Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Hygiene dan Sanitasi

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 13 ... 22  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 5:58 am

T O I L E T
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kloset duduk
Toilet atau Kloset atau WC (bahasa Inggris: water closet) adalah perlengkapan rumah yang kegunaan utamanya sebagai tempat pembuangan kotoran , yaitu air seni dan feses. Istilah toilet maupun WC dapat digunakan untuk mengacu pada perlengkapan tersebut maupun ruangan tempat perlengkapan tersebut berada. Istilah kamar kecil biasanya digunakan dalam bahasa Indonesia untuk memperhalus penyebutan tempat tersebut.

Macam-macam toilet
Terdapat berbagai jenis toilet di seluruh dunia. Kloset duduk (kloset yang digunakan dengan cara mendudukinya untuk buang air besar) yang memiliki fasilitas untuk menyiram buangan setelah digunakan adalah jenis toilet yang paling umum di Barat, sedangkan kloset jongkok (kloset yang digunakan dengan cara berjongkok di atasnya untuk buang air besar) cukup lazim di Asia Tenggara, Asia Timur (Republik Rakyat Cina dan Jepang), India, serta masih dapat dijumpai pada toilet umum di Eropa selatan dan timur (termasuk sebagian Perancis, Yunani, Italia, negara-negara Balkan, dan negara bekas Uni Soviet).

Kloset jongkok
Terdapat pula beberapa cara untuk membersihkan diri setelah menggunakan toilet. Hal ini bergantung pada norma dan adat setempat maupun sumber daya yang ada. Di Asia, air digunakan untuk keperluan tersebut, dan biasanya dengan menggunakan tangan kiri. Di Barat, yang lazim digunakan adalah kertas toilet, dapat juga dengan menggunakan perlengkapan lain mirip toilet yang disebut bidet. Ruangan toilet kadang dirancang khusus untuk memudahkan orang cacat. Biasanya toilet semacam itu cukup luas untuk dapat dimasuki dengan berkursi roda dan pada dindingnya sering terdapat pegangan yang dapat membantu pengguna toilet menempatkan dirinya.

Toilet rumah
Di negara maju, hampir semua tempat tinggal memiliki paling sedikit sebuah toilet. Toilet di tempat tinggal pribadi umumnya tidak dipisahkan menurut jenis kelamin. Toilet dapat berada satu ruangan dengan tempat mandi, dapat pula tidak. Di India baru-baru ini disarankan agar semua politisi wajib memiliki toilet.[1]

Toilet umum di tepi jalan di Perancis, disebut sanisette
Fasilitas umum biasanya menyediakan toilet yang dapat digunakan umum. Biasanya toilet umum semacam itu terdiri atas kamar-kamar toilet dengan fasilitas cuci tangan di tempat terpisah. Toilet umum biasanya dipisahkan (yaitu berbeda ruangan) sesuai jenis kelamin penggunanya, yaitu toilet pria dan toilet wanita. Tempat cuci tangan dapat pula tersedia bagi kedua jenis kelamin. Toilet umum pria biasanya memiliki tempat buang air kecil terpisah, dapat berupa urinoir berdesain khusus yang melekat pada dinding untuk digunakan satu orang ataupun berupa bak atau selokan yang selalu dialiri air untuk digunakan lebih dari satu orang. Urinoar yang melekat pada dinding biasanya diberi sekat satu sama lain untuk menjaga privasi penggunanya. Toilet umum di luar ruangan (di tepi jalan, di sekitar taman, dan sebagainya) bisa disebut sebagai perabot jalan. Toilet umum semacam ini biasanya dapat digunakan kedua jenis kelamin, berbentuk kotak yang dapat memiliki peralatan sederhana dan tidak bersaluran air maupun lebih mewah dan dapat membersihkan diri sendiri setelah digunakan. Ada pula toilet umum yang dapat dipindahkan sehingga bisa ditempatkan bilamana dan di mana diperlukan, misalnya pada suatu konser musik di tempat terbuka. Toilet umum juga dapat berada dalam kendaraan umum. Biasanya terdapat toilet dalam pesawat terbang, kereta, kapal laut, dan sering pula pada bus dan kapal feri jarak jauh, namun tidak dalam angkutan dalam kota seperti kereta bawah tanah, trem, dan bus kota. Toilet umum dapat memungut bayaran dari penggunanya. Pembayaran tersebut dapat dilakukan dengan:
- meletakkan uang pada tempat terbuka yang tidak dijaga,
- memasukkan uang ke dalam kotak terkunci berlubang kecil seperti tabungan,
- memasukkan uang melalui lubang khusus di sekitar pintu toilet; pintu toilet hanya dapat dibuka bila uang sudah dimasukkan,
- memberikan uang kepada penjaga toilet (yang kadang juga bertanggung jawab sebagai petugas kebersihan toilet).

Toilet umum Romawi kuno
Parit-parit di Mohenjodaro dan kloset peradaban Romawi kuno dianggap sebagai model kloset pertama di dunia. Kemudian di London, karena padatnya penduduk maka banyak orang yang tinggal di rumah susun. Oleh karena itu mereka buang air besar dan buang air kecil menggunakan pispot. Isi pispot kemudian dibuang ke parit atau karena repot harus naik turun tangga untuk membuang kotoran, mereka akhirnya membuang isi pispot lewat jendela. Lingkungan yang kotor tersebut menyebabkan mereka terserang wabah penyakit. Pada tahun 1731, di London,Inggris dibuatlah undang-undang yang isinya "Barang siapa membuang tinja dari jendela, harus membayar denda." Namun undang-undang tersebut tetap tidak dapat mengubah kebiasaan mereka. Pada tahun 1596, Sir John Harington menemukan kloset bilas. Kloset ini telah menggunakan bejana penampung tinja dan tangki air untuk menyiram, tapi jenis kloset ini masih menimbulkan masalah bau tak sedap. Pada tahun 1775, Alexander Cummings menemukan kloset bilas tak berbau yang disebut Valve Closet. Rahasianya adalah dengan menggunakan saluran pembuangan leher angsa atau mirip huruf S. Bentuk ini membuat air menggenang di leher angsa tersebut, dan menghalangi keluarnya bau kotoran. Kemudian tahun 1889, Bostell membuat kloset bilas yang disebut Wash Down dan mirip seperti yang ada sekarang.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:53 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:11 am

CARA AMAN PAKAI TOILET UMUM
Kamis, 28/10/2010 07:48 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Toilet umum adalah tempat yang kadang tidak menyenangkan untuk dikunjungi karena khawatir tertular kuman, kursi toilet yang basah, kertas tisu yang kotor atau tidak ada tisu serta kurangnya desinfektan. Ketahui cara aman menggunakan toilet umum. Kondisi ini membuat orang khawatir atau risih menggunakan toilet umum. Tapi pada kondisi tertentu mau tidak mau seseorang akan menggunakan toilet umum baik yang terdapat di mall, restoran atau tempat umum lainnya. "Kondisi toilet umum yang kotor memang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau mikroorganisme lain," ujar Philip Tierno, Jr, PhD, direktur mikrobiologi di NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Prevention, Kamis (28/10/2010). Untuk itu ketahui cara aman menggunakan toilet umum, yaitu:

1. Usahakan untuk menghindari kamar mandi tengah, karena umumnya tempat tersebut terkumpul lebih banyak bakteri. Cobalah pilih kamar mandi pertama yang kemungkinan masih lebih bersih dan tidak banyak mikroorganismenya.

2. Jangan meletakkan tas atau dompet di lantai kamar mandi, meskipun lantai terlihat bersih. Jika terdapat gantungan letakkan tas di sana atau gantungkan tas di bahu jika memang tidak ada tempat untuk menaruhnya.

3. Sebelum digunakan, lap terlebih dahulu dudukan toilet dengan menggunakan tisu.

4. Tarik celana atau rok hingga mencapai betis untuk menghindari terkena semprotan air, tapi jangan terlalu rendah karena berisiko menyentuh lantai kamar mandi.

5. Bersihkan dan lap bagian kemaluan saat masih dalam posisi jongkok, kondisi ini untuk mencegah bagian tubuh lain atau pakaian terkena kotoran.

6. Usahakan untuk membilas (flush) toilet ketika akan keluar dari kamar mandi, hal ini untuk menghindari mikroorganisme dari air toilet menempel di tubuh.

7. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan secara menyeluruh dengan menggunakan air mengalir dan sabun, tapi jangan lupa untuk mengeringkannya dengan menggunakan tisu atau pengering elektrik.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 27, 2012 6:19 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:14 am

TOILET UMUM DUDUK BISA TULARKAN DIARE
Minggu, 27 Maret 2011 - 12:09 wib Lastri Marselina - Okezone
MESKI terlihat bersih, toilet umum tipe duduk nyatanya masih penuh dengan kuman yang kasat mata. Jika tidak hati-hati, pengguna dapat terjangkit diare dan iritasi kulit. “Kendati tidak mungkin penyakit herpes dan HIV akan ditularkan melalui toilet duduk – karena kedua virus tadi tidak akan bertahan hidup di luar tubuh manusia- tentunya akan ada risiko kecil toilet umum duduk menularkan infeksi yang menggiring pada iritasi kulit ringan. Jika setelah dari toilet yang kotor tangan menyentuh mata, hidung dan mulut, maka bakteri dapat menyebabkan diare,” papar D Scott Smith MD, pemimpin penyakit infeksi di Kaiser Permanente Redwood City Medical Center di California.

Lantas, bagaimana cara mencegahnya?
“Untuk menghindarinya sebelum digunakan, pastikan untuk menggunakan dudukan toilet dan membersihkannya menggunakan tisu. Usahakan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil maupun buang air besar,” saran Dr Scoot.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 27, 2012 6:17 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:14 am

MENGURANGI PARANOID DI TOILET UMUM
Penulis : Natalia Ririh | Sabtu, 22 September 2012 | 13:17 WIB
KOMPAS.com - Tidak semua orang nyaman berada di toilet umum. Bisa jadi karena kondisi toiletnya jorok, atau memang merasa paranoid di toilet umum. Orang yang paranoid mungkin karena membayangkan banyaknya jumlah bakteri yang hidup di sekitar toilet. Apalagi, toilet kerap digunakan orang secara bergantian sehingga mempermudah penularan virus dan bakteri. Toilet memang memiliki "penghuni" tetap penyebab penyakit, seperti streptococcus, staphylococcus, E. Coli, dan virus hepatitis A. Toilet juga menjadi rumah bagi virus flu biasa. Streptococcus adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit seperti radang tenggorokan dan infeksi kulit seperti impetigo. Bahkan, penyakit serius dapat berkembang dari bakteri ini. Seperti streptococcus, Staphylococcus aerus merupakan bakteri yang ditemukan pada kulit. Namun, bakteri ini memiliki kemampuan untuk menciptakan tujuh racun berbeda yang menyebabkan keracunan pada makanan.

Sedangkan E.Coli biasanya tinggal di usus orang sehat. Meskipun demikian, banyak juga varian E.Coli yang berbahaya. Beberapa jenisnya bisa menyebabkan kram perut yang parah, diare disertai pendarahan, dan muntah. E. Coli hidup di permukaan dengan kelembaban normal yang mudah ditularkan ke orang. Dan, hepatitis A adalah virus yang banyak ditemukan dalam tinja dan darah orang yang telah terinfeksi. Tidak ada pengobatan untuk virus tertentu.

Melihat paparan ini, wajar orang menjadi ketakutan berlama-lama di toilet umum. Namun, sebaiknya kekhawatiran ini tidak berlebihan. Menurut Abigail Salyers, PhD, mantan presiden American Society for Microbiology, meskipun ada kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual (PMS) dari dudukan toilet, namun hal tersebut hampir tidak pernah terjadi. Infeksi karena organisme harus melalui kontak tubuh, lewat saluran uretra (genital), atau melalui luka terbuka (sakit). "Setahu saya tidak pernah terjadi penularan PMS di toilet kecuali mereka telah berhubungan seks di toilet," ujarnya. Meskipun demikian, untuk meminimalkan terjadinya infeksi dengan bakteri per individu, maka seseorang patut berprilaku bersih dan sehat. Seperti, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Setelah mencuci tangan maka seseorang wajib menggunakan handuk kertas. Bilasan toilet bukan diperuntukkan bagi kaki melainkan tangan. Apabila, Anda menggunakan kertas toilet sebaiknya yang terlindungi logam atau penutup dari plastik. Dan, jika Anda menggunakan mesin pengering tangan usahakan tidak menyentuh permukaan lubang anginnya.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 27, 2012 6:18 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:15 am

MANA LEBIH SEHAT, TOILET DUDUK ATAU TOILET JONGKOK?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 26/01/2010 14:30 WIB
Jakarta, Saat ini sudah jarang sekali ditemukan toilet jongkok. Hampir sebagian besar kantor, mall dan rumah sudah menggunakan toilet duduk. Mana yang lebih sehat toilet duduk atau toilet jongkok? Budaya barat sebagian besar menggunakan toilet duduk, tetapi di beberapa negara Asia dan Eropa Timur masih sangat lazim dijumpai toilet jongkok. Meskipun kini banyak negara-negara itu yang sudah mengadopsi toilet duduk. Bagi orang barat, toilet duduk identik dengan sanitasi pembuangan kotoran yang tepat dan menurunkan penyakit yang terkait dengan diare dibandingkan dengan toilet jongkok. Toilet duduk juga kerap diidentikkan dengan mudahnya penyebaran virus atau bakteri yang bisa menginfeksi organ reproduksi. Seperti dikutip dari Healthspace, Selasa (26/1/2010) selalu ada pro dan kontra dari setiap metode yang digunakan yaitu:

Toilet duduk
Toilet ini sangat baik digunakan pada orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan serta orang yang keseimbangannya buruk. Toilet duduk juga mencegah kontak langsung dengan bau dan kutu saat tersambung ke limbah saniter yang tepat. Kerugian dari toilet ini adalah memicu beberapa masalah medis seperti wasir, panggul prolapse (turun panggul) pada perempuan, radang usus buntu, inkontinensia, masalah prostat dan disfungsi seksual. Selain itu toilet duduk diduga bisa menjadi tempat penyebaran bakteri atau virus yang dapat menginfeksi manusia seperti dermatitis atau iritasi kulit.

Toilet jongkok
Salah satu peneliti pernah mengungkapkan bahwa toilet duduk sangat bagus untuk mencegah wasir, mengurangi tekanan yang diperlukan saat buang air besar serta mengobati sembelit. Gagasan yang menyebutkan bahwa toilet duduk lebih bermartabat dibanding toilet jongkok adalah salah. Orang yang menggunakan toilet jongkok lebih baik dalam hal mengembangkan otot kaki dan punggung. Toilet jongkok juga memberikan keuntungan mencegah kontak langsung antara permukaan toilet dengan tubuh, hal ini bisa mencegah penularan berbagai penyakit atau infeksi.

Kerugian dari toilet ini adalah tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, terutama orangtua, orang cacat atau obesitas karena akan menimbulkan rasa tak nyaman. Selain itu toilet jongkok diduga bisa memicu timbulnya artritis dan meningkatkan tekanan pada lutut. Tapi hal ini bisa dicegah dengan meletakkan sepenuhnya kedua telapak kaki di lantai dan postur tubuh yang tepat. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah sistem sanitasi serta pengelolaan limbah yang baik untuk menghindari kontaminasi tanah dan air. Karena sanitasi yang buruk bisa menjadi salah satu penyebab utama penyakit dan kematian bayi di beberapa negara berkembang. (ver/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:22 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:16 am

TOILET DUDUK ATAU JONGKOK, MANA LEBIH SEHAT?
Penulis : Natalia Ririh | Kamis, 30 Agustus 2012 | 17:37 WIB
KOMPAS.com - Sebagian orang lebih senangi buang hajat di closet duduk, alasannya agar mempermudah diri dan terlihat lebih rileks. Sedangkan, sebagian lainnya lebih afdol jika memakai toilet jongkok karena terasa memang sudah terbiasa. Memilih salah satu dari dua cara ini sah saja, tetapi bagaimana dari sudut pandang kesehatan, manakah cara buang hajat yang lebih sehat? Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam journal Digestive Diseases and Sciences, Dr. Dov Sikirov memaparkan posisi duduk atau jongkok saat buang air besar berpengaruh banyak pada kenyamanan di kamar mandi. Ia menginstruksikan sejumlah responden untuk mencoba buang air besar dengan tiga posisi berbeda. Ada yang buang air besar di toilet duduk setinggi 16 inci, duduk di toilet setinggi 12 inci, dan jongkok di atas wadah plastik. Setiap responden juga diminta mencatat waktu mereka buang air besar dan diukur apa kesulitannya dalam empat titik skala. Hasil studi menunjukkan, saat posisi seseorang jongkok, ia membutuhkan 51 detik untuk memindahkan perutnya. Sedangkan saat posisi duduk di toilet lebih tinggi, orang membutuhkan 130 detik untuk memindahkan perut. Selain itu, orang yang buang air besar dengan jongkok merasa lebih nyaman dan lebih mudah. Studi lainnya dilakukan oleh para peneliti Jepang. Mereka meneliti cairan yang dilepaskan dari dubur baik dalam posisi duduk atau jongkok. Dari rekaman video sinar x terungkap, sudut anorektal yang terbentuk mulai dari dalam anus naik dari 100 menjadi 126 derajat ketika responden pindah posisi dari duduk ke jongkok. Peneliti mengamati kemungkinan terjadinya pengurangan keinginan mengejan saat jongkok. Mengejan saat buang air besar erat kaitannya dengan terjadinya wasir. Wasir terjadi ketika pembuluh darah di bagian dubur bengkak, sementara tekanan saat mengejan akan menyebabkan pembuluh darah semakin membesar. Wasir bisa disebabkan mengejan saat buang air besar, sembelit, duduk dalam waktu lama, infeksi dubur, atau penyakit seperti sirosis hati. Penyakit ini bisa terjadi secara internal maupun ekternal. Gejalanya seperti gatal-gatal pada dubur, rasa sakit dan nyeri seputar dubur, terdapat darah merah pada tinja, nyeri saat buang air besar serta muncul benjolan keras di sekitar dubur. Jadi, berdasarkan sejumlah kajian penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan closet jongkok relatif lebih menguntungkan dari sisi kesehatan karena dapat memudahkan proses pembuangan. Namun untuk memastikan mana yang terbaik bagi Anda, semuanya tentu terpulang pada selera, kebiasaan serta kenyamanan.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:30 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:18 am

TOILET DUDUK VS TOILET JONGKOK
Oleh : dr. Salma Oktaria
Dewasa ini, banyak orang lebih memilih menggunakan toilet duduk dibandingkan toilet jongkok. Sengaja berlama-lama duduk di toilet sambil membaca surat kabar pagi hari bukan lagi kebiasaan yang aneh untuk dilakukan. Namun seperti halnya kebiasaan lain, kebiasaan membaca dalam toilet juga memiliki dampak yang tidak baik, terutama kaitannya dengan kesehatan. Mungkin banyak di antara Anda yang telah mengetahui kaitan antara kebiasaan mengejan dengan pembentukan hemorrhoid atau wasir. Namun tahukah Anda bahwa postur tubuh saat di toilet ternyata juga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi? Secara definisi, hemorrhoid atau wasir adalah pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus. Kondisi ini tergolong jarang ditemukan di sebagian besar wilayah Asia, Timur Tengah dan Afrika. Namun sebaliknya, kondisi ini justru sering ditemukan di negara-negara Barat. Di Amerika misalnya, sekitar setengah dari populasi akan mengalami hemorrhoid sebelum mencapai usia 50 tahun. Mengenai hal ini, banyak peneliti yang berpendapat bahwa rendahnya insiden hemorrhoid di negara-negara berkembang adalah terutama terkait dengan konsumsi bahan makanan tinggi serat. Akan tetapi hal ini masih belum dapat dibuktikan melalui penelitian, mengingat beragamnya bahan makanan yang tersedia saat ini, yang jenis dan jumlah konsumsinya tidak selalu sama.

Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata perbedaan insiden hemorrhoid tersebut terjadi bukan tanpa alasan, yaitu terkait dengan penggunaan toilet duduk. Pada toilet ini, pengguna akan dipaksa mengejan untuk mendorong gerakan usus. Kebiasaan mengejan dapat meningkatkan tekanan dalam perut dan merupakan salah satu faktor yang mendasari terbentuknya hemorrhoid. Hal ini secara tidak langsung telah menjelaskan mengapa insiden hemorrhoid hampir tidak pernah ditemukan pada populasi Asia, Afrika, dan Timur Tengah, di mana kebanyakan dari para penduduknya masih menggunakan toilet jongkok untuk memenuhi panggilan alam mereka. Studi yang dilakukan oleh Dr. B. A. Sikirov pada tahun 1987 telah membuktikan kebenaran hipotesa ini. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hemorrhoid adalah sebuah hasil dari proses iritasi yang berkesinambungan akibat kebiasaan mengejan berlebihan dalam posisi duduk. Atau dengan kata lain, kebiasaan duduk yang terlalu lama dalam toilet merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan hemorrhoid yang tidak boleh dianggap remeh.

Mengapa demikian?
Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan dan dorongan ke bawah sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk hemorrhoid, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinu dalam jangka lama.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:41 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:33 am

TOILET DUDUK TAK BISA TULARKAN PENYAKIT KELAMIN
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Kamis, 17/06/2010 15:54 WIB
Jakarta, Banyak orang yang takut menggunakan toilet duduk yang ada di tempat umum karena dianggap bisa menularkan penyakit kelamin. Tapi kenyataannya toilet duduk bukanlah media penularan penyakit kelamin. Penyakit kelamin atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual (PMS) merupakan penyakit yang bisa menular melalui hubungan seks vaginal, oral maupun anal. Selain itu, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, persalinan dan menyusui serta tranfusi darah juga bisa menjadi. "Toilet duduk bukan media penularan penyakit menular seksual," ujar Dr Sophia Yen, MD, spesialis kesehatan remaja di Lucile Packard Children's Hospital di Palo Alto, California, seperti dilansir dari Health.com, Kamis (17/6/2010).

Hal ini juga diamini Dr Samuel L Simon SpKK, spesialis kulit dan kelamin dari Omni International Hospital, Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth. "Penyakit menular yang ditularkan melalui hubungan seks tidak bisa ditularkan dari jalan-jalan ke mall atau toilet umum. Kalau betul begitu, pasti nggak akan ada orang yang mau jalan-jalan ke mall atau menggunakan toilet duduk umum," ujar dokter yang juga berpraktek Siloam Semanggi Specialist clinic. PMS bisa disebabkan oleh organisme seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dan protozoa. Organisme yang menyebabkan penyakit atau infeksi menular seksual ini tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh untuk jangka waktu lama, terutama di permukaan yang keras dan dingin.

Selain itu, organisme tersebut juga memerlukan lingkungan tertentu untuk dapat berkembang, dan tempat tersebut bukanlah toilet duduk yang ada di tempat-tempat umum. Dr Yen menuturkan, yang perlu dikhawatirkan dalam penularan PMS bukanlah toilet duduk umum, melainkan kontak antara kulit ke kulit atau mulut ke mulut. Hal ini kadang tidak terlalu diperhatikan, padahal juga bisa menularkan PMS. Misalnya ciuman, kontak mulut ke mulut ini juga bisa menularkan herpes. Ciuman dalam dapat pula menularkan gonorrhea oral (kencing nanah) dan klamidia. Tapi peluang penularan melalui kontak mulut ke mulut tidak terlalu besar dibandingkan dengan kontak kelamin ke mulut (oral seks). Kontak kulit ke kulit juga dapat menularkan penyakit kelamin, yaitu infeksi kutil kelamin, herpes, kudis kelamin, dan kutu kemaluan.(mer/up)


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:30 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 6:51 am

BIKIN TOILET BERSIH DAN KERING
Senin, 30 Januari 2012 13:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Toilet menjadi salah satu indikator kebersihan seseorang atau sebuah keluarga. Jika ingin mengetahui orang tertentu bersih atau jorok, tengok saja bagaimana toilet di rumahnya. Nah, bagaimana toilet di rumah Anda? Menurut Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari sebuah toilet. Semuanya berawal dari desain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendesain toilet di rumah. Ukuran minimal toilet rumah, yaitu 1,2 meter x 2 meter. "Ukuran ini membuat orang di dalamnya bergerak bebas. Sikut kedua tangan tidak terbentur ke mana-mana," ujar lulusan Studi Interior Architecture di Pratt Institue New York ini. Pintu kamar mandi harus bisa dibuka penuh. Hindari membuka pintu terbentur bak atau ember sehingga tidak leluasa bergerak. Untuk menghindari terjadi sesuatu di dalam toilet-orang yang masuk pingsan atau sakit-sebaiknya pintu terbuka keluar. Jarak antara antara toilet dan westafel tidak boleh terlalu dekat, sekitar satu meter. Toilet pun harus memiliki ventilasi sehingga udara tak terperangkap di dalam toilet. Ventilasi harus diarahkan dari toilet ke luar ke ruangan, bukan ke dalam ruangan lain. Bila toilet berada di bagian tengah rumah, banyak orang memasang exhaust fan untuk mengeluarkan udara di dalam toilet. Toilet perlu pencahayaan yang baik. Yang sangat penting harus cukup air bersih. Air tersebut baik untuk menggelontor pembuangan maupun mencuci tangan.

Di pasaran ada toilet duduk dan jongkok. Pilihan ini disesuaikan dengan kebiasaan si pemakai. Toilet jongkok lebih baik karena lebih bebas. Akan tetapi, bagi yang sudah sepuh kesulitan untuk bangun. Dengan demikian, pada dinding perlu dipasang pegangan dari baja antikarat. Namun, ada juga yang lebih nyaman menggunakan toilet duduk. Untuk pintu dan kaca, pilihlah yang berkualitas. Kualitas akan memberi kepuasan. Misalnya, pintu tak mudah jebol atau dimakan rayap dan kaca tak mudah pecah. Keramik dinding, pilihlah yang berpermukaan halus. Dengan begitu, dinding akan mudah dibersihkan. Sementara untuk lantainya, pilihlah yang memiliki permukaan kasar sehingga tak mudah terpeleset. Hindari pemilihan warna suram untuk menghindari kesan kotor dan gelap. Jangan abaikan kemiringan lantai, minimum dua persen. Tujuannya agar air mudah mengalir ke pembuangan sehingga tak membuat genangan. "Toilet yang bersih adalah yang kering dan sehat," tutur Naning. Apalagi, Indonesia sebagai negara tropis kondisi toilet harus benar-benar kering. Genangan air sedikit saja membuat toilet menjadi lembap, mengundang dan menyebarkan bibit penyakit.

Naning menambahkan, kesalahan membersihkan toilet dengan menuangkan karbol. Bahan ini tidak hanya baunya menyengat, tetapi menyebabkan bakteri yang ada di septic tank ikut mati. Hal ini dapat juga merusak air tanah. Letakkan pewangi atau tanaman ruang di sudut. Toilet akan memberikan suasana segar. Perlu diperhatikan bahwa toilet yang bersih belum tentu higienis. Ketika disiram air, dibersihkan dengan sabun, atau pembersih biasa, kotorannya hilang toilet pun menjadi bersih. Namun, lanjut Nanang, belum tentu kuman-kumannya mati semua. Sebab, banyak kuman yang bersumber dari kamar mandi tidak mati sekadar disiram air atau sabun biasa. Idealnya membersihkan toilet minimal sehari sekali, namun bisa juga tiga hingga empat kali agar kuman tidak berkembang biak. Untuk pembersihnya, ujar Nanang, pilih yang mengandung sodium hypochlorite, yang efektif membunuh kuman dan bibit penyakit. Bahan ini juga aman di tangan dan tidak merusak permukaan toilet-porselen lantai, keramik. Pilih pula pembersih yang mengandung pewangi alami. Suasana ini membuat nyaman selama melakukan aktivitas di toilet. Selain toilet perhatikan pula kebersihan keran air, westafel, pegangan pintu, hingga sudut-sudut tersembunyi. Bisa juga menggunakan pengharum ruangan untuk mengusir bau tidak sedap di kamar mandi.

Berikut adalah langkah-langkah membersihkan toilet yang benar, yaitu:
- Gunakan sarung tangan, lalu tuangkan cairan pembersih di sekitar kloset.
- Tunggu beberapa bahan bekerja efektif.
- Sikat bagian kloset sampai merata.
- Siram dengan air.
- Tutup kloset agar tidak menyebarkan kuman penyakit.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:36 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sun Jul 01, 2012 7:33 am

WC BERSIH HINDARI PENYAKIT
Rabu, 10 September 2008 18:00 WIB Media Indonesia Penulis : Purwanti
Jika Anda memerhatikan aturan mudah membersihkan kamar mandi dan diri Anda setelah menggunakan kamar mandi, Anda akan terhindar dari penularan sebagian besar bakteri. Inilah aturan mudah seperti dikutipdari salah satu situ kesehatan Amerika Serikat, webMD :

Bersihkan secara teratur
Ini berarti Anda membersihkan keseluruhan sudut kamar mandi dan permukaan lantai dengan pembersih desinfektan paling tidak seminggu sekali. Tapi jika salah satu atau beberapa anggota keluarga Anda sedang menderita diare atau flu, bersihkan lebih sering.

Gunakan pembersih yang benar.
Para ahli menytakan setuju bahwa pembersih disinfektan adalah yang mengandung pemutih 10% (ini berarti Anda harus mencampur air dan pembersih dengan perbandingan 10 : 1).

Beri perhatian khusus pada toilet.
Semua ekskresi (pembuangan) terjadi disini. Biofilm tumbuh setelah beberapa jam ditumbuhi bakteri, meskipun dengan flora normal. Dimana dapat membuat bakteri patogen tetap hidup meskipun dengan tablet chlorine di dalam air toilet. Jadi, gosok lubang toilet dengan sabun, disinfectant, dan sikat sekali dalam seminggu.

Jaga shower, gayung, dan lantai dari jamur renik (mold and mildew).
Anda harus rajin membersihkan shower, gayung mandi, dan lantai dari pertumbuhan jamur. Jika Anda merasa permukaan shower atau gayung mandi sedikit licin, bersihkan hingga kesat.

Jangan gunakan sponge pembersih dua kali
Bisa jadi ketika Anda membersihkan kamar mandi, ada bakteri yang masih tertinggal. Dengan kata lain, setiap kali Anda membersihkan kamar mandi belilah sponge baru dan gunakan kain lap untuk mengeringkannya. Setelah selesai membersihkan kamar mandi, Anda belum selesai. Ada hal penting yang bersangkuan dengan personal hygiene Anda :

# Bersihkan tangan Anda setelah menggunakan toilet dan sebelum menyikat gigi Anda.
# Jika Anda menggunakan toilet duduk, tutup toilet setelah Anda menyiram. Karena ketika Anda menutup tutup toilet sewaktu Anda menyiram, tidak akan memberi kesempatan bakteri untuk naik ke permukaan.
# Buang sikat gigi lama Anda setelah Anda sembuh dari sakit.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 12, 2012 9:42 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Hygiene dan Sanitasi
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 22Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 13 ... 22  Next
 Similar topics
-
» Ladybugs and oral hygiene
» Hygiene question for 'apron'
» Personal hygiene in the 18th century.

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: