Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bayi Tabung

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 18 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:48 pm

3X MENCOBA BAYI TABUNG SELALU GAGAL
Selasa, 4 Desember 2012 | 10:06 WIB Kompas.com
TANYA:
Saya sudah tiga kali melakukan program bayi tabung tetapi gagal semua. Yang ketiga ketika mau mengambil embrio susah diambil sehingga tidak diteruskan karena takut menyakiti saya. Tetapi saya tidak pantang menyerah dan mau melanjutkan program bayi tabung lagi. Menurut dokter kali ini saya harus operasi lewat laparoskopi operasi lewat perut untuk mengambil embrio yang masih ada di rahim. Yang ingin saya tanyakan apa penyebab rumitnya proses bayi tabung ini dok. Lisnawati, 37

JAWAB:
Ibu lisnawati Yth, maaf kurang jelas informasinya tentang sulitnya mengambil embrio. Mungkin sulit untuk mengambil folikelnya dari ovarium ( indung telur). Karena kalau untuk ambil embrio di dalam rahim, artinya sudah ada kehamilan dan itu bisa dilakukan dengan kuretase, tidak perlu laparoskopi. Kemungkinan besar adalah kesulitan saat mengambil folikel (ovum pick up) , sehingga laparoskopi diperlukan untuk menilai organ ginekologi interna dan kalau ada kelainan sekaligus diperbaiki, dengan tujuan untuk mempermudah proses bayi tabung. Jadi menurut saya, ibu bisa menjalankan bayi tabung lagi dengan laparoskopi sebelumnya. Tapi yang lebih penting adalah memperbaiki pola hidup, mulai dari mengatur diet, olah raga, aktivitas dan istirahat. Mohon kiranya ibu dan suami mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk program hamil, karena yang lebih canggih dari bayi tabung tidak ada lagi. Tapi saya yakin diatas ilmu dan teknologi masih ada Tuhan. Kita usaha terus dan berserah diri. Amin.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:40 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:52 pm

TEKNOLOGI MUTAKHIR BAYI TABUNG
Jum'at, 16 November 2012 Seputar Indonesia
Bagi pasutri yang memiliki masalah dengan kesuburan, bayi tabung kini bisa menjadi alternatifnya. Teknologi bayi tabung ini pun terus berkembang. Yang paling baru adalah extended culture to blastocyst. Program bayi tabung kini dilengkapi dengan sejumlah teknologi mutakhir untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Solusi paling ampuh untuk mendapatkan anak bagi pasutri yang memiliki gangguan kesuburan. Perkembangan program kesuburan profesional di Indonesia semakin berkembang pesat. Kesulitan mendapatkan keturunan, tak lagi menjadi kebuntuan bagi pasutri cerdas di Tanah Air.Dengan bayi tabung atau disebut juga in vitro fertilization (IVF),telah banyak contoh sukses mendapatkan buah hati dengan mengikuti program ini. Meski begitu,harus diakui, tindakan ini sering kali menuai banyak risiko dan kegagalan. Karena itu,pentingnya penerapan teknologi canggih yang dapat menyempurnakan program tersebut serta meningkatkan keberhasilan pengobatan. Adapun yang paling baru adalah extended culture to blastocyst. Dengan teknik ini, embrio yang ditanamkan adalah yang sudah berumur lima hari,dua hari lebih lama dari program bayi tabung standar. Penambahan waktu ini mempermudah memilih embrio yang lebih sehat dan matang sehingga akhirnya memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih tinggi.Proses ini juga dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi jumlah embrio yang dimasukkan ke dalam rahim ibu dengan tujuan akhir mendapatkan bayi yang sehat.

“Dengan mentransfer embrio single,maka dapat mengurangi jumlah kehamilan multipleyang nantinya menimbulkan beragam risiko seperti bayi lahir prematur,”tutur Prof Arief Boediono PhD,Direktur Laboratorium Embriologi Klinik Morula IVF Jakarta saat temu media di Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta,Menteng,31 Oktober lalu. Arief mengatakan,embrio yang masih bagus,namun tidak digunakan,dapat langsung dibekukan (kriopreservasi) di sebuah inkubator dengan suhu minus 109 derajat Celsius. Proses yang disebut frozen embryo transfer yang relatif baru ini memungkinkan pasutri yang berniat hamil lagi pada masa mendatang tanpa melakukan prosedur dari awal. “Jika disimpan dengan baik,embrio dapat bertahan selamanya karena metabolisme selnya berhenti,tetapi tidak mati,”sebutnya.Tingkat viabilitas atau kemungkinan hamil dengan metode ini melalui sistem slow freezing sekitar 68,97%,sedangkan dengan vitrificationbisa mencapai 89,44%. Teknologi mutakhir lain dalam proses bayi tabung adalah assisted hatchingyang juga telah banyak diterapkan di negara Asia lain,seperti Jepang. Teknik ini merupakan pelepasan cangkang atau membran embrio yang menyerupai gel yang disebut dengan zona pellucida.Membran ini keras dan tebal serta bisa mengganggu proses implan embrio di dalam rahim. Dokter akan menusuk dan membuat lubang kecil sebelum embrio tersebut ditransfer untuk membantu proses penetasan.“Pelepasan cangkang ini sangat membantu meningkatkan proses implantasi, terutama pada pasangan yang menggunakan embrio beku. Tingkat keberhasilan hamilnya bisa dua sampai tiga kali lipat,atau sekitar 49%,” sebut Arief.

Bagi pasutri yang mengalami masalah kesuburan karena faktor suami,Arief menuturkan, saat ini sudah ada metode terbaru intracytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI).Berbeda dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI),yaitu penyuntikan sperma langsung ke sel telur yang sudah banyak dilakukan di tempat lain. Dengan IMSI,pemilihan sperma dapat dilakukan dengan lebih spesifik,yaitu melalui analisis parameter dan morfologi atau bentuk sperma yang paling baik sehingga menghindari pemilihan sperma dengan kualitas buruk yang tidak terlihat dengan metode ICSI konvensional. “IMSI dapat meningkatkan dua kali lipat angka fertilisasi,implantasi, dan kehamilan bagi pasien dengan penyebab yang tidak jelas (un-explained infertility),”katanya. Sementara itu,CEO Morula IVF Indonesia dr Ivan Sini SpOG menuturkan,Morula IVF sebagai bagian dari grup Bundamedik Healthcare System terus melakukan terobosan inovatif.Kemajuan teknologi yang begitu pesat membantu klinik yang berada di Jakarta, Margonda,Depok, Surabaya dan Padang ini dapat mengurangi risiko kegagalan dan mempersiapkan program seoptimal mungkin dengan melihat variasi pasien yang beragam. Menurut dia,saat ini diperkirakan sekitar 4 juta pasutri mengalami gangguan infertilitas. Namun, yang memilih untuk mengikuti program bayi tabung masih sedikit.Data 2010 menunjukkan,baru terdapat 1.700 siklus program bayi tabung di Indonesia.

Sementara di Malaysia sudah mencapai 3.000,Singapura 2.500,Thailand 4.000,dan Vietnam 6.000 siklus. Namun,menurut Ivan, dalam lima tahun terakhir, perkembangan program ini meningkat pesat.“Sekitar 2005-2006 sudah ada 50-60 pasien per tahun,sedangkan tahun ini sudah hampir 600 pasien.Dalam sehari,kami bisa menangani sampai tujuh kali pengambilan sel telur untuk program ini,”ujarnya. Ivan mengakui permasalahan biaya yang relatif tinggi,ratarata Rp45 juta-Rp70 juta per satu siklus,menjadi salah satu kendala. Padahal,jika dilihat dari tingkat keberhasilan kehamilan yang sudah mencapai 40%, sama dengan negara-negara di dunia,sebenarnya program ini tidak terlalu membebani pasutri.“ Biaya itu menyangkut dua hal,teknologi dan obatobatan. Mungkin angkanya relatif mahal.Berdasarkan survei,gaji pasutri di Indonesia jika diakumulasi kan antara Rp5 juta-Rp10 juta per bulan.Kalau mereka bisa saving20% tiap bulan selama dua tahun,program ini masih terjangkau,”katanya. Morula IVF merupakan salah satu klinik dengan siklus program bayi tabung terbesar di Jakarta dengan jumlah mencapai 600 siklus program bayi tabung per tahun.Pasiennya kini tidak hanya dari dalam negeri,juga dari luar negeri seperti Amerika, Belanda,Jepang,dan China. ● rendra hanggara


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:42 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:56 pm

KESEHATAN ANAK DARI PROSES BAYI TABUNG
Anak muda yang terlahir melalui proses bayi tabung memiliki ketahanan fisik yang hampir sama dengan bayi biasa, namun bayi tabung kelak cenderung memiliki masalah psikologi lebih besar. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal The Fertility and Sterility ini merupakan tindak lanjut penelitian generasi pertama anak anak Amerika Serikat ( AS ) yang dikandung melalui bayi tabung. Semua bayi lahir antara tahun 1981-1990 melalui program bayi tabung di Eastern Virginia Medical School, AS. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa tahap tahap awal perkembangan embryo manusia dalam rahim dapat mempengaruhi resiko dari berbagai kondisi kesehatan kronis di kemudian hari. Karena itu, secara teoritis bayi tabung lebih berresiko menderita berbagai penyakit. Selain itu, bayi tabung kebanyakan lahir kembar, yang berarti lebih besar kemungkinan kelahiran secara prematur dan berat lahir rendah. Hal ini bisa jadi berdampak negatif pada perkembangan bayi tersebut di usia dewasanya. Namun, dalam penelitian mereka, orang dewasa muda yang dilahirkan melalui proses bayi tabung umumnya sehat dan menyesuaikan diri dengan baik, bahkan kadang kadang lebih baik ketahanan tubuhnya dari anak AS umumnya dalam menghadapi faktor resiko penyakit fisik yang kronis. Mereka umumnya lebih kecil kemungkinannya untuk merokok dan lebih senang olah raga daripada orang dewasa AS lainnya direntang usia mereka. Namun, kondisi psikologis mereka masih mengkhawatirkan, terutama menjadi anak yang hiperaktif ( ADHD = Attention Defisit Hyperactivity Disorder ), suka minum minuman keras, serta kemungkinan mengalami depresi. Diketahui, persentase partisipan yang mengatakan mereka pernah di diagnosis dengan ADHD lebih tingga dari normal sekitar 27%, dibandingkan dengan perkiraan pervalensi ADHD diantara anak anak AS yang mencapai 3-5%. Tingkat depresi juga tampak tinggi, dengan hampir 16% mereka yang pernah di diagnosis dengan gangguan ini. Hampir 55% wanita muda yang dikandung secara bayi tabung dilaporkan menjadi pecandu minuman keras dibandingkan dengan 36% wanita muda AS umumnya. Definisi pecandu minuman keras yaitu mereka yang menenggak 5 gelas atau lebih minuman beralkohol dalam waktu 2 jam.

Sumber: Seputar Indonesia Rabu 10 Maret 2010
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:58 pm

KROMOSOM CALON BAYI TABUNG DITAPIS AGAR EMBRIO SEHAT
Senin, 9 Juli 2012 | 09:09 WIB
Selangor, Kompas - Penapisan kromosom embrio calon bayi tabung melalui metode hibridisasi genomik komparatif atau CGH sebelum menanamkan embrio ke rahim dapat mendeteksi kelainan kromosom dan penyakit bawaan. Metode ini diterapkan agar embrio hasil bayi tabung benar-benar sehat. Hal itu disampaikan Ketua Pusat Kesuburan Tropicana Medical Center (TMC) Surinder Singh saat merayakan keberhasilan bayi tabung ke-3.000 oleh TMC, di Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, Sabtu (7/7). Surinder mengatakan, metode CGH merupakan bagian dari diagnosis genetik sebelum implantasi (PGD) terhadap embrio. ”Satu per satu kromosom akan diperiksa sehingga jika ditemukan ada kromosom yang abnormal bisa segera diketahui. Ini dilakukan untuk memastikan embrio yang ditanam dalam rahim benar-benar sehat,” tutur Surinderm seperti dilaporkan wartawan Kompas Adhitya Ramadhan dari Selangor, Malaysia.

Sementara itu, CEO TMC Erica Lam mengatakan, fasilitas yang lengkap dan mutakhir, tenaga spesialis yang andal, serta riset dan pengembangan yang terus- menerus membuat TMC menjadi rumah sakit dengan angka keberhasilan bayi tabung yang tinggi. Angka keberhasilan bayi tabung yang dicapai TMC di tahun 2011, misalnya, mencapai 59,1 persen. Angka keberhasilan ini sebanding dengan klinik kesuburan kelas dunia lainnya.

Erica menyampaikan, dalam sebulan, pasien bayi tabung di TMC sekitar 80 pasangan yang mayoritas berusia 35 tahun ke atas. Dari jumlah itu, pasien dari Indonesia sekitar 30 pasangan. Surinder menambahkan, sekitar 30 persen bayi tabung yang dihasilkan di TMC adalah kembar. Sebab, dalam satu siklus, dokter menanamkan 2-3 embrio ke dalam rahim. Ini untuk mengantisipasi kegagalan. ”Pada dasarnya, semua keputusan pasien yang menentukan. Dokter hanya menyampaikan berbagai kemungkinan saja,” ujarnya. Surinder, yang juga Presiden Masyarakat Malaysia Bantuan Teknologi Reproduksi (MSART), menuturkan, tidak ada data pasti jumlah bayi tabung di Malaysia. Hanya saja, ia memperkirakan sekitar 2.000 siklus bayi tabung dengan kehamilan 700-800 kehamilan setahun di Malaysia.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 1:18 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:59 pm

INI RISIKONYA MEMBIARKAN SPERMA JELEK MEMBUAHI SEL TELUR
Putro Agus Harnowo - detikHealth Minggu, 08/07/2012 13:57 WIB
Jakarta, Banyak pasangan kurang beruntung yang sangat terobsesi memiliki keturunan dan bersedia melakukan apa saja agar dapat mewujudkan keinginannya. Salah cara yang ditempuh adalah dengan prosedur bayi tabung. Pada pasangan yang sudah berumur di mana sperma sang pria sudah tak lagi berkualitas, akibatnya bisa mengkhawatirkan. Dalam metode pembuahan bayi tabung ada teknik yang disebut ICSI atau Intra-cytoplasmic sperm injection, yaitu metode pembuahan bayi tabung dengan cara menyuntikkan satu sel sperma ke dalam sel telur. Teknik satu sperma sering dilakukan jika si pria memiliki jumlah sperma yang rendah, banyak sperma yang abnormal, atau dalam kasus ekstrem, tidak memiliki sperma sama sekali. Segala kondisi ini menyebabkan sperma memiliki kemungkinan yang sangat kecil dapat menghasilkan pembuahan. "Banyak orang berpendapat, tentunya satu sperma pun kualitasnya sama baik dengan yang lain. Itu salah. Sperma yang pertama sampai ke sel telur sebelum seluruh sperma lainnya adalah sperma yang paling unggul, lebih cepat, lebih kuat, lebih dari yang lain," kata dr Miriam Stoppard, pakar kesehatan keluarga terkemuka dari London seperti dilansir Daily Mirror, Minggu (8/7/2012)). Menurut dr Stoppard, perjalanan berbahaya untuk membuahi sel telur berguna untuk memastikan bahwa hanya sperma yang terkuatlah yang keluar sebagai pemenang. Namun dengan metode bayi tabung, hal ini tidak terjadi. Sperma yang digunakan belum diuji lewat metode apapun dan bisa jadi kurang berkualitas. Dalam prosedur ini, telur ditempatkan di bawah mikroskop kemudian disuntikkan dengan satu sperma dari pasangan pria. Jika sel telur telah dibuahi, hasil pembuahan ditempatkan di dalam rahim wanita agar siap untuk implantasi. Proses ini dikenal dengan 'transfer embrio'. "Para dokter dan ilmuwan selalu khawatir dengan kondisi fisik bayi yang dihasilkan dengan metode satu sperma ini. Beberapa penelitian baru-baru ini menegaskan bahwa ketakutan tersebut benar adanya. Data menunjukkan adanya kenaikan risiko cacat lahir yang signifikan," kata dr Stoppard. Para peneliti di University of Adelaide di Australia Selatan melakukan penelitian ilmiah yang besar untuk mencari jawaban atas kekhawatiran ini. Hasil temuan dari analisis terhadap 300.000 lebih kelahiran menunjukkan bahwa tingkat cacat lahir pada metode satu sperma adalah 1 dari 10 kelahiran. Jumlah tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan kelahiran tanpa bantuan, di mana tingkat kecacatannya sekitar 6 dari 100 kelahiran. Temuan ini juga menegaskan bahwa bukan metodenya yang menyebabkan cacat pada bayi, melainkan sperma yang digunakan telah rusak dan kurang berkualitas. Kualitas sperma yang rendah juga dicurigai menyebabkan anak yang lahir mengidap autis, namun belum banyak penelitian yang mengkonfirmasi hal ini. Selain karena usia, sperma juga bisa menurun kualitasnya karena gaya hidup seperti merokok dan banyak makan makanan beremak, juga karena testis banyak terpapar panas.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 1:20 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:59 pm

TES KROMOSOM PASTIKAN BAYI LAHIR SEHAT
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 27 Oktober 2010 | 14:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap calon ibu tentu menginginkan anak yang dilahirkannya sehat tanpa adanya cacat lahir. Untuk mewujudkan impian tersebut, para ilmuwan berhasil mengembangkan cara deteksi embrio yang normal dalam teknik bayi tabung sehingga hanya sel telur yang sehat yang akan diimplan kembali ke dalam lahir. Dengan demikian, bayi yang dilahirkan dipastikan sehat. Pendeteksi kromosom embrio ini disebut chromosome aneuploidy screening yang secara akurat mampu mendeteksi ketidaknormalan kromosom pada embrio. Dengan screening terbaru ini, sel yang memiliki kromosom abnormal, yang salah satunya mengakibatkan down syndrome, akan disingkirkan dan hanya embrio yang sehat yang terpilih. Dalam teknik bayi tabung, normalnya 24 sel telur akan diambil dari ovarium untuk dibuahi sel sperma suami di laboratorium. Dokter akan melihat bentuk dan ukuran embrio yang terbentuk, kemudian memilih embrio yang dianggap paling sehat untuk diimplan kembali ke dalam rahim. Sayangnya, metode tersebut sering kali kurang akurat dalam memilih embrio. Persoalan lainnya adalah dokter sering kali mengimplan dua atau lebih embrio untuk meningkatkan peluang kehamilan. Akibatnya, sering terjadi kehamilan kembar, di mana hal ini juga berisiko terhadap janin dan calon ibu. Lewat teknik pemeriksaan kromosom terbaru ini, dokter akan mengambil contoh embrio yang sudah berusia lima hari dan memeriksa setiap pasang kromosom yang semuanya berjumlah 23 pasang. Nantinya, hanya embrio yang paling sehat yang dipilih dan implan ke dalam rahim. Dalam penelitian uji coba, 80 persen wanita peserta program bayi tabung (in vitro fertilization) yang melakukan screening kromosom ini berhasil melahirkan anak. Kesuksesan ini melebihi angka rata-rata keberhasilan bayi tabung yang hanya 20-30 persen. Selain memastikan embrio yang sehat, metode screening ini juga akan memberikan celah kepada wanita berusia 40-an yang sering kesulitan untuk hamil ataupun mengalami keguguran.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 1:27 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 9:00 pm

EFEK SAMPING OBAT PERANGSANG SEL TELUR
Lusia Kus Anna | Senin, 4 Juli 2011 | 16:30 WIB
Kompas.com- Stimulasi berlebihan dengan obat-obatan an yang dipakai untuk meningkatkan produksi sel telur dalam proses bayi tabung (in vitro Fertilization/IVF) ternyata bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan down syndrome. Dalam proses bayi tabung, produksi sel telur perlu ditingkatkan karena diperlukan lebih dari satu sel telur untuk memperoleh embrio. Perangsangan ini dilakukan dengan obat-obatan hormon. Perangsangan yang berlebihan untuk produksi sel dikhawatirkan bisa berakibat fatal, terutama pada sel telur. Pada calon ibu yang berusia di atas 35 tahun, menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, obat perangsang produksi sel telur itu bisa memicu sel telur dengan kelainan kromosom sehingga menyebabkan bayi menderita down syndrome. Dalam penelitian yang dipimpin oleh Profesor Alan Handyside, direktur The London Bridge Fertility, Gynaecology dan Genetics Centre, para pakar internasional menggunakan cara baru untuk skrining. Dengan metode ini dianalisa 100 sel telur dengan kromosom abnormal dari 34 pasangan yang melakukan bayi tabung. Usia rata-rata pasangan itu adalah 40 tahun. Hasil analisa menemukan stimulasi sel telur mengganggu proses duplikasi kromosom yang disebut meiosis. Hal ini menyebabkan kromosom menjadi abnormal sehingga setelah dibuahi oleh sel sperma membelah menjadi 23 pasang. Akan tetapi para ahli menegaskan bahwa ini merupakan penelitian awal. Dari penelitian ini diharapkan tercipta strategi baru mengurangi kromosom error pada prosedur IVF.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 1:28 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 9:01 pm

TEHNIK PENANAMAN EMBRIO TUNGGAL AMAN DILAKUKAN
Selasa, 22/12/2009 12:55 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
London, Teknik menanam embrio tunggal (pre-implantation genetic diagnosis (PGD) pada kehamilan tunggal selama ini diduga lebih berisiko dibanding teknik bayi tabung (IVF). Namun peneliti Belgia menemukan risiko kematin anak yang dilahirkan melalui teknik PGD sama dengan risiko pada kelahiran melalui IVF. Kekhawatiran bahwa teknik penyaringan PGD teknik, yang menghapus beberapa sel-sel embrio pada tahap awal dapat menyebabkan masalah, ternyata tidak terbukti. Peneliti dari Belgia menganalisis 581 anak-anak yang lahir di salah satu pusat kota Belgia selama lebih dari 13 tahun. Anak-anak tersebut dalam proses kehamilannya menggunakan teknik PGD. Didapatkan tingkat cacat lahir dan kematian hampir sama antara anak yang lahir dengan teknik PGD ataupun menggunakan teknik IVF (bayi tabung).

Peneliti mengungkapkan dalam Journal Human Reproduction, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam tingkat cacat lahir jika membandingkan 2.889 anak yang lahir menggunakan IVF tapi tidak melakukan pemeriksaan PGD. Secara total sebanyak 2,13 persen anak yang lahir dari PGD mengalami cacat lahir dibandingkan dengan 3,38 persen anak dengan teknik IVF, serta tingkat kematian antara kedua kelompok sama besar yaitu lebih dari 1 persen pada kehamilan tunggal. Tapi pada kehamilan kembar terdapat perbedaan yang signifikan, pada kelompok PGD sebesar 11,73 persen sedangkan kelompok yang tidak hanya 2,54 persen.

"Saat ini kita tidak memiliki penjelasan mengapa angka kematian perinatal untuk beberapa kehamilan harus jauh lebih tinggi pada anak-anak PGD. Karenanya kita harus hati-hati dalam menarik kesimpulan," ujar Profesor Inge Liebaers, kepala pusat genetika medis di University Hospital Brussels, seperti dikutip dari BBC, Selasa (22/12/2009). "Jika dilakukan oleh orang yang berpengalaman, maka penghapusan satu atau lebih blastomer tidak akan mengakibatkan peningkatan cacat lahir. Apapun kontroversi mengenai efisiensi PGD dalam meningkatkan angka kehamilan, pasien tetap harus diberitahu bahwa PGD adalah proses yang aman," ujar Profesor Joe Leigh Simpson dari Florida International University.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 1:27 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 9:02 pm

PELUANG HAMIL ALAMI MESKI PROGRAM IVF GAGAL
Penulis : Felicitas Harmandini | Senin, 7 Mei 2012 | 17:35 WIB
KOMPAS.com - Prosedur In Vitro Fertilization, atau bayi tabung, menjadi salah satu solusi untuk pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Peluang keberhasilan prosedur ini memang tidak 100 persen. Artinya, kehamilan yang diharapkan mungkin saja tidak berhasil meskipun pasangan sudah melakukan persiapan yang matang. Meski begitu, penelitian terbaru dari INSERM, institut riset medis dari Perancis, mengungkapkan, kegagalan menjalani program bayi tabung masih memungkinkan pasangan untuk hamil secara alami sesudahnya. Hal ini dialami oleh pasangan yang sudah memiliki anak melalui program IVF sebelumnya, atau pasangan yang mendapatkan anak pertamanya secara natural setelah sebelumnya mengalami kegagalan dalam program IVF. "Kebanyakan pasangan infertil mengira mereka tidak mampu hamil secara spontan, namun studi kami menunjukkan bahwa hal ini tetap mungkin," tutur Dr Penelope Troude dari INSERM. "Riset kami memberikan harapan bagi pasangan yang sebelumnya tidak sukses dengan program IVF." Dalam penelitian mereka, banyak pasangan yang masih dalam daftar tunggu perawatan IVF ternyata malah membatalkan program tersebut karena sudah berhasil hamil tanpa menjalani program. Inilah yang disebut dokter sebagai kehamilan spontan.

Troude dan timnya menganalisa pengalaman 2.100 pasangan yang mulai menjalani perawatan kesuburan di Perancis pada awal 2000-an. Sekitar 1.300 pasangan akhirnya berhasil hamil dengan bantuan program bayi tabung. Delapan sampai 10 tahun kemudian, para pasangan diminta melaporkan kembali apakah mereka sudah memiliki anak setelah menjalani perawatan tersebut. Di antara pasangan yang program bayi tabungnya berhasil, 17 persen di antaranya kembali mempunyai anak tanpa bantuan program ini. Lalu 24 persen pasangan yang sebelumnya gagal dengan programnya, ternyata mengalami kehamilan spontan. "Perlu dipikirkan bahwa mengalami ketidaksuburan tidak berarti tak punya peluang untuk hamil, hanya saja peluangnya rendah atau sangat rendah," ujar Troude.

Kecenderungan ini sebenarnya dipengaruhi oleh perilaku pasangan. Pasangan yang sukses sudah mempunyai anak biasanya lalu menggunakan alat kontrasepsi. Pria dan wanita yang usianya lebih muda memiliki peluang lebih besar untuk hamil secara alami, begitu pula pasangan yang penyebab ketidaksuburannya tidak diketahui, demikian menurut Dr Johannes Evers, profesor kandungan dan kebidanan dari Maastricht University Medical Center di Belanda. Contohnya, di antara wanita di bawah 35 tahun dengan masalah ketidaksuburan yang tidak jelas, 45 persennya berhasil hamil setelah gagal menjalani IVF. Ketidaksuburan bisa disebabkan oleh masalah hormonal atau jumlah sperma yang rendah, namun penyebab tersebut tidak ditemukan pada 12-13 persen pasangan yang disurvei. Penyebab infertilitas yang tidak diketahui merupakan tanda bahwa pasangan masih punya peluang untuk hamil secara alami, dibandingkan dengan mereka yang punya alasan yang jelas mengapa sulit hamil. Seperti Anda ketahui, program bayi tabung membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan umumnya tidak ditanggung oleh asuransi. Namun penemuan ini akan memberi harapan bagi para pasangan, bahwa kegagalan program bayi tabung tidak berarti akhir dari segalanya. Terutama, jika penyebab kesulitan Anda untuk hamil tidak diketahui.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 1:28 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 9:03 pm

INSEMINASI
Merupakan salah satu cara pengobatan konvensional untuk mengatasi masalah ke tidaksuburan.
Inseminasi adalah suatu proses membantu masuknya sperma suami ke dalam rahim istri pada sekitar masa subur, setelah sperma diproses / washing terlebih dahulu. Keberhasilan kehamilan dengan inseminasi intra uterin berkisar antara 10-20%, tergantung dari indikasi, usia pasien, faktor sperma, cara pemicuan ovulasi dan frekuensi inseminasi. Perlu diketahui bahwa inseminasi memiliki keterbatasan dan syarat syarat yang harus dipenuhi agar memberi hasil yang baik. Oleh karena itu, jika inseminasi sudah dilakukan dengan cara cara yang baik dan benar, dan sudah diulang sebanyak 3x tapi belum juga berhasil hamil, maka tidak ada gunanya untuk mencoba lagi dan sebaiknya segera pindah ke program bayi tabung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kehamilan tertinggi justru diperoleh pada inseminasi siklus I ( 21,4% ), dan mulai menurun secara bermakna pada siklus II ( 11,5% ) dan siklus ke III ( 8,2% ). Banyak peneliti merekomendasikan 3 siklus inseminasi adalah optimal, jika belum berhasil maka tidak akan ada gunanya untuk meneruskan ke siklus ke IV dan seterusnya karena hanya akan membuang waktu dan biaya serta menimbulkan rasa frustrasi pada pasien.

Sumber: dr. Indra Nurzam Chalik Anwar SpOG / BUNGA RAMPAI MASALAH KESEHATAN Iluni FK 1983
Back to top Go down
 
Bayi Tabung
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 32Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 18 ... 32  Next
 Similar topics
-
» Nama Bayi Islami Untuk Perempuan
» obat campak bagi anak bayi
» adab menyambut kelahiran bayi
» Nama bayi Islami untuk Laki-Laki
» BLOG REPORT: "Little hands" (Down's syndrome)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: