahirkan dengan operasi sesar. Ini karena kondisi rahim yang mudah robek,” jelas Dr. Boyke.
Back to top Go down
 
Bedah Caesar Untuk Bersalin?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 11 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3 ... , 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas
» Yesus diutus hanya untuk orang israel, bukan untuk bangsa lain

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: