Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 A l k o h o l

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:38 am

KENAPA ALKOHOL BISA BIKIN MABUK?
Senin, 05/07/2010 07:55 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Semua orang tahu bahwa konsumsi alkohol bisa membuat seseorang mabuk. Tapi apa yang menyebabkan minum alkohol bikin mabuk? Alkohol adalah produk alami yang dibuat dari biji-bijian, buah atau sayuran yang difermentasi, yaitu suatu proses yang menggunakan ragi atau bakteri untuk mengubah gula menjadi alkohol. Alkohol yang dihasilkan ini bisa digunakan sebagai pembersih, antiseptik atau obat penenang.

Jika terbuat dari bahan alami, mengapa alkohol bisa berbahaya dan memabukkan?
Seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (5/7/2010) ketika seseorang mengonsumsi alkohol, maka cairan ini akan diserap ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) yang mengontrol hampir semua fungsi tubuh. Alkohol adalah sebuah depressan yang berarti memperlambat fungsi sistem saraf pusat. Zat ini bisa menghambat beberapa pesan yang seharusnya disampaikan ke otak. Karena ada hambatan tersebut, maka bisa mengubah persepsi, emosi, gerakan, penglihatan dan juga pendengaran seseorang. Dalam jumlah yang sangat kecil alkohol dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan mengurangi rasa cemas. Namun jika jumlahnya berlebihan bisa menyebabkan perubahan besar di otak, sehingga menghasilkan intoxication. Gejala yang timbul jika intoxication adalah terhuyung-huyung, kehilangan koordinasi serta tidak sadar dengan ucapannya. Terkadang juga membuat orang bingung atau mengalami disorientasi. Orang yang mabuk berpikir bahwa dirinya bisa bergerak dengan baik, padahal kenyataannya tidak seperti itu dan keluar dari karakter orang tersebut. Reaksi yang timbul sangat tergantung dari tiap orang, pada beberapa orang efek yang muncul bisa sangat ramah berbiara atau justru sangat agresif dan marah. Jika banyak konsumsi alkohol dalam waktu singkat, maka efeknya bisa lebih cepat yang ditandai dengan muntah. Untuk kasus ekstrimnya adalah pingsan, sesak napas, gula darah rendah, kejang dan bahkan bisa berakibat kematian. Perubahan sistem saraf yang berasal dari minuman alkohol bisa membuat seseorang melakukan hal-hal bodoh atau memalukan. Karena gangguan dari sistem saraf itulah yang membuat seseorang menjadi mabuk jika mengonsumsi alkohol.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:39 am

8 FAKTA DAN MITOS SEPUTAR MABUK
Senin, 19/07/2010 18:03 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Setelah minum minuman beralkohol orang akan merasakan mabuk dan tidak sadarkan diri. Sebagian orang bahkan merasakan sakit pasca mabuk. Berikut beberapa mitos yang beredar tentang mabuk dan dampak yang ditimbulkannya. Dilansir dari WebMD, Senin (19/7/2010), berikut 8 mitos dan fakta seputar mabuk:

1. Mitos: Mabuk bukanlah masalah yang besar
Fakta: Mabuk adalah reaksi tubuh akibat diracuni alkohol terlalu banyak. Orang yang minum alkohol secara berlebihan akan mengalami gangguan sistem saraf pusat. Ini bukanlah hal yang sepele, karena dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual dan dehidrasi. Selain itu, setelah efek alkolol hilang akan timbul sakit kepala berat, kelelahan, mulut baal, perut kram dan sistem kekebalan tubuh melemah.

2. Mitos: Mabuk 'buta' gender
Fakta: Siapa bilang mabuk 'buta' gender? Dengan minuman yang sama, wanita lebih mungkin memberikan dampak negatif alkohol ketimbang pria. Hal ini karena pria memiliki kandungan air yang lebih banyak di tubuhnya ketimbang wanita, yang dapat membantu mengencerkan alkohol yang diminumnya. Sedangkan pada wanita, dalam jumlah yang sama, alkohol lebih banyak terbentuk dalam aliran darah.

3. Mitos: Mabuk hanya terjadi jika minum banyak alkohol
Fakta: Memang benar minum banyak alkohol dapat menyebabkan mabuk, tapi itu juga tergantung pada komposisi tubuh. Pada sebagian orang, hanya minum segelas alkohol saja sudah bisa memicu sakit kepala dan gejala mabuk lainnya.

4. Mitos: Wine (minuman anggur) adalah alkohol yang paling ringan
Fakta: Anggur merah mengandung tanin, yaitu senyawa yang dikenal sebagai pemicu sakit kepala pada beberapa orang. Minuman seperti wiski juga cenderung menyebabkan mabuk yang lebih parah. Wine bahkan lebih keras daripada vodka dan gin.

5. Mitos: Diet koktail merupakan taruhan yang aman
Fakta: Diet minuman mungkin dapat membantu jika Anda ingin mengurangi kalori, tetapi tidak akan membantu untuk menghindari mabuk. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan, jus buah atau cairan yang mengandung gula dapat mengurangi intensitas minum minuman beralkohol.

6. Mitos: Makan sebelum tidur dapat mengurangi efek mabuk
Fakta: Ini merupakan satu dari 2 anggapan yang salah. Pertama, makan sebelum tidur (setelah minum alkohol) tidak akan membantu mengurangi efek mabuk. Kedua, meskipun makanan dapat memperlambat penyerapan alkohol tubuh, tapi makan sebelum tidur justru malah memperburuk keadaan tubuh Anda.

7. Mitos: Alkohol membantu Anda untuk tidur lebih baik
Fakta: Bukannya membantu untuk tidur lebih baik, alkohol malah dapat mengganggu tidur. Pada awalnya, alkohol mungkin dapat membantu orang tertidur lebih cepat, tapi alkohol membuat tubuh tidak bisa mencapai siklus tidur REM (tidur dalam) dan membuat orang bangun lebih cepat karena dampak sakit pasca mabuk.

8. Mitos: Minum kopi dapat membantu mengurangi efek mabuk
Fakta: Kopi dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat membuat mabuk semakin memburuk. Hindari minuman berkafein dan meninum berenergi setelah Anda mabuk. Air putih adalah minuman terbaik untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang, terutama bila Anda mengalami muntah saat mabuk.(mer/ir)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:45 am

JANGAN CAMPUR MINUMAN ENERGI DAN ALKOHOL
Senin, 15 Februari 2010 | 11:28 WIB
KOMPAS.com — Anda termasuk penggemar minuman energi? Jangan pernah mencampur minuman energi yang tinggi kafein itu dengan alkohol karena campuran keduanya justru berbahaya dan membuat orang lebih mabuk. Dalam survei yang dilakukan pada 800 mahasiswa yang baru meninggalkan bar pada pukul 22.00 dan 03.00, para peneliti menanyakan apakah mereka mengonsumsi alkohol dan minuman berenergi. Konsentrasi bau alkohol para responden juga diukur. Sekitar 6,5 persen responden yang mengaku minum alkohol yang dicampur minuman berenergi tiga kali lebih mabuk dibandingkan mereka yang hanya menenggak minuman beralkohol saja. Mencampur minuman berenergi dengan alkohol jamak dilakukan anak muda di Amerika. Hal ini mereka lakukan karena kafein mampu mengurangi rasa kantuk yang ditimbulkan alkohol. Kondisi ini sering diistilahkan sebagai "mabuk tapi sadar". Bruce Goldberger, Direktur Toksikologi dari University of Florida College of Medicine, mengatakan, banyak orang yang salah mengira efek stimulan dari kafein akan menghilangkan efek depresan dari alkohol. "Itu adalah persepsi yang keliru. Hasilnya justru berbahaya karena membuat orang lebih mabuk," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:45 am

MACAM MACAM MINUMAN OPLOSAN DAN BAHAYANYA
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Jumat, 11/06/2010 15:00 WIB
Jakarta, Dari waktu ke waktu korban minuman keras (miras) oplosan terus berjatuhan, ada yang menjadi buta dan bahkan meninggal dunia. Apa saja jenis oplosan miras yang sering dibuat dan apa bahayanya? Hingga kadar tertentu, sebenarnya alkohol dapat membantu menjaga kesehatan. Namun jika berlebihan, minuman ini bisa menyebabkan keracunan. Risiko tersebut meningkat ketika alkohol atau miras dioplos dengan berbagai bahan berbahaya. Berikut ini adalah beberapa jenis oplosan miras yang sering dibuat, beserta risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti diakui para pemakainya ketika ditanya detikHealth, Jumat (11/6/2010). Miras yang sering digunakan biasanya vodka, anggur merah beralkohol, anggur putih beralkohol dan bir.

1. Miras dengan minuman berenergi
Untuk mendapatkan cita rasa yang lebih baik, penggemar minuman keras sering menambahkan suplemen minuman berenergi ke dalam minumannya. Oplosan ini sering disebut 'Sunrise', dan bisa mengurangi rasa pahit pada bir atau rasa menyengat pada alkohol yang kadarnya lebih tinggi. Meski kadar alkohol menjadi sedikit berkurang, efek samping yang lain akan muncul dalam pengoplosan ini. Dikutip dari detikBandung, Jumat (11/6/2010), ahli farmasi dari ITB, Joseph I Sigit mengatakan bahwa alkohol dan minuman berenergi memiliki efek berlawanan. Alkohol bersifat menenangkan, sedangkan suplemen berfungsi sebagai stimulan. Jika digabungkan, efeknya bisa memicu gagal jantung.

2. Miras dengan susu
Salah satu jenis oplosan yang sering menyebabkan korban tewas adalah 'Susu macan' (Lapen), yakni campuran minuman keras yang dicampur dengan susu. Jenis minuman ini banyak dijual di warung-warung miras tradisional. Adi (nama samaran), salah satu pelanggan warung semacam itu mengakui adanya risiko keracunan pada susu macan. Ketika dihubungi detikHealth, pria asal Yogyakarta ini mengatakan bahwa penyebab keracunan umumnya bukan susu melainkan jenis alkoholnya. Karena umumnya menggunakan alkohol tradisional, maka jenis dan kadarnya tidak diketahui oleh pelanggan.

3. Miras dengan cola atau minuman bersoda
Salah satu oplosan yang cukup populer adalah 'Mansion Cola', terdiri dari Vodka dicampur dengan minuman bersoda. Tujuannya semata-mata untuk memberikan cita rasa atau menutupi rasa tidak enak pada minuman keras. Salah satu penggemar Mansion Cola adalah Yono (nama samaran), mahasiswa semester akhir di Yogyakarta. Menurutnya, selama jenis alkohol yang digunakan aman dan tidak berlebihan maka tidak ada risiko untuk mencampurnya dengan cola ataupun sari buah. Yono mengaku mengoplos sendiri Mansion Cola sejak tahun 2003, dan belum pernah menyebabkan jatuhnya korban keracunan.

4. Miras dengan spiritus atau jenis miras yang lain
Di warung-warung tradisional, pengoplosan beberapa jenis minuman keras dilakukan untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Minuman yang harganya mahal seperti Vodka dicampur dengan spiritus, atau jenis minuman keras lain yang tidak jelas kandungan alkoholnya. Jenis alkohol yang aman dikonsumsi hingga jumlah tertentu adalah alkohol dengan 2 atom karbon atau etanol. Sementara alkohol dengan satu atom karbon atau metanol umumnya digunakan sebagai pelarut atau bahan bakar, sehingga sangat beracun jika diminum. Dikutip dari Medschl.cam.ac.uk, 10 mL methanol cukup untuk menyebabkan kebutaan dan 30 mL akan menyebabkan dampak lebih fatal termasuk kematian.

5. Miras dengan obat-obatan
Dengan anggapan akan mendongkrak efek alkohol, beberapa orang menambahkan obat-obatan ke dalam minuman keras. Mulai dari obat tetas mata, obat sakit kepala, hingga obat nyamuk. Karena akan meningkatkan aktivitas metabolisme, efek samping paling nyata dari jenis oplosan ini adalah kerusakan hati dan ginjal. Efek lainnya sangat beragam, tergantung jenis obatnya. Menurut Yono, seseorang yang mencampur obat-obatan ke dalam minuman keras biasanya bukan penikmat alkohol. Tujuannya jelas hanya untuk mendapatkan efek memabukkan, atau sekedar unjuk keberanian alias adu nyali.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:46 am

MATI KARENA MINUMAN ALKOHOL
Minggu, 19/09/2010 15:50 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Minuman alkohol dalam batas rendah sering digunakan untuk kesehatan. Tapi yang terjadi orang-orang yang minum alkohol jadi tidak terkontrol dengan terus menenggak hingga batas yang berlebih. Ujung-ujungnya maut yang menjemputnya. Korban tewas karena minuman alkohol dan campurannya (oplosan) terus berjatuhan. Saking susah terkontrol saat minum alkohol, orang jadi lupa pada ancaman kematian yang mengintainya. Dikutip dari Medschl.cam.ac.uk, minuman alkohol mengandung atom karbon atau ethanol. Kadar 10 mL ethanol cukup untuk menyebabkan kebutaan dan kadar 30 mLethanol akan menyebabkan dampak lebih fatal termasuk kematian. Dilansir dari health24, Minggu (19/9/2010) kelebihan alkohol dapat mengakibatkan keracunan alkohol. Ketika tubuh mengalami keracunan alkohol yang terjadi adalah alkohol menekan saraf-saraf yang mengendalikan tubuh seperti saraf jantung, paru dan otak dan menghentikan fungsinya. Orang yang minum alkohol kebanyakan biasanya akan muntah karena perut menolaknya karena dapat mengiritasi perut. Proses muntah ini bisa langsung menyebabkan kematian, karena si pelaku bisa tersedak oleh muntahannya sendiri yang menyebabkan susah bernapas kemudian jadi tidak sadarkan diri. Selain pingsan karena tersedak muntahan, yang membuat orang tak sadarkan diri adalah karena alkohol yang sudah diminum akan membuat konsentrasi di darah bertambah (blood alcohol concentration/BAC). Konsentrasi yang terus meningkat ini akan membuat orang pingsan. Meskipun acara minum sudah selesai, alkohol dalam perut dan usus yang sudah diminum akan terus memasuki aliran darah di seluruh tubuh. Jadi walaupun si peminum sudah tidur dan menganggapnya tidak ada masalah, alkohol yang masuk aliran darah terus berlanjut. Tanda-tanda orang yang keracunan alkohol dapat diketahui dari:

1. Kebingungan mental, pingsan, tidak dapat dibangunkan hingga koma
2. Muntah-muntah karena perut menolaknya
3. Korban tersedak muntah sendiri
4. Kejang-kejang
5. Bernapas lambat (kurang dari 8 tarikan napas per menit)
6. Jantung berdetak tidak teratur atau berhenti
7. Suhu tubuh rendah (hipotermia), kulit pucat
8. Gula darah rendah (hipoglikemia) yang menyebabkan kejang

Jika tidak ditangani secara cepat dengan membawa ke rumah sakit, korban keracunan alkohol akan mengalami dehidrasi parah karena terus menerus muntah dan kejang-kejang. Ancaman kerusakan otak permanen atau kebutaan jika korban masih bisa diselamatkan atau malah mengalami kematian jika gagal diselamatkan. Banyak cara yang dilakukan peminum agar tak keracunan alkohol seperti minum kopi pahit, mandi air dingin atau langsung tidur. Tapi kebanyakan itu hanya mitos, karena jika konsentrasi darah karena alkohol meningkat upaya itu akan sia-sia. Satu-satunya cara adalah membalikkan efek alkohol yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh paramedis tapi itu pun sulit jika korban terlambat datang. Jika melihat korban keracunan alkohol sebaiknya memang segera dibawa ke rumah sakit. Usahakan untuk menjaga korban tetap duduk agar tidak tersedak dan bisa bernapas. Orang yang keracunan alkohol biasanya akan menerima terapi oksigen, pemberian cairan infus agar tidak dehidrasi dan pemberian bantuan pernapasan untuk mengurangi tersedak saat bernapas.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:47 am

KETERGANTUNGAN ALKOHOL
Saya akan menikah tiga bulan lagi. Kami sudah mempersiapkan cukup lama untuk pernikahan ini, mulai dari tempat resepsi hingga detail undangan.
Namun, tiba-tiba muncul masalah yang tak saya duga. Tunangan saya menyampaikan dia mengalami ketergantungan alkohol. Sejak SMU dia mulai minum alkohol dan kebiasaan tersebut semakin hebat ketika dia menjadi mahasiswa dan bekerja di sebuah bank. Saya terkejut karena saya telah mengenalnya selama dua tahun, bahkan saya bekerja di kantor yang sama dengan dia. Saya menyukai dia karena dia mampu berkomunikasi dengan baik dan menurut penilaian saya merupakan pribadi yang jujur dan suka kerja keras. Setelah pengakuan itu pandangan saya berubah. Saya sekarang menyadari dia belum mampu mengendalikan diri, termasuk keinginan untuk lepas dari pengaruh alkohol. Rupanya ketergantungan terhadap alkohol tersebut dapat dipenuhinya sehabis kerja. Dia pandai membagi waktu sehingga ketergantungan tersebut tidak memengaruhi kinerja dan kegiatan sosialnya. Mungkinkah ketergantungan alkohol disembuhkan? Kepada siapa dia harus minta tolong? Apa pengaruh alkohol bagi kesehatan? Benarkah alkohol dapat merusak hati? Bagaimana pengaruh tersebut terhadap kehidupan seksual seseorang? Dokter, secara jujur saya sampaikan saya tidak siap menjadi pendamping orang yang tergantung pada alkohol meskipun saya mencintainya. Saya sedang mempertimbangkan kembali hubungan saya dengan dia. Saya membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai orang yang mengalami ketergantungan alkohol dan tampaknya akan menunda perkawinan sampai saya yakin tunangan saya dapat lepas dari ketergantungan terhadap alkohol. Jawaban Dokter amat saya nantikan.

M di J

Di negeri kita memang yang lebih dikenal adalah ketergantungan terhadap narkoba dan rokok. Sebenarnya alkohol juga dapat menimbulkan ketergantungan. Meskipun jumlahnya belum sebanyak ketergantungan rokok dan narkoba, tampaknya Indonesia juga akan menghadapi masalah ketergantungan alkohol. Saya pernah berkeliling ke daerah-daerah, rupanya tidak hanya di kota besar, di kota kecil bahkan di pedesaan pun konsumsi alkohol mulai meningkat. Lebih memprihatinkan lagi mereka mulai mengonsumsi alkohol pada usia masih amat muda. Tentu banyak faktor yang menyebabkan orang tergantung pada alkohol seperti faktor keturunan, kepribadian, pergaulan, dan lain-lain. Topik mengenai alkoholisme ini tentu akan lebih dalam dibahas teman-teman pakar psikologi atau pakar sosial. Saya mungkin hanya akan dapat menyumbangkan pendapatan pada masalah medis. Di dunia kedokteran aspek psikis ketergantungan alkohol ini didalami dokter spesialis jiwa. Saya kebetulan dokter spesialis penyakit dalam sehingga dampak kesehatan yang sering saya temukan adalah pengaruh alkohol terhadap hati. Di negeri kita sirosis hati sebagian besar disebabkan hepatitis virus (hepatitis B atau hepatitis C). Dalam porsi kecil mulai ditemukan sirosis hati karena alkohol. Penggunaan alkohol yang lama dan jumlah cukup besar dapat menimbulkan sirosis hati. Pada sirosis hati terjadi pengerasan hati sehingga aliran darah ke hati akan berubah. Salah satu perubahan yang terjadi adalah terbentuknya varises di beberapa tempat.

Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena yang mudah pecah sehingga menimbulkan perdarahan. Pada sirosis hati, varises sering terbentuk di daerah esofagus, sehingga penderita dapat muntah darah jika varises tersebut pecah. Perdarahan akibat pecahnya varises ini dapat bersifat masif dan berpotensi mengancam nyawa. Dewasa ini upaya pencegahan sirosis hati lebih mengutamakan vaksinasi hepatitis B (vaksin hepatitis C belum ada). Di negara maju upaya pencegahan sirosis hati juga harus dilakukan dengan mencegah konsumsi alkohol yang berlebihan. Tidaklah mudah bagi orang yang telah mengalami ketergantungan terhadap alkohol berhenti mendadak karena itu yang harus dilakukan adalah mencegah remaja mulai mengonsumsi alkohol. Sepanjang yang saya ketahui konsumsi alkohol sering juga disertai dengan perilaku berisiko lainnya. Namun, Anda tentu lebih memahami perilaku tunangan Anda. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi ketergantungan alkohol tunangan Anda? Sebaiknya dia berkonsultasi dengan tenaga profesional, misalnya, psikiater atau konselor profesional. Ada berbagai cara melepaskan diri dari ketergantungan alkohol. Namun, harus kita sadari proses tersebut panjang dan memerlukan perjuangan yang bersangkutan. Kabar baik yang perlu Anda ketahui adalah cukup banyak orang sembuh dari ketergantungan alkohol dengan bantuan dokter dan dukungan keluarga atau teman. Tunangan Anda mungkin juga dapat menghubungi kelompok Alcohol Anonymous (AA), kelompok dukungan terhadap penderita ketergantungan alkohol. Saya memahami kesulitan Anda dan mudah-mudahan Anda akan mendapat penyelesaian yang baik untuk masa depan Anda.

Dr Samsuridjal Djauzi - Kompas Minggu
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:48 am

ALKOHOL ENGGA DEH!
Kamis, 10/9/2009 | 07:10 WIB
LONDON, KOMPAS.com — Para dokter di Inggris mendesak pelarangan menyeluruh iklan alkohol untuk mengatasi melonjaknya konsumsi alkohol dan masalah yang ditimbulkannya. Laporan Asosiasi Medis Inggris, BMA, Rabu (9/9), mengatakan bahwa alkohol sekarang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di negara maju setelah rokok dan tekanan darah tinggi. Alkohol adalah obat yang paling digemari di Inggris. Konsumsinya meningkat tajam. Karena menghadapi semakin meningkatnya pengaruh buruk alkohol pada kesehatan, Asosiasi Medis Inggris menginginkan penindakan tegas. Industri alkohol setiap tahunnya mengeluarkan 1,3 miliar dollar AS untuk meningkatkan konsumsi. BMA menginginkan pelarangan menyeluruh terhadap iklan alkohol, dalam pensponsoran pada peristiwa olahraga dan acara musik. Badan tersebut juga mengusulkan diterapkannya harga minimum semua produk alkohol dan pajak alkohol di atas tingkat inflasi. Laporan BMA menyatakan, bukan hanya anak muda Inggris yang minum secara tidak bertanggung jawab. BMA mengatakan, konsumsi alkohol secara berlebihan sekarang sudah menjadi kebiasaan. Asosiasi itu menyalahkan potongan harga, kemudahan mendapatkannya karena izin operasi 24 jam, dan iklan massal yang menggunakan situs jaringan sosial di samping cara-cara yang biasa dipakai selama ini. Laporan ini kemungkinan besar akan memicu perdebatan, sama seperti saat pembatasan iklan rokok diterapkan. BMA menyatakan, perusahaan minuman alkohol saat ini merupakan sumber kedua terbesar sponsor olahraga lewat kontrak yang bernilai jutaan dollar AS.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:48 am

PENJELASAN MENGAPA ALKOHOL BISA SEBABKAN KANKER
SELASA, 28 AGUSTUS 2012 | 14:33 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Pencetus kanker bisa dari mana saja. Tapi mengkonsumsi alkohol merupakan alasan utama awal tumbuhnya sel kanker di tubuh. Silvia Balbo, yang memimpin studi ini, menjelaskan bahwa tubuh manusia merusak atau memetabolisasi alkohol dalam bir, wine, dan minuman keras. Salah satu zat-zat yang dibentuk dalam perusakan itu adalah asetaldehida, zat dengan rantai kimia menyerupai formaldehida. Formaldehida dikenal manusia sebagai karsinogen (pencetus kanker). Ilmuwan juga mengetahui dari hasil eksperimen laboratorium bahwa asetaldehida dapat menyebabkan kerusakan DNA, memicu abnormalitas kromosom dalam jaringan sel, dan berperilaku sebagai hewan karsinogen. "Kami kini memiliki bukti pertama dari sukarelawan manusia hidup bahwa asetaldehida dibentuk setelah konsumsi alkohol yang merusak DNA secara dramatis," kata Balbo sebagaimana dikutip dari situs Times of India, Selasa, 28 Agustus 2012. "Asetaldehida melekat pada DNA manusia di material genetik, yang membuat gen dapat menghasilkan formasi DNA aduksi. Asetaldehida yang melekat pada DNA dan mengganggu aktivitas DNA itu meningkatkan risiko kanker," ujar dia. Balbo menunjukkan bahwa orang memiliki mekanisme perbaikan alam yang sangat efektif untuk memperbaiki kerusakan dari DNA aduksi. Kebanyakan orang tidak mungkin terkena kanker karena minuman, meskipun alkohol dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan lain dan juga kecelakaan. Selain itu, kebanyakan orang memiliki enzim bernama alkohol dehidrogenase, yang dengan cepat mengubah asetaldehida menjadi asetat, zat yang relatif tidak berbahaya. Meskipun demikian, sekitar 30 persen orang keturunan Asia mempunyai varian gen dari alkohol dehidrogenase dan tidak bisa memetabolisasi alkohol menjadi asetat. Varian genetik itu menghasilkan peningkatan risiko kanker esophageal dari kebiasaan minum alkohol. Orang Amerika asli dan penduduk asli Alaska juga mempunyai kekurangan dalam memproduksi enzim yang sama. Hasil penelitian ini dilaporkan pada pertemuan nasional ke-244 dan pameran American Chemical Society.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:49 am

ALKOHOL DAPAT KURANGI KEMAMPUAN SEKS
Sabtu, 11 Juli 2009 - 12:23 wib okezone
Bagi anda yang terbiasa mengonsumsi alkohol sebelum melakukan seks, sejak saat ini sebaiknya kebiasaan itu dihentikan. Pasalnya justru minuman tersebut bisa menurunkan kemampuan dalam melakukan seks.Hal tersebut diungkapkan Dr Naek L Tobing dalam konsultasinya di majalah Realita, Sabtu (11/7/2009). "Apabila dalam mengonsumsi minuman beralkohol ditambahkan lagi dosisnya, maka akan dapat menurunkan kemampuan seks dari yang bersangkutan," katanya. Karenanya, dia menganjurkan agar kebiasaan dalam meminum minuman beralkohol dalam melakukan seks dapat dikurangi, bahkan dihilangkan, karena itu hanya sebuah kebiasaan saja. Dia menjelaskan, biasanya orang yang sebelum melakukan hubungan seks meminum minuman beralkohol ditujukan untuk menurunkan hambatan dalam melakukan hubungan seks. Hambatan yang dimaksud, seperti malu-malu atau sungkan. Karenanya, biasanya hal ini dilakukan oleh pasangan yang bukan dalam ikatan suami istri.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:50 am

DAMPAK ALKOHOL PADA KEHAMILAN
Senin, 11 Oktober 2010 - 10:13 wib okezone
ALKOHOL adalah salah satu minuman yang harus dihindari ketika tengah mengandung. Namun, penelitian di Inggris menyebutkan peminum ringan tidak membahayakan kesehatan janin. Benarkah? Menjalani kehamilan merupakan masa-masa yang tidak mudah. Sang ibu harus mengontrol makanannya dan memastikan hanya makanan bergizi dan baik bagi janin yang dikonsumsi. Makanan yang mentah ataupun setengah matang harus ditinggalkan. Anda juga harus mengucapkan selamat tinggal pada merek rokok kesayangan karena merokok terbukti dapat membahayakan kesehatan janin. Apalagi meminum alkohol. Namun, hal ini justru dimentahkan oleh penelitian yang baru-baru ini dilakukan. Para ahli tersebut berkesimpulan bahwa meminum satu hingga dua gelas alkohol selama masa kehamilan, tidak membahayakan janin. Peneliti membuktikannya dengan mengikuti perkembangan anak sampai mereka berumur lima tahun—yang ibunya bisa dikategorikan sebagai peminum ringan. Peneliti tidak menemukan adanya kelainan sikap ataupun masalah kognitif pada anak-anak ini saat dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya sama sekali antiminuman keras. Kendati penelitian ini bisa dikatakan sebagai pertanda lampu hijau bagi mereka yang telah terbiasa meminum alkohol meski tidak banyak pada awal masa kehamilan, Dr Richard Jones selaku asisten profesor obstetri dan ginekologi di Pusat Kesehatan Texas A&M sama sekali menentangnya.

“Peminum berat akan menyebabkan banyak masalah bagi janinnya dan kesehatan si ibu sendiri,” kata Richard yang juga menjabat direktur Obstetri di Scott & White di Temple, dari laman Healthday.com. “Banyak pihak medis yang tidak mengubah keputusannya untuk tidak menoleransi konsumsi alkohol selama kehamilan. Pandangan saya pribadi juga demikian,” kata wakil presiden untuk penelitian dan program global di The March of Dimes Dr Michael Katz. Michael mengatakan hanya melihat risiko terganggunya kesehatan selama kehamilan jika sang ibu mengonsumsi alkohol. “Mau sedikit atau banyak (konsumsi alkohol), tetap saja membahayakan. Saya tidak mengerti apa salahnya berhenti mengonsumsi alkohol ketika masa kehamilan. Padahal, bayi dapat berisiko tinggi jika ibunya peminum berat,” katanya lagi. Sementara Dr Ron Jaekle, dokter ahli obgyndari Universitas Kesehatan Cincinnati, mengaku tidak mengetahui apakah ada level aman untuk mengonsumsi minuman keras. “Yang pasti, fetal alkohol syndrome (FAS) biasanya ditemukan pada ibu yang peminum berat,” kata Ron. Namun, peneliti dari Universitas London yang melakukan penelitian ini bersikukuh tidak ada hubungan sebab-akibat antara kebiasaan meminum alkohol dengan bahaya kesehatan terhadap janin. Studi sebelumnya yang dilakukan oleh kelompok peneliti yang sama, menemukan bahwa kebiasaan ibu meminum alkohol sedikit selama kehamilan nyatanya tidak membahayakan janin.

Kali ini peneliti mengambil responden sebanyak 11.500 anak yang lahir di Inggris. Anak-anak tersebut dilaporkan lahir dari ibu yang gemar minum. Peneliti kemudian membagi ibu anak-anak ini dalam beberapa kelompok. Kelompok antiminum alkohol yakni ibu yang tidak minum, tetapi gemar minum baik sebelum maupun sesudah kehamilan. Peminum ringan yakni ibu yang minum 1- 2 gelas seminggu. Kelompok moderat yakni sang ibu biasa meminum 3- 6 gelas seminggu atau 5 gelas dalam satu waktu. Adapun peminum berat yang biasa meminum 7 gelas lebih dalam seminggu. Enam persen perempuan mengategorikan dirinya sebagai kelompok antiminum alkohol, sedangkan 60 persen lainnya mengaku tidak minum selama hamil tetapi minum di luar masa kehamilan, 26 persen adalah peminum ringan, 5,5 persen sebagai peminum moderat, dan 2,5 persen mengklaim sebagai peminum berat. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang ibunya peminum ringan selama masa kehamilan, tidak memiliki masalah gangguan sikap, emosi, maupun intelektual dibandingkan dengan anak dari ibu yang bukan peminum. Sebaliknya, anak dari ibu yang tergolong peminum berat memiliki risiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan maupun psikis.
Back to top Go down
 
A l k o h o l
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 9Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: