Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bedah Caesar Untuk Bersalin?

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:11 am

OPERASI CAESAR LEBIH TINGGI RISIKO INFEKSINYA KETIMBANG ANGKAT RAHIM
Kamis, 02/08/2012 10:58 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Banyak orang memilih operasi caesar karena takut melahirkan secara normal. Tapi jika tidak ada kondisi medis tertentu, sebaiknya pilihlah melahirkan normal karena risiko infeksi dari caesar lebih besar ketimbang operasi lain seperti angkat rahim. Sebuah studi menemukan sekitar 1 dari 10 perempuan yang melahirkan melalui operasi caesar mengembangkan infeksi. Sekitar 9,6 persen perempuan yang operasi caesar mengembangkan infeksi, sedangkan operasi lain yang serupa seperti histerektomi (angkat rahim) hanya 6,6 persen. Para ahli mengungkapkan infeksi adalah masalah serius bagi pasien serta bisa meningkatkan biaya perawatan selama ia di rumah sakit. Risiko infeksi ini akan lebih tinggi jika pasien memiliki kelebihan berat badan atau berusia kurang dari 20 tahun. Hasil studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Obstetrics & Gynaecology ini meneliti hampir 400 infeksi dari sekitar 4.000 operasi caesar selama tahun 2009. Sekitar 7 persen dari perempuan yang mengalami infeksi ini perlu tinggal lebih lama di rumah sakit dan 5 persennya membutuhkan operasi lanjutan.

Perempuan yang kelebihan berat badan memiliki risiko 60 persen lebih mungkin mengembangkan infeksi, dan orang yang obesitas hampir 2,5 kali lebih mungkin memiliki luka yang terinfeksi. Sedangkan perempuan berusia di bawah 20 tahun jadi 2 kali lebih mungkin mengalami infeksi dibanding perempuan yang berusia 25-30 tahun. "Perempuan yang memilih untuk melakukan operasi caesar tanpa ada alasan medis harus menyadari risiko dari infeksi ini, terutama jika mereka kelebihan berat badan," ujar Dr Elizabeth Sheridan, Head of Healthcare Associated Infections, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (2/8/2012).

Dr Sheridan menuturkan pemantauan infeksi pada perempuan yang melakukan operasi caesar sangat penting sebagai bentuk menurunkan tingkat infeksi. Selain itu pada perempuan yang obesitas perlu mengoptimalkan teknik bedah dan mengidentifikasi dosis yang tepat untuk antibiotik jika diperlukan. "Dengan kenaikan jumlah perempuan yang memilih caesar dan meningkatnya jumlah obesitas, maka masalah ini penting. Infeksi serius pasca bedah bisa mempengaruhi kualitas perempuan terlebih ia memiliki bayi yang baru dilahirkan," ujar John Thorp, BJOG Deputy-Editor-in-Chief. Hal ini juga semakin mendukung bahwa setiap operasi caesar hanya dilakukan apabila ada indikasi klinis, serta perempuan yang hamil sebaiknya mengikuti diskusi dan mengetahui informasi lengkap mengenai operasi caesar ini.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:13 am

RISIKO INFEKSI PASCA OPERASI CAESAR SANGAT TINGGI
Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 4 Agustus 2012 | 15:03 WIB
Kompas.com - Keputusan melakukan operasi caesar seharusnya menjadi opsi terakhir saat persalinan. Pasalnya risiko infeksi dari operasi ini jauh lebih tinggi dari yang selama ini dikira. Penelitian di Inggris menunjukkan, satu dari sepuluh wanita yang menjalani operasi caesar menderita infeksi sehingga mereka harus tinggal lebih lama di rumah sakit untuk perawatan. Risiko infeksi biasanya terdapat pada luka jahitan bekas sayatan pada tujuh lapisan jaringan perut. Meskipun mayoritas infeksi pasca operasi caesar tidak serius, tetapi bisa menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman. "Infeksi minor tetap bisa menyebabkan sakit dan ada kemungkinan akan memengaruhi jaringan yang lebih dalam. Infeksi yang lebih serius membutuhkan perawatan lebih lama di rumah sakit," kata Dr.Catherine Wloch, dari Departemen of Healthcare Associated Infection and Antimicrobial Resistance. Kerugian lain dari infeksi pasca operasi adalah berkurangnya kemampuan ibu untuk mengasuh bayinya karena dibutuhkan waktu cukup lama untuk pulih dari operasi. "Ada kecenderungan untuk menganggap operasi caesar sangat aman, padahal ini termasuk operasi besar. Seharusnya operasi caesar hanya dilakukan jika ada risiko pada ibu dan bayi bila dilakukan persalinan normal," kata Wloch. Ia menambahkan, jika infeksi menyebar sampai rahim, maka bisa menyebabkan seorang wanita kesulitan untuk hamil lagi. Indikasi medis yang mengharuskan dilakukannya operasi caesar antara lain kehamilan kehmbar, ibu menderita tekanan darah tinggi, atau diabetes. Namun di berbagai negara kini ditemukan kecenderungan para wanita untuk lebih memilih bedah caesar dengan alasan takut dengan proses persalinan normal. Padahal, menurut penelitian hanya satu dari sepuluh calon ibu yang memang menderita tokophobia atau sangat takut melahirkan. Kebanyakan hanya mengalami fobia irasional atau rasa trauma dengan persalinan sebelumnya. Untuk calon ibu yang mengalami kecemasan sebelum melahirkan, disarankan untuk dilakukan konseling sehingga ibu lebih tenang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:13 am

KOMPLIKASI PADA SECTIO CAESARIA

1) Pada Ibu
a) Infeksi puerperalis/nifas bisa terjadi dari infeksi ringan yaitu kenaikan suhu beberapa hari saja, sedang yaitu kenaikan suhu lebih tinggi disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung, berat yaitu dengan peritonitis dan ileus paralitik.

b) Perdarahan akibat atonia uteri atau banyak pembuluh darah yang terputus dan terluka pada saat operasi. Perdarahan banyak bisa timbul pada waktu pembedahan jika cabang-cabang arteri ikut terbuka atau karena atonia uterus.

c) Trauma kandung kemih akibat kandung kemih yang terpotong saat melakukan sectio caesarea.

d) Resiko ruptura uteri pada kehamilan berikutnya karena jika pernah mengalami pembedahan pada dinding rahim insisi yang dibuat menciptakan garis kelemahan yang sangat beresiko untuk ruptur pada persalinan berikutnya.

e) Endometritis yaitu infeksi atau peradangan pada endometrium.

2) Pada Bayi
a) Hipoksia
b) Depresi pernapasan
c) Sindrom gawat pernapasan

Sumber: /tutorialkuliah.blogspot.com/2010/10/komplikasi-sectio-caesarea.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:14 am

SECTIO CAESARIA
Senin, 10 September 2007
Seksio sesarea berhubungan dengan peningkatan 2 kali lipat risiko morbiditas dan mortalitas ibu dibandingkan pada persalinan vaginal. Kematian ibu akibat risiko operasi caesar itu sendiri menunjukkan angka 1 per 1.000 persalinan. Serikat pada tahun 1965 sampai dengan 1978 dilaporkan bahwa angka kematian ibu terjadi satu di antara 1.635 operasi (Petitti 1983), dan ditegaskan bahwa hanya setengah dari kematian tersebut benar-benar disebabkan langsung dari operasi caesar. Sebagai contoh tahun 1988 Sachs melaporkan, penyebab langsung hanya 7 dari 27 kematian pada lebih dari 121.000 kasus operasi caesar yang dilakukan di Massachusetts tahun 1976-1984. Meskipun ada yang menyebutkan angka kematian ibu adalah 22 per 100.000 untuk seluruh kasus operasi caesar, untuk kematian langsung akibat operasi ini hanya 5,8 per 100.000 kasus. Memang ada pendapat bahwa trauma lahir jauh lebih kecil pada operasi caesar dibanding persalinan per vaginam, akan tetapi tetap harus diingat bahwa operasi caesar berisiko pada ibunya. Menurut Bensons dan Pernolls, angka kematian pada operasi caesar adalah 40-80 tiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menunjukkan risiko 25 kali lebih besar dibanding persalinan per vaginam. Malahan untuk kasus karena infeksi mempunyai angka 80 kali lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan per vaginam. Komplikasi tindakan anestesi sekitar 10 persen dari seluruh angka kematian ibu.

Risiko komplikasi :
1. Komplikasi ibu : perdarahan banyak, infeksi, perlekatan organ-organ pelvis pascaoperasi.
2. Komplikasi janin : depresi susunan saraf pusat janin akibat penggunaan obat-obatan anestesia (fetal narcosis).

Tahun 1973 di Inggris terdapat 50 kematian ibu. Kebanyakan kematian ibu ini sehubungan dengan anestesi umum, 50% diantaranya karena aspirasi isi lambung. Tabun 1980 di Inggris terdapat 29 kematian ibu dengan anestesi umum, 16 orang di antaranya disebabkan aspirasi isi lambung, sedangkan yang 11 orang mengalami cardiac arrest karena kesukaran intubasi. Dengan anestesi regional ibu masih dalam keadaan sadar, refleks protektif masih ada, sehingga kemungkinan terjadinya aspirasi isi lambung kecil sekali. Ibu tidak menerima banyak macam obat dan perdarahannya lebih sedikit. Dari segi janin, anestesi regional ini bebas daripada obat-obat yang mempunyai efek depresi terhadap janin.

A. DEFINISI
Seksio sesarea adalah lahirnya janin, plasenta dan selaput ketuban melalui irisan yang dibuat pada dinding perut dan rahim. Definisi ini tidak termasuk apabila mengeluarkan bayi dari rongga perut pada kasus-kasus ruptur uteri maupun pada kehamilan abdominal. Seksio sesarea terjadi pada sekitar 5-25% dari seluruh persalinan.

Syarat Seksio sesarea :
1. Uterus dalam keadaan utuh (karena pada sectio cesarea, uterus akan diinsisi). Jika terjadi ruptura uteri, maka operasi yang dilakukan adalah laparotomi, dan tidak disebut sebagai sectio cesarea, meskipun pengeluaran janin juga dilakukan per abdominam.
2. Berat janin di atas 500 gram.

Indikasi Seksio sessrea :
Prinsip :
1) keadaan yang tidak memungkinkan janin dilahirkan per vaginam, dan/atau
2) keadaan gawat darurat yang memerlukan pengakhiran kehamilan / persalinan segera, yang tidak mungkin menunggu kemajuan persalinan per vaginam secara fisiologis.

1. Indikasi ibu : panggul sempit absolut, tumor-tumor jalan lahir yang menimbulkan obstruksi, stenosis serviks / vagina, plasenta previa, disproporsi sefalopelvik, ruptura uteri membakat, riwayat obstetri jelek, riwayat seksio sesarea sebelumnya, dan permintaan pasien.

2. Indikasi janin : kelainan letak(malpresentasi dan malposisi), prolaps talipusat, gawat janin.
Umumnya sectio cesarea tidak dilakukan pada keadaan janin mati, ibu syok / anemia berat yang belum teratasi, atau pada janin dengan kelainan kongenital mayor yang berat.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:15 am

KENALI 7 KELUHAN PASCA CAESAR
Jumat, 20 Juli 2012 | 15:41 WIB
KOMPAS.com - Operasi caesar ada yang dilakukan secara terencana atau tiba-tiba. Anda bisa memilih ingin merencanakan operasi caesar saat melahirkan atau persalinan normal. Kalau memilih caesar, ada sejumlah kondisi yang perlu dipahami, termasuk pasca-caesar. Perlu ibu ketahui, pasca-caesar menyisakan beragam keluhan, di antaranya:

1. Ibu kerap merasa mual bahkan muntah akibat sisa pengaruh obat anestesi.
2. Ibu mengalami nyeri atau sakit pada tulang belakang di tempat bekas penyuntikan obat anestesi. Biasanya muncul saat ibu mengangkat beban cukup berat, membungkuk, atau melakukan aktivitas yang melibatkan tulang belakang. Rasa sakit ini bisa muncul hingga berhari-hari atau berminggu-minggu, namun lambat laun rasa sakit ini akan hilang dengan sendirinya.
3. Banyak ibu yang mengeluhkan nyeri di bekas sayatan hingga berhari-hari atau berminggu-minggu, terutama ketika melakukan pekerjaan cukup berat. Atau sebaliknya, ia merasa kebal di area bekas sayatan karena saraf di daerah tersebut terputus oleh sayatan. Rasa kebal tersebut akan hilang dalam waktu beberapa bulan, tergantung pada kesehatan ibu.
4. Pada bekas jahitan akan muncul keloid atau bekas luka yang membentuk benjolan memanjang, sehingga menganggu estetika perut ibu. Ada beberapa obat yang dapat diberikan untuk mencegah keloid. Obat-obatan tersebut memang tidak untuk mencegah keloid 100 persen, tergantung pada bakat tubuh masing-masing pasien dan teknik operasi yang dilakukan. Atau ibu kerap merasakan gatal di bekas jahitan.
5. Jika tidak dirawat dengan baik, luka bekas operasi bisa terinfeksi. Bahkan, terkadang terbuka kembali sehingga perlu dilakukan penjahitan ulang. Untuk mengatasi infeksi, ibu diharuskan mengonsumsi antibiotik, menjaga kebersihan tubuh, dan memakan makanan yang baik cukup kalori dan nutrisi.
6. Umumnya penyembuhan luka pada bekas operasi caesar lebih lama dibandingkan persalinan normal, sehingga membuat aktivitas ibu lebih terbatas.
7. Ibu berisiko mengalami sembelit lebih besar dibandingkan ibu yang menjalani persalinan normal.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:15 am

10 LANGKAH RECOVERY USAI OPERASI CAESAR
Penulis : Felicitas Harmandini | Jumat, 8 April 2011 | 11:29 WIB
KOMPAS.com - Melahirkan bayi akan memberi perasaan lega dan bahagia, tetapi di sisi lain Anda juga harus menghadapi fase pemulihan diri yang cukup berat. Fase ini membutuhkan waktu, apalagi jika Anda menjalani persalinan secara caesar. Untuk membantu percepatan pemulihan diri, coba lakukan beberapa hal di bawah ini.

Bagi tugas
Sejak Anda hamil, sebaiknya sudah mulai mendelegasikan tugas ke pasangan, saudara, atau teman dekat. Jika ini kehamilan kedua, mintalah pasangan berkonsentrasi pada si sulung sementara Anda berfokus pada si bayi. Anda juga perlu tetap aktif, tapi sisihkan waktu dalam jadwal Anda untuk beristirahat yang cukup. Anda juga sebaiknya tidak mengangkat atau menarik obyek-obyek yang berat, atau melakukan kegiatan bersih-bersih yang tidak perlu.

Jangan mengangkat beban berat
Boleh saja sih mengangkat barang, tetapi jangan lebih berat daripada bayi Anda selama setidaknya enam minggu. Tujuannya, agar otot-otot perut Anda punya kesempatan untuk menyembuhkan diri. Perut juga tidak akan terlalu tegang jika Anda bangun dengan berguling ke samping lebih dulu, sambil menarik lutut ke arah dada. Setelah itu, duduk dan gunakan tangan untuk membantu Anda berdiri.

Jangan lupa tertawa
Otot perut kita sebenarnya sangat aktif, hanya saja kita tidak menyadarinya sampai Anda menjalani operasi caesar. Untuk membantu mengurangi rasa nyeri atau ketidaknyamanan, gunakan bantal yang lembut pada perut selama beberapa hari pertama atau lebih jika Anda membutuhkannya, kemudian cobalah untuk batuk, tertawa, menyusui, dan saat buang air.

Air dan serat
Agar Anda lebih mudah saat buang air (BAK atau BAB), minumlah banyak air dan makan buah-buahan untuk membantu membuat tinja menjadi lunak. Untuk mengurangi rasa kembung dan sakit saat membuang gas tersebut, hindari mengonsumsi minuman bersoda selama beberapa hari pertama. Sebagai gantinya, Anda bisa minum teh peppermint.

Latihan ringan
Bila persalinan dilakukan secara caesar, Anda tentu hanya boleh duduk dan berbaring saja pada hari-hari pertama. Namun, Anda bisa mencuri-curi kesempatan untuk melakukan latihan dasar panggul Anda. Latihan ini gunanya untuk memperbaiki otot-otot vagina. Memang pada awalnya akan terasa tidak nyaman, tapi latihan ini juga membantu men-support punggung dan perut Anda. "Latihan dasar panggul adalah yang paling relevan untuk saat ini (usai persalinan) karena menguatkan dasar panggul. Dasar panggul ini menyokong organ-organ perut termasuk kandung kemih," kata Allyson Williams, pakar kebidanan. Latihan dasar panggul ini sama halnya dengan latihan Kegel, yaitu Anda hanya perlu mengencangkan otot-otot vagina, seperti hendak menahan pipis.

Relaks
Untuk membantu pemulihan diri, rawat diri Anda. Dengan hadirnya bayi, tentu akan lebih sulit bagi Anda untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri. Yang bisa Anda lakukan adalah meminta si sulung, kakek-neneknya, pengasuh, atau siapapun, untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah, belanja kebutuhan sehari-hari, atau memasak. Konsumsi makanan yang bergizi, dan minum banyak air putih. Ketika bayi tidur, Anda juga bisa mencuri waktu untuk beristirahat. Atau setidaknya, rileks atau berendam di kamar mandi. Angkat kaki Anda ke atas untuk mengurangi ketegangan pada otot-otot perut dan membiarkannya pulih.

Oleskan krim
Operasi caesar akan menyisakan bekas luka. Untuk membuatnya bekas luka itu melunak dan tidak terlalu gatal, gunakan krim atau minyak. Pijat area tersebut dengan lembut sampai membaik kondisinya. Penggunaan secara rutin akan membuatnya bekas jahitan sembuh dan memudar perlahan-lahan. Coba cari losion khusus untuk luka bekas caesar di apotek, atau cocoa butter cream. Pijat dan refleksologi juga akan membantu pemulihan persalinan secara caesar. Jadi, bila sempat, manjakan diri Anda di salon untuk pijat dan refleksi.

Redakan emosi
Usai persalinan, mungkin bukan fisik Anda saja yang butuh pemulihan, tetapi juga emosi Anda. Kelelahan, kurang tidur, depresi, adalah beberapa pengaruh dari momen paska persalinan. Berkonsultasilah pada dokter bila perasaan-perasaan tersebut tidak menghilang setelah beberapa hari. Ngobrol dengan saudara atau teman-teman yang pernah pengalaman yang sama juga cukup membantu. Atau, ikuti forum atau milis khusus untuk ibu hamil dan menyusui.

Aktif bergerak
Jalan pagi setiap hari di sekitar kompleks perumahan bisa membuat sirkulasi darah Anda terus berjalan lancar dan otot-otot menguat. Anda pun bisa mendapat udara segar, dan sedikit menjauh dari rutinitas selama sesaat. Bila tak ingin meninggalkan si kecil, minta pasangan, teman, atau kakek-neneknya untuk menggendongnya (atau mendorongnya di stroller) sambil menemani Anda jalan-jalan.

Selalu tegak
Duduk atau berdiri tegak memang akan membuat Anda merasa jahitan di perut akan lepas. Tetapi tenang saja, jahitan tak akan lepas. Jadi meskipun Anda sedang ingin membungkuk untuk melindungi perut, coba luruskan kembali secara bertahap untuk meregangkan dan menguatkan otot-otot perut, sekaligus melindungi punggung.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:17 am

PULIH KEMBALI PASCA OPERASI CAESAR
Sabtu, 13 November 2010 - 10:15 wib okezone
TIGA bulan setelah melahirkan secara caesar, Rhena (30 tahun) mengeluhkan perutnya yang masih gendut. Tak sabar rasanya Rhena ingin melakukan sit up dan senam, untuk mengecilkan kembali lingkar perutnya. Tapi ia ragu, apakah luka bekas operasinya sudah benar-benar pulih. Memang luka bagian luarnya sudah kering. Namun, apakah luka pada lapisan dalam perut sudah kering juga? Nah, kalau moms juga menghadapi situasi seperti Rhena, alangkah baiknya ikuti pembahasan yang dituturkan oleh dr Sofani Munzila, SpOG, RS Mitra Keluarga Depok, berikut ini.

24 Jam Pemulihan Sudah Berlangsung
Seksio sesaria adalah suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan membuka dinding rahim melalui sayatan pada dinding perut. Orang biasa menyebutnya dengan istilah operasi caesar. Dalam operasi caesar ada 7 lapisan perut yang harus disayat. Sementara saat proses penutupan luka, 7 lapisan tersebut dijahit satu demi satu menggunakan beberapa macam benang jahit. Setelah itu, moms akan dinyatakan pulih pascaoperasi cesar berdasarkan pada dua hal, pulih dilihat dari segi penyembuhan luka maupun pulih berdasarkan kembalinya aktivitas si pasien. Umumnya 24 jam pertama setelah menjalankan operasi pasien masih berbaring karena efek dari pembiusan. Nah, setelah 24 jam pasien dianjurkan untuk bergerak (mobilisasi), tujuannya agar tidak terjadi perlengketan pada bekas operasi bagian dalam dan kembalinya fungsi usus ke kondisi normal. Sebenarnya, 24 jam setelah operasi caesar proses pemulihan sudah mulai berlangsung.

Penyembuhan Bertahap
Bagian yang paling cepat mengalami proses penyembuhan adalah bagian kulit dan subkutis (jaringan lemak di bawah kulit). Kurang lebih 7-10 hari pascaoperasi, jahitan sudah melekat sempurna. Kecuali ada hal-hal lain yang mengganggu proses penyembuhan luka seperti kondisi diabetes, anemia atau infeksi. Setelah kulit dan subkutis sembuh, bagian yang mengalami proses penyembuhan adalah otot dan fasia -bagian yang paling kuat melindungi rongga perut dari luar. Pada fasia, penyembuhan sempurna biasanya memakan waktu lebih dari 28 hari. Hal ini bergantung pada penggunaan benang untuk menjahit dalam mempertahankan tegangan jaringan fasia sehingga tidak cepat robek/rapuh. Kualitas benang yang baik adalah yang dapat mempertahankan tegangan jaringan dalam jangka lama selama proses penyembuhan berlangsung sebelum akhirnya diserap oleh tubuh. Kemudian proses penyembuhan pada bagian otot, normalnya memakan waktu berkisar satu bulan sampai benang diserap tubuh. Sementara proses penyembuhan pada rahim memakan waktu yang cukup lama. Mulai pada masa nifas (kurang lebih 40-42 hari), rahim mengalami pengecilan menjadi bentuk dan ukuran sebelum hamil (involusi). Ingat moms, walaupun pada masa nifas pemulihan rahim sudah berlangsung, namun penyembuhan otot rahim baru dicapai secara sempurna, setelah kurang lebih 3 bulan pascaoperasi.

Nyeri Pascaoperasi
Banyak moms yang mengeluhkan rasa nyeri di bekas jahitan caesar. Keluhan ini sebetulnya wajar karena tubuh tengah mengalami luka dan proses penyembuhan (reaksi inflamasi). Apalagi jika luka tersebut tergolong panjang dan dalam. Dalam proses penyembuhan tak bisa dihindari terjadinya pembentukan jaringan parut. Jaringan parut inilah yang dapat menyebabkan nyeri saat melakukan aktivitas tertentu. Begitu juga aktivitas yang berlebihan maupun penekanan pada bagian tersebut. Nah, untuk meminimalkan keluhan yang satu ini mau tidak mau moms harus meninggalkan dulu aktivitas yang berlebihan. Khususnya aktivitas dengan gerakan yang terlalu cepat. Pilihlah aktivitas ringan yang tidak terlalu memberatkan. Jangan pula menekan daerah jahitan tersebut, baik sengaja maupun tidak, atau berjongkok secara tiba-tiba sampai bagian bekas jahitan caesar benar-benar kering dan kuat. Untuk beraktivitas kembali sebenarnya 24 jam pertama sudah dianjurkan tapi tidak boleh terlalu berat utamanya yang menggunakan otot perut. Jika dipaksa akan terasa nyeri dan terjadi peregangan pada bekas luka. Misalnya setelah operasi, moms mengalami batuk-batuk maka harus bilang ke dokter supaya diobati. Pasalnya, tekanan tinggi pada rongga perut yang berlangsung sering dan terus menerus dapat menyebabkan jahitan meregang. Sementara pada moms yang ingin melakukan sit up untuk mengecilkan perut, disarankan setelah 6 minggu pascaoperasi. Dengan tahapan yang ringan terlebih dahulu. Karena, saat sit up otot perut berkontraksi, sementara pada bagian tersebut sedang luka dan mengalami proses penyembuhan. Sehingga jika dilakukan sebelum 30 hari maka akan terasa nyeri. Yang lebih parah, jahitan akan meregang dan kemudian terlepas.

Tiap Orang Berbeda
Prinsipnya, proses penyembuhan pascaoperasi caesar pada setiap orang berbeda, bergantung kondisi fisiknya. Misalnya, untuk penderita diabetes dan anemia, proses penyembuhan pascaoperasi akan membutuhkan waktu lebih lama. Penyembuhan luka bekas operasi caesar memerlukan oksigen dalam darah, zat gizi utamanya protein sehingga jaringan ikat kolagen dan pembentukan jaringan baru berlangsung lebih cepat. Oleh karena itu, bagi moms yang melahirkan dengan cara caesar dianjurkan untuk banyak mengonsumsi vitamin, protein baik hewani (putih telur, ikan) dan protein nabati (tahu, tempe) dan sayur hijau.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:18 am

SEPUTAR PERAWATAN PASCA OPERASI CAESAR
Penulis : Bidan Romana Tari | Rabu, 14 November 2012 | 15:53 WIB
KOMPAS.com - Tak semua persalinan dapat berlangsung mulus, kadang terdapat indikasi medis yang mengharuskan seorang ibu melewati proses persalinan dengan operasi. Operasi ini disebut dengan Sectio Caesarea. Sectio Caesarea berasal dari bahasa Latin, Caedere, artinya memotong. Sectio Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim. Pada pasien yang dilakukan operasi pembedahan untuk tindakan sectio cesarea ini memerlukan beberapa perhatian karena ibu nifas yang melahirkan dengan operasi caesarea agar dapat melewati fase penyembuhan pasca operasi tanpa komplikasi. Proses persalinan operasi caesar umumnya berlangsung sekitar satu jam. Pada pasien dengan pembiusan total, kesadaran akan berlangsung pulih secara bertahap seusai penjahitan luka operasi. Sedangkan pada pembiusan regional, dengan anasthesi epidural atau spinal (memasukkan obat bius melalui suntikan pada punggung), ibu bersalin akan tetap sadar hingga operasi selesai dan hanya bagian perut ke bawah akan hilang sensasi rasa sementara. Pascaoperasi caesar, dilakukan pengawasan oleh perawat dan bidan dalam ruangan pulih sadar sementara sebelum ibu di pindah ke ruang perawatan nifas. Di sini tenaga kesehatan akan memantau tekanan darah, suhu, jumlah urine yang tertampung, kondisi rahim, jumlah darah yang keluar pascaoperasi, dan pemeriksaan laboratorium bila diperlukan. Setelah ibu dipindah ke ruang nifas untuk perawatan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah :

Efek pembiusan.
Pada pembiusan dengan teknik regional hampir tidak ada keluhan. Perasaan tidak nyaman antara lain karena kaki belum bisa digerakkan sementara waktu, secara bertahap dalam 6 jam pertama kaki mulai bisa aktif digerakkan kembali. Tidak perlu cemas akibat hilangnya sensasi rasa pada kedua kaki. Ini hanya bersifat sementara. Lama pulih setiap pasien berbeda, namun dapat dipastikan semua berlangsung aman dan lancar melewati proses hilangnya efek bius ini. Bila pembiusan umum, Pasca operasi caesar, ibu akan merasa mengantuk, rasa kering pada mulut dan bibir, dan ini juga tak akan berlangsung lama. Secara bertahap ibu akan pulih dan sadar kembali. Berapa lama akan pulih tergantung jenis obat dan dosis pembiusan yang diberikan. Setiap pasien tidak sama. Namun setelah 2 jam dari ruang observasi pascaoperasi, kesadaran ibu perlahan akan pulih.

Kapan boleh minum dan makan?
Untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan minum sementara akan diatur oleh bidan sesuai petunjuk dokter ahli anastesi, akan diatur waktunya ibu boleh memulai minum, diet makanan cair dan bertahap makanan padat. Akibat pembiusan fungsi normal seluruh alat pencernaan akan pulih dalam waktu sekitar 12 jam. Namun dalam waktu tersebut ada tahapan dimana pasien akan diberi jadwal untuk mencoba minum air putih hangat sedikit demi sedikit, lalu minuman susu cair, makanan lunak dan akhirnya diet makan nasi biasa. Ketentuan untuk menunggu waktu yang tepat memberikan makanan cair bertahap hingga ke makanan padat adalah dengan pemeriksaan dari tenaga kesehatan, yakni memperhatikan kondisi bising usus, tidak selalu harus buang angin. Sementara waktu diet akan diatur oleh ahli gizi rumah sakit, sebaiknya tidak makan makanan dari luar dulu.

Kapan waktunya infus dan selang kateter urine (untuk mengalirkan dan menampung air seni) akan dilepas?
Pertanyaan ini seringkali muncul. Akibat pemasangan kedua alat ini memang menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Infus diberikan selain untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, memasukkan zat makanan dalam bentuk cairan glukosa dan elektrolit, dan juga berguna untuk memasukkan obat-obatan. Setelah kondisi alat pencernakan pulih sempurna, tidak ada komplikasi tambahan misalnya panas, perdarahan dan sebagainya, infus dan selang kateter akan dilepas setelah 24 jam. Namun demikian, ada kebijakan khusus yang dilakukan untuk penundaan melepas infus bila masih diperlukan misalnya jika pemeriksaan kadar Hb menunjukkan anemia dan perlu tranfusi pascaoperasi caesar, dan berbagai kondisi lain. Pemakaian kateter dan penampung urine bertujuan memantau warna dan jumlah cairan tubuh yang keluar lewat saluran kencing. Pelepasan kateter dilakukan bila pasien sudah tidak menggunakan infus. Setelah kateter dilepas, ibu sebaiknya berusaha untuk mencoba buang air seni secara spontan. Dalam waktu 6 jam setelah dilepas kateter buang air kecil sudah lancar. Bila mengalami masalah kesulitan buang air kecil sebaiknya memberitahu pada petugas kesehatan.

Kapan boleh bergerak?
Sedapat mungkin ibu pascaoperasi caesar aktif bergerak jika dirasakan efek bius sudah berangsur hilang. Mulai dengan menggerak-gerakkan kedua kaki, memutar pergelangan kaki, melakukan gerakan pada sendi bahu dan lengan tangan saat tiduran. Untuk posisi miring ke kanan dan ke kiri juga sudah boleh dilalukan dengan bantuan tenaga medis. Pada pembiusan regional belajar duduk perlu hati-hati agar tidak pusing dan dilakukan dengan bantuan bidan atau perawat. Sekitar 8 jam pascaoperasi, ibu sudah boleh mulai belajar duduk, dan setelah melewati 24 jam latihan jalan dapat dimulai. Semakin aktif bergerak akan mempercepat pemulihan fisik ibu nifas pascaoperasi caesar. Lakukan juga senam kegel untuk melatih otot-otot kandung seni setelah pelepasan alat kateter urine.

Bagaimana mengurangi rasa nyeri pada luka bekas operasi selama perawatan?
Ibu bisa melakukan senam nifas dan teknik relaksasi di atas tempat tidur. Mulai dari latihan menggerakkan leher, kepala, bahu, lengan dan kaki. Untuk memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Sensasi nyeri sedikit masih terasa walau sudah minum obat. Cobalah teknik relaksasi caranya dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan - lahan saat nyeri timbul misalnya saat ibu mencoba duduk atau berdiri. Semakin sering dan aktif bergerak maka rasa nyeri akan segera hilang dan ibu pulih lebih cepat. Bila berbaring terus menerus, peredaran darah tidak lancar dan pemulihan rahim menjadi terlambat, pengeluaran sisa darah kotor (lochea) tidak lancar.

Apakah tetap boleh menyusui pascaoperasi caesar?
Sangat dianjurkan untuk tetap menyususi kendati melahirkan dengan operasi caesar. Lakukan menyusui dengan cara bayi dibaringkan di dada, ibu miring ke satu sisi dan bayi menghadap ibu, atau bila sudah boleh duduk lakukan menyususi bayi dengan posisi senyaman mungkin seperti biasa. Tidak perlu ragu dan takut. Justru hisapan bayi akan merangsang kontraksi rahim dan pemulihan akan lebih cepat. Ibu juga akan merasa nyaman, bahagia sehingga sensasi nyeri tidak terasa. Semakin serng menyususi maka ASI juga akan semakin lancar kelur, jadi tidak perlu ditunda untuk menyusui kecuali ada indikasi medis yang membuat ibu terpaksa tidak dapat menyususi bayinya.

Bagaimana dengan istirahat?
Istirahat tetap dibutuhkan bagi seorang ibu setelah melahirkan baik operasi caesar maupun lahir normal. Istirahat tidak berarti ibu harus baring lebih lama namun sebainya penuhi kecukupan waktu tidur dan hindari kelelahan. Istirahat yang kurang akan mempengaruhi tekanan darah ibu, produksi ASI dan menurunnya daya tahan ibu nifas.

Kebersihan tubuh
Selama dalam perawatan ibu akan dibantu untuk kebutuhan mandi dan mengganti pembalut sesering mungkin. Bila sudah boleh jalan, ibu bisa ke kamar mandi, mengganti pembalut, mandi sendiri dengan catatan balutan luka operasi sudah diganti dengan balutan yang tahan air. Pada luka balutan yang belum diganti dengan anti air, maka hindari lokasi balutan luka operasi jangan basah. Bersihkan dengan waslap sekitar daerah perut. Keramas bisa dilakukan dengan bantuan bidan atau perawat. Bila masih pusing hindari berdiri lama dalam kamar mandi sendirian.

Kebutuhan makanan dan minum
Ibu pascaoperasi caesar yang telah dijinkan makan makanan padat sebaiknya tidak perlu pantang makanan kecuali bila mengalami alergi akibat jenis makanan tertentu. Bila ibu nifas tidak cukup mengkonsumsi makanan berprotein seperti telur, ikan, tahu, tempe, daging dan susu, maka penyembuhan luka operasi akan berlangsung lama dan berpotensi infeksi akibat kurang gisi. Ibu nifas pascaoperasi caesar juga tidak dianjurkan mengkonsumsi jamu apapun selama masa pemulihan, agar tidak terjadi komplikasi misalnya perdarahan dan diare. Cukupi pemenuhan kebutuhan air putih dan sayur mayur juga buah agar tidak mengalami sembelit. Semoga bermanfaat


Last edited by gitahafas on Thu Nov 29, 2012 4:02 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:19 am

C. KOMPLIKASI SEKSIO SESAREA
Setiap tindakan operasi caesar punya tingkat kesulitan berbeda-beda. Pada operasi kasus persalinan macet dengan kedudukan kepala janin pada akhir jalan lahir misalnya, sering terjadi cedera pada rahim bagian bawah atau cedera pada kandung kemih (robek). Dapat juga pada kasus bekas operasi sebelumnya-dimana dapat ditemukan perlekatan organ dalam panggul-sering menyulitkan saat mengeluarkan bayi dan dapat pula menyebabkan cedera pada kandung kemih dan usus. Cedera ini tak jarang cukup berat. Walau pun jarang tetapi fatal adalah komplikasi emboli air ketuban yang dapat terjadi selama tindakan operasi, yaitu masuknya cairan ketuban ke dalam pembuluh darah terbuka yang disebut sebagai embolus. Jika embolus mencapai pembuluh darah pada jantung, timbul gangguan pada jantung dan paru-paru dimana dapat terjadi henti jantung dan henti nafas secara tiba-tiba. Akibat-nya adalah kematian mendadak pada ibu. Komplikasi lain yang dapat terjadi sesaat setelah operasi caesar adalah infeksi yang banyak disebut sebagai morbiditas pascaoperasi. Kurang lebih 90% dari morbiditas pascaoperasi disebabkan oleh infeksi (infeksi pada rahim/endometritis, alat-alat berkemih, usus, dan luka operasi).nyeri bila buang air kecil, luka operasi bernanah, luka operasi terbuka dan sepsis (infeksi yang sangat berat). Bila mencapai keadaan sepsis, risiko kematian ibu akan tinggi sekali. Tanda-tanda infeksi antara lain demam tinggi, perut nyeri, kadang-kadang disertai lokia berbau, Hal-hal yang memudahkan terjadinya (faktor predisposisi) komplikasi antara lain persalinan dengan ketuban pecah lama, ibu menderita anemia, hipertensi, sangat gemuk, gizi buruk, sudah menderita infeksi saat persalinan, dan dapat juga disebabkan oleh penyakit lain pada ibu seperti ibu penderita diabetes mellitus (sakit gula). Antibiotik profilaksis dapat menurunkan terjadinya risiko infeksi pada operasi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:22 am

MAKAN BERGIZI PASCA OPERASI
Diterbitkan Agustus 11, 2007 cakmoki86.wordpress.com/2007/08/11/makan-bergizi-pasca-operasi/
Makanan apa saja yang tidak boleh dimakan pasien pasca operasi setelah pulang dari Rumah Sakit ? TIDAK ADA LARANGAN !!! Kita masih kerap mendengar adanya larangan makan makanan tertentu bagi pasien pasca operasi setelah berada di rumah. Macam-macam larangan dilontarkan oleh para kerabat dan tetangga ketika menjenguk pasien pasca operasi di rumahnya. Keluarga yang satu melarang makan ini, tetangga melarang makan itu. Pengaruh dari pihak keluarga dan tetangga adakalanya membuat pasien bingung kendati saat pulang dari Rumah Sakit sudah dipesan oleh dokter bahwa tidak ada larangan makanan apapun alias bebas. Sepanjang tidak ada pesan khusus dari dokter sehubungan dengan jenis penyakit dan jenis operasinya, maka pasien bebas makan makanan apapun sesampainya di rumah.

Contoh Kasus:
Seorang ibu muda menjalani operasi cesar (sectio caesaria) untuk melahirkan bayinya. Ketika masih di Rumah Sakit, si ibu diberi makan yang enak-enak seperti daging, telor, sup, buah, snack dan lain-lain. Eh, begitu sampai di rumah, para kerabat melarang makan ikan, daging, sayur berkuah, dan seabreg larangan lainnya. Ngenes deh. Tak perlu heran jika kemudian si ibu muda masih lemas dan pucat kendati operasi sudah berlangsung 2 minggu sebelumnya. Padahal setelah kurun waktu tersebut mestinya si ibu sudah bisa jalan-jalan ke Mall. Dalam praktek sehari-hari, kejadian semacam ini masih ada. Ketika ditanya mengapa para kerabat atau tetangga melarang makan makanan tertentu, jawabannya nyaris seragam, yakni: takut luka operasi lambat kering, takut gatal dan lain-lain. Kadang pasien atau pihak keluarga bertanya:

* Bolehkah makan daging, ayam, ikan ?
* Bolehkan makan makanan yang digoreng (berminyak)
* Bolehkan makan sayuran bersantan ?

Jawab: Boleh !!! Bahkan sangat dianjurkan makan makanan bergizi agar mempercepat penyembuhan luka operasi dan kondisi tubuh segera pulih kembali. Pernahkan kita mencangkok pohon buah ? Ketika kita mencangkok pohon buah, kulit pohon diiris melingkar, kemudian diberi tanah paling subur di sekeliling irisan dan disirami setiap hari. Mengapa? Supaya segera tumbuh akar di sekeliling irisan kulit pohon. Nah, seperti itulah gambaran pasca operasi. Jika ingin cepat proses penyembuhan dan tubuh bugar kembali, maka pasien pasca operasi harus makan makanan bergizi.
Back to top Go down
 
Bedah Caesar Untuk Bersalin?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3, ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas
» Yesus diutus hanya untuk orang israel, bukan untuk bangsa lain

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: