Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bayi Tabung

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 16 ... 28, 29, 30, 31, 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Oct 09, 2013 11:19 am

PERJALANAN SPERMA MULAI DARI VAGINA HINGGA BERTEMU SEL TELUR
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth - Rabu, 09/10/2013 14:32 WIB
Jakarta, Saat penis melakukan penetrasi dan ejakulasi di dalam vagina, jutaan sperma tersembur. Selanjutnya sperma akan melakukan perjalanan panjang untuk melakukan pembuahan. Nah, bagaimana perjalanan sperma mulai dari vagina hingga bertemu sel telur? "Sperma didistribusikan ke vagina lalu dia bergerak ke atas, ke mulut rahim dan masuk ke kandungan. Lalu saat si wanita sedang masa subur, sel telur yang dilepaskan dari indung telur ditangkap oleh saluran telur," tutur dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (9/10/2013). Lalu sel telur ini akan bertemu sperma yang naik ke saluran telur. Setelah sperma mempenetrasi sel telur, terjadilah pembuahan. Sperma ada di kandungan dalam waktu tiga sampai empat hari, kemudian akan menempel di rahim. Selanjutnya proses perkembangan janin pun dimulai. Sementara itu menurut dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, spesialis andrologi RS Fatmawati, ovum atau sel telur bisa dibuahi sperma kalau dikerumuni minimal 200.000 ekor. Itu makanya jumlah sperma normalnya harus banyak. Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, standar jumlah sperma aktif dalam kondisi normal adalah di atas 20 juta sperma per milliliter. "Kenapa demikian (harus banyak)? karena telurnya ini tebal sekali, karena kepala sperma ini ada enzimnya yang bisa melemahkan dinding telur itu, lalu satu sperma bisa masuk. Sehingga satu sperma ini masuk harus diantar teman-temannya. Kalau sudah dibuahi telur ini tetap berjalan sampai akhirnya ia tertanam di rahim," tutur dr Nugroho.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 1:43 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Oct 09, 2013 11:21 am

SPERMA ANDA TERMASUK SEHAT ATAU TIDAK?
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth - Rabu, 09/10/2013 08:59 WIB
Jakarta, Sebagai pria, kesehatan sistem reproduksi tentu menjadi hal yang patut diperhatikan, termasuk sperma. Sebagai zat yang paling berpengaruh terhadap sistem reproduksi pria, hendaknya kesehatan sperma harus selalu dijaga. Lantas sperma seperti apakah yang dikatakan sehat oleh dokter? "Sperma sehat ciri-cirinya kepalanya lonjong, memiliki akrosom (enzim yang bertugas meleburkan dinding pelindung sel telur agar bisa ditembus sperma) normal, lehernya tidak ada sitoplasma, dan ekornya juga tidak patah, itu normal," ungkap dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (9/10/2013). Selain itu, dilihat dari sisi pergerakan sperma yang sehat menurut dr Johannes bergeraknya maju ke depan, dengan jumlah standar menurut World Health Organization (WHO) yaitu minimal 15 juta/ml. Dari sisi kekentalan, sperma sehat biasanya memiliki volume 20 cc. "Kalau kekentalan itu ada tesnya sendiri, diukur sepersekian detik dia sudah bisa putus. Dalam waktu minimal satu jam juga dia harus cair. Itu periksanya harus ke laboratorium," ujar dr Johannes. Untuk memeriksanya pun, pria harus puasa berhubungan intim minimal tiga sampai lima hari. Nah, waktu mengeluarkannya pun harus masturbasi dan tidak boleh pakai sabun karena nanti bisa membunuh sperma. Sperma tersebut kemudian ditampung dengan gelas yang bersih atau plastik khusus yang tidak membunuh sperma. Kondisi-kondisi sperma yang tak sehat dikatakan oleh dr Johannes adalah olegozospermia (jika jumlah sperma kurang dari standar WHO); aspenozoospermia (jika gerakan sperma tidak normal); terapozoospermia (jika bentuknya yang tidak normal). Sependapat dengan dr Johannes, dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, spesialis andrologi RS Fatmawati, mengungkapkan pada detikHealth bahwa total sperma yang sehat adalah 39 juta/ml saat ejakulasi. Sedangkan untuk pergerakan, dr Nugroho juga setuju bahwa gerakan sperma yang sehat adalah yang maju. Mengapa? "Saat berhubungan intim, ketika spermanya tumpah di mulut rahim dia harus masuk ke rahim wanitanya dan mencari sel telur, makanya harus maju. Kenapa penting? Karena kalau sperma bentuknya enggak normal, sama mulut rahimnya dilarang masuk. Yang masuk hanya sperma yang normal dan bergerak maju," tutur dr Nugroho. Jika sperma sudah diperiksa dan dianggap sehat, namun istri belum juga hamil, maka bisa jadi penyebabnya bukan pada kesehatan sperma. Bisa saja hal tersebut muncul karena si pria tidak bisa mendeposit sperma ke alat reproduksi wanita, misalnya ejakulasi dini berat. Atau bisa juga karena hipospadia berat, sehingga sperma tidak dikeluarkan lewat depan penis, melainkan lewat samping.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 1:57 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Oct 09, 2013 11:22 am

UKURAN DAN GERAKAN SPERMA TAK SELALU SAMA PADA TIAP PRIA
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth - Rabu, 09/10/2013 08:00 WIB
Jakarta, Sperma merupakan 'senjata' yang dimiliki oleh semua kaum pria. Memiliki bentuk yang khas dengan kepala dan ekor, sperma nyatanya memiliki ukuran dan pergerakan yang berbeda-beda pada setiap pria. Menurut pendapat dokter, perbedaan ini wajar dan dapat berpengaruh pada kemampuannya membuahi sel telur. "Sperma setiap pria berbeda-beda, oleh karena itu World Health Organization (WHO) mengeluarkan standar minimal batasan dari parameter sperma. Pada tahun 2009, WHO mengeluarkan parameter minimum konsentrasi atau jumlah sperma yakni 20 juta/ml," ungkap dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (9/10/2013). Sementara untuk gerakan, menurut dr Johannes dulu sperma dibagi menjadi empat yaitu maju lurus, maju tapi tidak lurus, gerak di tempat, dan tidak bergerak. Standar mobilitas atau pergerakan untuk maju lurus dan maju tapi tidak lurus jumlahnya 50 persen. Morfologi atau bentuk sperma yang normal yaitu ekornya lurus, tidak boleh bengkok atau patah. Lehernya tidak boleh ada sisa sitoplasma dan kepalanya lonjong. "Namun kini semua standar sperma mengalami perubahan, termasuk jumlah dan gerakannya. Sekarang jumlah standarnya minimal 15 juta/ml dan gerakan yang sebelumnya dibagi menadi empat kini dibagi menjadi tiga. Tiga standar gerakan sperma tersebut antara lain progresif, non-progresif, dan tidak bergerak," tutur dr Johannes. Tak hanya itu, standar untuk bentuk sperma kini juga mengalami perubahan. Indikator sperma normal kini bertambah satu, yaitu adanya akrosom (enzim yang bertugas meleburkan dinding pelindung sel telur agar bisa ditembus sperma) pada bagian kepala sperma. Lantas apa yang bisa membuat sperma berubah bentuk atau ukuran? Menurut dr Johannes, bentuk sperma tidak berubah termasuk jika sang pria sedang stres. Yang bisa membuat bentuk dan ukuran sperma berubah adalah saat proses pembuatannya. Pembentukan sperma terjadi di testis, dengan bentuk kepala bulat lalu lama-lama jadi lonjong dan berekor. Jika sudah matang, dari testis sperma akan disimpan di epiodermis. Saat berhubungan intim dan berejakulasi, sperma didorong naik ke saluran sperma bersama dengan cairan (plasma sperma) yang dibuat oleh pevica seminalis dan prostat. Kemudian spermatozoa ini akan bergerak dan 'menumpuk' ke pangkal saluran kencing. Semakin lama dan semakin menumpuk, maka akan timbul tekanan tinggi, refleks klep membuka, dan sperma memancar keluar. "Ukuran tidak berpengaruh, misalnya panjang atau pendeknya ekor. Selama dia tidak putus ekornya dan bisa bergerak, ya enggak masalah karena pada dasarnya ekor itu seperti kipas dalam perahu yang berputar dan menggerakkan sperma. Kalau ekornya putus, dia tidak bisa bergerak sampai bertemu sel telur. Kalau kepalanya tidak punya akrosom juga berarti sperma tersebut tak bisa masuk ke sel telur," terang dr Johannes. Sementara menurut Dr Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, bisa saja ukuran dan sperma tiap pria berbeda. Menurutnya faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut antara lain usia, kebugaran jasmani si pria, dan risiko penyakit kronis. "Bisa saja semakin tua maka kualitas dan jumlah sperma pria berkurang. Untuk penyakit kronik misalnya pria tersebut memiliki penyakit diabetes, jantung koroner, atau hipertensi. Gaya hidup termasuk rutin olahraga juga mempengaruhi, jika usia pria sudah tua tapi dia masih aktif melakukan aktivitas sehari-hari, maka spermanya kualitas dan jumlahnya tak menurun," ungkap Dr Andri kepada detikHealth


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 1:58 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Oct 09, 2013 11:23 am

TINGGALKAN ROKOK DAN ALKOHOL JIKA TAK INGIN KUALITAS SPERMA MENURUN
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth - Rabu, 09/10/2013 10:02 WIB
Jakarta, Banyak hal yang dapat mempengaruhi kualitas sperma, termasuk di antaranya asupan nutrisi yang pria konsumsi setiap harinya. Selain itu, faktor lain seperti gaya hidup tak sehat juga memberi pengaruh negatif pada kualitas sperma. Jika ingin sperma sehat, perhatikan gaya hidup sehat Anda, ya. "Sampai saat ini tidak ada bukti yang cukup yang membuktikan makanan tertentu misalnya raspberi bisa bikin sperma kualitasnya bagus. Kalaupun ada paling hanya pakai sampel di mana bahan makanannya itu sedikit," ungkap ungkap dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (9/10/2013). Meskipun demikian, dr Johannes tetap menganjurkan bagi para pria untuk memilih makanan yang bergizi, termasuk buah, karena buah segar kaya akan antioksidan dan baik untuk melindungi sperma dari kerusakan. Sementara yang sebaiknya dihindari oleh pria adalah minuman beralkohol. "Yang sudah pasti tidak baik untuk sperma adalah alkohol, begitu juga kebiasaan merokok. Dua hal ini mengandung radikal bebas yang bisa merusak sperma dan membuat fungsinya mengalami penurunan. Alkohol juga bisa menghasilkan racun ke liver dan livernya jadi tak sehat. Pada akhirnya, produksi protein sexual hormone binding globulin (SHBG) meningkat," tutur dr Johannes. Peningkatan SHBG ini menurut dr Johannes akan mengikat hormon testosteron, sehingga akhirnya jumlah hormon testosteron yang bebas akan menurun. Padahal hormon ini sangat diperlukan sel-sel tubuh untuk membentuk sperma. Ada juga penelitian yang mengatakan kalau pare bisa mengganggu produksi sperma, benarkah demikian? "Tergantung juga jumlah yang dikonsumsi berapa ya, sebab jumlahnya juga mempengaruhi produksi sperma. Tapi perlu diingat bahwa jumlah sperma pria berbeda-beda, ada yang banyak jadi pas merokok jumlah sperma akan turun tapi tidak ekstrem. Ada juga yang memang dari sananya dikit dan walaupun tidak merokok umlahnya sudah sedikit," terang dr Johannes. Sementara menurut Dr Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, yang penting untuk menjaga sperma tetap sehat adalah mengonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan protein, glukosa, karbohidrat, dengan gizi seimbang. "Bisa juga terganggu kalau gizinya si pria itu tidak berimbang. Faktor lain misalnya saat masih kecil pria sering gondongan (parotitis) dan tidak diberi anti-virus. Sehingga yang tadinya cuma di pipi, akhirnya turun ke buah zakar. Padahal itu kan pabriknya sperma, maka jadinya produksinya terganggu. Atau bisa juga karena buah zakarnya mengalami trauma seperti ketendang atau kepentok, sehingga produksi spermanya terganggu," ujar Dr Andri


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 2:00 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Oct 09, 2013 11:24 am

LAKUKAN INI AGAR SPERMA LEBIH 'LINCAH'
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth - Rabu, 09/10/2013 11:05 WIB
Jakarta, Sperma yang lincah diperlukan untuk pembuahan dan menghasilkan keturunan. Sayangnya, beberapa kondisi dapat merusak sperma hingga membuatnya lemot tak berdaya. Saat berenang menuju sel telur, sperma harus berjuang menembus sistem pertahanan pada saluran reproduksi wanita. Untuk itu, sperma harus memiliki kelincahan dan kekuatan yang hebat. Beberapa cara sederhana dapat membuat sperma 'berlari' lebih gesit. "Banyak makan makanan yang mengandung protein, rendah lemak, dan kandungan karbohidratnya cukup," ujar dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, saat dihubungi detikHealth, Rabu (9/10/2013). Selain itu, buah terutama yang mengandung vitamin A, C, E, yang jelas-jelas mengandung antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang bisa merusak sperma. Folat bisa juga untuk membantu pembentukan sperma. Senada dengan dr Johannes, dr Andri Wanananda juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, untuk menghasilkan sperma yang lincah, diperlukan makanan dengan gizi seimbang, ada karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Kebutuhan protein dan lemak terpenuhi dari daging sapi, ayam, telur. Karbohidrat tercukupi dari nasi, kentang. Sedangkan vitamin dan mineral dari sayur dan buah. "Ditunjang juga dengan olahraga. Yang penting testis suhunya tidak terlalu panas," ujar dr Andri Wanananda, MS, seksolog sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

Lalu benarkah sering berhubungan intim membuat sperma makin lincah?
dr Andri menjelaskan, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa makin rajin berhubungan intim membuat sperma makin lincah. Yang jelas, lanjutnya, hubunhan intim yang rutin dilakukan bisa mempengaruhi hormon reproduksi, sehingga selalu produktif dan menghasilkan sperma dalam jumlah relatif cukup. "Kalau sperma sehat dengan sering berhubungan intim itu belum ada buktinya," ujar dr Johannes. Menurutnya, sperma yang kondisinya baik bisa bertahan dua hari di kandungan. Jadi kalau dua atau tiga kali berhubungan intim, bisa dipastikan spermanya akan terus berada di rahim dan waktu si wanita masa subur, bisa bertemu dengan sel telur dan kemungkinan hamil meningkat.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 2:01 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Oct 10, 2013 8:24 am

MENGENAL LEBIH DEKAT BAYI TABUNG
Qalbinur Nawawi - Okezone RABU, 11 SEPTEMBER 2013 06:18 wib
IN Vitro Fertilization (IVF) atau lebih dikenal bayi tabung tampaknya sudah mulai akrab di telinga masyarakat. Pasalnya, belakangan cara ini banyak dilakukan sejumlah pasangan untuk mendapat keturunan. Tapi sebelum masuk lebih dalam, tak ada salahnya mengenal sebenarnya apakah itu IVF itu? "IVF itu merupakan penggabungan sperma manusia antara sperma (pria) dengan sel telur wanita di laboratorium untuk menghasilkan embrio (cikal bakal janin), "kata Dr. Indira Hinduja, seorang ahli IVF and Infertility dari Hinduja Hospital, seperti dilansir Healthmeup. Tak hanya itu, tambah dia, penggabungan sperma dari seorang pria dan telur dari wanita ditempatkan dalam saluran telur wanita. Kemudian tabung-tabung saluran sel telur bergabung dengan ovarium yang membawanya ke dalam rahim. "Pada saat masuk ke dalam rahim, nantinya ada satu sperma yang memasuki sel telur dan membuah menjadi embrio,"jelas Dr. Indira. Secara khusus, dalam proses IVF ini terdapat langkah-langkah yang harus dijalani sebuah pasangan, yaitu:

- Merangsang ovarium
- Mengumpulkan sel telur
- Fertilisasi
- Memindahkan embrio. (ind)


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 1:39 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Oct 10, 2013 8:34 am

BAGAIMANA PROSES TERJADINYA BAYI TABUNG?
Qalbinur Nawawi - Okezone RABU, 11 SEPTEMBER 2013 08:40 wib
DALAM mendapat keturunan melalui proses IVF (In Vitro Fertilization), sebenarnya ada langkah-langkah yang harus diketahui setiap pasangan. Untuk mengetahui lebih lanjut, ulasan berikut membantu Anda. IVF atau lebih dikenal dengan sebutan "bayi tabung" memiliki prosedur dalam upaya membantu pasangan mendapat keturunan. Umumnya, lama dalam proses metode ini sekira dua sampai tiga minggu plus dengan empat langkah yang harus dijalani para pasangan. Untuk mengetahui apa saja langkah-langkah itu. Dr. Indira Hinduja, seorang ahli IVF and Infertility dari Hinduja Hospital akan membantu kita dalam memahami langkah-langkah dalam metode IVF ini. Berikut ulasannya, seperti dilansir Healthmeup.

Langkah 1 : Merangsang ovarium
Terapi hormonal sangat disarankan pada saat fase merangsang ovarium. Hal itu karena terapi hormonal bisa menghasilkan lebih dari satu telur persiklus saat masuk ke dalam perawatan IVF. Setelah sel telur didapatkan, dokter akan memantau melalui USG serial dan tes darah. Setelah tes darah dan USG memastikan kematangan folikel (kantung berisi cairan dalam ovarium) sudah memadai, sel telur bisa dikumpulkan .

Langkah 2: Mengumpulkan telur
Telur biasanya dikumpulkan dalam bimbingan USG dengan anestesi pendek. Pada tahap kedua ini, dokter memakai jarum yang dimasukkan ke probe scanning dan ke setiap ovarium. Semua telur itu kemudian akan berkumpul memakai media jarum.

Langkah 3: Fertilisasi
Setelah pengumpulan telur, beberapa jam kemudian sperma laki-laki dikumpulkan. Sperma tersebut kemudian dicampur bersama di bawah mikroskop sesuai standar IVF. Setelah melebihi 16 sampai 20 jam gabungan sperma itu diperiksa untuk dilihat apakah sudah ada pembuahan embrio (cikal bakal janin).

Langkah 4: Memindahkan Embrio
Setelah terjadinya fase embrio, mereka ditransfer ke rahim wanita setelah memertimbangkan siklus menstruasinya. Transfer embrio sendiri, berefek nyeri pada pihak wanita dan biasanya tak membutuhkan anestesi. Dua minggu kemudian, tes darah akan dilakukan untuk mengonfirmasi apakah wanita tersebut sudah hamil atau tidak. (ind)


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 1:40 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Oct 10, 2013 8:35 am

BAYI TABUNG LEBIH BERISIKO KENA KANKER?
Penulis : Rosmha Widiyani | Selasa, 8 Oktober 2013 | 19:07 WIB
KOMPAS.com Anak yang terlahir dari proses bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) berisiko lebih besar menderita kanker. Hasil riset ilmuwan dari Denmark mengindikasikan, bayi yang lahir dari hasil terapi kesuburan berpeluang 33 persen lebih tinggi menderita kanker sejak masih usia kanak-kanak. Jenis kanker yang diderita juga bukan sembarangan. Menurut riset, bayi-bayi ini berisiko 65 persen lebih besar menderita kanker darah (leukemia), dan 88 persen lebih besar mengidap kanker otak dan sistem pusat saraf. Teknik bayi tabung merupakan metode yang telah digunakan dalam skala luas pada pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Di Inggris, sekitar 18.000 bayi lahir dari teknik ini setiap tahunnya. Dalam teknik ini, sel telur wanita dikeluarkan dari rahim, kemudian dibuahi sperma, dan berada dalam lingkungan khusus. Hasil pembuahan kemudian ditanamkan pada rahim wanita. Riset yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility ini mengulas 25 penelitian dari 12 negara maju, termasuk Amerika, Inggris, Denmark, Perancis, dan Israel pada 1990-2010. "Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara terapi kesuburan selama teknik pembuahan dilakukan dan risiko kanker pada keturunan yang dihasilkan," kata peneliti, dr Marie Hargreave dari Danish Cancer Society Research Centre, Kopenhagen. Penelitian mengindikasikan, terapi kesuburan menyebabkan perubahan fungsi gen-gen tertentu saat gen tersebut diturunkan dari orangtua kepada anak, atau juga disebut genomic imprinting. Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa aspek selama proses terapi dan pengobatan seperti paparan hormon, penyiapan cairan sperma (semen), pembekuan embrio, kondisi pertumbuhan embrio, atau penundaan pembuahan. Kendati begitu, peneliti juga tidak dapat menyangkal bahwa kemungkinan peningkatan risiko kanker adalah akibat infertilitas yang dialami orangtua, dan bukannya akibat pengobatan. Menurut peneliti, etiologi (asal-usul) kanker di masa kanak-kanak memang belum banyak diketahui, tetapi ada dugaan bahwa terapi kesuburan memiliki peran. Salah satu kemungkinannya adalah kanker dapat dipicu penggunaan obat anti-estrogen yang menstimulasi ovulasi. Obat ini sama dengan diethylstilbestrol yang diberikan pada wanita hamil untuk mencegah terjadinya komplikasi. Obat ini belakangan dikaitkan dengan kasus kanker pada anak. Dalam pernyataannya, para peneliti menekankan bahwa secara umum risiko kanker di antara anak-anak yang lahir dari hasil terapi kesuburan tetap rendah. "Pasangan yang tidak subur mungkin sudah mengalami peningkatan risiko keturunan cacat, yang kemudian menurun risikonya melalui terapi pengobatan," kata peneliti. Dalam riset ini, umumnya bayi terlahir dari metode bayi tabung. Namun, beberapa di antaranya menggunakan metode lain seperti intra-cytoplasmic sperm injection atau intrauterine insemination. Ketua British Fertility Society dr Allen Pacey berpendapat, walaupun hasil riset menunjukkan adanya peningkatan risiko pada bayi tabung, angkanya masih relatif kecil. "Hubungannya sangat kecil dan masih belum memungkinkan mengatakan, apakah kanker merupakan konsekuensi dari IVF atau karena infertilitas orangtua," ujarnya.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 1:45 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Oct 10, 2013 8:35 am

'EMBRYOSCOPE', TEKNOLOGI BARU BAYI TABUNG
Qalbinur Nawawi - Okezone RABU, 21 AGUSTUS 2013 11:31 wib
DUNIA kesehatan mungkin boleh berbangga hati dengan kehadiran teknologi terbarunya. Sebab sudah dikembangkan teknologi baru yang disebut embryoscope untuk membantu proses in vitro fertilisation (bayi tabung). Secara tradisional, selama pembuahan in-vitro, dokter akan memeriksa embrio sekali dalam sehari untuk menentukan apakah embrio itu layak atau tidak. Namun, proses ini bisa dibilang rumit karena harus dilakukan secara efektif dan efisien, dimana embrio harus disimpan pada suhu 37 derajat dan ditempatkan pada lingkungan dengan konsentrasi gas yang tepat untuk bertahan hidup. Namun, dengan embryoscope itu, upaya pemeriksaan bisa diambil dari embrio setiap beberapa menit tanpa mengganggu kualitas dalam inkubator mereka. Kemudian, hasilnya sekarang lebih dari 100 pasien di Klinik Cleveland mampu memulai berkeluarga karena alat ini, dan sekarang juga sedang digunakan di 14 pusat medis lainnya di seluruh negeri. Keberhasilan itu sendiri bisa dicapai, karena embryoscope memiliki kekuatan yang berpotensi merevolusi pembuahan in-vitro. "Saya pikir akan menjadi pengalaman luas biasa saat orangtua bisa menggendong bayi di lengan mereka, dimana mereka bisa melihat perkembangan embrio dari menit pertama, jam pertama embrio itu tumbuh, sebelum tertanam di dalam rahim,"pungkas Desai, seperti dilansir Foxnews. (ind)


Last edited by gitahafas on Mon Nov 04, 2013 7:11 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Oct 10, 2013 9:04 am

LEBIH SEDIKIT EMBRYO KEBERHASILAN BAYI TABUNG TETAP TINGGI
Penulis : Unoviana Kartika | Rabu, 20 November 2013 | 19:47 WIB
KOMPAS.com -Bayi tabung identik dengan menanamkan beberapa embrio pada rahim untuk meningkatkan keberhasilannya. Padahal, hal tersebut bisa meningkatkan kans terjadinya kehamilan multipel atau lebih kembar dua, yang jelas berisiko tinggi. Oleh karenanya, dokter pakar kebidanan Ivan Sini menekankan pentingnya pengurangan jumlah embrio yang ditanamkan ke dalam rahim. Ivan mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, tingkat keberhasilan bayi tabung dengan jumlah embrio lebih sedikit tetap sebesar yang dengan jumlah embrio lebih banyak. "Tingkat keberhasilannya tetap sekitar 45 persen untuk wanita dengan usia kurang dari 35 tahun," ujar dokter dari RS Bunda ini saat ditemui dalam acara peringatan 15 tahun berkaryanya Morula IVF Indonesia, Rabu (20/11/2013) di Jakarta. Menurut Ivan, hal tersulit yang dilakukan adalah untuk meyakinkan pasien akan tingkat keberhasilan bayi tabung yang tetap tinggi meski hanya menanamkan sekitar satu atau dua embrio saja. Namun jika diberlakukan aturan yang jelas untuk hal tersebut, Ivan berharap ke depannya tidak ada lagi kasus kehamilan multipel karena bayi tabung. Kehamilan multipel, jelas dia, sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah jika sehat semuanya. Namun seringkali, risiko-risiko cukup serius sulit untuk dihindari pada kasus kehamilan yang demikian. Risiko kehamilan multipel, kata Ivan, tidak sedikit. Dari mulai komplikasi saat di dalam kandungan, misalnya bersaing memperoleh nutrisi, komplikasi persalinan yang memakan biaya hingga ratusan juta, kelahiran prematur pada usia kehamilan enam bulan, hingga risiko kesehatan yang harus dihadapi bayi pascakelahiran prematur. "Untuk itu, saya rasa pemberlakuan aturan untuk menggunakan lebih sedikit embrio adalah keputusan yang bertanggung jawab," tegas Ivan. Teknologi menanamkan dua embrio saja ke dalam rahim disebut dengan intra cytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI). Saat ini, tutur Ivan, IMSI kebanyakan dilakukan pada wanita yang sudah mengalami keguguran berkali-kali dan yang pernah gagal melakukan program bayi tabung sebelumnya.


Last edited by gitahafas on Sun Apr 06, 2014 4:50 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Bayi Tabung
View previous topic View next topic Back to top 
Page 29 of 32Go to page : Previous  1 ... 16 ... 28, 29, 30, 31, 32  Next
 Similar topics
-
» Nama Bayi Islami Untuk Perempuan
» obat campak bagi anak bayi
» adab menyambut kelahiran bayi
» Nama bayi Islami untuk Laki-Laki
» BLOG REPORT: "Little hands" (Down's syndrome)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: