Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 M e r o k o k

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 11 ... 18, 19, 20  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 08, 2013 7:32 pm

GENERASI MUDA SEHAT, GENERASI TANPA ROKOK
Jakarta, 4 Juni 2013
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama. SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, menyampaikan bahwa dampak buruk asap rokok yang ada di dalam sebatang rokok yaitu mengandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya untuk tubuh dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik. Dengan komponen utama adalah Nikotin suatu zat berbahaya penyebab kecanduan, Tar yang bersifat karsinogenik, dan CO yang dapat menurunkan kandungan oksigen dalam darah. “Saat ini, perokok pemula remaja usia 10-14 tahun naik 2x lipat dalam 10 tahun terakhir, dari 5,9% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Sementara perokok pemula usia 15-19 tahun menurun dari 58,9% menjadi 43,3%. Keadaan ini menunjukkan adanya pergeseran perokok pemula ke kelompok usia yang lebih muda (Susenas 2004, SKRT 2001)”, tambah Prof. Tjandra. ”Generasi muda harus membiasakan prilaku hidup bersih dan sehat antara lain tidak merokok, hindari berkumpul dengan teman-teman yang sedang merokok, generasi muda juga harus yakin bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan, jangan malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok, perbanyak mencari informasi tentang bahaya rokok, hindari sesuatu yang terkait tentang rokok (sponsor, iklan, poster, rokok gratis), lakukan hal-hal positif lainnya, seperti olah raga, membaca atau hobi lain yang menyehatkan”, ungkap Dirjen P2PL. Lebih lanjut, Dirjen P2PL mengungkapkan, merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kanker paru, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, dan gangguan pembuluh darah, juga menyebabkan penurunan kesuburan, gangguan kehamilan, gangguan pertumbuhan janin (fisik dan IQ), gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal. Selain berdampak buruk bagi kesehatan perokok itu sendiri, Asap Rokok Orang Lain (AROL) juga berbahaya bagi kesehatan orang di sekitarnya, yang dalam hal ini menjadi perokok pasif. AROL adalah gabungan antara asap yang dikeluarkan oleh ujung rokok yang membara dan produk tembakau lainnya serta asap yang dihembuskan oleh perokok. Tidak ada batas aman untuk AROL. Hasil survey menunjukkan bahwa jumlah perokok pasif perempuan di Indonesia 62 juta dan laki-laki 30 juta, dan yang paling menyedihkan adalah jumlah anak usia 0-4 tahun yang terpapar AROL sebesar 11,4 juta anak. Perokok pasif ini mempunyai risiko terkena penyakit kanker 30 % lebih besar dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok, juga terkena penyakit jantung iskemik yang disebabkan oleh asap rokok.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat e-mail kontak@depkes.go.id.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 08, 2013 7:34 pm

2 MITOS PENGHAMBAT KEINGINAN BERHENTI MEROKOK
Wuri Handayani, Stella Maris Sabtu, 8 Juni 2013, 16:51 WIB
VIVAlife - Berdasarkan data Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok. Sekitar 60 persen pria dan 4.5 persen-nya lagi wanita. Dari sekian banyak perokok, tak sedikit di antara mereka yang mengaku sulit menghentikan kebiasaan buruk ini. Keinginan ada, tapi jalan tak semulus bayangan. Menurut, Tata Rahmita Utami, CEO S Clinic Indonesia, sebenarnya banyak perokok yang terjebak mitos sesat, yang membuat sulit untuk berhenti merokok. Apa saja:

Teman sejati
Rokok bukan teman ngopi atau pun teman usai makan. Umumnya ini yang menjadi keberatan para perokok untuk menghentikan kebiasaannya. Hidup tak lengkap tanpa rokok yang Anda sebut sebagai teman sejati ini. Padahal, begitu Anda mengerti apa yang dilakukan nikotin pada tubuh, Anda dapat segera menyadari kalau aktifitas sehar-hari tidak dipengaruhi oleh kebiasaan merokok.

Butuh waktu
Berhenti merokok butuh waktu lama? Salah. Pada dasarnya Anda dapat berhenti merokok tanpa menginginkannya kembali. Caranya: mengatur sugesti. Alihkan perhatian perhatian dari rokok ke kegiatan lainnya. Misalnya mengulum permen, berbincang dengan teman, atau apa saja. Lamanya seseorang hidup sebagai perokok pun tidak lantas membuat si perokok ini membutuhkan waktu lama untuk berhenti. Hanya saja perokok berat sedikit lebih lama untuk menghentikannya. Namun dapat dihentikan total, kalau proses detoksifikasi telah berjalan. Untuk membantu proses detoksifikasi, konsumsi jus buah dan sayuran segar yang tinggi antioksidan dan vitamin C.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 08, 2013 7:44 pm

TERAPI STOP MEROKOK MENGGUNAKAN LASER
Penulis : Rosmha Widiyani | Jumat, 7 Juni 2013 | 11:34 WIB
KOMPAS.com - Ada banyak terapi yang ditawarkan untuk membantu seseorang berhenti merokok mulai dari hipnosis sampai penggunaan koyo atau patch pengganti nikotin. Kini, ada suatu metode baru yang dikembangkan yaitu teknologi laser tingkat rendah (low level laser technology/LLLT) . Terapi ini menggunakan laser yang biasa digunakan untuk perawatan kulit yakni berkekuatan 5 sampai 500 mW. Laser berkekuatan rendah ini dipancarkan pada 29 titik di seluruh tubuh mulai dari wajah, telinga, pergelangan, dan telapak tangan. Menurut ahli LLLT, Philip Gabel, penembakan laser ini bertujuan mempengaruhi ketergantungan seseorang pada nikotin. Teknologi LLLT bekerja dengan cara menstimulasi sel-sel otak yang sudah dalam kondisi ketergantungan. Penyinaran laser ini tidak merusak sel hidup, tetapi mengembalikan struktur biokimia di sel-sel otak agak kembali seperti kondisi sebelum kecanduan. "Akibat dari konsumsi nikotin kita merasa rileks padahal, otak tidak membutuhkannya. Terapi ini akan mengembalikan otak ke kondisi sebelum merokok," kata Gabel pada perkenalan S Clinic di Jakarta, Rabu (5/6/2013) kemarin. Di titik-titik tertentu yang mendapat sinar laser, terang Gabel, terdapat saraf dan pembuluh darah. Dua puluh sembilan ini aksesnya paling besar terhadap kerja otak. Salah satu area yang area yang mendapat penyinaran adalah bibir. Dua titik yang mendapat penyinaran adalah ujung bibir kiri dan kanan. Bibir adalah salah satu area yang terkena dampak langsung merokok. Area bibir biasanya menjadi cepat berkerut dan menghitam. Dua area ini juga memiliki akses besar dalam mempengaruhi ketergantungan pada nikotin. Terapi LLLT terdiri atas 3 sesi. Sesi pertama dilakukan selama satu jam, sementara sisanya kurang dari 30 menit. "Penyinarannya sendiri hanya berlangsung 15 menit. Sisa waktu digunakan untuk konseling dan relaksasi," kata Gabel. Jarak kedatangan sesi pertama dan kedua adalah 3 hari. Sementara sesi kedua sampai tiga sekitar 7 sampai 10 hari. Menurut Gabel, selama dua sesi pertama biasanya pasien sudah merasakan efek terapi LLLT. Stimulasi ini mulai bisa dirasakan selama 12 sampai 24 jam setelah terapi pertama. Kemudian meningkat jadi 4 sampai 6 minggu "Pasien tidak lagi merasa butuh rokok dan menjauhinya. Angka keberhasilan pasien cukup tinggi," kata Gabel yang mengklaim dari 10 pasien yang datang, 9 orang diantaranya berhenti merokok. Kendati begitu, ia berpesan pasien untuk teguh berkomitmen menghentikan rokok. Philip juga berpesan untuk memelihara pola makan, tidur, kerja, dan istirahat yang baik. Hal ini dikarenakan terapi LLLT hanya mempengaruhi keinginan merokok, tidak mengurangi nikotin dalam tubuh. Kadar nikotin dibuang lewat metabolisme tubuh. "Terapi ini memang bisa membantu pasien mengurangi keinginan merokok, tapi kontrol tetap ada pada diri pasien," tandasnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Fri Jun 14, 2013 8:04 pm

KETIKA SI PECANDU BERHENTI MEROKOK
KAMIS, 13 JUNI 2013 | 16:07 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Farmina, dokter spesialis biomedis dan anti-aging di Jakarta menjelaskan tentang cara terbaik untuk berhenti merokok. Menurut dia, mengubah kerja kimiawi otak pecandu rokok dengan cara meyakinkan dirinya terlepas dari ketergantungan. Namun, bagi perokok, berhenti seketika memang sulit. Ada yang memilih menggunakan obat untuk menghentikannya dengan seketika. Namun sebenarnya obat-obatan tidak dapat memutus rantai kecanduan. Bila berhenti mengkonsumsi obat, “Perokok akan kembali merokok,” ujar Farmanina yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. Adapun Philip Gabel, dokter spesialis akupunktur dari Queensland, Australia, obat anti-rokok ini bekerja mengganti zat mirip nikotin yang sudah masuk ke pembuluh darah. “Bila obat ini dihentikan, otomatis tubuh akan menagih lagi zat sejenis nikotin yang sudah telanjur mengubah susunan kimiawi dalam otak,” ujar Gabel dalam seminar yang sama. Karena itu Gabel menawarkan alternatif, yakni teknologi penyinaran laser dengan level rendah di 29 titik tertentu pada tubuh manusia guna mengurangi kecanduan rokok. Menurut Gabel, bukan sinar laser kadar rendah yang mengurangi kebiasaan merokok. Tetapi sinar laser tersebut merangsang beberapa titik saraf yang langsung terhubung dengan proses kimiawi otak, sehingga otak kembali memproduksi hormon dopamin secara normal. “Secara biokimia, sinar laser level rendah ini membantu saraf di tubuh dan otak untuk mengubah cara produksi dopamin dalam otak,” katanya. Dalam presentasinya Gabel memaparkan, terdapat 29 titik saraf di tubuh yang tersambung langsung dengan neurotransmiter di otak yang memproduksi dopamin. Titik-titik ini tersebar di wajah, tangan, maupun kaki. Misalnya saja ada yang di hidung, dahi, kedua ujung bibir, belakang telinga, dan dagu. “Titik itulah yang ditembak dengan sinar laser level rendah,” katanya. Gabel mengklaim 95-100 persen keberhasilan terapi laser level rendah dalam menghentikan kebiasaan merokok. Ia juga menyebutkan terapi laser kadar rendah ini sebagai terapi yang paling aman karena tidak memiliki efek samping. “Tidak menyebabkan infeksi dan perdarahan atau risiko gangguan ginjal karena obat yang tidak termetabolisme dengan baik,” ujarnya. Meski begitu, terapi ini tidak dapat diterapkan pada ibu hamil, pasien yang sedang menjalani terapi laser lain, atau juga pasien yang pernah mengalami kejang. Karena itu, menurut Gabel, sebelum diterapi, ada beberapa prosedur yang harus dilalui, yakni diagnosis fisik oleh dokter, konsultasi psikologi, kemudian simulasi terapi laser. “Baru dilakukan penyinaran,” katanya.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 27, 2013 2:48 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Fri Jun 21, 2013 6:57 pm

WASPADA, PEROKOK BISA JADI PECANDU NARKOBA
Qalbinur Nawawi - Okezone JUM'AT, 21 JUNI 2013 10:15 wib
ANDA suka merokok? Berhentilah mulai sekarang. Pasalnya, kebiasaan ini menjadi pemicu Anda bisa mencicipi narkoba. Hal ini berdasarkan pernyataan Dr. Zaenal Abidin MH, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia menjelaskan, merokok memiliki efek buruk yang sangat banyak, di mana salah satunya ingin mencoba zat adiktif yang lain dan perlahan menjadi pecandu narkoba. Kondisi inilah akhirnya yang membuat IDI memiliki perhatian ekstra kepada tembakau, kendati selalu muncul pro dan kontra. "Kondisi perokok di Indonesia sendiri sudah parah. Anda bisa melihat bagaimana gerakan paru-paru seorang pecandu rokok sedang terengah-engah dan sesak, hal itu sangat mengerikan. Para peneliti juga sudah menjelaskan bahwa merokok banyak mengundang penyakit berdatangan. Mungkin bagi perokok dan produsen bisa bilang rokok bukanlah penyebab utama seorang terkena sakit. Tapi, saya berbicara seperti ini bukan mau membenturkan ya, tapi memang IDI komit kalau merokok itu memang berbahaya," katanya saat ditemui secara eksklusif oleh Okezone di Kantor Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteng, Jakarta, Pusat, belum lama ini. Ditambahkannya, hal ini karena penelitian ekonomi menyatakan biaya pengobatan merokok melebihi dari pendapatan yang didapatkan negara dari rokok. Jadi tentang kesehatan, buat IDI tidak bisa tawar-menawar lagi. "IDI sendiri memang sudah jauh-jauh hari mempelopori bahaya dari merokok, di mana IDI memiliki unit komnas penanggulang tembakau. Sebab bagi IDI, sekaya apa pun Anda namun tak sehat, hal itu akan percuma. Lebih jauh dari itu, penelitian juga telah menunjukkan bahwa hampir semua pengguna narkoba memulai karier dari perokok. Selain itu juga akhirnya akan mengonsumsi alkohol," imbuhnya. Sementara itu, kondisi ini bisa terjadi, Dr. Zaenal berpandangan karena pemerintah belum memiliki undang-undang untuk mengontrol perokok. Sehingga efek buruknya menyebar jauh ke banyak kalangan dari dewasa, tua, sampai remaja dan semua tanpa terkontrol. "Kalau Anda mengikuti diskusi dengan penggiat rokok, di negara ini kita belum ada pengaturan meratifikasi rokok. Sedangkan negara yang belum meratifikasi rokok antar lain Somalia dan Zimbabwe. Coba Anda bayangkan, di negara yang beradab ini, kita setara dengan Somalia dan Zimbabwe. Inilah akhirnya IDI terus mendorong untuk menyadarkan bahwa rokok itu berbahaya," tutupnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Thu Jul 25, 2013 2:27 pm

FAKTA MENGEJUTKAN MENGENAI PECANDU ROKOK
RABU, 24 JULI 2013 | 15:29 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Survei terbaru perusahaan farmasi Pfizer menemukan bahwa para orang tua di Inggris lebih memilih mengurangi biaya keperluan anak ketimbang harus memangkas jatah untuk membeli rokok. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye "Don't Go Cold Turkey". Para peneliti meminta pendapat 6.271 perokok mengenai cara mereka mendapatkan pendanaan untuk merokok saat perekonomian sedang sulit. Seperti yang dilansir Dailymail, survei ini mengungkapkan bahwa orang tua yang menjadi pecandu nikotin akan mengurangi hadiah Natal untuk anak-anak mereka, mengurangi pembelian pakaian, dan juga mengurangi pembelian bahan makanan untuk anak-anaknya. Para orang tua melakukannya supaya bisa mendanai kebutuhan merokok sehari-hari. Survei juga menghasilkan temuan yang dianggap mengkhawatirkan. Para orang tua lebih bersedia mengurangi kualitas hidup anak mereka dibandingkan pergi ke luar rumah tanpa rokok. Jajak pendapat ini mengungkapkan gaya hidup perokok menyebabkan beberapa orang rela mencuri untuk bisa membeli rokok."Sebagian besar perokok sepenuhnya menyadari bahwa kebiasaan merokok membebani keuangan mereka. Namun mereka juga tidak dapat meninggalkan kebiasaan buruk ini,” Dr Sarah Jarvis, yang terlibat dalam kampanye Pfizer, mengatakan. “Rokok bersifat adiktif. Untuk itu diperlukan keinginan dan kesadaran yang kuat serta dukungan dari orang sekitar untuk menghentikan kebiasaan merokok.”
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Thu Jul 25, 2013 2:29 pm

ROKOK MENTHOL LEBIH BERBAHAYA
KAMIS, 25 JULI 2013 | 11:16 WIB
TEMPO.CO, London - Lembaga Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa rokok mentol lebih berbahaya dibandingkan rokok jenis lain. Saat ini lembaga tersebut sedang berkonsultasi untuk membatasi penjualan produk tersebut. FDA mengatakan bahwa rokok dengan rasa mint sama beracunnya dengan rokok lain. Perokok pemula yang berasumsi rokok mint memiliki kadar nikotin rendah ternyata akan menemui kesulitan untuk berhenti. Diungkapkan situs BBC edisi 24 Juli 2013, rokok mentol merupakan salah satu industri tembakau yang sedang berkembang saat ini. Saat ini FDA sedang melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Mereka sedang meminta masukan dari komunitas kesehatan, industri tembakau, dan anggota masyarakat mengenai produk ini. "Rokok mentol mempunyai risiko kesehatan bagi masyarakat, sama seperti rokok non-mentol," demikian hasil penelitian awal FDA. Temuan lainnya dari hasil penelitian itu adalah kualitas cita rasa dingin dan anestetiknya membuat rokok ini terasa kurang tajam dan lebih menggoda untuk para perokok. Kesimpulan laporan tersebut mengikuti hasil temuan sebelumnya yang diungkapkan pada 2011 silam, yang menyatakan bahwa pelarangan rokok mentol akan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Namun industri tembakau menyatakan bahwa rokok mentol tidak perlu mendapatkan perlakuan berbeda dari aturan rokok jenis lainnya. Kelompok mantan pejabat kesehatan, termasuk dua sekretaris kabinet dari era Presiden Carter dan Presiden Bush, mengecam kelambanan FDA. "Kegagalan pemerintah dalam bertindak akan merusak kesehatan masyarakat, dan khususnya berbahaya dan rentan bagi anak-anak muda Amerika dan keturunan Afrika-Amerika," demikian pernyataan bersama mereka. Menurut penelitian sebelumnya dari US Department of Health, hanya sekitar 25 persen perokok putih memilih rokok mentol, sementara lebih dari 70 persen keturunan Afrika-Amerika merokok jenis ini.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Aug 11, 2013 4:53 pm

INI DIA BAHAN KIMIA BERBAHAYA YANG TERDAPAT DALAM ROKOK
Nurvita Indarini - detikHealth Minggu, 11/08/2013 08:03 WIB
Jakarta, Sudah diketahui bersama, merokok adalah aktivitas yang tidak sehat bagi si perokok maupun bagi orang di sekelilingnya. Hal ini karena dalam rokok terkandung bahan kimia berbahaya. Jika terus-terusan memapar tubuh, tentu bahan kimia berbahaya ini bisa menimbulkan penyakit. Secara rata-rata, setiap batang rokok mengandung lebih dari 3.000 bahan kimia berbahaya. Nah berikut ini beberapa bahan kimia berbahaya dalam rokok yang perlu diketahui, seperti dikutip dari Boldsky, Minggu (11/8/2013):

1. Kumarin
Kumarin merupakan bahan tambahan pada makanan yang kini telah dilarang berdasar standar dunia. Namun zat adiktif organik ini masih digunakan secara luas dalam rokok.

2. Timbal
Peningkatan kadar timbal dalam darah dapat menyebabkan keracunan, bahkan menyebabkan kematian dalam kasus yang ekstrem. Timbal juga dikenal sebagai karsinogen.

3. Hidrogen Sianida
Jamak diketahui bahwa sianida adalah racun tercepat di dunia. Dalam kombinasi dengan hidrogen, senyawa kimia ini bisa merusak silia pada saluran bronkial dan paru-paru. Padahal fungsi rambut halus seperti silia biasanya membantu untuk menyeret keluar racun dalam udara yang dihirup.

4. Naftalena
Naftalena atau bahan kapur barus digunakan untuk menjauhkan serangga maupun tikus dari pakaian. Nah, bahan kimia ini juga terkandung dalam rokok. Bayangkan, para perokok itu menghirup bahan kapur barus dari mulutnya.

5. Kromium
Kromium merupakan logam yang jelas-jelas menyebabkan kanker. Namun yang lebih buruk, kromium menempel pada DNA dan menyebabkan kerusakan.

6. Nitrogen Oksida
Nitrogen oksida adalah polutan udara yang dihasilkan pabrik dan mobil. Gas ini beracun dan dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru. Zat ini juga terkandung dalam asap rokok.

7. Kadmium
Kadmium adalah salah satu logam yang digunakan untuk membuat baterai. Pada perokok, zat kimia yang terhirup ini akan disimpan pada lapisan ginjal sehingga bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

8. Amonia
Bau amonia mengingatkan pada pembersih toilet. Bahan kimia berbau busuk ini bisa membuat pusing namun membuat aktivitas merokok menjadi sangat adiktif.

9. Karbon Monoksida
Sekitar lima persen dari asap rokok adalah karbon monoksida. Gas beracun ini menempel pada sel darah merah dan mengurangi daya dukung oksigen darah. Akibatnya, paru-paru rusak dan berpotensi mengembangkan penyakit koroner.

10. Aseton
Aseton adalah bahan kimia yang diakrabi sebagian besar perempuan. Sebab bahan ini terkandung dalam penghilang cat kuku. Nah, rokok mengandung aseton juga. Bayangkan bahan kimia ini masuk melalui saluran udara dan bersemayam di paru-paru.

11. Formaldehida
Formaldehida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan mayat. Nah, zat yang sama juga terkandung dalam rokok, hiii.

12. Tar
Tar yang bersifat karsinogenik muncul saat rokok dibakar. Bahan kimia ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit antara lain kanker, penyakit jantung, impotensi, penyakit darah, enfisema, bronkitis kronik, dan gangguan kehamilan.

13. Arsenik
Arsenik merupakan logam yang dapat dengan mudah meracuni darah. Bahkan banyak pekerja pabrik yang meninggal akibat keracunan arsenik. Akumulasi arsenik dalam tubuh merusak kemampuan sel untuk memperbarui diri.

14. Benzene
Benzene adalah petrokimia yang digunakan untuk men-dry clean pakaian. Kandungan itu juga merupakan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker darah.

15. Nikotin
Nikotin hadir dalam jumlah yang sangat tinggi dalam rokok. Zat ini berasal dari tembakau itu sendiri. Nikotin menyebabkan kanker dan menghancurkan susunan DNA.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Thu Nov 14, 2013 9:36 pm

TERAPI AMPUH MENGHILANGKAN KECANDUAN ROKOK
Kamis, 14 November 2013, 13:19 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,  DEPOK-- Kampanye bahaya rokok yang terus digembar-gemborkan dipandang tak lagi efektif. Imbauan dengan cara menakut-nakuti itu justru akan memancing rasa penasaran sebahagian orang untuk mencobanya. Menurut ketua umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, kampanye yang baik bukanlah bersifat menakut-nakuti. Ia lebih setuju dengan kampanye untuk membangun kesadaran. "Pelarangan rokok tidak perlu menakut-nakuti, yang terpenting membangun kesadaran," jelasnya dalam acara seminar sehari peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Balaikota Depok, Kamis (14/11). Sebenarnya banyak mereka yang terjebak kecanduang rokok sudah menyadari akan bahaya rokok dan ingin berhenti. Namun, mereka tidak bisa keluar dari jeratan kecanduan tersebut. Menurut Arist, daripada terus menakut-nakuti masyarakat akan bahaya rokok, lebih baik memberikan solusi bagaimana cara untuk bisa berhenti merokok. "Sebenarnya bisa dirangksang dengan menekan titik-titik sensitif di wajah, seperti di sekitar mata. Biarkan saja suami anda tetap merokok. Anda sebagai istri coba saja tekan-tekan daerah sekitar matanya," papar Arist sembari mencontohkan. Teknik ini pernah diperkenalkan Sekdako Payakumbuh Sumatera Barat, Benny Warlis MM beberapa tahun lalu. Ia menamainya dengan  Sefter (Spiritual Emotional Freedom Technique). Teknik ini hanya butuh waktu antara 3 sampai 10 menit untuk melepaskan perokok dari kecanduannya. “Saya jamin, setelah terapi, rokok tidak akan enak lagi bagi para pecandu rokok,” jelas Benny secara terpisah. Benny mengatakan, dalam kurun sebulan terakhir saja ia berhasil menterapi lebih dari 40 orang perokok berat. Kebanyakan mereka merupakan Pegawai Dinas di Dinas Kota Payakumbuh. "Intinya komitmen si sakit dengan kebesaran Allah SWT. Makanya, selama terapi diperlukan, yakin, khusuk, ikhlas, pasrah dan syukur," paparnya. Metode yang diterapkan cukup sederhana. Sebelum melakukan terapi, perokok dipersilahkan menghisap rokoknya dan merasakan nikmatnya rokok. Setelah itu, perokok akan ditotok dengan lembut beberapa titik yang merupakan area sensitif di struktur syarafnya. Area tersebut seperti sekitar mata, pelipis wajah, ulu hati, dan tangan. Setelah ditotok diarea tersebut, perokok dipersilahkan kembali mengisap rokoknya. Dari hasil terapi yang dilakukan Benny, kebanyakan merokok menyatakan tidak lagi merasakan enaknya rokok. Selanjutnya, mereka yang diterapi pun menyatakan berhenti 100 persen sebagai perokok. Himbauan-himbauan saja tidak cukup untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kecanduan rokok. "Di Sukabumi pernah saya lihat spanduk kawasan bebas rokok. Tapi dibawah spanduk itu satu mobil merokok semua," jelas Arist. Menurutnya, memberikan kesadaran kepada masyarakat dan memandu mereka untuk berhenti merokoklah yang terpenting. Jika belum bisa menyadarkan perokok untuk berhenti, sekurang-kurangnya menyadarkan mereka akan bahaya rokok bagi orang-orang sekitarnya. "Saat ini, ada 120 juta balita terkepung asap rokok di keluarganya," jelas Arist. Perokok tidak hanya menghancurkan dirinya sendiri, tapi juga keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Oct 26, 2014 10:39 am

MENGAPA SULIT MENJALANKAN PERILAKU SEHAT?
Penulis : dr Andri, SpKJ, FAPM | Kamis, 23 Oktober 2014 | 14:50 WIB
Saya tertarik membaca tulisan di Kompas Health “Orang Indonesia Ingin Sehat, Tapi Tak Mau Berusaha” yang dituliskan 22 Oktober 2014. Tulisan ini menyoroti bahwa pada intinya orang Indonesia mengetahui bagaimana pola dan perilaku sehat namun tidak mau menjalaninya. Terlihat bahwa dalam survei dikatakan bahwa jumlah perokok di Indonesia sangat banyak walaupun orang Indonesia tahu bahaya merokok. Saya jadi mengingat kembali kuliah saya “Perilaku Sehat” yang saya berikan kepada mahasiswa fakultas kedokteran semester pertama. Kuliah “Perilaku Sehat” ditujukan bagi mereka karena sering kali kita dalam kehidupan sehari-hari mempunyai masalah dalam mengubah perilaku ke arah yang lebih sehat. Bukan karena kita tidak tahu teori hidup sehat tetapi kita sering kali kesulitan mengubah perilaku menjadi lebih sehat. Sarafino tahun 2004 telah mengemukakan teori tentang perilaku sehat. Definisi perilaku sehat menurut Sarafino adalah “Segala aktifitas yang dilakukan seseorang untuk mempertahankan, atau meningkatkan kesehatannya, tidak tergantung status kesehatannya saat itu dan atau apakah perilaku yang dilakukannya mencapai hal tersebut”. Sehingga menurut Sarafino apa yang dimaksud dengan perilaku sehat bukan hanya bertujuan mencegah penyakit datang tetapi juga tindakan yang kita lakukan saat menyadari kita akan sakit atau sedang sakit.

Hal yang mempengaruhi perubahan perilaku sehat
Tidak salah jika dikatakan bahwa hal yang paling penting dalam perubahan perilaku adalah proses pembelajaran. Secara teori kita tahu bahwa perilaku sehat harus dipelajari lewat proses belajar dan perilaku itu berubah karena ada konsekuensinya. Kebanyakan dalam kehidupan kita sehari-hari konsekuensi yang ingin didapatkan adalah penghargaan (reward). Seseorang ingin melakukan suatu perubahan karena ada “imbalan” atau penghargaan yang ingin dia dapatkan. Kita melakukan diet sehat dan olahraga karena ingin sehat. Kita berobat ke dokter saat sakit agar menjadi sembuh. Salah satu pembelajaran perilaku sehat juga berlangsung lewat observasi. Kita sering melihat banyak orang mendapatkan keberhasilan dalam menjalankan diet sehat dan olahraga. Kita menjadi termotivasi melakukan hal tersebut dan ingin mencari tahu bagaimana hal-hal tersebut dilakukan. Individu akan lebih cenderung meniru perilaku orang yang setara dengan dirinya baik secara umur, usia dan ras. Selain itu juga orang yang dianggap lebih tinggi status sosial atau derajatnya dari individu cenderung lebih mudah diikuti. Artis dan selebriti sering menjadi ikon suatu gaya hidup, perilaku atau menjadi bintang iklan. Hal ini dikarenakan artis mempunyai banyak fans yang sekiranya akan mengikuti gaya hidup dan perilaku dari idolanya tersebut.

Mengapa sulit berubah?
Walaupun secara teoritis kita telah mengetahui teori-teori tentang kesehatan dan bagaimana menjaga kesehatan, sering kali kita kesulitan untuk berubah. Tidak heran walaupun kita tahu tentang bahaya merokok, individu tetap banyak saja yang merokok bahkan tenaga kesehatan sendiri sekalipun.

Tahapan perubahan perilaku
Fase awal yang biasa disebut fase pre-kontemplasi
Disebutkan merupakan tahap individu belum mau mengubah perilakunya. Individu masih dalam tahapan “tidak peduli” dengan segala macam teori yang ada tentang perilaku sehat. Saat fase ini walaupun individu diberikan berbagai macam informasi kesehatan dan perubahan perilaku sehat, tidak akan banyak mengubah persepsinya tentang kesehatan.

Fase kedua adalah fase kontemplasi.
Individu pada fase ini mulai menyadari adanya masalah kesehatan yang berkaitan dengan belum berubahnya perilaku dirinya. Sayangnya individu belum ada komitmen untuk berubah. Fase kedua ini biasanya individu mulai menyadari bahwa informasi kesehatan yang dia terima selama ini ada benarnya juga. Saat fase ini biasanya individu sudah mulai terbuka pikirannya.

Fase ketiga adalah fase persiapan.
Individu dalam fase ini biasanya sudah mencoba melakukan perubahan perilaku tetapi masih sering gagal. Contoh individu mulai mencoba berolahraga teratur namun masih suka bolong-bolong jadwalnya. Individu mulai berhenti rokok tapi masih suka merokok jika bertemu dengan teman-teman yang merokok. Pada fase ini individu sudah mulai mempunyai tujuan untuk mencapai perubahan perilakunya. Fase ini memungkinkan tindakan yang lebih lanjut dan individu bisa bertahan melakukan perilaku sehatnya.

Fase keempat adalah fase tindakan.
Individu saat fase ini sudah mampu melaksanakan perubahan perilaku dan sudah menjalaninya dengan baik sekurangnya 6 bulan sejak usaha perubahan itu dilakukan. Individu mulai bisa melakukan hal tersebut dengan konsisten sehingga masuk ke fase selanjutnya yaitu fase pemeliharaan.

Kelima fase perubahan perilaku tersebut dalam prakteknya tidaklah kaku.
Kadang saat individu sudah berada di fase persiapan dia kembali ke fase kontemplasi. Ada kalanya ketika sudah lama melakukan perubahan perilaku sehat, individu kemudian merasa tidak bermotivasi kembali melakukannya dan akhirnya “turun fase”. Itulah mengapa seperti di depan telah dikatakan bahwa perubahan perilaku perlu mendapatkan reward atau penghargaan agar tetap bisa dilakukan.

Semoga tulisan ini bisa membantu kita memahami bagaimana perubahan perilaku sehat itu bisa berjalan. Bagi yang masih dalam tahapan “mikir-mikir” untuk melakukan perilaku sehat, ayo segera lakukan!

Salam Sehat Jiwa
Back to top Go down
 
M e r o k o k
View previous topic View next topic Back to top 
Page 19 of 20Go to page : Previous  1 ... 11 ... 18, 19, 20  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: