Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Jiwa

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 24 ... 44  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:46 am

DOK, KENAPA SAYA TAKUT BERHUBUNGAN DAN RENDAH DIRI?
Kamis, 5 Juli 2012 | 10:24 WIB
TANYA :
Dokter, saya ingin menanyakan sesuatu. Selama ini, saya sering merasa rendah diri, takut berhubungan dan terlalu akrab dengan orang lain, merasa cemas bila bertemu dengan seseorang. Saya mencoba untuk menutupi dan mengatasinya, namun tetap saja perasaan seperti itu masih ada. Akibatnya, saya merasa tertekan dan tidak nyaman, konsentrasi menurun dan bahkan menjadi skeptis, sering merasa gelisah dan lebih sering memilih untuk menyendiri. Apakah ini tanda/gejala bahwa saya mengalami suatu gangguan kepribadian tertentu? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya bila memang saya mengalami suatu gangguan kepribadian tertentu? Terima kasih.
(Fadli, 22, Bekasi)

JAWAB :
Fadli yang baik, Perasaan rendah diri, takut berhubungan atau terlalu akrab dengan orang lain ditambah rasa cemas bila bertemu seseorang bisa merupakan suatu gejala dari suatu gangguan kecemasan yang disebut Fobia Sosial. Biasanya orang yang mengalami Fobia Sosial sering merasa tidak nyaman berada pada posisi diperhatikan oleh orang lain atau berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajat atau posisinya (baik dalam keluarga,kekerabatan atau jenjang karier pekerjaan). Intinya, orang yang mengalami Fobia Sosial merasa cemas dan khawatir berbuat bodoh atau yang tidak pantas di depan umum. Saya sering mendapatkan kasus seperti ini di dalam praktek. Biasanya, pasien mengatakan terhambat dalam pekerjaannya karena sering kali merasa tidak nyaman jika harus presentasi di depan umum atau rapat bersama atasan. Sayangnya, karena sifatnya yang spesifik maka orang yang mengalami hal ini cenderung untuk menghindari kondisi yang memicu rasa cemasnya, sehingga sering kali tidak terlalu nyata terlihat. Apalagi jika dia beradaptasi dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih menuntut kerja sendiri atau di belakang layar komputer. Sembuh dari Fobia Sosial adalah dengan cara desensitisasi, artinya orang yang mengalaminya melatih diri agar kondisi yang memicu cemas itu bisa diatasi. Misalnya dengan melatih diri untuk berkomunikasi dengan orang lain secara terus menerus atau melakukan sesuatu di muka umum lebih sering lagi. Obat pada beberapa kasus dibutuhkan jika kecemasannya sangat parah. Semoga membantu.


Last edited by gitahafas on Fri Oct 26, 2012 3:58 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:47 am

SOCIAL PHOBIA, TAKUT BERINTERAKSI DENGAN BANYAK ORANG
Rabu, 14/09/2011 09:29 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Merasa gugup dalam beberapa situasi sosial merupakan kondisi yang normal, dan bukan merupakan social anxiety disorder. Pada social anxiety disorder (social phobia), interaksi sosial sehari-hari pun dapat menyebabkan ketakutan ekstrem. Social anxiety disorder adalah suatu kondisi kesehatan mental kronis yang menyebabkan kecemasan irasional atau takut berada di tempat umum yang ramai. Biasanya juga memiliki ketakutan bahwa akan mempermalukan atau menghina diri sendiri jika berada di tempat umum. Berada dan mengerjakan sesuatu di tempat umum akan menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita social anxiety disorder. Jika kehidupan terganggu oleh jenis ketakutan tersebut, kemungkinan menderita social anxiety disorder.

Penyebab
Seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, social anxiety disorder mungkin timbul dari interaksi yang kompleks dari lingkungan dan gen. Para peneliti terus mempelajari kemungkinan penyebab, termasuk:

1. Gen
Para peneliti mencari gen-gen tertentu yang berperan dalam kecemasan dan ketakutan. Social anxiety disorder tampaknya menurun dalam keluarga. Tetapi bukti menunjukkan bahwa komponen herediter pada kondisi ini disebabkan perilaku cemas yang ditiru dari anggota keluarga lainnya.

2. Biokimia
Peneliti mengeksplorasi ide bahwa bahan kimia alami dalam tubuh mungkin memainkan peran dalam social anxiety disorder. Misalnya, ketidakseimbangan dalam serotonin kimia otak bisa menjadi faktor penyebab. Serotonin, merupakan neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati dan emosi. Orang dengan social anxiety disorder dapat sangat sensitif terhadap efek serotonin.

3. Respon takut
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa struktur dalam otak yang disebut amygdala mungkin memainkan peran dalam mengendalikan respons takut. Orang yang memiliki amygdala yang terlalu aktif mungkin memiliki respons takut yang tinggi, menyebabkan peningkatan kecemasan dalam lingkungan sosial.

Social anxiety disorder juga dapat dipengaruhi oleh:
1. Rendahnya percaya diri
2. Tidak dapat bersikap tegas
3. Menilai diri sendiri dengan negatif
4. Hipersensitif terhadap kritik
5. Kurangnya kemampuan berkomunikasi dengan banyak orang

Gejala
Emosional dan perilaku yang menunjukkan tanda dan gejala social anxiety disorder, antara lain:
1. Merasa takut secara intens di tempat umum yang ramai, dimana Anda tidak mengenal satu orang pun.
2. Takut pada situasi di mana Anda sedang diperhatikan atau dinilai
3. Khawatir kalau akan mempermalukan diri sendiri
4. Ketakutan bahwa orang lain akan melihat bahwa Anda terlihat cemas
5. Kecemasan yang mengganggu rutinitas harian, pekerjaan, sekolah atau kegiatan lain
6. Menghindari melakukan hal-hal atau berbicara kepada banyak orang
7. Menghindari situasi di mana mungkin akan menjadi pusat perhatian

Tanda dan gejala fisik yang menunjukkan social anxiety disorder, antara lain:
1. Tersipu
2. Berkeringat berlebihan
3. Gemetar
4. Mual
5. Perut bergejolak
6. Kesulitan berbicara
7. Suara bergetar
8. Ketegangan otot
9. Tampak kebingungan
10. Diare
11. Tangan dingin dan lembab
12. Kesulitan membuat kontak mata dengan lawan bicara

Perawatan
Social anxiety disorder biasanya berlangsung selama hidup, tetapi jangan kehilangan harapan. Pengobatan dapat membantu untuk mengontrol gejala dan menjadi lebih percaya diri dan nyaman dalam lingkungan sosial. Dua jenis perawatan yang paling efektif adalah terapi obat-obatan dan psikoterapi yang disebut terapi perilaku kognitif. Kedua pendekatan perawatan ini sering dikombinasikan untuk perawatan social anxiety disorder.

1. Psikoterapi
Terapi perilaku kognitif dapat memperbaiki kondisi psikis sebanyak 75 persen pada penderita social anxiety disorder. Jenis terapi ini didasarkan pada gagasan bahwa pikiran yang ada pada diri sendiri menentukan bagaimana berperilaku atau bereaksi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah cara berpikir dan berperilaku dengan cara yang positif. Dalam psikoterapi ini akan belajar bagaimana mengenali dan mengubah pikiran negatif tentang diri sendiri. Dalam terapi ini, dapat juga dengan cara secara bertahap menghadapi situasi yang paling ditakuti. Hal ini memungkinkan untuk menjadi lebih baik dalam mengatasi kecemasan dan untuk mengembangkan kepercayaan diri untuk dapat menghadapinya. Cara lainnya yaitu dapat juga dengan melatih kemampuan berkomunikasi, sehingga mendapatkan kenyamanan dan kepercayaan diri berhubungan dengan orang lain.

2.Terapi obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat digunakan untuk mengobati social anxiety disorder. Namun, obat selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) umumnya dianggap sebagai pengobatan paling aman dan paling efektif untuk gejala persisten dari social anxiety disorder. SSRI yang mungkin akan diresepkan oleh dokter, antara lain:

1. Paroxetine (Paxil, Paxil CR)
2. Sertraline (Zoloft)
3. Fluvoxamine (Luvox, Luvox CR)
4. Fluoxetine (Prozac, Sarafem, dll)

Serotonin dan norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI) obat venlafaxine (Effexor, Effexor XR) juga dapat digunakan sebagai terapi tahap pertama untuk social anxiety disorder.Untuk mengurangi risiko efek samping, biasanya dokter akan memulai terapi pada dosis rendah dan secara bertahap meningkatkan obat hingga dosis penuh. Ini bisa memakan waktu hingga 3 bulan pengobatan.

Pilihan obat lain
Dokter juga dapat meresepkan obat lain untuk social anxiety disorder, antara lain:

1. Antidepresan
Mungkin harus mencoba beberapa antidepresan yang berbeda untuk menemukan mana yang paling efektif dan memiliki efek samping yang paling sedikit.

2. Anti-anxiety
Salah satu jenis obat anti-anxiety yaitu benzodiazepin dapat mengurangi tingkat kecemasan. Meskipun sering bekerja dengan cepat, obat ini dapat menyebabkan kecanduan. Karena itu, obat ini sering diresepkan hanya untuk penggunaan jangka pendek. obat ini juga dapat menenangkan.

3. Beta blockers
Obat ini bekerja dengan menghalangi efek epinefrin (adrenalin). Mereka dapat mengurangi denyut jantung, tekanan darah, jantung berdebar, dan suara bergetar. Karena itu, obat ini dapat bekerja dengan baik ketika digunakan untuk mengendalikan gejala untuk situasi tertentu, seperti memberikan pidato. Obat ini tidak dianjurkan untuk pengobatan umum social anxiety disorder.

Jika hampir menyerah dengan kondisi social anxiety disorder
Jangan menyerah jika pengobatan tidak bekerja dengan cepat. Kemajuan dalam terapi dapat berkembang selama beberapa minggu atau bulan. Menemukan obat yang tepat untuk social anxiety disorder membutuhkan beberapa kali trial and error. Bagi beberapa orang, social anxiety disorder dapat memudar dari waktu ke waktu, dan obat-obatan dapat dihentikan.

Sumber: MayoClinic


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 6:00 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:47 am

MENGATASI RASA GELISAH DI KERAMAIAN
Selasa, 4 September 2012 | 11:39 WIB
TANYA :
Dokter, saya selalu merasa canggung dengan orang-orang di sekitar saya. Jika saya berada di kondisi sosial (ramai), saya selalu merasa gelisah dan merasa orang-orang memperhatikan saya. Begitu pula kalau berbicara dengan teman (apalagi lawan jenis), saya selalu canggung dan gugup. Saya tidak ingin berada di keramaian, tapi juga tidak ingin kesepian . Terus terang saya agak terganggu dengan sikap ini. Saya sudah membaca berbagai motivasi, ikut organisasi, dll. Tapi tetap nihil. Menurut dokter apa yang harus saya lakukan?
(Ahmad, 22, Bandung)

JAWAB :
Ahmad yang baik. Kondisi yang anda ceritakan mengarah kepada suatu kondisi yang disebut Fobia Sosial. Orang yang mengalami hal ini biasanya sering merasa cemas menjadi pusat perhatian atau dinilai oleh orang lain. Biasanya mereka takut untuk berada di depan umum di mana mereka menjadi pusat perhatian (saat presentasi, penampilan di panggung). Begitu juga saat berhubungan dengan orang yang lebih tinggi jabatan atau status sosialnya, mereka biasanya juga akan mengalami kecemasan. Kepribadian yang tertutup dan sulit beradaptasi sering kali menjadi latar belakang dari kondisi ini. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba untuk tetap tampil di depan umum, tampil di keramaian atau menjalin pertemanan dengan berbagai macam orang. Kebiasaan ini bisa sedikit-sedikit mengurangi gejala yang ditimbulkan jika berada pada kondisi demikian. Semoga bermanfaat.

Salam Sehat Jiwa


Last edited by gitahafas on Fri Oct 26, 2012 4:00 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:49 am

KHAWATIR BERLEBIHAN ITU GANGGUAN JIWA
Dr Andri SpKJ - detikHealth Kamis, 09/02/2012 14:58 WIB
Jakarta, Sering kita menjumpai orang yang selalu merasa khawatir dengan segala macam hal bahkan untuk hal-hal yang belum terjadi? Mungkin yang kita jumpai itu adalah orang yang mengalami Gangguan Kecemasan Menyeluruh atau dalam bahasa inggrisnya disebut Generalized Anxiety Disorder (GAD). Dalam praktik sehari-hari saya lebih banyak menjumpai pasien dengan jenis kelamin perempuan yang mengalami hal ini dibandingkan laki-laki. Pasien pun kadang tidak berobat atau menunda pengobatan sebelum akhirnya merasa tidak nyaman sekali atau ketika keluhan-keluhan fisik (psikosomatik) sudah mulai muncul. Tidak heran biasanya kondisi ini menahun dan tidak mendapatkan pengobatan di saat-saat awal orang tersebut mengalami kecemasan ini.

Gejala dan Tanda
Sebagai salah satu tipe dari gangguan kecemasan, kadang gejala kecemasan pada pasien dengan gangguan cemas menyeluruh mirip dengan pasien dengan gangguan panik. Tapi ada beberapa hal yang khas untuk gejala pasien dengan gangguan cemas panik seperti:

a. Perasaan khawatir berlebihan terhadap hampir semua aspek kehidupan
b. Perasaan lelah berlebihan yang tidak disebabkan karena faktor kelelahan fisik
c. Iritable atau mudah tersinggung
d. Sulit konsentrasi
e. Gejala fisik seperti kaku otot (pegal2), gangguan tidur atau sulit relaks

Biasanya 3 dari gejala ini dialami pasien untuk menentukan diagnosis suatu Gangguan Kecemasan Menyeluruh.

Penyebab
Secara pasti penyebab dari gangguan ini tidak diketahui tetapi beberapa teori terutama biologis dan psikologis telah dikemukakan. Kondisi gangguan ini terkait sistem di otak adalah adanya ketidakseimbangan di sistem monoamine terutama adalah sistem serotonin. Inilah yang membuat pasien dengan gangguan ini menjadi lebih baik jika diberikan obat antidepresan golongan SSRI seperti Sertraline dan golongan SNRI seperti Venlafaxine. Secara psikologis ada dua teori yang dikemukakan berhubungan dengan gangguan kecemasan menyeluruh. Teori Psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud mengatakan kondisi ini terkait dengan konflik internal bawah sadar yang tidak terselesaikan dan akhirnya timbul dalam kekhawatiran yang terus menerus sepanjang hidup. Teori kognitif berkaitan dengan hal ini berhubungan dengan cara individu untuk melihat sisi negatif dari kondisi lingkungannya sehari-hari. Individu lebih cenderung memilih sisi negatif dari kondisi kesehariannya atau 'memilih' untuk tetap selalu berpikir negatif berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesehariannya.

Pengobatan
Pengobatan pasien dengan gangguan kecemasan menyeluruh meliputi sisi biologis (psikofarmaka), sisi psikologis (psikoterapi) termasuk di dalamnya dukungan suportif dari lingkungannya. Pengobatan dengan obat psikofarmaka telah terbukti secara ilmiah mampu memberikan perbaikan pada pasien. Obat golongan SSRI seperti Sertraline dan obat golongan SNRI seperti Venlafaxine dinyatakan telah banyak membantu perbaikan pasien dengan gangguan kecemasan menyeluruh. Buspirone juga merupakan obat antidepresan pilihan untuk terapi ini walaupun belakangan sudah lebih ditinggalkan pemakaiannya dalam praktek sehari-hari karena Buspirone bekerja lebih lama dan sangat spesifik untuk gangguan cemas menyeluruh saja. Sedangkan kondisi gangguan kecemasan menyeluruh sering berbarengan dengan gejala-gejala panik bahkan depresi pada kondisi yang sudah menahun. Psikoterapi dengan pendekatan terapi kognitif dilakukan untuk mengurangi pikiran-pikiran negatif pasien atau mengalihkannya ke hal yang lebih positif. Mengalihkan dan mengurangi pikiran-pikiran negatif ini pada prakteknya butuh waktu yang panjang sehingga terkadang pasien harus mengikuti pengobatan sampai beberapa bulan bahkan tahun. Salam Sehat Jiwa.

Penulis
Dr. Andri, SpKJ
Psikiater Bidang Psikosomatik Medis
Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera


Last edited by gitahafas on Fri Oct 26, 2012 4:09 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:51 am

APAKAH SAYA PUNYA KEPRIBADIAN GANDA?
Senin, 23 Juli 2012 | 07:27 WIB Kompas.com
TANYA :
Dok, saya ingin bertanya. Apakah secara medis atau psikologis benar ada orang yang memiliki kepribadian ganda? Kadang, saya merasa bahwa saya berkepribadian ganda dan saling berlawanan. Di hari yang sama, saya bisa sangat berani tapi beberapa jam kemudian bisa sangat takut dan pemalu. Atau saya bisa sangat pemarah, tapi sejam kemudian saya bisa merasa kasihan dan mudah tersentuh. Kadang saya bisa menjadi sangat ekstrovert tapi tak lama kemudian saya bisa menjadi sangat introvert. Apa kira-kira yang saya alami ya? Ada cara untuk bisa mengelola kejiwaan sehingga bisa mendukung kepada produktivitas saya? Terima kasih Dok.
(Novi, 23, Bandung)

JAWAB :
Novi yang baik,
Dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri ada diagnosis gangguan identitas disosiatif yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Multiple Personality Disorder. Karakteristik dari gangguan ini adalah adanya dua atau lebih bentuk identitas kepribadian yang sama sekali berbeda yang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda. Apa yang dialami Novi saya rasa masih dalam bentuk reaksi emosional yang cenderung berubah-ubah sesuai dengan kondisi perasaan saat itu. Satu hal lagi yang perlu diwaspadai dari kondisi yang dialami Novi adalah suatu jenis gangguan suasana perasaan yang dinamakan Gangguan Bipolar. Ini juga sering dialami dan karakteristik gejalanya mirip dengan apa yang dialami oleh Novi. Saran saya segera berobat ke psikiater agar mendapatkan pemeriksaan dan penjelasan lebih lanjut.
Semoga bisa membantu. Salam Sehat Jiwa


Last edited by gitahafas on Fri Oct 26, 2012 4:12 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:52 am

MAKAN BANYAK DAN SUSAH BELAJAR MASUK DAFTAR GANGGUAN PSIKOLOGIS BARU
Linda Mayasari - detikHealth Rabu, 08/08/2012 18:40 WIB
Jakarta, Para ahli akan kembali merevisi buku pegangan psikologi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders dengan memasukkan kondisi seperti kecemasan dan beberapa kondisi lain ke dalamnya. Versi baru dari buku tersebut dijadwalkan akan diterbitkan pada bulan Mei 2013. Para ahli di Massachusetts General Hospital mulai mengumpulkan beberapa gangguan psikologis baru yang sering sekali terjadi untuk dimasukkan ke dalam buku edisi baru. Seperti dilansir myhealthnewsdaily, Rabu (8/8/12), berikut adalah 7 kondisi gangguan psikologis terbaru tersebut, antara lain:

1. Hiperseksual
Gangguan hiperseksual menyebabkan fantasi seksual yang berulang dan intens, hal ini juga mempengaruhi gairah seksual dan perilaku seksual penderitanya. Gejala lain dari gangguan hiperseksual termasuk menghabiskan waktu untuk melayani fantasinya. Para ahli menyatakan bahwa gangguan ini merupakan kondisi kesehatan mental yang unik karena pada beberapa orang dapat menyebabkan menyimpangnya perilaku seksual seperti pedofilia dan fetisisme. Kebanyakan orang menganggap hiperseksual bukan termasuk gangguan psikologis, tetapi jika perilaku tersebut terus-menerus terjadi maka akan tergolong gangguan psikologis.

2. Premenstrual syndrome (PMS)
Semua wanita akrab dengan gejala PMS yang terjadi beberapa hari sebelum memasuki periode menstruasi. Gejala PMS diantaranya termasuk perubahan suasana hati, payudara mengencang, mengidam makanan, kelelahan, lekas marah dan depresi. PMS ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius yang disebut dengan kondisi PMDD (Premenstrual dysphoric disorder). Gejalanya adalah lekas marah atau kemarahan yang ditandai dengan perasaan putus asa, kecemasan, etegangan dan depresi parah. PMDD inilah yang termasuk ke dalam gangguan psikologis.

3. Gangguan makan dalam porsi besar
Gangguan psikologis dapat berupa keinginan untuk selalu makan dalam porsi besar. Para ahli menyatakan bahwa orang yang tidak lagi memiliki kendali terhadap keinginannnya untuk makan, memiliki gangguan terhadap psikologisnya. Orang dengan gangguan ini tidak hanya makan ketika dirinya merasa lapar, tetapi juga makan dalam jumlah yang besar sampai perutnya benar-benar penuh dalam setiap keadaan.

4. Post-Traumatic Stress Disorder pada balita
Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah trauma yang dialami oleh balita. Anak di bawah usia 6 tahun dapat terancam oleh risiko kematian, cedera serius atau terancam pelanggaran seksual jika mengalami PTSD. Seorang anak bisa saja mengalami suatu trauma jika mengalami kejadian yang membuatnya terpukul atau menyaksikannya hal tersebut pada orang lain, seperti orangtuanya. Gejala-gejalanya termasuk gangguan tidur, gelisah, mimpi hal menyedihkan yang berulang-ulang dan reaksi disosiasi di mana anak merasa seolah-olah peristiwa traumatik tersebut kembali terjadi. Anak-anak dengan gangguan ini mungkin menghindari situasi yang mengingatkannya dengan penyebab trauma, menghindar dari hubungan sosial, kesulitan konsentrasi atau mudah sekali marah.

5. Gangguan susah belajar
Para ahli mengatakan orang dengan gangguan ini memiliki kesulitan dalam mempelajari keterampilan akademik, kesempatan pendidikan atau kemampuan intelektual sesuai dengan usianya. Gangguan ini dapat mengganggu anak-anak dalam belajar bahasa, kemampuan membaca, menulis dan menyelesaikan soal matematika. Orang pada kondisi ini berbeda dengan cacat intelektual.

6. Sindrom penarikan usai berhenti narkoba
Ketika seorang pecandu obat-obatan tiba-tiba berhenti untuk tidak memakainya lagi, dirinya akan mengalami sindrom penarikan yang termasuk ke dalam gangguan psikologis. Setelah mengakhiri penggunaan ganja yang berkepanjangan, orang dengan gangguan ini memiliki setidaknya tiga gejala seperti mudah marah, terus-menerus gelisah, insomnia, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan.

7. Gangguan gemar menimbun barang
Gangguan penimbunan terjadi ketika seseorang terlalu sayang akan barang-barangnya dan tidak tega untuk membuangnya, sekalipun itu berupa sampah. Kondisi ini merupakan gangguan psikologis yang ditandai oleh rasa kecemasan berlebihan terhadap barang-barang yang disimpannya. Orang dengan kondisi ini akan merasakan kesedihan yang mendalam jika harus membuang barang-barang yang menurutnya sangat berharga.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 4:38 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 12:01 pm

ORANG YANG GEMAR MENIMBUN BARANG PERTANDA GANGGUAN PSIKOLOGIS
Rabu, 08/08/2012 15:15 WIB Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Jika Anda termasuk orang yang gemar mengumpulkan barang-barang yang tidak berguna dan tidak tega untuk membuangnya, Anda mungkin memiliki masalah psikologis tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa ada masalah pada otak orang yang menderita kondisi tersebut. Sebuah studi baru menemukan aktivitas abnormal di daerah otak pada orang yang menderita gangguan penimbunan barang. Daerah otak tersebut diketahui terlibat dengan pengambilan keputusan dan pilihan emosional. "Gangguan penimbunan barang tampaknya ditandai dengan masalah dalam proses pengambilan keputusan yang dapat dilihat dari pola aktivitas otak," kata David Tolin, direktur pusat gangguan kecemasan di The Institute of Living, Connecticut. Orang dengan gangguan penimbunan mendapatkan banyak kepuasan secara psikologis dengan tidak membuang barang-barang yang dimilikinya meski sudah tidak berguna. Dorongan untuk menimbun barang telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan psikologis lain, seperti kesulitan memusatkan perhatian pada masalah dan membuat keputusan. Cukup aneh memang jika mengingat bahwa orang yang gemar menimbun barang-barang dikaitkan dengan perfeksionisme terkait dengan rasa takut untuk mengambil keputusan yang salah.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam otak penimbun, Tolin dan rekan-rekannya menggunakan resonansi fungsional pencitraan magnetik (fMRI) untuk memeriksa aktivitas otak. Sistem fMRI dapat mengetahui perubahan dalam aliran darah ke daerah otak, sehingga memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan daerah otak mana yang lebih aktif menanggapi setiap tugas yang diberikan. Penelitian tersebut melibatkan 43 orang dengan gangguan penimbunan dan sebagai perbandingan, para peneliti juga mengamati otak dari 33 orang dewasa yang sehat dan 31 orang dewasa dengan gangguan obsesif kompulsif. Semua peserta diminta untuk membawa tumpukan surat dan koran bekas dari rumahnya masing-masing tanpa memilah-milahnya terlebih dahulu. Para peneliti kemudian memindai otak peserta penelitian dengan fMRI untuk mengetahui bagaimana reaksi otaknya terhadap rasa kehilangan barang-barangnya.

Kelompok orang dengan gangguan penimbunan membawa barang lebih sedikit dari kelompok yang lain. Selain itu juga dilaporkan bahwa kelompok tersebut lebih banyak menderita kecemasan, keraguan dan kesedihan ketika diminta membawa surat dan koran bekas miliknya. Bagian depan otak yang disebut dengan korteks cingulate anterior pada penderita gangguan penimbunan merasakan kegelisahan yang mendalam jika dihadapkan pada situasi untuk membuang barang-barang miliknya. Tetapi jika dirinya dihadapkan pada keputusan tentang hal-hal yang menyangkut barang milik orang lain, daerah otak tersebut merasa lebih tenang. "Otak orang dengan gangguan penimbunan barang tampaknya kurang dirangsang agar lebih siap menghadapi sejumlah keputusan yang membuatnya merasa kehilangan. Sehingga penderita menyimpan semua barang karena akan terlalu menyakitkan jika harus kehilangan barang tersebut," kata Tolin. Tolin dan rekan-rekannya menerbitkan hasil penemuan tersebut dalam jurnal Archives of General Psychiatry pada tanggal 6 Agustus, seperti dilansir mnn, Rabu (8/8/12).


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 4:39 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 12:06 pm

PEMALU DAN KECANDUAN INTERNET AKAN MASUK KATEGORI SAKIT JIWA
Putro Agus Harnowo - detikHealth Jumat, 10/02/2012 16:49 WIB
Jakarta, Jutaan orang sehat, termasuk anak-anak pemalu, bandel, orang yang berduka akan kematian orang yang dikasihi dan orang yang sangat memuja sesuatu akan diberi label sakit jiwa. Demikian menurut panduan diagnosa gangguan mental yang baru. Dalam analisis revisi panduan diagnosis gangguan mental yang menjadi acuan profesional kesehatan mental sedunia, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), para psikolog, psikiater dan ahli kesehatan mental membahas tentang kategori gangguan mental baru yang dianggap konyol dan sangat mengkhawatirkan serta berbahaya. Panduan yang selesai direvisi tahun depan ini bisa memberikan diagnosa medis bagi pemerkosa berantai dan penjahat seks dengan label 'paraphilic coercive disorder'. Akibatnya, sang pelaku bisa terbebas dari penjara karena ada alasan kesehatan atas perilakunya. Lebih dari 11.000 profesional kesehatan telah mengisi petisi di situs dsm5-reform.com yang menyerukan untuk menghentikan pembuatan DSM edisi kelima. DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA). Isinya memuat deskripsi, gejala dan kriteria lain untuk mendiagnosa gangguan mental. Panduan ini digunakan secara internasional dan dipandang sebagai 'alkitab' diagnosis untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. "Revisi DSM yang diusulkan akan memperburuk masalah yang disebabkan karena mencoba menyesuaikan sistem. Ada beberapa diagnosis medis yang diberikan pada masalah yang tidak tepat jika dikelompokkan dalam klasifikasi," kata Peter Kinderman, psikolog klinis dan kepala Institute of Psychology di Liverpool University.

Kinderman mengatakan edisi baru yang dikenal sebagai DSM-5 ini akan menyebabkan munculnya diagnosis berbagai masalah yang seharusnya tidak pernah dianggap sebagai penyakit mental. Contohnya adalah gangguan pemalu, berduka, bandel dan kecanduan intenet. Dalam DSM edisi sebelumnya, seseorang yang baru saja kehilangan orang yang dicintai dan memiliki suasana hati yang buruk dianggap normal karena sedang berkabung. Namun DSM edisi baru ini akan mengabaikan kriteria kematian dan hanya melihat gejalanya, kemudian memasukkan gejalanya dalam kategori penderita penyakit depresi. "Banyak orang yang pemalu, berduka, eksentrik atau memiliki kehidupan romantis yang tidak biasa akan tiba-tiba dicap sakit jiwa. Ini tidak manusiawi, tidak ilmiah, dan tidak akan membantu memutuskan bantuan apa yang dibutuhkan seseorang," kata Kinderman seperti dilansir FoxNews, Jumat (10/2/2012). Diagnosa baru lain yang dianggap bermasalah oleh para ahli adalah 'gangguan berjudi, gangguan kecanduan internet dan gangguan pemberontak oposisi', yaitu suatu kondisi di mana anak secara aktif menolak memenuhi permintaan mayoritas dan melakukan tindakan yang disengaja untuk mengganggu orang lain. "Itu berarti anak-anak yang berkata 'tidak' kepada orangtuanya lebih dari jumlah tertentu akan masuk dalam kriteria tersebut. Dengan kriteria ini, banyak di antara kita yang akan mengatakan bahwa anak-anak kita sakit jiwa," kata Kinderman. Sebagai dampak yang tidak diinginkan, Profesor Allen Frances, profesor Emeritus di Duke University dan ketua komite yang mengawasi revisi DSM edisi sebelumnya, mengkhawatirkan jutaan orang akan mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tidak tepat. Dana yang digunakan untuk pengobatan akan sia-sia sebab diberikan untuk orang yang tidak membutuhkan, bahkan mungkin bisa merugikan.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 4:40 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 12:07 pm

10 JENIS GANGGUAN JIWA YANG PALING KONTROVERSIAL
Putro Agus Harnowo - detikHealth Kamis, 12/01/2012 16:27 WIB
Jakarta, Mendiagnosis gangguan mental bukan hal yang mudah. Dalam sejarahnya, penyusunan buku pedoman dan pegangan untuk mendiagnosis gangguan mental sering memicu perdebatan mengenai penyakit apa yang akan disertakan. Perdebatan ini tak hanya terjadi di kalangan ilmuwan, tapi juga di masyarakat awam. Buku yang bernama Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) adalah buku yang menjadi acuan seluruh ahli psikologi di dunia. Penyusunnya adalah para pakar psikologi yang tergabung dalam American Psychological Association (APA). Beberapa gengguan mental yang sempat menjadi kontorversi tersebut seperti dilansir livescience.com, Kamis (12/1/2012) antara lain;

1. Gangguan Identitas Gender
Saat ini, yang paling kontroversial dari semua gangguan mental adalah gangguan identitas jenis kelamin. Berdasarkan DSM edisi sebelumnya, orang yang merasa jenis kelamin fisiknya tidak sesuai dengan jenis kelaminnya yang sejati dapat didiagnosis mengalami gangguan identitas gender. Kontroversi terbesar atas gangguan ini adalah karena DSM tidak memuat cara pengobatannya. Apakah anak-anak yang merasa tidak cocok jenis kelaminnya diizinkan mendefinisikan diri mereka sendiri, atau harus didorong untuk mengidentifikasi dirinya sesuai jenis kelamin fisiknya? "Di satu sisi, para ahli berpendapat agar anak-anak ini merasa nyaman dengan tubuh yang telah dimilikinya sendiri. Namun di sisi lain, para ahli menginginkan anak-anak ini bebas menentukan keinginannya. Menurutku, memaksa seseorang untuk hidup dengan jenis kelamin yang tidak diinginkan akan menyebabkan depresi dan kecemasan," kata Diane Ehrensaft, psikolog klinis di Oakland, California.

2. Kecanduan seks
Menurut lembaga Society for the Advancement of Sexual Health, kecanduan seks ditandai dengan kurangnya kontrol atas perilaku seksual. Pecandu seks akan menuruti keinginan seksualnya meskipun berakibat buruk, tidak bisa menetapkan batasan dan terobsesi dengan seks bahkan ketika tidak ingin memikirkan hal itu. Beberapa pecandu seks mengaku tidak mendapatkan kenikmatan dari perilaku seksualnya, tapi hanya menghasilkan rasa malu. Gangguan ini belum dimasukkan ke dalam DSM, dan kemungkinan tidak akan disertakan dalam DSM edisi berikutnya. Malahan, Asiosiasi Psikologi Amerika (APA) bermaksud menambahkan kelainan seksual baru yang disebut gangguan hiperseksual, yang tidak menggambarkan tentang kecanduan seks.

3. Homoseksualitas
Dalam sejarahnya, homoseksual adalah gangguan kejiwaan yang paling kontroversial. APA mencoret homoseksualitas dari daftar gangguan mental pada tahun 1973 setelah mendapat gempuran protes dari aktivis gay dan lesbian. Beberapa bukti ilmiah menyarankan bahwa ketertarikan sesama jenis adalah hal yang normal di kalangan orang yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

4. Gangguan Asperger
Gangguan Asperger ditandai dengan kecerdasan dan kemampuan bahasa yang normal, namun keterampilan sosial yang buruk. Ganggguan ini dimasukkan DSM pada tahun 1994, namun pada tahun 2013, gangguan ini dipastikan sudah dikeluarkan dari daftar. Alasannya, penelitian telah gagal membedakan antara gangguan Asperger dan autisme. 44 persen anak yang didiagnosis Asperger benar-benar memenuhi kriteria autisme, menurut sebuah survei tahun 2008.

5. Gangguan Bipolar pada Anak
Gangguan bipolar ditandai oleh perubahan suasana hati antara depresi dan rasa senang. Pada tahun 1994 sampai 2003, jumlah kunjungan dokter terkait dengan gangguan bipolar pada anak naik 40 kali lipat, demikian menurut sebuah penelitian tahun 2007 di jurnal Archives of General Psychiatry. Masalahnya adalah, sebagian dari kenaikan itu disebabkan karena perubahan cara psikolog mendiagnosa gangguan bipolar pada anak-anak, bukan karena peningkatan kasus secara aktual. Untuk mengatasinya, APA berencana menambahkan gangguan baru, yaitu disregulasi marah dengan dysphoria. Gangguan ini akan berlaku untuk anak-anak yang memiliki suasana hati mudah tersinggung dan sering marah. Namun beberapa ahli sudah meragukannya karena beberapa gangguan perilaku pada anak dianggap hal yang normal.

6. ADHD pada Dewasa
ADHD adalah singkatan dari attention deficit hyperactivity disorder. Anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan duduk dengan diam, memperhatikan, dan mengontrol dorongan hatinya. Baru-baru ini, beberapa psikiater mulai mendiagnosa ADHD pada orang dewasa. "Beberapa gejala ADHD pada anak-anak saja sudah dianggap diagnosis yang berlebihan, apalagi pada dewasa. Ada tuduhan bahwa psikiater bersekongkol dengan perusahaan farmasi agar dapat menjual obat ADHD lebih banyak," kata psikiater dari New York University, Norman Sussman.

7. Gangguan Disosiasi Identitas
Dulu gangguan ini dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda. Gangguan kepribadian ganda terkenal setelah sebuah buku berjudul "Sybil" dibuat menjadi film dengan nama yang sama pada tahun 1976. Film dan buku tersebut bercerita tentang Shirley Mason, nama samaran Sybil, yang didiagnosis memiliki 16 kepribadian berbeda sebagai akibat dari pelecehan fisik dan seksual oleh ibunya. Buku dan filmnya memang laris, tetapi diagnosisnya sangat jarang ditemui. Pada tahun 1995, seorang psikiater bernama Herbert Spiegel menyelidiki kasus Sybil. Ia menegaskan bahwa ia mempercayai kepribadian Sybil yang berbeda-beda tersebut diciptakan oleh terapisnya karena efek terapi atau hipnotis, dan hal ini mungkin terjadi tanpa disadari. Para kritikus berpendapat bahwa gangguan tersebut sebenarnya adalah rekayasa, dibuat dengan maksud meyakinkan pasien bahwa masalahnya adalah karena kepribadian ganda. Meskipun demikian, gangguan identitas disosiatif berhasil melewati kritik ini dan tidak akan mengalami perubahan besar dalam DSM edisi berikutnya.

8. Narsisistik
Seseorang yang sangat butuh dipuji dan kurang berempati kepada orang lain masuk dalam kriteria narsistik, dan mereka nampaknya memang cocok menjalani psikoterapi. Namun, gangguan narsisitik ini juga sempat menuai kontroversi. Masalah terbesarnya adalah karena tidak ada yang mengaku memiliki gangguan tersebut. Menurut review tahun 2001 di Journal of Mental Health Counseling, hampir setengah orang yang didiagnosis kepribadian narsisistik juga memenuhi kriteria gangguan kepribadian lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, APA mengusulkan perubahan besar pada DSM edisi berikutnya. Diagnosis akan lebih berfokus pada disfungsi dan sifat gangguan mental. Tujuannya adalah untuk menhilangkan tumpang tindih dan membuat kategori yang lebih berguna bagi pasien dengan gangguan kepribadian.

9. Penis Envy (Cemburu Penis)
Sigmund Freud merevolusi psikologi pada tahun di 1800-an dan awal 1900-an dengan teori-teorinya tentang psikoseksual. Salah satu teorinya adalah menyimpulkan bahwa perkembangan seksual gadis-gadis muda didorong oleh kecemburuan karena tidak memilik penis (penis envy) dan hasrat seksualnya terhadap ayah. Kesimpulan ini kontan menuai banyak kontroversi. Namun seiring perkembangan zaman, teori ini telah dianggap usang dengan sendirinya.

10. Histeria
Pada tahun 1800-an, histeria mencakup semua diagnosis gangguan mental pada wanita. Gejala-gejalanya tidak jelas seperti; ketidakpuasan, rasa lemah, serta ledakan emosi. Pengobatannya sederhana dan dikenal dengan 'histeris paroxysm' atau dikenal juga dengan orgasme. Dokter akan memijat alat kelamin pasiennya secara manual atau dengan vibrator. Meskipun janggal, hal ini tidak dianggap kontroversial ketika itu. Yang lebih kontroversial adalah meminta pasien wanita 'histeria' untuk beristirahat saja tanpa bekerja atau bersosialisasi. Pengobatan ini seringkali justru memperburuk kecemasan atau depresi. Menurut editorial tahun 2002 di jurnal Spinal Cord, kasus diagnosis histeria mereda secara bertahap sepanjang abad ke-20.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 4:41 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 12:09 pm

5 FENOMENA TUBUH YANG SULIT DIJELASKAN ILMU MEDIS
Selasa, 11/05/2010 14:35 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Ada banyak kejadian dalam tubuh manusia yang sulit dijelaskan dengan akal sehat. Meski ilmu pengetahuan medis sudah berkembang begitu pesat, tapi fenomena-fenomena seperti ini sangat abstrak dan sulit diteliti. Orang-orang yang sangat percaya kepada kemampuan ilmu pengetahuan akan sulit mempercayainya. Tapi seperti dilansir LiveScience, Selasa (11/5/2010) ada 5 fenomena yang dialami tubuh manusia yang sukar dijelaskan secara logika dan ilmu medis:

1. Intuisi
Intuisi sering disebut bisikan hati atau kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa dipikirkan dulu. Kita semua memiliki intuisi yang ketajamannya tiap orang berbeda-beda. Bisakah intuisi disebut indra keenam? Para ahli psikologi menyebutnya tidak bisa, karena intuisi juga sering salah menebak sesuatu seperti ketika pesawat yang Anda tumpangi mengalami turbulensi, Anda mengira pesawat akan jatuh tapi kenyataannya selamat. Psikolog mencatat intuisi sering muncul ketika seseorang ingin mengambil keputusan atau menuntun ke sesuatu tempat yang tanpa Anda ketahui bagaimana lokasinya. Namun intuisi ini sulit untuk dibuktikan atau dipelajari baik dalam ilmu psikologi atau medis.

2. Deja vu
Lintasan memori yang misterius itulah yang dinamakan deja vu. Berasal dari bahasa Prancis deja vecu yang artinya pernah mengalami. Deja vu didefinisikan sebagai perasaan yang muncul karena merasa pernah mengalami, melihat, mendengar tapi sebenarnya belum pernah terjadi. Deja vu identik dengan perasaan beda, bingung dan misterius. Ketika masuk ke sebuah ruangan yang belum pernah Anda kunjungi, tiba-tiba Anda merasakan seperti pernah berada di ruangan ini dengan arsitektur dan orang-orang yang ditemui sama seperti yang sedang Anda hadapi. Psikologi mungkin bisa menjelaskan secara natural penyebab deja vu seperti sedang berhalusinasi atau pengaruh obat-obatan. Namun pada akhirnya penyebab dan sifat fenomena itu sendiri masih merupakan misteri.

3. Pengalaman Mati Suri
Pengalaman mati suri (Near Death Experience) seringkali terjadi pada beberapa orang yang sedang sekarat. Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwanya berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya berupa terowongan dengan cahaya di ujung. Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik. Orang-orang yang tidak percaya menganggap mati suri sebagai halusinasi atau trauma otak. Tapi hingga kini ilmuwan gagal menemukan apa yang terjadi saat orang mati suri dan kenapa bisa kembali hidup lagi.

4. Kekuatan Psikis (Kekuatan Batin) dan ESP
Kekuatan psikis atau kekuatan batin dan Extra-Sensory Perception (ESP) termasuk fenomena yang tidak dapat dijelaskan karena seseorang yang mempunyai kekuatan psikis mampu menjangkau rahasia kehidupan dan masa depan. Banyak orang percaya bahwa intuisi adalah suatu bentuk kekuasaan psikis. Peneliti telah menguji orang-orang yang mengklaim memiliki kekuatan batin yang hasilnya sulit dijelaskan secara ilmiah. Beberapa berpendapat kekuatan batin tidak bisa diuji. Hingga kini ilmuwan belum bisa membuktikan fenomena atau keberadaan ilmu batin ini.

5. Kekuatan Tubuh dan Pikiran (The Body Mind Connection)
Ilmu kedokteran hanyalah permulaan untuk mengerti bagaimana cara pikiran mempengaruhi tubuh. Efek placebo (obat semu tanpa bahan kimia) misalnya, menjelaskan bahwa orang bisa merasa lega karena obat yang efektif adalah percaya pada kemampuan obat tersebut meski obat yang diberikan tak ada bahan kimia. Inilah yang dinamakan kemampuan sugesti. Yang lebih mengherankan kalangan medis adalah kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri tanpa melalui pengobatan moderen.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 5:25 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Kesehatan Jiwa
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 44Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 24 ... 44  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: