Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 A l k o h o l

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:19 pm

ALKOHOL DAN RISIKO KANKER PAYUDARA
Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 15 November 2011 | 13:15 WIB
KOMPAS.com - Risiko seorang perempuan mengidap kanker payudara biasanya akan meningkat apabila memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara. Namun, risiko ini dapat ditekan dengan merubah gaya hidup dan perilaku, khususnya dalam hal konsumsi alkohol.
Sebuah studi baru dari Washington University School of Medicine di St Louis menunjukkan, gadis remaja dengan riwayat keluarga kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker tersebut seiring peningkatan konsumsi alkohol. "Pertanyaan paling umum yang sering kita dengar dari perempuan dengan riwayat kanker payudara adalah bagaimana caranya dapat mencegah kanker payudara pada anak perempuan kami," kata ahli epidemiologi Graham A. Colditz, MD, PhD, yang mempublikasikan penelitiannya secara online dalam journal Cancer.
"Temuan ini bisa menjadi strategi buat kita untuk menurunkan risiko kanker payudara dengan membatasi konsumsi alkohol," tambahnya. Peneliti mengklaim, ini adalah temuan pertama yang melihat hubungan antara konsumsi alkohol pada remaja dengan risiko kanker payudara. Pasalnya, selama ini kebanyakan riset hanya mengkaitkan alkohol dengan risiko kanker payudara pada perempuan usia 50-an, 40-an, 60-an dan pada risiko kanker payudara invasif, bukannya risiko awal (lesi jinak) yang dapat menyebabkan kanker payudara invasif. Dalam riset sebelumnya yang dimuat Journal of American Medical Association, dimana Colditz juga bertindak sebagai peneliti menemukan, telah terjadi peningkatan secara moderat risiko kanker payudara dengan mengonsumsi 3-6 gelas alkohol setiap minggu pada setiap wanita dewasa, terlepas apakah dia memiliki sejarah keluarga dengan kanker payudara. "Dalam studi ini, kami telah mencoba untuk menguraikan efek alkohol pada perempuan yang mempunyai riwayat kanker payudara dan perempuan tanpa riwayat kanker payudara. Kita melihat bahwa efek alkohol paling kuat terjadi pada perempuan dengan riwayat kanker payudara dalam keluarga," kata Colditz. Dalam risetnya Colidtz juga menemukan fakta menarik, di mana tidak ditemukan resiko peningkatan lesi jinak payudara pada perempuan muda (tanpa riwayat kanker payudara) terkait konsumsi alkohol. Tetapi, risiko mereka tampaknya jelas dengan peningkatan indeks massa tubuh di masa kanak-kanak, lingkar pinggang pada masa remaja dan tinggi badan.
Temuan tersebut menunjukkan, ada perbedaan faktor risiko antara perempuan dengan riwayat kanker payudara dan mereka yang tidak.
"Tinggi badan terkait dengan risiko kanker payudara. Dan beberapa data menunjukkan ledakan pertumbuhan menyebabkan risiko lebih tinggi terkena kanker di kemudian hari. Jelas, itu bukan sesuatu yang bisa kita kontrol. Namun jika kita dapat memahami apa yang terjadi pada hormon dan proses di dalam tubuh, serta peran aktivitas fisik dan pola makan, kita mungkin dapat memodifikasi sebagian dari akumulasi risiko kanker payudara sejak dini, " tandasnya.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:35 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:20 pm

PELARANGAN MIRAS DIMINTA DIATUR DALAM UU
Jumat, 13 Januari 2012 | 16:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendesak agar pengendalian atau pelarangan minuman keras (miras) diatur dalam undang-undang tersendiri. Untuk itu, Fraksi PPP akan meminta Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengendalian Peredaran Miras masuk dalam Program Legislasi Nasional tahun 2012 . "DPP PPP sudah menginstruksikan F-PPP DPR untuk memasukkan RUU itu dalam paripurna terdekat," kata M Romahurmuziy, Sekretaris Jenderal PPP melalui pesan singkat, Jumat (13/1/2012). Romahurmuziy mengatakan, saat ini pengendalian miras hanya diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 1997. Dalam Keppres, miras dibagi menjadi tiga golongan yakni A dengan kandungan alkohol 0-5 persen, B antara 5-20 persen, dan C antara 20-55 persen. Padahal, kata Romahurmuziy, miras merugikan kesehatan serta mengancam ketentraman dan ketertiban masyarakat. Apalagi dampaknya setara dengan narkoba dan obat-obatan psikotropika yang sudah diatur dalam UU tersendiri yakni UU Nomor 35 tahun 2009 . Seperti diberitakan, masalah miras mencuat pascasurat dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada pemda yang berisi klarifikasi soal peraturan daerah tentang miras. Berbagai pihak menyebut Kemendagri mencabut perda anti miras di sejumlah daerah. Padahal, menurut Gamawan, surat yang dikirimkan ke sembilan daerah itu berisi permintaan agar pemda melihat peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Pelarangan peredaran miras golongan A melanggar aturan diatasnya.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:36 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:22 pm

KONSUMSI SEDIKIT ALKOHOL PERKECIL RISIKO STROKE
Penulis : Bramirus Mikail | Jumat, 9 Maret 2012 | 10:00 WIB
KOMPAS.com -Alkohol rupanya tidak selamanya berdampak buruk, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit dan tidak berlebihan. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit dapat mengurangi risiko terjadinya serangan stroke, khususnya di kalangan wanita. Dalam risetnya, para peneliti dari Amerika Serikat menganalisis data dari hampir 84.000 wanita yang merupakan bagian dari Nurses Health Study. Peserta diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau kanker pada saat pendaftaran dan diikuti perkembangannya selama hingga 26 tahun. Kemudian seluruh peserta wanita memberikan informasi tentang diet mereka, konsumsi alkohol, kebiasaan gaya hidup dan kejadian stroke. Selama masa tindak lanjut, peneliti menemukan ada 2.171 kasus stroke di antara relawan wanita tersebut. Monik Jimenez dan rekan dari Brigham and Women Hospital di Boston menemukan bahwa ada sekitar 30 persen wanita yang mengaku tidak pernah minum alkohol, 35 persen mengatakan peminum ringan, 37 persen peminum moderat, dan 11 persen mengatakan minum lebih dari satu gelas wine sehari. Hasil menunjukkan, perempuan yang minum alkohol dalam jumlah ringan atau sedang memiliki risiko lebih rendah terkena stroke ketimbang mereka yang tidak pernah minum. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk mereka yang minum alkohol dalam jumlah banyak. Temuan dipublikasikan secara online pada Maret 8 2012 dalam journal Stroke. Mereka yang minum ringan dikategorikan mengonsumsi alkohol hanya setengah gelas anggur (wine) sehari. Sedangkan peminum sedang mengonsumsi rata-rata satu setengah gelas anggur atau satu gelas bir setiap hari. Peneliti menjelaskan, ada komponen tertentu dari alkohol yang dapat mencegah pembekuan darah dan kolesterol yang terakumulasi dalam arteri, yang keduanya dapat menyebabkan stroke. Tetapi tingkat konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan ritme jantung yang disebut fibrilasi atrium, yang keduanya merupakan faktor risiko untuk stroke. Meskipun temuan ini menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko stroke pada wanita, tetapi hal ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:37 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:23 pm

FILM HOLLYWOOD PICU REMAJA TENGGAK MIRAS
Penulis : Bramirus Mikail | Rabu, 22 Februari 2012 | 11:41 WIB
KOMPAS.com - Sebuah riset terbaru menunjukkan, remaja muda yang sering menonton film atau tayangan di mana isinya menampilkan produk alkohol berisiko dua kali lebih besar untuk mulai mencoba menenggak minuman keras ketimbang rekannya yang jarang menonton film yang serupa. Temuan juga mengindikasikan bahwa efek dari film tersebut secara signifikan mendorong para remaja untuk melakukan pesta minuman keras. Riset dipublikasikan dalam British Medical Journal. Menurut peneliti, riset ini secara tidak langsung ingin memberti peringatan kepada pelaku industri film agar melakukan pembatasan adegan yang mengekspos penggunaan produk alkohol, sama halnya seperti yang telah mulai diterapkan untuk produk tembakau. Dalam risetnya, peneliti mengambil sampel lebih dari 6.500 remaja Amerika Serikat berusia antara 10 -14 tahun, yang secara rutin ditanyai tentang konsumsi alkohol dan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mereka tersebut selama dua tahun ke depan. Faktor-faktor itu di antaranya menonton film dan tayangan iklan, lingkungan rumah, dan perilaku teman sebaya.Peneliti meminta kepada remaja untuk memilih secara acak 50 film dari 100 film yang masuk dalam top hit box office Amerika, ditambah 32 film yang mampu meraup penghasilan lebih dari 15 juta dollar AS pada kuartal pertama tahun 2003 - tahun pertama survei dilakukan. Untuk mengetahui berapa banyak tayangan film yang memperlihatkan produk alkohol, peneliti mengukur menggunakan coders. Beberapa peserta mengaku melihat tayangan terkait penggunaan alkohol sekitar 4,5 jam dan bahkan ada yang melihatnya lebih dari delapan jam. Sekitar satu dari 10 remaja (11 persen) mengatakan mereka memiliki barang bermerek, seperti kaus atau topi dengan nama bir atau anggur (wine). Dan hampir satu dari empat remaja (23 persen) mengatakan orang tua mereka minum alkohol setidaknya sekali dalam seminggu di rumah. Sedangkan sebanyak 29 persen remaja mengatakan mereka biasa minum alkohol di rumah. Selama dua tahun, proporsi remaja yang mulai minum alkohol cenderung meningkat menjadi lebih dari dua kali lipat dari 11 persen menjadi 25 persen. Sedangkan proporsi yang memulai pesta minuman keras naik tiga kali lipat dari 4 persen sampai 13 persen. Peneliti menyatakan, pengaruh alkohol dalam film menyumbang 28 persen dari proporsi remaja yang ingin mencoba-coba mengonsumsi alkohol dan sebanyak 20 persen remaja beralih ke pesta minuman keras. "Di Amerika, penempatan produk tembakau dalam tayangan film sudah dilarang, tetapi hal ini tidak berlaku dengan produk alkohol. Padahal setengah dari film Hollywood menampilkan setidaknya satu merek alkohol, terlepas dari rating film tersebut," kata peneliti. Peneliti menyarankan agar penayangan iklan berbau produk alkohol mendapat perlakuan yang sama dengan larangan iklan rokok, karena menurut mereka hal ini termasuk dalam masalah kesehatan.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:38 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:23 pm

DAMPAK ALKOHOL LEBIH BAHAYA PADA WANITA
Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 12 April 2011 | 09:56 WIB
Kompas.com - Minuman beralkohol selama ini memang identik dengan minuman pria tapi saat ini semakin banyak kaum wanita yang mulai keranjingan menenggak alkohol. Padahal, dalam konsumsi berlebih minuman beralkohol lebih berdampak buruk untuk kaum hawa. Selain kaum wanita lebih cepat mabuk, para dokter mengingatkan bahwa penyakit-penyakit yang berkaitan dengan alkohol lebih cepat muncul pada wanita. Menurut Dr.Marsha Morgan dari University College London Medical School, komposisi air dalam tubuh wanita lebih sedikit dibanding pria. Pada tubuh pria terdapat 65 persen air, sedangkan wanita hanya 55 persen sehingga wanita lebih mudah mabuk. "Alkohol diserap ke dalam darah kemudian dibawa oleh air ke dalam sel. Nah karena air dalam tubuh wanita lebih sedikit, maka konsenstrasi alkohol dalam darah lebih tinggi meski mereka minum dalam jumlah yang sama dengan pria," kata Morgan. Walaupun organ hati kaum wanita tidak sensitif pada alkohol, namun konsentrasi alkohol dalam tubuh wanita yang tinggi itu akan membuat liver wanita lebih cepat rusak dibanding pria. "Jika wanita dan pria yang berat badannya sama diberikan alkohol dalam jumlah yang sama, kadar alkohol dalam darah wanita tiga kali lebih tinggi," ujarnya.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:44 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:24 pm

TANDA TANDA ANDA SUDAH ADIKSI
Penulis : Margareta Engge | Senin, 26 Juli 2010 | 14:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Para perokok atau peminum alkohol belum tentu dapat dimasukkan dalam kategori adiksi (ketagihan). Ada beberapa kriteria untuk memasukkan mereka sebagai kelompok adiksi. Disebut adiksi bila memenuhi minimal tiga kriteria tersebut "Adiksi itu adalah suatu keadaan ketagihan. Akan selalu bergantung pada obat dan tidak bisa dikendalikan. Ada tujuh kriteria seseorang dikatakan adiksi. Disebut adiksi bila memenuhi minimal tiga kriteria tersebut," ucap Hedi R. Dewoto, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dalam seminar Meningkatkan Harkat dan Martabat Konsumen dengan Informasi Jelas dan Benar tentang Produk Tembakau dan Perlindungan Hukum Senin (26/7/2010) di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Diungkapkan Hedi, kriteria seseorang mengalami adiksi di antaranya adalah toleransi, withdrawal syndrome, zat yang sering digunakan terlalu banyak atau terlalu lama dari seharusnya, waktu yang banyak digunakan untuk menggunakan zat, aktivitas sosial atau pekerjaan yang berkurang akibat penggunaan zat, dan penggunaan zat yang berlangsung terus menerus meskipun mengetahui masalah yang ditimbulkan. Dijelaskannya, toleransi adalah keadaan di mana setelah pemberian berulang diperlukan dosis yang makin lama makin besar untuk mendapatkan efek yang sama besar. "Mengisap rokok makin lama makin besar, dari satu pak jadi dua pak tiga pak," jelas Hedi. Withdrawal syndrome adalah tanda dan gejala yang timbul bila penderita yang mengalami ketergantungan fisik penggunaan obat/zat adiktif dihentikan tiba-tiba. "Bisa timbul gejala seperti mudah marah, keringat dingin, sulit konsentrasi, atau gelisah. Tergantung dari zat adiktif apa yang digunakan," lanjutnya. Ditambahkannya, adiksi mengarah pada ketergantungan, dan akan selalu berusaha untuk menggunakan zat adiktif tersebut. Alasan orang ingin menggunakan zat adiktif (zat yang dapat menimbulkan adiksi, seperti nikotin, ganja) adalah rasa senang, fly, atau percaya diri. "Seseorang dikatakan adiksi harus melihat pada tujuh kriteria tersebut, baru dapat dikatakan kecanduan atau ketagihan," tegasnya.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:43 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:24 pm

ALKOHOL MEMBUNUH LEBIH BANYAK DARI AIDS
Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 14 Februari 2011 | 11:06 WIB
Kompas.com - Kematian akibat alkohol diperkirakan jauh lebih banyak dibanding kematian akibat AIDS, tuberkulosis atau kekerasan. Badan kesehatan dunia (WHO) mengungkapkan alkohol menyebabkan empat persen kematian di seluruh dunia. Konsumsi alkohol berlebihan terkait dengan 60 jenis penyakit, termasuk sirosis hati, epilepsi, keracunan, kecelakaan lalu lintas dan tindakan kekerasan. Beberapa jenis kanker juga dipicu oleh alkohol seperti kanker kolorektal, payudara, liver dan tenggorokan. Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan konsumsi alkohol secara global yang dipicu oleh peningkatan ekonomi di negara-negara dengan populasi padat seperti di Afrika dan Asia, termasuk India dan Afrika Selatan. WHO dalam laporannya Global Status Report on Alcohol and Health menyebutkan setiap tahunnya 2,5 juta orang meninggal akibat berbagai hal yang disebabkan alkohol. "Konsumsi alkohol terutama fatal untuk kelompok orang muda dan alkohol menjadi penyebab kematian tertinggi pada pria usia 15-59 tahun," papar WHO dalam laporannya. Kecanduan alkohol sebagai pemicu perilaku berbahaya banyak ditemukan di Brazil, Kazakhstan, Meksiko, Rusia, Afrika Selatan, Ukraina dan terus meningkat di banyak negara. "Di seluruh dunia, sekitar 11 persen pecandu alkohol paling tidak setiap minggunya menenggak alkohol berlebihan dan ini lebih banyak dilakukan pria dibanding wanita dengan perbandingan empat banding satu," tulis WHO. Para menteri kesehatan dari 193 negara anggota WHO telah menyatakan persetujuannya untuk membuat kebijakan demi mengurangi kecanduan alkohol dengan cara meningkatkan pajak minuman beralkohol dan membatasi pemasarannya. Kendati demikian, minuman beralkohol tradisional atau buatan rumahan merupakan produk yang banyak dikonsumsi pecandu alkohol dari negara-negara miskin sehingga sulit dalam pengawasannya. Sebagian besar minuman tersebut bahkan beracun dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:44 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:25 pm

BAHAYA ALKOHOL KALAHKAN KOKAIN DAN HEROIN
Penulis : Asep Candra | Senin, 1 November 2010 | 08:54 WIB
LONDON, KOMPAS.com Sebuah penelitian menyebutkan, alkohol tenyata menimbulkan dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan dua jenis zat berbahaya lainnya, seperti heroin dan kokain. Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal the Lancet, pakar obat-obatan di Inggris yang tergabung dalam Independent Scientific Committee on Drugs (ISCD) memperkenalkan suatu metode baru dalam mengukur dampak buruk obat-obatan terlarang, baik terhadap individu maupun masyarakat. Dalam laporan penelitiannya, Profesor David Nutt dari Imperial College London menganalisa bahwa alkohol layak disebut sebagai zat paling merusak di dunia setelah memperhitungkan dampaknya tarhadap individu dan sosial. Setelah alkohol, zat lainnya yang paling merusak adalah heroin dan kokain. Adapun ekstasi menempati peringkat kedelapan.
Profesor Nutt menulis laporan studi itu bersama pakar lain, seperti Dr Leslie King, penasihat European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), dan Dr Lawrence Phillips dari London School of Economics and Political Science. Dalam metode baru itu, Profesor Nutt menggunakan metode yang disebut multicriteria decision analysis (MCDA). Dalam metode itu dibuat sembilan kriteria dampak buruk bagi individu, serta tujuh kategori efek buruk untuk masyarakat. Kategori dampak buruk bagi individu misalnya kematian, buruknya kualitas kesehatan, gangguan fungsi mental, rusaknya persahabatan, dan cedera. Adapun kategori dampak buruk bagi sosial seperti kejahatan, kerusaka lingkungan, konflik keluarga, dan penurunan dalam keterlibatan komunitas. Heroin, kokain, dan crystal meth tercatat sebagai zat yang paling membahayakan bagi individu, sedangkan alkohol, heroin, dan kokain adalah zat yang paling merugikan bagi sosial. Namun, setelah diperhitungkan dampaknya bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan, alkohol tercatat tiga kali lebih membahayakan ketimbang kokain ataupun tembakau. Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan bahwa risiko yang berkaitan dengan penggunaan alkohol menyebabkan 2,5 juta kematian setiap tahunnya akibat penyakit jantung liver, kecelakaan lalu lintas, bunuh diri, dan kanker. Angka ini menyumbang 3,8 persen total kematian dan menempati peringkat tiga pemicu risiko kematian prematur dan kecacatan di dunia.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:46 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:25 pm

APA SAJA KIPRAH ALKOHOL?
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 23 Juni 2010 | 08:04 WIB
Kompas.com - Minum minuman beralkohol secukupnya, dua takar per hari untuk pria, ada manfaatnya, termasuk menurunkan risiko menderita penyakit jantung. Akan tetapi dalam jumlah lebih besar, alkohol menjadi racun yang mempengaruhi setiap sel dalam tubuh. "Alkohol adalah sebuah molekul sangat kecil yang dapat terangkut dalam aliran darah, dan tidak seperti obat-obat lain, ukurannya begitu kecil sehingga dapat masuk ke dalam setiap sel. Karena itu kemampuannya untuk mendatangkan bahaya dan kerusakan tak pernah berakhir," kata Sheila Blume, M.D, direktur medis program penanggulangan alkoholime, New York, Amerika Serikat. Para peneliti tahu bahwa penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan kerusakan sangat parah pada berbagai organ, tetapi minum alkohol secara berlebihan tidak memberikan dampak yang sama pada setiap orang. Penyalahgunaan alkohol dapat membuat orang mengalami black-out, kejang-kejang, halusinasi, dan kerusakan otak. Hampir 70 persen orang yang ikut dalam program pengobatan kecanduan alkohol mempunyai masalah daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan berpikir jernih. Minum berlebihan juga akan menyebabkan kebingungan, melambatnya kemampuan bereaksi, kaburnya penglihatan, hilangnya konsentrasi, dan koordinasi otot. Alkohol juga sewaktu-waktu dapat mengganggu kehidupan seksual Anda. Konsumsi alkohol berlebihan akan menghasilkan radikal-radikal bebas, yakni molekul oksigen tidak stabil yang dapat merusak jantung dan liver serta mempercepat proses penuaan pada seluruh tubuh, kata Eric Rimm, ahli epidemiologi gizi di Harvard University School of Public Health di Boston. Tetapi, meski Anda sudah terbiasa minum berlebihan selama bertahun-tahun, masih ada harapan untuk hidup lama dan lebih sehat bila menghentikan kebiasaan itu. Dalam sebuah studi selama 11 tahun terhadap 234 pecandu alkohol, diketahui orang yang berhenti minum dan tidak pernah mabuk lagi mempunya angka kematian yang kurang lebih sama dengan bukan pecandu.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:47 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:26 pm

OLAHRAGA LAWAN KECANDUAN ALKOHOL
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 23 Juni 2010 | 07:57 WIB
KOMPAS.com Manfaat olahraga bagi kesehatan sudah tak terbantahkan. Kini telah terbukti satu lagi manfaat nyata dari kegiatan gerak badan, yakni mengurangi kecanduan alkohol. Kecanduan alkohol dapat mengganggu ritme sirkadian yang normal, misalnya kapan harus tidur atau makan, yang berujung pada gangguan tidur. Akibatnya, seorang pencandu alkohol mulai minum lebih banyak lagi agar bisa terlelap. Siklus ini tak akan pernah berakhir karena minum lebih banyak justru membuat seseorang makin kecanduan. Dalam sebuah riset terhadap tikus percobaan diketahui aktivitas fisik, dalam hal ini tikus berlari di roda berputar, mampu mengurangi konsumsi alkohol. "Makin banyak tikus berlari, makin sedikit mereka mengonsumsi alkohol. Karena itu, kami yakin olahraga bisa menjadi terapi tanpa obat yang efektif untuk melawan kecanduan alkohol," kata J David Glass, ahli biologi dari Kent State University, yang melakukan penelitian ini. Olahraga diduga akan merangsang suatu sistem reward (kesenangan) di otak yang bereaksi sama seperti saat seseorang menenggak alkohol. Dengan kata lain, rasa enak yang ditimbulkan akibat olahraga mirip dengan alkohol. "Dopamin adalah zat kimia yang dilepaskan oleh otak saat merespons segala jenis reward, termasuk olahraga, narkoba, makanan, atau seks," kata Glass. Karena itu, olahraga bisa menjadi alternatif yang efektif dan alami untuk mengganti segala tipe adiksi secara sehat. Namun, seperti halnya semua jenis kesenangan lain, olahraga juga harus dilakukan dalam porsi secukupnya sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:47 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
A l k o h o l
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 9Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: