Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 A l k o h o l

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Thu Jun 06, 2013 6:30 pm

YANG PERLU DIKETAHUI SOAL MINUMAN BERALKOHOL
Penulis : Wardah Fazriyati | Kamis, 6 Juni 2013 | 14:17 WIB
KOMPAS.com - Minum minuman beralkohol secara bertanggung jawab masih menjadi isu besar di Indonesia. Responsible drinker masih minim, kesadaran untuk membangun kebiasaan mengukur kadar alkohol dalam darah (BAC atau blood alcohol content) setelah mengonsumsinya juga masih rendah, peraturan pengendalian konsumsi alkohol juga tak tegas, akibatnya berbagai masalah timbul. Utamanya kecelakaan di jalan raya akibat pengemudi yang memiliki kadar BAC tinggi. Karenanya jangan asal coba-coba minum minuman beralkohol, jika tak punya pemahaman mengenainya. Apa yang perlu Anda ketahui soal minuman beralkohol, berikut di antaranya:

* Kopi, air, dan olahraga tidak menghilangkan alkohol. Jadi tak ada resep khusus yang bisa membantu Anda menghilangkan pengaruh alkohol setelah mengonsumsinya.
* Setiap gelas minuman beralkohol yang Anda tenggak, rata-rata menambah BAC sebanyak 0,20 g/L darah. Penambahan lebih cepat pada perempuan, anak, dan orang tua, juga ketika peminumnya memiliki masalah kesehatan, stres, dan mengonsumsi obat.
* Kadar alkohol dalam minuman berbeda jumlahnya. Pada satu gelas anggur terdapat 10cl alkohol, pada satu gelas cognac terkandung 3cl alkohol, satu gelas bir memiliki kandungan alkohol tertinggi yakni 25cl, sementara segelas whiski mengandung 3cl alkohol.
* BAC mencapai puncak sekitar 45 menit setelah gelas terakhir.
* Jika BAC Anda mencapai 0,5g alkohol per liter darah, risiko kecelakaan berlipat ganda.
* Pada BAC 0,8g, risiko menjadi 10 kali lipat.
* Di bawah pengaruh alkohol, jarak menjadi sulit diperkirakan, area visual menjadi lebih sempit, dan keadaan bahaya mudah disepelekan.
* Mengemudi sambil mabuk bisa mengakibatkan cedera, dan melukai keluarga dekat, teman bahkan orang lain secara fatal.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Thu Jun 06, 2013 6:32 pm

MINIMNYA "RESPONSIBLE DRINKER"
Penulis : Wardah Fazriyati | Kamis, 6 Juni 2013 | 13:37 WIB
KOMPAS.com - Indonesia tidak memiliki peraturan tegas yang secara khusus mengatur konsumsi minuman beralkohol, di tambah lagi kesadaran pengonsumsi alkohol akan tanggung jawabnya pun masih rendah. Padahal, gaya hidup kalangan urban sangat dekat dengan konsumsi alkohol terutama di kelab malam yang menjadi tempat favorit untuk mengonsumsi wine dan wiski. Minum minuman beralkohol secara bertanggung jawab belum menjadi kebiasaan,dengan kata lain responsible drinker pun masih minim. Edhi Sumadi, General Manager Pernod Ricard Indonesia (perwakilan produsen minuman asal Prancis), mengungkapkan tak mudah membangun kesadaran konsumen juga pengelola kelab malam atau restoran mengenai tanggung jawab peminum alkohol. "Semestinya, jika ada konsumen di bawah 21 tahun mengonsumsi alkohol ini harus dilarang, juga ibu hamil, dan jika ada konsumen yang terlihat berlebihan mengonsumsi alkohol semestinya tak perlu lagi dilayani jika meminta tambahan minuman beralkohol," ungkapnya di sela kegiatan CSR Pernod Ricard Indonesia untuk mengedukasi masyarakat tentang tanggung jawab minum minuman beralkohol, di Jakarta, Rabu (5/6/2013). Satu lagi kesadaran yang semestinya muncul adalah mengecek kadar alkohol dalam darah (blood alcohol content atau BAC) setelah minum minuman beralkohol. Sebagai bentuk tanggung jawab, pengonsumsi minuman beralkohol sebaiknya mengindari BAC di atas 0,5 gram per liter darah (g/L). Kalau ternyata kadar BAC melebihi 0,5 g/L, sebaiknya muncul kesadaran pribadi untuk tidak mengemudi. Untuk mengukur kadar BAC memang dibutuhkan alat khusus. Semestinya penyedia minuman beralkohol memiliki alat yang disebut Breathalyzer ini. Karena dengan mengukur dirinya sendiri, konsumen bisa menghilangkan sejumlah risiko akibat pengaruh alkohol. Utamanya risiko kecelakaan di jalan raya karena berkendara di bawah pengaruh alkohol.

Edhi mengungkapkan, sejumlah negara di Asia sudah menjadikan alat ini sebagai bagian penting dari layanan publik. Alat pengukur BAC sudah banyak ditemui di Malaysia, Singapura, China dan tentunya negara barat. Kesadaran masyarakat di Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa Barar juga tinggi. Terutama terkait konsumsi alkohol dan mengemudi. "Mereka takut SIM dicabut karena mengemudi dengan pengaruh alkohol," ungkap Edhi. Kesadaran semacam ini masih belum muncul di Indonesia. Baik dari sisi pribadi si pengonsumsi alkohol juga ketiadaan peraturan dan implementasi hukum yang tegas. Alhasil responsible drinking masih menjadi tantangan tersendiri. Pakar hukum DR. Hj. Elsa Syarief, SH, MH mengungkapkan belum ada hukum yang jelas mengenai pengendalian konsumsi alkohol di Indonesia. Padahal KDRT rata-rata terjadi karena kesadaran yang hilang lantaran pelakunya peminum alkohol. Pemerkosaan dan pembunuhan juga terjadi karena minuman keras. "Minuman keras berpengaruh luar biasa terhadap tabiat. Namun tidak ada aturan atau ancaman hukuman untuk orang yang mabuk. Hukum kita belum terlalu tegas soal pengendalian konsumsi alkohol," ungkapnya. Bagi Elsa, dengan berbagai kondisi ini, agama dan pendidikan yang paling dekat dengan keluarga terutama anak-anak yang menjadi solusi. "Anak-anak perlu diberi pandangan untuk menghindari minuman keras karena bisa menyebabkan ketagihan atau candu," sarannya. Bagaimana dengan Anda dan keluarga? Cara apa yang Anda lakukan sebagai bentuk antisipasi atas kondisi masih minimnya kesadaran terkait minum minuman beralkohol secara bertanggung jawab di Indonesia?


Last edited by gitahafas on Fri Jun 07, 2013 5:47 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Thu Jun 06, 2013 6:33 pm

MEMBANGUN KESADARAN UNTUK JANGAN MINUM DAN MENGEMUDI
Penulis : Wardah Fazriyati | Kamis, 6 Juni 2013 | 12:38 WIB
KOMPAS.com - Konsumsi alkohol telah menjadi bagian dari gaya hidup kalangan urban dan menjadi hal lumrah bagi sebagian orang. Selain terkait dengan gaya hidup clubbing, minuman beralkohol juga menjadi bagian dari gaya hidup di meja makan. Restoran menjajakan minuman beralkohol seperti wine menjadi bagian dari pilihan menunya. Minuman beralkohol menjadi bagian dari kebiasaan sebagian orang dalam bersosialisasi terlebih saat membangun jejaring. Meski menjadi gaya hidup personal, pengonsumsi alkohol perlu memahami berbagai risiko yang ditimbulkan dari pilihannya. Ada tanggung jawab yang diemban pengonsumsi alkohol yang berkaitan dengan keselamatan orang lain di sekitarnya. Edukasi inilah yang sedang giat dilakukan perwakilan produsen minuman asal Prancis di Indonesia, Pernod Ricard Indonesia untuk lima tahun ke depan. Pernod Ricard Indonesia menggelar serangkaian kegiatan untuk mendorong pengonsumsi juga penyedia minuman beralkohol untuk lebih bertanggung jawab. Kegiatan yang bertajuk Responsib'ALL Day memberikan edukasi melalui talkshow bertema "Let's Be Smart & Don't Drink and Drive" di Lamoda Cafe, Plaza Indonesia, aksi simpatik pembagian leaflet tentang Responsible Drinker dan pemahaman tentang kandungan alkohol yang masih aman bagi tubuh di bunderan Hotel Indonesia Jakarta. Juga mengedukasi pengunjung kelab malam Immigrant untuk mengukur kadar alkohol dalam darahnya (Blood Alcohol Content atau BAC) menggunakan alat khusus yakni Breathalyzer sebelum memutuskan mengemudi saat pulang ke rumah. Selain mendorong pengunjung kelab malam untuk menggunakan Free Vallet Service Drive. Untuk yang terakhir ini, Pernod Ricard Indonesia menyediakan 15 supir yang siap mengantar pengunjung kelab malam pulang ke rumah apabila dinyatakan tak cukup aman mengemudi.

"Upaya mengedukasi masyarakat mengenai tanggung jawab pengonsumsi alkohol sebenarnya sudah berjalan sejak 2-3 tahun lalu. Namun kali ini lebih konkret karena kami menyediakan alat pengukur kadar alkohol dalam darah, yang dipinjamkan kepada kelab malam yang mau bekerjasama. Kami menghimbau konsumen juga pengelola kelab untuk memiliki kesadaran melakukan pengecekan kadar alkohol dalam darah menggunakan alat ini," tutur Edhi Sumadi, General Manager Pernod Ricard Indonesia, saat ditemui di Plaza Indonesia Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Menurut Edhi, orang Indonesia masih memiliki kesadaran rendah untuk melakukan pengecekan kadar alkohol dalam darah sebelum beraktivitas setelah mengonsumsi alkohol. Selain tak adanya peraturan tegas dari pihak berwenang untuk mengatur konsumsi alkohol terutama di kota besar seperti Jakarta. "Alat pengukur semacam ini juga baru pertama kali ada di Indonesia. Alat ini juga tidak mudah didapati karena dijual di luar negeri, harganya pun mahal sekitar 2.000 dollar per satu alatnya," tambahnya. Kesadaran pengonsumsi alkohol untuk mengontrol dirinya erat kaitannya dengan tanggung jawab personal terhadap lingkungan di sekitarnya. Mengukur BAC setelah minum minuman beralkohol terutama di kelab malam, merupakan cara sederhana yang bisa dilakukan konsumen menunjukkan tanggung jawabnya. Edhi menyebutkan, banyak kecelakaan 2-3 tahun belakang terjadi disebabkan kondisi pengemudi mengantuk, pengaruh obat-obatan, dan konsumsi minuman beralkohol. Karenanya, pilihan pribadi untuk menganut gaya hidup yang berdekatan dengan konsumsi alkohol juga semestinya dibarengi kesadaran untuk meningkatkan tanggung jawab sosialnya. WHO juga melansir data, 20-40 persen kecelakan fatal di jalan raya berhubungan dengan konsumsi alkohol. Melalui kegiatan ini, Edhi berharap semakin banyak pengonsumsi alkohol yang berinisiatif mengecek kadar alkohol dalam darahnya. Jika mendapati BAC di atas 0,5 gram alkohol per liter darah, sebaiknya hindari risiko. Di antaranya dengan tidak mengemudi, minta orang lain yang bebas pengaruh alkohol untuk mengemudi, tunggu sampai kadar alkohol hilang dengan menginap di tempat terdekat, atau pilih menggunakan kendaraan umum. Pasalnya, pengemudi yang memiliki BAC lebih dari 0,5 g/L meningkatkan risiko kecelakaan 40 kali dibandingkan dengan nol BAC. Pengemudi yang tidak berpengalaman dengan kadar BAC 0,5 g/L memiliki risiko 2,5 kali lebih tinggi untuk terlibat dalam kecelakaan dibandingkan pengemudi yang berpengalaman.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Thu Jun 27, 2013 10:39 am

KETAHUI 5 HAL PENTING PECANDU ALKOHOL YANG "REHABILITASI"
Beno Junianto, Stella Maris Kamis, 27 Juni 2013, 07:02 WIB
VIVAlife - Pada beberapa momen tertentu, alkohol menjadi salah satu minuman yang disediakan khusus untuk para tamunya. Ketika tak dikonsumsi secara moderat, tentu dapat membuat mabuk. Ketika dikonsumsi terus menerus pun akan berdampak pada kesehatan. Ya alkohol yang di konsumsi rutin berpotensi menjadi alkoholisme atau kecanduan alkohol. Namun untuk menghentikan kecanduan ini, tentu membutuhkan proses yang tak mudah. Di samping itu mereka yang menjalani 'penarikan' alkohol dari kehidupannya juga akan mengalami gejala yang bervariasi. Gejala tersebut antara lain berkeringat, mual, insomnia, sakit kepala, halusinasi, denyut jantung yang meningkat, serta kejang. Akan tetapi yang harus di waspadai, ketika akan diberikan perawatan, gejala yang timbul akan berbeda, tergantung dari kemampuan seorang pecandu untuk mengatasinya. Niat untuk berhenti saja tidak cukup, mereka juga dukungan dari para teman dan keluarga. Untuk itu, simak beberapa poin penting lain yang harus diketahui para pecandu alkohol dan keluarga untuk membantu proses rehabilitasi, seperti dilansir dalam laman Boldsky:

Terhidrasi
Sangat penting bagi para alkoholisme untuk mengonsumsi air putih lebih banyak dari biasanya. Normalnya memang di anjurkan delapan gelas per hari. Ini karena pada saat menjalani 'penarikan' alkohol, tubuh membutuhkan cairan lebih banyak untuk proses detoksifikasi. Bukan hanya itu, cadangan air yang lebih banyak juga membantu menjaga kestabilan cairan dalam tubuh.

Alihkan Perhatian
Mayoritas para pecandu mengakui, berhenti mengonsumsi minuman keras sama dengan sulitnya seperti berhenti merokok. Namun hal tersebut wajar adanya. Dengan demikian, pikiran Anda dipaksa untuk tidak mengonsumsi alkohol atau sugesti. Caranya, Anda akan diberikan sesuatu yang lebih sehat, seperti jus buah segar atau minuman yang mengandung glukosa, elektrolit, vitamin, dan mineral.

Jam Biologis
Pada dasarnya tubuh memiliki irama sirkadian, merupakan waktu untuk mengatur organ tubuh, kapan waktunya beristirahat dan kapan organ tubuh bekerja. Bagi mereka yang terbiasa tidur larut, harus dapat membiasakan diri untuk mengikuti ritme aktifitas. Bagi para pecandu alkohol, mulailah di atur jam biologisnya. Ini dilakukan agar proses detoksifikasi dapat berjalan.

Terapi
Dengan bantuan terapis, Anda dapat belajar bagaimana mengontrol tindakan sekaligus meningkatkan perilaku, terutama ketika mengatasi situasi yang rentan pada penggunaan alkohol. Terapi perilaku misalnya, dapat menjadi pilihan yang tepat sebagai motivasi dan pembentukan kognitif.

Resep
Berdasarkan tingkat keparahan dan durasi gejala alkohol, saat pemeriksaan dokter akan meresepkan sesuatu yang mengandung benzodiazepin. Adalah obat yang membantu mengontrol kecemasan dan ketidaknyamanan akibat tak mengonsumsi alkohol. Tak hanya itu, ada pula beberapa obat yang dapat meringankan gejala.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Sat Jul 13, 2013 10:58 am

MINUM ALKOHOL BIKIN STRES MAKIN BURUK
Helmi Ade Saputra - Okezone
SABTU, 13 JULI 2013 09:02 wib
ORANG cenderung membuat pilihan kesehatan yang buruk ketika mereka sedang mengalami stres. Kebanyakan dari mereka lebih sering mengonsumsi makanan olahan dan lebih banyak meminum alkohol. Ketua dari British Dietetic Association’s Mental Health Group, Ursula Philpot mengatakan, untuk menjauh dari stres sebaiknya seseorang menghindari minuman beralkohol. “Karena kita tahu bahwa alkohol adalah depresan atau mengurangi sistem kerja saraf, dan makanan tidak sehat dihubungkan dengan dengan depresi,”ujar Philpot, dikutip Express. Menurut Philpot, menghindari kedua hal tersebut sangat penting jika tidak ingin stres Anda lepas kendali atau tidak terkontrol. Ia juga mengatakan bahwa sebaiknya saat stres Anda bisa mengonsumsi makanan segar yang bisa membantu berkonsentrasi, seperti almond, biji, brokoli, dan ikan. “Vitamin B dan magnesium itu terlibat dalam produksi zat kimia alami serotonin yang bisa membantu menghilangkan stres,”tandas Philpot. Philpot juga menjelaskan, jika Zinc juga telah menunjukkan dapat melawan beberapa efek negatif dari stres. Vitamin E sendiri merupakan antioksidan yang menghancurkan radikal bebas yang berkaitan dengan stres dan penyakit jantung. “Tetapi hindarilah konsumsi suplemen vitamin E, karena bila terlalu banyak dapat berisiko pada kesehatan Anda,” imbuhnya. (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Wed Jul 24, 2013 8:33 am

KENALI DAMPAK BURUK KONSUMSI ALKOHOL
Helmi Ade Saputra - Okezone SELASA, 23 JULI 2013 15:45 wib
MASIH banyak orang tidak mengerti bahaya dari konsumsi alkohol secara berlebihan. Padahal, konsumsi alkohol dalam jangka pendek atau panjang bisa berdampak buruk bagi nyawa Anda. Sebuah penelitian mencatat, telah ada peningkatan angka signifikan pada jumlah wanita yang meninggal berkaitan dengan alkohol. Hal tersebut dikatakan setelah para ilmuwan di Glasgow Centre for Population Health mengamati kecenderungan mortalitas alkohol di Glasgow, Liverpool, dan Manchester dari 1980 sampai dengan 2011. Lebih lanjut, para ilmuwan tersebut menemukan, baik di negara Inggris dan Skotlandia terlihat secara keseluruhan penurunan kematian sejak pertengahan 2000-an. Namun, pada proporsi tertinggi kematian masih berhubungan dengan alkohol memengaruhi pria dan wanita di usia 40-an dan 50-an. Para peneliti juga menemukan, para wanita yang lahir di tahun 1970-an biasanya meninggal pada usia yang jauh lebih awal karena penyebabnya masih terkait dengan alkohol, dibandingkan mereka yang lahir di dekade-dekade sebelumnya. Para penulis mengatakan, sejumlah faktor mungkin telah memainkan peran dalam hal ini, termasuk peningkatan terhadap keterjangkauan alkohol dan pemasaran yang efektif dari produk. “Kegagalan untuk memiliki kebijakan dalam upaya merespon tren baru ini dapat mengakibatkan efek peningkatan hal tersebut selama beberapa dekade yang akan datang,”kata peneliti seperti dilansir Netdoctor. Selain itu, penelitian yang juga dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health memeringatkan, hasil penelitian ini sangat penting, bahwa hal ini merupakan tanda peringatan dini untuk kemudian ditindaklanjuti. (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Sat Jul 27, 2013 9:55 am

TENGGAK ALKOHOL "BUNUH" HASIL OLAHRAGA ANDA
Qalbinur Nawawi - Okezone KAMIS, 25 JULI 2013 21:31 wib
ALKOHOL diketahui sebagai asupan yang tak baik untuk kesehatan tubuh. Temuan terbaru menyatakan bahwa alkohol menurunkan manfaat kesehatan yang dihasilkan dari olahraga. Hal ini sesuai hasil penelitian Michael Joyner, MD, seorang peneliti olahraga dari Mayo Clinic. Dia menjelaskan bahwa pria yang mengonsumsi resveratrol —antioksidan yang ada dalam red wine—menyusutkan hasil olahraganya sebesar 45 persen dibandingkan dengan orang-orang yang melakukan plasebo. Untuk hasil penelitian ini, memang masih bisa diperdebatkan. Pasalnya, peneliti mengajak responden untuk mengonsumsi 250 miligram, dimana kandungan resveratrol pada segelas red wine sendiri hanya mengandung satu sampai sembilan miligram. Atau dengan kata lain Anda harus mengonsumsi 28 botol dahulu untuk mencapai kadar resveratrol sebanyak 250 miligram itu. "Mengonsumsi langsung dosis besar dari red wine mungkin tidak bisa Anda dilakukan. Namun hal itu bisa terakumulasi, dimana pada akhirnya bisa menurunkan efek buruk hasil olahraga Anda di masa mendatang. Selain itu juga akan membatasi kemampuan tubuh untuk memulihkan diri sendiri bila suatu saat terluka," kata Joyner penulis penelitian tersebut, sebagaimana dilansir Menshealth. Lebih lanjut, kata dia, hasil penelitian ini menyarankan untuk mengurangi tegakan alkohol dalam hidup Anda itu sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi bila Anda menyelingi hal itu dengan mengonsumsi cokelat hitam, kacang, dan makanan kaya akan nutrisi serta mineral lain. (tty)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Fri Aug 09, 2013 1:29 pm

BEDA DAMPAK ALKOHOL BAGI PRIA DAN WANITA
KAMIS, 08 AGUSTUS 2013 | 05:56 WIB
TEMPO.CO , Jakarta: Jenis kelamin memengaruhi emosi yang mendorong penikmat alkohol untuk selalu meminum minuman beralkohol dan berpengaruh pada perasaan mereka pada esok harinya. Penelitian terbaru menujukkan baik pria maupun wanita peminum minuman beralkohol akan tenggelam dengan kesedihan mereka melalui cara tersebut. "Beberapa orang mengatakan bahwa mereka meminum alkohol untuk memperbaiki mood , dan itu tidak terjadi," kata Valerie S. Sulit, penulis utama studi yang dipublikasikan pada bulan Juni dalam jurnal Alkohol dan Alkoholisme. Untuk pria, kemarahan mendorong keinginan untuk minum. Menurut temuan Harder, seorang pria yang marah lebih mungkin minum pada hari berikutnya dibanding pria yang tidak merasa marah. Kebahagiaan dan kesedihan adalah dua emosi lain yang dicatat dalam penelitian, dan para peneliti menemukan bahwa baik jenis kelamin yang memiliki perasaan tertentu akan menjadi faktor sebagai pemicu untuk minum minuman alkohol. Kemudian, para peneliti melihat bagaimana dampak dari minum alkohhol akan memengaruhi mood para responden penelitian. Harder dan rekan-rekannya menduga bahwa orang akan melaporkan bahwa kemarahan atau kesedihannya berkurang setelah minum, dan kebahagiaan lebih pada hari berikutnya setelah minum. Namun data menunjukkan sebaliknya. "Ternyata, Orang-orang melaporkan sedikit kebahagiaan karena mereka menggunakan lebih banyak alkohol," kata Harder, asisten profesor psikiatri di University of Vermont. Baik pria maupun wanita dilaporkan merasa kurang bahagia pada hari setelah minum, tetapi efeknya jauh lebih kuat bagi perempuan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Aug 20, 2013 8:10 am

MINUM ALKOHOL GANGGU KEMAMPUAN AMBIL KEPUTUSAN?
Qalbinur Nawawi - Okezone SENIN, 19 AGUSTUS 2013 14:32 wib
MABUK alkohol memang mendatangkan efek buruk. Salah satunya ialah mengganggu konsentrasi Anda dalam mengambil keputusan. "Hal itu karena efek menenggak alkohol mengganggu kemampuan Anda mengambil keputusan cerdas tentang keselamatan pribadi, tidak peduli apakah saat itu Anda sedang ingin pulang,"kata David Friedman, wakil administrator National Highway Traffic Safety Administration AS (NHTSA). Demikian seperti dilansir Womenshealth. NHTSA mencatat bahwa 37 persen dari semua pejalan kaki tewas dalam kecelakakan lalu lintas tahun 2011 karena mengonsumsi alkohol. Hal ini menjelaskan bahwa jalan pulang dalam keadaan mabuk bukan merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan mengemudi dalam keadaan mabuk. Dalam laporan tersebut, NHTSA, bagian dari departemen perhubungan yang memantau trend keselamatan di jalan raya dimana menemukan bahwa 4.432 pejalan kaki tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada tahun 2011. Mengejutkannya, semua kematian 4.000 pejalan kaki itu memiliki tingkat keadaan mabuk lebih tinggi dibandingkan mengemudi. Menanggapi keadaan itu, NHTSA langsung meluncurkan kampanye dan memberikan tip keamanan bagi para pemimpin lokal daerah dan perencana kota untuk membantu meningkatkan keselamatan pejalan kaki. (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Wed Aug 28, 2013 5:49 pm

ALASAN PENTING KONSUMSI ALKOHOL PERLU DIBATASI
Qalbinur Nawawi - Okezone RABU, 28 AGUSTUS 2013 17:18 wib
BAGI Anda yang suka mengonsumsi alkohol, mungkkin sekarang saatnya mengurangi minuman alkohol. Betapa tidak, efek negatif dari mengonsumsi alkohol sangat berdampak luas. Seseorang yang meminum alkohol secara berlebihan bisa mengakibatkan gangguan secara emosional maupun fisik. Bahkan meminum alkohol bisa memengaruhi kehidupan Anda dengan keluarga dan pekerjaan. Berikut adalah tiga alasan penting agar Anda mengurangi alkohol, seperti dilansir Naturalnews.

Meningkatkan berat badan
Alkohol saat dipecah oleh sistem pencernaan akan terurai menjadi gula. Kemudian, semua gula yang dihasilkan itu tak semuanya bisa digunakan sebagai energi, sehingga gula itu disimpan sebagai lemak. Konsumsi secara teratur alkohol dan tambahan gula serta kalori menyebabkan kenaikan berat badan, terutama disimpan di sekitar bagian tengah tubuh.

Mengubah suasana emosi
Alkohol saat dikonsumsi sangat memengaruhi suasana hati, bahkan bisa menghasilkan perubahan suasana hati pada orang tertentu. Seseorang yang mengonsumsi alkohol pada dasarnya mengubah suasana hati jadi tak sehat, apalagi tak mudah bagi orang sekitar menerima kebiasaannya.

Merusak hubungan
Mengonsumsi alkohol akan mengubah mood dan perilaku pada suatu titik yang bisa memiliki konsekuensi negatif dengan pasangan, anak-anak, rekan kerja ataupun atasan Anda. Seseorang yang bekerja setelah malam sebelumnya mengonsumsi minum keras bisa menyebabkan tak fokus dan tak jauh lebih produktif saat Anda memiliki pikiran yang jernih. Tak sebatas itu, hal itu juga memengaruhi proses pengambilan keputusan, bisa menyebabkan kebencian dari atasan atau rekan kerja karena tak sesuai dengan harapan di tempat kerja. Sementara untuk pasangan dan anak-anak Anda, mereka akan melihat adanya perubahan dalam diri. Atau bisa dibilang, mereka mulai mengenal Anda sebagai dua orang berbeda dan bisa merusak kepercayaan serta kekompakan antara Anda sebagai unit keluarga. (ind)
Back to top Go down
 
A l k o h o l
View previous topic View next topic Back to top 
Page 8 of 9Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: