Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Jiwa

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 24 ... 44  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 10:37 am

SEASONAL AFFECTIVE DISORDER, GANGGUAN MOOD YANG MUSIMAN
Senin, 25/07/2011 11:32 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Merasa murung selama beberapa hari memang wajar. Akan tetapi jika Anda terus merasa murung selama beberapa lama dan Anda tidak dapat termotivasi untuk melakukan kegiatan yang biasanya Anda nikmati, Anda mungkin mengalami seasonal affective disorder. Seasonal affective disorder (SAD) adalah jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Jika Anda merasakan gejala melemahnya energi dan merasa moody pada musim-musim tertentu, besar kemungkinan Anda sedang mengalami gangguan ini. Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim. Meskipun dmikian, kemungkinan SAD dialami penduduk di negara dua musim juga masih terbuka lebar. SAD sebenarnya adalah suatu kondisi siklik musiman. Artinya bahwa gejala yang dialami muncul dan hilang pada waktu yang sama setiap tahun. Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas. Beberapa orang memiliki pola yang berlawanan dan dapat menjadi depresi selama musim semi atau musim panas. Gangguan mungkin munculnya ringan dan menjadi semakin parah sepanjang musim berlangsung.

Penyebab
Penyebab spesifik SAD masih belum diketahui. Bebarapa faktor-faktor tertentu, yang mungkin ikut mempengaruhi antara lain:
1. Jam biologis Anda (ritme sirkadian).
Kurangnya sinar matahari di musim gugur dan musim dingin dapat mengganggu jam internal tubuh yang memungkinkan kita tahu kapan harus tidur atau terjaga. Gangguan irama sirkadian ini dapat menyebabkan perasaan depresi.

2. Melatonin meningkat.
Perubahan musim dapat mengganggu keseimbangan hormon melatonin yang berperan dalam pola tidur dan suasana hati.

3. Penurunan Serotonin.
Penurunan serotonin, zat kimia otak (neurotransmitter) yang mempengaruhi suasana hati, mungkin juga berpengaruh dalam gangguan afektif musiman. Mengurangi sinar matahari dapat menyebabkan penurunan serotonin dan dapat memicu ke depresi.

Gejala
Depresi musim dingin, gejala gangguan SAD meliputi:
- Depresi
- Merasa putus asa
- Merasa cemas
- Lemas, kehilangan energi
- Menarik diri
- Banyak tidur
- Kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya disukai
- Perubahan pola makan, ingin menkonsumsi makanan tinggi karbohidrat
- Berat badan bertambah
- Sulit berkonsentrasi dan mengolah informasi

Depresi musim panas, gejala gangguan SAD meliputi:
- Merasa cemas
- Sulit tidur (insomnia)
- Lekas ​​marah
- Berat badan
- Menurunnya nafsu makan
- Peningkatan dorongan seks

Pada beberapa orang, musim semi dan musim panas dapat membawa pada gejala mania atau bentuk mania yang kurang intens (hypomania). Gangguan ini meliputi suasana hati meningkat, agitasi, serta pikiran dan perkataan yang cepat. Kebalikan dari gangguan SAD merupakan suatu bentuk gangguan bipolar. Tanda dan gejala gangguan antar lain:

- Suasana hati meningkat secara terus-menerus
- Peningkatan aktivitas sosial
- Hiperaktif
- Antusiasme yang tak terkendalui

Perawatan dan pengobatan
1. Terapi cahaya.
Dalam terapi cahaya atau fototerapi, Anda duduk beberapa meter dari kotak terapi cahaya khusus sehingga terkena cahaya terang. Terapi cahaya meniru cahaya outdoor dan menyebabkan perubahan kimia otak yang terkait dengan suasana hati. Pengobatan ini mudah digunakan dan tampaknya memiliki efek samping yang rendah.

2. Obat-obatan.
Beberapa orang dengan gangguan afektif musiman manfaat dari pengobatan dengan antidepresan, terutama jika gejalanya parah. Obat yang biasanya digunakan untuk mengobati gangguan afektif musiman termasuk: Bupropion, paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), fluoxetine (Prozac, Sarafem) dan venlafaxine (Effexor).

3. Psikoterapi.
Psikoterapi adalah pilihan lain untuk mengobati gangguan afektif musiman. Meskipun gangguan afektif musiman diperkirakan berhubungan dengan proses biokimia, mood dan perilaku juga dapat menambahkan gejala. Psikoterapi dapat membantu Anda mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif dan perilaku yang mungkin membuat Anda merasa lebih buruk. Anda juga dapat mempelajari cara-cara sehat untuk mengatasi gangguan afektif musiman dan mengelola stres.

Berikut adalah tips untuk membantu mengelola kondisi mental untuk mengurangi resiko SAD:
1. Tetaplah pada rencana pengobatan.
Mengambil obat seperti yang diarahkan dan menghadiri pertemuan terapi seperti yang dijadwalkan.
2. Jaga diri.
3. Usahakan cukup istirahat.
4. Makan teratur makanan sehat.
5. Luangkan waktu untuk bersantai.
6. Jangan beralih ke alkohol atau obat-obatan tanpa resep dokter.
7. Lakukan manajemen stres.
Pelajari cara mengelola stres Anda lebih baik. Stres dapat menyebabkan depresi, makan berlebihan, atau pikiran tidak sehat lainnya.
8. Berosialisasi.
Ketika Anda merasa murung, sulit rasanya untuk bergaul. Berusahalah agar tetap berinteraksi dengan orang di sekitar Anda. Mereka dapat menawarkan dukungan, bahu untuk menangis atau lelucon untuk memberikan sedikit dorongan.
9. Jalan-jalan.
Jika mungkin, cobalah berlibur ketika musim dingin cerah. Lokasi hangat cocok untuk Anda yang memiliki gangguan SAD musim dingin atau lokasi dingin jika Anda memiliki gangguan SAD musim panas.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 10:38 am

POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER, GANGGUAN MENTAL YANG TRAUMATIS
Selasa, 26/07/2011 13:49 WIB Adelia Ratnadita SKG - detikHealth
Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah suatu kondisi kesehatan mental yang dipicu oleh peristiwa mengerikan. Gejalanya dapat berupa kilas balik ingatan, mimpi buruk, perasaan cemas yang parah, serta pikiran yang tak terkendali tentang peristiwa traumatis. Banyak orang yang mengalami peristiwa traumatis merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri selama beberapa waktu. Seiring dengan berjalannya waktu dan perawatan diri, reaksi traumatis biasanya membaik. Namun dalam beberapa kasus, gejala-gejalanya dapat menjadi lebih buruk atau berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Terkadang trauma dapat benar-benar mengguncang hidup. Dalam kasus seperti itu, berhati-hatilah, Anda mungkin mengalami Post-traumatic stress disorder (PTSD).

Penyebab
PTSD muncul setelah mengalami atau melihat suatu peristiwa yang menyebabkan perasaan takut tidak berdaya atau horor. Seperti kebanyakan masalah kesehatan mental, PTSD dapat disebabkan oleh gabungan beberapa faktor:
1. Resiko kesehatan mental yang disebabkan faktor keturunan atau genetik, seperti kecemasan dan depresi
2. Kehidupan dan pengalaman, termasuk jumlah dan tingkat peristiwa traumatis yang telah dialami
3. Faktor kepribadian atau sering disebut temperamen
4. Bahan kimia dan hormon otak yang dilepaskan dalam merespon stres

Gejala
Gejala PTSD biasanya dimulai pada tiga bulan dari peristiwa traumatis yang dialami. Dalam sejumlah kecil kasus, gejala PTSD mungkin tidak muncul sampai bertahun-tahun setelah peristiwa traumatis. Gejala PTSD bisa datang dan pergi. Gejala tersebut dapat lebih sering muncul ketika mengalami stress biasa, atau ketika mengingat peristiwa yang telah terjadi. Misalnya; melihat laporan berita perkosaan dan kemudian merasa diserang oleh kenangan peristiwa yang dialami sendiri. Secara medis, PTSD didiagnosis berdasarkan tanda-tanda dan gejala dan evaluasi psikologis yang menyeluruh. Dokter atau profesional kesehatan mental akan meminta untuk menggambarkan tanda-tanda dan gejala yang dialami. Dokter juga akan meminta untuk menggambarkan peristiwa yang mengarah ke gejala PTSD. Pemeriksaan fisik juga diperlukan untuk memeriksa masalah medis lainnya.

Kriteria untuk post-traumatic stress disorder untuk didiagnosis termasuk:
1. Mengalami atau menyaksikan suatu peristiwa yang menyebabkan kematian atau cedera serius, atau ancaman kematian atau cedera serius
2. Reaksi terhadap peristiwa yang menyebabkan rasa takut yang sangat, horor atau rasa tidak berdaya
3. Mengingat kembali pengalaman kejadian tersebut, seperti memiliki gambaran dan kenangan yang menyedihkan, mimpi yang mengganggu, flashback atau bahkan reaksi fisik
4. Mencoba menghindari situasi atau hal-hal yang mengingatkan tentang peristiwa traumatik atau merasa mati rasa secara emosional
5. Merasa seolah terus-menerus waspada sehingga menyebabkan sulit tidur atau berkonsentrasi
6. Gejala berlangsung lebih dari satu bulan
7. Gejala tersebut menyebabkan penderitaan yang signifikan dalam hidup Anda atau mengganggu kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari

Wajar jika memiliki berbagai perasaan dan emosi yang labil setelah peristiwa traumatis. Perasaan takut dan cemas, kurang fokus, sedih, perubahan pola tidur dan banyak menangis. Mengalami mimpi buruk atau tidak dapat berhenti berpikir tentang kejadian tersebut bukan berarti mengalami PTSD. Tapi jika pikiran-pikiran dan perasaan yang mengganggu tersebut berlangsung selama lebih dari sebulan dan semakin parah, atau jika mengalami kesulitan mengontrol hidup, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Mendapat pengobatan sesegera mungkin dapat membantu mencegah gejala PTSD menjadi semakin buruk.

Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan PTSD mencakup pemberian obat dan psikoterapi.

Obat-obatan
1. Beberapa jenis obat dapat membantu mengatasi PTSD:
2. Antipsikotik. Untuk mengurangi kecemasan yang parah, susah tidur dan ledakan emosional.
3. Antidepresan. Untuk mengatasi gejala depresi dan kecemasan. Dapat juga membantu mengatasi masalah susah tidur dan meningkatkan konsentrasi.
4. Obat. anti kecemasan Obat ini juga dapat mengobati perasaan cemas dan stres.
5. Prazosin. Obat ini telah digunakan selama bertahun-tahun dalam pengobatan hipertensi. Meskipun obat ini tidak secara khusus disetujui untuk pengobatan PTSD, prazosin dapat mengurangi atau menekan mimpi buruk pada banyak penderita PTSD.

Psikoterapi
Beberapa jenis terapi dapat digunakan untuk mengobati anak-anak dan orang dewasa yang mengalami PTSD. Dapat juga menggunakan terapi individu, terapi kelompok atau menggabungkan keduanya. Terapi kelompok dapat menawarkan cara untuk terhubung dengan orang lain melalui pengalaman yang serupa.

Beberapa jenis terapi yang digunakan dalam pengobatan PTSD meliputi:
1. Terapi kognitif. Terapi ini membantu mengenali cara berpikir (pola kognitif) yang membuat terjebak, misalnya; cara-cara negatif atau tidak akurat memahami situasi normal. Dalam pengobatan PTSD, terapi kognitif sering digunakan bersama dengan terapi perilaku disebut terapi eksposur.
2. Terapi Eksposur. Teknik terapi perilaku yang membantu pasien aman menghadapi hal yang sangat menakutkan yang ditemui sehingga pasien dapat belajar untuk mengatasi secara efektif.
3. Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR). Jenis terapi yang menggabungkan terapi paparan dengan serangkaian gerakan mata yang dipandu untuk membantu memproses kenangan traumatis

Dukungan dari keluarga dan teman-teman yang mau mendengarkan serta menawarkan kenyamanan sangat membantu mengatasi gejala trauma. Beberapa orang mungkin juga merasa terbantu untuk beralih ke komunitas rohani atau penasihat spiritual. Hal itu juga dapat mencegah untuk mengatasi masalah dengan cara tidak sehat, seperti penggunaan alkohol.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 10:39 am

ANDA MENDERITA SINDROM TELEPON SELULER?
Senin, 13 Desember 2010 | 07:39 WIB
SINGAPURA, KOMPAS.com — Menarik juga menyimak tulisan di harian Singapura, Sin Chew Daily, edisi 9 Desember 2010. Lewat survei kecil, dengan 50 responden, ditemukan bahwa 80 persen responden mengatakan bahwa mereka menderita sindrom telepon seluler. Mereka akan selalu terdorong untuk memeriksa apa ada panggilan tak terjawab atau pesan singkat. Seorang psikolog mengatakan, sindrom itu bisa menyebabkan stres. Sarannya, korban sindrom ini sebaiknya mencoba belajar rileks untuk menghindari stres dalam kehidupan sehari-hari. Saran lain, matikan saja telepon atau hindari menjawab telepon pada periode tertentu. Nah, apakah Anda termasuk penderita sindrom yang sedikit-sedikit membuat Anda melirik telepon? Berubahlah.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 6:29 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 10:40 am

NOMOFOBIA, TAKUT HIDUP TANPA PONSEL
Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 2 Juli 2012 | 15:26 WIB
KOMPAS.com — Ada fobia baru yang kini banyak dialami orang-orang di zaman modern. Para ahli menyebutnya nomofobia, rasa takut berlebihan jika kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler (ponsel). Menurut riset yang dilakukan oleh SecurEnvoy, yang memiliki spesialisasi dalam password digital, sekitar 66 persen pemilik ponsel mengalami nomofobia. Yang dikhawatirkan oleh para penderita fobia ini adalah ketinggalan berbagai info terkini jika ponsel mereka tidak ada. Sebenarnya nomofobia tidak terlalu mengejutkan. Sekarang ini sulit menemukan orang yang tidak memegang ponsel saat mereka berjalan, duduk di cafe, bahkan saat menyetir kendaraan. Menurut survei, rata-rata orang mengecek ponsel mereka 34 kali dalam sehari. Kehilangan ponsel, bagi mereka, seperti kehilangan sahabat terbaik dalam hidup. Wanita ternyata lebih khawatir jika kehilangan ponsel mereka (70 persen) dibandingkan para pria (60 persen). Sementara itu, pemilik ponsel lebih dari satu kebanyakan adalah pria (47 persen) dibanding wanita (36 persen). Anda termasuk dalam nomofobia jika memiliki gejala-gejala, antara lain, tidak pernah mematikan ponsel, merasa panik jika bateri ponsel drop atau penerimaan sinyal buruk, serta selalu cemas kehilangan ponsel. Waspadai jika fobia ini mulai mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 6:30 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 10:42 am

MENCEGAH MUNCULNYA SI SISI JAHAT DALAM DIRI
Jumat, 15/04/2011 12:31 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Orang baik bisa tiba-tiba menjadi jahat begitu juga sebaliknya orang jahat juga masih ada sisi-sisi baiknya. Sisi baik dan jahat manusia memang selalu berdampingan tapi sisi jahat sebisa mungkin harus dienyahkan agar hidup berjalan lancar. Lalu bagaimana caranya agar sisi jahat ini tidak muncul? "Pada dasarnya setiap manusia memiliki kecenderungan terhadap 2 sisi tersebut, tapi sisi mana yang menonjol tergantung dari stimulasi dan lingkungan yang memfasilitasinya," ujar Efnie Indrianie, MPsi saat dihubungi detikHealth, Jumat (15/4/2011). Efnie menuturkan berdasar teori kepribadian psikoanalisis dari Sigmund Freud menyatakan bahwa manusia itu hidup dengan memiliki 2 insting, yaitu insting live atau hidup (dorongan naluri untuk hidup seperti makan, minum, seksual) serta insting death atau mati (dorongan agresif seperti perilaku menyerang). Kalau satu sisi sedang naik maka sisi lainnya akan turun. Seperti halnya anak kecil yang dipukul maka secara refleks ia akan memukul balik, padahal mungkin tidak ada yang mengajarinya untuk memukul. Hal ini karena sejak lahir ia sudah memiliki kedua insting tersebut.

Jadi sebenarnya setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berperilaku jahat. Tapi seiring dengan bertambahnya usia, penanaman terhadap nilai moral, pemahaman kognisi, perkembangan otak dalam mengolah informasi kehidupan maka bisa membantu seseorang menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Di dalam kehidupan, seseorang dipengaruhi oleh faktor nature (alamiah) dan juga lingkungan. Diketahui faktor lingkungan memiliki peran yang lebih besar yaitu sebesar 60 persen sedangkan faktor alamiah (bawaan) sebesar 40 persen. "Kalau selama hidup ia mendapatkan stimulasi negatif, maka hal ini akan disimpan di dalam memori otaknya. Jika berlangsung terus menerus maka akan menjadi habit yang nantinya akan membentuk kepribadian negatif dari orang tersebut," ungkapnya. Tapi orang yang selalu terlihat baik, diam atau tenang suatu saat bisa berubah memiliki emosional yang meledak. Hal ini bisa terjadi jika ia secara terus menerus berada di bawah kondisi tertekan (pressure).

Lalu bagaimana caranya agar sisi jahat dari seseorang tidak muncul?
"Dalam hal ini bukan menutupi sisi jahat seseorang, tapi mengolah energi negatif tersebut agar menjadi hal-hal yang positif," ujar dosen psikologi klinis di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Untuk mendapatkan hal tersebut Efine menuturkan bisa dengan cara meningkatkan nilai-nilai spiritualitas (religi) atau sedini mungkin harus ditanamkan rasa kasih sayang sehingga nantinya ia menjadi orang yang tidak tega untuk menyakiti atau memperlakukan orang lain dengan tidak baik. "Sejak anak lahir, ibu dan ayah bisa memberikan perhatian, mengusapnya, membelai, menggendong atau mendengarkan ceritanya. Hal itu memang terlihat sepele tapi bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman pada anak," ujarnya. Jika anak-anak sudah ditanamkan kasih sayang dan kebiasaan untuk memberi, menolong serta berbagi pada orang lain maka akan hal ini akan membentuk kepribadiannya sehingga sisi baik yang lebih menonjol. Tapi jika sudah mencapai usia remaja atau dewasa maka akan lebih sulit karena sudah ada habit yang terbentuk. Sedangkan jika seseorang lebih menonjolkan sisi jahat dibanding dengan sisi baiknya, maka hal ini bisa diubah menjadi baik dengan melakukan terapi perubahan perilaku. Tapi biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak ada waktu pastinya berapa lama. "Proses ini biasanya dengan mengubah mind set serta kebiasaan yang dimiliki orang tersebut untuk melakukan sesuatu atau menemukan cara-cara baru yang lebih positif," ungkap psikolog yang berpraktik di Melinda Hospital Bandung.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:37 am

SINDROM MUNCHAUSEN, CARI SIMPATI DENGAN PURA PURA SAKIT
Kamis, 08/09/2011 09:35 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Sindrom ini adalah gangguan mental yang serius di mana seseorang memiliki kebutuhan mendalam atas perhatian orang lain dengan cara berpura-pura sakit atau terluka dengan disengaja. Penderita sindrom ini bisa membuat-buat gejala sakit, ingin melakukan operasi, atau mencoba mencurangi hasil tes laboratorium untuk meraih simpati. Sindrom Munchausen mempunyai sejumlah kondisi gangguan buatan, baik dibuat-buat ataupun ditimbulkan sendiri. Gangguan buatan dapat berupa psikologis atau fisik. Sindrom Munchausen merupakan gangguan yang misterius dan sulit untuk diobati. Bantuan medis penting untuk mencegah cedera serius hingga kematian yang mungkin disebabkan oleh tindakan membahayakan diri sendiri.

Gejala
Gejala sindrom Munchausen berkutat pada berpura-pura memiliki penyakit atau cedera untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya. Orang dengan sindrom Munchausen berusaha keras agar penipuannya tak terbongkar, sehingga mungkin sulit untuk melihat bahwa sebetulnya gejala mereka merupakan bagian dari gangguan mental yang serius. Orang dengan gangguan ini bukan bertujuan mendapat manfaat praktis dari kondisi medisnya seperti keluar dari pekerjaan atau memenangkan gugatan. Sindrom ini juga tidak sama dengan keadaan murung. Orang dengan dengan gangguan seperti depresi atau bipolar benar-benar percaya bahwa mereka sakit, sedangkan orang-orang dengan sindrom Munchausen tidak sakit, tetapi mereka ingin menjadi sakit. Gejala sindrom Munchausen antara lain:

1. Mendramatisir cerita tentang masalah kesehatannya
2. Sering rawat inap
3. Gejala penyakitnya tidak konsisten atau samar-samar
4. Kondisi kesehatan memburuk tanpa alasan yang jelas
5. Bersemangat menjalani uji kesehatan atau operasi yang berisiko
6. Memiliki pengetahuan terminologi medis dan penyakit yang luas
7. Mencari pengobatan dari banyak dokter atau rumah sakit yang berbeda
8. Memiliki beberapa pengunjung saat dirawat di rumah sakit
9. Enggan jika para profesional kesehatan berbicara dengan keluarga atau teman
10. Berdebat dengan staf rumah sakit
11. Sering meminta obat penghilang rasa sakit atau obat lain

Karena orang-orang dengan sindrom Munchausen ahli dalam berpura-pura memiliki gejala penyakit atau menimbulkan luka nyata pada diri mereka sendiri, terkadang sulit bagi para profesional medis dan orang yang bersimpati untuk mengetahui apakah penyakit yang nyata atau tidak. Orang dengan sindrom Munchausen membuat gejala atau menyebabkan penyakit dengan beberapa cara, yaitu:

1. Membuat riwayat kesehatan palsu, seperti: mengklaim telah menderita kanker atau HIV kepada orang yang dicintai, penyedia layanan kesehatan atau bahkan kelompok-kelompok internet

2. Memalsukan gejala penyakit, seperti: sakit perut, kejang atau pingsan.

3. Membahayakan diri sendiri. Mereka mungkin melukai atau membuat diri mereka sakit, seperti: menyuntikkan diri dengan bakteri, bensin, susu, atau kotoran. Dapat juga dengan cara meminum obat untuk meniru penyakit, seperti: pengencer darah, obat kemoterapi dan obat diabetes.

4. Mencegah penyembuhan.

5. Merusakkan. Memanipulasi instrumen medis, seperti: memanaskan termometer. Bisa juga mengutak-atik tes laboratorium, seperti: mencemari sampel urin mereka dengan darah atau zat lainnya.

Penyebab
Penyebab sindrom Munchausen tidak diketahui. Orang dengan gangguan ini mungkin pernah mengalami penyakit parah ketika mereka masih muda atau mungkin pernah dilecehkan secara emosional atau fisik.

Perawatan dan obat-obatan
Pengobatan sindrom Munchausen sulit sebab tidak ada terapi standar untuk kondisi tersebut. Karena orang dengan sindrom Munchausen ingin berperan sakit, maka mereka tidak bersedia untuk mencari pengobatan. Namun jika didekati dengan cara yang halus, dibujuk dengan niat ingin menyelamatkan mukanya, orang dengan sindrom Munchausen mungkin setuju untuk dirawat oleh penyedia kesehatan mental. Meskipun tidak ada pengobatan standar untuk sindrom Munchausen, pengobatan sering berfokus pada pengelolaan kondisi daripada mencoba untuk menyembuhkannya. Pengobatan umumnya termasuk psikoterapi dan konseling perilaku. Jika memungkinkan, terapi keluarga juga mungkin disarankan. Obat dapat digunakan untuk mengobati gangguan mental lainnya seperti depresi atau kecemasan. Dalam kasus yang parah, rawat inap psikiatri sementara mungkin diperlukan.

Sumber: MayoClinic, psychology today
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:39 am

SEORANG PSIKOPAT BISA DISETEKSI LEWAT TWEET-NYA
Putro Agus Harnowo - detikHealth Selasa, 28/08/2012 10:22 WIB
Jakarta, Umumnya seorang psikopat susah dibedakan dari penampilannya saja. Dari luar, seorang psikopat memiliki penampilan yang menawan dan sangat cerdas. Namun seorang psikopat akan lebih mudah dideteksi dari ucapan-ucapannya yang spontan lewat Twitter. Teorinya, pilihan kata dapat menunjukkan ciri-ciri kepribadian seseorang. Kecenderungan ini dapat digunakan oleh pihak berwenang untuk mengidentifikasi potensi ancaman atau bisa juga menjadi pertimbangan perusahaan sebelum memutuskan merekrut karyawan. Randall Wald dan Taghi Khoshgoftaar, profesor teknik dan ilmu komputer di Florida Atlantic University, menggunakan formula psikologis untuk menentukan seberapa besar kemungkinan mendeteksi psikopat berdasarkan perkataannya di Twitter. Peneliti menggunakan program komputer untuk memeriksa tweet dan mencocokkannya dengan kuesioner jawaban dari peserta penelitian. Hasilnya, sebanyak 1,4 persen dari 3.000 orang peserta memiliki kecenderungan psikopat. Menurut para peneliti, seorang psikopat sering menggunakan kata-kata seperti 'mati', 'membunuh', 'mengubur' atau semacamnya. Sering mengumpat atau menyumpah serapah juga bisa menandakan seorang psikopat. "Ini adalah salah satu indikator psikopat. Namun metode ini tidak akan memberikan hasil 100 persen akurat dan tidak akan cukup dapat mengirimkan tim SWAT karena seseorang dinilai psikopat," kata Wald seperti dilansir Medical Daily, Selasa (28/8/2012). Para peneliti mencatat bahwa ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Misalnya, program komputer tidak mengenali kata-kata yang disingkat, padahal pengguna Twitter sering melakukannya karena batasannya hanya sampai 140 karakter. Program ini juga tidak bisa mengenali perbedaan antara penggunaan kata 'membunuh' karena marah atau yang diucapkan sebatas bercanda. Penelitian sebelumnya mengenai bahasa dan kesehatan mental seseorang dalam kaitannya dengan social media memang menegaskan bahwa teknologi mempermudah seseorang untuk berbagi pikiran dan perasaannya. Penelitian lain juga menemukan bahwa social media memang dapat digunakan untuk menilai kepribadian seseorang, namun di satu sisi juga berpotensi untuk keliru menilai seseorang. "Orang-orang membuat penilaian mengenai orang lain berdasarkan social media. Bahkan perusahaan melakukan hal ini sebelum mempertimbangkan mengangkat karyawan. Namun, hampir semua penelitian mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum menggunakan social media sebagai bahan pertimbangan," kata Chris Sumner, ketua London's Online Privacy Foundation.


Last edited by gitahafas on Fri Oct 26, 2012 3:59 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:40 am

GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL
Jumat, 23 September 2011 | 11:28 WIB * Oleh : Dr. Andri, SpKJ *
Kompas.com - Kasus yang melibatkan terpidana mati Ryan atau Veri Idham Henyansyah kembali mencuat setelah adanya upaya peninjauan kembali (PK) dari pengacaranya terkait vonis hukuman mati yang dijatuhkan. Ryan Kamis (22/9/2011) kemarin hadir di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat dalam persidangan dengan agenda pembacaan alasan kuasa hukum melakukan peninjauan kembali. Kata-kata Gangguan Jiwa dan Psikopat kemudian mulai muncul dalam persidangan yang dikemukakan oleh pengacara Ryan. Sayangnya, penggunaan kata Psikopat ini tidak sepenuhnya tepat dalam kerangka diagnosis gangguan jiwa karena istilah tersebut sudah tidak dikenal dalam diagnosis gangguan jiwa. Beberapa kalangan kesehatan jiwa kemungkinan besar akan menjawab sama bila ditanya tentang apa yang terjadi pada kesehatan jiwa Ryan. Kemungkinan diagnosis yang paling mungkin adalah suatu Gangguan Kepribadian Antisosial yang dulunya lebih dikenal sebagai Psikopat. Tentunya hal ini merupakan diagnosis banding saja, karena untuk menegakkan diagnosis yang tepat perlu melakukan pemeriksaan yang langsung dan lengkap. Psikiater tidak mungkin mendiagnosis hanya berdasarkan berita di koran saja tanpa melihat pasien secara langsung.

Lalu apakah itu gangguan Kepribadian Antisosial?
Gangguan kepribadian antisosial dalam pedoman diagnosis gangguan jiwa menurut DSM IV-TR (keluaran American Psychiatric Association) dan ICD 10 (keluaran Badan Kesehatan Dunia/WHO) merupakan bagian dari Gangguan Jiwa. Orang yang mengalami gangguan kepribadian tidak menyadari dirinya sakit. Ia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya, sehingga orang seperti ini tidak akan datang ke pikiater atau psikolog klinis untuk meminta disembuhkan. Ketiadaan tilikan ke dalam diri ini yang membuat gangguan kepribadian memiliki kemungkinan sembuh yang kecil. Gangguan kepribadian yang banyak dihubungkan dengan perilaku kekerasan dan kriminalitas adalah gangguan kepribadian antisosial. Kepustakaan mengatakan sekitar 70 persen orang yang dipenjara mengalami gangguan kepribadian tipe ini. Bila mengalami gangguan ini, individu tidak mampu untuk mentaati norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Walaupun banyak dihubungkan dengan tindakan-tindakan kriminal, bukan berarti gangguan ini sama artinya dengan kriminalitas. Kejadian gangguan kepribadian ini di dalam masyarakat adalah sekitar 3 persen untuk laki-laki dan 1 persen untuk perempuan. Biasanya terjadi di daerah urban yang miskin atau tingkat ekonomi sosialnya rendah. Beberapa perilaku yang sering terjadi pada individu dengan gangguan ini adalah ; berbohong, kekerasan terhadap orang lain, kabur dari rumah, pencurian, berkelahi, penggunaan narkoba dan aktivitas-aktivitas melanggar hukum. Beberapa laporan mengatakan, perilaku tersebut dimulai bahkan saat masa kanak-kanak. Individu yang mengalami gangguan seperti ini tidak mengalami gangguan kecemasan atau depresi akibat perbuatannya. Penjelasan yang terkadang di luar akal sehat tentang perbuatannya seringkali membuat ahli kesehatan jiwa berpikir apakah ini suatu gangguan skizofrenia. Tetapi dari pemeriksaan mental biasanya tidak pernah ditemukan adanya waham ataupun pikiran-pikiran tidak rasional. Bahkan, seringkali individu dengan gangguan ini menunjukkan adanya daya pikir yang tinggi dan kemampuan berbicara yang melebihi rata-rata. Untuk itulah, sering ditemukan perilaku yang manipulatif terhadap orang lain. Mereka tidak dapat dipercaya dan hampir tidak pernah berkata benar tentang tindakannya. Kita melihatnya sebagai orang yang tidak punya hati nurani.

Apakah bisa dihukum?
Individu yang mengalami keadaan seperti ini biasanya tidak menyadari bahwa dirinya sakit. Hampir dapat dipastikan ketika gangguan ini berkembang, maka gangguan ini tidak akan mengalami masa perbaikan. Walaupun ada beberapa ahli yang mengatakan akan berkurang menjelang masa dewasa lanjut. Kebanyakan gangguan kepribadian memang seringkali sulit diobati. Keadaan ini diperparah karena individu yang mengalami gangguan ini tidak punya tilikan atau kesadaran diri bahwa dirinya perlu diobati. Orang di sekitar individu yang akan merasakan dampak yang sangat tidak menyenangkan dari perilaku orang yang mengalami gangguan ini. Walaupun disebut gangguan jiwa, tapi bukan berarti orang yang mengalami gangguan ini tidak dapat dihukum. Peristiwa yang terjadi pada kasus Ryan akan menempatkan Ryan pada tuntutan hukum yang jelas. Seperti kita ketahui dulu, semua orang tahu bahwa Ryan melakukan hal tersebut salah satunya juga karena faktor materi. Ini dapat terlihat bahwa harta si korban diambil oleh pelaku. Ryan juga tahu kalau perbuatannya berkonsekuensi hukum sehingga menyembunyikan si korban dengan mengubur atau terakhir memutilasinya. Dalam buku Psikiatri Forensik, guru saya pakar Psikiatri Forensik, Dr. Wahjadi Darmabrata, SpKJ(K), menyatakan, “Dahulu diagnosis gangguan jiwa dianggap cukup untuk menyatakan bahwa terdakwa dibebaskan dari tuntutan. Padahal, sebenarnya yang diharapkan adalah kepastian seberapa jauh kemampuan tanggung jawab terdakwa terhadap perbuatannya yang melanggar hukum.” Untuk itulah, pemeriksaan yang mendasar terhadap kasus Ryan perlu dilakukan oleh psikiater forensik yang memahami gangguan kejiwaan dan kriminalitas yang terkait dengan kondisi yang dialami pelaku. Pemeriksaan yang tepat dan cermat akan membuat hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memberikan keputusan kepada pelaku yang sering dianggap mengalami gangguan jiwa dan tidak bisa dihukum.

* Psikiater, Pengamat Kesehatan Jiwa


Last edited by gitahafas on Sat Sep 01, 2012 6:05 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:40 am

SETUJU DENGAN 10 PERNYATAAN BERIKUT? MUNGKIN ANDA PSIKOPAT
Sabtu, 04/06/2011 16:03 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Bukan perkara mudah untuk mengidentifikasi seseorang adalah psikopat atau bukan, karena butuh pemeriksaan mendalam oleh psikolog. Namun jika dari 10 pernyataan berikut banyak yang sesuai, maka ada kecenderungan untuk menjadi psikopat. Psikopat adalah julukan untuk orang-orang yang mengidap psikopati, yakni gangguan kepribadian yang dicirikan dengan tidak adanya perasaan bersalah sedikitpun ketika melanggar sebuah norma maupun aturan. Psikopat juga identik dengan perilaku kejam dan tidak kenal takut.

Seorang psikopat memang tidak selalu melakukan kekerasan seperti yang digambarkan dalam film-film pembunuhan berantai. Kadang-kadang hingga taraf tertentu, perilaku sederhana seperti suka mencontek juga bisa dikategorikan sebagai gangguan perilaku psikopati. Gangguan kepribadian ini kadang sulit diidentifikasi, karena kebanyakan psikopat tampak normal atau bahkan sangat ramah dalam kehidupan sehari-harinya. Namun di balik itu semua, seorang psikopat tidak punya empati atau kepekaan nurani terhadap lingkungan sekitarnya.

Salah satu contohnya adalah Seung-Hui Cho, mahasiswa Virginia Tech yang membantai 32 teman sekampusnya dengan pistol sebelum akhirnya mati bunuh diri pada tahun 2007. Beberapa orang terdekat mengakui, dalam kesehariannya Cho adalah seorang anak pendiam dan sangat pemalu.

Menurut penelitian, 1 dari 100 orang sebenarnya memiliki kecenderungan psikopati dengan tingkatan yang bervariasi. Dikutip dari TheSun, Sabtu (4/6/2011), 10 pernyataan berikut dapat dipakai sekedar untuk memperkirakan seberapa besar kecenderungan seseorang untuk menjadi psikopat. Lingkari skor yang paling sesuai di setiap pernyataan: 3 jika sangat setuju, 2 jika setuju, 1 jika tidak setuju dan 0 jika sangat tidak setuju. Jumlahkan seluruh skor, lalu cocokkan dengan keterangan di bawah.

- Saya jarang membuat perencanaan. Saya lebih suka segalanya serba spontan dan mendadak. 0 1 2 3
- Menyelingkuhi pasangan boleh-boleh saja asal tidak ketahuan. 0 1 2 3
- Jika mendadak ada hal yang lebih baik maka tidak ada salahnya untuk membatalkan kesepakatan terdahulu. 0 1 2 3
- Melihat hewan terluka atau kesakitan tidak membuat saya merasa terusik sedikitpun. 0 1 2 3
- Berkendara dengan kecepatan tinggi, naik roller coaster serta terjun payung sangat menarik bagi saya. 0 1 2 3
- Tidak masalah untuk melangkahi seseorang demi mendapatkan apa yang saya inginkan. 0 1 2 3
- Saya pintar membujuk dan memiliki kemampuan khusus agar orang mau melakukan kemauan saya. 0 1 2 3
- Saya cocok melakukan tugas berbahaya karena mampu membuat keputusan dengan sangat cepat. 0 1 2 3
- Bagi saya sangat mudah untuk bertahan dalam sebuah situasi, ketika orang lain mulai merasa sangat tertekan. 0 1 2 3
- Jika saya bisa melawan seseorang, berarti orang itu memang pantas menerimanya. 0 1 2 3

Kecenderungan psikopat berdasarkan total skor:
0-10: Rendah
11-15: Di bawah rata-rata
16-20: Rata-rata
21-25: Tinggi
26-30: Sangat tinggi


Last edited by gitahafas on Sat Jun 30, 2012 6:37 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Jiwa   Fri Jun 22, 2012 11:45 am

INGIN LEPAS DARI KEJARAN PACAR PSIKOPAT
Jumat, 29 Juni 2012 | 08:12 WIB
TANYA :
Dok, saya baru saja putus dengan pacar saya kurang lebih satu bulan. Saya baru menyadari bahwa sifatnya selama ini termasuk ke dalam perilaku psikopat. Hampir semua perilakunya menyerupai psikopat, seperti 3 minggu berkenalan langsung menyatakan cinta dan mengajak menikah, gampang emosi, menguasai semua yang ada di sekitar saya, mulai dari teman, keluarga, facebook, dan semua yang berkaitan dengan saya. Setiap 5 menit menelepon dan bertanya saya di mana dan dengan siapa. Saya merasa tidak betah, akhirnya saya meminta putus. Awalnya dia menerima, tetapi 3 hari kemudian dia bilang dia tidak sanggup putus dan dia menganggap kita tidak putus. Dia bilang kemarin hanya emosi. Begitu seterusnya hingga satu bulan. Jika sms atau telponnya tidak saya tanggapi dia kemudian mengancam dengan akan melakukan perbuatan yang tidak-tidak. Karena tidak betah dengan sikapnya saya ganti nomor hp tanpa dia tahu. Tapi sekarang dia ganti sering menelepon dan sms ke nomor teman-teman saya yang dia ketahui. Dia bahkan juga mengancam teman-teman saya. Apa yang harus saya lakukan untuk menghindar dari dia, untuk dapat lepas dari bayang-bayangnya? Apakah dia akan seterusnya seperti itu, mengejar-ngejar tiada henti? Terima kasih
(Desi, 21, Surabaya)

JAWAB :
Desi yang baik,
Mungkin Desi bertemu dengan cowok yang mempunyai obsesi terhadap Desi sehingga melakukan tindakan-tindakan yang membuat Desi tidak nyaman. Orang yang demikian biasanya mempunyai ciri kepribadian atau gangguan kepribadian tertentu. Sulit mendapatkan penolakan, melakukan tindakan-tindakan impulsif yang merugikan diri sendiri atau orang lain, atau sangat emosional memang mirip dengan suatu ciri kepribadian psikopatik (antisosial). Desi bisa meminta teman-teman atau kerabat Desi untuk tidak meladeni cowok Desi ini. Saya bisa paham memang sulit melepaskan diri dari orang dengan kepribadian seperti ini karena orang yang mengalami gejala kepribadian psikopatik biasanya tidak ada kesadaran terhadap dirinya sendiri, jadi dia memang tidak menyadari bahwa tindakannya itu tidak nyaman buat orang lain. Semoga masalahnya segera berlalu.
Salam Sehat Jiwa


Last edited by gitahafas on Sat Jun 30, 2012 6:36 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
 
Kesehatan Jiwa
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 44Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 24 ... 44  Next
 Similar topics
-
» Dupa Berbahaya Bagi Kesehatan
» Ke Arab, Siap-siap Diperkosa Jiwa dan Raga
» Membersihkan Jiwa
» Hikmah Diharamkannya Menikahi Saudara Sesusuan
» manfaat berwudhu bagi kesehatan

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: