Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 A l k o h o l

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:28 am

APA SAJA KIPRAH ALKOHOL?
Rabu, 23 Juni 2010 | 08:04 WIB
Kompas.com - Minum minuman beralkohol secukupnya, dua takar per hari untuk pria, ada manfaatnya, termasuk menurunkan risiko menderita penyakit jantung. Akan tetapi dalam jumlah lebih besar, alkohol menjadi racun yang mempengaruhi setiap sel dalam tubuh. "Alkohol adalah sebuah molekul sangat kecil yang dapat terangkut dalam aliran darah, dan tidak seperti obat-obat lain, ukurannya begitu kecil sehingga dapat masuk ke dalam setiap sel. Karena itu kemampuannya untuk mendatangkan bahaya dan kerusakan tak pernah berakhir," kata Sheila Blume, M.D, direktur medis program penanggulangan alkoholime, New York, Amerika Serikat. Para peneliti tahu bahwa penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan kerusakan sangat parah pada berbagai organ, tetapi minum alkohol secara berlebihan tidak memberikan dampak yang sama pada setiap orang. Penyalahgunaan alkohol dapat membuat orang mengalami black-out, kejang-kejang, halusinasi, dan kerusakan otak. Hampir 70 persen orang yang ikut dalam program pengobatan kecanduan alkohol mempunyai masalah daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan berpikir jernih.

Minum berlebihan juga akan menyebabkan kebingungan, melambatnya kemampuan bereaksi, kaburnya penglihatan, hilangnya konsentrasi, dan koordinasi otot. Alkohol juga sewaktu-waktu dapat mengganggu kehidupan seksual Anda. Konsumsi alkohol berlebihan akan menghasilkan radikal-radikal bebas, yakni molekul oksigen tidak stabil yang dapat merusak jantung dan liver serta mempercepat proses penuaan pada seluruh tubuh, kata Eric Rimm, ahli epidemiologi gizi di Harvard University School of Public Health di Boston. Tetapi, meski Anda sudah terbiasa minum berlebihan selama bertahun-tahun, masih ada harapan untuk hidup lama dan lebih sehat bila menghentikan kebiasaan itu. Dalam sebuah studi selama 11 tahun terhadap 234 pecandu alkohol, diketahui orang yang berhenti minum dan tidak pernah mabuk lagi mempunya angka kematian yang kurang lebih sama dengan bukan pecandu.

"Kebanyakan partisipan melaporkan konsumsi alkohol dalam jumlah kecil, dan pria cenderung lebih mungkin dibanding wanita untuk menjadi peminum sedang atau berat. Ada hubungan linear negatif yang mencolok antara konsumsi alkohol dan volume total otak," ungkap penulis riset. Meskipun pria lebih mungkin meminum alkohol, hubungan antara minum alkohol dan volume otak lebih kuat pada perempuan, kata peneliti. Itu diduga akibat faktor biologis, termasuk ukuran otak perempuan lebih kecil tapi kerentanan lebih besar terhadap dampak alkohol. "Dampak kesehatan masyarakat dari riset ini memberi pesan yang jelas tentang bahaya yang mungkin ada akibat minum alkohol," ungkap penulis artikel tersebut. "Studi longitudinal prospektif diperlukan untuk mengonfirmasi hasil ini serta memastikan apakah ada konsekuensi fungsional yang berhubungan dengan peningkatan konsumsi alkohol," katanya. Studi itu menunjukkan bahwa tak seperti hubungan dengan penyakit jantung, konsumsi alkohol tidak memiliki dampak perlindungan pada volume otak.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:30 am

MENGENAL SISI BAIK DAN BURUK ALKOHOL
Penulis : Bramirus Mikail | Sabtu, 21 Juli 2012 | 08:50 WIB
KOMPAS.com - Walau pun selama ini alkohol banyak disarankan untuk dihindari, sebenarnya minuman ini punya sisi baik. Misalnya saja konsumsi alkohol dalam jumlah sedang terbukti bisa melindungi jantung. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja manfaat dan kerugian yang mungkin Anda dapatkan dari konsumsi alkohol, simak penjelasan berikut.

Sisi baik
Konsumsi alkohol dalam jumlah ringan telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan yang baik. Studi menunjukkan bahwa minum alkohol atau wine khususnya, dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, batu empedu, diabetes tipe 2 dan demensia. Bahkan juga dapat meningkatkan sistem metabolisme dalam tubuh Anda. "Alkohol, terutama anggur merah, memiliki resveratrol, antioksidan dan bioflavonoid serta polifenol yang kesemuanya memiliki fungsi melebarkan arteri dan mengurangi peradangan," kata Dr Suzanne Steinbaum, dari Lenox Hill Hospital, New York City, sekaligus juru bicara American Heart Association. "Alkohol jelas dapat menjadi bagian dari diet jantung sehat jika Anda minum secara bertanggung jawab," tambahnya. Meski begitu, Steinbaum menyarankan bahwa jika seseorang belum pernah minum, sebaiknya jangan mulai untuk minum alkohol demi alasan kesehatan. Sebagai gantinya, disaranakn untuk mengadopsi pola diet Mediterania yakni memperbanyak sayur dan buah untuk membuat jantung sehat. "Konsumsi alkohol yang moderat bagi perempuan adalah satu gelas kecil dalam sehari, dan untuk laki-laki dua gelas sehari," jelas Elizabeth Kovacs, direktur program penelitian alkohol di Loyola University Medical Center, Chicago. Kovacs menambahkan bahwa "manfaat dari alkohol sangat terbatas, dan itu hanya bermanfaat jika Anda minum pada tingkat yang rendah, tidak mengonsumsi obat tertentu, dan tidak memiliki penyakit hati atau pankreas serta sedang tidak hamil."

Sisi Buruk
Steinbaum menekankan, meskipun ada sedikit manfaat dari konsumsi alkohol bagi kesehatan jantung, namun lebih banyak efek yang merugikan. Alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida, lemak berbahaya yang ditemukan dalam darah, dan juga dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. Beberapa orang juga rentan terhadap kondisi yang menyebabkan denyut jantung tidak teratur ketika mereka minum alkohol, meskipun ada pula yang tidak mengalami kondisi tersebut. Steinbaum mencatat, konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan, serta dapat merusak ginjal serta hati terutama untuk orang yang mengonsumsi obat tertentu seperti statin untuk menurunkan kolesterol atau bahkan obat pereda nyeri. Selain itu studi terbaru telah menghubungkan konsumsi alkohol dengan peningkatan risiko penyakit seperti, asma, kanker dan alergi. Alkohol juga dapat menjadi masalah bagi orang yang mengonsumsi obat penurun gula darah, seperti insulin, karena dapat menyebabkan kadar gula darah turun tak terduga. "Alkohol meningkatkan risiko kecelakaan kendaraan bermotor, kekerasan terhadap orang lain, kekerasan sengaja terhadap diri sendiri, penyebaran penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, gangguan janin dan kecanduan," sambung Kovacs. Menurut Kovakcs, sangat penting untuk memberitahu kepada orang-orang tentang efek alkohol pada tubuh mereka sehingga mereka dapat minum secara bertanggung jawab. "Manfaat dari konsumsi alkohol sangat minim dibandingkan dengan risiko yang didapat," tandasnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:30 am

ALKOHOL PERLEMAH RESPONS OTAK
Jumat, 2 Mei 2008 | 11:24 WIB
Kompas.com - KEBIASAAN meminum alkohol secara berlebihan diyakini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Para peneliti di Amerika Serikat melalui hasil risetnya mengungkap sebuah bukti baru betapa kebiasaan mabuk dapat memperlemah respons otak. Seperti yang dimuat Journal Science, para ahli mengindikasikan konsumsi alkohol berlebihan dapat melemahkan kemampuan otak mendeteksi ancaman. Hasil riset ini dapat menjelaskan mengapa ketika dalam keadaan mabuk seseorang tak menyadari ancaman di sekitarnya. Sebagai contoh, pria yang mabuk di bar sering kali tak sadar ada pria lain yang siap menantangnya berkelahi. Peneliti mengklaim, temuan ini yang pertama kali memperlihatkan dampak alkohol dalam menurunkan kemampuan respons otak terhadap ancaman. "Kita sering melihatnya selama ini. Orang-orang mengalami benturan atau masalah ketika berada di bawah pengaruh alkohol. Ini takkan terjadi bila mereka dalam keadaan sadar," ungkap Jodi Gilman dari National Institutes on Alcohol Abuse and Alcoholism. Gilman dan timnya meneliti 12 partisipan yang diberi cairan infus mengandung alkohol. Partisipan diharuskan melihat gambar wajah menakutkan dan wajah biasa, kemudian aktivitas otak mereka dipantau dengan MRI. Gilman juga melakukan pengamatan serupa, tetapi cairan yang digunakan adalah infus biasa nonalkohol sebagai placebo. Seperti yang diperkirakan, otak partisipan menunjukkan respons saat melihat wajah menakutkan. "Otak kita lebih merespons terhdap rangsangan menakutkan. Mereka memberi tanda kepada kita akan situasi yang mengancam," papar Gilman.

Pada saat partisipan diberi cairan infus beralkohol, responnya justru tidak tampak. Menurut Gilman, hal ini mengindikasikan bahwa ketika teracuni aokohol, otak kita tak dapat membedakan antara rangsangan mengancam dan tidak mengancam. Temuan Gilman ini juga mengindikasikan, pengaruh alkohol telah melumpuhkan kemampuan otak mengenali ancaman yang akan memicu situasi berisiko, termasuk berkendara sambil mabuk. Manusia sejak lama menggunakan alkohol untuk menjadi merasa lebih gembira dan mengurangi ketakutan. Alkohol juga digunakan secara khusus untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi. ¨Bagaimana alkohol bekerja di dalam otak manusia untuk menghasilkan efek-efek tersebut sejauh ini belum dipelajari dengan seksama," kata Gilman. Dari riset, Gilman menemukan bahwa alkohol menambah aktivitas pada daerah otak yang disebut striatum. Mereka pun menemukan kaitan antara tingkat aktivasi pada bagian otak ini serta bagaimana orang-orang yang terpengaruh alkohol menyampaikan apa yang mereka rasakan. Hal ini tentu akan membantu dalam penanganan kasus ketergantungan alkohol. Partisipan yang ikut dalam penelitian adalah mereka yang gemar minuman beralkohol hanya sebatas pergaulan dan bukan peminum berat. Gilman dan timnya berencana untuk melanjutkan penelitian khusus pada peminum berat.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:31 am

KONSUMSI ALKOHOL CIUTKAN OTAK
Selasa, 14 Oktober 2008 | 08:45 WIB
Kompas.com - MAKIN banyak alkohol diminum seseorang, semakin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang dimuat jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober. Volume otak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dekade disertai oleh peningkatan lesi area putih (white matter), demikian keterangan latar belakang laporan tersebut. Lesi merupakan perubahan patologis yang ditemukan di dalam jaringan organisme, biasanya yang rusak oleh penyakit atau trauma. Volume otak yang lebih rendah dan lesi area putih yang lebih besar juga terjadi sejalan dengan perkembangan demensia dan gangguan berpikir, belajar, dan ingatan. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sebelumnya dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena serangan jantung karena otak menerima darah dari sistem itu. Para ahli telah memperkirakan bahwa alkohol dalam jumlah sedikit juga mungkin menipiskan kecenderungan yang berhubungan dengan usia pada volume otak. Para ahli dari Wellesley College, Massachussett, dalam risetnya melibatkan 1.859 partisipan dengan rata-rata usia 60 tahun. Selama kurun waktu 1991- 2001, partisipan menjalani magnetic resonance imaging (MRI) dan pemeriksaan kesehatan. Partisipan juga wajib melaporkan jumlah alkohol yang mereka konsumsi per pekan, usia, pendidikan mereka, dan faktor lain.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:32 am

4% WARGA DUNIA MENINGGAL AKIBAT ALKOHOL
Senin, 29 Juni 2009 - 12:10 wib Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
LONDON - Alkohol dinilai sebagai penyebab meninggalnya empat persen warga dunia. Sebuah studi yang dilakukan Centre for Addiction and Mental Health (CAMH) mengungkapkan satu dari 25 orang meninggal akibat mengonsumsi alkohol. Menurut juru bicara CAMH, Dr Jurgen Rehm, konsumsi minuman beralkohol di beberapa belahan dunia semakin meningkat. Negara-negara yang mengalami peningkatan konsumsi alkohol di antaranya, China dan India. Di Eropa, lanjut Rehm, Alkohol bahkan menyebabkan satu dari 10 orang meninggal dunia. "Saat ini, kita ketahui banyak strategi yang lebih efektif untuk mengontrol konsumsi alkohol di dunia," kata Rehm seperti dikutip dari Times of India, Senin (29/6/2009).
Alkohol sangat berhubungan dengan gangguan organ tubuh. Kebanyakan gangguan kesehatan dialami oleh kaum pria, kelompok yang paling banyak mengonsumsi alkohol. Menurut Rehm, kebanyakan orang yang mengonsumsi minuman beralkohol akan mudah terserang penyakit seperti jantung atau kanker. "Secara keseluruhan, efek alkohol sebagai penyebab kematian tak jauh berbeda dengan rokok pada tahun 2.000 yang menjadi penyebab kematian di negara berkembang," kata Rehm. (srn)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 04, 2012 10:36 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:32 am

SEKS, ALKOHOL, LEMAK PEMBUNUH TERBESAR
Jumat, 30 Oktober 2009 | 09:51 WIB
KOMPAS.com - Secara global, ada lima faktor yang berpengaruh pada kesehatan dan usia harapan hidup masyarakat, yakni malnutrisi, seks yang tidak aman, alkohol, sanitasi yang buruk dan kebersihan, serta tekanan darah tinggi. Sekitar 60 juta kematian di usia muda di seluruh dunia disebabkan oleh lima faktor itu. Bila kelima faktor tersebut bisa diatasi, kematian di usia muda bukan hanya bisa dicegah, namun angka harapan hidup akan meningkat hingga lima tahun. Demikian laporan yang disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bila malnutrisi menjadi masalah besar di negara-negara miskin, obesitas dan kelebihan berat badan akibat kelebihan nutrisi, menjadi masalah di kebanyakan negara maju. Menurut WHO, lebih banyak kematian yang disebabkan karena obesitas dibanding akibat malnutrisi. "Dunia menghadapi masalah yang besar dan hampir sama di berbagai negara dalam hal kesehatan," tulis WHO dalam laporan Global Health Risk. Ada 24 faktor risiko kesehatan yang disebut dalam laporan tersebut. Bila masalah-masalah itu teratasi, kualitas kesehatan masyarakat pun akan meningkat.

"Bila kualitas kesehatan naik, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," catat WHO. Dalam laporan tersebut juga disebutkan, ada beberapa masalah kesehatan yang diasosiasikan dengan negara kaya, seperti merokok dan obesitas, ternyata kini juga dihadapi oleh negara-negara miskin dan berkembang. WHO mencatat, risiko kesehatan kini berada dalam masa transisi; usia harapan hidup masyarakat meningkat karena berhasil melawan penyakit infeksi, namun di saat yang sama muncul masalah baru akibat kurangnya aktivitas fisik, pola makan, konsumsi alkohol dan merokok. Secara umum, badan kesehatan dunia ini membuat ranking risiko kematian akibat faktor kesehatan, yakni hipertensi (13%), merokok (9%), gula darah tinggi (6%), kurang olahraga (6%), dan obesitas atau kegemukan (5%). Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko terkena penyakit kronik dan penyakit penyebab kematian, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Negara miskin masih bergulat pada masalah kesehatan yang disebabkan oleh kemiskinan, kekurangan nutrisi, seks yang tidak aman, minimnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Pada saat yang sama, faktor yang terkait dengan pola makan, seperti kolesterol, obesitas, dan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih besar.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 04, 2012 10:39 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:33 am

ALKOHOL MEMBUNUH LEBIH BANYAK DARI AIDS
Senin, 14 Februari 2011 | 11:06 WIB
Kompas.com - Kematian akibat alkohol diperkirakan jauh lebih banyak dibanding kematian akibat AIDS, tuberkulosis atau kekerasan. Badan kesehatan dunia (WHO) mengungkapkan alkohol menyebabkan empat persen kematian di seluruh dunia. Konsumsi alkohol berlebihan terkait dengan 60 jenis penyakit, termasuk sirosis hati, epilepsi, keracunan, kecelakaan lalu lintas dan tindakan kekerasan. Beberapa jenis kanker juga dipicu oleh alkohol seperti kanker kolorektal, payudara, liver dan tenggorokan. Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan konsumsi alkohol secara global yang dipicu oleh peningkatan ekonomi di negara-negara dengan populasi padat seperti di Afrika dan Asia, termasuk India dan Afrika Selatan. WHO dalam laporannya Global Status Report on Alcohol and Health menyebutkan setiap tahunnya 2,5 juta orang meninggal akibat berbagai hal yang disebabkan alkohol. "Konsumsi alkohol terutama fatal untuk kelompok orang muda dan alkohol menjadi penyebab kematian tertinggi pada pria usia 15-59 tahun," papar WHO dalam laporannya. Kecanduan alkohol sebagai pemicu perilaku berbahaya banyak ditemukan di Brazil, Kazakhstan, Meksiko, Rusia, Afrika Selatan, Ukraina dan terus meningkat di banyak negara. "Di seluruh dunia, sekitar 11 persen pecandu alkohol paling tidak setiap minggunya menenggak alkohol berlebihan dan ini lebih banyak dilakukan pria dibanding wanita dengan perbandingan empat banding satu," tulis WHO. Para menteri kesehatan dari 193 negara anggota WHO telah menyatakan persetujuannya untuk membuat kebijakan demi mengurangi kecanduan alkohol dengan cara meningkatkan pajak minuman beralkohol dan membatasi pemasarannya. Kendati demikian, minuman beralkohol tradisional atau buatan rumahan merupakan produk yang banyak dikonsumsi pecandu alkohol dari negara-negara miskin sehingga sulit dalam pengawasannya. Sebagian besar minuman tersebut bahkan beracun dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 04, 2012 10:37 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:34 am

ALKOHOL LEBIH BERBAHAYA DARIPADA HEROIN
Senin, 1 November 2010 - 11:12 wib Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
LONDON - Pada sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal medis Lancet, para ahli obat-obatan menghadirkan sebuah cara baru mengukur kerusakan yang disebabkan oleh narkoba, baik itu yang merusak secara individual maupun yang merusak masyarakat. Analisis menunjukkan bahwa ketika kedua faktor tersebut dikombinasikan, alkohol adalah obat yang paling merusak, diikuti oleh heroin. Demikian seperti yang dikutip dari Telegraph, Senin, (1/11/2011). Laporan tersebut ditulis oleh Profesor Nutt dari Imperial College London, Dr. Leslie King dari UK Expert Adviser dan Dr. Lawrance Phillips dari London School of Economics and Political Science. "Penemuan kami ini mendukung penelitian sebelumnya di Inggris dan Belanda, yang mengkonfirmasi bahwa sistem klasifikasi obat masa kini memiliki sedikit hubungan dengan bukti penyalahgunaan obat-obatan terlarang," simpul dari peneliti tersebut. Penafsiran baru ini menggunakan sembilan kategori upaya menyakiti diri sendiri dan tujuh dampak pengerusakan kepada masyarakat. Kategori 'menyakiti diri sendiri' meliputi angka kematian, kesehatan yang kurang baik, kondisi mental yang buruk dan lain-lain. Sementara kategori 'menyakiti orang lain' meliputi kejahatan, pengerusakan lingkungan, konflik keluarga, dan penurunan kepaduan komunitas. Heroin, narkotika dan obat-obatan lain adalah yang paling berbahaya untuk kategori individu, sementara alkohol adalah yang paling berbahaya untuk kategori kepada sesama. Hasil analisa ini menunjukkan bahwa sebagai narkoba yang paling berbahaya, bahaya alkohol adalah tiga kali lipat seperti kokain dan tembakau. Juga ditunjukkan bahwa alkohol lima kali lipat lebih berbahaya daripada zat mephedrone, yang mana baru-baru ini disebut sebagai obat ilegal di Inggris, sebelum dikategorikan sebagai 'class B controlled drug' pada bulan April 2010. Ekstasi, yang mana telah menarik perhatian dari media selama dua dekade terakhir, di analisis ini dianggap kurang berbahaya jika dibandingkan dengan alkohol. "Hasil analisis ini juga sesuai dengan kesimpulan dari laporan para ahli sebelumnya yang menargetkan bahwa alkohol itu berbahaya dan penting untuk diketahui publik," ujar Profesor Nutt dari Imperial College London. Sebelumnya Profesor Nutt adalah pimpinan dari Advisory Council on the Misuse of Drugs, sampai dia dipecat tahun lalu karena mengatakan bahwa ekstasi itu kurang berbahaya jika dibandingkan dengan alkohol.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:35 am

ALKOHOL LEBIH BAHAYA KETIMBANG KOKAIN?
Senin, 01 November 2010, 08:16 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Alkohol dianggap sebagai "narkoba" paling berbahaya, mengungguli heroin dan kokain di urutan kedua dan ketiga. Sebuah studi terotorisasi di Inggris juga meminta agar sistem klasifikasi narkoba diatur ulang dan kampanye anti-alkohol digencarkan. Penelitian ini dipimpin David Nutt, mantan penasihat pemerintah dalam hal obat-obatan terlarang. Bersama Independent Scientific Committee on Drugs, ia memulai penelitian tentang klasifikasi baru obat-obatan berbahaya dan terlarang. Melihat akibat buruk yang ditimbulkan, tim ini merekomendasikan agar alkohol masuk dalam katagori "A", bersama heroin dan kokain. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis Lancet ini, merekomendasikan pada pemerintah untuk meninjau ulang klasifikasi narkoba. Nutt dipecat tahun lalu oleh Menteri Dalam Negeri pada waktu itu, Alan Johnson, untuk menantang penolakan menteri untuk mengambil nasihat dari Dewan Penasehat pada Penyalahgunaan Narkoba, yang diketuainya. Komite ini menyarankan agar ganja tetap menjadi narkoba kelas "C" dan ekstasi diturunkan dari kelas "A", dengan alasan bahwa ini kurang berbahaya dibandingkan obat lain. Nutt mengklaim bukti ilmiah dibatalkan karena alasan politik. Nutt pernah menjadi pemberitaan tahun 2007, saat penelitian yang dilakukan menarik gelombang protes. Ia menyebut, alkohol dan rokok yang dijual bebas di Inggris saat itu lebih berbahaya ketimbang ganja.

Dalam pengkatagorian terbaru, ia menyebut sembilan bahan yang harus diwaspadai, karena merugikan individu "mulai dari risiko kematian hingga menurunnya fungsi mental dan kehilangan pertemanan". Ia memberi skor 100 untuk yang paling berbahaya dan 0 untuk yang aman. Dari semuanya, alkohol menduduki peringkat tertinggi, yaitu 72 , diikuti heroin 55 dan kokain 54. Bahan lainnya adalah crystal meth (33), tembakau (26), amphetamine (23), ganja (20), GHB (18), benzodiazepines (15), ketamine (15), methadone (13), butane (10), qat (9), ekstasi (9), anabolic steroids (9), LSD (7), buprenorphine (6), and magic mushrooms (5). Nutt menyatakan pada Guardian bahwa klasifikasi narkoba harus diubah secara radikal. Don Shenker, pimpinan LSM Alcohol Concern, menyatakan pemerintah harus memertimbangkan hasil studi. Penyalahgunaan alkohol telah diperburuk dalam beberapa tahun terakhir oleh kebijakan harga yang murah serta tanpa regulasi. "Pemerintah sekarang harus segera memastikan alkohol dibuat kurang terjangkau dan berinvestasi dalam layanan pencegahan dan pengobatan untuk menangani meningkatnya ketergantungan alkohol yang telah terjadi," ujarnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: A l k o h o l   Tue Sep 04, 2012 10:36 am

10 ALASAN KENAPA MINUMAN ALKOHOL HARUS DIJAUHI
Jumat, 22/10/2010 13:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Alkohol bisa berasal dari mana saja, tapi yang paling populer terdapat dalam minuman anggur, bir atau minuman keras lainnya. Ada 10 alasan kenapa minuman alkohol memang harus dijauhi. Minuman alkohol memang bisa bagus untuk kesehatan misalnya menghangatkan tubuh di udara yang dingin. Tapi yang banyak terjadi alkohol dikonsumsi secara berlebihan hingga manfaatnya hilang. Tidak peduli berapa pun usia seseorang, alkohol bisa menimbulkan dampak yang serius terhadap kesehatan dan dirinya sendiri. Dikutip dari Livestrong, Jumat (22/10/2010) ada 10 alasan kenapa minuman alkohol layak dijauhi, yaitu:

Kecanduan
Kecanduan adalah salah satu efek yang paling terlihat jika seseorang menggunakan alkohol dalam jangka waktu panjang. Hal ini berarti seseorang harus minum lebih banyak sebelum mabuk atau agar bisa merasa lebih rileks.

Gejala penarikan (withdrawal)
Seseorang akan mengalami gejala penarikan (withdrawal) ketika mencoba untuk berhenti minum secara tiba-tiba atau saat bangun keesokan harinya. Gejala ini termasuk merasa cemas, mual, muntah, mudah marah, kehilangan nafsu makan dan perasaan gemetar.

Penyakit hati
Menurut University of Maryland Medical Center penggunaan alkohol bisa menyebabkan penyakit hati kronis, seperti fatty liver (lebih dari 90 persen pengguna alkohol), serta hepatitis alkoholik dan sirosis alkohol yang bisa mengakibatkan kegagalan hati.

Mengakibatkan kecelakaan
Alkohol akan mengganggu kemampuan seseorang mengemudi dan memperlambat proses berpikir. Gabungan kondisi ini menjadi penyebab seseorang mengalami kecelakaan setelah minum alkohol.

Perilaku berbahaya
Alkohol bisa mengurangi kemampuan inhibisi alami seseorang, sehingga orang yang mabuk seringkali melakukan hal-hal berbahaya tanpa disadarinya seperti berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau menyeberang jalan sembarangan.

Efek negatif terhadap suatu hubungan
Mengonsumsi alkohol tidak hanya berefek terhadap diri sendiri, tapi juga orang-orang disekitarnya seperti anak-anak. Karenanya kekerasan rumah tangga seringkali terjadi pada orang yang menyalahgunakan alkohol dan anak-anak mungkin menderita trauma jangka panjang akibat kebiasaan minum orangtuanya tersebut.

Depresi
Dalam jangka pendek alkohol bisa memberikan efek rileksasi, tapi tanpa disadari alkohol justru memberikan kontribusi terhadap perkembangan depresi. Sekitar 40 persen peminum berat menunjukkan tanda-tanda depresi.

Kehilangan pekerjaan
Semakin sering seseorang minum alkohol, maka semakin berkurang pemikirannya tentang tanggung jawab termasuk pekerjaan. Hal ini akan menurunkan produktivitas bekerja dan nantinya berujung pada pengangguran.

Memicu masalah hukum
Mengonsumsi alkohol bisa memicu terjadinya masalah hukum, seperti ditangkap akibat perilaku tidak tertib atau mengemudi dibawah pengaruh alkohol.

Mengabaikan kebersihan diri sendiri
Seseorang yang mengonsumsi alkohol lama kelamaan akan mengabaikan kebersihan dirinya sendiri, seperti memakai baju yang sama berulang-ulang, jarang mandi atau lupa menyikat gigi. Karena yang ada di dalam pikiran orang tersebut hanyalah alkohol dan berhenti memikirkan hal lainnya.
Back to top Go down
 
A l k o h o l
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 9Go to page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: