Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Susu dan A S I

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 15 ... 29  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:30 am

BEDA SUSU BEDA NUTRISINYA
Lusia Kus Anna | Sabtu, 9 Juli 2011 | 12:51 WIB
Kompas.com- Dulu kita hanya mengenal susu sapi, tetapi sekarang ada berbagai pilihan susu, termasuk susu yang berasal dari tanaman seperti susu kedelai atau susu kacang almond. Kita juga bisa memilih susu yang organik atau susu yang langsung diminum dari sapi.
Berbagai pilihan susu itu ternyata juga mengandung nutrisi yang berlainan. "Beberapa produk sudah diperkaya dengan vitamin D. Ada juga produk bukan susu yang diperkaya dengan nutrisi seperti susu sapi sehingga bisa menjadi alternatif untuk mereka yang menderita laktosa intoleran," kata Jeannie Gazzaniga-Moloo, juru bicara American Dietetic Association. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing susu, simak penjelasan Gazzaniga berikut ini.

Susu Sapi
Plus: Susu sapi sangat kaya akan kalsium dan memiliki protein dua kali lebih banyak dibanding susu tipe lain. Walau saat ini ada beberapa jenis susu sapi, yang non lemak atau rendah lemak, masing-masing memiliki kandungan nutrisi hampir sama.
Minus: Untuk orang yang menderita laktosa intoleran, susu sapi bisa mendatangkan masalah seperti diare, perut kembung atau rasa tidak nyaman. Tetapi menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, sebenarnya orang yang laktosa intorelan bisa minum hingga 4 ons susu setiap hari tanpa menderita gejala.

Susu Kedelai
Plus: Susu yang dibuat dengan cara merendam dan menghaluskan biji kedelai ini kaya akan kandungan protein dan kalsium serta tidak memiliki lemak jenuh. Kelebihan lain adalah rendah kalori dan memiliki berbagai rasa.
Minus: Produk kedelai bisa menghambat penyerapan protein dan mineral. Beberapa penelitian mengenai kedelai terhadap kanker payudara juga masih kontroversial, sebagaian menyebutkan konsumsi kedelai meningkatkan risiko kanker payudara.

Susu Kambing
Plus: Susu kambing sangat mudah dicerna karena molekul proteinnya berbeda bentuk dengan protein susu sapi. Selain itu kandungan kalsium dalam susu kambing tak kalah dengan susu sapi, plus mengandung lebih banyak triptophan, asam amino esensial.
Minus: Susu kambing juga mengandung laktosa sehingga seperti halnya susu sapi bisa menyebabkan keluhan pada orang yang laktosa intoleran. Selain itu tidak semua orang menyukai rasanya yang merupakan kombinasi asin dan manis, dengan bau cukup menyengat.

Susu Almond
Plus: Menurut Gazzaniga, dalam beberapa tahun terakhir ini susu almond cukup populer di Amerika. Susu yang diolah dari kacang almond yang dicampur dengan air dan pemanis ini juga mengandung vitamin, mineral, dan kandungan lemak lebih sedikit. Rasanya juga lebih enak dan kaya.
Minus: Hanya sedikit mengandung protein, sekitar 1 gram per cup, jauh lebih sedikit dibanding susu kedelai atau susu sapi yang mengandung 7-8 gram per cup. Susu jenis ini juga tidak direkomendasikan untuk orang yang alergi kacang dan kekurangan vitamin B. "Beberapa produk susu almond juga diberi tambahan pemanis," kata Gazzaniga.

Susu Beras
Plus: Terbuat dari beras, susu jenis ini mengandung sedikit lemak dan kalori. Tersedia pula dalam rasa vanila atau tawar, serta bebas laktosa dan kedelai.
Minus: Secara nutrisi, menurut Gazzaniga susu beras kalah dibanding susu-susu lainnya. Selain tidak mengandung vitamin A dan C, susu beras juga cuma punya sedikit protein.

Susu Mentah
Plus: Susu yang langsung diambil dari sapi ini menurut Gazzaniga merupakan hadiah dari alam yang baik karena tidak diproses.
Minus: Susu segar yang tidak di-pateurisasi bisa mengandung bakteri berbahaya seperti salmonella, E.coli atau listeria. Menurut pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di AS, dalam 13 tahun terakhir lebih dari 800 orang menderita sakit akibat mengonsumsi susu segar dan keju.

Susu organik
Plus: Para pendukung makanan organik menyebutkan susu organik dihasilkan dari sapi-sapi yang tidak diberi pakan mengandung hormon, antibiotik, pestisida, atau penyubur sintetik.
Minus: Harganya dua kali lipat lebih mahal dibanding susu non-organik. Namun menurut Gazzaniga, susu organik memiliki nutrisi dan manfaat kesehatan yang sama seperti susu sapi konvensional.


Last edited by gitahafas on Mon Nov 05, 2012 9:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:31 am

JANGAN ASAL MINUM, INI KRITERIA SUSU YANG BENAR BENAR SEHAT
Putro Agus Harnowo - detikHealth Rabu, 19/09/2012 06:58 WIB
Jakarta, Khasiat susu bagi kesehatan telah digaungkan sejak beberapa generasi yang lampau sampai sekarang. Namun pada kenyataannya, tidak semua susu baik bagi kesehatan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar susu yang akan diminum layak disebut menyehatkan. Susu masih dianggap sebagai minuman ideal untuk mendapat asupan kalsium yang dibutuhkan tulang. Idealnya, tubuh mendapat asupan kalsium sebanyak 1.000 miligram setiap hari. Untuk lansia yang berusia 50 tahun ke atas, kebutuhannya bisa naik sampai 1.200 miligram per hari. Meskipun demikian, ada banyak produk susu yang menawarkan manfaat bagi kesehatan. Ada beberapa kriteria penting untuk memilih susu seperti dilansir Fox News, Rabu (19/9/2012), yaitu:

1. Organik
Susu organik berasal dari sapi yang diternakkan secara organik, artinya diberi pakan alami tanpa pupuk kimia dan pestisida. Beberapa ahli menganjurkan susu organik karena meyakini hormon pertumbuhan sintetis yang diberikan kepada ternak dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari pubertas dini sampai kanker. Namun sebuah penelitian yang dimuat journal of American Dietetic Association tidak menemukan adanya perbedaan tingkat hormon antara susu organik dengan susu konvensional. Di sisi lain, penelitian lain menunjukkan bahwa susu organik memiliki kandungan asam lemak omega-3, beta-karoten, vitamin E dan asam linoleat terkonjugasi yang lebih banyak.

2. Menajalani proses ultra-pasteurisasi
Proses ini dilakukan agar produk susu terjamin kesegarannya lebih lama. Ultra-pasteurisasi dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai suhu 137 derajat Celcius. Dengan metode ini, susu dapat disimpan dengan aman dalam lemari es hingga 60 hari asal kemasannya belum dibuka. Susu organik seringkali menjalani proses ultra-pasteurisasi karena membutuhkan proses distribusi agar dapat dijual di toko-toko. Apabila dikemas dalam wadah khusus yang steril lalu disegel untuk mencegah udara masuk, susu bisa disimpan sampai 1 tahun selama kemasan belum dibuka. Setelah dibuka, susu yang disimpan dalam lemari es bisa bertahan sampai 7 - 12 hari.

3. Diperkaya (Fortified)
Ini adalah nilai tambah dari sebuah produk susu yang membedakannya dengan susu biasa. Saat ini ada beberapa susu yang diperkaya dengan vitamin A, vitamin D, vitamin C, omega-3 dan serat. Susu bubuk juga terkadang ditambahkan kalsium, protein, serta pemutih atau stabilisator agar rasa dan warnanya lebih menarik.

4. Bebas laktosa
Beberapa orang memiliki kelainan dalam sistem pencernaannya karena tidak bisa mencerna laktosa dalam susu atau disebut juga intoleransi laktosa. Apabila dipaksa minum susu, akibatnya perut akan mual atau bahkan diare. Bagi penderita kelainan ini, susu bebas laktosa bisa membantu menambah asupan kalsium dan vitamin D tanpa harus mengganggu sistem pencernaan.

5. Alternatif lain yang tak kalah menyehatkan
Susu kedelai cocok bagi para vegetarian, penderita intoleransi laktosa dan orang menjalani pola makan khusus. Untuk vegetarian, pilihlah yang diperkaya vitamin B12. Pilih juga produk susu tanpa gula untuk menghindari risiko diabetes. Susu kedelai sedikit lebih tinggi kandungan lemak tak jenuh sehatnya daripada susu biasa. Santan juga mengandung jenis khusus dari asam lemak jenuh yang merupakan jenis kolesterol baik (HDL).


Last edited by gitahafas on Mon Nov 05, 2012 9:35 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:31 am

PERLUKAH MINUM SUSU SEUMUR HIDUP?
Selasa, 23 Agustus 2011 - 19:47 wib Dwi Indah Nurcahyani - Okezone
JANGAN beranggapan kalau susu hanya dibutuhkan untuk masa emas balita atau pertumbuhan remaja semata. Pasalnya, masa dewasa serta usia lanjut sekalipun masih membutuhkan asupan susu. Apakah selama ini Anda menganggap bahwa susu hanya baik dikonsumsi untuk memaksimalkan masa pertumbuhan saat masih kanak-kanak? Jika ya, segera buang jauh-jauh persepsi tersebut karena susu selalu dibutuhkan dalam tingkatan usiap berapapun. Bahkan, hingga akhir hayat menjemput kalau perlu. Susu memiliki peran sebagai zat penting yang mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, meningkatkan kekebalan tubuh, melindungi diri dari penyakit serta mengurangi risiko pengeroposan tulang dan kerusakan sendi di usia dewasa. Hal itu seperti ditegaskan Dr dr Saptawati Bardosono MSc dalam talkshow “Kebaikan dalam Kandungan Susu bagi Setiap Tahapan Kehidupan Manusia” bersama Fonterra Brands Indonesia di Garden Terrace Room, Hotel Four Season, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (23/8/2011).

Dijelaskan dokter yang juga merupakan pakar nutrisi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut bahwa susu tidak hanya penting bagi bayi dan balita, tapi juga bermanfaat di semua tahapan usia. Pada anak, susu berfungsi untuk menguatkan otot, tulang dan gigi (kandungan kalsium), juga untuk pertumbuhan dan pemeliharaan (kandungan protein), membantu fungsi normal otak dan sistem saraf, serta pembentukan sel darah merah (kandungan vitamin B12). "Susu adalah medium yang baik untuk memperkaya zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Mulai dari ibu hamil, anak-anak, remaja, dewasa hingga usia lanjut sekalipun, kita tetap selalu membutuhkan zat gizi untuk membantu tumbuh kembang. Dan, salah satu yang bisa memenuhinya adalah susu," ungkapnya. Nah, mengingat pentingnya fungsi susu tersebut, maka tak ada salahnya mengonsumsi susu hingga Anda berstatus manula sekalipun. Selain menyehatkan, susu pun memenuhi kandungan gizi yang diperlukan tubuh sehingga dapat menunjang fungsi tubuh dengan sempurna. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?


Last edited by gitahafas on Mon Nov 05, 2012 9:37 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:37 am

HOBI MINUM SUSU? SIMAK DULU CARA YANG TEPAT
Rabu, 12 September 2012, 10:06 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Minum susu ternyata ada aturan main tersendiri. Berikut adalah kiat dari sang ahli:

* Cukup Satu Gelas
Minumlah minimal segelas susu per hari bagi orang dewasa. Kecenderungan saat ini, orang hanya minum setengah gelas susu dalam satu minggu dan ini memprihatinkan.

* Susu Sapi
Jika tidak ada masalah dengan kolesterol, sebaiknya mengkonsumsi susu sapi dibanding susu kedelai.

* Kadar Gula Tinggi
Kalsium yang dimiliki susu tidak bisa diserap dengan baik apabila ada dibarengi asupan gula dalam kadar yang tinggi. Karena itu, kalau bisa minum susu tanpa gula, kenapa tidak memulainya? Orang tua juga sebaiknya membiasakan anak-anak untuk mengkonsumsi susu tanpa gula dari sejak dini.

* Protein Tinggi
Asupan protein tinggi juga menghambat penyerapan kalsium. Pada masyarakat di negara maju misalnya, resiko osteoporosis tetap tinggi. Padahal konsumsi susu mereka tinggi. Tapi di sisi lain, masyarakat ini juga mengkonsumsi daging yang berprotein tinggi.

* Susu Cair
Susu cair tidak perlu dimasak lagi karena sudah melalui proses pasteurisasi. Di mana kuman patogen penyebab penyakit sudah dibuang. Segera simpan susu cair yang sudah dibeli di dalam lemari es, bukan di freezer-nya. Susu adalah makanana yang mudah menyerap bau, karena itu usahakan tidak ada makanan dengan bau menyengat di dalam lemari es.

* Susu Bubuk
Sebaiknya diseduh dengan air hangat agar tidak banyak zat gizi yang rusak. Penuangan air yang panas bisa merusak beberapa zat gizi yang dikandung susu. Untuk penyimpanan, tidak harus di dalam kulkas. Cukup menyimpan susu bubuk di tempat kering pada susu kamar. Karena prinsip pengolahan susu bubuk adalah mengurangi air untuk menghambat atau mengurangi proses pembusukan.


Last edited by gitahafas on Mon Nov 05, 2012 9:12 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:37 am

SUSU KAYA AKAN ANTIBIOTIK ALAMI
Rabu, 20 Juli 2011 12:15 WIB Media Indonesia - Penulis : Prita Daneswari
TAK hanya sebagai sumber kalsium, segelas susu ternyata juga mengandung campuran melebihi 20 antibiotik dan obat penghilang rasa sakit. Para peneliti menyimpulkannya setelah menemukan sejumlah zat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit pada hewan dan orang-orang dalam sampel susu sapi, kambing dan manusia. Seperti dilansir Daily Mail, Kamis (14/7), dosisnya memang tergolong kecil bagi yang meminumnya, tapi setidaknya ini menunjukkan bagaimana zat kimia alami ditemukan dalam rantai makanan. Tim peneliti dari Spanyol-Maroko menganalisis 20 sampel susu sapi yang dibeli di Spanyol dan Maroko, bersama dengan sampel susu kambing dan air susu ibu (ASI). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa susu sapi mengandung obat antiinflamasi asam niflumic, asam mefenamat, dan ketoprofen yang umum digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit pada hewan dan manusia. Selain itu, terkandung hormon 17-beta-estradiol, suatu bentuk estrogen hormon seks. Ada pula asam niflumic dalam susu kambing. Semantara itu, ASI mengandung ibuprofen dan naproxen yang juga obat penghilang rasa sakit bersama dengan antibiotic triclosan dan beberapa hormon. Penelitian ini secara rinci telah dijabarkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi Juli 2011. (Pri/OL-06)


Last edited by gitahafas on Mon Nov 05, 2012 9:36 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:38 am

SEHATKAH MENGONSUMSI SUSU MENTAH?
Vera Farah Bararah - detikHealth Selasa, 22/03/2011 10:18 WIB
Jakarta, Beberapa orang memiliki kebiasaan mengonsumsi susu mentah yang tidak dimasak terlebih dahulu. Sehatkah mengonsumsi susu mentah yang belum dimasak atau dipasteurisasi ini? Susu mentah adalah susu yang tidak melalui proses apapun seperti halnya pasteurisasi sehingga susu ini masih sangat murni. Susu mentah dan susu yang sudah melalui proses biasanya berbeda dalam hal rasa serta kandungan nutrisinya. Tapi para ahli kesehatan umumnya tidak menyetujui konsumsi susu mentah, karena susu yang tidak dipasteurisasi kemungkinan besar masih mengandung bakteri seperti Campylobacter, Listeria, Salmonella, E.coli dan Shigella, seperti dikutip dari AOLHealth, Selasa (22/3/2011). Selain itu susu mentah bisa menjadi media yang baik untuk pertumbuhan bakteri patogen (bakteri jahat yang menyebabkan penyakit). Beberapa bakteri ini diketahui bisa menyebabkan keracunan dengan gejala diare, kram perut, demam, muntah-muntah, sakit kepala bahkan hingga komplikasi fatal lainnya. Diketahui orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak serta orang dengan penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh sebaiknya tidak mengonsumsi susu mentah karena lebih berisiko mengalami infeksi akibat mikroorganisme patogen tersebut. Meskipun terdapat argumen yang menuturkan bahwa mengonsumsi susu mentah bisa memberikan perlindungan dan melawan alergi, tapi belum ditemukan bukti yang pasti. Karena itu hingga saat ini tidak dianjurkan mengonsumsi susu mentah. Umumnya orang yang menyukai konsumsi susu mentah menganggap bahwa kandungan vitamin C, kalsium, vitamin B6 dan B12, vitamin A, vitamin D, zat besi serta yodiumnya lebih baik. Hal ini karena ada anggapan proses pasteurisasi bisa merusak kandungan nutrisi yang terkandung di dalam susu. Namun dalam studi yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association (JAMA) diketahui bahwa pasteurisasi tidak merusak nutrisi penting atau mengurangi nilai gizi yang ada di dalam susu. Orang yang mengonsumsi susu mentah secara sengaja menempatkan dirinya pada peningkatan risiko suatu penyakit. Karena itu jika ingin minum susu mentah sebaiknya dimasak terlebih dahulu.


Last edited by gitahafas on Tue Nov 06, 2012 4:41 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:39 am

SUSU SEGAR LANGSUNG, BELUM SEPENUHNYA BEBAS BAKTERI
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Selasa, 29/06/2010 17:00 WIB
Jakarta, Semakin sedikit melewati proses pengolahan, kandungan nutrisi dalam susu sapi seharusnya semakin baik. Namun tanpa dipanaskan terlebih dahulu, susu segar yang seharusnya menyehatkan justru bisa menyebabkan diare karena kandungan bakterinya cukup tinggi. Tidak bisa dipungkiri, berbagai proses pengolahan susu segar memang menurunkan tingkat mutu dan kandungan zat gizi di dalamnya. Pasterurisasi atau pemanasan misalnya, dapat menyebabkan 60 persen nutrisi menjadi tidak aktif dan 40 persen turun kualitasnya.

"Yang berkembang saat ini, orang berlomba-lomba untuk sebisa mungkin mendapatkan susu langsung dari sumbernya. Bila dibandingkan, kandungan nutrisi dalam raw milk dengan yang sudah disterilkan sangat berbeda," ungkap Prof Dr Ir Zaenal Bachruddin, M.Sc., Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, dalam seminar kampanye minum susu di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa, (29/6/2010). Namun tanpa melalui pemanasan, susu segar yang baru diambil dari sumbernya juga tidak baik karena ternyata kandungan bakterinya cukup tinggi. Kandungan nutrisi yang tinggi sebanding dengan risiko yang ditimbulkan, misalnya diare dan gangguan lain yang disebabkan oleh bakteri.

Pendinginan saja tidak cukup untuk mematikan bakteri, oleh karena itu harus dipanaskan. Risikonya memang harus mengorbankan kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya. Direktur South-East Asia Food and Agriculture Science and Technology (SEAFAST) Center, Purwiyatno Hariyadi, Ph.D. membenarkan bahwa susu segar di Indonesia memiliki kandungan bakteri cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah infrastruktur yang kurang memadai. "Memang tidak semua, karena ada juga yang bersih. Namun secara umum kandungan bakteri dalam susu segar di Indonesia cukup tinggi," katanya.

Sebagian besar peternakan di Indonesia melakukan pemerahan secara manual dengan peralatan yang kadang tidak sesuai standar, sehingga mudah terkontaminasi. Berbeda dengan negara maju, susu diperah dengan alat yang langsung terhubung dengan pendingin sehingga lebih steril. Proses pemanasan biasa dapat mematikan bakteri, namun butuh waktu lebih lama sehingga nutrisi yang hilang semakin banyak. Teknologi paling efektif menurut Purwiyatno adalah Ultra High Temperature (UHT), karena mampu mematikan bakteri dalam waktu singkat tanpa terlalu banyak mengorbankan kualitas nutrisi.(up/ir)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:40 am

GIZI SUSU SEGAR LEBIH BAIK??
Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 23 Mei 2011 | 15:23 WIB
KOMPAS.com — Rasanya tak ada yang meragukan nilai gizi yang terkandung pada susu. Susu merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang perlu dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Akan tetapi, susu menjadi bahan pangan yang tidak layak konsumsi jika tidak ditangani dengan benar. Saat ini di pasaran tersedia berbagai produk susu, ada yang dalam bentuk bubuk, susu kental manis, atau susu segar. Akan tetapi, susu kental manis tidak terlalu dianjurkan untuk konsumsi sehari-hari karena kandungan gulanya yang tinggi. Susu segar, menurut dr Samuel Oetoro, SpGK dari Klinik Semanggi, memiliki keunggulan dibanding susu kental manis atau susu bubuk karena proses pengolahannya tidak berlebihan sehingga zat gizi yang terbuang lebih sedikit. "Susu segar, baik yang di-pasteurisasi atau susu UHT (ultrahigh temperature), sama-sama memiliki keunggulan nilai gizi yang tinggi. Selain itu, susu yang sudah siap minum ini rasa susunya lebih terasa," katanya. Sementara susu bubuk, yang proses pengolahannya merupakan susu cair yang dikeringkan, menurut dr Samuel, akan kehilangan beberapa zat gizi. "Memang di zaman sekarang ini susu bubuk disuplementasi, zat gizi yang terbuang dalam pengolahan akan ditambahkan lagi. Tetapi, jika ingin memilih yang natural, tentu pilihannya susu segar," katanya. Meski demikian, susu bubuk memiliki keunggulan daya tahan yang lama dan praktis karena mudah dibawa-bawa. Sementara itu, jika Anda lebih memilih susu segar yang langsung dibeli dari peternak, dr Samuel mengingatkan pentingnya mencari sumber susu yang aman. "Meski bersifat alami, tetapi pilih peternakan yang menjaga kualitas produknya. Perhatikan apakah pangan ternak itu mengandung kontaminan atau tidak," katanya.


Last edited by gitahafas on Tue Nov 06, 2012 4:43 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:41 am

MENJAGA KEBAIKAN SUSU SEGAR
Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 3 November 2012 | 14:42 WIB
Kompas.com - Meski warnanya sederhana, putih, tetapi susu memiliki berbagai keunggulan. Dilihat dari aspek gizi dan kesehatan, cairan lezat ini adalah minuman super yang mampu menjaga kesehatan tulang dan gigi, sumber protein, mineral dan vitamin, hingga bahan dasar untuk terapi kecantikan. Penggunaan susu hewan perahan sebagai bahan pangan manusia sudah dikenal sejak lama. Pada tahun 8000 SM, bangsa di Timur Tengah mulai menjinakkan sapi dan domba untuk diambil susunya. Penduduk Turki bahkan sejak lama telah menguasai teknik pemrosesan susu menjadi keju untuk dikonsumsi. Di Indonesia, konsumsi susu sapi diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda. Ada berbagai jenis susu di pasaran, mulai dari susu segar, susu pasteurisasi, susu steril, susu formula, susu pertumbuhan, hingga susu UHT. Bentuk susu sendiri ada tiga jenis, yakni susu cair, susu bubuk, dan susu kental manis. Dengan beragamnya jenis susu yang tersedia, tentu bukan perkara mudah memilih susu yang terbaik untuk keluarga. Untuk bayi sampai ia berusia dua tahun, yang terbaik sudah tentu adalah air susu ibu (ASI). Untuk anak di atas dua tahun, menurut dr.Yoga Devaera, Sp.A, kecukupan gizi anak biasanya terpenuhi dari makanan sehari-hari. Meski begitu bukan berarti anak tidak disarankan minum susu, justru susu bisa menjadi sumber kalsium yang baik. "Pemberian susu bersama dengan makanan lain akan mencukupi kebutuhan kalsiumnya. Tetapi susu tidak dimaksudkan untuk mencukupi seluruh kebutuhan nutrisinya. Anak tetap perlu diajari makan," kata dokter dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI ini. Karena kandungan gizinya yang lengkap, menurut Yoga susu seharusnya tetap dikonsumsi secara teratur oleh orang dari berbagai rentang usia. Dibandingkan dengan jenis susu lainnya, susu segar memiliki cita rasa paling lezat karena asam lemak susunya belum rusak akibat proses pengawetan. Namun demi keamanan, susu yang akan diminum sebaiknya tetap harus dipanaskan atau disterilisasi.

Kelebihan UHT
Ada berbagai cara melakukan sterilisasi, yang paling sederhana adalah pemanasan untuk membunuh kuman. Namun menurut Prof.Purwiyatno Hariyadi dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Bogor, pemanasan dengan suhu rendah kurang efektif karena bisa merusak mutu dan gizi dalam susu. "Sterilisasi pada kombinasi suhu tinggi dan waktu singkat akan memberikan tingkat inaktivasi mikroba yang tinggi tetapi zat-zat gizinya terlindungi," kata Purwiyatno di acara media edukasi mengenai teknologi UHT yang diadakan oleh Tetra Pak Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu. Prinsip suhu tinggi dan waktu singkat itulah yang kemudian melahirkan teknik-teknik UHT (ultra high temperature) atau HTST (high temperature short time). Suhu pemanasan yang dipakai dalam teknik UHT mencapai 140 derajat celcius dalam waktu 4 detik. Yang membedakan susu UHT dengan susu steril adalah tingginya suhu dan teknik pemanasan yang dipakai. Pada susu steril, pemanasan dilakukan secara konvensional, sedangkan pada susu UHT dengan teknik PHE (plate heat exchange) yaitu mengalirkan cairan susu ke pipa panas. Teknologi ini ditemukan oleh Tetra Pak. Menurut Elvira P.Wongsosudiro, Communication Manager Tetra Pak Indonesia, pemrosesan susu segar menjadi susu UHT dilakukan secara otomatis dengan peralatan steril dan meminimalkan kontak tangan. "Susu UHT dikemas dalam kemasan aseptik multilapis yang dibuat kedap udara sehingga bakteri yang ada di udara tidak dapat masuk ke dalamnya," kata Elvira dalam kesempatan yang sama. Kemasan multilapis itu juga menjadikan susu terlindungi dari sinar ultraviolet dan kesegaran susu di dalamnya terjaga. Pengolahan susu segar menjadi susu UHT dengan teknologi tersebut juga menjadikan susu UHT tidak memerlukan pengawet namun masa simpannya lebih panjang. Ditambahkan oleh Purwiyatno, susu UHT memiliki sederet kelebihan, mulai dari kerusakan protein yang lebih rendah. Sebagai informasi, kerusakan protein pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk mencapai 30 persen. Pemanasan singkat dalam teknologi UHT juga menjamin cita rasa, warna, dan aroma susu UHT mendekati susu segar. Kelebihan lainnya adalah kerusakan susu UHT bisa dilihat mata, yakni kemasan susu yang tampak menggembung. Namun Purwiyatno menyarankan agar kita selalu mengecek ada tidaknya perubahan warna dan bau pada susu.


Last edited by gitahafas on Tue Nov 06, 2012 4:44 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Susu dan A S I   Fri Jun 15, 2012 9:42 am

LEBIH AWET DAN TETAP BERGIZI
Selasa, 6 November 2012 Seputar Indonesia
Sistem pengolahan susu makin canggih dari waktu ke waktu. Dengan teknologi ultra high temperature (UHT), misalnya, kandungan gizi alami pada susu tetap terjaga tanpa perlu bahan pengawet. Sudah banyak yang tahu,susu adalah bahan pangan yang kaya zat gizi yang diperlukan tubuh manusia.Selain sebagai sumber protein,karbohidrat, dan lemak,susu mengandung kalsium dalam jumlah yang signifikan yang penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang. Susu juga mengandung sejumlah vitamin baik yang larut lemak maupun larut air.Tidak heran,cairan berwarna putih ini menjadi salah satu bahan makanan pelengkap dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari,terutama pada anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya. Namun,pesatnya perkembangan industri susu dan banyaknya jenis susu yang beredar di pasaran Tanah Air,kadang membuat orang tua sering dihadapkan pada dilema dalam pemilihan susu yang tepat. Untuk itu,orang tua sebaiknya perlu mengetahui bagaimana cara memilih susu yang tepat untuk diberikan kepada sang buah hati untuk masa depannya kelak. Dr Yoga Devaera SpA dari Divisi Nutrisi & Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak,FKUI-RSCM, Jakarta,menuturkan,air susu ibu (ASI) memang asupan terbaik untuk tumbuh kembang bayi hingga usia 2 tahun.Namun, menginjak usia 6 bulan, kebutuhan anak akan energi, protein,zat besi,seng,dan vitamin A tidak bisa lagi dipenuhi oleh ASI. Karena itu,anak harus diberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) berupa makanan bertekstur lunak dan cair seperti bubur susu, yaitu tepung beras plus susu dan puree buah.

Selanjutnya, pemberian makanan bertahap mulai bentuk encer menuju kental sesuai perkembangan usianya.Setelah 1 tahun,mulai perkenalkan anak dengan makanan padat,yakni nasi dengan lauk pauk dan buah. “ Pada tahap usia ini,ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan gizi anak.Karena itu, makanan utama anak adalah makanan padat dan tambahan susu sebagai pelengkap,”ujarnya dalam acara seminar bertajuk “Perkembangan Teknologi Pengolahan Susu untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak”oleh Tetra Pak Indonesia di Demang Resto & Coffee Lounge,Sarinah, Jakarta. Makanan padat,Yoga menyebutkan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak,juga penting untuk melatih perkembangan keterampilan makannya.Sementara, tambahan susu diberikan sebagai sumber protein untuk tumbuh kembangnya dan upaya “menabung”kalsium untuk menjaga kesehatan anak,terutama menguatkan tulang. Selain susu,bahan makanan lain yang kaya kalsium di antaranya produk turunan susu seperti yoghurt dan keju,juga ikan yang dimakan dengan tulangnya, dan sayuran berdaun hijau. Meski penting,orang tua perlu mencermati pilihan susu yang tepat dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak saat ini. “Pemilihan susu bergantung pada usia,keadaan khusus seperti alergi,gangguan penyerapan dan malanutrisi,juga kebiasaan makan anak,”tuturnya.

Teknologi pengolahan susu yang terus berkembang dari waktu ke waktu memang membuat orang tua musti pandai memilih. Proses pengolahan susu dengan sistem sterilisasi UHT,misalnya,terbukti mampu menjaga kandungan gizi alami yang terkandung pada susu tanpa perlu menggunakan bahan pengawet. Direktur SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Center Prof Purwiyatno Hariyadi PhD mengatakan,banyak susu yang menggunakan bahan pengawet agar produknya tak cepat rusak. Dengan teknik UHT,susu melalui proses sterilisasi,lalu diisi ke dalam kemasan steril dalam kondisi lingkungan yang juga steril. “Jadi,tak perlu lagi bahan pengawet karena prosesnya sangat efektif dalam membunuh mikroba.Namun,rasa,warna, tekstur,mutu,dan kandungan zat gizi yang ada dalam susu tidak akan berubah,”sebutnya. Susu UHT,menurut dia,dapat bertahan di suhu ruang selama kurang lebih 10 bulan selama kemasan tidak rusak. “Namun,jika penyimpanannya benar dan kemasannya tidak penyok, susu tetap segar sampai satu tahun lamanya,” kata profesor di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor ini.Adapun jika sudah dibuka,susu jenis ini diletakkan di lemari es hanya bertahan 3-4 hari. Elvira P Wongsosudiro, Communications Manager Tetra Pak Indonesia,mengatakan, pihaknya adalah pelopor teknologi UHT untuk pemrosesan dan pengemasan susu cair di dunia.Menurut Elvira,susu diolah secara higienis dengan menggunakan teknologi UHT dan pengemasan aseptik berteknologi canggih. rendra hanggara


Last edited by gitahafas on Tue Nov 06, 2012 4:43 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
 
Susu dan A S I
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 29Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 15 ... 29  Next
 Similar topics
-
» .Geledah Rumah Ibrahim, Densus 88 Ngembat Susu Kambing

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: