Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 M e r o k o k

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 10 ... 17, 18, 19, 20  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed May 29, 2013 5:53 pm

MENGENAL 5 ZAT RACUN DALAM ROKOK
Mona Indriyani Rabu, 29 Mei 2013, 15:36 WIB
VIVAlife - Bagi sebagian orang, rokok adalah solusi kehidupan. Terutama saat mereka dilanda stres dan dihadapi oleh beragam masalah berat. Bahkan, tak sedikit juga mereka berpikir rokok adalah obat percaya diri, yang dapat membuat mereka tampil gaya dan keren. Dibalik semua pemahaman tersebut, pernahkah Anda berpikir mengapa rokok itu dilarang dan berbahaya? Berikut ini kandungan zat dalam rokok yang menjadi racun bagi yang menghisap, maupun orang ada di sekelilingnya, seperti yang ditulis Health.india.com.

Bensol
Ini adalah senyawa kimia yang hadir dalam minyak mentah dan merupakan salah satu petrokimia paling dasar, biasa digunakan dalam pestisida dan bensin. Ini adalah karsinogen yang paling mungkin menyebabkan leukemia (kanker darah) pada manusia. 50 Persen dari paparan benzena disebabkan karena merokok. Kontak yang terlalu lama juga dapat menyebabkan anemia, kerusakan genetik dan perdarahan yang berlebihan.

Formaldehida
Formaldehida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan mayat. Efek sampingnya, iritasi mata dan batuk, terutama pada orang sekitar yang terpapar asap rokok.

Tar
Ini adalah istilah kolektif yang digunakan untuk menggambarkan partikel yang dihasilkan oleh pembakaran tembakau. Seperti yang terlihat pada jari dan gigi, yang berwarna kuning-cokelat. Tar juga dapat mengiritasi sistem pernapasan, sehingga menjadi sulit bernapas.

Arsenikum
Seiring waktu, arsenikum yang terakumulasi dalam tubuh akan membuat seseorang berujung pada kanker dan kerusakan jantung. Efek negatif lainnya adalah, zat ini dapat mengganggu kemampuan sistem tubuh untuk memperbaiki DNA.

Khrom
Digunakan untuk membuat paduan logam, pewarna dan cat dan pengawet kayu dan diketahui menyebabkan kanker paru-paru. (umi)


Last edited by gitahafas on Thu May 30, 2013 6:01 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Thu May 30, 2013 6:00 pm

KEMENKES: PEROKOK REMAJA DI INDONESIA NAIK 12X LIPAT DALAM 12 TAHUN
Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth Kamis, 30/05/2013 15:15 WIB
Jakarta, Merokok sudah menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat perkotaan saat ini, termasuk remaja dan anak-anak. Menurut data Kemenkes, sejak tahun 1995-2007, jumlah perokok remaja meningkat hingga 12 kali lipat. "Sangat mengenaskan melihat data seperti ini. Generasi muda pun kini sudah mulai terpengaruh dan melakukan kebiasaan merokok," ungkap Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Hal itu disampaikannya dalam acara seminar dan diskusi publik 'Urgensi Pelarangan Iklan Rokok dalam RUU tentang Penyiaran dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat' yang diadakan di Ruang GBHN Nusantara V, Gedung MPR-DPR, Jl Jend Gatot Subroto, Kamis (30/5/2013). Menurut data Kemenkes, disampaikan oleh Dr Ekowati bahwa pada tahun 1995 jumlah perokok anak dan remaja berusia 10-14 tahun di Indonesia mencapai 71.126 orang. Angka ini kemudian meningkat 6 kali lipat menjadi 426.214 pada tahun 2007. Padahal, anak dan remaja yang sudah mulai merokok saat usia dini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit-penyakit berbahaya dan mematikan. "Anak wajib dilindungi oleh negara karena terkait dengan hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, seperti diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28B ayat 2," ujar Dr Sumarjati Arjoso, SKM, Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI, dalam acara yang sama. Untuk itu, pemerintah memiliki peran penting untuk turut serta mengendalikan penjualan rokok, termasuk di antaranya mengendalikan iklan rokok. Sebab, 77 persen remaja berpendapat bahwa iklan rokok memberikan pengaruh yang besar untuk mencoba rokok. Selain itu, Dr Sumarjati juga menyampaikan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua. Jika sejak kecil anak melihat salah satu orang tuanya merokok, maka saat dewasa ia cenderung akan merokok juga. "Pengendalian rokok dalam lingkup remaja juga akan mengurangi risiko penyakit anak yang timbul akibat paparan asap rokok atau perokok pasif," imbuh Dr Ekowati.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Thu May 30, 2013 6:05 pm

KEMENKES INGATKAN PEROKOK AKAN RISIKO TBC
Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth Kamis, 30/05/2013 14:15 WIB
Jakarta, Imbauan untuk berhenti merokok selalu diserukan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam kaitannya dengan risiko infeksi, rokok dinilai bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga perokok lebih rentan tertular tuberculosis (TB) alias TBC. Wakil Menteri Kesehatan, Prof Ali Gufron Mukti mengatakan sel-sel pernapasan pada orang merokok rentan mengalami gangguan atau kerusakan. Bagi sistem ketahanan tubuh, gangguan dan kerusakan itu membuat seseorang rentan tertular infeksi apapun termasuk TB. "Kalau berada di orang yang terinfeksi TB, itu lebih mudah kena dibandingkan orang yang tidak merokok," kata Prof Gufron saat ditemui dalam acara "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia di Energy Bulding, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (30/5/2013). Prof Gufron mengaku tidak tahu persis berapa persen prevalensi penderita TB yang disebabkan oleh rokok. Namun dikatakan olehnya, berbagai penelitian ilmiah telah banyak mengaitkan risiko penularan TB dengan kebiasaan merokok baik sebagai perokok aktif maupun pasif. "Ada penelitian memang sudah mengaitkan antara TB dengan rokok," tambahnya. Mengenai kebijakan tentang kawasan tanpa rokok (KTR), Prof Gufron mengakui belum semua daerah punya regulasi atau peraturan yang tegas soal pembatasan aktivitas merokok. Meski begitu, pihaknya akan terus mendorong para kepala daerah untuk mewujudkan hal itu. "Kita dorong terus karena asosiasi walikota dan bupati punya deklarasi untuk mendorong tumbuh kembangnya KTR. Kita dorong untuk memiliki regulasi pengendalian tembakau," tutup Prof Gufron.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 01, 2013 10:58 am

BERHENTI MEROKOK DENGAN 4 CARA INI
Wuri Handayani, Stella Maris Jum'at, 31 Mei 2013, 13:17 WIB
VIVAlife - Berdasarkan data Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok. 60 Persennya pria dan 4,5 persen lagi wanita. Di hari tanpa tembakau ini, mungkin Anda berniat menghentikan kebiasaan merokok. Tidak saja hari ini, tapi seterusnya. Terdengan klise memang, tapi tak ada salahnya dicoba. Untuk memuluskan niat, Anda dapat mencoba cara sederhana ini:

Ketahui kebutuhan
Menurut psikolog keluarga Roslina Verauli, seseorang yang akan merokok harus mengetahui terlebih dahulu kebutuhannya. "Kalau Anda merokok untuk mengikat emosional atau membutuhkan sesuatu yang berarti coba mengalihkannya dalam bentuk lain," kata Verauli. Alihkan pola perilaku merokok dengan mengulum permen atau mengunyah makanan yang membuat segar secara moderat. Cara mudah lainnya adalah ngobrol dengan orang lain.

Ubah sugesti
Menyoal kebiasaan merokok tanpa sadar terkait dengan sugesti, pengaktifan alam bawah sadar yang diaplikasikan secara sadar. Verauli mengatakan, mereka yang merokok merasakan kenikmatan pribadi. Misal kebiasaan setelah makan atau bangun tidur. Untuk menghentikan kebiasaan merokok: ubah sugesti. Bayangkan berapa banyak uang yang harus Anda buang untuk kenikmatan semu ini. "Merokok sama dengan membakar uang." Pertimbangkan pula bagaimana rokok berimbas pada gangguan kesehatan orang lain.

Lakukan detoks
Sudah melakukan pengecekan secara detail komposisi rokok? Rokok ini mengandung banyak zat kimia berbahaya, mulai dari belerang, karbonmonoksida, nitrogen, dan nikotin yang mempengaruhi kesehatan Anda. Detoksifikasi dengan berhenti merokok adalah upaya pertama yang harus dilakukan. Saat sedang dalam kondisi tidak merokok, Anda dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air putih dan akan lebih baik ditambah berolahraga. Cara itu dapat mengeluarkan nikotin yang ada di dalam tubuh melalui keringat dan urin.

Bangun grup
Faktor lingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Karenanya ketika ingin berhenti merokok, Anda dapat membentuk perkumpulan dengan orang-orang yang memiliki niat sama. "Satu sama lain dapat saling memotivasi atau mengingatkan untuk tidak merokok," kata Verauli. (umi)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sat Jun 01, 2013 3:23 pm

PEROKOK MATI 10 TAHUN LEBIH AWAL
Penulis : Rosmha Widiyani | Sabtu, 1 Juni 2013 | 10:32 WIB
Kompas.com - Merokok sudah jelas merugikan kesehatan, tetapi seberapa merusak? Jawabannya sangat buruk karena perokok beresiko meninggal 10 tahun lebih cepat dibandingkan bukan perokok. Mungkin kebanyakan perokok akan mengatakan bahwa hidup ada di tangan Tuhan. Para perokok juga kerap berkilah banyak pecandu rokok yang tetap hidup sampai tua tanpa terkena penyakit paru. Tetapi data penelitian menunjukkan, rata-rata para perokok meninggal sekitar 10-12 tahun lebih cepat. Ini berarti usia harapan hidup perokok 10 persen lebih pendek. Dua penelitian yang dimuat dalam New England Journal of Medicine menunjukkan dampak buruk rokok. Berdasarkan data dari National Cancer Institute (NCI), tembakau menjadi penyebab utama kematian penyakit yang bisa dicegah. Usia harapan hidup perokok tiga kali lebih pendek dibanding bukan perokok, risikonya juga sama antara pria dan wanita. Perokok juga enam kali lebih mungkin menderita serangan jantung. Risikonya meningkat seiring dengan jumlah rokok yang mereka hisap. Rokok juga menyebabkan 443.000 kematian setiap tahunnya, termasuk 49.000 kematian karena menjadi perokok pasif. Para perokok pasif juga beresiko tinggi menderita penyakit paru obstruktif kronik. Kematian akibat kanker paru juga 90 persen disebabkan akibat kebiasaan merokok. Beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru, juga terkait erat dengan rokok. Beberapa jenis kanker juga dipicu oleh rokok. Kesempatan seseorang yang merokok sejak usia muda untuk hidup sampai 80 tahun pada perokok hanya 35 persen, sementara pada bukan perokok mencapai 70 persen. Sayangnya, saat ini hampir 16 persen pelajar sudah merokok.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Jun 02, 2013 4:44 pm

SEBAGIAN BESAR PENDUDUK INDONESIA ADALAH PEROKOK
SABTU, 01 JUNI 2013 | 17:31 WIB
TEMPO.CO, Jakarta -Ada paparan yang mengejutkan dari kantor Kementerian Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang berlangsung beberapa waktu lalu di Komnas Ham. Melalui Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tjandra Yoga Aditama memaparkan, "Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok. Sekitar 60 persen pria dan 4,5 persen wanita di Indonesia merokok," ujarnya. Yoga juga menjelaskan perokok pada anak dan remaja terus meningkat. Sementara itu, terdapat 97 juta warga Indonesia jadi perokok pasif, dan 43 juta diantaranya adalah anak-anak. "Namun saat ini, akibat rokok pengeluaran makro negara lebih besar dari cukai yang diperoleh. Setiap tahunnya negara mengeluarkan sebesar Rp. 254,41 triliun, sedangkan pendapatan negara dari cukai hanya Rp. 55 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran makro akibat rokok di Indonesia lebih besar dari cukai yang didapat Indonesia," ungkap Tjandra. Acara yang berlangsung dalam rangka konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang merupakan bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadi konvensi internasional pertama yang mengatur kesehatan masyarakat. Menurut Tjandra, “FCTC adalah kesepakatan tingkat dunia, dan sudah diterima seluruh anggota WHO pada tahun 2003”. Dia mengatakan saat ini ada 176 negara sudah ikut FCTC sepenuhnya, ada 9 negara sudah menandatangani tapi belum meratifikasi. Sementara itu, tinggal 9 negara di dunia yang belum menandatangani dan belum meratifikasi, termasuk Indonesia kemudian negara Andora, Dominika, Eritrea, Liechtestein, Malawi, Somalia, Tajkistan dan Zimbabwe. Lebih lanjut Tjandra mengatakan, “FCTC mengatur masalah rokok baik dari sudut supply maupun demand”. Dia menerangkan sasaran FCTC adalah membentuk agenda global bagi regulasi tembakau, dengan tujuan mengurangi inisiasi penggunaan tembakau dan mendorong penghentian. "Ketentuan-ketentuan FCTC dibagi menjadi langkah-langah untuk mengurangi permintaan atas produk tembakau dan langkah-langkah untuk mengurangi pasokan produk tembakau," ujarnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Jun 02, 2013 5:05 pm

43 JUTA ANAK TERPAPAR ASAP ROKOK
Kamis, 30 Mei 2013 | 16:51 WIBMI/SUSANTOTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Jumlah perokok aktif di Indonesia yang mencapai 61,4 juta orang mengundang persoalan tambahan. Sekitar 97 juta orang lainnya terpapar asap rokok akibat menjadi perokok pasif. Dari jumlah tersebut, 43 juta merupakan anak-anak. "Dari 43 juta anak yang terpapar asap rokok, diantaranya ada 11,4 juta orang yang baru berusia nol sampai empat tahun," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (30/5). Sedangkan jumlah perokok aktif di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga di dunia setelah China dan India dengan prevalensi perokok sebesar 67,4% pada laki-laki dan 4,5% pada perempuan atau total sebanyak 61,4 juta perokok. "Diperkirakan lebih dari 200 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok," papar Tjandra. Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati tiap 31 Mei, Tjandra kembali mengingatkan mengenai fakta mengkhawatirkan berupa tren kenaikan anak usia 10-14 tahun yang merokok hingga enam kali lipat dari tahun 1995-2007. "Jumlah perokok anak pada 1995 sebanyak 71.126 orang dan pada tahun 2007 naik menjadi 426.214 anak," ujar Tjandra. Menurut Tjandra, salah satu penyebab meningkatnya jumlah perokok anak disebut Tjandra adalah adanya iklan rokok yang mudah ditemui di koran, majalah, dan papan iklan di jalan. "Iklan rokok memiliki tampilan bagus yang sangat menarik. Pesan-pesan yang mereka sampaikan menekankan pada aspek rasa, sehingga lebih mudah menyentuh dan menggerakkan penonton. Iklan rokok menampilkan perokok sebagai orang yang keren, percaya diri, setia kawan, kreatif, dan berani. Semuanya klop dengan citra diri yang banyak diinginkan oleh remaja," papar Tjandra. (Ant)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Jun 02, 2013 5:07 pm

IKLAN ROKOK PICU KONSUMSI ROKOK
Kamis, 30 Mei 2013 | 16:56 WIBTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Ternyata pemasaran rokok memiliki hubungan sebab akibat dengan peningkatan konsumsi rokok. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (30/5). "Pemasaran rokok tidak hanya meningkatkan konsumsi, tetapi juga menyebabkan inisiasi merokok pada anak-anak. Iklan, promosi dan sponsor rokok membangun friendly familiarity terhadap produk-produk rokok," ujarnya. Dampak rokok bagi kesehatan sangat fatal karena rokok mengandung lebih dari 4000 zat, 43 di antaranya bersifat karsinogenik atau memicu sel kanker. Rokok juga merupakan faktor risiko penyakit tidak menular yang mematikan seperti penyakit jantung koroner, kanker, dan stroke. Selain terhadap perokok, asap rokok juga berbahaya bagi orang di sekitar yang terpapar asap perokok. (Ant)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Jun 02, 2013 5:08 pm

ASAP ROKOK SEBABKAN ANAK JADI AGRESIF DAN ANTISOSIAL
Rabu, 29 Mei 2013 | 08:39 WIBREUTERS/HHS/Handout/bbTERKAIT
Metrotvnews.com, Montreal: Anak-anak yang terpapar asap rokok pada usia dini lebih mungkin tumbuh menjadi agresif dan antisosial. Itu terlepas dari apakah orang tua mereka merokok saat hamil dan memiliki bawaan antisosial. Hal itu terungkap dalam kesimpulan penelitian dari Universitas Montreal yang dimuat dalam Journal of Epidemiology and Community Health, baru-baru ini. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 2.055 anak-anak sejak mereka lahir hingga berumur sepuluh tahun. Peneliti juga meminta laporan dari orang tua dan guru tentang frekuensi paparan asap rokok dan tingkah laku mereka di dalam kelas. Penelitian ini juga dibantu penelitian biologi tentang efek asap rokok pada otak. Hasilnya, anak-anak yang terpapar asap rokok sejak usia dini secara statistik berperilaku lebih agresif dan antisosial. Peneliti Linda Pagani mengatakan 40% anak-anak di dunia terpapar asap rokok. ”Ini sangat berbahaya, otak anak-anak masih dalam tahap perkembangan.” (Science Daily/MN)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Tue Jun 04, 2013 4:36 pm

11 JUTA BALITA INDONESIA TERPAPAR ASAP ROKOK
Selasa, 04 Juni 2013 | 15:18 WIBILUSTRASI--REUTERS/HHS/rjTERKAIT
Metrotvnews.com: Tahukah Anda, jumlah anak-anak Indonesia yang terpapar asap rokok sungguh mencemaskan? Sekitar 43 juta anak generasi penerus bangsa menjadi perokok pasif. Di Indonesia, perokok aktif mencapai jumlah 61,4 juta orang. Namun asapnya mengenai 97 juta orang yang tak merokok. Lebih 40 persen di antara mereka berusia anak-anak. Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama, sebanyak 11,4 juta anak berusia 0 hingga 4 tahun atau masih dalam kategori balita terpapar asap rokok. Itu mencemaskan. Sebab, dampak rokok bagi kesehatan sangat fatal. Rokok mengandung lebih 4.000 zat. Sebanyak 43 zat bersifat karsinogenik yang memicu sel kanker. Rokok juga merupakan faktor risiko penyakit tak menular namun mematikan seperti jantung koroner, kanker, dan stroke. Celakanya, dampak itu tak hanya berisiko pada perokok aktif. Perokok pasif pun berpotensi terkena bahaya tersebut.(Go4)
Back to top Go down
 
M e r o k o k
View previous topic View next topic Back to top 
Page 18 of 20Go to page : Previous  1 ... 10 ... 17, 18, 19, 20  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: