Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 M e r o k o k

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 11 ... 20  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 16, 2012 6:03 pm

MEROKOK HAMBAT PERKEMBANGAN BAKAL JANIN
Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 9 Juli 2012 | 10:22 WIB
KOMPAS.com - Merokok memang wajib dihindari oleh calon ibu yang sedang merencanakan kehamilan atau yang sedang hamil. Salah satu dampak negatif rokok terhadap kesehatan bayi adalah meningkatnya risiko keguguran. Studi teranyar menunjukkan embrio (calon janin) dari ibu perokok berkembang lebih lambat ketimbang yang bukan perokok. Dalam sebuah penelitian menggunakan teknologi fotografi, para peneliti mengamati pertumbuhan 868 embrio yang tengah menjalani program fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung. Sekitar 139 wanita dari kelompok responden adalah perokok. Karena menggunakan metode bayi tabung maka seluruh embrio dalam penelitian ini dikembangkan di laboratorium. Dengan demikian dokter bisa memeriksa embrio melalui embryoscope yang memungkinkan embrio itu bisa diamati dari dekat tanpa mengganggunya. Pada waktu-waktu tertentu, para peneliti memotret embrio tersebut, mulai dari sejak dibuahi sampai siap ditanam pada rahim calon ibu.

Pada setiap tahap perkembangan, ternyata embrio dari wanita perokok selalu tertinggal dari embrio wanita bukan perkok. Pada perkembangan sel tahap lima, embrio dari wanita yang bukan perokok berkembang dalam 49 jam sedangkan merek yang merokok butuh waktu 50 jam. Pada perkembang sel tahap delapan, embrio dari wanita perokok memerlukan setidaknya empat jam lebih lama untuk berkembang ketimbang yang bukan perokok. "Jika Anda ingin punya bayi, berhentilah merokok," kata peneliti utama sekaligus peneliti senior embriologi, Dr Thomas Freour. Menurut Dr Allan Pacey, pakar andrologi di University of Sheffield mengatakan studi yang menggunakan embryoscope ini adalah pionir di bidngnya. "Dengan teknologi ini para ilmuwan bisa mengamati perkembangan embrio secara real-time tanpa mengganggunya," katanya. Pacey menambahkan, penggunaan teknolgi embryiscope tersebut memang baru, karenanya masih akan terus digali apakah teknologi itu potensial mengingat selama ini penelitian embrio baru bisa dilakukan melalui mikroskop.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:54 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 16, 2012 6:04 pm

PEROKOK TERANCAM KANKER LIDAH
Kamis, 25 Desember 2008 20:44 WIB
Republika.co.id - JAKARTA-- Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah dapat memicu kanker lidah. Waspadai bercak putih pada sariawan yang juga tidak kunjung sembuh. Hal tersebut juga bisa menjadi pemicu timbulnya kanker lidah. Lidah merupakan organ yang sangat penting pada tubuh yang sama pentingnya dengan bagian tubuh lainnya. Nyatanya lidah dapat terkena kanker (tumor ganas). Menurut dokter gigi Klinik Bakti Asih, Pondok Kacang Ciledug Tangerang, drg Tuti Octavira, berdasarkan anatominya, lidah dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu 2/3 depan (anterior) yang dapat digerakkan (termasuk dalam bagian dari rongga mulut) dan 1/3 belakang (posterior) yang tidak dapat bergerak (termasuk dalam bagian orofaring). “Mereka merupakan satu kesatuan, walaupun berasal dari perkembangan jaringan embrio yang berbeda,” ujar dokter Tuti. Lebih lanjut dia menjelaskan, insiden kanker lidah meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Umumnya terjadi pada usia sekitar 60 tahun, tetapi saat ini telah terjadi pergeseran usia sehingga banyak ditemukan pada usia lebih muda.

Kebanyakan perokok adalah pria. Tak heran jika pria lebih banyak menderita kanker lidah dari pada wanita dimana perbandingannya adalah 2:1. Tapi kondisi tersebut, kata dokter Tuti juga mulai bergeser karena sudah banyak wanita merokok. "Kasusnya pun menjadi banyak juga terjadi pada wanita," ungkapnya. Faktor predisposisi utama terjadinya kanker lidah ini adalah alkohol dan tembakau, selain itu pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai, kebersihan mulut yang buruk, radang kronis dan genetik. Kanker lidah yang paling sering terjadi adalah tipe karsinoma sel skuamosa, jelas dokter Tuti. Sedangkan untuk jenis yang lainnya jarang terjadi. Kanker lidah umumnya terjadi pada bagian tepi lateral, bisa berbentuk eksofitik, infiltratif, dan ulkus Gejala kanker lidah, dijelaskan Tuti, biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat, mudah berdarah, nyeri lokal, nyeri yang menjalar ke telinga, nyeri menelan, sulit menelan, pergerakan lidah menjadi semakin terbatas. "Pada stadium lanjut terjadi kesulitan untuk membuka mulut (trismus) dan adanya pembesaran kelenjar leher," imbuhnnya.

Tuti menuturkan, pencegahan kanker lidah ini, tentunya dengan menghindari faktor-faktor resiko yang bisa mencetuskan timbulnya kanker lidah tersebut. Menurut beberapa penelitian, dapat diberikan retinoid untuk pencegahan kanker lidah dari premalignant (awal dari keganasan) menjadi malignant (keganasan), dan juga untuk mencegah timbulnya tumor kembali di tempat yang berbeda (second primary tumor) dengan cara menstabilisasikan membran mukosa. Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah ternyata memicu kanker. Lidah bisa mengering karena paparan asap rokok. “Kalau itu terpapar bolak balik mekanismenya akan bekerja berlebihan. Akhirnya orang yang berbakat untuk kanker, sel-selnya berubah menjadi ganas yang akhirnya akan menjadi kanker lidah,” ucap dokter kelahiran Medan, 6 oktober 1981. Bukan hanya asap rokok, anda yang malas menjaga kebersihan mulut dan gigi memiliki resiko terkena kanker lidah, karena kuman yang berjangkit lama-lama menjadi jamur, akhirnya berkembang menjadi kanker juga bisa menjadi pemicu dari kanker lidah. (cr1/ri)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:54 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 16, 2012 6:05 pm

KENA ASAP ROKOK JAUH LEBIH BAHAYA DARIPADA KENA UDARA KOTOR
Sabtu, 14/07/2012 07:42 WIB Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Perokok pasif lebih berbahaya dari yang Anda pikirkan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghirup udara yang telah terpapar asap rokok lebih berbahaya daripada menghirup udara yang yang terpapar polusi biasa. Para peneliti menemukan bahwa perokok pasif atau orang yang terpapar asap rokok 16 kali lebih berbahaya daripada paparan polusi udara biasa. Hal ini disebabkan karena asap rokok dapat meningkatkan jumlah partikel halus di udara yang berbahaya berkali-kali lipat banyaknya. Studi dilakukan selama 5 minggu dengan memasang monitor udara yang digunakan untuk mengukur kualitas udara pada sebuah jalan di depan pusat perbelanjaan. Ada sekitar 284 orang yang merokok di sepanjang jalan tersebut. Peneliti menemukan bahwa setiap kali ada perokok yang menghembuskan asap rokok, sekitar 70 persen partikel halus tersembur ke udara dibandingkan ketika tidak ada perokok yang melewati jalan tersebut. Seperti dilansir health.india, Sabtu (14/7/2012), partikel tersebut sangat halus dan hanya berukuran kurang dari 2,5 milimeter. Partikel tersebut juga mempengaruhi udara sekitar hingga radius 2,6 meter dari sumber. Sehingga ketika Anda sedang berdiri di samping orang yang sedang merokok, Anda terancam menghirup udara yang lebih berbahaya 16 kali lipat daripada ketika Anda menghirup udara yang tercemar polusi lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mematuhi larangan merokok di tempat umum karena dapat membahayakan orang lain yang terkena asap rokok.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 11:00 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Jun 17, 2012 7:45 pm

25 PENYAKIT ANCAM PEROKOK USIA PRODUKTIF
TEMPO.CO – Jum, 15 Jun 2012
TEMPO.CO, Jakarta--Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menyatakan setidaknya ada 25 jenis penyakit yang mengancam perokok aktif. "Ini karena mereka menghirup setidaknya 4.000 bahan kimia saat mengisap rokok," kata Tjandra dalam seminar »Konsumsi Rokok Mengancam Bonus Demografi” di Hotel Atlet Century. Dari 25 macam penyakit itu, yang paling berbahaya dan paling banyak menyerang perokok adalah kanker paru-paru, serangan jantung koroner, hipertensi, dan gangguan janin pada ibu hamil. »Gangguan liver, penyakit persendian, dan kanker pita suara juga mulai banyak menyerang perokok,” kata Tjandra. Ironisnya, menurut catatan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mayoritas perokok adalah kelompok usia produktif. Dengan demikian, ancaman penyakit dan penurunan kualitas kesehatan itu juga lebih banyak menyerang usia produktif. »Artinya, ada ancaman terhadap produktivitas penduduk Indonesia,” kata Abdillah Ahsan, peneliti Lembaga Demografi FE-UI.Menurut Abdillah, data Survei Sosial Ekonomi Nasional dan Riset Kesehatan Dasar menunjukkan, dari 1995 sampai 2007, jumlah perokok usia 15-19 tahun telah meningkat lebih dari 200 persen. "Sekarang total perokok remaja sudah 4,2 juta orang. Ini kelompok usia produktif," kata dia.

Untuk menjaga produktivitas penduduk, Wakil Kepala Lembaga Demografi FE-UI Dwini Handayani menekankan pentingnya mencegah peningkatan jumlah perokok, terutama usia remaja. Salah satunya dengan segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tembakau. »Peraturan itu sangat efektif untuk menekan peningkatan jumlah perokok muda,” kata dia. Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Emil Agustiono, mengatakan saat ini RPP Tembakau sudah di tangan presiden untuk segera ditetapkan. Menanggapi kekhawatiran sejumlah petani tembakau, Staf Khusus Kementerian Kesehatan Bidang Politik Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, menyatakan RPP tidak akan merugikan petani tembakau. "Tidak ada satu pun pasal yang melarang orang bertani tembakau," kata Bambang. Bambang menjelaskan, RPP Tembakau tidak melarang produksi rokok atau kegiatan merokok sehingga tidak akan mengurangi pendapatan petani tembakau. »Lebih dimaksudkan untuk menghindarkan bahaya rokok bagi yang bukan perokok, terutama ibu hamil dan anak-anak. Caranya dengan mengatur tempat-tempat khusus untuk merokok,” katanya. Dalam RPP tersebut akan diatur ihwal kewajiban memasang gambar peringatan bahaya rokok yang ukurannya 40 persen dari luas bungkus rokok. Selain itu, RPP mengatur soal perluasan kawasan tanpa rokok. »Orang tidak diperkenankan lagi merokok di dalam ruang yang tidak terhubung langsung dengan udara bebas,” kata Bambang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 10:41 am

'PEMBUNUH SADIS' MENEWASKAN 300 RIBU ORANG TIAP TAHUN
Rabu, 30 Mei 2012, 10:12 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Siapakah pembunuh sadis itu? Pembunuh itu bernama rokok. Tanpa tanggung, mesin pembunuh itu diperkirakan telah menyebabkan kematian 300 ribu orang per tahun di Indonesia sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik. "Lebih dari 80 perokok ada di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan prevalensi perokok adalah sebesar 34,7 persen," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng. Rokok yang tiap batangnya mengandung lebih dari 4.000 jenis racun merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit dimana nikotin diketahui berkontribusi terhadap kanker paru-paru, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, infertilitas pria dan juga terhadap terjadinya disfungsi ereksi. Prevalensi perokok di Indonesia sendiri tidak banyak berubah data Riskesdas tahun 2007 yang mencatat prevalensi perokok sebesar 33,4 persen namun perhatian besar diberikan terhadap meningkatnya jumlah perokok remaja seperti dalam survei yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey 2009 yang menunjukkan bahwa 20,3 persen pelajar SMP merokok. Dibandingkan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1995, jumlah perokok remaja naik lebih dari dua kali lipat dimana peningkatan perokok pada remaja perempuan meningkat lebih pesat dibandingkan perokok remaja perempuan. Jumlah perokok anak juga naik enam kali lipat dalam 12 tahun yaitu 71.126 anak pada 1995 menjadi 426.214 anak pada 2007. Pemerintah, disebut Ekowati telah mengeluarkan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia antara lain melalui UU No.36/2009 tentang Kesehatan. "Di UU Kesehatan, pasal 113 mengatur mengenai pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif dan pasal 114 tentang peringatan kesehatan dan pasal 115 mengenai kawasan tanpa rokok," kata Ekowati merinci. Namun, peraturan pemerintah pendukungnya yaitu RPP Pengendalian Dampak Produk Tembakau yang telah dibahas sejak munculnya UU tersebut hingga kini belum juga disahkan oleh Presiden. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Asril Rusli sebelumnya mengatakan RPP tersebut telah selesai pembahasannya dan tinggal menunggu disahkan, bahkan telah diagendakan dalam rapat terbatas kabinet dengan presiden namun belum juga disahkan.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:21 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 10:50 am

PEROKOK SAYANGI JANTUNGMU
Senin, 31 Mei 2010 | 15:48 WIB
Kompas.com - Banyak orang masih beranggapan bahwa rokok hanya merusak paru-paru. Padahal, berbagai penyakit lain mengintai para perokok, salah satunya adalah serangan jantung. Merokok merupakan faktor risiko peringkat pertama untuk penyakit kardiovaskular. Jika Anda merokok, risiko terkena serangan jantung atau stroke menjadi dua kali lipat lebih besar dibanding dengan mereka yang bukan perokok. "Rokok merupakan salah satu faktor risiko serangan jantung, selain faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol, dan gula darah tidak terkontrol," kata dr.Aulia Sani, SpJP (K), ahli jantung dan pembuluh darah dari RS.Harapan Kita, Jakarta.

Dalam jangka panjang, rokok akan menganggu proses metabolisme kolesterol sehingga pada orang yang merokok ditemukan kadar lemak jahatnya (LDL) tinggi. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan penyempitan arteri. Pembuluh arteri para perokok mempunyai lebih banyak timbunan lemak (plak) dibanding dengan yang bukan perokok. Efek penimbunan lemak tersebut diperparah dengan naiknya tekanan darah sebagai efek buruk nikotin dan karbonmonoksida, yang dihirup dari asap rokok. Dengan merokok, kelenjar adrenalin akan terangsang untuk mengeluarkan hormon yang sesaat akan meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. Selain itu, merokok menurunkan jumlah oksigen yang dipasok ke jantung.

"Makin awal menjadi perokok, makin cepat seseorang mengalami kelainan jantung. Akibatnya di usia produktif ia sudah terkena berbagai penyakit," papar dr.Aulia. Oleh sebab itu, pria berusia di atas 30 tahun, apalagi ia seorang perokok, disarankan untuk memeriksakan kondisi jantungnya. "Penyakit jantung itu baru muncul kalau penyakitnya cukup berat, misalnya penyempitan sudah 70 persen. Sebelumnya tidak akan terasa gejala apa pun," ujarnya. Cepat lambatnya pengaruh rokok bagi kesehatan sangat tergantung pada kondisi individu. "Memang tergantung pada kerentanan tubuh seseorang dan jumlah rokok yang diisap. Tapi kita tidak pernah tahu bagaimana daya tahan tubuh kita, lagipula secara statistik pasien penyakit jantung sebagian besar adalah perokok," tegasnya.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 11:04 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 10:51 am

KEMATIAN AKIBAT ROKOK MELONJAK 3x LIPAT
Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 23 Maret 2012 | 09:36 WIB
KOMPAS.com — Angka kematian akibat merokok terus meningkat. Sebuah laporan terbaru yang dilansir oleh World Lung Foundation (WLF) mencatat, kematian akibat merokok melonjak hampir tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir. WLF dan American Cancer Society mengatakan, jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka satu miliar orang akan mati akibat penggunaan tembakau pada abad ini atau satu orang akan meninggal setiap enam detiknya. Seperti dilansir www.tobaccoatlas.org, tembakau telah membunuh 50 juta orang dalam 10 tahun terakhir, dan rokok bertanggung jawab atas lebih dari 15 persen dari semua kematian pria dan 7 persen kematian perempuan. Di China, tembakau telah menjadi pembunuh nomor satu—yang menyebabkan 1,2 juta kematian per tahun—dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 3,5 juta setahun pada 2030. Michael Eriksen, salah satu peneliti dan Direktur Institute of Public Health Georgia State University, mengatakan, tren yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa adanya penurunan tingkat merokok di negara maju, tetapi peningkatan justru terjadi di negara miskin. "Jika kita tidak bertindak, maka ke depannya hal ini akan lebih mengerikan, dan beban kematian yang disebabkan oleh tembakau akan semakin tinggi di negara berkembang, terutama Asia, Timur Tengah, dan Afrika," katanya.

Eriksen mengungkapkan, hampir 80 persen orang yang meninggal karena penyakit terkait tembakau sekarang datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Turki, 38 persen kematian laki-laki dihubungkan dengan penyakit yang ditimbulkan akibat merokok, meskipun rokok juga masih menjadi pembunuh terbesar perempuan di Amerika. Sementara itu, CEO WLF Peter Baldini menuduh industri rokok tidak peduli tentang efek bahaya yang dapat ditimbulkan dari rokok tersebut. Merokok penyebab utama kanker paru-paru dan beberapa penyakit paru kronis lainnya merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung. Saat ini, lebih dari 170 negara telah menandatangani kesepakatan yang dibuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pembatasan tingkat merokok, perlindungan terhadap para perokok pasif, serta membatasi iklan dan promosi rokok. "Kami tidak akan pernah membiarkan industri tembakau berada di atas angin. Tembakau adalah pembunuh. Tidak boleh diiklankan, disubsidi, atau dibuat glamor," sambung Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 12:58 pm

KENAPA BAU ASAP ROKOK SUSAH HILANG?
Senin, 13/12/2010 11:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Orang yang baru saja merokok baunya bisa ketahuan. Jangankan si perokok, berdiri atau berada di dekat orang yang merokok pun bisa membuat badan bau asap. Kenapa bau asap rokok begitu lengket dan susah dihilangkan? Bau asap rokok ta hanya menempel di luar tubuh seperti pakaian tapi juga bisa menembus kulit, rambut dan dapat mengiritasi saluran hidung serta pernapasan. Bagi orang yang memiliki penyakit asma, sinusitis dan rhinitis bau asap rokok bisa mengganggu selaput sensitif dalam sistem pernapasan. Dikutip dari Howtogetridofstuff.com, Senin (13/12/2010) tidak seperti bau lainnya, bau asap rokok cenderung sulit untuk dihilangkan. Bau yang susah hilang ini karena asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.

Asap rokok ini tidak hanya menempel pada orang yang merokok, tapi juga orang yang menjadi perokok pasif. Sehingga asap rokok yang menempel ini disebut sebagai 'third-hand smoke'. 'Third-hand smoke' adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan banyaknya residu beracun dari asap rokok yang menempel di baju, anggota tubuh seperti tangan dan rambut serta benda-benda lainnya saat terpapar asap rokok. Residu beracun ini umumnya bisa bertahan lama.

Selain itu biasanya seorang perokok akan tetap mengembuskan racun dari napasnya selama beberapa menit setelah mematikan rokok maupaun ketika asapnya sudah hilang. "Bahaya dari third-hand smoke ini sangat nyata. Karena ketika seseorang merokok di tempat manapun, partikulat beracun dari asap rokok ini akan masuk ke dalam rambut dan pakaian," ujar Profesor Jonathan Winickoff dari Massachusetts General Hospital, seperti dilansir BBCNews. Efek dari 'third-hand smoke' ini akan memiliki risiko yang signifikan bagi ibu hamil dan juga balita. Hal ini karena berpotensi merusak kesehatan balita dna juga bayi yang dikandungnya. Untuk menghilangkan bau dari asap rokok ini sebaiknya cuci pakaian dengan menggunakan deterjen yang kuat, dan usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu setelah terpapar asap rokok untuk mengurangi bau asap dan residu yang menempel.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 12:59 pm

40 JUTA PEROKOK AKAN MENINGGAL KARENA TB
Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 6 Oktober 2011 | 06:40 WIB
KOMPAS.com — Sekitar 40 juta perokok diperkirakan akan meninggal dunia karena penyakit tuberkulosis pada 2050. Seperti diketahui, para perokok berisiko lebih besar menderita infeksi paru dan meninggal karenanya. Kebanyakan kasus tuberkulosis (TB) terbaru lebih banyak di Afrika, Mediterania Timur, dan kawasan Asia Tenggara. Yayasan kesehatan paru mengatakan, upaya global untuk menekan jumlah kasus TB terbaru kalah oleh promosi agresif dari industri rokok. "Sudah 20 tahun sejak WHO mendeklarasikan TB sebagi penyakit berbahaya. Sejak saat itu, jumlah penderitanya lebih sering meningkat dibanding berkurang. Sementara itu, para perokok berisiko dua kali lipat untuk terkena penyakit itu dan meninggal," kata dr John Moore-Gillon, pakar tuberkulosis dari Inggris. Perkiraan jumlah penderita TB itu dibuat oleh dr Sanjay Basu dan timnya dari Universitas California. Hampir seperlima orang di dunia adalah perokok dan kasus TB yang tinggi kebanyakan ditemukan di negara tempat perusahaan rokok multinasional meluaskan pasarnya. Menurut perhitungan matematika mereka, kematian antara TB di seluruh dunia pada tahun 2010 dan 2050 bisa melebihi 40 juta orang. Jika tren perokok saat ini terus berlanjut, maka angka kasus baru akan meningkat sampai 18 juta orang. Merokok sendiri diketahui sebagai faktor risiko dari penyakit TB dan kebiasaan itu mengurangi kemampuan paru untuk melawan infeksi. Merokok juga diketahui akan menjauhkan pencapaian target global dalam mengurangi angka kematian akibat TB hingga separuhnya.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:35 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Mon Jun 18, 2012 1:00 pm

ROKOK "CURI" SEPERTIGA DAYA INGAT
Kamis, 22 September 2011 | 11:52 WIB
KOMPAS.com — Penelitian menunjukkan, kebiasaan merokok dapat menggerus atau menurunkan daya ingat seseorang. Menurut temuan para ahli di Northumbria University, AS, para perokok bisa kehilangan sepertiga dari memorinya. Untungnya, mereka yang sembuh dari kecanduan rokok dapat memulihkan kemampuan mengingatnya hingga pada tingkat yang sama dengan mereka yang tidak pernah merokok. Dalam penelitian ini, sekitar 70 orang berusia 18 hingga 25 tahun dilibatkan dalam tes memori. Peserta diikutsertakan dalam kunjungan ke sebuah museum dan diminta untuk mengingat beberapa hal secara detail. Hasilnya menunjukkan, para perokok mencatat hasil yang buruk, yakni hanya mampu mengingat sekira 59 persen dari total tugas yang diberikan. Mereka yang sudah berhenti merokok mampu mencapai 74 persen, sedangkan peserta yang tidak pernah merokok mampu menyelesaikan hingga 81 persen. Dr Tom Heffernan dari Northumbria University’s Collaboration for Drug and Alcohol Research Group menyatakan bahwa temuan ini sangat berguna untuk mendukung kampanye antirokok. Riset ini akan dikembangkan untuk meneliti lebih jauh dampak merokok pasif dan melihat efek dari third-hand smoking, yakni residu atau sisa racun yang tertinggal di benda-benda yang terkena asap rokok, seperti sofa atau tirai.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 24, 2012 10:23 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
M e r o k o k
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 20Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 11 ... 20  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: