Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 A l k o h o l

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:51 am

SINDROM ALKOHOL BISA HAMBAT PERKEMBANGAN BAYI
Senin, 11 Oktober 2010 - 10:25 wib okezone
SINDROM alkohol pada janin atau fetal alkohol syndrome (FAS) adalah kondisi akibat paparan alkohol sebelum kelahiran. FAS adalah penyebab dari keterbelakangan mental pada anak. Di samping keterbelakangan mental, FAS juga menyebabkan kelainan bentuk kerangka dan sistem organ besar (terutama jantung dan otak), gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, miskin keterampilan motorik, kematian, masalah belajar, memori, interaksi sosial, gangguan bicara, dan pendengaran. Ada pula fitur wajah yang merupakan ciri khas dari bayi FAS, yaitu mata kecil, hidung pendek atau terbalik, pipi datar dan bibir tipis. Meski penampilan fisik ini memudar ketika anak tumbuh, tetap saja mengalami kesulitan seumur hidup. Istilah dari alkohol yang lain ada pula, seperti fetal alkohol effects (FAE), yang dibagi menjadi dua kategori, yakni alkohol related neurodevelopmental disorder (ARND) dan alkohol related birth defect (ARBD). ARND menggambarkan gangguan mental dan perilaku seperti ketidakmampuan belajar, prestasi sekolah yang buruk, kesulitan mengendalikan dorongan hati, dan masalah dengan ingatan, dan perhatian. Sementara ARBDmenggambarkan kelainan bentuk dari sistem kerangka dan sistem organ utama, seperti cacat jantung, ginjal, dan pendengaran. Perbedaan antara FAS dan FAE adalah FAS merupakan hasil dari dosis tinggi alkohol selama masa kehamilan. Sementara FAE adalah hasil dari meminum alkohol selama masa kehamilan. Namun tetap saja FAE bersifat seumur hidup. Faktanya tidak ada jumlah alkohol yang aman dikonsumsi selama kehamilan. Semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin tinggi risiko pada bayi. Alkohol bersifat teratogen yakni dapat merusak perkembangan bayi. Alkohol dapat melintasi plasenta dan masuk ke janin. Ibu yang meminum alkohol, bayi pun juga ikut meminumnya. Cara mencegahnya, tentu saja dengan berhenti meminum alkohol, termasuk ketika ibu merencanakan untuk hamil.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:52 am

BAGAIMANA ALKOHOL MERUSAK TULANG?
Sabtu, 6 November 2010 | 07:20 WIB
Kompas.com - Para pecandu alkohol terancam berbagai masalah kesehatan, salah satunya pada tulang. Penelitian jangka panjang menunjukkan orang yang hobi menenggak alkohol, terutama sejak usia remaja beresiko tinggi terkena pengeroposan tulang di usia tua. Ketika Anda mengonsumsi alkohol berlebihan, sekitar 2-3 ons alkohol setiap hari, akibatnya lambung tidak mampu menyerap kalsium secara optimal. "Alkohol mengganggu kerja pankreas dan penyerapan kalsium serta vitamin D. Alkohol juga berpengaruh pada liver yang sangat penting untuk mengaktivasi vitamin D," kata Primal Kaur, dokter spesialis osteoporosis dari Temple University Health System, Philadelphia, Amerika Serikat. Selain itu, alkohol juga mengganggu kerja hormon-hormon yang penting untuk kesehatan tulang. Berbagai penelitian menunjukkan alkohol mengurangi estrogen yang memicu gangguan haid. Bila jumlah estrogen berkurang, proses pembentukan tulang menjadi lambat sehingga tulang menjadi rapuh. Jika hal ini terjadi di usia menopause, proses pengeroposan tulang menjadi lebih cepat. Kaur menambahkan, alkohol bisa mematikan osteoblas, sel-sel pembentuk tulang. "Kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akibat kecanduan alkohol juga akan mengganggu saraf di tangan dan kaki. Pada orang yang mulai usia lanjut yang keseimbangan tubuhnya mulai terganggu, hal itu akan meningkatkan risiko terjatuh sehingga tulang mudah patah," paparnya. Kabar baiknya, jika Anda mulai berhenti menenggak alkohol, proses perbaikan tulang bisa berjalan dengan cepat lagi. Penelitian menunjukkan tulang rapuh bisa diperbaiki begitu kecanduan alkoholnya disembuhkan.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 04, 2012 2:32 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:52 am

OBAT BARU ATASI KECANDUAN ALKOHOL
Minggu, 17 Februari 2008 | 11:57 WIB
Kompas.com-CHICAGO - Penelitian untuk menemukan obat-obatan mengatasi kecanduan alkohol terus dilakukan. Para ahli di Amerika Serikat belum lama ini mengklaim bahwa sejenis obat baru yang dikenal mampu menghambat respon stres dalam otak juga bermanfaat membantu pecandu mengatasi ketergantungannya dengan cara menekan stres yang ditimbulkan hasrat (craving) yang besar menenggak alkohol. Di pasaran saat ini memang tersedia obat bernama Revia yang digunakan untuk mengobati ketergantungan alkohol dengan cara mengurangi kemampuan tubuh dalam menikmati efek memabukkan. Tetapi obat baru yang dinamai LY686017 ini bekerja dengan mekanisme berbeda, yakni mengurangi kecanduan dengan meringankan efek situasi stres yang mungkin dapat mendorong pecandu menenggak lagi minuman keras. Menurut Markus Heilig, direktur klinik National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) yang juga memimpin penelitian ini, stres perilaku merupakan faktor penting yang menimbulkan fenomena lingkaran setan dari alkoholisme. ¨Ini disebabkan karena kerugian akibat alkohol dapat menyebabkan depresi dan meningkatkan sensitivitas akan situasi sres seperti halnya sebuah argumen dengan pasangan atau stres dalam pekerjaan. Alkohol adalah obat yang buruk karena dapat membuat Anda merasa lebih baik namun mendorong Anda merasakan hal terburuk ketika tidak meminumnya," ungkap Heilig seperit dikutip AFP, Minggu (17/2).

Obat yang diujicoba Heilig beserta timnya ini diteliti pengaruhnya terhadap sejenis reseptor dalam otak yang disebut Neurokinin 1 Receptor (NK1R) yang mempengaruhi respon-respon terhadap stres yang behubungan dengan perilaku . Obat ini sebenarnya telah menunjukkan kemampuannya dalam menurunkan kecemasan, namun belum dipasarkan karena hasilnya yang tidak konsisten . Dalam riset Heilig beserta timnya pertamakali meneliti efektivitas obat ini pada tikus, sebelum kemudian mengujicobanya pada 50 pasien pecandu alkohol yang menderita problem kecemasan dan telah menjalani detoks. Semasa penelitian, puluhan pasien ini dirawat di klinik selama empat minggu.

Di antara pasien, setengahnya diberi plasebo sedangkan sebagian lagi diberikan obat asli. Keinginan yang begitu kuat (craving) tampak menurun pada seluruh pasien yang dirawat klinik dan tampak minimal pada sebagian besar pasien hingga akhir masa penelitian. Namun begitu pada pasien yang diberikan obat, perbaikannya tampak lebih jelas setelah diukur melalui kuisioner, pemeriksaan dokter, tes-tes yang dibebankan saat dihadapkan situasi stres sosial dan ketika diminta menyentuh botol serta mencium aroma alkohol kegemaran mereka . ¨Yang menarik , tak ada dampak terhadap kecemasan atau psikoptologi depresi yang menunjukkan bahwa kemajuan ini mungkin terlihat spesifik untuk proses dalam otak yang berhubungan dengan alkoholisme," ungkap peneliti yang mempublikasikan temuannya dalam Science Express . Untuk langkah selanjutnya, peneliti berencana menggelar riset lebih besar untuk mengetahui apakah obat ini dapat membantu para pecandu alkohol yang tidak menderita problem kecemasan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:09 pm

ALKOHOL TAK BANTU LUPAKAN KENANGAN BURUK
Penulis : Natalia Ririh | Selasa, 4 September 2012 | 14:10 WIB
KOMPAS.com - Remaja sering meminum alkohol demi mengatasi atau melupakan pengalaman traumatis. Jalan pintas ini dinilai dapat meredakan rasa sedih, kecewa, atau luka yang tengah mereka alami. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan mereka yang berlebihan minum alkohol cenderung lebih lama bergulat dengan traumanya. Para peneliti dari National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) dan UNC's Bowles Center for Alcohol Studies menemukan, alkohol dapat mengubah fungsi-fungsi kunci di dalam otak yang mempengaruhi watak seseorang. Dalam studi yang diterbitkan dalam journal Nature Neuroscience, para peneliti ingin menguji apakah tikus takut pada suara tertentu. Para peneliti juga memberi kejutan listrik terhadap tikus-tikus sewaktu-waktu. Peneliti menguji satu kelompok tikus yang telah diberi minuman alkohol dengan jumlah berlebih. Sedangkan, satu kelompok tikus lainnya sama sekali tidak diberi alkohol. Selama percobaan, kejutan listrik bagi para tikus berhenti dengan diiringi nada khusus. Secara bertahap, tikus yang tidak diberi alkohol terbiasa dengan nada tersebut dan belajar saat tersebut tidak berbahaya lagi. Namun, tikus yang diberi alkohol bereaksi penuh ketakutan. Tikus dalam posisi kaku setiap kali mereka mendengar suara, bahkan ketika tidak disertai kejutan listrik. "Pada dasarnya, penelitian kami menunjukkan bahwa paparan alkohol dapat menyebabkan defisit pada pusat kognitif otak, yang mengontrol pusat-pusat emosi di otak kita," kata Thomas Kash, PhD, asisten profesor Farmakologi dari University of North Carolina School of Medicine, yang merupakan salah seorang peneliti. Kemudian, peneliti membandingkan otak tikus yang berada dalam pengaruh alkohol dan otak tikus normal. Peneliti menemukan perbedaaan signifikan dalam struktur otak terutama di korteks pre-frontal . Area ini berhubungan dengan fungsi kognitif, perilaku sosial, pengambilan keputusan dan modulasi tingkah laku yang intensif.Pengamatan ini menemukan, bentuk sel-sel saraf di daerah otak pada kedua kelompok tikus ini berbeda. Reseptor utama yang dikenal sebagai NMDA (N-methyl-D-aspartate) pada tikus dengan alkohol terlihat tertekan. Fungsi reseptor ini berkaitan dengan semua tanda-tanda kecanduan alkohol seperti tergantung, ketagihan, dan menarik diri. "Kami tidak hanya melihat bahwa alkohol merugikan emosional saja. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana alkohol menggangu fungsi sirkuit otak yang sangat spesifik," kata ilmuwan Andrew Holmes, PhD dari NIAAA.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:13 pm

ALKOHOL BUKAN PELEPAS STRES
Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 9 Juli 2012 | 09:42 WIB
KOMPAS.com - Ketika Anda mengonsumsi segelas bir atau satu sloki wiski, sebenarnya yang Anda minum adalah suatu zat paling luar biasa di muka bumi. Alkohol adalah obat dahsyat yang dapat memengaruhi penilaian dan emosi Anda. Tak heran bila orang yang sedang stres banyak yang lari pada minuman ini.
Di negara maju, hampir dua pertiga orang bergantung pada alkohol untuk bersantai di malam hari. Namun penyalahgunaan alkohol adalah kebisaan yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Kebiasaan ini dapat merusak jantung, menaikkan tekanan darah, menguras energi, menurunkan tekanan darah, hingga memicu depresi dan stres. Sebenarnya banyak atau seringnya seseorang minum tidak langsung memastikan seseorang mengalami masalah serius. Malah, seseorang yang hanya minum satu atau dua takar sepulang kerja, misalnya, mungkin bisa mengalami masalah alkohol yang lebih parah dibanding mereka yang cuma minum sampai mabuk di akhir pekan. Dalam sebuah survei yang dilakukan kepada 2.000 orang dewasa berusia 30-45 tahun, menunjukkan 44 persen responden mengonsumsi alkohol bahkan sebelum mereka pulang kerja. Stres dan hari yang buruk di tempat kerja adalah alasan paling umum untuk mengonsumsi alkohol. Sepertiga dari pria yang disurvei dan setengah dari perempuan, mengaku bahwa mereka minum melebihi batas yang direkomendasikan setiap hari - tiga sampai empat unit alkohol untuk pria dan dua sampai tiga untuk perempuan. Para ahli dari Drinkaware memperingatkan bahwa alkohol mungkin dapat untuk membantu mengatasi stres - tetapi akan lebih sering memperburuk keadaan. "Alkohol bisa menjadi 'teman palsu' ketika Anda mencoba untuk mengatasi stres," ujar Siobhan McCann, selaku kepala kampanye dan komunikasi di Drinkaware. Emily Robinson, direktur kampanye masalah alkohol, mengatakan, "banyak orang menggunakan alkohol untuk bersantai tetapi kebiasaan justru dapat menyebabkan lebih banyak masalah." "Meskipun alkohol dapat membuat Anda merasa mengantuk, tapi kualitas tidur Anda mungkin tidak terlalu baik. Alkohol memiliki efek depresan sehingga akan memperburuk perasaan cemas dan membuat anda merasa lebih stres," jelasnya. Dia juga menambahkan, "apa yang mengkhawatirkan adalah bahwa minum alkohol di rumah secara teratur dapat membentuk kebiasaan dan menyebabkan kecanduan."
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:16 pm

ALKOHOL DAN EKSTASI GANGGU KESADARAN
Selasa, 24 Januari 2012 | 07:49 WIB
Jakarta, Kompas - Alkohol maupun ekstasi bisa menurunkan kewaspadaan dan mengganggu pengaturan jarak pandang. Efek dua zat adiktif itu terasa sampai 24 jam setelah dikonsumsi. Demikian penjelasan dokter ahli kesehatan jiwa Danardi Sosrosumihardjo dari Klinik Iqoni Rumah Sakit Premier Jatinegara, Senin (23/1), di Jakarta. Pengaruh itu mungkin yang memicu terjadinya kecelakaan di Jalan M Ridwan Rais, Jakarta Pusat, yang mengambil sembilan korban jiwa. Menurut keterangan polisi, Apriyani Susanti, pengemudi mobil yang menabrak para pejalan kaki, Minggu, mengonsumsi pil ekstasi bersama tiga temannya yang juga berada di dalam kendaraan itu Minggu dini hari. Sebelumnya, Sabtu malam, mereka minum bir dan wiski. Menurut Danardi, pemakaian alkohol bersama ekstasi menimbulkan efek saling menguatkan. Kalaupun yang mengonsumsi tidak ambruk atau tertidur, kesadaran mereka terganggu. ”Pengguna ekstasi maupun alkohol terganggu kesadarannya serta kemampuan mengukur jarak,” katanya. Menurut situs www.drinkaware.co.uk, alkohol adalah salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Alkohol bersifat depressant sehingga memengaruhi kerja otak. Konsumsi alkohol mengganggu penilaian dan pertimbangan, memperlambat reaksi, keseimbangan, dan koordinasi tubuh, jarak pandang dan pendengaran, serta kehilangan konsentrasi dan mengantuk. Data menunjukkan, terjadi 460 kematian akibat pengemudi mabuk tahun 2007. Selanjutnya, ada 1.760 kasus luka serius dan 12.260 luka ringan. Catatan lain, mabuk menyebabkan kecelakaan di tempat kerja, di rumah, kebakaran, dan tenggelam. Adapun ekstasi (3,4-methylenedioxymethamphetamine) memicu euforia, perasaan senang, meningkatkan energi dan stamina, serta menghilangkan kecemasan. Di luar kelebihan itu, sebagaimana halnya alkohol, ekstasi dilaporkan memengaruhi kesadaran, menimbulkan distorsi penglihatan dan pendengaran, serta halusinasi. Karena efek itu, pengguna zat- zat tersebut tidak boleh mengemudikan kendaraan, mengoperasikan peralatan yang memerlukan kesadaran penuh, ataupun melakukan aktivitas yang bisa membahayakan dirinya maupun orang lain. (ATK)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:17 pm

EFEK MINUMAN KERAS BUKAN CUMA MABUK
Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 16 Januari 2012 | 11:46 WIB
KOMPAS.com — Hampir setiap orang yang biasa minum minuman beralkohol pernah mengalami pusing-pusing atau rasa tersiksa lain sehabis menenggak minuman itu dalam jumlah lewat dari takaran. Namun, lebih dari sekadar mabuk, kebiasaan menenggak alkohol ini sebenarnya berdampak sangat luas bagi kesehatan. Menurut dr Ari Fahrial Syam, spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dampak buruk dari kebiasaan minum alkohol akan mengenai berbagai organ di dalam tubuh, mulai dari otak, mulut, saluran cerna, sampai ke usus besar. Minum alkohol berlebihan biasanya menimbulkan reaksi kebingungan, melambatnya kemampuan bereaksi, kaburnya penglihatan, hingga hilangnya konsentrasi dan koordinasi otot, yang kesemuanya dapat membuat seseorang cedera atau mengalami kecelakaan fatal. Selain itu, penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan bisa menyebabkan terjadinya keracunan alkohol atau intoksikasi alkohol yang bisa membahayakan nyawa. "Intoksikasi terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi di atas ambang batas toleransi orang tersebut sehingga memicu gangguan fisik dan mental," papar dr Ari dalam surat elektronik yang dikirimkan kepada Kompas.com. Para peminum berat dalam jangka panjang berisiko terkena peradangan kronis pada saluran pencernaannya, khususnya lambung. "Pasien yang sering meminum alkohol akan dengan mudah ditemui kelainan pada lambungnya," papar ahli dalam bidang pencernaan ini. a menjelaskan, peradangan kronis yang terjadi pada saluran pencernaan akan membentuk erosi sampai tukak usus dan menyebabkan perubahan struktur dalam usus sampai akhirnya berubah menjadi sel-sel ganas (kanker). Peradangan kronis juga sering kali berlanjut menjadi penciutan hati (sirosis). "Komplikasi lanjutannya bisa bermacam-macam, seperti pembengkakan pada perut, perdarahan pada saluran cerna, sampai kanker usus besar," imbuhnya. Dampak serius lain dari kecanduan minuman keras adalah penyakit kerapuhan tulang (osteoporosis), impotensi, hingga gangguan kesuburan dan kanker payudara.

Ada manfaatnya
Meskipun begitu, efek dari alkohol ternyata tidak selamanya buruk. Dalam lima tahun terakhir ini manfaat dari konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sudah menjadi topik utama berbagai pemberitaan meski masih dianggap kontroversial. Salah satu yang harus digarisbawahi dari berbagai hasil-hasil riset mengenai manfaat alkohol adalah konsumsi dalam jumlah sedang. Beberapa studi juga menyebutkan dampak positif tersebut hanya ditemukan pada orang yang sudah berusia paruh baya. Bahkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedang juga tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil, atau untuk mereka yang berusia di bawah 21 tahun. Bukti paling kuat dari konsumsi alkohol dalam jumlah sedang adalah menurunkan risiko penyakit jantung. Riset itu dilakukan dr Kenneth Mukamal, dokter penyakit dalam dan asisten profesor dari Harvard Medical School yang melakukan studi selama 12 tahun. Dalam laporannya di New England Journal of Medicine, ia menuliskan bahwa alkohol berdampak positif pada kolesterol baik (HDL). Selain itu, alkohol diketahui mengencerkan pembekuan darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah. Kendati demikian, Mukamal menyebutkan bahwa potensi risiko dan manfaat dari konsumsi alkohol sebenarnya tidak sama pada setiap orang, tergantung pada riwayat kesehatan, usia, jenis kelamin, dan faktor genetik. Sementara itu, dr Ari menambahkan bahwa meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit, toleransi dari penggunaan sedikit itu makin lama semakin tinggi sehingga tetap berisiko menyebabkan ketagihan.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:31 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:17 pm

REKOMENDASI BARU MINUM ALKOHOL
Rabu, 11 Januari 2012 | 08:58 WIB
KOMPAS.com - Penggemar berat alkohol harus semakin hati-hati. Komite Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Parlemen Inggris, Senin (9/1/2011), mengeluarkan rekomendasi pola dan jumlah konsumsi alkohol yang dianjurkan. Pola konsumsi alkohol pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987. Rekomendasi saat itu, laki-laki boleh minum maksimum 21 unit alkohol dan perempuan 14 unit alkohol dalam satu minggu. Satu unit alkohol setara dengan setengah gelas bir (284 mililiter) dengan kadar alkohol 4 persen atau 25 mililiter alkohol berkadar 40 persen. Pada tahun 1995, rekomendasi diubah. Pria tidak boleh minum lebih dari 3-4 unit per hari dan wanita tidak lebih dari 2-3 unit per hari. Batasan untuk orang tua dan wanita hamil lebih sedikit lagi. Setelah minum dalam jumlah besar, seseorang tidak boleh minum alkohol selama dua hari atau 48 jam. Meski ada dua hari harus bebas dari alkohol, bukan berarti hari lain mereka boleh minum alkohol setiap hari. Dari survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik Inggris, hanya 13 persen responden yang mengontrol jumlah minuman yang dikonsumsi. Padahal, 90 persen warga Inggris telah mengetahui pembatasan tersebut. Kesulitan menakar ukuran unit menjadi kendala utama. Ketua Komite Iptek Parlemen Inggris Andrew Miller kepada BBC, Senin, mengatakan, aturan konsumsi alkohol ini dibuat untuk melawan dampak buruk konsumsi alkohol. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat menyebutkan, konsumsi alkohol bisa menimbulkan berbagai gangguan pada sistem tubuh, mulai dari gangguan sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), sistem reproduksi, saraf, sistem pencernaan, otot, pernapasan, hingga menimbulkan gangguan tidur. Alkohol juga bisa memicu kanker, memperburuk hepatitis, dan berbagai penyakit infeksi lain. (BBC/SAMHSA.GOV/MZW)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:32 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:18 pm

HINDARI ALKOHOL DI MASA MENYUSUI!
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 2 November 2011 | 15:44 WIB
KOMPAS.com - Mengonsumsi minuman beralkohol di masa-masa menyusui ASI bukanlah suatu keputusan yang baik. Salah jika ada anggapan yang mengatakan, konsumsi alkohol tidak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Menurut penjelasan Roger W. Harms, M.D, spesialis kandungan dari Mayo Clinic apabila selama masa menyusui seorang ibu tetapi mengonsumsi alkohol, maka alkohol tersebut dapat masuk ke dalam ASI - dengan konsentrasi yang sama seperti yang ditemukan di dalam aliran darah. Penelitian menunjukkan, bayi yang mendapatkan ASI dengan kontaminasi alkohol (satu gelas sehari), mungkin memiliki gangguan perkembangan motorik. Bahkan akibat pengaruh alkohol tersebut, bayi akan mengalami perubahan dalam pola tidur. Penelitian terhadap sekitar 400 bayi yang pernah dipublikai dalam The New England Journal of Medicine pada 1989 menunjukkan adanya keterlambatan perkembangan motorik pada bayi ASI saat usia setahun. Bayi-bayi ini memeroleh ASI dari ibunya yang minum alkohol setidaknya sekali setiap hari saat tiga bulan pertama setelah kelahiran. Temuan tersebut sekaligus menepis anggapan keliru yang mengatakan bahwa konsumsi alkohol dapat meningkatkan produksi air susu. Riset menunjukkan bahwa alkohol justru mengurangi produksi susu dan bahwa kehadiran alkohol dalam ASI menyebabkan bayi hanya mendapatkan ASI 20 persen lebih sedikit. Roger mengatakan, jika Anda memilih untuk mengonsumsi minum beralhohol, sebaiknya hindari pemberian ASI sampai kandungan alkohol benar-benar bersih dari ASI Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menunggu antara 2-3 jam untuk sekitar 12 ounce (340 gram) dari bir dengan kandungan 5 % alkohol, 5 ounce (141,75 gram) dari wine beralkohol 11 persen, atau 1,5 ounce minuman beralkohol 40 persen . Kadar alkohol dalam tubuh (dan kadar alkohol dalam ASI) akan mencapai puncaknya dalam waktu 30 hingga 90 menit setelah Anda minum. Namun patokan waktu tersebut – atau lamanya kadar alkohol berada di dalam darah – akan sangat bervariasi pada setiap orang, tergantung dari berat badannya. Hal lain yang perlu diingat, kata Roger, memompa dan membuang ASI tidak perlu dilakukan karena tindakan tersebut tidak mempercepat penghapusan alkohol dari tubuh Anda. Menyusui adalah cara optimal untuk memberi makan bayi yang baru lahir dan dianjurkan sampai bayi berumur 1 tahun.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:33 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 2:18 pm

ALKOHOL MEMICU ASAM URAT?
Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 13 Mei 2011 | 08:14 WIB
KOMPAS.com — Asam urat (gout) yang menyebabkan rasa ngilu di persendian terjadi karena timbunan kristal urat. Salah satu pemicu asam urat adalah makanan yang mengandung kadar purin tinggi, seperti jeroan, sayur, kacang-kacangan, dan produk hewani. Alkohol juga mengandung purin. Selain itu, alkohol akan memicu pengeluaran cairan sehingga meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Alkohol juga bisa memicu enzim tertentu di dalam liver yang memecah protein dan menghasilkan lebih banyak asam urat. Akan tetapi, sebenarnya penyakit asam urat digolongkan menjadi dua, yaitu penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder. Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui, diduga karena kombinasi faktor genetik dan hormonal yang mengganggu metabolisme. Penyakit gout sekunder disebabkan peningkatkan produksi asam urat akibat faktor makanan yang mengandung kadar purin tinggi. Umumnya yang terserang asam urat adalah kaum pria. Hal ini karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Selama seorang perempuan memiliki hormon estrogen, pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika memasuki usia menopause, barulah perempuan terkena asam urat. Kadar asam urat yang normal pada pria berkisar 3,5-7 mg/dl dan pada perempuan 2,6-6 mg/dl. Kadar asam urat di atas normal disebut hiperrurisemia. Beberapa penelitian menunjukkan kaitan antara konsumsi kopi dan kadar asam urat yang rendah. Namun, para peneliti masih terus melakukan kajian mengenai hal ini. Vitamin C juga efektif untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah. Mereka yang berisiko tinggi disarankan mengonsumsi buah sumber vitamin C.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 2:34 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
A l k o h o l
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 9Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: