Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Susu dan A S I

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 17 ... 29  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:39 am

MAU GIZI ANAK SEIMBANG? JANGAN ABSEN SUSU DARI MENU
Jumat, 10 Desember 2010, 19:39 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Susu yang memiliki empat ratus komponen nutrisi dalam menjalankan fungsi tubuh sangat membantu seimbangkan gizi anak Indonesia maupun dunia, kata ahli gizi klinis, dr. Samuel Oetoro, Ms.,SpGK. "Indonesia masih menempati urutan ke 111 dari 182 negara dalam Indeks Perkembangan Manusia dan salah satu penyebabnya masih sangat banyak masalah kesehatan terkait gizi kurang atau gizi lebih," ujar Samuel saat Peluncuran Identitas Merk Baru Frisian Flag di Jakarta, Jumat (10/12). Menurut dia, peningkatan status gizi pada generasi muda amatlah penting. Cara paling mudah yaitu mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk memenuhi asupan gizi seimbang termasuk susu yang memiliki nutrisi terbaik yang terdiri dari kalsium, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. "Konsumsi susu yang cukup, membantu anak-anak memiliki ingatan jangka pendek yang lebih baik dan membantu pertumbuhan tulang mereka," kata Samuel. Ia menambahkan bahwa kekurangan zat pada susu akan mengakibatkan pertumbuhan anak yang lambat. "Konsumsi susu di Indonesia telah meningkat dari 7,7 liter per kapita per tahun (2008) menjadi 11,7 liter per kapita per tahun (2010)," ujar Presiden Direktur Frisian Flag Indonesia, Cees Ruygrok. Namun, ia mengatakan bahwa angka tersebut masih pada urutan terendah dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara seperti Thailand atau bahkan Vietnam. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, jumlah kasus gizi buruk di Indonesia terus menurun dari 5,1 juta kasus pada 2004 menjadi 4,42 juta kasus pada 2005 dan pada 2007 menjadi sebesar 4,1 juta kasus.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 24, 2012 1:24 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:40 am

ANTARA SUSU UHT DAN SUSU FORMULA UNTUK BATITA
Rabu, 4 Januari 2012 | 10:29 WIB
TANYA:
Dok, anak saya berusia 18 bulan. Sejak lahir ia selalu mengonsumsi ASI, namun belakangan ini produksi ASI saya terus menurun sehingga terkadang saya memberinya susu formula. Saya ingin tahu tentang susu UHT untuk batita. Ada pendapat yang mengatakan UHT lebih bagus dari susu formula? Benarkah demikian? Apa benar juga bahwa anak balita tidak perlu susu khusus, dalam arti ia boleh minum susu untuk keluarga? Terima kasih penjelasannya.

Clarita (33), Depok

JAWAB :
Untuk seusia si kecil (diatas 12 bulan) sebenarnya yang diharapkan adalah pola makannya yang sudah lebih dominan sebagai asupan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Sedangkan frekuensi susu semakin lama akan semakin dikurangi sampai pada akhirnya asupan nutrisi/zat gizi yang dibutuhkan sebagian besar adalah melalui makan utamanya. Dengan demikian untuk usia diatas 12 bulan pilihan susu tambahannya semakin bervariatif tanpa perlu harus "bersikeras" memilih-milih susu jenis apa yang dapat menaikkan berat badannya, karena untuk tumbuh kembang seusianya yang dibutuhkan adalah sebagian besar dari makanan utamanya, bukan hanya susu saja. Jadi, pilihan untuk susu tambahan jenis apapun dapat diberikan untuk si kecil.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 24, 2012 1:51 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:42 am

5 ALASAN ANAK PERLU MINUM SUSU
Senin, 15 Oktober 2012 | 11:46 WIB
KOMPAS.com — Mengapa anak harus minum susu? Sebab susu mengandung aneka nutrisi yang bisa melengkapi kebutuhan gizi anak. Contoh, asam lemak tak jenuh (AA, DHA, sphingomyelin), serat pangan yang berperan sebagai prebiotik (Fos-Gos), mineral (kalsium, fosfor, dan magnesium), dan lain sebagainya, yang diharapkan dapat mendukung kesehatan anak. Selain itu, susu juga memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang bisa menahan lapar cukup lama, sekaligus mengubah lemak menjadi energi. Energi sangat dibutuhkan oleh anak (terutama yang berada dalam masa perkembangan lanjutan) untuk membantunya beraktivitas lebih optimal. Di usia 1-3 tahun, anak dianjurkan minum susu 2-3 sehari, lalu di usia 4-6 tahun diturunkan menjadi 1-2 kali sehari. Ada banyak manfaat dari minum susu. Berikut di antaranya:

* Tulang sehat
Umumnya, susu kaya akan kandungan kalsium, fosfor, magnesium, dan protein. Semua zat gizi ini berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang. Jika terbiasa minum susu sejak kecil, tulang kita akan terlindungi dari gangguan osteoporosis (keropos).

* Gigi sehat
Selain tulang, kalsium dan fosfor yang dikandungnya membuat gigi kuat dan sehat. Gigi bisa digunakan sepanjang hidup karena zat gizi ini bisa melindungi gigi dari asam mulut, bakteri, sisa makanan yang menempel, dan lainnya.

* Mendukung kecerdasan
Kandungan AA, DHA, sphingomyelin, dan lainnya pada susu bisa menjadi nutrisi bagi otak anak. Jika asupannya cukup, maka hal itu akan mendukung pertumbuhan kecerdasan anak. Meski demikian, anak tetap harus diberikan stimulasi dan asupan nutrisi yang beragam dari sumber makanan lain.

* Lebih aktif
Kandungan gizinya yang lengkap dan ditambah rasa yang nikmat membuat banyak anak menyukai susu. Jika dikonsumsi secara rutin, selain memenuhi kecukupan gizi anak, tubuhnya pun akan terasa lebih bugar dan sehat. Dengan kondisi tubuh yang prima, anak akan lebih aktif. Hal ini sangat penting mendukung pertumbuhan tubuhnya.

* Sebagai kudapan sehat
Dengan aktivitas sangat tinggi, biasanya anak mudah lapar dan haus. Nah, susu bisa menjadi kudapan sehat. Ketika haus dan lapar saat beraktivitas, anak akan lebih mudah minum susu dibandingkan makanan lain. Selain itu, susu bisa mengatasi kebutuhan cairan anak yang terkuras saat beraktivitas sehingga anak bisa terhindar dari dehidrasi.


Last edited by gitahafas on Tue Nov 06, 2012 4:46 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:43 am

MINUM SUSU BISA MENINGGIKAN BADAN?
Senin, 28 November 2011 | 16:20 WIB Kompas.com
T:
Dokter yang terhormat, saya seorang mahasiswi 21 tahun, dengan tinggi 150 cm, berat badan 39 kg. Saya rajin minum susu tinggi kalsium dua gelas setiap hari, dan olahraga ringan seperti aerobik dua kali seminggu untuk menjaga kebugaran. Saya merasa kurang percaya diri dengan tinggi badan saya, karena menghalangi saya meraih pekerjaan impian. Di usia saya sekarang, masih dapatkah tinggi badan saya bertambah? Adakah usaha atau makanan yang dapat saya konsumsi untuk meningkatkan tinggi badan saya? Terima kasih. (Alina, 21, via e-mail)

J:
Dear Alina
Tinggi badan seorang remaja perempuan akan berhenti tumbuh pada usia 18 tahun. Saat ini usia Alina sudah 21 tahun, berarti pertumbuhan panjang tulang sudah selesai. Sampai saat ini belum ada cara yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis untuk menambah tinggi badan setelah masa tumbuh selesai. Adapun hal-hal yang sebaiknya Aline lakukan untuk kesehatan tubuh dan tulang adalah:

1. Dari data berat dan tinggi badan, Alina termasuk pemilik berat badan kurang karena mempunyai indeks massa tubuh (IMT) 17,3 kg/m2 (normal 18,5-22,9 kg/m2). J,adi sebaiknya Alina naikkan berat badan menjadi 42-45 kg. Rumus menghitung IMT = berat badan (kg): tinggi badan (m)2.

2. Konsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang, terutama untuk mencapai massa tulang yang optimal agar tidak cepat terjadi osteoporosis atau keropos tulang, seperti:
* protein, yang banyak ditemukan pada daging, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.
* kalsium pada susu, keju, ikan teri, ikan, bayam, brokoli, dan lain sebagainya.
* phosphor pada keju, sereal, daging sapi, yoghurt, dan lain sebagainya.
* magnesium pada ikan, buah-buahan, dan sayur-sayuran
* vitamin D ditemukan pada sinar matahari, susu, ikan, keju, sereal
* vitamin K pada bayam, kembang kol, brokoli
* mineral Zn banyak pada makanan laut, daging ayam, daging sapi, sosis, dan lain sebagainya.
* olahraga teratur 3-5 kali seminggu selama minimal 30 menit.


Last edited by gitahafas on Tue Nov 06, 2012 4:46 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:47 am

BENARKAH DHA DALAM SUSU MENCERDASKAN OTAK?
Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 25 Oktober 2012 | 09:34 WIB
Kompas.com - Susu formula atau susu pertumbuhan saat ini dimodifikasi sedemikian rupa supaya makin mendekati ASI. Salah satu zat gizi yang banyak disuplementasi adalah asam arachidonic (AA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA) yang diklaim akan meningkatkan kecerdasan bayi. Banyak orangtua yang menganggap bahwa susu yang diperkaya dengan AA dan DHA sudah pasti akan membuat buah hati mereka lebih cerdas. Menurut dr.Yoga Devaera, Sp.A dari divisi nutrisi dan penyakit metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, sebenarnya para ahli belum menyimpulkan apakah penambahan zat-zat tersebut bisa meningkatkan kecerdasan. Data-data penelitian juga belum konsisten menunjukkan manfaat jangka panjang suplementasi AA dan DHA. "Pada kadar tertentu memang bisa menyebabkan perkembangan anak menjadi lebih baik. Tetapi belum jelas juga berapa yang sebenarnya dibutuhkan anak," katanya dalam acara media edukasi teknologi pengemasan susu cair yang diadakan Tetra Pak di Jakarta (24/10/12). Yoga menjelaskan bahwa kecerdasan anak dipengaruhi oleh tiga hal, yakni potensi genetik, nutrisi, serta stimulasi yang diberikan orangtuanya. "Yang pasti kandungan AA dan DHA dalam ASI sangat tinggi, sementara di susu sapi tidak ada. Karena itu kebanyakan susu untuk bayi disuplementasi zat tersebut supaya mirip ASI," paparnya. Sementara itu, menurut Yoga, penelitian mengenai manfaat zat besi terhadap kecerdasan bayi sudah jauh lebih pasti. "Kekurangan zat besi pada usia bayi bisa menurunkan tingkat kecerdasan anak," imbuhnya.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 11, 2012 3:17 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:48 am

SEJUTA MANFAAT ASI UNTUK BAYI & IBU
Sabtu, 9 Juli 2011 - 09:15 wib Okezone
UNTUK bayi, tak ada asupan yang paling baik selain ASI. Dalam ASI itulah segala kebutuhan si mungil akan terpenuhi. Kandungan ASI memegang peran utama dalam perekembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Nah, di samping itu ada unsur-unsur lainnya seperti kalsium yang berperan besar terhadap perkembangan tulang-tulang bayi. So, tingkatkanlah kualitas ASI Moms dengan cara makan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa mengonsumsi vitamin tambahan – mengandung ekstrak daun katuk.

Manfaat Bagi Bayi
ASI meskipun disebut sebagai susu, namun sebagian besar tersusun atas air. Ini merupakan ciri terpenting dari ASI, sebab selain makanan bayi juga membutuhkan cairan. Lantas, mengapa ASI sangat baik bagi bayi?

- Aspek gizi
Dalam ASI terdapat kolostrum yang mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, utamanya diare. Kolostrum juga mengandung vitamin A yang tinggi, karbohidrat, lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Dengan kolostrum juga akan membantu mengeluarkan mekonium – kotoran bayi yang pertama (berwarna hitam kehijauan). ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Dalam susu formula banyak diunggulkan AA dan DHA - asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal - bagi pertumbuhan bayi. Padahal, Moms tak perlu repot-repot mencarinya dari sufor – yang paling mahal sekali pun. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat). Dalam ASI, AA dan DHA bisa didapatkan si kecil secara gratis! Begitu pun dengan Taurin - sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

- Aspek imunologi
ASI mengandung zat antiinfeksi yang bersih dan bebas kontaminasi. Zat imun itu ada padaimmunoglobulin, sekretori, dan laktoferin. Zat immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum berfungsi mencegah terjangkitnya penyakit pada bayi. Lalu, zatsekretori yang dapat melumpuhkan bakteri patogen e-coli serta berbagai virus pada saluran pencemaan. Sementara laktoferin, sejenis protein, merupakan komponen zat kekebalan yang berfungsi mengikat zat besi di saluran pencemaan.

- Aspek kecerdasan
Kandungan gizi ASI sangat baik untuk perkembangan sistem saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bayi yang diberi ASI, IQ-nya 4,3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

- Aspek neurologis
Dengan mengisap payudara, koordinasi saraf menelan, mengisap dan bernapas pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

Manfaat Bagi Ibu
Selain bagi bayi, pemberian ASI minimal 6 bulan pun memberi manfaat bagi sang ibu, seperti:
- Aspek psikologis
Rasa percaya diri ibu untuk menyusui si kecil. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon utamanya oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI. Interaksi ibu dan bayi dimana pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi bergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut. Ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

- Bisa menunda kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metoda Amenorea Laktasi (MAL).

(sumber: Moms & Kiddie)


Last edited by gitahafas on Fri Jun 15, 2012 10:51 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:49 am

MENYUSUI TAK SEKEDAR MEMBERI ASI
Bramirus Mikail | Lusia Kus Anna | Sabtu, 30 April 2011 | 19:55 WIB
KOMPAS.com - Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia, dan kesehatan lahir batin. Hal tersebut menjadi tema besar perayaan hari ulang tahun Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang keempat. Menurut Mia Sutanto, Ketua Umum AIMI, pada ulang tahun yang keempat ini, AIMI ingin menyadarkan masyarakat bahwa menyusui itu tidak sekedar memberi ASI. "Justru sekarang yang banyak diangkat itu ASI nya bahwa ASI itu bagus untuk kecerdasan, kesehatan bayi. Tetapi yang sering terlupakan oleh masyarakat bahwa kegiatan menyusui manfaatnya juga luar biasa," katanya, dalam perayaan HUT AIMI ke-4 dengan tema "Menyusui, Lebih dari Sekedar ASI", Sabtu, (30/4/2011). Mia melanjutkan, kegiatan menyusui itu bisa juga melibatkan dekapan, belaian, berbicara, bernyanyi dan bersenandung dengan si bayi. "Itu semua adalah value added dari kegiatan menyusui itu," tambahnya. Mia menilai, kesadaran para ibu untuk memberikan ASI, belakangan ini sudah lebih baik. Namun kurangnya sosialisasi, edukasi dan dukungan seringkali menyebabkan ibu kurang menyadari pentingnya pemberian ASI eksklusif. "Gencarnya promosi produk-produk pengganti ASI, itu semua yang sedikitnya banyak memberikan tantangan buat si ibu untuk bisa secara full memberikan ASI kepada buah hati," jelasnya. Mengutip data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Mia mengatakan, angka pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan cenderung turun sebesar 32 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Sedangkan menurut laporan SDKI tahun 2003 itu 40 persen, jadi turun sekitar 6-8 poin," pungkasnya. Mia mengungkapkan, sebagai wujud syukur di usia AIMI yang ke-empat, serangkaian acara sosialiASI dan konseling laktasi gratis akan diselenggarakan AIMI tidak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh cabang AIMI (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur). "Kami ingin membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang ASI dan menyusui benar," tutupnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:49 am

MENYUSUI, KUNCI IKATAN IBU DAN BAYI
Lusia Kus Anna | Senin, 23 Mei 2011 | 06:19 WIB
KOMPAS.com — Setiap ibu tentu ingin memiliki hubungan yang dekat dan akrab dengan bayinya. Ikatan yang kuat antara ibu dan anak ini kelak akan berpengaruh pada rasa percaya diri anak. Rahasia ikatan yang paling efektif menurut para ahli adalah dengan menyusui si buah hati.
Memberikan air susu ibu (ASI), selain memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, juga meningkatkan ikatan antara ibu dan anak dibanding ibu yang memberi susu formula kepada anaknya. Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang memberi ASI memiliki respons otak paling kuat ketika mendengar bayinya menangis. Hal tersebut dibuktikan oleh penelitian yang digelar tim dari Child Study Center, Universitas Yale, Amerika. Mereka membagi para ibu menjadi dua kelompok. Sebanyak 9 orang menyusui bayinya, sedangkan 8 ibu memberi susu formula. Para ibu itu kemudian melakukan tes MRI satu bulan setelah bayi lahir. Ketika para ibu itu sedang melakukan tes MRI, mereka diperdengarkan dua rekaman suara tangis bayi, yakni tangisan bayi mereka sendiri dan tangisan bayi orang lain. Seluruh otak para ibu lebih aktif saat mendengar suara tangisan bayi mereka. Namun, respons otak paling kuat terlihat pada ibu-ibu yang memberi ASI. Pilyoung Kim, psikolog perkembangan dari Universitas Yale, menjelaskan, ada banyak faktor yang berperan pada tingginya sensitivitas otak ibu menyusui. "Bukan cuma kerena memberi ASI, melainkan juga karena kadar hormon dan pengalaman personal lain," katanya. Kadar hormon, misalnya, sangat bervariasi antara ibu yang memberi ASI dan tidak. Oksitosin, si hormon cinta yang membantu ikatan emosional antara ibu dan anak, akan dilepaskan secara alami ketika seorang ibu menyusui bayinya. Kendati demikian, menurut Kim, aspek psikologi juga mungkin berperan. "Ibu yang memutuskan memberi ASI merefleksikan kecenderungan untuk lebih berempati kepada bayi mereka. Tekad untuk memberi ASI sejak bayi dalam kandungan juga meningkatkan ikatan antara ibu dan anak," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:51 am

INGAT, ASI TETAP LEBIH BAIK DARIPADA SUSU FORMULA!
Senin, 27 Desember 2010 - 15:48 wib
MAKANAN yang paling baik dan tepat untuk bayi adalah ASI. Namun saat ini banyak sekali bayi yang langsung diberikan susu formula. Entah karena si ibu sibuk bekerja, entah juga karena ada masalah pada payudara si ibu. Saat ini produk susu formula sebagai produk pengganti ASI marak beredar di pasaran. Berbagai produk dengan berbagai keunggulan ditawarkan untuk menarik minat konsumen. Hal ini tentunya semakin membuat wanita semakin menjauhi kegiatan “menyusui”. Memang tidak ada larangan untuk memberikan susu formula pada bayi. Tapi ada baiknya Anda ketahui lebih dekat apa itu susu formula.

Perbedaan antara susu formula dan ASI sangat jelas. Pertama, sumber kedua susu itu berbeda. “Kalau dibilang perbedaannya apa, ya, sudah pasti beda. Yang satu sumbernya sapi. Susu formula itu sebenarnya susu yang diformulasikan atau dibuat sedemikian rupa menyerupai ASI. Jadi, sampai kapan pun tidak akan sama dengan ASI. Formula itu istilah susu sapi yang diformulasikan menyerupai ASI. Komposisinya tidak bisa 100 persen sama. Hanya kira-kira. Hanya kandungannya yang menyerupai,” terang dr Elizabeth Hutapea SpA dari RS Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat.

Disebut menyerupai ASI karena kandungannya disesuaikan. Misalnya, pada susu sapi kandungan zat tertentu sangat rendah, sehingga perlu penambahan zat dari luar. Dan jika ada yang kandungannya terlalu tinggi, kandungan itu diturunkan. “Menyerupai dalam arti kandungan gizi dalam ASI dipelajari dan akhirnya diterapkan sebagai acuan pada susu formula. Jadi, yang ditambahi pada susu formula itu DHA, zat besi, dan zat-zat yang lainnya. Kalau berlebihan di susu sapi, itu juga dikurangi. Seperti kalsium dan natriumnya. Itu terlalu tinggi. Itu dikurangi. Itulah kenapa dinamakan susu formula,” lanjut Elizabeth.

Perbedaan lainnya adalah zat-zat bilogis. Zat biologis yang dimaksud, antara lain, antibodi, lactobacillus, dan sebagainya. “Yang lain itu zat-zat bilogis. Contohnya, antibodi, lactobacillus, probiotik, sistem kekebalan, immunologlobulin. Itu semua gak ada di susu formula. Adanya di ASI,” jelas Elizabeth. Yang juga perlu diperhatikan adalah laktosa. Laktosa yang terdapat pada susu formula dan ASI berbeda. Walaupun dari strukturnya sama, namun laktosa ini sering menjadi masalah ketika bayi mengonsumsi susu formula.

“Laktosa ASI mudah diserap sedangkan susu formula belum tentu mudah diserap oleh bayi,” imbuh Elizabeth. Itulah mengapa ada kasus bayi yang tak cocok dengan susu formula atau bayi mengalami diare setelah mengonsumsi susu formula. “Makanya ada susu formula yang cocok, ada susu yang tidak cocok pada bayi,” tandasnya. Hal itu bisa terjadi karena ASI punya faktor lain, sehingga konsumsi ASI jarang dan hampir tidak pernah menimbulkan masalah dibanding dengan konsumsi susu formula. ASI memiliki enzim yang membantu penyerapan laktosa. ASI punya enzim yang membantu pencernaan laktosa. Susu formula kan nggak ada,” jelas Elizabeth.

Perbedaan lainnya adalah sistem kekebalan. Sistem kekebalan yang terdapat dalam ASI tidak akan pernah tergantikan oleh susu formula manapun. Sistem kekebalan ini diturunkan oleh sang ibu melalui ASI. “Kekebalan itu yang nggak bakalan bisa tergantikan. Pada susu formula hampir tidak didapat, ya. Kekebalan didapatkan melalui ASI. Kekebalan saluran cerna khususnya. Flora usus, secretory immunoglobulin A, itu adanya di ASI,” tegas Elizabeth. Perbedaan-perbedaan itu kemudian bisa dilihat pada anak. Pasti ada perbedaan anak yang minum ASI dan yang minum susu formula.

“Jelas beda. Bayi yang dikasih ASI dan tidak itu ke depannya beda, dalam hal kecerdasan, tumbuh kembang, kerentanan terhadap penyakit, lQ-nya juga beda. Itu semua beda. ASI lebih bagus. Tetap lebih bagus. Belum lagi tingkat obesitas. ASI sangat rendah tingkat obesitasnya. Sementara susu formula sangat tinggi tingkat obesitasnya. Dari penelitian diketahui bahwa risiko obesitas lebih meningkat pada pasien-pasien yang pada saat bayi memiliki riwayat mendapatkan susu formula,” jelas Elizabeth.

Berarti susu formula tidak boleh diberikan? Sekalipun ada banyak kendala seperti ASI yang keluar tidak mencukupi atau sangat sedikit? “Cuma kita tidak bisa pungkiri memang banyak kendala seperti wanitanya sibuk, tidak keluar ASI. Kalau sudah demikian, ya sudah, dikombinasi,” kata Elizabeth.

Yang dimaksud dengan kombinasi adalah susu formula sebagai pengganti ASI. Masalahnya, masih banyak ibu yang salah tangkap. Yang benar adalah susu formula menggantikan ASI ketika asupan ASI berkurang, bukan ASI menggantikan susu formula. “Kombinasi boleh saja. Bisa dikombinasikan kapan saja karena bayi kan mengonsumsi susu dari 0-6 bulan,” jelas Elizabeth.

Meskipun pada akhirnya harus menggunakan susu formula lantaran ASI tidak keluar, hal yang paling pertama harus diberikan adalah kolostrum. “Yang lahir tiba-tiba langsung dikasih susu formula itu beda sama yang dia lahir dia dikasih dulu kolostrumnya. Jangan sampai firs feeding-nya itu susu formula. Kolostrum dulu dikasih. Karena kolostrum itu pasti keluar. Gak mungkin gak keluar walaupun ASI tidak keluar. Kolostrum itu akan melapisi saluran pencernaan bayi sehingga dia akan lebih kebal terhadap benda asing,” kata Elizabeth.

Lalu berapa rasio perbandingan kombinasi susu formula dan ASI yang baik? Menurut dr Elizabeth, hal ini sebaiknya tidak diberi patokan khusus. Kombinasi dimaksudkan untuk menggantikan ASI saat kuantitas atau jumlah yang masuk ke dalam tubuh bayi sedikit. Rasio atau perbandingan cenderung memengaruhi ibu secara psikologis dan membuat sang ibu malas memberikan ASI.

“Tapi yang diharapkan, meskipun dikombinasi, ya, tetap ada niat untuk memberikan ASI. Jangan sampai malas-malasan. Rasio, kalau bisa, nol. Kalau bisa, tidak dikombinasikan. Nggak bisa dipatokin. Semampunya saja. Kalau memang tidak bisa dengan ASI karena kendala-kendala seperti ASI sedikit, boleh diberikan susu formula. Jangan diberi patokan,” tegas Elizabeth.
(Genie/Genie/tty)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 10:52 am

ASI EKSKLUSIF TIDAK BISA DITAWAR TAWAR LAGI
Kamis, 11/08/2011 12:01 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Jumlah ibu-ibu yang memberikan ASI (Air Susu Ibu) masih belum optimal. Untuk meningkatkan jumlah tersebut, diharapkan masyarakat menjadikan menyusui sebagai gaya hidup. Karena pemberian ASI eksklusif (6 bulan) tidak bisa ditawar-tawar lagi. "Jadikan menyusui sebagai gaya hidup agar anak bisa tumbuh optimal dan anak tetap mendapatkan hak nya," ujar Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dr Slamet Rijadi Yuwono saat membacakan pidato Menkes di acara Temu Nasional Konselor Menyusui 1 di gedung Kemenkes, Kamis (11/8/2011). "ASI eksklusif adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi kalau ingin menghasilkan masa depan yang optimal," lanjut dr Slamet Rijadi. Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak adalah memberikan ASI saja sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan, meneruskan ASI sampai anak berusia 24 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi mulai usia 6 bulan. Pemberian ASI pada bayi tidak hanya sekedar rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), tapi juga diakui oleh agama sebagai makanan bayi dan anak ciptaan Tuhan yang tidak bisa digantikan dengan makanan atau minuman lain. Selain itu ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh ibu dan juga bayi jika memberikan ASI pada buah hatinya. "Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar anak dapat tumbuh optimal adalah memberikan makanan terbaik untuk anak, dan hal ini harus dipersiapkan sejak dini," ujar dr Slamet. Berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 2004-2009, diketahui cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif secara terus menerus dari usia 0-6 bulan meningkat dari 19,5 persen (2005) menjadi 34,3 persen (2009). "Meskipun ada kenaikan cakupan, tapi keadaan ini belum menggembirakan sehingga diperlukan upaya yang makin kuat dan komprehensif diantara para pemangku kepentingan," ujar Menkes Endang Sedyaningsih. Berbagai hal diketahui menjadi faktor yang mempengaruhi belum optimalnya pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah gencarnya promosi pemberian susu formula. Faktor lain yang mempengaruhi adalah belum optimalnya penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui (10 LMKM) serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ASI.
Back to top Go down
 
Susu dan A S I
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 29Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 17 ... 29  Next
 Similar topics
-
» .Geledah Rumah Ibrahim, Densus 88 Ngembat Susu Kambing

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: