Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Bayi Tabung

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 16 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:36 pm

PROGRAM BAYI TABUNG SUDAH HASILKAN 5 JUTA BAYI
Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 3 Juli 2012 | 18:27 WIB
KOMPAS.com - Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 1978, program bayi tabung seolah menjadi jurus terakhir setiap pasangan yang sulit memiliki anak. Hingga saat ini, sudah terdapat lima juta bayi tabung dilahirkan ke dunia. Sebuah tonggak bersejarah dalam terapi kesuburan. Bayi tabung pertama yang berhasil dilahirkan, Louise Brown, dilahirkan di Inggris pada bulan Juli 1978. Ibunya, Leslie Brown meninggal bulan lalu. Inggris memang menjadi tonggak awal sejarah bayi tabung di dunia. Di Indonesia sendiri, program bayi tabung baru dilakukan di tahun 1988 oleh tim dokter RSAB.Harapan Kita Komite internasional untuk pengawasan dan monitoring teknologi reproduksi (Icmart) mempresentasikan data terkini mengenai jumlah bayi yang lahir dari hasil program bayi tabung dalam pertemuan European Society of Human Reproduction and Embryology di Turki. Mereka menyebutkan, sampai dengan tahun 2008 ditambah tiga tahun perkiraan, saat ini terdapat lima juta bayi tabung di seluruh dunia. "Teknologi ini telah mengalami kesuksesan yang tinggi dalam mengatasi gangguan kesuburan. Kemajuan teknologi bayi tabung semakin memperbesar peluang kehamilan," kata Dr.David Adamson, ketua Icmart.

Menurut data Icmart, setiap tahunnya terdapat 1,5 juta siklus in vitro fertilization (IVF) dan teknik serupa, yang menghasilkan 350.000 bayi. "IVF atau bayi tabung kini sudah hal yang jamak. Pasangan tak perlu merasa malu lagi melakukannya," kata Stuart Lavery, konsultan ginekologi. Kendati demikian, para ahli mengingatkan agar keberhasilan bayi tabung tidak dijadikan "asuransi" bagi pasangan yang memilih menunda punya anak. "Banyak orang yang ingin menunda punya anak melihat IVF sebagai polis asuransi yang bisa diakses kapan saja. Padahal faktanya kesuksesan IVF pada wanita yang sudah berusia lanjut tidak sebaik pada yang berusia lebih muda," kata Lavery. Dr.Allan Pacey, dosen senior di bidang andrologi dari Universitas Sheffield, mengatakan, kesuksesan program bayi tabung mencapai lima juta adalah hal yang patut diapresiasi. "Sekarang ini penerimaan masyarakat akan program bayi tabung sudah lebih baik dibandingkan 10 atau 20 tahun lalu," katanya. Ia mengharapkan para dokter untuk memastikan pasangan yang ingin melakukan IVF menyadari bahwa program ini bukan solusi yang pasti berhasil. Dan sebaiknya mereka tidak menunda-nunda untuk memperbesar peluangnya. "IVF adalah sesuatu yang layak diperjuangkan oleh mereka yang memang membutuhkan," kata Pacey.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:39 pm

PELUANG DAN RISIKO BAYI TABUNG
Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 21 Juni 2011 | 08:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Program bayi tabung adalah suatu teknik reproduksi berbantu atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Teknik ini sekarang semakin banyak dipilih oleh pasangan yang sulit memperoleh keturunan meskipun memerlukan biaya dan pengorbanan yang tidak sedikit. Ada baiknya, sebelum menjalani program ini pasangan suami istri terlebih dulu memahami prosedur, peluang, dan risiko yang harus ditanggung selama menjalani program bayi tabung ini. Hal ini penting guna mempermudah dan menambah kesiapan mental. Dr Sudirmanto, SpOG-KFER dari Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta menjelaskan, peluang untuk mendapatkan suatu kehamilan melalui proses bayi tabung ditentukan oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah usia wanita, cadangan sel telur, lamanya gangguan kesuburan yang dialami pasangan, riwayat ada atau tidaknya kehamilan sebelumnya, derajat kelainan, sarana dan fasilitas teknologi laboratorium, ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh tenaga medis klinik bayi tabung.

"Dengan mengikuti bayi tabung akan memberikan peluang untuk mendapatkan kehamilan bervariasi dari 10 sampai 45 persen," ujarnya dalam seminar awam "Harapan Baru untuk Mendapatkan Buah Hati", beberapa waktu lalu. Salah satu faktor paling penting yang menentukan peluang terjadinya kehamilan, terang Sudirmanto, adalah usia wanita. Di klinik melati RSAB Harapan Kita, misalnya, angka keberhasilan bayi tabung bervariasi dan tergantung pada usia wanita. Pada usia kurang dari 30 tahun angka keberhasilannya 35-45 persen, pada usia 31-35 tahun peluang untuk terjadinya kehamilan 30-45 persen, pada usia 36-40 tahun peluang terjadinya kehamilan 25-30 persen dan pada usia lebih dari 40 tahun peluangnya 10-15 persen. "Peluang tersebut tentunya berupa peluang secara umum, yang hanya berdasarkan usia wanita, sebab masih banyak lagi faktor lainnya yan memengaruhi angka keberhasilan proses bayi tabung," imbuhnya. Selain peluang kehamilan, kata Sudirmanto, ada beberapa faktor risiko yang mungkin terjadi pada pasangan suami istri yang mengikuti program bayi tabung. Setidaknya, ada 5 (lima) hal yang harus dipersiapkan pasangan suami istri yang sudah menetapkan program bayi tabung sebagai pilihan utama.

Pertama, terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan memungkinkan terjadinya penumpukan cairan di rongga perut dan memberikan beberapa keluhan, seperti rasa kembung, mual, muntah, dan hilangnya selera makan. "Dengan pemantauan secara rutin selama masa stimulasi keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi. Atau jika pun terjadi dengan pengelolaan yang tepat keadaan tersebut umumnya dapat diatasi," jelasnya.

Kedua, saat pengambilan sel telur dengan jarum menimbulkan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, dan kemungkinan jarum mengenai kandung kemih, usus, dan pembuluh darah. Dengan persiapan yang baik dan panduan teknologi ultrasonografi, keadaan tersebut umumnya dapat dihindari.

Ketiga, risiko kehamilan kembar lebih dari 2 (dua) akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim. Hal ini akan memberikan risiko akan persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama. Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim dapat mengurangi risiko tersebut.

Keempat, risiko akan keguguran dan kehamilan di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi.

Kelima, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung. "Dengan seleksi pasien dan penjelasan yang menyeluruh tentang bayi tabung diharapkan pasangan telah memahami dan menerima risiko," pungkas Sudirmanto.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:40 pm

BAYI TABUNG MENJADI PILIHAN PERTAMA
Penulis : Bramirus Mikail | Minggu, 19 Juni 2011 | 09:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi reproduksi terbaru yang dikenal dengan bayi tabung dahulu sering dipandang sebagai pilihan terakhir bagi sejumlah pasangan suami isteri yang ingin segera mendapatkan buah hati. Padahal dengan indikasi yang nyata, tidak ada alasan bagi pasangan suami isteri yang punya masalah untuk menunda-nunda program bayi tabung. "Pada saat ini pasangan dengan alasan yang nyata, bayi tabung dapat langsung menjadi pilihan pertama jika masalah yang didapat cukup berat," ujar dr. Sudirmanto, SpOG - KFER, Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, saat seminar awam "Harapan Baru Untuk Mendapatkan Buah Hati", Sabtu, (18/6/2011). Selain bayi tabung, ada beberapa pilihan terapi, baik itu secara alamiah, obat-obatan, operasi dan inseminasi (memasukan sperma suami langsung kedalam rahim). Menurut Sudirmanto, situasi pada wanita yang misalnya mengalami permasalahan kerusakan atau penyumbatan saluran indung telur (kiri kanan) dan sulit untuk diperbaiki kembali melalui operasi sebaiknya segera melakukan program bayi tabung. Begitu juga, pada pria dengan kualitas sperma yang sangat jelek atau dengan sperma yang tidak ada sama sekali atau biasa disebut azospermia, yang tidak mungkin bisa sembuh sekalipun dengan mengonsumsi obat-obatan. "Pada keadaan demikian sebaiknya langsung saja deh ikut bayi tabung, nggak usah tunda-tunda," tegasnya. Sudirmanto memaparkan, ada hal-hal lain yang juga dapat menjadi pertimbangan kapan seharusnya seorang pasangan mengikuti bayi tabung.

Pertama, saat dijumpai endometriosis derajat sedang samapai derajat berat yang sudah dioperasi dan diberikan obat-obatan akan tetapi belum berhasil hamil dalam waktu 6-12 bulan.

Kedua, saat dijumpai gangguan kesuburan yang tidak dapat ditentukan penyebabnya dan telah diobati beberapa kali dengan obat-obatan pemicu indung telur dan 3-4 kali inseminasi sperma ke dalam rahim namun juga tidak menghasilkan kehamilan.

Ketiga, saat dijumpai gangguan kesuburan pada wanita usia reproduksi lanjut (37 tahun) dan kegagalan inseminasi sperma ke dalam rahim yang berulang.

Keempat, saat dijumpai adanya gangguan kesuburan karena adanya masalah imunologi.

Kelima, saat dijumpai adanya gangguan kesuburan pada suami dan istri secara bersamaan.
Untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan program bayi tabung, Sudirmanto mengatakan, bahwa keputusan tetap berada di tangan dokter. Apabila indikasinya sudah nyata dan jelas, biasanya pasien akan diarahkan untuk mengikuti program bayi tabung.
Namun mengingat biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, belum lagi tidak ada jaminan 100 persen kepastian keberhasilan untuk mendapatkan buah hati pascamelakukan bayi tabung, membuat sebagian pasangan masih berpikir ulang untuk melakukannya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:47 pm

DUNIA BERWARNA BAYI TABUNG
Minggu, 29 Januari 2012 | 03:51 WIB
Tirta Bambang Wirawan (13) merasa dirinya sangat berharga karena lahir dari program bayi tabung atau ”in vitro fertilisation”. Ia selalu menjadi juara kelas dan kini masuk kelas akselerasi di sekolahnya. Orangtua Tirta, Sherina Salamon dan Paulus Bambang Wirawan, memang selalu menanamkan betapa berharga dirinya. Sejak umur lima tahun, Tirta sudah mendengar cerita tentang program bayi tabung. ”Bangga dong, saya ini bayi mahal. Harus bisa jadi teladan,” ujarnya sambil berseloroh.
Pasangan Nur Cahyo (36) dan Fisda Rosida Kusumawati (34) juga memilih program bayi tabung setelah delapan tahun menikah. Warga Vila Mutiara Cinere, Depok, ini menghabiskan total dana Rp 76 juta hingga bayi mereka, Fanza Aflaha Fisca Sakhi, lahir pada 19 September 2010. Sebelumnya, Nur Cahyo mengaku sudah menempuh beragam cara, mulai dari konsultasi ke dokter hingga pengobatan alternatif, tetapi hasilnya nihil. Ia sempat khawatir ketika istrinya harus bed rest selama tiga bulan karena satu dari dua bayi di rahim Fisda gugur. ”Alamiah jika kami lalu memanjakan Fanza,” kata Nur. Gembira dengan kelahiran Fanza, Nur dan Fisda pun berencana ingin memiliki bayi lagi dengan proses yang sama. Saat ini, mereka masih menyimpan ”tabungan” tiga embrio beku yang disimpan di embrio storage Klinik Fertilitas Morula In Vitro Fertilisation (IVF) Jakarta. Setiap bulan, mereka membayar biaya penyimpanan Rp 200.000. Dari embrio beku, ibu lainnya, Lia (38), akhirnya melahirkan bayi sehat. Lia sempat depresi ketika keguguran embrio pertama yang ditanam di rahimnya. Butuh waktu lama untuk menata hati sebelum ia berani memulai lagi program bayi tabung dengan embrio beku. ”Kala itu sedih banget. Lihat kucing hamil saja saya sampai menangis,” ujar Lia. Akibat penanaman lebih dari satu embrio di rahim, sebagian bayi yang lahir dari proses bayi tabung ini terlahir kembar. Warga Bekasi, Rahmanita (33), melahirkan sepasang anak kembar, Rafailan dan Gafarin, yang baru berusia 3,5 tahun. Sedangkan Mega Indah dikaruniai tiga anak kembar, Sa’ad, Salman (laki-laki), dan Salsa.

Normal
Dokter spesialis kandungan dan infertilitas, Ivan R Sini, mengatakan, tingkat keberhasilan program bayi tabung sudah meningkat pesat. Bayi yang lahir dari program ini terbukti sehat dan normal seperti anak lain. Dengan perkembangan teknologi pengobatan dan laboratorium, program bayi tabung tak lagi memakan waktu lama. Kini, pengambilan telur tidak perlu melalui pembedahan, cukup dengan kateter khusus. Pasien hanya dibius ringan sekitar 20 menit tanpa luka. Telur kemudian dibuahi oleh sperma di cawan laboratorium sebelum bertumbuh menjadi embrio. Hanya butuh waktu 3-5 hari sebelum embrio ditanam di rahim ibu. Dua minggu setelahnya, pasien sudah bisa mengetahui apakah positif hamil atau tidak. Embrio yang tidak ditanam di rahim masih bisa disimpan hingga maksimal lima tahun. Jika ingin kembali hamil, orangtua tak perlu menjalani proses dari awal dan bisa memanfaatkan embrio beku yang disimpan dalam embrio storage. Biaya yang dibutuhkan untuk program bayi tabung ini berkisar Rp 45 juta hingga Rp 65 juta. Psikolog anak, Diana Tarigan, berharap agar orangtua tidak terlalu memanjakan dan terlalu melindungi anak-anak yang lahir dari program bayi tabung. ”Mereka harus diperlakukan normal. Jangan karena sulit mendapatkan, anak-anak itu justru dibuat sulit ke depannya,” kata Diana. Jika terlalu dianggap spesial, anak-anak akan menjadi sulit berteman dan menjadi egois. ”Kepribadian anak-anak ini tetap dibentuk oleh gen dari orangtua dan perlakuan dari lingkungannya,” tambah Diana. Sejauh ini, menurut Diana, belum ada penelitian khusus yang meneliti anak-anak dari program bayi tabung. Yang pasti, ibu yang menjalani program bayi tabung harus terbebas dari rasa stres agar si anak kelak tidak tumbuh menjadi penakut.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 19, 2012 8:33 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:50 pm

IVM, TEKNIK BAYI TABUNG LEBIH MENJANJIKAN
Rabu, 19 Januari 2011 | 09:22 WIB
KOMPAS.com - Infertilitas (ketidaksuburan) adalah kemampuan pasangan suami-istri untuk menjadikan istri hamil dan melahirkan anak hidup setelah melakukan hubungan seksual secara teratur dalam waktu satu tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Infertilitas dapat disebabkan oleh gangguan sistem reproduksi pada suami, isteri atau keduanya. Problem infertilias merupakan kebutuhan global, walaupun di beberapa negara perhatian masih ditujukan pada program family planning. Di dalam program demografi dan survey kesehatan WHO, diperkirakan bahwa tahun 2001, 167 juta (tidak termasuk China) pasangan di dunia yang menikah berumur 15-49 tahun mengalami infertilitas. Dengan meningkatnya tingkat ekonomi suatu negara maka pelayanan layanan infertilitas juga cenderung meningkat. IVF (In Vitro Fertilization), lebih populer dengan sebutan bayi tabung dikenal sejak beberapa dekade ini sebagai teknik canggih untuk menolong pasutri kurang subur untuk memperoleh anak bila cara-cara alami ataupun teknik kedokteran sederhana gagal. Sampai saat ini jutaan bayi tabung telah dilahirkan di seluruh dunia dengan teknik bayi tabung. Dari Indonesia sendiri, kurang lebih 2000 bayi tabung telah dilahirkan sejak teknik ini mulai dilakukan pada 1987. IVM merupakan teknik terbaru dalam program bayi tabung dan sangat populer akhir-akhir ini. IVM merupakan singkatan dari In Vitro Maturation (In Vitro = didalam gelas; maturation = proses pematangan). Jadi pengertian IVM adalah teknik bayi tabung dengan mematangkan sel telur dilaboratorium sebelum dibuahi dan dipindahkan dalam bentuk embrio kedalam rahim. Keberhasilan teknik IVM pada manusia pertama sekali dilaporkan pada tahun 1991 oleh Cha (Korea) dimana oosit diambil dari biopsi ovarium saat melakukan operasi sesar. Selanjutnya Trouson (Australia), pada tahun 2004 telah melaporkan kelahiran bayi IVM pada pasien dengan SOPK (sindroma ovarium polikistik). Dengan bertambah baiknya teknik IVM terutama teknik kultur, keberhasilan teknik IVM sekarang ini cukup memuaskan. Tingkat keberhasilan yang sudah dicapai di beberapa negara, dilihat dari kehamilan kliniknya tercatat cukup tinggi. Di Perancis misalnya mencapai 18 %, Jepang 26,8 %, Skandinavia (Swedia dan Finlandia 22 %, Vietnam 27,6 % dan Kanada 28 %. Di Asia tenggara teknik ini baru dilakukan di Vietnam sebagai negara pertama dan kemudian diikuti oleh Indonesia. Sedangkan dari Singapura, Malaysia dan Thailand belum ada publikasi/berita mengenai teknik IVM ini.

Prosedur IVM
Berbeda dengan teknik IVF di mana kepada istri harus diberikan pengobatan hormon yang harganya mahal selama beberapa minggu untuk menumbuhkan dan mematangkan sel telur pada indung telur, teknik IVM ini terbilang lebih sederhana. Prosedurnya hanya dilakukan hanya pada satu siklus haid saja dan tidak atau sedikit sekali memerlukan pengobatan hormon. Obat hormonal bisa saja diberikan dengan tiga kali penyuntikan dengan dosis yang sangat kecil atau bahkan tanpa pemberian obat sama sekali. Kemudian pengambilan sel telur dilakukan dari folikel-folikel kecil dengan diameter kurang dari 10 mm, lalu sel telur imatur ini dimatangkan hingga 24-48 jam dalam medium biakan khusus dilaboratorium. Selanjutnya sel telur yang matang dibuahi dengan sperma suami dengan teknik ICSI (intracytoplasmic sperm injection) yaitu dengan menyuntikkan 1 sperma kedalam sel telur. Transfer embrio dilakukan dengan memindahkan 2 atau 3 embrio pada hari ke2 atau 3 setelah prosedur ICSI. Terjadinya kehamilan dapat diketahui 2 minggu setelah transfer embrio.

Tujuan teknik IVM
Beberapa kelebihan dari IVM adalah cara dan lama pengobatan lebih sederhana dan singkat. Pasien tidak/sedikit sekali memerlukan pemberian obat hormon. Dengan demikian, biaya akan menjadi jauh lebih murah, pasien akan merasa lebih nyaman dan dapat terhindar efek samping yang dapat terjadi akibat pemberian hormon seperti : bertambahnya berat badan, perut kembung, nyeri payudara, mual, gangguan emosi, dan yang paling penting adalah menghindarkan terjadinya sindroma hiperstimulasi ovarium (SHO) yaitu respons ovarium yang berlebihan yang dapat berakibat fatal akibat pemberian hormon. Oleh karena itu IVM sangat bermanfaat pada pasien-pasien dengan ovarium polikistik/sindroma ovarium polikistik/sindrom ovarium polikistik yang mempunyai risiko tinggi terjadinya SHO. Saat ini teknik IVM juga banyak dilakukan untuk pasien-pasien usia muda (kurang dari 35 tahun) dimana jumlah folikel cukup banyak. IVM juga dilaporkan dapat menolong pasien-pasien yang berulang kali gagal dengan teknik bayi tabung yang biasa dilakukan. Biaya IVM saat ini mencapai kisaran Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. Jika dibandingkan IVF biasa yang mencapai kisaran Rp 50 jutaan, tentunya tentunya IVM dapat dijadikan pertimbangan secara finansial.

Perkembangan teknik IVM di Indonesia
Keberhasilan bayi tabung dengan teknik IVM di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh tim Family Fertility Center, RSIA Family Jakarta pada tahun 2009. Sampai saat ini tim FFC yang terdiri dari : dr Yuslam SpOG, dr Hadi SpOG, dr Malvin SpOG, Prof Soegiharto SpOG , dr Dianing dan dr Muchsin spPK telah melakukan protokol sebanyak 29 siklus dan menghasilkan 8 kehamilan dari 24 program dan 3 bayi telah dilahirkan. Untuk menekan biaya dan meningkatkan keberhasilan bayi tabung, dalam waktu dekat ini tim FFC akan menerapkan Natural IVM (IVM alamiah, tanpa memberikan obat untuk stimulasi ovarium) serta simpan beku sel telur.

Teknik IVM dimasa datang
Salah satu masalah penting dalam penerapan program bayi tabung di seluruh dunia terutama dinegara sedang berkembang seperti Indonesia adalah biaya obat-obatan dalam program bayi tabung yang sangat mahal. Dengan segala kelebihannya baik dalam hal biaya, kemudahan, kenyamanan dan keamanan, teknik IVM saat ini banyak mendapat perhatian dari berbagai sentra diseluruh dunia sebagai teknik bayi tabung dengan masa depan yang menjanjikan. Diharapkan dengan bertambah baiknya berbagai aspek IVM seperti sistim kultur, teknik pengambilan sel telur yang lebih baik keberhasilan teknik IVM akan lebih memuaskan. Bagi negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia hal ini tentu berarti akan lebih banyak lagi pasien-pasien infertilitas yang mendapat kesempatan untuk memperoleh dan menikmati teknologi bayi tabung.

Dr. Muchsin Jaffar, Sp.PK, Family Fertility Center, Jakarta
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:52 pm

USIA IBU DAN KEBERHASILAN BAYI TABUNG
Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 17 Juni 2010 | 14:12 WIB
Kompas.com - Saat ini memiliki anak lewat program bayi tabung semakin dipilih pasangan suami istri untuk memiliki anak. Program ini membantu para istri maupun suami yang mempunyai masalah pada alat reproduksi mereka atau juga karena sebab yang tidak jelas. Tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia kini mencapai 40 persen. Menurut Prof.Soegiharto Soebijanto, ahli kandungan dari FKUI/RSCM Jakarta, usia istri sangat mempengaruhi keberhasilan program. "Hasil program ini pada umur istri di atas 36 tahun sekitar 9 persen. Sedangkan istri yang berumur di atas 30 tahun keberhasilannya mencapai 26 persen," katanya dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar tetap dalam obstetri dan ginekologi FKUI, beberapa waktu lalu. Pada istri yang berusia 40 tahun, saat stimulasi hanya akan diperoleh beberapa sel telur, kadar estradiol yang rendah, dan dengan angka implantasi yang rendah. Bila terjadi kehamilan biasanya akan banyak gangguan, misalnya abortus atau kelainan kromosom. Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan meningkatnya usia istri, akan terjadi penurunan jumlah folikel antral (gelembung yang berisi sel telur) di indung telur. "Maka setiap wanita yang berusia di atas 35 tahun perlu dilakukan evaluasi jumlah folikel yang masih tertinggal," tambahnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:53 pm

BEDA INSEMINASI BUATAN DAN BAYI TABUNG
Penulis : Felicitas Harmandini | Jumat, 11 Juni 2010 | 07:27 WIB
KOMPAS.com - Anda dan pasangan sudah memeriksakan kesehatan, dan sudah menjalani perawatan apa pun meningkatkan kesuburan Anda. Sayang, program kehamilan Anda tak kunjung berhasil. Akhirnya, Anda berniat untuk mengikuti program bayi tabung. Tetapi, dengar-dengar, ada pula yang disebut dengan inseminasi buatan. Apa sih perbedaannya? Inseminasi buatan, atau juga disebut Intrauterine Insemination (IUI) merupakan prosedur dimana sperma dari ejakulasi dicuci untuk menempatkan konsentrasi terbaik dari seluruh sperma ke dalam kateter. Kateter ini lalu dimasukkan melalui leher rahim menuju rahim di mana sperma akan disimpan. Setelah itu, tergantung pada sperma, bagaimana agar ia bisa menemukan cara untuk mencapai tuba falopi dan menemukan telur untuk dibuahi. Prosedur ini hanya bisa dilakukan pada perempuan dengan tuba falopi terbuka, dan biasanya dikombinasikan dengan beberapa bentuk stimulasi rahim, seperti Injectable Gonadotropins. Ini semacam persiapan medis dari hormon-hormon yang diproduksi oleh otak untuk menstimulasi rahim mempersiapkan telurnya untuk dilepaskan.

Perawatan ini bisa digunakan untuk menangani beberapa kasus ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan, dan kasus jumlah sperma yang cenderung rendah. Sedangkan In Vitro Fertilization (IVF) atau biasa disebut program bayi tabung, adalah proses dimana ovarium biasanya distimulasi untuk memproduksi banyak telur yang kemudian diekstrasi dari rahim melalui penyedotan. Prosedur ini dilakukan dengan melakukan bius total, tetapi tanpa memasukkan tabung ventilasi mekanis melalui tenggorokan Anda. Sel telur dan sperma lalu diletakkan di suatu cawan untuk membiarkan pembuahan terjadi, dan diinkubasi selama 3-5 hari. Beberapa dari embryo yang dihasilkan lalu diletakkan di dalam kateter dan disimpan di dalam rahim bersama embryo beku yang tersisa. IVF biasanya dilakukan antara lain oleh perempuan dengan tuba falopi yang tersumbat, usia reproduksi yang lanjut, pria dengan jumlah sperma yang rendah, atau ketidaksuburan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Kromosom embryo tersebut juga bisa dievaluasi melalui prosedur terpisah yang disebut Pre-implantation Genetic Diagnosis (PGD) untuk menilai apakah sebuah embryo memiliki ketidaknormalan genetik seperti Down’s Syndrome. Meskipun program bayi tabung ini biayanya cukup mahal, teknologi yang digunakan kini makin memperbesar kemungkinan keberhasilannya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:55 pm

TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM BAYI TABUNG CAPAI 30-60 %
Penulis : Wahyu Satriani Ari Wulan | Kamis, 22 Oktober 2009 | 16:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Anda punya masalah infertilitas dan berniat menjalani bayi tabung? Tak perlu repot merogoh kocek puluhan ribu dollar hanya untuk mengikuti program bayi tabung di luar negeri. Pasalnya, di Indonesia pun sejumlah pusat medis kini mampu menyediakan program fertilisasi in vitro dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi berkat pengembangan teknologi dan temuan obat-obatan terbaru. Kepala Unit Program Bayi Tabung Rumah Sakit Bunda, Menteng, dr Ivan Rizal Sini, bahkan mengatakan tingkat keberhasilan program bayi tabung ini terbukti mencapai 30-60 persen. "Dalam 3 tahun terakhir angka keberhasilan bayi tabung mencapai 30-60 persen," ujarnya dalam talk show yang diadakan untuk merayakan peluncuran Kompas Female, di Mario's Place, Jakarta, Kamis (22/10). Pasangan muda yang berusia di bawah 35 tahun, tambah dr Ivan, mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi di atas 33 persen dibandingkan pasangan dengan usia lebih tua. Menurut dokter, yang pernah dipercaya menjadi kepala unit bayi tabung di Clinician of Repromed Darwin IVF Centre, Australia, pada tahun 2004–2005 ini, penyebab infertilitas sangat beragam. Mulai dari kurang berolahraga, merokok, alkohol, narkoba, hingga paparan radiasi di lingkungan kerja. Kendati demikian, dr Ivan menyebut sekitar 65 persen penyebab infertilitas ada di faktor pria. "Biasanya kan kalau ada pasangan yang tidak juga mendapatkan anak, pihak wanita dianggap yang menjadi penyebabnya. Padahal, masalah lebih banyak ada di pihak pria," cetusnya. Program bayi tabung ini dilakukan dengan cara mempertemukan sel telur dengan sperma. Sebelumnya, sel telur ini diambil dengan cara disedot terlebih dahulu dari indung telur. Program ini terbilang mudah dan nyaman karena hanya perlu datang ke pusat medis atau klinik untuk melakukan konsultasi. "Tidak perlu bed rest, hanya perlu datang ke klinik, kemudian konsultasi, terus disuntik. Suntiknya juga bisa sendiri. Tetapi biayanya memang masih mahal," terangnya. Jadi, bila Anda belum juga berhasil mendapatkan sang buah hati, jangan dulu berputus asa. Masih ada teknologi yang memungkinkan Anda mendapatkannya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:56 pm

BAYI TABUNG DI INDONESIA, KINI DAN NANTI
Sabtu, 5 Juni 2010 | 15:34 WIB
Jakarta, Kompas.com - Program bayi tabung sebagai solusi terakhir dalam usaha memperoleh keturunan yang tidak bisa diatasi dengan cara biasa, kini mengalami kemajuan sangat pesat dengan angka keberhasilan yang tinggi. Sayangnya biaya yang relatif mahal, sekitar 50 juta rupiah, membuat program bayi tabung di Indonesia kurang begitu populer. Oleh karena itu dicari teknik bayi tabung dengan biaya lebih murah.Menurut Prof.Dr.dr. Soegiharto Soebijanto, Sp.OG (K), teknik bayi tabung berbiaya murah itu antara lain adalah siklus natural, stimulasi minimal dan pemanfaatan embrio beku. "Cara ini sederhana, aman, dan berbiaya murah," katanya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Obstetri dan Ginekologi FKUI Jakarta. Dijelaskan, angka keberhasilan klinis program bayi tabung di Indonesia 35 persen. Namun dengan program berbiaya murah tersebut tingkat keberhasilannya lebih rendah lagi. Infertilitas merupakan kebutuhan global. Survei kesehatan WHO memperkirakan pada tahun 2020, 167 juta pasangan di dunia dalam usia subur akan mengalami infertilitas. Di Indonesia, diperkirakan 15 persen pasangan usia subur sulit mengalami kehamilan. Kemajuan lain dalam bidang program bayi tabung adalah keberhasilan memproduksi gamet tiruan, yaitu female sperm atau sel sperma dari tubuh wanita dan male egg atau sel telur dari tubuh laki-laki. "Dengan teknik stem cell hal tersebut dimungkinkan," kata Soegiharto. Teknik ini diduga akan berkembang seiring permintan dari pasangan homoseksual yang ingin memiliki anak dari pasangannya sendiri dengan kehamilan pada ibu titipan. Kendati demikian, Soegiharto menegaskan bahwa perkembangan atau kemajuan di bidang ilmu pengetahuan tetap harus disesuaikan dengan etik dan moral agama. "Rambu-rambu regulasi sudah harus disiapkan sebelum masalah timbul," katanya.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 04, 2012 1:17 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Bayi Tabung   Tue Jul 03, 2012 8:59 pm

BAYI TABUNG
Definisi bayi tabung sebenarnya adalah proses pembuahan sel telur dan sperma diluar tubuh wanita, atau istilahnya In Vitro Fertilization ( IVF ).
In Vitro adalah istilah bahasa Latin yang berarti dalam gelas / tabung gelas, sedangkan fertilization adalah bahasa Inggrisnya dari pembuahan. Proses bayi tabung atau IVF dimulai dengan perangsangan indung telur istri dengan hormon. Ini untuk memacu perkembangan sejumlah folikel. Folikel adalah gelembung yang berisi sel telur. Perkembangan folikel dipantau secara teratur dengan alat USG dan pengukuran kadar hormon estradiol dalam darah. Pengambilan sel telur dilakukan tanpa operasi, tetapi melalui pengisapan cairan folikel dibantu dengan tuntunan alat USG transvaginal. Cairan folikel tersebut kemudian segera dibawa ke laboratorium. Seluruh sel telur yang diperoleh, selanjutnya di eramkan dalam inkubator. Beberapa jam kemudian terhadap masing masing sel telur akan ditambahkan sejumlah sperma suami ( inseminasi ) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Setelah kira kira 18-20 jam, akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Sel telur yang telah dibuahi sperma disebut zigote, akan dipantau selama 22-24 jam dahulu, untuk melihat perkembangannya menjadi embryo. Dokter akan memilih 4 embryo yang terbaik, yang kemudian akan dihisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. Terjadinya kehamilan atau tidak baru dapat diketahui setelah 14 hari.

Ketika memutuskan mengikuti program bayi tabung sebaiknya pasutri sudah mempunyai persiapan yang matang, baik dari segi mental maupun segi materi. Dari segi materi harus mengeluarkan biaya yang cukup besar yaitu Rp 16,5 - 54 juta tergantung pada jenis paket yang harus diambil. Dari segi mental dibutuhkan tingkat ke disiplinan yang tinggi dan motivasi yang kuat, untuk bisa mengatasi rasa sakit dan stress yang timbul sselama menjalani program bayi tabung. Program yang lebih menitik beratkan pada istri ini membawa konsekuensi berat pada istri, setiap hari sekitar 5-14 hari ( tergantung perkembangan tiap individu ) istri harus disuntik pada waktu yang sama. Jadi setiap hari istri harus bolak balik ke RS, 2x sehari, untuk disuntik dan diambil darah serta pemeriksaan USG. Belum lagi rasa sakit waktu diambil sel telur dan waktu ditanam kembali ke rahim setelah menjadi embryo. Saat ini tingkat keberhasilan bayi tabung masih sekitar 25%, angka ini berlaku diseluruh dunia, bukan di Indonesia saja. Semakin muda umur istri semakin besar tingkat keberhasilannya. Pada wanita kurang dari 35 tahun mencapai 30-33%, sementara bila berusia lebih dari 40 tahun peluang kehamilannya hanya 8%. Program bayi tabung juga ditentukan oleh kualitas sperma, karena prinsip program bayi tabung adalah mempertemukan sperma dan ovum secara in vitro, karena secara alami tidak dapat terjadi pembuahan.

Sumber: Seputar Indonesia Rabu 10 Maret 2010


Last edited by gitahafas on Thu Jul 05, 2012 8:55 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Bayi Tabung
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 32Go to page : 1, 2, 3 ... 16 ... 32  Next
 Similar topics
-
» adab menyambut kelahiran bayi
» BLOG REPORT: "Little hands" (Down's syndrome)
» Yahya/Yohanes dipenggal kepala?
» Obat Kejang Pada Bayi
» Yudah al Arabiah

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: