Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bedah Caesar Untuk Bersalin?

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 8:58 am

JANGAN BURU BURU PILIH BEDAH CAESAR!
Penulis : Asep Candra | Kamis, 3 Juli 2008 | 17:16 WIB
Kompas.com - KEMAJUAN di bidang teknologi kedokteran khususnya dalam metode persalinan jelas membawa manfaat besar bagi keselamatan ibu dan bayi. Ditemukannya bedah caesar memang dapat mempermudah proses persalinan sehingga banyak ibu hamil yang lebih senang memilih jalan ini walaupun sebenarnya mereka bisa melahirkan secara normal. Menurut keterangan Dr. Andon Hestiantoro SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM, meskipun relatif aman, menjalani persalinan dengan metode bedah caesar tentu bukannya tanpa risiko. "Riset para ahli menyebutkan, persalinan dengan bedah Caesar terkait dengan kematian ibu 3 kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar pun mencapai sekitar 5.8 per 100.000 persalinan," ungkapnya dalam talkshow 'Metode Persalinan Berpengaruh pada Pembentukan Mikrobiota Saluran Pencernaan dan Kekebalan Tubuh Buah Hati' di Jakarta, Kamis (3/7). Prevalensi persalinan caesar di rumah sakit pemerintah Indonesia, kata Dr Andon adalah sekitar 11-15% dan di rumah sakit swasta saat ini dapat mencapai 30-40%. Tingginya prevalensi ini tentu dipengaruhi banyak faktor termasuk indikasi medis yang mewajibkan sang ibu menjalani persalinan dengan bedah Caesar. Namun begitu, kata Dr Andon, saat ini juga terjadi kecenderungan lain untuk indikasi persalinan dengan bedah Caesar. Indikasi tersebut seringkali tidak berdasarkan pertimbangan medis, namun lebih karena faktor sosial dan pemahaman yang salah tentang bedah caesar. Faktor sosial yang mempengaruhi di antaranya adalah kecemasan suami yang berlebihan dan menganggap istrinya tidak sanggup melahirkan normal. Selain itu kehawatiran vagina istri menjadi longgar, riwayat infertilitas dan alasan memilih waktu dan tanggal kelahiran. "Bahkan yang lebih parah, kini banyak rumah sakit swasta yang merekomendasikan ibu hamil untuk caesar dengan alasan supaya tidak merasa sakit atau supaya suami tetap lengket karena vaginanya tidak akan longgar," ungkap Dr Andon. Supaya terhindar dari kemungkinan bedah caesar, Dr Andon menganjurkan para ibu hamil untuk memperhatikan beberapa hal seperti konsumsi makanan bergizi tinggi, menghindari kelebihan berat badan, gaya hidup aktif, olahraga serta meminta pendapat dokter lain bila harus caesar. "Dengan berat badan ibu yang ideal, bayi dalam kandungan tidak akan terlampau besar. Olahraga yang teratur jug akan menguntungkan posisi bayi menjelang kelahiran. Sedangkan bila sudah divonis harus caesar oleh dokter, tetapi Anda merasa masih mampu melahirkan normal cobalah untuk meminta second opinion dari dokter lain," tandas Dr Andon.

5 Pemahaman ibu hamil yang salah soal bedah caesar :
1 .Lebih nyaman melahirkan dengan bedah caesar karena tidak sakit
2 Melahirkan caesar lebih aman dibandingkan dengan persalinan normal
3 Melahirkan caesar bayi lebih pintar
4 Khawatir untuk dilakukan vakum atau forseps pada persalinan normal
5 Khawatir kepala bayi terjepit saat persalinan normal

Peningkatan risiko ibu dengan bedah caesar dibandingkan persalinan normal :
1. 5 kali lebih besar untuk mengalami henti jantung
2. 3 kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi)
3. 3 kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas
4. 2.3 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi anestesi
5. 2.2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah
6. 2.1 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan banyak yang seringkali berakhir dengan pengangkatan rahim
7. 1.5 kali lebih besar untuk lebih lama dirawat di rumah sakit


Last edited by gitahafas on Thu Nov 22, 2012 9:37 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 8:59 am

BAHAYA SERING OPERASI CAESAR!
Jumat, 11 Februari 2011 | 14:18 WIB
KOMPAS.com Memiliki masalah kehamilan ataupun tidak, saat ini banyak ibu hamil memilih melahirkan melalui operasi caesar. Bedah caesar memang merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan ibu dan bayi dalam kandungannya. Namun, jika sering dilakukan, hal itu bisa membahayakan kesehatan. "Risiko histerektomi (pengangkatan rahim) hampir lima kali lebih tinggi pada perempuan yang sudah empat kali dioperasi caesar serta risiko transfusi darah lebih tinggi jika sudah enam kali menjalani operasi caesar," kata dr Caroline Tirtajasa, SpOG, spesialis kebidanan dari RS Omni, Pulomas, Jakarta. Sebagian besar dokter tidak menyarankan seorang perempuan menjalani operasi caesar lebih dari tiga kali. Jika dia hamil lagi, dianjurkan untuk melahirkan secara normal melalui vagina. Itu karena bedah caesar berulang-ulang mengandung risiko komplikasi. Risiko yang potensial adalah abnormal placentation (terjadi pada 1 dari 2.500 kehamilan) atau placenta accreta. Risiko-risiko lain dari operasi caesar berulang:

- Rahim pecah (uterine rupture)
Ini terjadi karena bekas luka di rahim rentan robek atau hancur. Bagi perempuan yang mengalami kondisi ini, bayinya berisiko mengalami kematian 10 kali lebih tinggi.

- Adhesi dan jaringan parut
Operasi caesar juga akan menimbulkan jaringan parut atau adhesi. Beberapa perempuan ada yang merasakan sakit akibat adhesi dan ada juga yang menjadi lumpuh. Adhesi yang luas bisa menimbulkan komplikasi lain yang menimbulkan rasa sakit sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

- Plasenta previa
Risiko melahirkan dengan operasi caesar berkali-kali membuat letak plasenta terlalu dekat dengan leher rahim. Jika leher rahim terbuka, hal itu bisa menyebabkan keguguran dan perdarahan hebat. Perdarahan sangat banyak dapat mengakibatkan anemia atau ibu memerlukan transfusi darah.

- Placenta accreta
Terjadi apabila tempat menempel plasenta terlalu dalam di dinding rahim. Bekas luka operasi caesar dapat meningkatkan risiko ini. Kondisi ini kemungkinan bisa melibatkan kerusakan pada rahim atau organ lainnya serta perdarahan. (GHS/put)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:00 am

RISIKO INFEKSI OPERASI CAESAR SANGAT TINGGI
Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 4 Agustus 2012 | 15:03 WIB
Kompas.com - Keputusan melakukan operasi caesar seharusnya menjadi opsi terakhir saat persalinan. Pasalnya risiko infeksi dari operasi ini jauh lebih tinggi dari yang selama ini dikira. Penelitian di Inggris menunjukkan, satu dari sepuluh wanita yang menjalani operasi caesar menderita infeksi sehingga mereka harus tinggal lebih lama di rumah sakit untuk perawatan. Risiko infeksi biasanya terdapat pada luka jahitan bekas sayatan pada tujuh lapisan jaringan perut. Meskipun mayoritas infeksi pasca operasi caesar tidak serius, tetapi bisa menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman. "Infeksi minor tetap bisa menyebabkan sakit dan ada kemungkinan akan memengaruhi jaringan yang lebih dalam. Infeksi yang lebih serius membutuhkan perawatan lebih lama di rumah sakit," kata Dr.Catherine Wloch, dari Departemen of Healthcare Associated Infection and Antimicrobial Resistance. Kerugian lain dari infeksi pasca operasi adalah berkurangnya kemampuan ibu untuk mengasuh bayinya karena dibutuhkan waktu cukup lama untuk pulih dari operasi. "Ada kecenderungan untuk menganggap operasi caesar sangat aman, padahal ini termasuk operasi besar. Seharusnya operasi caesar hanya dilakukan jika ada risiko pada ibu dan bayi bila dilakukan persalinan normal," kata Wloch. Ia menambahkan, jika infeksi menyebar sampai rahim, maka bisa menyebabkan seorang wanita kesulitan untuk hamil lagi. Indikasi medis yang mengharuskan dilakukannya operasi caesar antara lain kehamilan kehmbar, ibu menderita tekanan darah tinggi, atau diabetes. Namun di berbagai negara kini ditemukan kecenderungan para wanita untuk lebih memilih bedah caesar dengan alasan takut dengan proses persalinan normal. Padahal, menurut penelitian hanya satu dari sepuluh calon ibu yang memang menderita tokophobia atau sangat takut melahirkan. Kebanyakan hanya mengalami fobia irasional atau rasa trauma dengan persalinan sebelumnya. Untuk calon ibu yang mengalami kecemasan sebelum melahirkan, disarankan untuk dilakukan konseling sehingga ibu lebih tenang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:01 am

7 PERTIMBANGAN SEBELUM OPERASI CAESAR
Penulis : Felicitas Harmandini | Selasa, 16 November 2010 | 18:17 WIB
KOMPAS.com - Banyak calon ibu yang saat ini memilih menjalani operasi Caesar untuk persalinannya, meskipun tidak mengalami problem selama kehamilan. Alasannya, sebagian karena takut sakit bisa harus melahirkan secara normal, sebagian lain karena menyesuaikan jadwal dokternya, dan sisanya agar dapat memilih tanggal cantik untuk kelahiran bayinya. Padahal, operasi Caesar bukanlah prosedur main-main. Ada banyak risiko yang harus Anda terima ketika Anda menjalani prosedur ini. Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk menjalani operasi Caesar, pertimbangkan tujuh hal di bawah ini.

1. Caesar adalah operasi besar
Banyak orang mengira operasi Caesar adalah prosedur sederhana yang tidak memiliki faktor risiko yang besar. Padahal, persalinan secara Caesar membawa banyak risiko, dari infeksi, mengurangi fungsi usus, meningkatnya risiko hysterektomi, hingga gangguan berkemih akibat kerusakan kandung kemih.

2. Waktu pemulihannya lebih lama
Operasi Caesar juga sering digambarkan sebagai pilihan termudah. Namun, penyembuhan luka operasi dan rahim akan memakan waktu lebih lama ketimbang persalinan normal yang pemulihannya hanya butuh 6 minggu. Dalam beberapa minggu setelah persalinan, perempuan yang menjalani persalinan secara pembedahan sering merasakan ketidaknyamanan, nyeri, bahkan harus mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit.

3. Waktu persalinannya tidak tepat
Hasil studi menunjukkan bahwa operasi Caesar yang dilakukan sebelum kehamilan 39 minggu bisa meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur, dikarenakan ketidakakuratan dalam memprediksi tanggal kelahiran. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 37 minggu dua kali lipat menyebabkan komplikasi ketimbang mereka yang dilahirkan setelah kehamilan 39 minggu.

4. Bayi mengalami kesulitan bernafas
Sebuah studi yang digelar oleh The American Academy of Family Physicians tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan risiko kesulitan bernafas dan masa rawat lebih lama bagi bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar. Hal ini membuktikan bahwa dalam banyak kasus, bayi-bayi ini kemungkinan belum siap untuk lahir, dan hal itulah yang meningkatkan kecenderungan masalah pernafasan.

5. Meningkatnya masalah plasenta
Ibu yang pernah melahirkan secara Caesar akan meningkatkan risiko masalah plasenta pada kehamilan berikutnya. Salah satu kondisi paling berbahaya dalam masalah ini adalah Placenta Acretta. Saat itu, plasenta tumbuh ke dalam dinding rahim sehingga sering membutuhkan operasi histerektomi. Risiko ini meningkat dari 0,6 persen pada Caesar kedua, 2,1 persen pada Caesar ketiga, dan meningkat dengan setiap prosedur Caesar sesudahnya.

6. Lebih sedikit bakteri baik
Ketika Anda melahirkan secara normal, bayi akan terpapar bakteri baik yang hidup di dalam vagina Anda. Paparan terhadap bakteri ini merupakan proses penting dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi. Sementara, bayi yang lahir secara pembedahan hanya terpapar sedikit bakteri baik yang ditemukan di rumah sakit dan pada kulit ibunya. Yang perlu diperhatikan justru adanya sisa infeksi bakteri staphylococcus dan Streptococcus pneumoniae, yang bisa menyebabkan pneumonia.

7. Bisa menyelamatkan nyawa bayi
Ketika kehamilan Anda mengalami masalah, operasi Caesar kadang-kadang diperlukan secara medis. Prosedur ini bahkan bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Kondisi yang membutuhkan prosedur Caesar antara lain placenta previa (plasenta menutup jalan lahir), cord prolapse (tali pusat mendahului bayi keluar dari rahim), dan bayi mengalami kesulitan untuk lahir.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:01 am

SEKALI OPERASI CAESAR, SELAMANYA CAESAR?
Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 3 Agustus 2009 | 10:41 WIB
KOMPAS.com Mayoritas ibu berharap bisa melahirkan secara normal, namun bila karena suatu keadaan terpaksa harus operasi caesar atau seksio sesarea, bukan berarti sudah tertutup jalan untuk melahirkan secara normal. Operasi caesar adalah melahirkan dengan jalan membuka dinding perut dan dinding rahim. Operasi ini bukanlah operasi kecil, namun terkadang diperlukan sebagai alternatif melahirkan bagi ibu dan bayinya, terutama bila ditemukan adanya indikasi medis. Banyak ibu yang khawatir bila menjalani caesar pada kelahiran pertama, kelahiran berikutnya akan terus caesar. Padahal, pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut dr Kartiwa Hadi Nuryanto, SpOG, ginekolog dari RSCM Jakarta, bagaimana cara persalinan selanjutnya tergantung pada kondisi kehamilan dan janin. "Untuk persalinan berikutnya dokter akan menilai ulang kemungkinannya," kata dokter yang biasa disapa Iwa ini. Kondisi yang dinilai, menurut Iwa, antara lain: luas panggul ibu, posisi kepala janin apakah sudah masuk jalan lahir, berat dan ukuran bayi, serta ada tidaknya faktor penyulit lain. "Bila plasenta di bawah atau ketuban pecah duluan, biasanya tidak akan dipaksakan lahir normal," kata dokter yang juga anggota dari Perkumpulan Obstreti dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini. Pada operasi caesar, irisan perut dan rahim secara vertikal memang membuat ibu hamil rentan mengalami perobekan pada rahim saat mengejan para proses persalinan normal. Namun, saat ini dokter lebih sering melakukan sayatan secara horizontal sehingga lebih aman untuk ibu. Karena itu, menurut Iwa, bila ukuran bayi tidak terlalu besar, risiko robek pada rahim saat persalinan selanjutnya juga bisa dikurangi. "Proses penyembuhan luka pasca-operasi juga bisa menjadi faktor penilaian bagi dokter. Bila luka jahitan sembuh dengan bagus, biasanya tidak ada masalah. Tapi ini juga tergantung dokternya," katanya. Rekomendasi dari POGI, bila si ibu sudah dua kali melahirkan secara seksio, maka selanjutnya harus seksio. "Bila baru satu kali, masih diberi kesempatan untuk melahirkan normal," ujar Iwa. Proses persalinan yang tidak direkomendasikan untuk ibu yang sudah melahirkan secara caesar adalah persalinan lewat air (waterbirth) karena rasa sakitnya tidak bisa dimonitor. "Rasa sakit dalam proses persalinan adalah peringatan alamiah dari Tuhan. Bila sakitnya berlebihan itu berarti ada masalah. Nah, dalam waterbirth dokter tidak bisa memonitor rasa sakit kontraksi," kata Iwa.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:02 am

OPERASI CAESAR BERULANG TINGKATKAN RISIKO KOMPLIKASI
Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 2 November 2012 | 14:28 WIB
Kompas.com - Bila tanpa indikasi medis yang kuat sebaiknya Anda pertimbangkan lagi keputusan melakukan proses operasi caesar. Melahirkan lewat bedah caesar berulang, lebih dari tiga kali, meningkatkan risiko komplikasi persalinan dan kelahiran prematur. Tim peneliti dari Inggris membandingkan 94 wanita yang sudah melakukan operasi caesar sampai 5 kali atau lebih, dengan 175 wanita yang melahirkan lewat operasi caesar kurang lebih sedikit. Wanita dari kelompok sering melakukan operasi caesar lebih rentan mengalami perdarahan sebelum, selama, dan setelah persalinan. Mereka juga beresiko tinggi mendapatkan transfusi darah, melahirkan bayi prematur, dan mendapat perawatan intensif. Perdarahan obstetri mayor pada mereka yang melakukan operasi caesar cukup sering mencapai 18 persen dibandingkan dengan kelompok wanit lain yang hanya 0,6 persen. Risiko transfusi darah juga 17 persen lebih tinggi. Sekitar 18 persen wanita dari kelompok sering mendapat operasi caesar didiagnosa kelainan plasenta seperti plasenta previa atau plasenta accerata. Akibatnya mereka beresiko tinggi mengalami komplikasi dan separuh dari mereka mendapatkan tindakan pengangkatan rahim atau histerectomi. "Operasi caaesar berulang kali sebenarnya cukup jarang dialami dan kebanyakan yang melakukannya hasilnya cukup baik. Tetapi tetap saja risiko mereka untuk mengalami komplikasi persalinan dan bayi lahir prematur cukup tinggi," kata salah satu peneliti Dr.Mandish Dhanjal. Karena itu baik ibu hamil atau dokter yang merawat memahami dengan baik risiko komplikasi yang akan dihadapi dari operasi caesar berulang. Setiap operasi, termasuk operasi caesar, memiliki risiko, sebagian bahkan mengancam nyawa. Sayangnya belum ada penelitian yang menyebutkan berapa kali batas maksimum seorang wanita boleh melakukan operasi caesar.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:03 am

SECTIO CAESAREA ( BEDAH SESAR )
Adalah konsep melahirkan bayi melalui pembedahan lewat dinding perut.
80% persalinan dapat berlangsung secara normal / persalinan spontan, tanpa memerlukan bedah sectio, asalkan dilakukan dengan pengawasan yang baik. Ada fakta yang menyebutkan persalinan dengan cara caesar mempunyai risiko kematian ibu 3x lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar adalah sekitar 5,8 per 100.000 persalinan, dan persalinan dengan bedah caesar memiliki angka kesakitan yang lebih tinggi yaitu sekitar 27,3% dibandingkan dengan persalinan normal. Pastikan betul operasi adalah satu satunya jalan terbaik yang bisa diambil, bila masih memungkinkan melahirkan secara normal, lebih baik tetap berusaha untuk melahirkan secara normal. Operasi caesar sebaiknya diambil bila keadaan benar benar mendesak. Bayi yang lahir secara caesar, karena kemunculannya yang tiba tiba tanpa melalui proses jalan lahir, kehilangan kesempatan yang membantu mengeluarkan air ketuban dari paru paru dan menstimulasi sirkulasinya, juga bayi yang dilahirkan secara caesar karena berkurangnya mikrobiota atau bakteri baik pada saluran cerna yang berfungsi membantu pertahanan tubuh dari mikroorganisme jahat ( patogen ), maka akan mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko allergi dan penyakit infeksi hingga usia 5 tahun.

Indikasi Sectio Caesarea:
1. Persalinan macet ( karena bayi besar atau panggul sempit )
2. Gawat janin ( janin kekurangan oksigen )
3. Kelainan letak janin ( sungsang atau lintang )
4. Persalinan pada bekas Sectio Caesaria
5. Perdarahan antepartum karena placenta praevia atau solutio placenta
6. Preeclampsia berat yang tidak terkontrol oleh obat obatan
7. Ketuban pecah dini yang sulit dilahirkan dalam 24 jam setelah ketuban pecah

Meskipun pernah melahirkan dengan bedah sectio pada persalinan sebelumnya, tetapi tidak selalu harus melalui bedah sectio lagi kecuali ada indikasi. Keuntungan yang didapat dengan persalinan biasa, diantaranya :

-pemulihan yang lebih cepat
-perawatan di RS yang lebih singkat
-infeksi pasca persalinan yang lebih sedikit
-perdarahan yang lebih sedikit

Resiko pada persalinan normal dengan riwayat bedah sectio adalah bahaya robeknya rahim terutama pada bekas sayatan klasik.
Beberapa penelitian menunjukkan angka 1% frekuensi terjadinya robekan rahim pada bekas bedah sectio.
Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya robekan rahim pada bekas sectio adalah:

1. Pasien telah lebih dari sekali di bedah sectio
2. Makin tuanya umur pasien
3. Makin dekatnya jarak dengan kehamilan sebelumnya
4. Adanya riwayat demam pada persalinan terdahulu
5. Induksi partus ( perangsangan persalinan dengan obat )
6. Persalinan yang lambat / macet
7. Kelainan bentuk rahim

Sumber:
Bunga Rampai Masalah Kesehatan ILUNI FK 1983
Seputar Indonesia Sabtu 17 April 2010
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:05 am

BEBERAPA PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN PASIEN DENGAN SECTIO CAESARIA

1. Berapa lama setelah operasi boleh duduk, makan, menyusui bayi?
Bila dilakukan anestesia regional, boleh makan segera setelah tidak mual.
Bila dilakukan anestesia umum, sampai bising usus terdengar, biasanya 24 jam setelah operasi.
Menyusui bayi sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah bayi lahir.
Pada anestesi regional, duduk sebaiknya setelah 18 jam.

2. Apakah bisa minum " obat cina " setelah operasi?
Sebaiknya bila ada tendensi perdarahan, obat obat tersebut dihindari karena sifat obat yang memiliki khasiat vasodilator ( melebarkan pembuluh darah ).

3. Apakah pada waktu sectio bisa sekalian dilakukan operasi pengecilan perut?
Kalau sekedar mengangkat lemak sekitar luka bisa dilakukan, tetapi kalau mau mengangkat lemak yang lebih luas diperlukan bedah plastik.
Dan karena perut masih menyusut sebaiknya baru dilakukan setelah 40 hari melahirkan, disamping adanya resiko perdarahan.
Demikian juga dengan operasi mengecilkan vagina.

4. Apakah kalau dilakukan juga sterilisasi akan mengganggu aktivitas seksual?
Tidak, karena yang dipotong / diikat hanya saluran telur dan bukan indung telur.

5. Berapa kali Sectio Caesaria bisa dilakukan?
Sebaiknya tidak lebih dari 3 kali.

6. Apakah Sectio Caesaria dapat menimbulkan kematian?
Dapat. Walaupun jarang terjadi.

7. Apakah transfusi darah rutin dilakukan?
Tidak, kecuali ada indikasi seperti perdarahan, robekan rahim, janin kembar, dll.

8. Kapan hubungan kelamin bisa dilakukan setelah operasi?
Sama seperti melahirkan biasa, yaitu 6 - 8 minggu setelah operasi.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan ILUNI FK 1983
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:10 am

10 FAKTA MENGENAI OPERASI CAESAR
Linda Mayasari - detikHealth Minggu, 26/08/2012 07:50 WIB
Jakarta, Siapa bilang melahirkan melalui operasi caesar lebih mudah dan tidak menyakitkan dibanding proses melahirkan normal melalui vagina? Rasa sakit pada proses kelahiran melalui operasi caesar akan terasa setelah operasi caesar hingga beberapa minggu ke depan. Berikut 10 fakta yang perlu Anda ketahui mengenai operasi caesar, seperti dilansir mom.me, Sabtu (25/8/12) yaitu:

1. Tetap melibatkan vagina
Meskipun vagina bukan lagi menjadi rute keluar bayi ketika seseorang menjalani operasi caesar, tetapi dokter akan memberikan cairan pembersih vagina setelah melahirkan. Cairan ini diberikan lebih dari sekali jika diperlukan yang tujuannya untuk membersihkan semua darah yang akan bocor melalui vagina setelah operasi. Anda juga harus bersiap jika perawat memasukkan kateter sebelum operasi melalui vagina, tetapi hal ini dilakukan setelah anestesi yang mungkin tidak dapat Anda rasakan.

2. Perut seperti ditarik
Orang yang menjalani operasi caesar selama proses persalinan, akan benar-benar merasakan mati rasa pada perut selama operasi sampai beberapa jam sesudahnya, sehingga pasien tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun. Tetapi beberapa orang menyatakan bahwa dirinya merasakan ada sensasi seperti dorongan dan tarikan pada bagian perut yang akan reda setelah bayi dikeluarkan dari perutnya.

3. Tubuh Anda mungkin akan gemetaran
Setelah menjalani operasi caesar, pasien biasanya akan merasakan tulang belakangnya gemetar yang mempengaruhi seluruh tubuh. Tetapi beberapa orang mungkin hanya merasakan kejang dan kaku pada kaki. Hal ini sifatnya normal dan akan reda dengan cepat setelah beberapa jam.

4. Merasa kedinginan
Banyak sekali pasien yang melahirkan melalui operasi caesar mengeluhkan dirinya merasa kedinginan setelah operasi dan cenderung menyalahkan suhu yang terlalu dingin di ruang operasi. Tetapi suhu ruang operasi telah disesuaikan sedemikian rupa untuk menjaga sterilitas, mencegah pembentukan kelembaban dan memerangi kolonisasi bakteri. Rasa dingin mungkin akibat anestesi yang membuat pinggang ke bawah mati rasa dan juga karena pasien berbaring setengah telanjang selama 30 menit selama operasi. Hal ini akan segera membaik setelah suster memberikan selimut hangat.

5. Anda akan memerlukan pelunak feses
Buang air besar bisa menjadi masalah besar setelah operasi caesar, karena pasien akan kesulitan mendorong tinja ketika kondisi perutnya masih sakit dan luka operasi yang belum sembuh total. Dengan mengambil pelunak feses setelah melahirkan akan memudahkan proses buang air besar pasca operasi. Minumlah lebih banyak air putih dan olahraga santai seperti berjalan-jalan ringan untuk menjaga kelancaran pencernaan.

6. Batuk dan bersin akan menyakiti perut bekas operasi
Batuk, bersin atau tertawa akan membuat luka operasi di perut terasa nyeri. Ambillah bantal untuk mendukung perut, hal ini dapat membantu mencegah nyeri karena aktivitas seperti tertawa, batuk dan bersin. Bantal tersebut dapat memberi tekanan kepada otot-otot perut yang dipotong ketika operasi dan membantu memerangi rasa sakit yang berasal dari kontraksi otot. Kondisi terburuk dari nyeri karena kontraksi otot perut ini akan berlangsung hingga seminggu setelah melahirkan, tapi secara bertahap akan membaik selama beberapa minggu setelahnya.

7. Anda akan mendapatkan alat yang meberikan efek pijatan pada kaki
Setelah operasi, dokter biasanya akan membawa alat-alat yang disebut sequential compression devices (SCDs), yang bekerja untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah penggumpalan darah. Dokter akan memasang alat tersebut pada kaki pasien ketika sedang tidur dan kaki masih mati rasa, sehingga Anda tidak perlu terkejut jika menemukan alat seperti sepatu yang dapat memberikan efek pijatan pada kaki.

8. Tetap berolahraga
Olahraga yang sedang hingga berat jelas akan membuat kondisi pasien operasi caesar menjadi buruk. Lakukan olahraga cukup dengan berjalan-jalan santai saja untuk menguatkan kembali tulang belakang dan otot-otot perut.

9. Akan ada darah yang keluar dari vagina
Pendarahan pada vagina masih akan terjadi meski telah selang beberapa hari setelah melakukan operasi. Hal ini dinamakan pendarahan pospartum yang dapat terjadi ketika dinding rahim menyembuhkan dirinya sendiri setelah plasenta terlepas dan pembuluh darah menanggapi turunnya kadar hormon. Selain itu, lapisan tebal yang tumbuh untuk mendukung bayi selama kehamilan akan meluruh dengan sendirinya dalam minggu-minggu setelah proses melahirkan. Jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini karena pendarahan biasanya ringan dan maksimal hanya berlangsung sekitar enam minggu.

10. Meninggalkan bekas luka
Sayatan bekas operasi tentu akan meninggalkan bekas luka yang tidak akan menghilang begitu saja. Luka tersebut akan memudar lama-kelamaan seiring berjalannya waktu, tetapi Anda dapat menerapkan salep seperti Mederma setelah enam minggu sejak operasi agar luka lebih cepat memudar. Jika Anda menerapkan salep tersebut lebih cepat dari enam minggu, akan menyebabkan infeksi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bedah Caesar Untuk Bersalin?   Thu Nov 22, 2012 9:11 am

PENGERTIAN SEDERHANA TENTANG SECTIO CAESARIA
Author: Anton wijaya | Posted at: 08.08 | Filed Under: Kesehatan
Apa itu Sectio Caesaria
Sectio caesaria adalah operasi melahirkan. Bayi atau janin dikeluarkan melalui dinding perut.

Kapan Sectio caesaria dilakukan
Operasi ini dilakukan apa bila pasien tidak bisa melahirkan secara normal, bisa jadi disebabkan letak janin sunsang atau melintang, ketuban pecah dini, plasenta menutup jalan lahir, lingkar panggul sempit, gawat janin, hipertensi kehamilan dan banyak indikasi medik lainya agar operasi ini dilakukan, yang intinya jika melahirkan secara normal bisa mengakibatkan resiko kematian, baik pada ibu maupun pada janin.

Berapa kali sectio caesaria boleh dilakukan
Operasi ini boleh dilakukan maksimal 3 kali pada 1 orang pasien, pada operasi yang ke 3, pasien dianjurkan untuk tidak lagi hamil dan melahirkan, dengan cara saluran tempat lalunya sel telur di potong agar tidak terjadi pembuahan ketika sel sperma masuk dalam rahim atau disebut juga dengan cara steril.
Back to top Go down
 
Bedah Caesar Untuk Bersalin?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 12Go to page : 1, 2, 3 ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» jatah surga untuk umat kristen hanya 144.000 orang
» Susu Yang Cocok Untuk Pertumbuhan Umur 19 Tahun Ke Atas
» Yesus diutus hanya untuk orang israel, bukan untuk bangsa lain

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: