Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 M e r o k o k

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 13 ... 20  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Fri Jul 20, 2012 9:02 am

BPOM BELUM BISA AWASI PEREDARAN ROKOK ELEKTRIK
Jumat, 06/08/2010 16:25 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Rokok elektrik atau dikenal dengan e-cigarette yang bahayanya sama dengan rokok konvensional sudah mulai beredar di Indonesia secara ilegal. Namun, BPOM belum bisa mengawasi produk ini karena klasifikasinya yang belum jelas. Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) dipasarkan dengan nama yang bervariasi, antara lain 'electric cigarettes', 'ecigarro', 'electro-smoke', 'green cig' dan 'smartsmoker'. Produk ini diklaim dapat menjadi alternatif bagi perokok yang ingin berhenti merokok. Namun, pada dasarnya produk ini sama berbahayanya dengan rokok konvensional, meski tak merugikan orang lain (tidak ada perokok pasif). Produk yang diproduksi di China ini secara nyata sudah beredar di Indonesia dengan cara ilegal. Meskipun bila ingin mencari agak sulit. Produk biasanya dipasarkan secara 'door to door'.

"Karena produk ini ilegal, maka tidak ada jaminan produk ini sehat atau tidak. Dan karena ilegal, maka BPOM tidak bisa melakukan pengawasan," ujar Dr Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K), Direktur Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (6/8/2010). Menurut Dr Danardi, belum ada klasifikasi yang jelas tentang produk ini, apakah termasuk rokok, produk subsitusi, obat atau makanan, sehingga sampai sekarang, baik BPOM maupun Kementerian Kesehatan belum bisa mengawasi peredaran produk ini. Selain itu, untuk melakukan pengawasan idealnya harus ada dua hal, yaitu apa saja isi yang terkandung dalam produk tersebut dan adanya produsen yang bertanggungjawab atas isinya. Dan produk ini belum memiliki kedua syarat itu.

"Sampai sekarang belum ada negara yang mengesahkan bahwa ini adalah produk yang resmi dan boleh beredar. Di beberapa negara termasuk Indonesia peredarannya masih ilegal," jelas Dr Danardi. Namun, Dr Danardi menegaskan bahwa produk ini sama berbahayanya dengan rokok konvensional, sehingga diharapkan konsumen tidak tertipu dengan dengan label yang menggunakan kata 'Health', karena ternyata produk ini tidaklah sehat. "Dimana-mana masih ilegal, karena belum ada yang meneliti secara pasti, karena setiap kali dilakukan penelitian hasilnya selalu berbeda," tambah Dr Danardi. Di beberapa negara seperti Australia, Brazil, China, Singapura, Thaliand dan Uruguay telah mempunyai larangan terhadap penjualan dan pemasaran rokok elektrik ini. Sedangkan di Indonesia, menurut data BPOM, rokok elektrik ini sudah mulai beredar, seperti di Makassar, Semarang, Lampung, Palembang dan Surabaya.(mer/ir
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jul 21, 2012 4:42 pm

ROKOK ELEKTRIK ALTERNATIF MEROKOK SEHAT?
Wuri Handayani Selasa, 28 Agustus 2012, 08:07 WIB
VIVAlife - Beberapa tahun terakhir, kemasan rokok elektronik semakin menjadi pilihan. Sejak diperkenalkan di China tahun 2003, banyak yang beralih dari rokok konvensional ke rokok ini. Alasannya? Rokok elektronik mengklaim sebagai pilihan rokok yang lebih aman untuk kesehatan. Namun, studi terbaru menyatakan jika rokok ini ternyata lebih berbahaya dari rokok tembakau. Padahal, mereka yang mencoba untuk berhenti merokok justru memilih rokok elektronik sebagai transisi untuk latihan meninggalkan rokok sama sekali. Seperti diketahui, rokok adalah penyumbang terbesar pada kasus kematian yang diakibatkan jantung. Dilansir Health Day News, pada studi ini, para ilmuwan melakukan penelitian fungsi jantung pada 20 perokok tembakau, dan 22 perokok elektronik. Usia mereka 25 hingga 45 tahun. Hasilnya, pada perokok tembakau memang terjadi peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Sedangkan rokok elektronik hanya memiliki fungsi minimal pada jantung. Artinya, kandungan nikotin pada rokok ini diserap tubuh pada tingkat yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan rokok tembakau. "Terlalu dini untuk menyimpulkan jika rokok elektronik ini merupakan revolusi sehat dari rokok tembakau. Potensi gangguan kesehatan tetap ada,” kata penulis studi Dr Konstantinos Farsalinos dalam siaran konferensi pers. "Perlu banyak lagi pengujian klinis, sebelum menyarankan orang-orang untuk beralih ke rokok elektronik. Kandungan cairan dan nikotin yang diubah menjadi asap pada rokok elektronik tetap berbahaya bagi jantung," tambah Farsalinos, dari Onassis Cardiac Surgery Center di Athena, Yunani.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 1:27 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Jul 22, 2012 12:45 pm

BAHAYA ROKOK TANPA ASAP
Selasa, 02 Oktober 2012 16:50 WIB Media Indonesia
THE National Institute for Health and Clinical Excellence, Inggris telah mengeluarkan peringatan mengenai bahaya produk rokok tanpa asap. Disebutkan, tembakau yang dibuat menjadi rokok tersebut bisa menyebabkan penyakit seperti kanker. Diketahui, karena tidak perlu dibakar, peneliti menyebutkan bahwa banyak produsen rokok tersebut mengklaim tidak akan muncul gas serta bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker seperti rokok pada umumnya. Padahal dalam hasil penelitian, tim menyebutkan, kandungan tembakau dan nikotin dalam rokok tanpa asap tersebut memiliki jumlah yang sama besar dengan rokok pada umumnya. Dan, tidak seperti rokok lainnya, biasanya produk tembakau tanpa asap ini banyak yang tidak menampilkan peringatan pada kemasannya, ujar Profesor Mike Kelly, direktur NICE Centre for Public Health Excellence. Selain itu, rokok tanpa asap mengandung bahan-bahan yang tidak sehat lainnya seperti pinang, yang merupakan stimultan bersifat ringan, dan beberapa jenis kapur lainnya yang biasa dijadikan sebagai bahan baku semen. Dalam studi sebelumnya, disebutkan bahwa menggunakan produk tanpa asap adalah salah satu alasan utama mengapa wanita Asia Selatan hampir empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker mulut dibandingkan perempuan dari kelompok etnis lain di Inggris. "Kami berharap bahwa pedoman ini akan memberi tahu profesional kesehatan mengenai risiko yang ditimbulkan oleh produk ini, sehingga mereka dapat mengambil tindakan dengan meminta pasien asal Asia Selatan untuk tidak menggunakan rokok, termasuk tembakau tanpa asap, kata Kelly. (Zeenews/*/OL-06)


Last edited by gitahafas on Wed Nov 07, 2012 1:31 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jul 23, 2012 2:15 pm

PEROKOK YANG KEKURANGAN VITAMIN D LEBIH RUSAK PARU PARUNYA
Penulis : Indira Permanasari S | Sabtu, 21 Juli 2012 | 20:07 WIB
KOMPAS.com - Perokok yang mempunyai kadar vitamin D rendah di dalam tubuhnya, mengalami kerusakan paru lebih cepat ketimbang perokok dengan kadar vitamin D normal di dalam darah. Namun, hanya dengan menambah kadar vitamin D, tidak dapat mencegah kerusakan paru atau masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung, strok, dan kanker di kalangan perokok. Demikian hasil penelitian yang d ipublikasikan dalam American Journal of Resiratory and Critical Care Medicine baru-baru ini. Vitamin " D karena sifatnya sebagai antioksidan dan anti peradangan, mampu memberi sedikit perlindungan terhadap kerusakan paru akibat merokok," ujar Nancy Lange, ketua tim peneliti tentang hubungan vitamin D dengan fungsi paru, dari Channing Laboratory di Brigham and Womens Hospital di Boston, Amerika. Suplementasi vitamin D dapat mengurangi kerusakan paru dan dapat digunakan dalam intervensi masalah kesehatan lainnya. Namun, Lange menekankan, efeknya relatif kecil. " Intervensi paling penting untuk melindungi kesehatan paru dan organ lain ialah dengan berhenti merokok," ujar Lange seperti dikutip Health Day. Lange dan timnya mengumpulkan data dari 600 pria yang menjadi bagian dari sebuah studi jangka panjang. Penelitian itu berusaha mencari hubungan antara vitamin D dan fungsi paru. Setelah 20 tahun mengikuti perkembangan kesehatan para responden penelitian itu, ilmuwan menemukan bahwa fungsi paru di kalangan perokok dengan kadar vitamin D normal kerusakan parunya lebih sedikit dibandingkan perokok dengan vitamin D di bawah normal. Namun, vitamin D tidak mempuyai efek signifikan terhadap fungsi paru ketika hasil penelitian dari kalangan perokok dan bukan perokok digabungkan. Direktur program paru lanjutan di North Shore-LIJ Health System, New York, Arunabh Talwar, mengatakan, jika defisiensi vitamin D pada perokok dicegah, kerusakan paru dapat diperlambat. Semua orang menurun fungsi parunya seiring bertambahnya usia. Namun, penurunan fungsi paru para perokok jauh lebih cepat dan kurangnya kadar vitamin D akan semakin memperburuk kondisi paru perokok. Arunabh mengatakan, konsumsi vitamin D bukan menjadi pengganti berhenti merokok. Apalagi , perokok berisiko terhadap rentetan p enyakit mematikan lainnya seperti serangan jantung, strok, dan kanker. (HealthDay/INE)


Last edited by gitahafas on Wed Jul 25, 2012 10:57 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Tue Jul 24, 2012 10:08 am

EFEK SETELAH MEROKOK 15 TAHUN ATAU LEBIH
Thursday, 29 March 2012, 15:59 WIB
Pertanyaan:
Pagi, Dok. Saya telah mulai merokok sejak usia 17 tahun. Saat ini, saya masih merokok dengan intensitas yang rendah. Bagaimana ya cara menghilangkan kebiasaan ini? Sekarang, saya merasa bila beraktivitas, nafas saya semakin sesak dan sulit. Apakah itu jadi tanda bila paru-paru saya sudah rusak? Terima kasih.

Danny K., Tangerang - 32 tahun

Jawaban:
Selamat pagi juga, Pak Danny. Perlu diketahui, bahwa asap rokok mengandung zat kimia beracun buat paru-paru. Selain itu, dapat pula mengakibatkan beberapa penyakit di paru seperti kanker paru, bronkitis kronis dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis, yang gejalanya sesak napas dan mudah lelah bila aktivitas. Efek tersebut akan muncul setelah merokok 15 tahun atau lebih. Jika cepat berhenti merokok, kerusakan yang terjadi masih ada kemungkinan pemulihannya. Anda masih cukup muda, sebaiknya segera periksakan paru-paru anda ke dokter paru dan segera berhenti merokok, agar efek rokok yang berat tidak terjadi. Untuk berhenti merokok, ada banyak kiatnya antara lain, niat yang kuat, berusaha mencari kesibukan dan pengganti rokok (misalnya permen), hindari lingkungan yang merokok, dll. Jika perlu bantuan, bisa datang ke klinik berhenti merokok di rumah sakit. (Zb)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:52 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Jul 25, 2012 10:55 am

3 'KEUNTUNGAN' MENJADI SEORANG PEROKOK
Senin, 02/07/2012 18:55 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Bahaya rokok sudah banyak diketahui, bahkan oleh para perokok sendiri yang kemudian masih mencari-cari pembenaran atas kebiasaan tidak sehatnya tersebut. Sebenarnya kalau memang mau dipaksakan dengan sedikit sentuhan humor, ada juga lho 'manfaatnya' jadi seorang perokok. Apa saja? Sambil bercanda, Bambang Sulistomo, staf khusus menteri kesehatan bidang politik mengungkap ada sedikitnya 3 'manfaat' jadi seorang perokok. Tentu saja bukan manfaat sesungguhnya, melainkan justru bahaya rokok yang disampaikannya dengan sudut pandang lain supaya lebih berkesan karena lucu. Berikut ini 3 'manfaat' rokok menurut Bambang saat berbicara dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Terkait Konsumsi Tembakau' di Hotel Park Lane, Jakarta, Senin (2/7/2012).

1. Jarang kemalingan
Dampak negatif asap rokok banyak menyerang saluran nafas, sedangkan keluhan yang paling sering ditemukan terkait dampak tersebut adalah batuk-batuk. Perokok ringan mungkin hanya batuk pada saat merokok, sedangkan perokok berat bisa mengalami kondisi kronis yakni batuk menetap. "Ini malah menguntungkan kalau batuknya sepanjang malam, karena pencuri jadi takut mau masuk. Dikira yang punya rumah belum tidur karena batuknya tidak berhenti-berhenti," canda Bambang.

2. Aman dari kejaran anjing
Selain batuk-batuk kronis, asap rokok juga menyebabkan kerusakan pada sistem pernafasan mulai dari tingkatan yang paling ringan hingga yang progresif seperti Penyakir Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Gejala paling umum dari kerusakan paru-paru adalah sesak napas dan kekambuhan asma bagi yang awalnya memang sudah punya riwayat penyakit tersebut. "Kalau sedang dikejar anjing, perokok biasanya lebih aman. Ketika yang lain masih berlari, dia ngos-ngosan lalu berhenti sampai tidak berdiri. Kalau lihat orang jongkok, biasanya anjing malah takut karena dikira mau ambil batu. Padahal jongkok karena ngos-ngosan, tidak kuat berdiri," lanjut Bambang.

3. Awet muda
Ada ratusan jenis penyakit mematikan yang bisa dikaitkan dengan konsumsi rokok, mulai dari berbagai jenis kanker ganas hingga gangguan kardiovaskular seperti serangan jantung. Penyakit-penyakit ini bisa memicu kematian dini, sehingga usia harapan hidup di negara yang mayoritas penduduknya merokok cenderung lebih rendah dibanding negara lain. "Bagaimana tidak awet muda, belum sempat tua sudah meninggal. Itu termasuk keuntungan, merokok bikin orang awet muda (dalam arti mati muda dan tidak sempat mengalami rasanya jadi tua)," pungkas Bambang.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:52 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Jul 25, 2012 11:21 am

SHISHA
Meski tak seperti rokok umumnya, pada prinsipnya shisha sama dengan rokok, yaitu dinikmati dengan cara menghisap. Bedanya menghisap shisha digunakan alat khusus dan penikmat shisha bisa mendapatkan sensasi berbeda karena tersedia dalam beragam aroma, dari buah buahan hingga aneka bunga. Menurut Agen Anti Tembakau Perancis ( L'Office Francais de Prevention du Tabagisme OFT ) melansir hasil penelitian Laboratorium Nasional Perancis tentang bahaya shisha, satu hisapan shisha setara dengan 70 hisapan rokok biasa. Kandungan tar dari asap 1 shisha sama dengan 27-102 batang rokok. Mengisap 1 shisha sama saja dengan menghirup karbon monoksida ( gas yang terkandung dalam asap knalpot ) seperti yang dikandung 15-52 batang rokok biasa. Parahnya lagi shisha bisa menjadi sumber penularan penyakit secara langsung jika dinikmati bersama dalam satu tabung yang sama. Rokok dan shisha sama beracunnya dan membahayakan kesehatan, mulai dari kandungannyaseperti nikotin, tar, terpentin, aseton, arsen, hidrogen sianida,formalin, merkuri sulfur dan lain lain. Kandungan karbon monoksidanya 10 mg lebih tinggi dari rokok per 30 menit hisapan. Nikotin bersifat mematikan apabila kadarnya lebih dari 30 mg. Setiap batang rokok rata rata mengandung nikotin 0,1-1,2 mg nikotin. Dari jumlah tersebut, kadar nikotin yang masuk kedalam peredaran darah tinggal 25%. Namun jumlah yang kecil itu mampu mencapai otak dalam waktu 15 detik. Jadi bayangkan bagaimana bahayanya, jika seorang penghisap shisha disetarakan dengan 70 penghisap rokok.

Sumber: Dokter Kita Edisi 3 Tahun V Maret 2010


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 7:40 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Jul 25, 2012 5:02 pm

SHISHA SAMA BAHAYANYA DENGAN ROKOK BAGI PARU
KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 21:51 WIB
TEMPO.CO, Teheran - Pernah mencoba shisha, "rokok" uap yang umumnya dijumpai di resto ala Timur Tengah? Lama diklaim aman bagi kesehatan, penelitian terbaru membuktikan sebaliknya. Sebuah studi yang dihajat para ilmuwan Iran menunjukkan, shisha sama berbahayanya dengan rokok bagi paru-paru. Dampak paling sederhana adalah gangguan pernapasan. Para peneliti yang dipimpin oleh Mohammad Hossein Boskabady di Masshad University of Medical Sciences di Iran memantau fungsi paru-paru di antara 57 orang pecandu shisha, 30 perokok yang gemar mengisap dalam-dalam rokoknya, dan 51 perokok yang mengonsumsi rokok dengan cara normal. Sebagai pembanding, mereka meneliti 44 orang bukan perokok. Hasilnya, napas "berbunyi" ditemukan di antara 23 persen pengguna shisha, 30 persen perokok dalam, dan 21,6 persen perokok biasa. Batuk terjadi di antara berturut-turut 21 persen, 36,7 persen, dan 19,6 persen kelompok di atas. Perokok diamati selama tiga bulan dalam dua tahun berturut-turut. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Respirology. Penelitian ini seolah menjadi pukulan untuk para pembela shisha yang mengklaim bahwa pipa uap ini lebih aman karena mampu menyaring racun tembakau. Shisha, sering digunakan dengan rasa buah, adalah tradisi berabad-abad di Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, shisha telah menjadi mode di kalangan anak muda Barat, khususnya perempuan. "Temuan kami menunjukkan bahwa ada pengaruh yang mendalam dari shisha pada nilai-nilai fungsi paru-paru, yang mirip dengan efek yang diamati pada perokok berat," kata Boskabady dalam siaran persnya.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 11, 2012 7:39 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Jul 25, 2012 5:02 pm

4 FAKTA DAN MITOS TENTANG SHISHA
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Senin, 31/05/2010 17:00 WIB
Jakarta, Hanya karena prosedur dan alatnya lebih rumit, merokok dengan shisha sering dianggap lebih aman. Padahal selama yang dihisap adalah asap tembakau, racun nikotin tetap mengancam kesehatan. Berikut 4 fakta dan mitos soal shisha. Shisha atau disebut juga hookah merupakan alat penghisap tembakau yang berasal dari India. Penggunaan alat ini populer di Timur Tengah, dan menyebar ke seluruh dunia. Bentuk alat ini mirip lampu minyak, dengan tabung utama yang terhubung ke sejumlah pipa penghisap. Papan pemanas berisi bara api terdapat di bagian paling atas, berfungsi untuk membakar tembakau. Tabung utama biasanya terbuat dari kaca, dan berisi air sebagai filter. Karena filternya berupa air, maka muncullah anggapan bahwa shihsa lebih aman dibandingkan rokok filter. Dikutip dari Live Science, Senin (31/5/2010), sebuah penelitian di Inggris berhasil mementahkan anggapan tersebut. Penelitian yang dilakukan tahun 2009 itu dimuat dalam American Journal of Preventive Medicine. Menurut penelitian tersebut, shisha justru menghasilkan asap lebih banyak dibandingkan rokok. Akibatnya, karbon monoksida (CO) yang terhirup lebih banyak dan bisa menyebabkan sesak napas. Kadar nikotin pada shisha juga tidak lebih sedikit meski difilter dengan air. Secara umum risiko kesehatan yang dihadapi saat menghisap shisha sama besarnya dengan rokok biasa, termasuk kanker paru-paru serta gangguan kehamilan. Oleh karena itu, pikirkan sekali lagi jika masih menganggap shisha lebih aman dibandingkan rokok. Berikut ini adalah 4 mitos paling populer di kalangan pengguna shisha, dikutip dari Live Science, Senin (31/5/2010).

Mitos: Shisha menghasilkan nikotin lebih sedikit dibandingkan rokok biasa.
Fakta: Penelitian di atas membuktikan, shisha maupun rokok biasa menghasilkan nikotin dalam kadar yang kurang lebih sama. Kalaupun ada perbedaan, itu tergantung pada tembakaunya dan biasanya shisha justru menggunakan tembakau terbaik dengan kadar nikotin lebih tinggi.

Mitos: Asap yang lebih tipis menunjukkan kadar racun pada shisha lebih kecil.
Fakta: Asap yang tipis pada shisha disebabkan oleh kelembaban yang tinggi, karena adanya air. Kadar racun tidak terpengaruh oleh ketebalan asap.

Mitos: Air di dasar shisha berfungsi sebagai filter racun.
Fakta: Dalam jumlah sangat kecil, memang ada racun yang terjebak dalam air. Tetapi jumlahnya tidak signifikan untuk menekan risiko kesehatan yang bisa muncul.

Mitos: Tembakau dengan rasa buah-buahan yang sering digunakan dengan shisha memberi manfaat bagi kesehatan.
Fakta: Fungsi bahan perasa yang digunakan hanya untuk aroma, sedikitpun tidak memberi manfaat bagi kesehatan.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:34 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Thu Jul 26, 2012 9:52 pm

BAHAYA DIBALIK KENIKMATAN SISHA
Mutia Nugraheni, Stella Maris Kamis, 26 Juli 2012, 15:26 WIB
VIVAlife - Bagi beberapa orang, mengisap sisha adalah hal yang menyenangkan. Tak sedikit dari mereka yang mengisap sisha bukanlah pecandu rokok. Nyatanya, sisha atau hookah sama berbahayanya dengan menghisap rokok. Justru, dampak negatifnya pada kesehatan jauh lebih tinggi. Hookah biasa dikenal dengan sisha, narghile atau goza, merupakan tradisi yang berasal dari India kuno dan Persia. Sisha yang banyak disajikan di kafe ini, terdiri dari beberapa perangkat. Seperti, botol berbahan kaca berukuran kurang lebih 60 cm, selang panjang untuk mengisap dan tungku tembakau. Prinsip kerjanya sama seperti rokok. Perbedaannya, terletak tembakau yang hadir dengan berbagai macam rasa, misalnya mint, stroberi, anggur, dan lainnya. Tembakau aneka rasa ini dipanaskan terlebih dahulu untuk menghasilkan asap. Kemudian, disaring melewati air, lalu ditarik atau dihisap melalui selang karet. “Tembakau tersebut sama beracunnya dengan pipa sisha, dan air dalam botolnya pun tidak menyaring bahan beracun dalam asap tembakau. Dalam satu sesi hisapan, para pengisap sisha ini sebenarnya menghirup asap lebih besar daripada perokok,” ujar Dr. Lowell C. Dale dikutip dari Mayo Clinic. Mengisap sisha selama 60 menit sama dengan mengisap 100-200 kali asap. Asapnya lebih banyak dari mengisap sebatang rokok. Beberapa penelitian pun dilakukan untuk mengetahui efek negatif sisha pada kesehatan. Berikut lima dampaknya:

- Asap sisha berisi senyawa beracun tingkat tinggi, termasuk tar, karbonmonoksida, logam berat, dan bahan kimia penyebab kanker (karsinogen).
- Layaknya merokok, sisha juga bisa memicu penyakit gangguan pernapasan. Termasuk kanker dan jantung.
- Dapat menyebabkan ketergantungan pada tembakau.
- Jika ibu hamil mengisap sisha, dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Pipa sisha yang biasa digunakan, kemungkinan tidak dapat dibersihkan dengan benar. Hal ini menyebabkan risiko penyebaran penyakit menular. (eh)
Back to top Go down
 
M e r o k o k
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 20Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 13 ... 20  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: