Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bayi Tabung

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 17 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:27 pm

KETAHUI BIAYA PROGRAM BAYI TABUNG DI JAKARTA
Mutia Nugraheni, Stella Maris Sabtu, 6 Oktober 2012, 05:07 WIB
VIVAlife - Memiliki buah hati pasti dambaan setiap orangtua. Tapi ini tak selalu berjalan mulus. Beberapa pasangan mengalami masalah dalam hal memperoleh keturunan. Salah satu jalan keluarnya adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Teknologi ini sebenarnya sudah ada di Jakarta sejak 1987. Namun hingga saat ini, jumlah peserta program bayi tabung masih sedikit dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Faktanya, pasangan di Indonesia yang mengalami gangguan kesuburan lebih memilih program bayi tabung di luar negeri, dibandingkan menjalankannya di Indonesia. Di bawah naungan PERFITRI (Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia), ada sedikitnya 20 klinik fertilisasi dan bayi tabung yang tersebar luas di Indonesia. Tak kalah dengan klinik di luar negeri, klinik di Indonesia juga didukung dengan tenaga dokter profesional dan fasilitas memadai. Salah satunya adalah pada Klinik Bayi Tabung Teratai, Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara. Klinik yang telah berdiri sejak lima tahun silam, kini pasiennya sudah hampir 7.500 orang. Dengan bantuan tenaga ahli seperti dr. Irsal Yan, SpOG dan dr. Indra Anwar, SpOG klinik ini menawarkan program bayi tabung dengan harga yang terbilang terjangkau. Banyak yang penasaran berapa biaya yang harus dikeluarkan. Sebagai perkiraan, berikut beberapa rincian dari biaya yang dibutuhkan saat menjalankan program bayi tabung seperti yang diutarakan oleh Sayenti, Manajer dari Klinik Bayi Tabung Teratai.

- Proses seleksi
Terlebih dulu, calon ibu harus memeriksakan kondisi hormonnya, dengan biaya sekitar Rp800 ribu. Lalu, calon ayah harus menjalani analisis sperma dan biayanya sekitar Rp450 ribu. Sedangkan untuk konsultasi dokter Rp200 ribu. Jika dari hasil pemeriksaan pasangan suami istri dalam keadaan yang baik, maka dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu program bayi tabung.

- Screening lanjutan
Proses ini dilakukan untuk memeriksa apakah pasangan suami istri terbebas dari penyakit menular, seperti AIDS, Sipilis, dan Hepatitis. Untuk wanita akan diberikan pengetahuan seputar masalah kesehatan. Biayanya sekitar Rp2 juta.

- Obat-obatan
Dalam tahapan ini biaya yang dikeluarkan cukup besar, sekitar Rp15-30 juta. Ada sekitar tiga hingga lima obat suntik dalam program bayi tabung ini. "Obat-obatan memang paling mahal karena akan berkaitan dengan usia. Makin tinggi usia, maka dosis obat yang diberikan makin tinggi, otomatis makin mahal," kata Sayenti saat ditemui di Klinik Teratai, Jakarta Utara. Ia juga menambahkan, kalau usia masih muda biaya Rp15 juta cukup untuk melakukan program ini. Akan tetapi ketika usianya sudah menginjak 40 tahun, maka bisa lebih dari Rp30 juta.

Pada ketiga tahapan di atas, merupakan biaya variabel. Artinya, sewaktu-waktu dapat berubah. Namun, ada biaya tetap seharga Rp26 juta.
Ini merupakan paket pemeriksaan. Meliputi, pengambilan sel telur (OPU) dan jasa, anastesi pada saat tindakan OPU, proses washing sperm, tindakan di Laboratorium Embriologi IVF (bayi tabung) atau ICSI (suntik), embrio transfer, dan testpack untuk kehamilan.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:32 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:28 pm

BAYI TABUNG DENGAN TEKNOLOGI MUTAKHIR? INDONESIA JUGA PUNYA!
Merry Wahyuningsih - detikHealth Rabu, 31/10/2012 16:32 WIB
Jakarta, Kesulitan mendapatkan keturunan banyak dialami pasangan suami istri di Indonesia. Tak jarang pasangan akhirnya harus menghabiskan uang hingga ratusan juta untuk berobat ke luar negeri. Padahal Indonesia juga sudah bisa melakukan program bayi tabung dengan teknologi mutakhir dan biaya lebih murah. Perkembangan program kesuburan profesional di Indonesia berkembang pesat. Kesulitan mendapatkan keturunan tak lagi menjadi kebuntuan bagi masyarakat cerdas Indonesia dewasa ini. Dengan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), telah banyak contoh sukses karena didukung dengan teknologi kedokteran yang semakin mutakhir. Selama ini, program bayi tabung memang dianggap menuai banyak risiko dan kegagalan. Belum lagi biayanya yang tidak sedikit. Namun sebuah teknologi anyar hadir menyempurnakan proses program tersebut, yakni Kultur Blastocyst. Teknologi baru di laboratorium ini memberikan kemungkinan untuk pemulihan embrio yang lebih matang, sehingga dapat mengurangi jumlah embrio yang dimasukkan dengan tujuan akhir mendapatkan bayi yang sehat. Dari data Swedia, teknologi Kultur Blastocyst menjadi terobosan yang mumpuni untuk menunjang keberhasilan program bayi tabung. Dengan mentrasfer embrio single pada tahap Blastocyst, akan dihasilkan angka kehamilan yang cukup tinggi dan dapat mengurangi jumlah kehamilan multiple (kembar yang akhirnya berisiko tinggi).

Sejak tahun 2011, Klinik Morula IVF Jakarta telah menerapkan teknologi tersebut dan dengan cara mengurangi embrio. Hasilnya, keunggulan cara ini mampu menyuguhkan angka kehamilan yang sangat baik. "Untuk program bayi tabung dengan teknologi mutakhir, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Jika dibandingkan, biaya untuk bayi tabung di luar negeri bisa 2 sampai 3 kali lipat harga Indonesia. Belum lagi biaya tambahan seperti penginapan, waktu libur kerja dan suami ikut. Padahal outcome-nya kurang lebih sama," ujar Dr Ivan Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, CEO Morula IVF Indonesia dalam acara temu media di RS Bunda Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Menurut Dr Ivan, rata-rata keberhasilan bayi tabung di dunia adalah 35-36 persen. Sedangkan di Indonesia keberhasilan tersebut sudah di atas rata-rata, yaitu mencapai 39 persen. Teknologi canggih tentu memainkan peran besar untuk dapat meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung. Selain teknologi Kultur Blastocyst, Klinik Morula IVF Jakarta pun menerapkan teknologi Assisted Hatching, yang juga telah banyak diterapkan di negara Asia lain seperti Jepang. Assisted Hatching dilakukan dengan cara memecahkan cangkang embrio, hasil inseminasi buatan antara sperma dan sel telur, yang kemudian akan kembali dimasukkan ke rahim. "Assisted Hatching sangat membantu meningkatkan proses implantasi terutama pada pasangan yang akan menggunakan embrio beku dengan meningkatkan angka kehamilan 2-3 kali lipat lebih tinggi," jelas Prof Arief Boediono, PhD, Direktur Laboratorium Embryologi Klinik Morula IVF Jakarta. Dengan teknologi canggih ini, pasien Klinik Morula IVF Jakarta pun tak hanya dari dalam negeri. Tahun lalu saja ada 600 siklus program bayi tabung yang dilakukan, termasuk pasien yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Amerika, Belanda, Jepang, China dan lainnya.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:31 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:28 pm

PEMINAT BAYI TABUNG MENINGKAT
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 31 Oktober 2012 | 16:53 WIB
Kompas.com - Daya beli masyarakat yang semakin baik akibat pertumbuhan ekonomi berdampak pada meningkatnya minat pasangan yang kesulitan punya keturunan untuk melakukan program bayi tabung. CEO Morula IVF Indonesia, dr.Ivan Sini, Sp.OG menjelaskan, dalam lima tahun terakhir ini terjadi peningkatan pesat jumlah pasien program bayi tabung. "Pada tahun 2005-2006 setiap tahunnya hanya ada sekitar 50 pasien dengan jumlah pengambilan sel telur sekitar satu sampai dua kali. Sekarang ini pengambilan sel telur bisa tujuh kali dalam sehari," katanya dalam acara media edukasi mengenai perkembangan teknologi bayi tabung di klinik Morula IVF Indonesia Jakarta, Selasa (31/10). Indonesia pertama kali mengenal teknik bayi tabung di tahun 1987. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, menurut Ivan jumlah siklus bayi tabung di Indonesia masih tertinggal jauh. Satu siklus meliputi proses stimulasi sel telur, pembuahan, hingga implantasi ke rahim. Data tahun 2010 menunjukkan baru terdapat 1700 siklus program bayi tabung di Indonesia, sementara di Malaysia sudah mencapai 3000 siklus, Singapura 2500 siklus, Thailand 4000 siklus, dan Vietnam mencapai 6000 siklus. "Meski begitu peluang kehamilan di Indonesia bisa dibilang setara dengan negara lain, yakni hampir 40 persen," katanya. Ivan mengatakan bahwa program bayi tabung masih dipersepsikan sebagai program yang mahal namun peluang keberhasilannya kecil. Padahal menurutnya kemajuan teknologi kedokteran saat ini cukup berhasil meningkatkan peluang kehamilan. "Keberhasilan program bayi tabung sebenarnya bergantung pada usia calon ibu. Makin tua usia seorang wanita peluang keberhasilannya makin rendah karena kualitas sel telurnya berkurang. Tetapi cukup banyak juga wanita berusia 40 tahun, bahkan ada yang usia 44 tahun berhasil hamil dan melahirkan bayi sehat," katanya. Saat ini biaya program bayi tabung berkisar antara Rp 40-70 juta rupiah. Di klinik Morula IVF Indonesia sendiri saat ini sudah sekitar 1000 bayi dilahirkan dengan selamat melalui program bayi tabung.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:33 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:29 pm

USIA PENGARUHI KEBERHASILAN BAYI TABUNG
Anda Nurlaila, Stella Maris Jum'at, 5 Oktober 2012, 15:54 WIB
VIVAlife - Gangguan kesuburan merupakan masalah yang sering dihadapi pasangan suami istri, terutama untuk memperoleh keturunan. Namun, ini dapat diatasi dengan program bayi tabung. Sayangnya, salah satu faktor yang mempengaruhi wanita sulit hamil dengan cara ini adalah karena faktor usia. Pada dasarnya bayi tabung merupakan salah satu cara untuk memperoleh keturunan. Namun, tak sedikit kemudian orang menanyakan tentang keberhasilan dari program bayi tabung itu sendiri. Kemungkinan hamil dari program bayi tabung sebetulnya tergantung pada usia. Jangan sampai umurnya terlalu tua. "Wanita usia 25 tahun saja sudah tergolong tua, ini dikarenakan kemampuan hamil akan sedikit menurun dan penurunan itu akan terjadi drastis pada usia 35 tahun," kata seorang klinisi, dr. Indra Anwar, SpOG saat ditemui di Klinik Teratai, Rumah Sakit Pluit Gading, Jakarta Utara. Artinya, sel telur yang ada dalam diri wanita, usianya akan terus bertambah sejalan dengan pertambahan usia pemiliknya. Baik kehamilan normal atau dengan cara bayi tabung pun, wanita yang telah berusia 35 tahun juga diharuskan menghadapi pahitnya kenyataan yang mungkin terjadi. "Wanita usia 35 tahun risiko kehamilan akan meningkat. Misalnya, di usia ini wanita lebih sulit untuk hamil, kemungkinan keguguran lebih besar, serta anak yang lahir cacat juga akan meningkat," ujarnya. Keberhasilan bayi tabung terbilang cukup tinggi. Menurut Indra, wanita yang berusia 25 tahun, kemungkinan hamil dengan cara bayi tabung mengalami keberhasilan sekitar 45-50 persen, dan pada wanita usia sekitar 35 tahun tentunya peluang hamil lebih sedikit, sekitar 10 persen. Oleh karena itu, Indra menyarankan, jika pasangan suami istri (usia sekitar 35 tahun) telah menikah lebih dari satu tahun, melakukan hubungan seks rutin, namun belum memiliki anak, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi satu sama lain. (art)


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:34 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 5:57 pm

KURANGI MINUM KOPI KALAU MAU IKUT PROGRAM BAYI TABUNG
Kamis, 05/07/2012 08:58 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Kopi akan sangat menyehatkan kalau diminum pada saat yang tepat, dengan takaran yang tidak berlebihan. Minum kopi terlalu banyak pada saat menjalani program bayi tabung dapat mengurangi peluang keberhasilan proses pembuahan berbantu. Bahkan menurut para ahli, efek kopi yang terlalu banyak saat menjalani program bayi tabung sama buruknya dengan kebiasaan merokok. Keduanya sama-sama bisa menyebabkan proses pembuahan maupun penanaman embrio ke dalam rahim mengalami kegagalan. Belum diketahui pasti mengapa kopi bisa menyebabkan efek sedemikian buruk terhadap peluang keberhasilan program bayi tabung. Dugaan bahwa kandungan kafein merupakan penyebabnya juga masih diragukan sampai sekarang karena efek serupa tidak ditemukan pada minuman lain yang juga berkafein. "Kalau kita meyakini kafein yang menyebabkan kerusakan tersebut, maka seharusnya kita juga menyebut teh," kata Dr Ulrik Kesmodel dari Aarhus University Hospital yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (5/7/2012). Dalam penelitian yang dilakukan Dr Kesmodel, 5 persen dari sekitar 4.000 perempuan yang disurvei mengaku biasa mengonsumsi kopi hingga 5 cangkir perhari. Padahal menurut Dr Kesmodel, batas aman bagi yang ingin menjalani program bayi tabung adalah 5 cangkir saja. Pada tahun 2008, Food Standards Agency (FSA) mengatakan bahwa permepuan hamil dianjurkan tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg perhari. Lebih dari takaran tersebut, maka risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah akan meningkat. Meski begitu, dalam takaran yang pas kopi tetap diyakini bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Selain mengandung antioksidan yang bisa memerangi kanker, kopi juga mengandung senyawa tertentu yang bisa mencegah pikun saat memasuki usia lanjut.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:40 pm

BAYI TABUNG MENJADI SOLUSI
Selasa, 4 Mei 2010 | 04:26 WIB INDIRA PERMANASARI
Kompas.com - Lebih dari lima tahun lamanya Elly (37) menikah dan mendambakan keturunan. Namun, buah hati yang dinantikan tak kunjung hadir. ”Saya mencoba segala cara, termasuk berbagai terapi tradisional. Tidak berhasil,” ujarnya di sela Temu Pasien Klinik Yasmin Kencana RSCM; Penanganan Gangguan Kesuburan pada Pasutri, pertengahan bulan lalu. Elly dan suaminya lalu mencoba program bayi tabung di Klinik Yasmin, RSUPN Cipto Mangunkusumo. Sebagai perempuan, proses yang dijalani terbilang berat. Suntikan-suntikan obat penekan hormon, obat membesarkan sel telur, pengambilan sel telur, dan peletakan embrio ke dalam rahimnya. Proses peletakan embrio tersebut tanpa dibius. ”Setelah transfer embrio, sebetulnya sehari kemudian boleh beraktivitas, tetapi saya tidak berani bergerak banyak tiga hari. Khawatir, embrionya keluar lagi,” ujarnya. Upaya itu berujung kabar gembira ketika dia dinyatakan hamil dan sembilan bulan kemudian lahir bayi perempuan. Perjuangan berat mendapatkan keturunan juga dialami Titi. ”Saya sudah pasrah, tetapi suami mendukung agar terus mencoba. Kami coba bayi tabung dan berhasil,” ujarnya. Mereka tidak sendiri. Sekitar 10 persen pasangan suami-istri mengalami infertilitas. ”Jumlah pasangan subur di Indonesia tahun 2009 sekitar 15 juta sehingga diperkirakan 1,5 juta hingga 2 juta pasangan mengalami infertilitas,” ujar Kepala Subunit Pelayanan Yasmin Kencana RSCM dr Budi Wiweko SpOG (K). Kanadi Sumapraja, juga dari Klinik Yasmin Kencana, mengatakan, penyebab infertilitas antara lain gangguan pada sperma, sumbatan saluran telur, endometriosis, gangguan perkembangan sel telur, dan sebab yang tidak dapat dijelaskan. Jika berbagai penanganan terhadap gangguan reproduksi tidak berhasil, dapat dilakukan inseminasi (penyemprotan sperma ke dalam rahim). Bayi tabung merupakan pilihan terakhir, kecuali untuk infertilitas karena faktor sperma yang sulit dikoreksi seperti azoospermia (semen tidak mengandung sperma) atau severe oligozoospermia (sperma terlalu sedikit). Persoalan lain ialah sumbatan di kedua saluran telur, endometriosis derajat sedang dan berat, serta faktor yang tidak dapat dijelaskan.

Proses bayi tabung
Teknik bayi tabung ialah teknik pembuahan sel telur yang dilakukan di luar tubuh. Sel telur diambil dari indung telur dan dibuahi dengan sperma suami yang sudah disiapkan di laboratorium. Metode bayi tabung dipelopori sejumlah dokter Inggris dan berhasil menghadirkan bayi tabung perempuan pertama, Louise Brown, tahun 1978. Di Indonesia, teknik bayi tabung (in vitro fertilisation/IVF) pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, tahun 1987. Bayi tabung pertama Indonesia lahir 2 Mei 1988. Sejumlah rumah sakit lalu mengembangkan teknik tersebut, termasuk RSUPN Cipto Mangukusumo yang belakangan menyediakan layanan medis reproduksi satu atap, Klinik Yasmin. Proses bayi tabung dimulai dengan pemeriksaan terhadap suami dan istri. Pemeriksaan mencakup kondisi hormon reproduksi, organ reproduksi, dan kemungkinan adanya infeksi virus atau penyakit lain seperti diabetes, gangguan fungsi hati, ginjal, dan kelenjar tiroid.

Setelah pemeriksaan, ovarium dirangsang agar menghasilkan banyak folikel yang mengandung sel telur dengan cara menyuntikkan obat stimulasi setiap hari selama 7-9 hari. Setelah folikel (tempat sel telur berkembang) berdiameter lebih dari 20 mm, dilakukan penyuntikan pematangan sel telur. Sel telur yang matang lalu dikeluarkan. Folikel yang tampak di layar ultrasonografi (USG) ditusuk dengan jarum melalui vagina, kemudian dilakukan pengisapan. Saat pengambilan sel telur, tidak disarankan menggunakan make-up dan parfum karena dapat merusak kualitas sel telur. Kepala Klinik Yasmin Kencana RSCM Andon Hestiantoro mengungkapkan, tengah dicoba memetik sel telur yang masih mentah, dikeluarkan, dan dimatangkan di luar. Cara itu dinilai lebih praktis dan menekan biaya lantaran tidak perlu injeksi berulang guna menstimulasi pematangan sel telur. Teknik itu masih dalam percobaan. Proses berikutnya ialah kultur embrio. Sel telur dan sel sperma disiapkan. Sel sperma diperoleh dengan masturbasi. Kadang bisa juga dengan pencairan semen yang sudah dibekukan sebelumnya jika suami khawatir tidak bisa hadir. Budi Wiweko menjelaskan, kalau cairan semen tidak mengandung sperma, dilakukan biopsi testis, yakni mengambil sebagian kecil testis untuk dicari spermanya. Normalnya, konsentrasi sperma sekitar 20 juta per milimeter. Teknik bayi tabung yang kini banyak diaplikasikan adalah IVF konvensional dan IVF-Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) atau suntikan sperma intra sitoplasma. Pada IVF konvensional, satu sel telur dipertemukan dengan 50.000-100.000 sperma di dalam cawan petri dengan tujuan satu sperma yang baik masuk ke dalam satu sel telur agar terjadi pembuahan.

Adapun dengan teknik IVF- ICSI, satu sperma disuntikkan ke dalam satu sel telur dengan menggunakan pipet kecil supaya terjadi pembuahan. Terutama jika ada masalah pada sperma, misalnya sperma tidak dapat masuk ke dalam sel telur dengan kekuatannya sendiri atau jumlah sangat sedikit dan kualitasnya buruk. Embrio yang terbentuk (stadium 4-8 sel) ditanamkan kembali ke rahim ibu, biasanya 2-3 embrio guna memperbesar peluang kehamilan. Terkadang semua embrio berkembang sehingga lahir bayi kembar. Embrio itu diharapkan tumbuh sebagaimana layaknya pembuahan alamiah. Keberhasilan bayi tabung di seluruh dunia saat ini adalah 30-35 persen, bergantung pada usia dan kondisi pasangan. Budi Wiweko mengatakan, jika ada embrio tersisa, dapat disimpan. Di klinik itu ada fasilitas penyimpanan embrio. Embrio dibekukan dengan suhu minus 196 derajat celsius. Kalau pasangan ingin mempunyai anak lagi, embrio tinggal ditanamkan ke rahim ibu. Calon ibu tidak perlu lagi menghadapi proses pematangan dan pengambilan sel telur. ”Perempuan dan laki-laki yang mengonsumsi obat antikanker, misalnya, dapat mendepositkan sel sperma atau sel telur. Obat antikanker biasanya ikut merusak indung telur atau produksi sperma,” ujarnya. Kini, anak Elly dan Titi tumbuh sehat seperti bayi lainnya. ”Bagi saya sama saja karena darah daging saya dan suami walaupun proses berbeda,” ujar Elly sambil tersenyum menggendong buah hatinya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:42 pm

PROGRAM BAYI TABUNG TINGKATKAN KELAHIRAN CACAT
Selasa, 30 Oktober 2012 19:30 WIB
DALAM konferensi American Academy of Pediatrics di New Orleans, yang dikutip dari Sciencedaily menyebutkan bahwa prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ternyata bisa meningkatkan risiko bayi terlahir dalam kondisi cacat. Dalam hasil penelitian disebutkan bahwa kondisi cacat tersebut bisa meningkat pada bagian mata, jantung, organ reproduksi, dan sistem pembuangan urine. Peneliti menyebutkan, permintaan prosedur untuk bayi tabung memang meningkat, namun sebenarnya banyak risiko yang akan didapatkan saat bayi lahir kelak. Pasalnya, prosedur tersebut harus ditangani oleh bedah pediatrik dan menuntut sumber daya yang signifikan. Berangkat dari masalah tersebut, peneliti kemudian menganalisis lebih dalam mengenai usia dan ras orang tua, jumlah kelahiran yang dialami ibu, jenis kelamin bayi, tahun lahir, dan jumlah bayi yang lahir cacat. Menurut kepala penulis penelitian, Lorraine Kelley-Quon dari UCLA Medical Center, penemuan tersebut membuktikan bahwa ada kaitan antara teknologi reproduksi (prosedur bayi tabung) dengan risiko kelahiran cacat pada bayi. Meskipun sudah mendapatkan hasil penelitian, para peneliti belum menjabarkan apa saja yang mempengaruhi kelahiran cacat pada bayi tabung dari segi perkembangan janin dan ancaman kesehatan lainnya terhadap sang ibu. (Sciencedaily/*/OL-06)


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:36 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:43 pm

EFEK BURUK PROGRAM BAYI TABUNG BAGI LIBIDO
Selasa, 06 November 2012 12:30 WIB Media Indonesia
METODE bayi tabung atau In virto fertisation (IVF) mengakibatkan perempuan yang menjalani proses ini mengalami penurunan libido, bahkan hingga kepuasan seksual. Menurut hasil studi yang dilakukan di Indiana University menyebutkan bahwa perempuan yang menjalani program bayi tabung terlihat mengalami penurunan libido dan juga cenderung merasa tidak puas saat melakukan hubungan seksual karena efek stres. Bukan hanya sekedar mengalami penurunan libido, pasangan yang menjalani program bayi tabung lebih cenderung merasa tidak nyaman saat berhubungan seks. Hal tersebut akan semakin meningkat seiring lamanya pengobatan yang dilakukan. Berangkat dari hasil penelitian tersebut, peneliti menyebutkan bahwa pihak medis seharusnya memberi informasi secara rinci bagaimana efek samping yang nantinya akan dialami oleh pasangan program bayi tabung terhadap kehidupan seksual. (Dailymail)


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:38 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:45 pm

IKUT BAYI TABUNG, LIBIDO PASANGAN KENA GETAHNYA
Rahma Lillahi Sativa - detikHealth Jumat, 02/11/2012 14:34 WIB
Jakarta, In vitro fertilisation atau biasa dikenal dengan program bayi tabung merupakan metode yang paling sering digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode alami tak kunjung berhasil. Karena seringkali dijadikan alternatif terakhir, prosedur ini dianggap membawa harapan terbesar bagi pasangan agar dapat memiliki keturunan. Namun sebuah studi baru dari Indiana University, AS mengemukakan wanita yang tengah menjalani program bayi tabung mengalami penurunan keinginan untuk bercinta sekaligus merasa kurang bahagia dengan rumah tangganya. Kalaupun mau bercinta, wanita yang tengah menjalani bayi tabung jadi lebih jarang mencapai orgasme dan seringkali merasakan ketidaknyamanan selama bercinta. Bahkan semakin lama durasi prosedur bayi tabung yang mereka jalankan maka semakin buruk gejala penurunan fungsi seksual yang dialami pasien. "Seks itu sedianya untuk mendapatkan kenikmatan dan reproduksi tapi perhatian terhadap pencapaian kepuasan ini seringkali diabaikan oleh orang-orang yang mencoba untuk hamil atau memperoleh keturunan," tutur peneliti Nicole Smith yang juga mahasiswa doktoral dari Centre for Sexual Health Promotion, Indiana University. "Banyak pasangan juga merasa seperti kelinci percobaan, apalagi ketika hormonnya harus terus dicek dan jadwal bercintanya pun harus diatur oleh dokter. Kondisi ini ternyata membuat banyak pasangan tertekan dan merasa tak romantis lagi," tambahnya. Peneliti memastikan bahwa alasan di balik hal ini adalah wanita merasakan tekanan yang luar biasa akibat prosedur bayi tabung yang dijalaninya. Lagipula selama menjalani proses bayi tabung, hormon wanita diketahui terus berubah secara drastis. Uniknya, menurut pakar kesuburan Zita West, banyak orang yang tidak mengetahui jika upaya untuk memiliki keturunan justru bisa memberikan efek negatif terhadap kehidupan seksual mereka. "Alih-alih mau dinikmati, pasangan malah merasa tertekan dengan aktivitas seksualnya karena dokter mengatakan ada waktu-waktu tertentu yang tepat untuk pasangan melakukan pembuahan. Mereka juga jadi merasa tak bisa bercinta dengan waktu sesuka mereka," terang West seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (2/11/2012). Bahkan nyatanya efek negatif ini tak hanya menghantui wanita tapi juga pria. "Banyak pria jadi berpikir mereka menderita disfungsi ereksi dan penurunan libido padahal sebenarnya yang terjadi adalah mereka hanya khawatir tak dapat menyajikan performa seksual yang memuaskan pasangan," tambahnya. Untuk mengatasi kondisi ini, Smith merekomendasikan agar pasangan mencoba menerapkan sejumlah teknik manajemen stres seperti meditasi. Lebih penting lagi, pasangan yang ingin menjalani program bayi tabung harus diberitahu sejak awal tentang risiko efek samping program ini terhadap kehidupan seksual mereka, termasuk metode-metode yang bisa dipakai untuk mengatasinya.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:38 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Thu Jul 05, 2012 8:47 pm

BAYI TABUNG MAKIN MUDAH & MURAH
Tuesday, 25 September 2012 Seputar Indonesia
Jika Anda dan pasangan terbukti mengalami gangguan kesuburan, program bayi tabung adalah solusi terbaik untuk mendapatkan anak. Kini prosesnya lebih mudah, terjangkau, dengan tingkat keberhasilan yang semakin tinggi. Mendapatkan anak bersama pasangan adalah salah satu tujuan dari perkawinan. Namun, karena sesuatu hal, kehamilan sang istri yang begitu diidamkan tak kunjung terjadi. Kehidupan rumah tangga yang telah berlangsung lama pun tentu sepi tanpa hadirnya tangisan bayi. Jika sudah begini, segera periksa ke dokter, apakah Anda atau pasangan mengalami gangguan kesuburan, terutama apabila sudah satu tahun lebih melakukan sanggama teratur tanpa menggunakan kontrasepsi. Secara statistik, sekitar 10%-15% pasangan suami istri (pasutri) memang mengalami infertilitas ini. Solusi paling tepat dan mudah adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Bayi tabung atau disebut juga dengan istilah teknologi reproduksi berbantu (TRB) atau in vitro fertilisation (IVF) adalah suatu teknik pembuahan sel telur yang dilakukan di luar tubuh calon ibu. Sebelum sampai pada program bayi tabung, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dan observasi terhadap organ reproduksi Anda dan pasangan. Gangguan kesuburan sendiri umumnya terjadi karena beberapa sebab. Pada wanita, biasanya akibat gangguan ovulasi, gangguan bentuk dan fungsi saluran telur dan panggul serta gangguan bentuk dan fungsi kandungan. Sementara pada pria bisa karena gangguan bentuk dan fungsi alat berketurunan akibat kelainan bawaan, infeksi, trauma atau pembedahan, kesehatan tubuh, pola hidup serta keadaan kejiwaan.

Anda musti waspada mengalami gangguan jika merasakan gejala-gejala, seperti haid tidak teratur atau lama, benjolan di alat kelamin atau istri berusia di atas 35 tahun. Kelainan organ reproduksi ini sebenarnya bisa terjadi pada masa balita, pra-remaja dan remaja. Bahkan, sebagian besar bisa diketahui dan ditangani medis dengan segera. Karena itu, pemeriksaan kesehatan seksual sejak dini amat penting dilakukan agar dapat diketahui kelainan sejak awal. “Sekitar 40% gangguan kesuburan memang didominasi faktor suami, sedangkan sisanya dari istri. Atau gabungan keduanya,” tutur anggota tim dokter Klinik Melati Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dr Subiyanto SpOG kepada SINDO di Klinik Melati RSAB Harapan Kita, Jakarta. Subiyanto menuturkan, usai diperiksa, tim dokter akan menyimpulkan apakah gangguan tersebut berada pada istri, suami, atau keduanya. Atau bahkan keduanya normal. Jika ditemukan seperti ini, dilakukan penanganan secara konvensional. Misalnya dengan mengetahui riwayat endometriosis, yaitu kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim. Atau dengan stimulasi ovarium dengan obat-obatan, inseminasi, yaitu menyuntikkan sperma ke dalam rahim dan lain-lainnya. Jika semuanya gagal, baru metode bayi tabung dapat dilakukan. Prosesnya, dia menyebutkan, dimulai dari pemberian obat-obatan dengan stimulasi indung telur selama 2-5 minggu sambil dipantau melalui pemeriksaan USG dan darah hormon. Jika stimulasinya berhasil, lanjut pengambilan sel telur.

Dan, pada hari yang sama, sperma juga diminta melalui teknik masturbasi atau operasi. Lalu, dilakukan upaya pembuahan. Selama 3-5 hari pembuahan dinilai, setelah itu baru peletakan embrio ke dalam rahim. Dua minggu berikutnya akan dilakukan evaluasi hasil. Kemungkinannya sendiri, Subiyanto menyebutkan, memang tak selalu berhasil. Saat ini, tingkat keberhasilan bayi tabung di tempatnya rata-rata mencapai 30%-40% setiap tahun. Selama 1987 sampai 2010, dari 4.000-an siklus yang dikerjakan, sudah lahir sekitar 819 bayi. “Keberhasilannya hampir sama dengan sentra-sentra bayi tabung di Amerika Serikat dan Eropa,” tuturnya. Berbicara harga, mengikuti program bayi tabung memang tak bisa dibilang murah. Subiyanto mengatakan, biayanya bervariasi mulai Rp24 juta jika tanpa obat-obatan, hingga termahal Rp80 juta. Banyaknya pasien bayi tabung yang pergi ke luar negeri sebenarnya amat disayangkan. Selain harganya belum tentu lebih murah jika dilakukan di Indonesia, kemungkinan keberhasilannya pun tidak dijamin. “Bahkan, kalau dihitung-hitung, biaya akomodasi dan transportasi jatuhnya lebih mahal. Malah ada pasien kami yang sudah menjalankan program bayi tabung di Amerika Serikat dan Oman, tidak berhasil mendapatkan anak. Justru ketika berobat di sini, mereka akhirnya punya anak,” kata anggota tim dokter Klinik Melati RSAB Harapan Kita, dr Gde Suardana SpOG. Klinik Melati RSAB Harapan Kita merupakan tempat yang berpengalaman selama 24 tahun dalam menangani masalah gangguan kesuburan dan bayi tabung. Di sini lahir anak pertama yang berasal dari program bayi tabung di Indonesia pada 2 Mei 1988 yang diberi nama Nugroho Karya oleh ibu negara saat itu, Tien Soeharto. Jenis layanan Klinik Melati RSAB Harapan Kita meliputi konsultasi, ceramah, dan kelas infertilitas, pemeriksaan dasar kesuburan, inseminasi intra uterin, analisa sperma lengkap, fertilisasi in vitro-ICSI, simpan beku sperma, simpan beku embrio, mesa/tese dan laparoscopy. ● rendra hanggara


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 10:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Bayi Tabung
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 32Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 17 ... 32  Next
 Similar topics
-
» Nama Bayi Islami Untuk Perempuan
» obat campak bagi anak bayi
» adab menyambut kelahiran bayi
» Nama bayi Islami untuk Laki-Laki
» BLOG REPORT: "Little hands" (Down's syndrome)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: