Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bayi Tabung

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 17 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 9:02 pm

KAPAN PERLU PROGRAM BAYI TABUNG?
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 16 Juni 2010 | 16:15 WIB
Kompas.com - Program bayi tabung ibarat jurus terakhir untuk bisa mendapatkan keturunan setelah mencoba berbagai usaha. Pada awalnya, teknik fertilisasi in vitro atau bayi tabung hanya ditujukan untuk para istri yang saluran telurnya mengalami kerusakan. Saat ini indikasi bayi tabung telah diperluas. Menurut paparan Prof.dr.Soegiharto Soebijanto, pakar kebidanan dan kandungan dari RSCM Jakarta, ada beberapa indikasi dilakukannya teknik bayi tabung, yaitu:

1. Tidak subur karena faktor saluran telur
Salah satu penyebab infertilitas adalah faktor saluran telur yang buntu atau cidera akibat jaringan parut karena endometriosis, infeksi atau karena pembedahan.

2. Infertilitas tidak terjelaskan
Kurang lebih 15 persen kasus infertil adalah unexplained (tak terjelaskan). Diagnosis dilakukan dengan cara memeriksa faktor infertilitas sampai laparoskopi tidak ditemukan adanya kelainan.

3. Produksi spermatozoa yang rendah Infertilitas pada pria dapat terjadi bila spermatozoa sangat rendah atau bentuk yang abnormal atau motilitas (pergerakan) yang rendah. Bentuk yang abnormal menyebabkan tidak mampu melakukan penetrasi ke dalam sel telur.

4. Kelainan anatomi
Apa pun yang menghalangi pengeluaran spermatozoa menyebabkan infertilitas. Kelainan anatomi pada testis bisa disebabkan karena jaringan parut bekas operasi atau infeksi.

5. Antibodi pada sel sperma
Pada beberapa pria ada yang memproduksi antibodi terhadap spermanya sendiri. Antibodi yang menempel pada sperma yang melemahkan pergerakan sehingga sperma tidak mampu melakukan penetrasi pada sel telur.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 9:03 pm

ROBERT EDWARDS "BAPAK" BAYI TABUNG
Kamis, 14 Oktober 2010 | 04:12 WIB
Kompas.com - Robert Geoffrey Edwards memberikan celah kepada pasangan yang menemui jalan buntu untuk mempunyai keturunan. Teknik bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) yang dikembangkannya membantu jutaan anak lahir dan menghadirkan senyum orangtua, sekaligus menyulut kontroversi dengan kelompok religius. Edwards boleh berbahagia saat kerja kerasnya sejak 30 tahun lalu itu mendapatkan penghargaan internasional bergengsi, Nobel Bidang Kedokteran. Sekitar empat juta orang terlahir dengan bantuan IVF. Banyak di antara mereka telah dewasa dan menjadi orangtua. Bayi tabung pertama di dunia, Louise Brown, yang kini berusia 32 tahun, berkomentar, ”Saya dan ibu saya senang, seorang pionir dari teknik bayi tabung akhirnya diberikan penghargaan yang sudah selayaknya dia terima.” Louise Brown telah menikah dan mempunyai satu anak dengan pembuahan alami. Di Indonesia, teknik bayi tabung pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, tahun 1987. Bayi tabung pertama Indonesia itu lahir pada 2 Mei 1988. Sekitar 10 persen pasangan di dunia mengalami ketidaksuburan (infertilitas). Penyebab infertilitas, antara lain, gangguan pada sperma, sumbatan saluran telur, endometriosis, gangguan perkembangan sel telur, dan sebab yang tak dapat dijelaskan. Jika penanganan gangguan reproduksi tak berhasil, program bayi tabung menjadi harapan. Lewat program bayi tabung, pembuahan sel telur dilakukan di luar tubuh. Sel telur diambil dari indung telur dan dibuahi dengan sperma yang sudah disiapkan di laboratorium. Embrio yang telah terbentuk (stadium 4-8 sel) lalu ditanamkan kembali ke rahim ibu, biasanya 2-3 embrio guna memperbesar peluang kehamilan. Embrio itu diharapkan tumbuh sebagaimana layaknya pembuahan alamiah.

Meniru kelinci
Sejak awal 1950-an, Edwards telah membayangkan betapa teknik pembuahan di luar tubuh mampu membantu pasangan mengatasi masalah infertilitas. Penelitian oleh ilmuwan lain sebelumnya berhasil menunjukkan sel telur dari kelinci dapat dibuahi di cawan petri dengan menambahkan sperma. Edwards memutuskan menginvestigasi kemungkinan cara serupa diterapkan kepada manusia. Hasilnya, tidak terlalu memuaskan lantaran sel telur manusia mempunyai siklus hidup berbeda dibandingkan kelinci. Tak berputus asa, dalam rangkaian percobaan ilmiah dan setelah berganti beberapa rekan kerja, Edwards menghasilkan sejumlah penemuan fundamental. Dia mengklarifikasi proses pematangan sel telur, perbedaan hormon yang memengaruhi pematangan sel telur, dan waktu terbaik pembuahan oleh sperma. Dia juga berhasil menentukan kondisi terbaik pengaktifan sperma guna membuahi sel telur. Tahun 1969 termasuk bersejarah bagi Edwards. Untuk pertama kalinya, sebuah sel telur manusia dibuahi di cawan laboratorium. Namun, sel telur yang dibuahi itu tak berkembang sesuai yang diinginkan. Saat itulah dia berkesimpulan, hasil akan lebih baik jika sel telur telah matang di dalam ovarium terlebih dahulu, sebelum dipindahkan ke luar untuk dibuahi.

Lompatan maju riset Edwards terutama dicapai setelah bekerja sama dengan ginekolog Patrick Steptoe yang saat itu tengah mengembangkan teknik laparoskopi (teknik operasi dengan sayatan kecil) yang memungkinkan pengamatan terhadap ovarium lewat instrumen optik. Steptoe menggunakan laparoskopi untuk memindahkan sel telur dari indung telur dan Edwards melakukan kultur sel serta menambahkan sperma. Hasilnya, sel telur dapat membelah beberapa kali dan membentuk embrio awal (ukuran 8 sel). Sekalipun prospeknya sangat baik, banyak tentangan dan perdebatan etika dari sejumlah pemimpin agama, ahli etika, dan ilmuwan yang meminta agar proyek itu dihentikan. Riset kedua ilmuwan itu dapat terus berjalan dengan bantuan sejumlah donatur. Keputusan pemberian hadiah Nobel tahun ini untuk pengembang bayi tabung pun diwarnai protes dari sejumlah kalangan. ”Bagi pasangan, hal terpenting ialah mempunyai anak. Tak ada yang lebih spesial daripada seorang anak. Steptoe dan saya sangat tergerak oleh keinginan kuat pasangan mendapatkan keturunan. Kami mendapat kritik, tetapi kami berjuang mati-matian untuk para pasien,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC.

Bayi tabung pertama
Keajaiban yang dihadirkan dunia kedokteran itu terjadi pada 1978 setelah sekitar 100 percobaan gagal yang berujung pada kehamilan singkat. Saat itulah pasangan Lesley dan John Brown datang kepada Edwards setelah gagal mendapatkan keturunan selama sembilan tahun. Teknik IVF yang lebih disempurnakan lalu digunakan terhadap pasangan itu. Setelah embrio berukuran delapan sel dikembalikan ke rahim Lesley Brown, lahirlah bayi sehat Louise Brown dengan operasi caesar pada 25 Juli 1978. Teknik IVF telah berpindah dari visi menjadi realitas. Edwards dan Steptoe lalu mendirikan Bourn Hall Clinic di Cambridge, pusat terapi IVF pertama di dunia. Selanjutnya, Edwards dan rekan kerjanya menyempurnakan IVF, lalu menyebarkannya ke seluruh dunia. Mereka bermitra sampai Steptoe meninggal pada 1988. Contohnya, kini, satu sperma berkualitas dapat diinjeksi secara langsung ke sel telur di cawan petri. Metode ini menjadi solusi untuk kasus infertilitas laki-laki. Anggota Nobel Assembly di Karolinska Institute yang memilih Edwards berpandangan, sebuah bidang baru kedokteran telah muncul dan Robert Edwards memimpin proses tersebut dari penemuan dasar menjadi terapi IVF yang sukses. Kontribusi Edwards merepresentasikan sebuah tonggak dari pengembangan kedokteran modern.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:34 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 9:06 pm

TEHNIK BAYI TABUNG
Fertilisasi in vitro ( bayi tabung ) adalah suatu cara untuk memperoleh kehamilan dengan bantuan teknologi sehingga cara ini disebut Assisted Reproductive Technology ( Teknologi Reproduksi Dibantu ). Fertilisasi in vitro merupakan suatu prosedur pengambilan sel telur dari indung telur dan kemudian dilakukan pembuahan dengan sperma suami di dalam medium pertumbuhan ( medium kultur ) diluar tubuh manusia ( didalam tabung / cawan petri ).

Proses bayi tabung ini mencakup:
- perangsangan indung telur dengan obat obatan hormonal, untuk memperoleh jumlah sel telur yang cukup banyak.
- pengambilan sel telur dari indung telur dilakukan melalui vagina dengan alat khusus.
- proses pengolahan sel telur di laboratorium.
- proses pengolahan sperma suami di laboratorium
- proses pembuahan ( fertilisasi ) sel telur dengan sperma suami dilakukan di dalam medim kultur.
- proses pertumbuhan embrio di dalam medim kultur.
- proses pengembalian ( transfer ) embrio kembali ke dalam rahim.
- proses pembekuan embrio ( freezing ) untuk disimpan kalau terdapat kelebihan embrio.

Ada 2 tehnik bayi tabung yang biasa dilakukan saat ini, yaitu:
1. Tehnik fertilisasi in vitro konvensional ( tehnik ini dilakukan jika sperma suami cukup baik jumlah dan kualitasnya ).
2. Tehnik ICSI ( Intra Cytoplasmic Sperm Injection ), teknik injeksi mikro menyuntikkan 1 sperma langsung kedalam 1 sel telur sehingga terjadi pembuahan.

Dalam keadaan tidak adanya sperma yang keluar bersama air mani, maka dewasa ini sudah dikembangkan tehnik pengambilan sperma langsung dari epididimis ( saluran penyimpanan sperma ), yaitu dengan teknik MESA / PESA ataupun pengambilan sperma langsung dari buah zakar dengan tehnik TESE.

Sumber: dr. Indra Nurzam Chalik Anwar SpOG / Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:36 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 9:07 pm

HARUS PROGRAM BAYI TABUNG
Teknologi bayi tabung telah membawa perubahan dan manfaat yang luar biasa dalam pengobatan masalah ketidaksuburan.
Banyak pasangan suami istri yang dulunya tidak mungkin memiliki anak biologik mereka sendiri sehingga memiliki anak hanya merupakan impian belaka, tetapi dengan adanya program bayi tabung impian mereka kini bisa terwujud. Jika pasangan suami istri mempunyai masalah seperti dibawah ini, maka sebaiknya segera berpikir untuk mengikuti program bayi tabung:

1. Masalah saluran telur ( tuba ), yang merupakan tempat terjadinya pembuahan.
- Tuba non paten ( tersumbat ) yang tidak memungkinkan tindakan koreksi bedah.
- Kegagalan operasi koreksi tuba ( angka keberhasilan operasi rekonstruksi tuba berkisar 20-30% ).
- Tuba paten ( terbuka ) tapi abnormal ( fungsi tuba tidak baik ).

2. Masalah sperma.
- Oligozoospermia berat ( jumlah sperma sangat sedikit ( < 10 juta/cc ).
- Astenozoospermia berat ( jumlah sperma yang bergerak baik sangat sedikit ( < 30% ) atau sebagian besar sperma tidak bergerak ).
- Teratozoospermia berat ( jumlah sperma dengan bentuk normal sangat sedikit ( < 10% ) dengan jumlah dan gerak sperma kurang dari normal.
- Azozoospermia ( tidak ada sperma keluar bersama air mani, bisa karena sumbatan saluran sperma atau kegagalan buah zakar memproduksi sperma ).
- Adanya antibodi antisperma terutama di kepala sperma, menyebabkan sperma tidak mampu menembus dinding sel telur ( ovum ).

Untuk dapat terjadinya kehamilan alamiah, maka seorang pria harus mampu memproduksi minimal 20 juta sperma/cc dengan gerakan sperma yang baik >50% dan dengan sperma bentuk normal >30%. Pada umumnya kelainan pada sperma tidak ada pengobatan yang spesifik untuk meningkatkan jumlah maupun kualitasnya.

3. Masalah endometriosis.
4. Masalah tidak ditemukan kelainan yang dapat menyebabkan ketidaksuburan.
5. Masalah kegagalan inseminasi berulang.
6. Masalah imunologik ( adanya antibodi antisperma pada tubuh wanita terhadap sperma suaminya ).

Sumber: dr. Indra Nurzam Chalik Anwar / Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:36 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 9:09 pm

TEKNOLOGI TERKINI UNTUK PROGRAM BAYI TABUNG
GERAI - Edisi Oktober 2008 (Vol.8 No.3) Farmacia
Meski angka keberhasilan bayi tabung kini semakin meningkat, namun tetap saja sel kegagalan pembuahan jauh lebih besar dibandingkan yang berhasil. Saat ini di dunia, termasuk Indonesia, angka keberhasilan program "pembuahan di cawan petri" ini sekitar 30-40%. Menurut Ludwig M dan Howles Cm (2005) ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siklus pengobatan fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung. Di antaranya factor pasis, protokol stimulasi ovarium yang digunakan, laboratorium embriologi, jumlah embrio per transfer, teknik transfer embrio, penunjang faseluteal, konsistensi dan kemurnian obat, hingga pengalaman dokter. Dijelaskan Dr. Indra NC. Anwar dari Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung Teratai, RS Gading Pluit, saat ini sudah ditemukan teknologi-teknologi baru sehingga bisa memperbesar keberhasilan program IFV. Teknologi bari meliputi temuan baru obat-obatan, medium kultur yang semakin "ramah" untuk sel telur maupun sperma, serta dari sisi instrumen dan komputer pendukung.

Pilihan utama adalah melalui bioteknologi. Pada awal 90-an, FSH berhasil dibuat melalui rekayasa genetika dan bioteknologi. FSH recombinant pertama dibuat dan telah disahkan oleh European Medicines Evaluation Agency (EMEA) dan FDA. Produk ini melengkapi produk recombinant yang sudah tersedia dan banyak digunakan saat ini, misalnya recombinant human growth hormone, Interferon Beta 2a, dan sebagainya. Menurut Indra, FSH rekombinan digunakan untuk induksi ovulasi pada wanita yang tidak responsif terhadap klomifen sitrat, termasuk pada penderita simdrom ovarium polikistik (SOPK). Selain itu diindikasikan untuk menstimulasi perkembangan folikel pada pasien yang menjalani program bayi tabung atau program teknik bantu reproduksi lainnya. "kini sediaan FSH rekombinan lebih praktis lagi yakni dalam bentuk pen sehingga ketepatan dosis bisa dicapai dan meningkatkan kenyamanan pasien," jelas Indra. Untuk program bayi tabung, pengobatan dengan FSH rekombinan bisa diberikan 2 minggu setelah pemberian GNRH agonist yang bermanfaat untuk menekan lonjakan LH endogen, juga untuk mengontrol kadar LH. Rekombinan FSH dan GNRH dilanjutkan sampai respon folikel yang adekuat diperoleh.

Selain revolusi obat-obatan, tambah Indra, protokol stimulasi ovarium untuk program bayi tabung kini juga semakin sederhana, menggantikan long down regulation yang lebih panjang. Protokol terkini lebih aman, efektif dan fleksibel terutama karena penggunaan obat-obatan baru tersebut. Penggunaan GnRH antagonis sering disebut dengan "short protocol". Beberapa keuntungan protokol singkat ini di antaranya waktu lebih singkat (14 hari), total dosis untuk stimulasi lebih rendah, komplikasi bisa ditekan, kontrol rumah sakit lebih sedikit, mulai program lebih rendah, prosedur lebih sederhana, dan bisa menekan tingkat stress pasien. Dalam program IVF ada tiga tahap pelaksanaan. Pertama tahap pengambilan sel telur. Tahap ini dilakukan jika jumlah folikel ≥ 3 dan diameternya ≥ 18 mm. Dalam tahap ini dilakukan injeksi hCG urin 5000 IU atau hCG rekombinan 250 IU 36 jam sebelum pengambilan telur. Pemberian GnRH dan FSH injeksi dihentikan. Pengambilan sel telur dilakukan dengan pembiusan umum dengan jarum khusus dipandu USH transvaginal. Tahap kedua, tahap pembuahan dilakukan dengan metode konvensional maupun dengan ICSI. Pada tahap konvensional 1 sel telur dicampur dengan 50.000 sperma dalam medium kultur di cawan peteri. ICSi adalah menyuntikkan 1 sel sperma ke dalam sel telur dengan bantuan mikromanipulator. Tahap terakhir adalah tandur alih embrio. Jumlah embrio yang ditanamkan maksimal 3 embrio dan dilakukan pada hari ke-3. Saat itu embrio sudah membelah menjadi 8 sel.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:37 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:15 pm

RAWAN PELANGGARAN ETIKA, KLINIK BAYI TABUNG HARUS DIBATASI
Irna Gustia - detikHealth - Senin, 07/06/2010 15:42 WIB
Jakarta, Teknik bayi tabung adalah cara untuk mendapatkan keturunan yang dilakukan pasangan yang memiliki masalah kesuburan. Namun dalam perjalanannya, teknik bayi tabung rawan mengalami pelanggaran etika dan moral. "Perlu diwaspadai adanya donor sperma, donor sel telur, donor embrio, pilihan gender dalam kehamilan tanpa indikasi medis dan hamil titipan," kata Prof.Dr.dr. Soegiharto Soebijanto, SPOG(K) dalam pidato pengukuhan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berjudul 'Bayi Tabung di Indonesia Masa Kini dan Masa Mendatang' pada 5 Juni 2010 yang dilansir Senin (7/6/2010). Bagaimana pun kata Prof Soegiharto, bayi tabung atau Teknik Reproduksi Berbantu (TRB) adalah cara penanganan infertilitas (ketidaksuburan) apabila cara penanganan yang lain tidak diperoleh hasil. Proses TRB terdiri dari stimulasi ovarium, pengambilan sel telur dari dalam folikel (ovum pick up - OPU) dan kemudian memfertilisasi sel telur yang diperoleh dengan spermatozoa suami di dalam cairan medium. Zygote yang dihasilkan ditransfer ke dalam rahim istri. Dalam undang-undang kesehatan Nomor 23 Pasal 16 Ayat 1 dimungkinkan dilaksanakan kehamilan di luar cara alami untuk membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan. Penerapan TRB sesuai dengan kaidah al hajatu tanzilu manzilah al dharurat (hajat atau kebutuhan yang mendesak diperlakukan seperti keadaan darurat). Dilihat dari segi teknologinya, 4 lembaga fatwa, Bahtsul Masail NU, Komisi Fatwa MUI, Dewan Hisbah PERSIS, dan MPKS. Keempatnya menyepakati bolehnya inseminasi buatan dan bayi tabung. Sepanjang sperma berasal dari suami dan sel telur dari istrinya yang masih terikat dalam pernikahan dan dihamilkan oleh wanita pemilik oosit tersebut, dan mengharamkan insemi�nasi buatan atau bayi tabung donor karena akan berakibat merancukan nasab (silsilah keturunan). Sementara gereja Roma Katolik menentang semua bentuk fertilisasi in vitro karena sebagaimana kontrasepsi ini memisahkan prokreasi perkawinan.

Prof Soegiharto juga menekankan TRB hanya ditujukan kepada pasutri yang mempunyai indikasi infertilitas dan sudah tidak dapat ditanggulangi lagi dengan cara-cara konvensional. Kasus infertilitas itu antara lain tersumbatnya kedua saluran telur, kegagalan perawatan infertilitas secara konvensional, infertilitas idiopatik (unexplained infertility) dan kelainan spermatozoa yang berat (oligozoospermia berat). Tingkat keberhasilan bayi tabung di Indonesia mencapai 35% dengan angka kelahiran hidup mencapai 25%. Di Indonesia dihindari melakukan pembekuan embrio terlalu banyak dan harus ada perjanjian apabila masih ada sisa embrio harus ditransfer kedalam rahim pemiliknya dalam kurun waktu dua tahun. Menurutnya, untuk mencegah berdirinya Pusat TRB yang berlebihan, maka pendiriannya perlu dibatasi. Penanganan kasus infertilitas perlu berjenjang dengan mengadakan sistem rujukan. Penanganan tingkat satu, dua dan tiga. Penanganan tingkat satu oleh dokter keluarga, tingkat dua oleh ahli obstetri dan ginekologi dan tingkat tiga oleh pusat pelayanan TRB. Prof Soegiharto khawatir dengan berhasil diciptakannya male sperm dan female egg di luar negeri, tidak mustahil ilmu ini akan berkembang di Indonesia dan akan ada permintaan kaum lesbian dan kaum homosex ingin memiliki keturunan dari pasangannya. "Rambu-rambu regulasi harus sudah dipersiapkan sebelum masalahnya akan timbul," kata Prof Soegiharto yang berusia 64 tahun ini. Oleh karena itu, dia mengingatkan perlunya pengawasan terhadap pusat pelayanan TRB oleh Departemen Kesehatan harus ketat, perijinan pembukaan pusat pelayanan TRB harus dibatasi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:20 pm

SAAT MEMILIH BAYI TABUNG
Sabtu, 06/02/2010 15:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Pasangan suami istri yang sulit memperoleh anak banyak yang mengandalkan program bayi tabung. Namun saat memilih bayi tabung tak melulu masalah dana besar yang dibutuhkan tapi perlu kesiapan mental karena peluang keberhasilannya cuma 40 persen. "Keberhasilan dari proses bayi tabung ini sekitar 40 persen dengan biaya yang harus dikeluarkan mulai dari Rp 40 juta," ujar dr Budi Wiweko, SpOG dalam acara Women's Health Expo 2010 di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (6/2/2010). Pada prinsipnya keberhasilan program bayi tabung sekitar 40-50% tetapi hal ini akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Pada wanita di bawah 30 tahun peluangnya mencapai 50%, sedangkan usia 30-35 tahun peluangnya 35%, usia 40 tahun keberhasilan program bayi tabung menjadi sekitar 10-15%, sementara di atas usia 40 tahun peluangnya tinggal 8%. Kegagalan yang terjadi biasanya pada proses penanaman embrio di rahim, yang sangat tergantung pada kemampuan rahim menangkap embrio. Komunikasi embrio dengan rahim kadang tidak berjalan karena ada infeksi atau mioma uteri, polip dan kista.

Biasanya dokter akan mengulang lagi program ini hingga minimal tiga kali setelah mempelajari hasil kegagalan sebelumnya. Bahkan salah seorang penyanyi dangdut terkenal yang ikut program bayi tabung, baru berhasil hamil setelah mengulang enam kali. Proses mengulang inilah yang membuat biaya membengkak. Jika biaya rata-rata di Indonesia sebesar Rp 40-50 juta, bisa jadi karena proses mengulang itulah yang membuat biaya juga bertambah besar. Selain biaya, faktor psikologis si ibu juga harus diperhatikan karena proses bayi tabung memang memakan waktu. Si ibu juga harus minum obat-obat hormon atau disuntik yang membuat tubuhnya tidak nyaman. Menurut dokter Budi, proses bayi tabung atau fertilisasi in vitro (FIV) biasanya dilakukan oleh pasangan yang memiliki gangguan kesuburan. Pasangan suami istri dikatakan memiliki gangguan kesuburan jika sudah melakukan hubungan seks secara teratur yaitu 2-3 kali seminggu selama setahun tapi belum juga ada tanda-tanda kehamilan.

Beberapa gangguan kesuburan itu, pada perempuan misalnya gangguan pada proses pematangan sel telur, ada penyumbatan di jalan yang mempertemukan sel telur dan sperma atau pernah mengalami endometriosis (sel endometrium/lapisan dinding rahim yang tumbuh di luar kandung rahim) yang menyebabkan kesuburan terganggu. Sementara gangguan kesuburan dari pihak laki-laki adanya masalah pada sperma seperti jumlahnya yang sedikit atau tidak ada sperma sama sekali, bentuknya tidak normal, gerakan sperma yang kurang lincah atau sperma tidak bisa bertahan hidup lebih lama. "Hampir 35 persen permasalahan gangguan kesuburan disebabkan oleh masalah sperma. Jadi jika istri sulit untuk hamil maka suami dan istri harus diperiksa. Tidak bisa salah satu pihak saja," ungkap dokter yang berpraktik di RSCM dan RS Pondok Indah Jakarta. Proses bayi tabung ini biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu hingga akhirnya si calon bayi bisa ditanamkan dalam rahim sang ibu. Selama waktu tersebut ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu:

1. Melakukan pemeriksaan awal termasuk kesehatan dari ibu apakah memiliki gangguan infeksi atau tidak dan juga suaminya.
2. Melakukan tahap pematangan sel telur hingga ukurannya agak besar dan mengeluarkannya.
3. Menguji kualitas sperma, jika saat hubungan seks sperma tidak keluar, maka harus diambil dari testis dengan melakukan operasi kecil.
4. Melakukan pembuahan sperma ke sel telur di dalam laboratorium.
5. Beberapa hari setelah pembuahan, embrio yang terbaik di tanamkan ke dalam rahim.
6. Selama dua minggu awal, biasanya sang calon ibu menerima suntikan hormon untuk membantu embrio berkembang.
7. Setelah itu menunggu hasil pembuahan untuk mendapatkan kepastian apakah perempuan tersebut hamil atau tidak.

Proses bayi tabung ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan keturunan pada pasangan yang memiliki masalah fertilitas. Tapi sebelum melakukan bayi tabung, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai persyaratan dan kondisi kesehatan keduanya.(ver/ir)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:23 pm

SEKS BAKAL DIKALAHKAN BAYI TABUNG
Senin, 17 Mei 2010 | 09:46 WIB
LONDON, KOMPAS.com — Para ahli memperkirakan, dalam 10 tahun ke depan setiap pasangan menikah tidak akan lagi melakukan hubungan seks untuk memperoleh bayi. Hubungan seks akan mulai tergeser oleh proses bayi tabung (in vitro fertilization/IVF). Menurut para ahli, pasangan usia 30-an kini mulai beramai-ramai beralih dan mengandalkan metode kesuburan artifisial karena sistem reproduksi manusia sudah dinilai "tidak efisien". Hal itu membuat aktivitas seks pada masa depan tidak lebih dari sekadar kesenangan atau rekreasi. Prediksi ini disampaikan oleh Dr John Yovich, ahli veteriner dari Murdoch University di Perth, Australia, dalam jurnal Reproductive BioMedicine. Yovich yakin, metode bayi tabung IVF akan dapat mengurangi tekanan yang dialami para pasangan yang telah menunda kehamilannya demi mengejar karier. Hal yang lebih penting, menjalani opsi bayi tabung dinilai lebih efektif ketimbang mencoba kehamilan secara alami. Menurut hitungan para ahli, perempuan muda saat ini hanya punya satu dari empat kesempatan (25 persen) setiap bulan untuk hamil melalui aktivitas seks. Sementara di antara usia-35an, kesempatan ini jauh lebih kecil lagi, yakni hanya satu dari 10 kesempatan. Sementara itu, rata-rata keberhasilan IVF kini sudah mencapai 50 persen dan semakin mendekati 100 persen. Fakta inilah yang membuat Dr Yovich begitu yakin kalau bayi tabung akan menjadi pilihan utama untuk memiliki anak dalam 10 tahun mendatang.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:44 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:25 pm

PROGRAM BAYI TABUNG MAHAL, ADA SOLUSI?
Minggu, 25 April 2010 | 17:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Program bayi tabung menjadi salah satu pilihan pasangan suami istri yang sulit memperoleh anak. Namun, hingga kini banyak yang mengeluhkan mahalnya mendapatkan bayi dengan teknik rekayasa produksi ini. Lantas, faktor apa yang meyebabkan mahalnya program ini? Kepala Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K) menuturkan mahalnya obat-obatan hormon yang harus diminum oleh si ibu menjadi salah satu faktor tingginya biaya profram bayi tabung. Pasalnya, obat-obatan tersebut hingga kini masih impor dan Indonesia belum mampu memproduksinya sendiri. Di sisi lain, bea masuk obat-obatan ini termasuk dalam golongan bea masuk barang mewah, sehingga tarifnya 'selangit'. "Ya mungkin bisa 10 kali lipat lebih mahal, mahal sekali dibandingkan tetangga kita di Malaysia, Singapura apalagi di Vietnam," papar dr. Andon, di kantornya, Jakarta, Minggu (25/4/2010). Namun, dr. Andon tidak menyebutkan besaran bea tarif untuk obat-obatan tersebut. Di negara tetangga, kata dr. Andon, obat-obatan tersebut disubsidi. Bahkan, di Vietnam ada kebijakan yang memberikan subsidi penuh bagi pasangan suami istri yang menjalani program bayi tabung. Artinya, program ini dijalani secara gratis. Berkaitan dengan itu, Pemerintah menyusun tarif bea masuk baru bagi obat-obatan untuk program bayi tabung. Ini dilakukan agar calon peserta bayi tabung di Indonesia tidak lari ke luar negeri karena biayanya yang lebih murah. "Kita tidak muluk-muluk. Tetapi mungkin bea masuk dapat diringankan. Itu sudah cukup," tutur dia.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:43 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Wed Jul 04, 2012 1:26 pm

IKUT BAYI TABUNG BISA KREDIT LHO...
Minggu, 25 April 2010 | 15:11 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya biaya program bayi tabung membuat sebagian besar pasangan suami istri terkadang bimbang dan berpikir dua kali sebelum mengikuti program ini. Pasalnya, ongkos paling murah untuk program biaya bayi tabung ini seharga satu unit mobil. Namun, keinginan untuk menimang momongan menjadi kebutuhan mendesak. Untuk itu, Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggandeng Bank Mandiri guna menyediakan kredit bagi pasangan suami istri yang ingin mengikuti program ini. Bunganya pun ringan, karena mencapai 0 persen. Demikian disampaikan Kepala Klinik Yasmin Kencana dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K), di sela-sela seminar Penanganan Ganggan Kesuburan Pada Pasutri, di RSCM, Jakarta, Minggu (25/4/2010)."Kami mengupayakan kerjasama dengan Bank Mandiri untuk dimungkinkan mendapatkan kredit dengan bunga 0 persen. Kalau bisa pembyarannya nyicil selama 1 tahun. Ini tentu akan meringankan buat pasien," kata Andon. Dia menuturkan, saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Mandiri untuk pengucuran kredit ini. Menurutnya, pemberian kredit untuk bayi tabung ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan program kredit untuk pengobatan Katarak dan telah berhasil. Karena itu, diharapkan program ini juga bisa sukses untuk bayi tabung. "Diharapkan dengan adanya program kredit, peserta nggak memikirkan keuangan. Jadi pasien nggak usah harus ada uang," jelasnya.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:44 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Bayi Tabung
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 32Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 17 ... 32  Next
 Similar topics
-
» adab menyambut kelahiran bayi
» Nama bayi Islami untuk Laki-Laki
» BLOG REPORT: "Little hands" (Down's syndrome)
» Yahya/Yohanes dipenggal kepala?
» Obat Kejang Pada Bayi

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: