Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 M e r o k o k

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 12 ... 20  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 1:00 pm

BAHAYA ROKOK BAGI SI PASIF
Rabu, 26 Mei 2010 | 16:27 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com Risiko perokok pasif terserang kanker paru dan penyakit jantung bertambah 20-30 persen, menurut beberapa studi di Kanada pada tahun 2001. Hal itu disampaikan dokter spesialis jantung, Aulia Sani, dalam kampanye "Break Free, Semangat Bebaskan Diri dari Jeratan Adiksi Nikotin" di Jakarta, Rabu (26/5/2010). Dikatakan Aulia, perokok pasif yang rawan terserang kanker paru dan jantung koroner adalah perokok pasif dewasa. Sementara anak-anak akan lebih rentan terserang bronkitis atau infeksi saluran pernapasan lainnya. "Perokok pasif paling banyak kena penyakit lain, bronkitis, batuk, pilek, anak-anak biasanya. Kalau dewasa nanti kena koroner, hipertensi, dan yang kena semakin muda karena bapak-ibunya perokok," ujar dr Aulia. Selain itu, dr Aulia menyampaikan bahwa dewasa ini terjadi perubahan tren di mana wanita muda banyak terserang jantung koroner dibanding pria. Hal tersebut dikarenakan kebiasaan merokok pada wanita semakin meningkat. "Dan lingkungan mereka juga banyak perokoknya," tambah dr Aulia. Bahaya merokok dan asap rokok juga mengancam ibu hamil. Berdasarkan materi yang disampaikan dr Aulia, ibu hamil berisiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir mati, atau cacat lahir. "Karena itu, yang diedukasi bukan cuma pasien berhenti merokok, tapi juga masyarakat," kata dr Aulia. Oleh karena itu, ia mengimbau agar menghindari orang merokok sejak dini. "Tidak ada cara, cuma menghindari orang merokok, dan dibuat kawasan bebas rokok," imbuhnya.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 9:42 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 1:01 pm

PEROKOK PASIF MAKIN MUDAH TERBUNUH
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Jumat, 25/06/2010 12:45 WIB
San Francisco, Sakit karena merokok adalah buah dari gaya hidup tidak sehat. Tapi jika sakit karena menghirup asap rokok dari perokok sungguh ironis. Kini makin banyak bukti yang menemukan perokok pasif makin mudah terbunuh. Orang yang hanya menghirup asap tembakau alias perokok pasif, bahkan dua kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung. Sebelumnya juga sudah banyak kasus perokok pasif terkena kanker paru-paru. "Penemuan ini menambah bukti yang mengaitkan antara perokok pasif lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke)," Dr Steven Schroeder, Direktur Smoking Cessation Leadership Center dari University of California, San Francisco, seperti dilansir dari ChinaDaily, Jumat (25/6/2010).

Dalam studi tersebut Dr Mark Hamer dari Universitas College London dan koleganya menggunakan tes air liur yang dapat mengukur jumlah orang yang telah menjadi perokok pasif. Peneliti melakukan tes terhadap 13.000 orang di Inggris dan Skotlandia. Penelitian kemudian terus berlanjut selama rata-rata delapan tahun, guna mencatat partisipan yang mengembangkan penyakit jantung dan meninggal. Selama penelitian, 32 dari sekitar 1.500 orang yang tidak pernah merokok tetapi terpapar asap rokok tinggi dilaporkan meninggal karena penyakit jantung.

Dalam hasil studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of America College of Cardiology edisi terbaru ini, tim Hamer juga menemukan bukti bahwa bekas asap memicu peradangan dalam tubuh, yang dikenal sebagai faktor risiko penyakit jantung. "Meski mekanisme biologis belum sepenuhnya dipahami, ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa paparan partikel halus (seperti yang ada di asap rokok), dapat menyebabkan peradangan yang ringan hingga parah," ujar Dr C. Arden Pope III, ekonom dan epidemiologi lingkungan di Brigham Young University di Provo, Utah. (mer/ir)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 9:43 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 1:02 pm

PEROKOK PASIF HIRUP 75% RACUN ROKOK
Kamis, 27 November 2008 01:51 WIB
Republika.co.id - JAKARTA-- Tahukah Anda, perokok pasif menghisap lebih banyak zat berbahaya dibandingkan perokok aktif? Alasannya, perokok aktif hanya menghisap sekitar 25% dari asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar. Sementara 75% lainnya diberikan kepada non perokok ditambah separuh asap yang dihembuskan perokok. Faktanya, perokok pasif menghisap 4.000 jenis bahan kimia saat terpapar asap rokok orang lain. Beberapa racun yang paling mematikan dalam rokok antara lain, tar yang mengiritasi pada paru-paru dan menyebabkan kanker. Kemudian, karbonminiksida yaitu gas beracun yang menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh, nikotin sebagai racun penyebab kecanduan bergabung dengan zat lain yang menyembabkan penyempitan pembuluh darah. Rokok juga mengandung bahan-bahan lain penyebab kanker. Sayangnya, bagi Anda perokok pasif akan menghisap kandungan zat berbahaya lebih banyak dari perokok aktif yaitu tar dan nikotin tiga kali lebih banyak, karbon monoksida lima kali lipat dan gas-gas berbahaya lainnya 50 kali lebih tinggi. Jumlah perokok di Indonesia menempati urutan ke tiga setelah China dan India. Sekitar 2.000 orang meninggal dunia setiap hari karena rokok. Sementara 43 juta anak Indonesia dan 64 juta perempuan terpapar asap rokok orang lain. Lebih dari 150 juta orang Indonesia "dipaksa" menghirup asap rokok orang lain. Dr. Widyastuti Soerojo, MSC, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyrakat Indonesia (IAKMI) dalam tulisannya menyebutkan, asap rokok meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker payu hingga 30%. Selain itu, risiko terkena penyakit kronis lain seperti kanker mulut, kanker lambung dan kanker hati sekitar 8-17 kali lebih besar. Dia juga menuturkan, asap rokok berdampak pada kehamilan dengan risiko bayi prematur, sindrom kematuan bayi mendadak dan pertumbuhan janin terhambat serta keguguran. Anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko mendeerita penyakit nafas dua kali lebih besar dari anak non perokok. Juga berisiko mengalami penyakit telinga tengah dan keterlambatan pertumbuhan serta menurunnya fungsi paru. (ri)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:18 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 1:02 pm

600.000 PEROKOK PASIF TERBUNUH TIAP TAHUN
Jumat, 26/11/2010 11:48 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Geneva, Sangat ironis nasib perokok pasif yang juga ikut menghirup dan merasakan efek negatif dari asap rokok si perokok aktif. WHO menyatakan ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa perokok pasif turut menyumbang 1 persen jumlah kematian global di seluruh dunia. Jumlah ini berarti ada sekitar 600.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahun akibat kebiasaan merokok orang lain. Dalam studi pertama yang menilai dampak global perokok pasif, tim ahli WHO menemukan bahwa anak-anak merupakan korban terbanyak yang terpapar asap rokok sekunder, dan sekitar 165.000 anak meninggal tiap tahunnya karena asap rokok. "Dua pertiga kematian terjadi di Afrika dan Asia Selatan," ujar tim peneliti yang dipimpin Annette Pruss-Ustun dari WHO, di Geneva, dilansir Reuters, Jumat (26/11/2010). Menurut Pruss-Ustun, paparan bagi perokok pasif paling banyak terjadi di rumah. Dan penyakit menular dan efek tembakau tampaknya merupakan kombinasi yang mematikan bagi anak-anak. Kematian akibat asap rokok sekunder pada anak-anak cenderung banyak terjadi di negara-negara miskin dan menengah, sedangkan kematian pada orang dewasa tersebar di negara-negara dengan semua tingkat pendapatan. Dari data WHO, ada sekitar 40 anak-anak, 35 wanita non-perokok dan 33 persen laki-laki non-perokok yang terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif pada tahun 2004.Paparan ini diperkirakan telah menyebabkan 379.000 kematian akibat penyakit jantung, 165.000 akibat infeksi saluran pernapasan, 36.900 karena asma dan 21.400 karena kanker paru-paru.

"Dan untuk dampak secara keseluruhan, kematian akibat rokok bertambah menjadi 5,1 juta kematian per tahun karena penggunaan tembakau aktif," tambah Pruss-Ustun. Pruss-Ustun mendesak negara-negara untuk menegakkan WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), agar bisa menerapkan langkah-langkah seperti meningkatkan pajak tembakau yang lebih tinggi, kemasan rokok polos dan larangan iklan rokok. "Pembuat kebijakan di setiap negara harus ingat bahwa menegakkan hukum bebas asap rokok akan secara substansial mengurangi jumlah kematian yang disebabkan paparan asap rokok sekunder dalam tahun pertama pelaksanaannya, dengan disertai penurunan biaya pengobatan penyakit di sistem sosial dan kesehatan," kata Pruss-Ustun.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar. Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh. Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok. Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya. Dilansir dari National Cancer Institute, Jumat (11/12/2009), badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:19 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Tue Jun 19, 2012 8:27 am

AGAR TIDAK MENJADI PEROKOK PASIF
Jumat, 18 November 2011 | 09:24 WIB
Kompas.com - Perokok pasif memiliki risiko terhadap sejumlah penyakit yang hampir sama dengan perokok aktif, bahkan bisa jadi lebih berat. Dengan langkah sederhana ini, Anda bisa mengurangi atau menghilangkan asap rokok dan menghindari diri dari perokok pasif.

- Tidak ada yang merokok di rumah
Buat aturan agar rumah menjadi tempat bebas asap rokok. Bila ada anggota keluarga, sanak famili, maupun tamu yang ingin merokok, minta mereka merokok di luar rumah. Jangan bergantung pada sistem ventilasi atau pun bukaan jendela untuk membersihkan udara di dalam rumah.

- Stop merokok di dalam mobil
Selain rumah, minta seluruh anggota keluarga, termasuk teman, yang ingin menumpang kendaraan Anda untuk tidak merokok di dalam mobil.

- Pembatasan tempat merokok di tempat kerja
Beruntung saat ini sudah ada aturan yang tidak membolehkan perokok mengisap rokok di dalam ruangan, termasuk ruang kerja. Kalau kantor Anda belum menjalankan aturan tersebut, minta perusahaan segera menerapkannya. Toh aturan ini juga bernilai positif bagi seluruh karyawan.

- Hargai tempat bebas asap rokok
Banyak restoran, mal, maupun tempat hiburan yang benar-benar menerapkan aturan bebas asap rokok. Beri apresiasi kepada pihak manajemen bila menjumpai tempat bebas asap rokok ini.

- Jauh-jauh dari perokok
Bila Anda mesti berbagi ruang dengan perokok, duduk sejauh mungkin dari mereka. (GHS/dee)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:21 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Tue Jun 19, 2012 6:30 pm

FAKTA FAKTA YANG DIALAMI SI PEROKOK PASIF
Kamis, 19/07/2012 11:57 WIB Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Menjadi perokok pasif memiliki risiko kesehatan yang hampir sama bahanya dengan perokok aktif. Menurut WHO, kematian yang menimpa perokok pasif di dunia mencapai 600.000 jiwa setiap tahunnya. Berikut adalah 9 fakta yang harus Anda ketahui tentang perokok pasif, seperti dilansir health.india, Kamis (19/7/2012) yaitu:

1. Anda dapat menjadi perokok pasif ketika Anda menghirup udara yang telah tercemar oleh asap produk tembakau dimanapun Anda berada.

2. Pada orang dewasa, perokok pasif dapat menyebabkan penyakit jantung dan pernapasan yang serius, termasuk penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru. Bayi yang menjadi porokok pasif dapat menyebabkan kematian mendadak dan pada wanita hamil akan menyebabkan berat lahir bayi yang rendah.

3. Sekitar 40 persen dari anak-anak yang menjadi perokok pasif, umumnya terpapar asap rokok di lingkungan rumah. Sebanyak 31 persen kematian yang diakibatkan oleh perokok pasif terjadi pada anak-anak.

4. Remaja yang menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya, meningkatkan keinginan untuk mulai merokok sampai dua kali lipat lebih besar dibanding remaja lain yang tidak menjadi perokok pasif.

5. Para perokok pasif memiliki beban ekonomi hingga 10 persen untuk keperluan biaya kesehatan terkait paparan asap rokok.

6. Area merokok yang terpisah atau ventilasi tidak melindungi orang yang non perokok dari asap rokok.
Asap rokok tetap dapat menyebar dari area merokok menuju area bebas rokok, bahkan jika pintu antara dua daerah tersebut tertutup.

7. Tidak ada tingkatan aman terhadap paparan asap rokok.
Satu-satunya cara melindungi diri dari efek berbahaya menjadi perokok pasif adalah dengan menciptakan lingkungan yang 100 persen bebas asap rokok. Hal ini diatur dalam pasal 8 Framework Convention on Tobacco Control yang dinyatakan oleh WHO.

8. Ada lebih dari 4000 bahan kimia dalam asap tembakau.
Sekitar 250 bahan kimia telah diketahui berbahaya bagi kesehatan dan lebih dari 50 bahan kimia berpotensi menyebabkan kanker. Laporan menunjukkan bahwa ada sekitar 600.000 kematian yang dialami oleh perokok pasif per tahunnya.

9. WHO kini mulai mencanangkan ketentuan untuk mengendalikan penggunaan tembakau di dunia.
Hal ini berguna melindungi orang yang bukan perokok menjadi perokok pasif oleh ulah para perokok yang tidak bertanggung jawab.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:24 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 30, 2012 11:17 am

2 ANCAMAN TERBURUK BAGI PEROKOK PASIF
30 Juni 2012 09:30 WIB Media Indonesia - Penulis : Prita Daneswari
BERTAMBAH lagi bukti betapa berbahayanya merokok. Bukan hanya bagi si perokok itu sendiri, melainkan juga bagi orang di sekitarnya. Sebuah studi baru menyebutkan orang dewasa yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas dan diabetes tipe 2. Kesimpulan itu adalah hasil dari sebuah studi baru yang dilakukan Theodore C Friedman MD PhD, ketua Departemen of Internal Medicine di Charles R. Drew University di Los Angeles. "Upaya lebih memang perlu dilakukan untuk mengurangi seseorang terpapar asap," kata Friedman. Penelitian ini telah menunjukkan hubungan antara merokok dan peningkatan diabetes tipe 2 meskipun fakta bahwa sebagian besar perokok lebih ramping jika dibandingkan nonperokok. Dalam studi ini, peneliti memantau sekelompok orang dengan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik. Mereka menemukan bahwa, jika dibandingkan dengan nonperokok, perokok pasif memiliki ukuran resistensi insulin yang lebih tinggi. Itu merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2, kadar glukosa dalam darah yang tinggi, dan A1c hemoglobin yang lebih tinggi. Perokok pasif juga memiliki tingkat diabetes tipe 2 lebih tinggi, seperti yang didefinisikan oleh hemoglobin A1C lebih besar dari 6,5 persen. Selain itu, perokok pasif juga memiliki indeks massa tubuh lebih besar jika dibandingkan dengan bukan perokok, lapor Friedman. "Hasil ini menunjukkan bahwa hubungan antara asap rokok dan diabetes tipe 2 bukan karena obesitas," kata Friedman. Peneliti pun mencatat bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan apakah asap rokok merupakan penyebab diabetes. (Times of India/Pri/OL-06)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jul 02, 2012 7:48 pm

AWAS, PEROKOK PASIF LEBIH BERISIKO DIABETES
Selasa, 26 Juni 2012, 09:33 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah studi terbaru menunjukkan, pada orang dewasa perokok pasif lebih beresiko terkena obesitas dan diabetes tipe 2. Peneliti menunjukkan, mereka yang terkena paparan asap rokok lebih beresiko dibandingkan dengan perokok itu sendiri. Penelitian melibatkan lebih dari 6300 orang dewasa. Mereka ambil bagian dalam survey Kesehatan dan Gizi Nasional Amerika Serikat. Dari hasil survey dan penelitian ditemukan, mereka yang terkena asap rokok memeiliki beban lebih berat dan beresiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Para peneliti di Universitas Charles R. Drew AS menemukan, dibandingkan dengan perokok orang yang terkena asap rokok lebih beresiko. Mereka memiliki tingkat resistensi insulin lebih tinggi, ini yang menyebabkan diabetes tipe 2, meningkatkan kadar gula darah , dan meningkatkan hemoglobin A1c. Sementara itu, baik perokok dan perokok pasif memiliki tingkat diabetes yang sama. Mereka memiliki hemoglobin A1c lebih tinggi dari yang tak merokok atau tak terkena asap rokok. Peneliti hanya menemukan hubungan antara paparan asap rokok dengan peningkatan resiko obesitas dan diabetes tipe 2. Namun, mereka tak menjelaskan secara rinci hubungan sebab akibat ketiganya.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 8:17 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jul 07, 2012 4:39 pm

PEROKOK PASIF LEBIH CENDERUNG MATI KARENA JANTUNG DAN KANKER PARU
Rahma Lillahi Sativa - detikHealth Senin, 18/06/2012 15:33 WIB
Jakarta, Perokok memang sudah diwanti-wanti karena lebih banyak meninggal akibat kerusakan paru-paru dan sistem pernafasannya. Namun ternyata ada pihak yang lebih dirugikan kesehatannya yaitu perokok pasif atau orang yang tidak merokok namun banyak terpapar asap rokok. Sebuah studi yang dilakukan selama 17 tahun oleh tim peneliti dari China menemukan bahwa dibandingkan dengan orang dewasa yang tinggal dan bekerja di lingkungan yang bebas asap rokok, orang dewasa yang terpapar asap rokok lebih cenderung meninggal akibat penyakit jantung atau kanker paru-paru. Perokok pasif ini juga lebih mungkin meninggal akibat stroke atau penyakit emfisema paru, padahal kedua penyakit ini sebenarnya memiliki relevansi yang relatif lemah terhadap perokok pasif. Namun temuan ini tidak dapat membuktikan secara definitif bahwa asap rokok adalah tersangka utamanya, tetapi para peneliti mampu memperhitungkan beberapa faktor penting lainnya seperti usia, pendidikan, pekerjaan, tekanan darah dan kadar kolesterol si perokok pasif. Selain itu, hubungan antara perokok pasif dan kematiannya tetap ada, ungkap tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Yao He dari PLA General Hospital di Beijing. Joanna Cohen, direktur Institute for Global Tobacco Control di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore yang tidak terlibat dalam studi ini berkomentar bahwa temuan ini memberikan bukti adanya hubungan "respon dan dosis" yang berarti risiko kematian seseorang bisa meningkat karena risiko paparan asap rokoknya juga meningkat. Meski begitu bukti ini dianggap tidak cukup untuk mengatakan adanya "hubungan sebab-akibat" itu, catat Cohen. Temuan saat ini didasarkan pada pengamatan terhadap 910 orang dewasa selama hampir dua dekade. Pada awalnya, 44 persen mengaku tinggal bersama dengan perokok, sementara 53 persen merupakan perokok pasif di tempat kerja. Beberapa tahun berikutnya, 249 partisipan meninggal. Dari situ akhirnya ditemukan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru dan emfisema 2-3 kali lebih tinggi diantara partisipan yang terkena asap rokok. Sayangnya dalam studi ini, jumlah orang yang meninggal dari setiap penyebab cukup kecil. "Jumlah kasus kematian yang kecil membuat kami lebih kesulitan untuk mendapatkan perkiraan yang tepat," lanjutnya seperti dilansir dari newkerala, Senin (18/6/2012). Namun menurut Cohen, hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Chest ini memberikan bukti nyata bahwa perokok pasif bisa berisiko lebih tinggi, tidak hanya terhadap penyakit jantung dan kanker tertentu, tetapi stroke dan emfisema juga.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 8:19 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jul 09, 2012 6:39 pm

PEROKOK PASIF KENA DAMPAK LEBIH BESAR
Penulis : Paramitha Devi | Senin, 30 Agustus 2010 | 09:29 WIB
KOMPAS.com - Konsumsi rokok telah mengakibatkan kematian 400ribu orang setiap tahunnya. Tidak hanya mengakibatkan kematian, rokok juga dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit. Hal ini dapat menurunkan produktivitas kerja nasional dan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Yang tidak dapat diremehkan akibatnya adalah orang yang hidup dengan orang lain yang merokok. Entah itu perempuan dengan suami perokok, atau orang yang bekerja di lingkungan yang penuh asap rokok. Sebab, perokok pasif juga akan mendapatkan pengaruh buruk dari rokok "Dampak yang diderita oleh perokok pasif sama dengan dampak yang diderita oleh perokok aktif," kata Fuad Baradja dari Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok, saat konferensi pers "Upaya Mencegah Anak Merokok: Penyampaian Dukungan Ormas se-Jawa dan Sumut untuk Peningkatan Harga Rokok" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (26/8/2010) lalu.

Dampak yang akan dialami perokok pasif bahkan akan lebih besar dibandingkan dengan perokok aktif. Pasalnya, banyak perokok yang tidak benar-benar mengisap dalam-dalam rokoknya sehingga asap yang dikeluarkannya jauh lebih banyak dan asap inilah yang terisap orang di sekitarnya. Bahaya asap rokok bagi perokok pasif ini semakin berlipat ganda jika para perokok aktif merokok di ruang tertutup. Perempuan yang memiliki pasangan perokok akan menghadapi risiko beberapa penyakit, seperti kanker rahim ataupun kanker payudara. Asap rokok juga akan berdampak buruk bagi wanita yang sedang hamil.

Perempuan yang sedang hamil sebaiknya tidak berdekatan dengan asap rokok. Sebab hal tersebut dapat mengganggu kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Berbagai kelainan dapat diderita oleh sang anak ketika lahir, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah. Banyak pula kasus bayi yang meninggal di dalam kandungan, atau meninggal saat dilahirkan. Asap rokok menyebabkan ancaman kerugian lebih besar kepada anak-anak yang orangtuanya merokok atau perokok pasif. Menurut hasil sebuah penelitian terbaru para ilmuan dari Universitas Hongkong, bayi dan anak-anak yang berada di lingkungan perokok tercatat 50 persen lebih sering berobat ke rumah sakit akibat penyakit infeksi. Anak-anak perokok pasif juga 75 persen lebih sering menjalani pengobatan penyakit seperti gangguan pernafasan dan meningitis. Jika Anad mendapatkan pasangan yang menjadi perokok aktif, ada baiknya Anda mendorong pasangan untuk berhenti merokok. Dengan mendapatkan pasangan yang telah berhenti merokok, kehidupan yang sehat pun dapat diperolehnya.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 8:37 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
M e r o k o k
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 20Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 12 ... 20  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: