Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Hygiene dan Sanitasi

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 12 ... 20, 21, 22  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Thu Jan 03, 2013 9:22 am

CARA MENGHAMBAT AKSES BAKTERI DALAM TUBUH
Wuri Handayani, Tasya Paramitha Rabu, 24 Oktober 2012, 11:46 WIB
VIVAlife - Kecilnya ukuran bakteri terkadang membuat seseorang mengabaikan, bahkan menganggapnya sepele. Padahal, saat daya tahan tubuh lemah, bakteri yang merupakan bagian dari mikroba ini akan cepat beraksi di tubuh. Bakteri ini tidak saja menjadi penyebab flu, atau batuk yang dianggap sebagai golongan penyakit ringan, tapi juga penyakit serius seperti gangguan paru-paru dan peradangan pada otak. "Bakteri yang merupakan bagian mikroba ini ukurannya memang kecil, 1 mm hingga 1/1.000 mm. Mikroba yang paling kecil yaitu virus, kuman, dan bakteri. Sedangkan yang besar, contohnya cacing atau parasit. Bentuk mikroba pun bermacam-macam, bulat, batang, atau spiral," ucap pakar kesehatan dari PERMI-FKUI, Anis Karuniawati Sp. MK, yang ditemui di acara workshop dengan tema "Healthy Home, Happy Family". Anis menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, mengingat bakteri dapat hidup di mana pun. Bakteri dapat hidup di tanah, air, udara, makanan, kulit, dan tubuh manusia serta binatang. Banyaknya bakteri yang tersebar, biasanya ditentukan dengan sistem ventilasi ruangan, perputaran udara dari AC, debu yang menempel, dan manusia itu sendiri. Terlebih saat seseorang mengalami luka terbuka. Bakteri dapat berpindah saat seseorang berbicara, batuk atau bersin, pun melalui makanan. Beruntung jika bakteri yang hinggap di tubuh merupakan bakteri sementara, atau transien. Jenis bakteri ini akan hilang atau mati hanya dengan respons imun tubuh dan mencuci tangan dengan sabun. Namun, tidak demikian dengan bakteri residen, yang akan terus menetap dalam tubuh. Bakteri ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Untuk meminimalkan paparan bakteri, seseorang sebenarnya dapat mengandalkan sinar ultraviolet. Karenanya, biasakan membuka jendela agar sinar matahari dapat masuk, selain pergantian udara yang sehat. Selain itu, bakteri dapat musnah dengan pemanasan suhu tinggi atau boiling, dan penggunaan suhu rendah beberapa kali atau yang dikenal dengan pasteurisasi. Anda juga dapat menggunakan bahan kimia desinfektan untuk melakukan sterilisasi. (art)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Thu Jan 10, 2013 6:26 pm

CUCI TANGAN JURUS JITU BUNUH KUMAN
Kamis, 10 Januari 2013, 16:57 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mencuci tangan sebelum dan setelah keluar dari rumah sakit, merupakan cara paling efektif membunuh kuman di tangan. "Di rumah sakit banyak kuman penyakit karena merawat orang-orang sakit. Cara yang paling efektif supaya tidak terjangkit penyakit di rumah sakit adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr Robert Imam Sutedja di Jakarta, Kamis (10/1). Robert mengatakan pasien, pekerja kesehatan dan pengunjung rumah sakit memiliki risiko terkena infeksi nosokomial, yaitu infeksi penyakit dari kuman, bakteri dan virus yang ada di rumah sakit. Untuk itu, Robert mengimbau kepada masyarakat membiasakan diri mencuci tangan. Terutama bila masuk atau keluar dari rumah sakit. "Mencuci tangan sangat dibiasakan oleh dokter. Dulu waktu saya masih mahasiswa, pernah dilarang masuk ruang operasi karena mencuci tangan dengan tidak benar," tuturnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Tue Jan 22, 2013 4:40 pm

DI KANTIN SEKOLAH, HYGIENE-SANITASI PALING SERING TERABAIKAN
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Selasa, 22/01/2013 16:08 WIB
Jakarta, Penggunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks dalam jajanan anak sekolah memang berbahaya dan harus ditangani. Namun yang tak kalah berbahaya tetapi sering luput dari perhatian adalah soal hygiene-sanitasi atau kebersihan. Deputi Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Roy Sparingga mengatakan hal itu di sela-sela roadshow keamanan Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) di SDN Tebet Timur 01 Pagi. Padahal menurutnya, kurangnya kebersihan tak kalah bahayanya. "Masyarakat lebih concern penggunaan bahan berbahaya. Itu betul, kita harus tangani. Tapi yang kurang atau lepas dari perhatian adalah hygiene-sanitasi. Itu cukup signifikan, justru kontribusi terbesar," kata Roy kepada wartawan, Selasa (22/1/2013). Roy mencontohkan kurangnya kebersihan antara lain menyangkut air yang digunakan untuk mencuci alat makan. Kadang-kadang hanya menggunakan air yang sama dalam satu ember untuk dipakai berulang kali hingga airnya keruh. Risikonya, kuman dari satu piring bisa menempel lagi ke piring yang lain. Diakui oleh Roy, tidak semua kuman yang mencemari makanan itu berbahaya bagi manusia. Beberapa jenis kuman secara alami memang ada di tubuh manusia. Namun demikian, keberadaan kuman tersebut biasanya menjadi indikator adanya kuman-kuman lain yang berbahaya bagi kesehatan. Masalahnya, para pembeli termasuk anak-anak sekolah yang sering jajan di kantin terkadang tidak memperhatikan hal itu. Umumnya, pembeli lebih peduli pada ancaman lainnya yakni penggunaan bahan berbahaya seperti formalin pada bakso dan mie, atau boraks pada kerupuk. "Kadang konsumensnya sendiri tidak ada masalah, karena sudah menjadi bagian dari mereka," tambah Roy. Roadshow yang dilakukan BPOM kali ini bertujuan untuk memberikan edukasi atau penyuluhan tentang PJAS yang aman di sekolah-sekolah. Ditargetkan pada tahun 2014, 10 persen dari 180 ribu sekolah dasar di Indonesia telah terjangkau penyuluhan semacam ini.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Mon Feb 04, 2013 6:50 am

KUMAN MENGANCAM DI PUSAT KEBUGARAN
Senin, 4 Februari 2013 Seputar Indonesia
Sebelum menggunakan alatalat yang ada di pusat kebugaran, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu. Karena bisa saja alat tersebut terkontaminasi kuman dari pemakai sebelumnya. Fitness center atau pusat kebugaran sejatinya merupakan tempat berolahraga untuk menjaga kesehatan dan membentuk badan. Namun, ternyata tempat ini juga bisa menjadi sarang virus dan penyakit berbahaya. Survei terbaru yang dilakukan oleh Nuffield Health menunjukkan,pusat kebugaran menjadi “sarang” penyakit karena kebiasaan pengunjung yang jorok sehingga mengancam orang lain.Hampir tiga per empat (sekitar 74%) dari orang yang disurvei mengatakan,mereka menyaksikan sendiri beragam etiket di pusat kebugaran yang buruk. Misalnya tidak membersihkan peralatan fitness yang basah terkena keringat. Hampir setengah dari partisipan yang disurvei mengaku menggunakan barang di pusat kebugaran yang bukan milik mereka, termasuk handuk,botol air minum, atau peralatan mandi.Nuffield memperingatkan,perilaku tersebut bisa mengancam pengguna lain tertular pilek dan flu,serta infeksi jamur seperti terjadi pada kaki atlet. ”Ya,memang tidak menyenangkan ketika orang sebelum Anda belum menyeka keringat mereka dari alat olahraga di gymyang telah mereka gunakan,”kata Sarah Marsh,Kepala Fitness dan Kesejahteraan Nuffield Health seperti dikutip dari Huffington Post.

Kebiasaan buruk itulah yang membuat kuman cepat berkembang biak dan memicu berbagai penyakit. “Kuman dapat dengan mudah ditularkan melalui tangan yang tidak bersih,melalui kontak langsung dengan seseorang,atau tidak langsung melalui menyentuh benda yang terkontaminasi,”lanjutnya. Survei yang melibatkan 2.000 orang ini juga menemukan bahwa 22% di antara partisipan menunda olahraga karena kebersihan pusat kebugaran yang buruk atau “ketelanjangan” yang berlebihan dalam kamar ganti. Sementara itu,18% dari para pengguna pusat kebugaran ini mengaku pergi ke gymsaat menderita pilek,batuk,dan bersin. Lebih dari sepertiganya (35%) mengaku berolahraga tanpa memakai deodoran atau kaus kaki yang bersih dan 16% orang mengaku tidak mencuci pakaian olahraga saat melakukan latihan olahraga Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health,Sport Therapy Jakarta, dr Michael Triangto SpKO mengakui,pusat kebugaran dapat mengancam penggunanya. Pusat kebugaran juga bisa menjadi pusat penyakit,terutama penyakit kulit.Apalagi saat nge-gym rata-rata memilih menggunakan pakaian olahraga yang terbuka. Dengan demikian,terdapat banyak “jendela”yang mempermudah terjadinya kontak langsung antara kulit dan benda-benda lain yang bersentuhan saat berlatih. Apalagi,kondisi di pusat kebugaran yang selalu dipenuhi para pengunjung sehingga berbagai alat di sana juga semakin sering bersentuhan dengan tubuh,keringat,ataupun cairan tubuh lainnya. Apalagi,alat-alat olahraga tersebut tidak selalu dibersihkan setelah selesai dipergunakan.“Kulit yang terpapar cairan tubuh orang lain akan mudah untuk terinfeksi dan menimbulkan gangguan kesehatan yang bervariasi,mulai dari yang paling ringan seperti gatal-gatal sampai dengan abses,”tuturnya di Jakarta beberapa waktu lalu. Tentunya,lanjut dia,infeksi ini tidak akan terjadi begitu saja karena ada beberapa faktor yang akan memengaruhinya. Misalnya,daya tahan tubuh, tingkat kelelahan,adanya luka lecet ataupun luka terbuka saat berlatih,dan banyaknya kuman yang kontak dengan kulit yang dapat menjadi ukuran terjadi atau tidaknya infeksi kulit tersebut. “Makanya,jika tubuh kita sedang tidak fit,sebaiknya tidak pergi berlatih di pusat kebugaran.Kita bisa berolahraga sendiri di rumah,” imbuh Michael. Salah satu cara lain untuk mencegah penularan infeksi di pusat kebugaran adalah dengan menggunakan pakaian yang mampu menutup tubuh agar tidak kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain. Langkah antisipasi lainnya adalah membersihkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan misalnya benchatau kursi latihan dan alat beban dengan lap bersih. rendra hanggara
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Tue Feb 05, 2013 6:33 am

CEGAH TERTULAR KUMAN SAAT NGE-GYM
Senin, 4 Februari 2013 Seputar Indonesia

TUTUP luka dengan plester.
Termasuk luka kecil seperti bintil kuku, kulit kering, atau kulit retak. Luka di tubuh Anda merupakan jalan masuk yang sangat besar bagi kuman penyakit.

SEMPROT alat-alat olahraga yang akan digunakan dengan cairan pembasmi kuman, meski alat itu tidak terlihat berkeringat.
Untuk memastikan kuman mati, biarkan selama beberapa menit sebelum mengelapnya dengan kain bersih.

JANGAN pernah membiarkan kaki telanjang Anda menyentuh lantai, termasuk di kamar mandi, ruang ganti, dan pinggir kolam renang. Selalu gunakan sandal. Jadikan kebiasaan, saat Anda lupa memakainya, seakan-akan Anda menyetir tanpa menggunakan sabuk pengaman

JANGAN duduk tanpa memakai alas.
Pikir dua kali sebelum Anda duduk di kursi yang umumnya tersedia di ruang ganti, siapa yang tahu bakteri apa saja yang ada di permukaan bangku itu.

MANDI sebelum Anda meninggalkan pusat kebugaran.
Tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tapi juga pakaian yang hangat dan lembap merupakan tempat bagus untuk pertumbuhan bakteri.

KERINGKAN sandal di bawah cahaya sinar matahari sebelum menggunakannya lagi.
Dengan cara ini, bakteri tidak bisa tinggal di sandal Anda. Anda bisa membawa dua sandal untuk dipakai bergantian.

BAWA tas terpisah untuk membawa baju olahraga Anda yang penuh keringat dan kotor karena bakteri dan jamur menyukai keringat.

SEBELUM menjadi anggota suatu pusat kebugaran, tanyakan seberapa sering mereka membersihkan peralatan dan jenis produk pembersih apa yang mereka gunakan. Mintalah jadwal pembersihan alat mereka. Bila mereka tidak bisa menunjukkan kepada Anda, kemungkinan besar kebersihan mereka kurang. Cari pusat kebugaran lain.

BAWA sendiri handuk untuk mengelap keringat Anda.
Anda bukanlah satu satunya orang yang menggunakan handuk yang biasanya disediakan pada tumpukan di meja depan gym. Bawalah sendiri handuk Anda dan usahakan agar handuk tidak terjatuh. Karena bila terjatuh lalu Anda gunakan untuk menyeka keringat di wajah dan tubuh, kemungkinan sudah terkontaminasi kuman atau bakteri.rendra hanggara
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Fri Feb 22, 2013 5:00 am

5 TRIK MELINDUNGI DIRI SENDIRI DARI KUMAN NAKAL
Vera Farah Bararah - detikHealth Jumat, 15/02/2013 09:27 WIB
Jakarta, Kuman penyebab penyakit baik berupa virus maupun bakteri bisa berada di mana saja. Tapi jangan khawatir, ada 5 trik yang bisa dilakukan untuk melindungi diri sendiri dari kuman nakal agar tidak sakit. Sebagian besar orang ketika sakit flu atau pilek, seringkali dokter memberikan obat antibiotik untuk menyembuhkannya. Padahal penggunaan antibiotik secara berlebihan bisa menyebabkan resisten dan membuat tubuh lebih mudah terkena kuman. Meski begitu masih ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya kuman penyebab penyakit, seperti dikutip dari abc.net.au, Jumat (15/2/2013) yaitu:

1. Mencuci tangan
Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, atau setelah dari kamar mandi bisa membatasi penularan bakteri yang menyebabkan penyakit dan juga mencegah penyebaran infeksi. Kuncinya adalah membersihkan bakteri dari tangan setelah memegang barang-barang tertentu dan sebelum berinteraksi dengan mata, hidung atau mulut. Gunakan sabun dan air mengalir atau pembersih tangan dengan kadar alkohol tertentu untuk membatasi penyebaran penyakit.

2. Menjaga sistem kekebalan tubuh
Tubuh manusia telah dirancang dengan sangat baik dalam melawan infeksi, tentunya saat kondisi sehat. Namun ketika sistem imun tubuh terganggu, maka seseorang jadi berisiko terkena penyakit karena tubuh tidak cukup kuat memerangi serangan yang datang. Cara terbaik menjaga sistem kekebalan tubuh tetap baik adalah melakukan vaksinasi secara teratur, memberikan tubuh nutrisi yang baik dari makanan, mendapatkan tidur yang cukup, olahraga dan mengurangi stres.

3. Jangan berlebihan mengonsumsi antibiotik
Antibiotik sebenarnya hanya efektif melawan infeksi bakteri, karena itu sebagian besar antibiotik diberikan pada kondisi yang salah misalnya untuk penyakit akibat virus. Ketika antibiotik digunakan pada orang yang sebenarnya tidak membutuhkan, justru meningkatkan resistensi dan memicu munculnya kuman super (superbug). Untuk itu selalu tanyakan pada dokter apa penyebab penyakitnya sehingga bisa diketahui butuh antibiotik atau tidak, dan tidak semua penyakit perlu antibiotik.

4. Hati-hati saat traveling
Seseorang lebih mudah kontak dengan superbug ketika sedang traveling atau jalan-jalan, terutama melalui makanan, minuman dan juga udara. Untuk itu perlu diingat bahwa makanan yang masih panas selalu lebih aman dibanding dengan makanan dingin atau yang tidak dimasak, ini karena panas bisa membunuh bakteri.

5. Sebisa mungkin jauh-jauh dari rumah sakit
Jika kondisi tubuh sehat dan tidak bekerja di rumah sakit, sebaiknya jauh-jauh dari rumah sakit. Jika kondisi tidak optimal dan masih bisa diatasi sendiri sebaiknya tetaplah di rumah, karena ketika kekebalan tubuh menurun dan datang ke rumah sakit untuk hal yang tidak diperlukan, bisa membuatnya lebih berisiko terinfeksi. Namun jika tidak ada pilihan lain dan harus ke rumah sakit, pertimbangkan untuk menggunakan pembersih tangan, tak perlu keliling-keliling tapi cukup di area tertentu saja yang memang seharusnya berada. Untuk pasien, jika memungkinkan cobalah keluar ruangan karena udara segar sangat penting.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Tue Mar 05, 2013 9:04 pm

CUCI TANGAN DI WASTAFEL, TAK CUKUP 5 DETIK
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone SELASA, 5 MARET 2013 14:11 wib
BANYAKNYA ancaman kuman di sekitar kita membuat perhatian terhadap kebersihan tangan perlu digalakkan lebih serius. Salah satunya, mencuci tangan sebersih mungkin sebagai bentuk pencegahan penyakit. Ancaman kesehatan seperti flu burung dan penyakit lainnya memang tak pernah surut. Untuk itu, langkah preventif perlu dilakukan seketat mungkin dengan membersihkan tangan, baik menggunakan sabun atau hand sanitizer untuk menyingkirkan ratusan ribu kuman setiap hari. Sejauh ini, baik sabun dan hand sanitizer menjadi alat pembersih yang dianggap efektif dan simpel. Namun sesungguhnya, manakah yang paling efektif untuk mengusir kuman? Sejauh ini, hand sanitizer banyak digunakan orang-orang ketika tak ke wastafel. Hal ini dianggap lebih simpel ketika berada di jalan atau mobil. Sebenarnya, hand sanitizer juga memiliki sisi efektivitas tinggi. Kuncinya, saat menggunakan pembersih tersebut gunakan dalam jumlah cukup banyak di bagian punggung dan tangan bagian depan, sehingga cukup basah dan biarkan mengering hingga 15 detik. Chief Medical ABC News, Dr Richard Besser bersama enam mahasiswa pascasarjana dari University of Maryland melakukan tes untuk membuktikan hal tersebut. Sebagai langkah awal, mereka dengan sengaja melapisi tangan dengan cairan yang dihinggapi ribuan bakteri E.coli. Setelah itu, mereka menekan tangan mereka ke piring dan menempatkan piring ke inkubator selama dua hari untuk melihat perkembangan pertumbuhan bakteri. Pihak peneliti juga menguji salah satu pembersih dengan kadar alkohol 60 persen dan berlabel tanpa alkohol. Hasilnya, pembersih dengan berbasis alkohol menunjukkan sedikit bakteri dalam piring sebelum pembersih digunakan. Sementara hasil pembersih yang non-alkohol dinilai kurang baik. Alkohol yang ada di pembersih ternyata bisa memecah protein bakteri dan membunuhnya. Bagaimana dengan sabun? Para peneliti mencoba sabun biasa dan antibakteri. Dari penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa kerja dari kedua sabun tersebut sama efektifnya. Meski demikian, menggunakannya dengan baik menjadi pekerjaan penting untuk dilakukan. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan orang menghabiskan lima detik di wastafel dan itu sebenarnya tidaklah cukup. Ketika penelitian melakukan pembersihan selama lima detik, sampel piring dari sebelum dan setelah dicuci tampak hampir sama. Untuk itu, Anda harus mencuci tangan lebih dari 20 detik penuh untuk memastikan kebersihan tangan. Sementara untuk memerangi bakteri dengan hand sanitizer memang bekerja dengan baik ketika Anda tak memungkinkan mencuci tangan ke wastafel. Carilah pembersih tangan tersebut dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen untuk hasil terbaik. Meski demikian, mencuci tangan dengan sabun merupakan pilihan terbaik untuk dilakukan. Sabun tidak hanya membersihkan bakteri tapi juga berbagai virus, asalkan Anda mencuci dalam waktu yang lama, seperti dilansir ABCnews.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sat Apr 20, 2013 9:30 am

SEBERAPA EFEKTIF HAND SANITIZER MATIKAN KUMAN?
Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 19 April 2013 | 10:14 WIB
KOMPAS.com — Menjaga kebersihan tangan dari virus dan bakteri merupakan cara paling mudah untuk mencegah penularan penyakit. Selain mencuci tangan dengan sabun, memakai produk pembersih tangan tanpa air atau hand sanitizer juga dianjurkan. Produk hand sanitizer alias pembersih tangan tanpa air kini sudah menjadi barang wajib yang harus dibawa ke mana pun demi menjaga kebersihan tangan dari kuman. Di pasaran juga banyak tersedia beragam merek hand sanitizer. Bagaimana memilih produk terbaik? Hand sanitizer terdiri dari alkohol, misalnya saja etanol, sebagai zat aktif yang bekerja sebagai antiseptik. Kandungan lainnya adalah air, pewangi, serta gliserin. Hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol pada umumnya bisa mencegah mayoritas bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Tetapi, menurut Aaron E Glatt, juru bicara Infectious Diseases Society of America, hand sanitizer tidak bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri C difficile yang memicu peradangan di usus besar. Banyak orang sering bertanya mana yang lebih baik antara cuci tangan pakai sabun dan menggunakan hand sanitizer. Menurut Glatt, sebenarnya keduanya sama-sama penting. "Sabun dan air tetap nomor satu. Hand sanitizer adalah tambahan yang sangat efektif," katanya. Meski begitu, menurut Brian Sansoni, juru bicara American Cleaning Institute, hand sanitizer hanyalah suplemen, bukan untuk menggantikan fungsi cuci tangan dengan sabun. Bahkan untuk beberapa virus penyebab wabah flu seperti norovirus, mencuci tangan masih direkomendasikan sebagai pencegahan utama, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan menyiapkan makanan. "Sanitizer mungkin membantu, tetapi bukan untuk menggantikan cuci tangan dengan air dan sabun. Produk ini terutama dipakai jika air dan sabun tidak tersedia," kata Sansoni. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, basuh seluruh permukaan tangan dan punggung tangan selama 20-30 detik menggunakan sabun dan air. Sementara dalam penggunaan hand sanitizer, gunakan sekitar satu atau dua tetes lalu gosok kedua tangan, di bagian punggung dan telapak, antara jari-jari serta kuku, sampai tangan kering.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Fri May 17, 2013 7:09 pm

HIDUP BERSIH DAN SEHAT, INI CARA CUCI TANGAN YANG BENAR
Marieska Harya Virdhani - Okezone JUM'AT, 17 MEI 2013 15:47 wib
CUCI tangan sebelum makan bukan lagi menjadi satu slogan, tetapi wajib di terapkan untuk mewujudkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti yang dikampanyekan Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis, Depok kepada seluruh para medis dan juga pasien. Direktur RS Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, Peppy Firaidi mengatakan cuci tangan dengan air yang mengalir wajib dilakukan untuk membunuh kuman setelah tangan kita kontak dengan lingkungan. Caranya pun harus dilakukan dengan benar agar efektif. "Caranya yakni telapak tangan, sela - sela jari, punggung, ibu jari jempol, saling kait, dan kuku bagian terakhir. Dokter mau periksa pasien cuci tangan dulu," terang Ketua Asosiasi Rumah Sakit Indonesia (ARSI) ini kepada wartawan di RS Tugu Ibu, Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Jumat (17/05/2013). Setelah mencuci tangan dengan sabun atau handscrub, kata Peppy, tangan dibersihkan dengan tisu. Sebab jika memakai kain lap, atau baskom, justru memperbanyak dan memindahkan kuman. "Jangan gunakan tisu basah, gunakan tisu kering, karena kalau sang pasien ternyata ada infeksi, kalau dokter tidak higienis, malah lebih memperpanjang dirawatnya," ungkapnya. (ind) (tty)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Mon Jun 03, 2013 7:33 pm

SUDAHKAH ANDA MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR
SENIN, 03 JUNI 2013 | 16:58 WIB
TEMPO.CO, Jakarta -Anda mungkin mencuci tangan berkali-kali dalam sehari. Namun, apakah Anda seperti kebanyakan orang, yang mencuci tangan hanya selintas saja, dengan sedikt sabun dan teknik yang seadanya? Meskipun kelihatannya Anda sudah ‘mahir’ mencuci tangan, bukan berarti Anda sudah mencuci tangan dengan benar. Alex Brown, penulis di situs Daily Health Post, menuturkan cara mencuci tangan dengan benar, seperti dikutip situs ini Senin, 3 Juni 2013.

1. Gunakan cara klasik: air dan sabun
Dokter justru lebih menyarankan Anda untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun daripada dengan pembersih tangan tanpa air (hand sanitizer). Ini bukan berarti pembersih tangan harus dihindari. Jika memang tak ada air dan sabun, pembersih tangan dapat menjadi alternatif Anda untuk mencuci tangan. Tapi, tidak seperti sabun, pembersih tangan tidak mampu membunuh kuman-kuman tertentu, terutama noroviruses yang menyebabkan keracunan makanan dan flu perut. Selain itu, pilihlah sabun yang tidak mengandung triclosan. Memang, hingga kini bahaya triclosan masih diperdebatkan. Namun, sesungguhnya triclosan tidak memberikan manfaat lebih. Jadi, daripada mengambil risiko, lebih baik tinggalkan triclosan.

2. Air harus mengalir
Saat sabun dan air sudah didapat, teknik mencuci tangan yang benar juga harus diperhatikan. Biarkan kran air menyala sehingga kuman dan debu akan terbawa bersama air. Semprotkan sabun ke telapak tangan Anda dan gosokkan di tangan selama beberapa detik di bawah kran air. Pastikan semua bagian tangan, mulai dari punggung tangan, telapak tangan, sela-sela jari, hingga sela-sela kuku tergosok dengan bersih. Lalu, bilas kembali di bawah air yang mengalir itu. Untuk hasil terbaik, bilaslah dengan air hangat selama 30 detik.

3. Jangan sentuh kran
Saat Anda telah selesai melakukan ‘ritual’ pembersihan tangan di bawah aliran air, matikan kran air dengan tisu. Jangan biarkan tangan Anda kembali kotor dengan memegang kran. Begitu pula, saat membuka pintu kamar mandi. Selain itu, pastikan tangan Anda sudah kering sebelum keluar dari kamar mandi.

Jadi, sudahkah Anda mencuci tangan dengan benar?
Back to top Go down
 
Hygiene dan Sanitasi
View previous topic View next topic Back to top 
Page 21 of 22Go to page : Previous  1 ... 12 ... 20, 21, 22  Next
 Similar topics
-
» Ladybugs and oral hygiene
» Hygiene question for 'apron'
» Personal hygiene in the 18th century.

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: