Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 M e r o k o k

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 10 ... 16, 17, 18, 19, 20  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Sun Mar 10, 2013 6:05 pm

WASPADAI ASAP ROKOK
Sabtu, 09 Maret 2013, 06:06 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan ada jutaan orang yang menderita akibat terkena asap rokok atau menjadi perokok pasif. "Saat ini 6,2 juta perempuan terdampak asap rokok. Selain itu 11,4 juta balita terganggu paru-parunya akibat asap rokok sehingga jutaan orang memang menderita akibat rokok," kata Nafsiah Mboi di sela-sela pemberian penghargaan oleh Citi Indonesia Women Council (IWC) kepada sejumlah perawat. Dia menegaskan seseorang boleh saja merokok dan membayar pengobatan atas penyakit yang muncul di kemudian hari akibat merokok. Namun dia mengingatkan para perokok untuk menghormati keberadaan orang yang tidak merokok. Dia juga meminta seluruh pihak, khususnya perempuan yang tidak merokok, untuk berani menyuarakan hak-haknya mendapatkan derajat kesehatan tertinggi. "Kalau ada yang merokok di dalam kendaraan, bilang 'stop'. Percuma pendidikan tinggi kalau tidak berani bilang menolak menjadi perokok pasif," kata dia. Dia mengingatkan biaya pengobatan penyakit akibat merokok antara lain kanker rongga mulut, kanker kerongkongan, serangan jantung dan lain sebagainya telah mencapai angka Rp 2,1 triliun. Jumlah itu belum ditambah dengan biaya yang sebelumnya dikeluarkan untuk membeli rokok. "Sehingga sebaiknya percayalah pesan yang diberikan papan-papan peringatan merokok. Lagi pula orang yang merokok cenderung tidak produktif, karena lebih banyak membuang-buang waktu bekerjanya dengan kegiatan merokok," ujar dia.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Mar 20, 2013 8:28 pm

PANJANG UMUR MESKI MEROKOK? ITU HANYA 1 DARI 100 ORANG
Erninta Afryani Sinulingga - detikHealthRabu, 20/03/2013 16:17 WIB
Jakarta, Banyak perokok yang cuek, tetap setia dengan aktivitas ngebul meski tahu ada bahaya kesehatan yang mengancam. Bahkan beberapa perokok mengklaim banyak perokok yang panjang umur. "Orang masih saja berpendapat jika merokok masih bisa umur panjang, ya benar tetapi semua itu 1 banding 100. Rata-rata pasien saya yang datang dan ternyata mengidap kanker pasti tidak lepas dari lingkungan berasap rokok. Kalau tidak perokok aktif ya pasif," jelas dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG. Hal itu disampaikan dia saat menjadi narasumber di acara Round Table Discussion bersama dengan tema Menyatukan Suara Dokter dan Korban dalam Perjuangan Pengendalian Rokok di Indonesia, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jl Tirtayasa Raya No 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Rabu (20/3/2013). Dokter kandungan ini juga menjelaskan bahwa masuknya asap rokok dapat menyebabkan kanker leher rahim. Asap yang beredar masuk kedalam tubuh melalui hidung dan paru-paru, lalu masuk ke kapiler pembuluh darah. Selanjutnya reaksi dari zat tersebut tersebar lewat darah sampai ke leher rahim. "Salah satu pasien saya datang dan akhirnya ketahuan terkena kanker leher rahim. Saya tdak panjang lebar langsung bertanya siapa yang meracuni ibu itu setiap hari. Ibu itu bingung, sehingga saya tanya apakah pasangannya merokok atau ia tinggal di lingkungan berasap rokok, biasanya anaknya akan menyahut menyalahkan ayahnya," tutur dokter berkacamata ini. Saat ini upaya-upaya pengendalian terhadap rokok ditempat umum semakin digalakkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat. "50 Persen perokok akan mati akibat rokok, itu berarti 1:2 kesempatan hidupnya, apalagi yang merokok jangka panjang. Sedangkan kematian akibat russian roulette, di mana pistol diisi satu peluru dan diputar memiliki 1:6 kesempatan hidup. Mana lebih berbahaya?" ucap dr Hakim.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Mar 27, 2013 2:09 pm

5 CARA KURANGI MEROKOK TANPA JADI GEMUK
Penulis : Felicitas Harmandini | Selasa, 26 Maret 2013 | 11:24 WIB
KOMPAS.com — Perempuan selalu mengaku enggan menghentikan kebiasaan merokok karena berhenti merokok membuat mereka jadi gemuk. Beberapa penelitian juga menunjukkan, kebanyakan perempuan berat badannya akan bertambah 3,5 kg setelah berhenti merokok. Hal ini diduga karena kebiasaan merokok sebenarnya meredam nafsu makan Anda. Nah, jika Anda ingin berhenti merokok tanpa jadi gendut, coba dulu trik berikut:

Gosok gigi
Salah satu cara yang disarankan pakar kesehatan untuk mencegah Anda makan berlebihan adalah dengan menggosok gigi setiap habis makan. Seusai menggosok gigi, tentu Anda tak mau lagi ngemil. Cara ini juga bisa Anda terapkan untuk membantu Anda menahan keinginan untuk merokok, kata Colleen Doyle, RD, Direktur Aktivitas Fisik dan Nutrisi di American Cancer Society.

Siapkan kudapan ringan
Asyiknya ketika Anda mencoba berhenti merokok adalah, Anda bisa ngemil lebih sering. Siapkan beberapa camilan rendah kalori, seperti buah atau sayuran yang membuat mulut Anda akan cukup "sibuk" sementara waktu, seperti kelengkeng, rambutan, atau edamame. Variasi rasanya akan cukup memuaskan lidah Anda sehingga mengurangi keinginan untuk mengunyah makanan yang lebih mengenyangkan, dan tentunya juga untuk merokok.

Olahraga ramai-ramai
Untuk mengimbangi hasrat makan yang sedikit naik akibat berhenti merokok (kalau benar bahwa berhenti merokok membuat Anda cenderung makan lebih banyak), ajak teman-teman Anda untuk mulai olahraga bersama. Kalau Anda bosan olahraga yang monoton seperti joging, coba saja main badminton atau aerobik yang juga akan menguras energi. Atur supaya bisa latihan dua atau tiga kali seminggu. Bonus dari latihan: Anda bisa mengurangi stres dan meningkatkan pelepasan endorfin yang akan menghambat keinginan akan nikotin.

Perhatikan waktunya
Anda mungkin biasa merokok sebelum makan siang atau setelah makan malam. Saat itulah keinginan untuk ngemil mulai mendesak. Catat pola makan Anda mulai saat itu, selama beberapa minggu. Kemudian gunakan catatan Anda untuk menjadwalkan janji pertemuan dengan teman atau joging di area jogging track di kantor. Dengan demikian, Anda bisa mencegah keinginan untuk mengunyah lagi.

Siapkan permen
Banyak perokok yang mengalami problem mulut, yaitu ketika Anda selalu menginginkan sesuatu ada di dalam mulut sepanjang waktu. Jadi, untuk mengatasi hal tersebut, Anda lalu mulai mengunyah makanan untuk memenuhi keinginan tersebut. Untuk mengatasinya, Doyle menyarankan untuk ngemut permen bebas gula, atau mengisap sebatang kayu manis.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Mar 27, 2013 2:37 pm

5 MANFAAT PENTING BERHENTI MEROKOK
Maya Sofia, Tasya Paramitha Rabu, 27 Maret 2013, 10:35 WIB
VIVAlife - Merokok telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Walaupun merokok memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan, namun banyak orang yang kesulitan berhenti merokok. Mereka mengaku rokok memiliki sifat adiktif. Selain itu, para perokok umumnya mengatakan rokok dapat membantu mengatasi stres. Bagi Anda yang ingin berhenti merokok, namun masih mengalami kesulitan tampaknya perlu mengetahui beberapa manfaat berhenti merokok berikut ini seperti dilansir laman Times of India.

1. Tubuh kembali normal
Berhenti merokok dapat membuat tubuh kembali normal layaknya bayi. Tekanan darah, detak jantung hingga temperatur tangan dan kaki Anda kembali normal.
Tak hanya itu, organ sensor Anda juga bekerja lebih baik. Saraf-saraf yang tadinya terganggu akibat merokok lama kelamaan akan kembali normal sehingga kemampuan Anda membaui, merasakan dan menyentuh akan membaik.

2. Mengurangi risiko masalah kesehatan
Merokok dapat memperpendek usia dan menyebabkan berbagai jenis penyakit berbahaya seperti serangan jantung, kanker paru-paru, kanker tenggorokan, kanker mulut, stroke dan sebagainya. Saat Anda berhenti merokok, risiko terserang penyakit-penyakit tersebut turun hingga 50 persen. Selain itu, kesehatan oral Anda juga semakin lama akan semakin membaik.

3. Memperbaiki peredaran oksigen dalam tubuh
Ketika Anda berhenti merokok, kadar karbon monoksida akan menurun. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar hemoglobin dalam tubuh yang bermanfaat pada peredaran oksiden ke seluruh tubuh menjadi lebih efisien.

4. Menguatkan sistem imun
Setelah berhenti merokok, sistem imun atau kekebalan tubuh Anda akan kembali kuat seperti sebelum Anda merokok. Hal ini tentu saja akan mengurangi risiko Anda terserang penyakit-penyakit menular seperti flu dan batuk.

5. Awet muda
Sirkulasi oksigen dalam tubuh yang meningkat karena berhenti merokok akan membuat tubuh tidak cepat lelah dan lebih berenergi. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari. Merokok juga membuat penampilan Anda buruk dan terlihat tua, seperi bibir dan gigi yang menghitam, serta kulit yang penuh kerutan. Berhenti merokok tak hanya akan membuat tubuh lebih berenergi, Anda juga akan terlihat segar dan sehat. (eh)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Fri Mar 29, 2013 6:30 am

PEROKOK USIA MUDA RISIKO JADI PECANDU BERAT
Niken Anggun Nurani - Okezone KAMIS, 28 MARET 2013 10:38 wib
KITA bisa menemukan banyak remaja, bahkan anak-anak usia dini sudah mulai merokok. Padahal, ini merupakan salah satu penyebab banyaknya orang kecanduan menjadi perokok berat. Menurut sebuah studi baru, semakin muda usia seseorang saat memulai merokok, maka kecenderungan untuk menjadi perokok berat semakin besar. Peneliti dari Duke University juga menemukan, meskipun gen tidak mungkin membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk mencoba rokok, namun gen juga mungkin memainkan peran dalam membuat orang menjadi kecanduan atau tidak, demikian yang dilansir Everydayhealth. Para peneliti mengamati 1.037 pria dan wanita yang merupakan bagian dari studi Dunedin Multidisciplinary Health and Development of New Zealand, yang telah diikuti peserta dari lahir sampai usia 38 tahun untuk mempelajari perilaku mereka, kesehatan, dan gaya hidup. Mereka menciptakan sebuah skor risiko genetik dengan melihat penanda gen yang dianggap terkait dengan merokok berat dan saat peneliti menerapkan ini kepada para peserta studi. Mereka mendapat skor risiko genetik yang dapat memprediksi siapa yang mungkin menjadi perokok berat. Dari orang-orang dalam studi ini, sebanyak 880 orang telah mencoba rokok. Skor risiko genetik tidak bisa memprediksi siapa yang akan mencoba merokok, namun para peneliti menemukan bahwa mereka dengan risiko tinggi, profil genetik adalah 24 persen lebih mungkin menjadi perokok pada usia 15 tahun dan 43 persen lebih mungkin menjadi perokok berat saat usia 18 tahun. Selain itu, orang dewasa dengan risiko tinggi profil genetik adalah 27 persen lebih mungkin kecanduan nikotin dan 22 persen gagal dalam upaya mereka untuk berhenti merokok. Penelitian ini melihat adanya risiko lebih tinggi pada mereka yang merokok di usia dini untuk menjadi perokok berat di masa yang akan datang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Apr 03, 2013 1:27 pm

MEROKOK DI PAGI HARI YANG PALING BERBAHAYA
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 3 April 2013 | 11:49 WIB
Kompas.com - Menghisap sebatang rokok setelah bangun tidur dipercaya oleh para pecandu rokok akan meningkatkan mood dan konsentrasi di pagi hari. Padahal, kebiasaan merokok di pagi hari sangat berbahaya. Tim peneliti dari Pennsylvania State University melakukan penelitian untuk mengetahui kaitan antara merokok di pagi hari dan berbagai tipe kanker. "Kami menemukan bahwa perokok yang langsung merokok setelah bangun tidur memiliki level NNAL atau karsinogen spesifik dari metabolit tembakau di dalam tubuh mereka, dibanding dengan perokok yang menunda menyalakan rokoknya sampai setengah jam setelah bangun tidur," kata Steven Branstetter. Makin tinggi kadar NNAL, makin besar risikonya terkena kanker. Ia menjelaskan, waktu merokok ternyata lebih berpengaruh daripada jumlah rokok yang dikonsumsi perhari, dalam kaitannya dengan kanker. Branstetter dan timnya mengobservasi sekitar 2000 orang dewasa yang perokok. Setiap individu ditanyakan berapa sering mereka merokok dan kapan mereka merokok di pagi hari atau setelah bangun tidur. Para partisipan studi juga diambil contoh urinnya untuk menentukan jumlah NNAL dalam tubuh mereka. Kadar NNAL dalam manusia cenderung stabil, ini berarti pengambilan contoh satu kali sudah cukup untuk mengetahui jumlah paparan dalam jangka waktu lama. Hasil penelitian menunjukkan, 32 persen perokok langsung merokok sekitar 5 menit setelah bangun tidur, 31 persen merokok antara 6-30 menit setelah bangun, 18 persen antara 31-61 menit setelah bangun, dan 19 persen menunggu sekitar satu jam setelah bangun. Ternyata kadar NNAL dalam tubuh responden paling tinggi ada pada perokok yang langsung merokok 5 menit setelah bangun dibandingkan dengan yang menunggu minimal 30 menit. Selain itu level NNAL dalam sirkulasi darah juga bisa memprediksi kapan mereka mulai merokok, apakah mereka tinggal dengan perokok lain, usia, dan jenis kelaminnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed Apr 10, 2013 7:50 pm

OLAHRAGA 30 MENIT, BANTU KURANGI KEINGINAN MEROKOK
Penulis : Rosmha Widiyani | Rabu, 10 April 2013 | 14:02 WIB
KOMPAS.com - Bila Anda seorang perokok dan masih mencari cara untuk mengatasi kecanduan rokok, nasihat yang satu ini mungkin dapat dipertimbangkan. Luangkanlah waktu untuk berolahraga secara rutin selama beberapa menit setiap hari! Selain menyehatkan, aktivitas membakar kalori ini ternyata juga membantu mengurangi kecanduan tembakau. Penelitian terbaru para ilmuwan di George Washington University School of Public Health and Health Services (SPHHS) membuktikan, aktivitas fisik terbukti mampu mengurangi kecenderungan untuk menghisap rokok, khususnya di kalangan remaja. Berolahraga selama 30 menit dapat meningkatkan kemungkinan untuk melupakan kebiasaan merokok. Menurut studi tersebut, remaja yang mengikuti program latihan fisik berkesempatan lebih besar untuk tidak merokok. "Latihan fisik rutin 30 menit, termasuk jalan kaki selama 20 menit, lebih efektif dibanding penolakan merokok kepada teman satu geng,” kata peneliti SPHHS, Kimberly Horn, EdD. Dalam riset ini, peneliti melibatkan 233 responden dari 19 sekolah menengah di West Virginia, yang merupakan negara bagian di Amerika Serikat dengan jumlah perokok terbanyak. Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hampir 13 persen penduduk West Virginia adalah perokok dengan usia di bawah 18 tahun. Para responden adalah perokok harian yang juga berisiko dalam kegiatan negatif lain. Rata-rata para responden bisa menghisap rokok setengah bungkus per hari atau satu bungkus pada akhir pekan. Selama masa penelitian, beberapa responden mengikuti kegiatan untuk berhenti merokok, yang dikombinasikan dengan program kebugaran fisik. Sementara responden lain mengikuti program berhenti merokok, yang dikombinasikan dengan ceramah singkat. Dari hasil penelitian terlihat, remaja dengan aktivitas fisik teratur terbukti lebih mampu mengurangi kebiasaan merokoknya. Para remaja juga diminta meningkatkan waktu atau menambah hari latihan. Penelitian lanjutan ini membuktikan latihan fisik 20-30 menit per hari menjadi waktu yang paling efektif. Rasa sesak yang timbul akibat merokok selama berolahraga ternyata menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa sesak ini mendorong remaja untuk mengurangi konsumsi merokok. Konsumsi merokok yang menurun ternyata menimbulkan rasa lega saat bernafas, yang membantu remaja menyelesaikan latihan fisiknya. Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk melihat hubungan biologis dan kimiawi, antara latihan fisik dan mengurangi kebiasaan merokok. Riset lanjutan juga dibutuhkan untuk melihat efektivitasnya di negara bagian lain, dan perlakuan untuk tingkat usia perokok yang berbeda. "Namun kami yakin studi ini bisa digunakan untuk promosi gaya hidup sehat, yaitu berhenti merokok dan rajin berolahraga," kata Kimberly.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Fri May 17, 2013 6:39 pm

13 TIPS BERHENTI MEROKOK
JUM'AT, 17 MEI 2013 | 03:19 WIB
TEMPO.CO , New York:Pada dasarnya perokok ingin berhenti dari kebiasaan yang sulit terpisahkan dari hidupnya. Mereka sadar, merokok tak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang sekitarnya. Seringkali usaha berhenti merokok berakhir sia-sia. Namun WebMD memberikan 13 langkah bagi Anda supaya berhenti merokok.

1. Ketahui Alasan Tepat Anda
Tidak cukup baik menjadikan “karena itu buruk bagi Anda” sebagai alasan berhenti merokok. Anda perlu motivasi pribadi yang kuat, semacam keinginan melindungi keluarga Anda dari asap rokok. Anda bisa pula berfikir kanker paru-paru sebagai sesuatu yang menakutkan Anda. Bisa juga alasan sederhana seperti keinginan terlihat lebih muda. Pilih alasan kuat daripada keinginan Anda untuk menyalakan rokok.

2. Jangan Plin Plan
Mudah membuang rokok lalu mendeklarasikan diri telah berhenti. Sangat polos dan sederhana. Cuma jangan seperti itu. Karena 95 persen orang yang mencoba berhenti merokok tanpa terapi gagal. Alasannya, nikotin menyebabkan ketergantungan. Otak terbiasa dengan nikotin dan haus akan senyawa itu.

3. Coba Terapi Pengganti Nikotin
Pecandu rokok akan merasa frustasi, depresi, gelisah dan marah kala tidak mendapat asupan nikotin. Terapi pengganti nikotin membantu mengurangi perasaan ini. Studi menunjukkan permen karet nikotin, lozenges, dan patches dapat membantu melipatgandakan peluang Anda untuk berhenti merokok. Pasalnya umumnya tak dianjurakan mengkonsumsi produk ini sembari merokok.

4. Ketahui Resep Obat
Datang ke dokter dan minta resep obat. Ketahui cara yang memudahkan penarikan nikotin memakai produk yang tak mengandung nikotin. Ada pil dari bahan kimia yang membantu mengurangi ketagihan pada otak. Sebaiknya jangan pergi ke dokter sendirian.

5. Nyatakan kepada Orang Dekat
Keputusan Anda berhenti merokok sebaiknya diutarakan kepada teman, keluarga, dan rekan kerja. Mereka bisa mendorong Anda agar bisa membuat perbedaan. Anda bisa bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan konselor. Terapi perilaku adalah jenis konseling yang membantu identifikasi dan memberi cara berhenti merokok. Peluang Anda berhasil berhenti merokok kian besar dengan gabungan antara terapi perilaku dan produk pengganti nikotin.

6. Kelola Stres
Lebih rileks merupakan satu dari berbagai alasan merokok. Nikotin dianggap membantu. Niat Anda berhenti merokok harus diikuti cara lain mengatasi stres. Anda bisa yoga atau mendengarkan musik. Anda harus bisa menghindari stres dalam beberapa pekan setelah memutuskan berhenti merokok.

7. Hindari Alkohol dan Pemicu Merokok Lain
Keinginan merokok bisa ditingkatkan oleh kegiatan tertentu. Alkohol menjadi pemicu yang paling umum. Maka hentikan konsumsi alkohol. Cuma kalau pemicunya kopi, Anda bisa beralih ke teh selama beberapa pekan. Anda juga harus mencoba menghentikan kebiasaan merokok setelah makan dengan menyikat gigi atau mengunyah permen karet.

8. Bersihkan rumah
Buang asbak dan korek api. Cuci pakaian, karpet, gorden, dan benda lain agar terhindar dari bau asap rokok. Singkirkan aroma familiar dengan menyemprotkan penyegar udara. Jangan pernah lagi melihat atau mencium sesuatu yang mengingatkan Anda pada rokok.

9. Coba dan Coba Lagi
Kambuh merokok lagi sangat wajar, bahkan tak sedikit yang menyerah pada rokok. Periksa emosi dan keadaan yang menyebabkan kambuh. Kembalikan komitmen berhenti merokok. Coba lagi dan tetapkan batas waktu.

10. Berolahraga
Aktivitas fisik bisa membantu mengurangi ketagihan nikotin. Ganti ambil sebatang rokok menjadi meraih sepatu olahraga. Olahraga ringan, seperti berjalan-jalan atau mencabut rumput liar di kebun, bahkan sangat membantu. Kalori ekstra yang Anda bakar akan menangkal kenaikan berat badan setelah Anda berhenti merokok.

11. Makan Buah dan Sayur
Jangan diet saat berhenti merokok. Fokus makan lebih banyak buah, sayuran, dan produk susu rendah lemak. Studi Universitas Duke menunjukkan sayur dan buah membuat rokok terasa mengerikan. Ini akan memberikan Anda “kaki” penopang dalam memerangi kecanduan sekaligus memberi nutrisi pelawan penyakit.

12. Pilih Hadiah
Selain manfaat kesehatan, berhenti merokok menghemat pengeluaran. Uang pembelian rokok bisa menjadi hadiah yang menyenangkan.

13. Demi Kesehatan
Berhenti merokok tidak cuma menghemat uang, tetapi juga kesehatan. Tekanan darah menurun, dan kadar oksigen dalam tubuh bertambah. Dalam sehari, tingkat karbon monoksida dalam darah kembali normal. Dalam waktu dua pekan sampai tiga bulan, risiko serangan jantung dan paru-paru berkurang dan berfungsi lebih baik. Bukankah sehat dari ancaman penyakit jantung koroner, stroke, dan paru-paru, menyenangkan?

Selamat berhenti merokok.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Tue May 28, 2013 2:26 pm

KENALI BAHAYA ROKOK PADA BUMIL
Helmi Ade Saputra - Okezone SELASA, 14 MEI 2013 09:54
MEROKOK saat hamil tidak saja membahayakan kesehatan bumil tapi juga calon bayi yang akan dilahirkan. Diperkirakan, sebanyak 20% wanita yang merokok ketika hamil menyebabkan berat bayi saat lahir rendah dan menyebabkan komplikasi pada kehamilan serta persalinan. NHS merekomendasikan seorang ibu hamil harus menjalani tes pernapasan untuk membuktikan mereka merokok atau tidak selama kehamilan mereka. Hal ini untuk memastikan mereka tidak berbohong karena berbahaya bagi yang belum lahir, demikian seperti yang dilansir sky news.com. Usulan tersebut juga sudah mendapat dukungan dari para bidan, salah satunya Cathy Warwick, Chief Executive dari Royal College of Midwives yang mengatakan, “Tes akan sangat membantu dalam menunjukkan kepada wanita perokok saat hamil perihal risiko cacat pada bayi mereka” “Kami ingin (Nice) para bidan memberikan penjelasan dan menawarkan tes, namun keputusan akhir tetap pada wanita tersebut”. Namun Warwick juga menambahkan solusi dari masalah ini adalah mengurangi prevalensi merokok. "Solusi nyata di sini adalah dengan mengurangi prevalensi merokok pada kehamilan, dan perawatan yang berkesinambungan dari bidan yang sama.” Sayangnya, banyak wanita hamil yang melakukan kunjungan dengan bidan yang berbeda-beda sehingga perawatan tidak berkesinambungan. (ind) (tty)


Last edited by gitahafas on Thu May 30, 2013 6:03 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: M e r o k o k   Wed May 29, 2013 5:34 pm

MEROKOK KURANGI ASUPAN OKSIGEN
SENIN, 06 MEI 2013 | 15:36 WIB
TEMPO.CO, Utah - Ketika sedang merokok, seseorang tidak akan bisa bernafas seperti biasa. Saat itulah, oksigen tidak masuk ke tubuh. Padahal, manusia membutuhkan oksigen sepanjang hidupnya, 24 jam dalam sehari. Merokok membuat asupan oksigen yang sangat dibutuhkan tubuh menjadi berkurang. Ditambah lagi, bahaya yang terkandung dalam rokok itu sendiri, seperti tar, nikotin, dan karbon monoksida yang tentu menambah dampak tidak baik bagi tubuh. Dampak yang paling sering ditemukan akibat merokok adalah kanker paru-paru. Denitza P. Baglev, seorang dokter spesialis paru-paru di Utah, Amerika, ini mengemukakan bahwa sebagian besar pasiennya adalah penderita gangguan paru-paru yang disebabkan tembakau dalam rokok. Bahkan, di negara bagian Utah yang memiliki tingkat merokok terendah pun, jumlah penderita penyakit paru-paru akibat tembakau menduduki posisi teratas. Pada umumnya, mereka mulai merokok sejak kecil. Mereka tertarik untuk mencoba rokok saat orang tua mereka merokok atau terpikat oleh iklan rokok yang begitu menarik. Dan setelah mencoba merokok maka akan sulit untuk berhenti. Seperti dilansir The Salt Lake Tribune, hanya sekitar 6 persen perokok yang dapat berhenti merokok. Beberapa pengobatan, bimbingan konseling, atau program intensif mungkin dapat membantu menghentikan kecanduan merokok. Namun, tak jarang berbagai usaha hanya berakhir sia-sia. Kebanyakan perokok baru dapat berhenti merokok setelah menderita kanker paru-paru yang membuat mereka semakin sulit bernapas. Lantas, apa yang harus dilakukan? Seorang pasien dr. Denitza P. Baglev menuturkan, "Suatu ketika anak perempuan saya melihat saya merokok dan ia berkata, 'Ayah, saat besar nanti aku ingin (merokok) sepertimu." Dan saat itulah ia mulai berhenti merokok. Tanpa rokok, kita tidak hanya sekadar memberikan asupan oksigen yang cukup bagi paru-paru, tetapi juga menyiapkan generasi penerus bebas rokok.


Last edited by gitahafas on Thu May 30, 2013 6:02 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
M e r o k o k
View previous topic View next topic Back to top 
Page 17 of 20Go to page : Previous  1 ... 10 ... 16, 17, 18, 19, 20  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: