Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Hygiene dan Sanitasi

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 11 ... 18, 19, 20, 21, 22  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sat Nov 10, 2012 1:24 pm

PILIH SABUN BATANG ATAU CAIR?
Kamis, 25 Oktober 2012 09:30 WIB Media Indonesia - Penulis : Annisa Indri Lestari
MESKIPUN terkesan sepele, membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun juga memiliki pengaruh yang besar terhadap terinfeksinya tubuh dari bakteri loh. Setelah Anda melakukan aktivitas di luar ruangan, bakteri berkembang pesat dan dengan mudah menjangkit tubuh lewat sentuhan. Untuk menghindari hal demikian, diperlukan kebiasaan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun. Dalam keberadaannya, sabun terdiri dari jenis sabun batangan dan sabun cair. Meskipun memiliki manfaat yang sama untuk menyingkirkan bakteri di kulit tangan dan anggota tubuh lainnya, ada beberapa kekurangan dan kelebihan di kedua jenis sabun tersebut.

Sabun batangan:
1. Sabun batangan cenderung terbuka, hal tersebut memungkinkan bakteri lebih mudah untuk berkembang.
2. Sabun batangan juga biasanya tergenang di dalam wadah penyimpanan. Hal tersebut juga memudahkan sabun batangan untuk terkontaminasi bakteri yang berbahaya.
3. Saat sabun batangan digunakan pada tangan yang kotor, sabun tersebut justru akan meninggalkan bakteri yang membahayakan di sabun tersebut.
4. Sabun batangan bisa kering dan sulit untuk digunakan membersihkan tangan. Sabun yang kering juga lebih mudah ditempeli kotoran dan kuman.

Sabun cair:
1. Cairan sabun terdapan dalam wadah yang tertutup. Sehingga tidak mudah terkontaminasi kuman, seperti halnya sabun batangan.
2. Sabun cair lebih mudah dan efisien untuk digunakan. Ini akan menghemat waktu penggunaannya.
3. Sabun cair lebih mudah dalam penggunaannya, sehingga akan menghemat sabun dan juga air. (Healthmeup/*/OL-06)


Last edited by gitahafas on Sat Nov 10, 2012 1:31 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sat Nov 10, 2012 1:27 pm

CUCI TANGAN PAKAI SABUN KURANGI DIARE
Senin, 15 Oktober 2012, 16:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Dr Nafsiah Mboi mengatakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dapat mengurangi 50 persen potensi diare. "Dengan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dapat mengurangi 50 persen potensi diare. Misalnya dari 1 juta anak yang terkena diare, maka hanya tinggal 500.000," ujar Nafsiah dalam acara perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun ke-5 di Jakarta, Senin (15/10). Selain itu, kata Nafsiah, yang paling penting adalah perilaku untuk hidup bersih seperti tidak membuang sampah dan buang air besar sembarangan. Meskipun dia mengakui masih banyak rumah di Tanah Air yang tidak memiliki toilet. "Sanitasi juga mempengaruhi. Jika kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan sanitasi yang baik maka bisa mengurangi hingga 94 persen potensi diare, saluran pernafasan, flu burung, dan penyakit menular lainnya." Oleh karena itu, lanjut dia, perilaku hidup bersih dan sehat itu harus menjadi budaya yang dimulai sejak anak-anak. Menurut Nafsiah, lebih mudah menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Dalam perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun itu, sejumlah anak-anak yang berasal dari SDN 04, 05 dan 06 Karet Kuningan Belakang, Jakarta Selatan, melakukan ikrar bersama untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Cuci tangan pakai sabun hendaknya dilakukan sebelum makan, sesudah dari toilet, sesudah dari tanah, dan sesudah memegang hewan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sat Nov 10, 2012 1:28 pm

CUCI TANGAN PAKAI SABUN TANGKAL 10 PENYAKIT
Jumat, 09 November 2012, 20:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Mencuci tangan sebaiknya menggunakan sabun. Karena dengan itu minimal sepuluh jenis penyakit yang biasanya menyerang tubuh bisa dicegah. "Tangan adalah salah satu indera yang paling sering berinteraksi dengan benda luar. Keberadaannya vital, sekaligus rentan menjadi pintu masuk penyebab segala bentuk penyakit," ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahida Habibie, saat pencanangan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun di Pesantren Hubulo, Jumat (9/11). Sepuluh jenis penyakit tersebut yakni diare, penyakit saluran pernapasan, disentri, iritasi kulit, biang keringat, radang tenggorokan, mata merah, jerawat, bau badan, dan tipus. Idah mengimbau, cuci tangan dengan sabun sebaiknya sudah menjadi keharusan. Mengingat keberadaan tangan sebagai alat untuk beraktivitas sangat penting, harus dirawat agar tetap bersih dan membantu hidup lebih sehat. "Ada lima waktu kritis dimana kita harus cuci tangan dengan sabun yaitu sebelum makan, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, sehabis buang air besar serta setelah membersihkan kotoran anak," ujarnya. Cuci tangan dengan sabun bisa memutus perantara penularan penyakit, serta bisa dilakukan dimana saja, murah, tanpa teknologi tinggi bahkan bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat paling sederhana sekalipun. Menurutnya, peran orang tua juga sangat besar untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk mencuci tangannya setiap waktu, terutama pada saat kritis tersebut. "Banyak yang tidak menyadari bahwa mencegah penyakit itu begitu mudah, cukup dengan pola hidup sehat seperti makanan, minuman serta perilaku sehat seperti cuci tangan," tambahnya
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Sat Nov 10, 2012 1:31 pm

MENGGOSOK TANGAN TINGKATKAN JUMLAH BAKTERI?
Selasa, 21 September 2010, 19:19 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BRADFORD--Semua sepakat, mencuci tangan sesering mungkin adalah cara paling efektif menghindari penularan bakteri. Namun, ilmuwan dari Universitas Bradford Inggris mengingatkan fungsi itu akan efektif jika cuci tangan dilakukan secara benar. Tepatnya, dalam pengeringan usai cuci tangan. Menurut mereka, saat mengeringkan tangan, sebaiknya dilakukan tidak dengan menggosoknya. "Ketika Anda menggosok tangan Anda, Anda membawa banyak bakteri ke permukaan dari pori-pori kulit Anda," kata Anna Snelling dari University of Bradford, Inggris, yang memimpin penelitian. Dalam penelitian itu, tim meminta relawan untuk mengeringkan tangan selama 15 detik dengan menggunakan tiga jenis pengeringan. Ketiganya adalah mesin pengering, menggosok tangan bersama-sama, dan membiarkannya. Hasil penelitian membuktikan, mesin pengering mengurangi jumlah bakteri kulit sekitar 37 persen dibandingkan saat setelah mencuci. Tapi jumlah bakteri justru meningkat 18 persen ketika para relawan menggosok tangan mereka di bawah salah satu mesin itu. Kertas atau handuk terbukti paling efisien, mengurangi separuh jumlah bakteri meskipun relawan menggosok tangan mereka.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Fri Nov 23, 2012 6:34 am

CUCI TANGAN YANG BENAR
Sabtu, 15 September 2012, 08:58 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Sabun dan mencuci tangan menjadi strategi penting untuk mencegah munculnya penyakit. Sayangnya, banyak orang tak suka mencuci tangannya atau mencuci tangan bersih-bersih. Setidaknya Anda mencuci tangan sebanyak lima kali sehari jika berada dalam kegiatan terbuka dan banyak bersentuhan dengan peralatan maupun orang lain. Berikut tips mencuci tangan yang benar.

Cucilah tangan Anda:

- setelah melakukan aktivitas di toilet

- sebelum makan

- setelah menggunakan peralatan kantor secara bergantian, termasuk juga telepon, keyboard, pegangan pintu, bahkan majalah dan koran yang dibaca bersama.

- bersalaman dengan banyak orang

Cara mencuci tangan:

- basahi tangan dengan air hangat sebelum menggunakan sabun

- gosok tangan yang bersabun hingga berbusa lalu bilas dengan air. Cucilah tangan setidaknya selama 15 detik. Yakinkan kedua permukaan tangan, sela-sela jari, dan sekitar kuku telah dibersihkan.

- keringkan tangan. Tangan yang tetap dibiarkan basah merupakan lingkungan sempurna bagi kuman.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Fri Nov 23, 2012 6:38 am

GEL PEMBERSIH TANGAN, EFEKTIF ATAU TIDAK?
Wuri Handayani Selasa, 17 Juli 2012, 12:32 WIB
VIVAlife - Apa yang Anda lakukan untuk mendapatkan tangan yang bersih dan bebas kuman? Sebagian orang tetap memilih cara konvensional. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Tapi kebanyakan orang lebih mengandalkan gel pembersih atau hand sanitizer. Alasannya tentu karena kepraktisan. Cek dalam tas Anda, pasti gel yang mengklaim sebagai antibakteri ini selalu ada. Namun bagaimana dengan efektivitas kerjanya, apakan sudah tepat sasaran sebagai pembasmi kuman, atau Anda masih harus mencuci tangan kembali. Bagaimana pun, mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mengurangi jumlah kuman yang melekat. Tetapi, jika Anda tetap memilih menggunakan gel pembersih, pilih produk yang berbahan dasar alkohol. Menurut Dr Rachel Orscheln, ahli penyakit anak di Washington University School of Medicine, St. Louis, kandungan alkoholnya pun harus memenuhi kriteria minimal, yakni 60 persen. Jumlah ini sangat mencukupi untuk membersihkan tangan secara keseluruhan. Anda dapat menggosokkannya di tangan hingga benar-benar kering. Alkohol ini bekerja saat mendapatkan gesekan. Mungkin teknik yang Anda gunakan untuk mengoleskan, sama seperti saat Anda menggunakan lotion. Ini bisa saja memberikan efek desinfektan, namun tidak maksimal. Pendapat yang sama juga diungkapkan Carol McLay, RN, Infection Prevention Consultant di Lexington. Ia setuju jika mencuci tangan dengan sabun adalah tindakan paling tepat untuk mencegah penyebaran penyakit. Sementara gel antibakteri hanya akan mengurangi kuman, namun tidak menghilangkan semuanya. Sebaiknya, Anda hanya menggunakan gel pembersih ini sebagai alternatif jika benar-benar tidak menemukan air dan sabun untuk mencuci tangan. (umi)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Mon Nov 26, 2012 1:23 pm

CUCI TANGAN CEGAH TRANSMISI KUMAN
Senin, 26 November 2012 Seputar Indonesia
Salah satu cara sederhana untuk mencegah penyebaran kuman (transmisi kuman) adalah dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS), termasuk di rumah sakit dan untuk tenaga medis lainnya. Memutus penyebaran kuman masih menjadi tantangan utama masalah kesehatan global dan Indonesia. Salah satu cara sederhana untuk memutus penyebaran atau transmisi kuman ini adalah dengan mencuci tangan. Perubahan yang terjadi dalam populasi penduduk dunia memengaruhi kekuatan pertahanan tubuh manusia maupun resistensi dari kuman.Morbilitas penduduk yang terus meningkat telah mengakibatkan kuman lebih cepat menyebar sehingga sulit untuk mencegah epidemik,terutama yang berhubungan dengan strain pathogen (kuman) baru seperti SARS dan H1N1. Munculnya beragam variasi baru kuman ini merupakan cermin dampak gabungan dari perubahan cepat demografi, lingkungan,sosial,dan lainlainnya dalam gaya hidup masyarakat, termasuk juga perubahan iklim yang ekstrem. Selama ini penyebaran kuman telah menyebabkan berbagai penyakit infeksi menular, seperti diare,infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan cacingan.WHO mencatat setiap tahun 1,8 juta anak di bawah usia lima tahun kehilangan jiwa akibat diare. Evolusi kuman yang disertai penyebaran kuman yang lebih cepat harus dihadapi dengan pengembangan teknologi baru yang lebih efektif. Oleh karena itu,menjaga kebersihan melalui langkah sederhana, seperti cuci tangan pakai sabun (CTPS) secara teratur adalah pertahanan awal untuk mencegah penyebaran dan perkembangan kuman yang menyebabkan berbagai macam penyakit ini. Hasil riset menunjukkan CTPS dapat mencegah tingkat kejadian diare antara 30% hingga 50% dan ISPA antara 21% hingga 45 %.

Kepala Divisi Mikrobiologi Universitas Hasanuddin Makassar Prof Muh Nasrum MMD PhD dalam paparan hasil penelitiannya menyebutkan,kebersihan tangan perlu diperhatikan. Tidak hanya untuk masyarakat awam,juga untuk petugas medis di rumah sakit. “Salah satu cara untuk mencegah penyebaran atau transmisi mikroorganisme seperti kuman ini adalah dengan cara cuci tangan,”kata Prof Muh Nasrum saat berbicara di Simposium Ilmiah dan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-28 di Makassar,21 November lalu. Nasrum menyarankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat sebaiknya dilakukan di lima saat penting, yakni mandi menggunakan sabun,cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan pagi,siang,malam,dan CTPS setelah dari toilet. Dalam hal ini,kaum ibu berperan sangat penting.Ibu harus peduli dan aktif dalam upaya melawan kuman ini. Studi National Institutes of Health and the National Science Foundantion menunjukkan tangan wanita lebih banyak memiliki variasi bakteri atau kuman di tangan mereka dibandingkan pria. Adapun setiap orang memiliki tipe bakteri yang di luar dugaan peneliti. Sementara petugas medis pun terdapat lima saat penting ketika mereka harus memastikan tangannya selalu steril dari kuman,yaitu sebelum kontak dengan pasien,sebelum mensterilkan infeksi,setelah memberikan cairan tubuh setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar atau alat-alat yang berkaitan dengan pasien.

Teknologi Terbaru Melawan Kuman
Diaspora kuman telah terjadi dengan beragam media. Salah satunya melalui tangan dan udara.Untuk mencegah itu,diperlukan teknologi terbaru melawan kuman.Salah satunya yakni teknologi activ naturol shield (ANS).Teknologi terbaru ini terdapat dalam varian baru dari sabun Lifebouy, yaitu Lifebouy Clini-Shield 10. Global Research Scientist Unilever Anindya Dasgupta PhD mengatakan,teknologi terbaru melawan kuman dan dapat merawat kulit ini telah ditemukan oleh timnya,yakni teknologi ANS.“Teknologi ANS ini adalah kombinasi dari bahan-bahan alami yang digabungkan dalam sabun pembersih yang efektif menghasilkan 10 kali perlindungan yang lebih baik dalam melawan kuman penyebab penyakit,” kata Dasgupta dalam kesempatan yang sama. Keunggulan Lifebouy Clini- Shield10 ini dibuat secara khusus dengan formula yang bertindak cepat guna memberikan keempat unsur perlindungan yang lengkap terhadap kuman,yaitu lebih cepat dan lebih banyak dalam mengurangi kuman,terbukti mengurangi kuman di kulit setelah mencuci tangan,perlindungan lebih lama dalam mencegah pertumbuhan kuman kembali, dan lebih lembut dalam merawat kulit sehari-hari. PT Unilever Indonesia Tbk, menurut Director Brand Building Skin Cleansing Unilever, pengembangan teknologi terbaru merupakan bagian dari komitmen Lifebouy untuk terus aktif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara global, termasuk Indonesia. “Melalui teknologi ini, kami berharap para ibu akan dapat terinspirasi untuk juga selalu terdepan dalam memberikan perlindungan kesehatan keluarga. Melalui ibulah, kampanye menjaga kesehatan dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun ini bisa tersosialisasi dengan baik. Karena ibu adalah ujung tombaknya di rumah,”sebut Amalia Sarah Santi,Senior Brand Manager Lifebouy. wida ns
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Wed Nov 28, 2012 4:40 pm

ORANG INDONESIA BELUM BIASA CUCI TANGAN PAKAI SABUN
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 7 Februari 2012 | 10:39 WIB
KOMPAS.com - Kebiasaan mencuci tangan memakai sabun rupanya belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya. Untuk itulah Lifebuoy meluncurkan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). "Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan sehat di kalangan masyakat Indonesia dengan mencuci tangan pakai sabun pada berbagai kesempatan, seperti sebelum dan sesudah makan, sesudah dari WC, dan juga sebelum menyusui," tutur Amalia Sarah Santi, Senior Brand Manager Lifebuoy, dalam peluncuran "Gerakan 21 Hari Lfebuoy Turut Mewujudkan Indonesia yang Lebih Sehat" di Pacific Place, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2012) lalu. Program G21H ini merujuk dari berbagai pendapat dan penelitian pakar perubahan perilaku bahwa untuk membentuk suatu kebiasaan baru secara terus-menerus tanpa putus dibutuhkan waktu minimal 21 hari. Dalam program ini yang menjadi sasaran utama adalah para siswa sekolah dasar, termasuk para guru dan komunitas sekolah. Budaya baik CTPS yang tertanam sejak dini akan terus terbawa sampai tua. Upaya preventif di sekolah juga sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar dan kesehatan siswa.

Program ini juga menyasar keluarga, karena keluarga adalah unit terkecil dari bangsa, dan merupakan tahapan penting dari proses pendidikan dan penanaman budaya yang baik. Lifebuoy bekerjasama dengan beberapa kementerian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) pusat, serta sejumlah LSM dan yayasan untuk mendukung kegiatan ini. Program awal ditargetkan untuk tujuh provinsi, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Sumatera Utara, serta tiga provinsi yang memiliki tingkat PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) dan CTPS yang masih rendah, yaitu Sulawesi Selatan (22,13 persen), Banten (19,29 persen), dan Sumatera Barat (7,81 persen).

"Sampai saat ini sudah lebih dari 745 sekolah di 10 provinsi di Indonesia yang dibantu untuk melakukan kebiasaan sehat ini. Sedangkan untuk di tingkat keluarga dibantu dengan dukungan TP PKK pusat, dan TP PKK di 33 provinsi," tukasnya. Setelah melakukan berbagai program untuk membiasakan hidup sehat dengan CTPS, hasil implementasi yang telah dilakukan di 10 provinsi menunjukkan bahwa sekitar 127.441 siswa SD, atau sekitar 70 persen dari total peserta G21H dinilai berhasil dengan melakukan semua kebiasaan sehat dalam lima saat penting yang sudah ditentukan, yaitu pada saat sebelum makan pagi, makan siang, makan malam, setelah dari toilet, dan mandi pakai sabun setiap hari selama 21 hari berturut-turut tanpa putus. "Sampai saat ini CTPS sebelum dan sesudah makan sudah berhasil dilakukan, namun menurut pengamatan yang paling sulit dilakukan oleh peserta adalah CTPS setelah dari toilet," bebernya. Tingkat keberhasilan program G21H yang mencapai 70 persen diharapkan akan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan dan mutu pendidikan. Secara kualitatif, G21H dinilai mampu menggerakkan berbagai pihak untuk bisa hidup lebih bersih dan sehat.


Last edited by gitahafas on Thu Nov 29, 2012 3:53 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Thu Nov 29, 2012 10:37 am

4.600.000 JUTA KUMAN BERSARANG DI TANGAN
Mona Indriyani, Shalli Syartiqa Kamis, 20 Desember 2012, 16:17 WIB
VIVAlife - Memasukan tangan ke dalam mulut bukanlah hal asing bagi si kecil. Tak peduli sekotor apa, mereka tetap menikmati makanan yang ada di tangan. Sebagai orang tua sebaiknya Anda mulai waspada, ini menjadi awal kesehatan si kecil mulai terancam. Mencuci tangan dengan sabun adalah tindakan sederhana yang menyehatkan. Tapi sayangnya, banyak orang tua yang menganggap sepele hal ini. Ada banyak penyakit yang hinggap dalam tubuh di saat kita lalai mencuci tangan, seperti tifus, jamur, polio dan diare. Penyakit ini masuk lewat tubuh melalui tangan yang tercemar kuman. Apakah itu saat memegang buku, mengenggam telepon genggam, bersalaman, memegang uang, atau barang apa saja. Dari tangan yang tercemar, kuman masuk ke mulut lewat makanan yang kita pegang. Menurut Dr. Herbowo SoetomonggoloSp.A "Terdapat 4.600.000 juta koloni kuman yang bersarang ditangan kita semua dan dapat menyebar ke 7 benda lainnya, dan kuman akan bertambah banyak saat masuk kedalam perut dan dengan cepat berkembang biak didalam tubuh manusia," saat ditemu dalam acara Gerakan mencuci tangan Lifeboy, di Pasific Place. Berikut cara membersihkan tangan dengan benar :

1. Cucilah tangan di bawah air yang mengalir.

2. Gunakan sabun cuci tangan cair.

3. Gosokkan kedua tangan baik telapak maupun punggung tangan, sela jari, dan kuku selama 20 detik.

4. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan terutama pada daerah sekitar kuku dan sela jari.

5. Basuh kedua tangan sampai bersih dengan air keran.

6.Keringkan tangan dengan menggunakan tisu. Hindari pemakaian handuk, kain yang lembab menjadi sarang kuman.

7. Matikan keran dengan menggunakan handuk karena Anda membuka keran dengan tangan Anda yang masih kotor


Last edited by gitahafas on Thu Dec 20, 2012 4:35 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Hygiene dan Sanitasi   Thu Nov 29, 2012 10:41 am

10 ALASAN KITA MEMERLUKAN SABUN
Kamis, 29 November 2012 | 12:02 WIB
KOMPAS.com - Ada sesuatu yang sangat mengagumkan dari sabun; manfaatnya sebagai pembersih serba guna! Tapi pastikan sabun yang digunakan adalah sabun berbahan alami sehingga khasiatnya dapat dirasakan bagi kulit dan juga kebersihan rumah. Berikut 10 manfaat sabun bagi rumah tangga.

1. Pembersih kulit
Anda mungkin akan kagum dengan kandungan emolien yang terdapat pada sabun alami jika dibandingkan dengan sabun produksi pabrik yang dijual di pasaran. Emolien dapat melembutkan dan membersihkan kotoran yang melekat pada kulit. Sabun produksi pabrik pada umumnya tidak lagi mengandung gliserin (zat yang juga dapat melembutkan kulit), mengandung beberapa bahan sintetis dan beracun sehingga dapat membuat kulit kering.

2. Membunuh kuman
Sabun berbahan alami dapat membunuh kuman. Kita dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air untuk membasmi kuman khususnya sebelum makan.

3. Pembasmi serangga
Selama berabad-abad, sabun juga telah digunakan sebagai pestisida, zat pembunuh hama pada tanaman. Zat yang terdapat pada sabun merusak sel membran serangga, mematikannya dengan membuat mereka dehidrasi. Hanya saja pastikan untuk tidak menggunakan lebih dari 2 sendok makan sabun ke dalam 3,8 liter air karena terlalu banyak sabun juga dapat mematikan tumbuhan.

4. Anti kutu pada hewan peliharaan
Sabun dan air bekerja sangat baik untuk membasmi kutu pada hewan peliharaan di mana kutu akan luruh bersama air setelah bulu hewan disabuni. Pastikan juga untuk menyisir bagian kepala hewan saat disabuni karena kutu akan berpindah ke bagian tersebut yang jarang terkena sabun.

5. Pembersih lantai kayu
Sayangnya, kebanyakan sabun terbuat dari detergen daripada bahan alami. Pilih sabun buatan tangan alami dan masih mengandung banyak emolien. Sabun dengan kandungan emolien sangat sempurna untuk membersihkan lantai kayu rumah dan membuatnya lebih mengkilap.

6. Pelicin karat
Gosokkan sabun pada mur dan baut yang berkarat untuk membuatnya kembali berfungsi dengan baik. Atau jika ada pintu yang engselnya berderit, Anda bisa menggunakan sabun untuk melicinkan engsel dan meredam bunyinya.

7. Pembersih bahan kulit
Sabun kuda/pelana merupakan bahan zaman dulu yang dapat digunakan untuk membersihkan bahan-bahan kulit. Cara membuatnya: 56 gr minyak jojoba, 56 gram minyak zaitun, 28 gr parutan/irisan sabun atau sabun cair, 84 gram air, dan 28 gram alkohol. Panaskan minyak jojoba, zaitun, dan sabun dengan suhu medium. Setelah semuanya mencair, angkat dari kompor dan tambahkan air serta alkohol, lalu segera aduk hingga semua bahan tercampur rata. Produk ini biasanya akan bertahan sekitar 6 bulan jika diletakkan di dalam toples dengan tutup yang rapat.

8. Pencuci pakaian
Hampir setiap cucian baju dicuci dengan menggunakan detergen. Jika Anda memiliki kualitas air rumah yang baik, lebih baik gunakan sabun batangan berbahan alami untuk mencuci pakaian (bukan yang mengandung detergen). Namun jika airnya tidak bagus, silakan memakai detergen. Pada dasarnya, sabun sangat baik untuk menyingkirkan kotoran pada pakaian.

9. Pembersih kaca
Kebanyakan di antara kita membersihkan kaca jendela untuk yang pertama kali dengan menggunakan cuka dan lantas menjadi kesal dengan hasilnya yang buruk. Padahal, sejak dulu sabun dengan cuka dan air diketahui cukup ampuh untuk membersihkan kaca. Untuk jendela baru, bersihkan terlebih dulu dengan sabun. Setelah itu, membersihkannya dengan cuka saja pun sudah cukup.

10. Pembersih serba guna
Sabun adalah alkalin dan dikombinasikan dengan beberapa mineral seperti baking soda, borak, atau washing soda yang sangat ampuh untuk beragam pekerjaan bersih-bersih.
Back to top Go down
 
Hygiene dan Sanitasi
View previous topic View next topic Back to top 
Page 19 of 22Go to page : Previous  1 ... 11 ... 18, 19, 20, 21, 22  Next
 Similar topics
-
» Ladybugs and oral hygiene
» Hygiene question for 'apron'
» Personal hygiene in the 18th century.

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: