Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Air Untuk Kehidupan

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 10 ... 15  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:29 am

BPOM: 11 AIR MINUM KEMASAN AMAN
Rabu, 3 November 2010 | 13:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan bahwa 11 merek air minum dalam kemasan gelas yang dianggap bermasalah oleh YLKI aman dikonsumsi. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Deputy Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Deputy Keamanan Pangan BPOM Roy Sparingga di Hotel Sultan, Rabu ini. Roy mengatakan, pihaknya telah meneliti lebih lanjut dan hasilnya, kesebelas air minum dalam kemasan (AMDK) masih dalam batas aman untuk dikonsumsi masyarakat. "Setelah mendapat laporan YLKI, kami langsung respons. Ternyata yang kami temukan semua aman," ujarnya.

Jumlah mikroba dalam AMDK saat di dalam pabrik dengan saat di pasar menurut Roy bisa sangat berbeda. Hal ini berkaitan erat dengan proses distribusi yang ada. "Kalau bakterinya melebihi batas, itu belum tentu produsen yang bermasalah. Bisa saat distribusinya atau handling-nya di warung-warung," katanya. Dia menambahkan, ada beberapa faktor yang bisa membuat mikroba dalam air kemasan bertambah. "Misalnya kalau terpapar matahari atau kemasan gelasnya bocor, itu mikrobanya bisa cepat berkembang. Inilah yang juga menyebabkan mikroba bisa melebihi batas aman," ujarnya.

Roy juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah karena tidak semua mikroba dalam AMDK berbahaya bagi tubuh. "Bakteri patogen itu yang berbahaya, sedangkan mikroba itu tidak semuanya patogen, ada parasit, jamur, dan lainnya yang tidak berbahaya," urainya. Seperti diberitakan sebelumnya, YLKI menemukan 9 merek AMDK gelas yang memiliki jumlah mikroba mendekati batas aman dan 2 merek yang memiliki jumlah mikroba melebihi batas aman yang ditetapkan BPOM. Jumlah mikroba maksimal di pasaran yang ditetapkan BPOM adalah 100.000 mikroba per mililiter.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:29 am

BAHAYA DIBALIK AIR MINUM KEMASAN
Rabu, 26 Mei 2010, 11:26 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
VIVAnews - Banyak orang menganggap air minum kemasan botol bebas bakteri penyakit. Lantaran melalui proses pengolahan, air kemasan dipercaya lebih sehat ketimbang air keran. Studi Ccrest Laboratories Kanada menemukan, air minum kemasan botol mengandung bakteri, 100 kali lebih banyak, daripada batas yang diperbolehkan. Sebanyak 70 persen air kemasan botol merek populer di Kanada mengandung kadar bakteri lebih tinggi daripada air keran. Pakar mikrobiologi Dr Sonish Azam dari Ccrest Laboratorium, yang memimpin studi, mengatakan, klaim produsen air kemasan tentang kemurnian air tidak benar. "Jumlah bakteri heterotrofik dalam botol memiliki angka yang jauh melampaui batas yang dizinkan." Dr Azam mengatakan, kontrol yang lebih ketat perlu dikenakan pada produsen air kemasan. "Botol air minum kemasan memang tidak akan bebas dari mikroorganisme. Tetapi tingkat yang diamati dalam studi sangat mengejutkan," katanya.

Tingginya bakteri dalam air kemasan, menurut Azam, berisiko bagi populasi yang rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil dan sistem kekebalan orang lanjut usia. Di Kanada, kualitas air keran lebih memenuhi syarat kesehatan, dibandingkan air kemasan. Ahli Gizi Dr Chris Fenn mengatakan, air kemasan tidak diperlukan dengan tersedianya sistem air minum yang cukup baik di sebuah negara. "Kualitas air keran yang baik membuat tidak ada masalah seperti yang ditemukan dalam air kemasan," katanya seperti dimuat laman Telegraph. Di sejumlah negara maju, pemerintah memang menyediakan sistem air keran siap minum. Air yang mengucur lewat keran di rumah bisa langsung dikonsumsi tanpa dimasak. Sedangkan di Indonesia air keran belum memenuhi standar siap minum. Permasalahan yang sering muncul di negara kita adalah buruknya kualitas air minum isi ulang. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan ratusan depo yang menjual air minum isi ulang mengandung bakteri E-Coli.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:30 am

YLKI: BANYAK AIR MINUM KEMASAN BERMASALAH
Rabu, 27 Oktober 2010 | 16:13 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 11 dari 21 merek air minum dalam kemasan (AMDK) gelas yang beredar di pasaran terbukti bermasalah. Ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap air minum kemasan gelas yang beredar di masyarakat. Batasnya itu 100.000 mikrobakteri dalam tiap liternya, kalau melebihi itu jelas bisa mengganggu kesehatan. Deputy Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga menjelaskan, dalam 11 AMDK yang bermasalah tersebut terkandung koloni bakteri dengan jumlah yang menimbulkan risiko kesehatan.

"Batasnya itu 100.000 mikrobakteri dalam tiap liternya, kalau melebihi itu jelas bisa mengganggu kesehatan," ujarnya saat pemaparan hasil penelitian YLKI di kantor YLKI, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (27/10/2010). Dari 11 produk bermasalah tersebut, sembilan produk memiliki koloni bakteri mendekati ambang batas yang telah ditentukan, yaitu 100.000 mikro bakteri per mililiter. Sedangkan dua produk lainnya memiliki bakteri di atas ambang batas. Dua produk tersebut adalah AMDK dengan merek Sega, yang diproduksi PT Indotirta Jaya Abadi, dan AMDK bermerek Ron 88, yang diproduksi PT Panfila Indosari. Roy menambahkan, air yang bermasalah tersebut akan lebih berisiko jika dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. "Terutama bagi mereka yang imuno compromize, atau yang memiliki masalah kesehatan, sehingga sistem imunitas tubuhnya menjadi lemah," tutur Roy

Dari hasil temuan ini, YLKI mengirimkan surat pemberitahuan kepada 11 perusahaan yang memiliki produk bermasalah. Namun, yang memberikan klarifikasi kepada YLKI hanya sembilan perusahaan. "Saya tidak tahu kenapa mereka tidak menanggapi ini. Padahal, hal ini kan membahayakan konsumen," ujar Sudaryatmo, Ketua Harian YLKI. Roy mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli AMDK, terutama AMDK dalam kemasan gelas. "Saran saya, kalau saat diminum air itu ada aroma sesuatu jangan diminum. Kalau warnanya keruh juga jangan diminum," ujarnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:31 am

LAB UJI YLKI DALAM KASUS BAKTERI AIR MINUM KEMASAN BELUM TERAKREDITASI
Rabu, 03/11/2010 14:28 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) menyatakan bahwa 11 produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang diklaim YLKI mengandung bakteri, aman dikonsumsi. PIPIMM juga menyatakan laboratorium uji yang dipakai YLKI belum terakreditasi. Beberapa waktu yang lalu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan ada 11 produk AMDK mengandung nilai bakteri yang bermasalah, yaitu Pretige, Top Aqua, Air Max, Caspian, Club, Pasti Air,Vit, Prima, De As, Ron88 dan Sega. Terkait dengan isu AMDK ini, ada perbedaan hasil pengujian laboratorium antara YLKI dengan laboratorium yang dipakai perusahaan AMDK. Perusahaan AMDK anggota Aspadin (Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia) menggunakan laboratorium yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), sesuai dengan aturan AMDK dan SNI.

Sedangkan YLKI menggunakan hasil uji laboratorium MIPA Universitas Indonesia yang belum terakreditasi sebagai laboratorium penguji. "Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi anggota Aspadin, sepanjang ada SNI dan izin edar serta belum melewati tanggal kedaluwarsa," jelas Suroso Natakusuma, Ketua Umum Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/11/2010). Perusahaan yang menjadi anggota Aspadin disyaratkan harus memiliki SNI dan izin edar, sebagaimana yang ditentukan pemerintah. Industri AMDK adalah satu-satunya industri yang menghasilkan produk yang SNI-nya diberlakukan wajib, karena terkait dengan aspek kesehatan, keselamatan dan keamanan masyarakat. "Pengambilan sampel dan uji lab harus dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk yang telah terakreditasi sesuai SNI," kata Hendro Baroeno, Ketua Umum DPP Aspadin.

Hal ini juga diamini oleh Roy Sparingga, Deputi Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurut Roy, berdasarkan SNI batas aman maksimal bakteri dalam air kemasan adalah 100.000 koloni/ml, sedangkan yang ditemukan YLKI adalah 1.000 koloni/ml. "Parameter angka ini adalah indikator kehigienisan AMDK dan bukan merupakan parameter bakteri patogen yang membahayakan kesehatan," jelas Roy. Roy juga menegaskan, BPOM melakukan pengawasan secara terus-menerus, tidak hanya untuk kasus YLKI ini. Jadi masyarakat harus tetap tenang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:31 am

APA ISI AIR MINUM ANDA?
Selasa, 5 Januari 2010 | 15:56 WIB
KOMPAS.com - Idealnya, air yang kita minum haruslah jernih, tak berasa, tak berbau, serta mengandung mineral. Air yang layak konsumsi juga harus bebas dari zat-zat berbahaya, seperti logam berat, nitrat, bakteri, atau agen virus penyebab infeksi. Air yang berasal dari perut bumi pada umumnya layak untuk dipakai. Namun naiknya permukaan air laut serta polusi menyebabkan air tanah pun tak lagi masuk dalam kategori layak konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan air, kini air yang kita konsumsi sehari-hari dibuat dari air sungai atau danau yang diolah sedemikian rupa sehingga bebas dari bahan berbahaya sebelum akhirnya dialirkan ke rumah penduduk.
Menurut badan kesehatan dunia (WHO), ada beberapa jenis polutan yang mungkin terbawa dalam air, yakni:

- Mikroorganiseme, seperti bakteri, parasit, dan virus. Kebanyakan bakteri dan parasit bisa mati oleh klorin yang terdapat dalam proses pengolahan air bersih. Sayangnya virus lebih kebal dan sulit disingkirkan.

- Mineral racun, seperti alumunium, arsenik, asbestos, florine, nitrat, atau merkuri, bisa terdapat dalam air ledeng. Biasanya jumlahnya relatif kecil, meski begitu polusi yang berasal dari industri dan pertambangan bisa membuat jumlah mineral racun ini meningkat.

- Senyawa organik, seperti sisa-sisa hewan, pestisida, minyak, cat, atau bahan pewarna.

- Bahan radioaktif, seperti uranium atau gas radiokatif dalam jumlah kecil sangat mungkin ditemukan dalam air bersih.

- Sisa-sisa bahan kimia yang dipakai untuk mengolah air sungai menjadi air bersih.

- Kontaminasi mikroba yang berasal dari pipa distribusi air dan tanpa sengaja terbawa air.

Air yang terkontaminasi bahan-bahan berbahaya bisa menjadi media penularan penyakit, seperti kolera, tifus, atau hepatitis A. Oleh sebab itu pastikan air yang dikonsumsi bersih dan sudah dimasak hingga matang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:33 am

AIR ISI ULANG JANGAN LANGSUNG DIMINUM
Selasa, 6 Januari 2009, 10:47 WIB Ismoko Widjaya, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengingatkan kepada warga di Jakarta Barat. Peringatan itu bahwa, air minum yang berasal dari depo isi ulang jangan langsung dikonsumsi. "Memang sudah pernah kita peringatkan kepada masyarakat, air isi ulang tidak boleh langsung diminum, melainkan harus dimasak terlebih dahulu," ujar juru bicara Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI, Tini Suryanti, ketika dihubungi VIVAnews melalui telepon, Selasa, 6 Januari 2009. Pernyataan Tini ini terkait ditemukannya 384 depo air minum isi ulang di Jakarta Barat yang mengandung bakteri E-coli. Temuan itu berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kotamadya Jakarta Barat tahun 2008 terhadap 640 depo air minum isi ulang. Temuan mengejutkan itu tersebar di delapan kecamatan wilayah Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 60 persen diduga tercemar bakteri E-coli. Bakteri E coli atau Escherichia coli ini adalah salah satu spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini biasanya hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya. "Kalau memang air isi ulang akhirnya untuk dimasak, itu tidak apa-apa. Biasanya, bakteri E-coli ini bisa menyebabkan diare dan keracunan," ujar Tini.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:06 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:33 am

AIR ISI ULANG SEBAIKNYA DIMASAK LAGI
Selasa, 19/10/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Membeli air yang bisa langsung diminum di depot-depot isi ulang air minum makin diminati masyarakat. Tapi sebaiknya, air yang dibeli dari depot dimasak lagi sebelum diminum. Meski depot-depot air isi ulang tersebut mendaur air bersih dengan standar yang ada menggunakan alat penyaring seperti ultraviolet atau bahan lainnya, namun belum jaminan bakteri-bakteri terutama E.coli akan hilang. "Rata-rata 50 persen air isi ulang tersebut mengandung bakteri E.coli, karenanya masyarakat disarankan untuk memasaknya kembali sebelum diminum," ujar Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc dalam acara Unilever Pureit: Teknologi Pemurni Air Siap Minum Terlindung dari Kuman berbahaya Penyebab Penyakit di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

Budi menuturkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa FKM UI tahun 2009 di daerah Cimanggis, Jawa Barat diketahui bahwa air depot isi ulang mengandung bakteri E.coli dan berhubungan dengan diare pada bayi yang mengonsumsinya. "Risiko bayi terkena diare 3 kali lebih tinggi pada bayi yang mengonsumsi air isi ulang dibandingkan dengan bayi yang tidak mengonsumsi. Hal ini karena biasanya air tersebut langsung diminum," ujar dosen FKM UI.

Diare menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian balita dan balita yang minum air tercemar akan memiliki risiko lebih tinggi. Fenomena ini menunjukkan pentingnya metode pengolahan air yang efektif dan efisien, sehingga air yang dikonsumsi bisa terbebas dari mikroorganisme berbahaya. Budi menuturkan proses yang digunakan oleh depot isi ulang tersebut sebenarnya sudah benar, dan penyaring yang digunakan seperti ultraviolet memang bisa digunakan menyaring bakteri atau senyawa kimia yang terdapat di dalam air.

"Tapi permasalahannya adalah siapa yang bisa menjamin bahwa penyaring tersebut diganti secara teratur, karena biasanya yang menjaga depot bukanlah sang pemilik yang sudah mendapatkan training tapi orang lain. Untuk itu pengawasannya harus diperketat," ungkap dosen yang lahir di Malang 51 tahun silam. Jika masyarakat masih mengonsumsi air isi ulang yang berasal dari depot-depot, maka sebaiknya air tersebut dimasak kembali atau dilewatkan pada dispenser yang air panas untuk mengurangi kontaminasi bakteri.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:34 am

MENDIDIH SAJA BELUM CUKUP
Selasa, 2 Maret 2010 | 11:37 WIB KOMPAS/ LASTI KURNIA
JAKARTA, KOMPAS.com — Keracunan tidak melulu berasal dari makanan. Air minum juga bisa menjadi sumber kuman. ”Pada air mentah, banyak kuman yang bisa menimbulkan gejala keracunan, seperti diare,” kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara. Maka, memasak air menjadi penting untuk membunuh kuman yang ada di air. Mulyadi menjelaskan, banyak orang keracunan karena tidak memasak air dengan cara yang benar. Anggapannya, mendidih saja sudah cukup. ”Padahal, air harus dimasak pada suhu 100 derajat celsius selama 5 sampai 10 menit, baru dimatikan,” kata Mulyadi. Dengan demikian, kuman baru benar-benar akan mati. Air dari dispenser juga tidak selamanya bebas kuman. Memang, biasanya orang dewasa tidak mengalami keluhan atau gangguan saat mengonsumsi air galon. Namun, ada baiknya jika dikonsumsi oleh anak-anak, air galon dimasak terlebih dahulu. Air yang digunakan untuk membuat susu sebaiknya dimasak terlebih dahulu sampai 100 derajat celsius untuk membunuh kuman yang masih tersisa. (Kontan/Sanny Cicilia Simbolon)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:35 am

TIPS MELACAK BAKTERI DALAM AIR ISI MINUM ULANG
Selasa, 6 Januari 2009, 11:34 WIB Petti Lubis
VIVAnews - Jika Anda termasuk pelanggan air minum isi ulang, cobalah teliti sebelum mengisi. Masalahnya, sejumlah depo air minum isi ulang di Jakarta dan sekitarnya diduga tercemar bakteri E. Coli. Wah, itu berarti bisa membahayakan kesehatan. Nuri Andarwulan, Pengajar Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, memberikan tipsnya agar Anda tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang.

Apakah air minum isi ulang bisa langsung diminum?
Pada prinsipnya, air minum isi ulang yang banyak dijual itu layak dikonsumsi. Tapi, yang aman diminum adalah yang kualitasnya sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kotamadya Setempat. Intinya, air yang layak diminum harus melewati 3 persyaratan kelaikan, yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, depo tersebut akan diberikan sertifikat izin dari Dinas Kesehatan tersebut. Nah, agar tidak ragu, sebaiknya minta diperlihatkan sertifikat tersebut sebelum membelinya. Perhatikan juga masa waktu berlakunya, karena izin ini tidak berlaku selamanya. Tiap 6-12 bulan depo harus memeriksakan produknya.

Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata?
Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih). Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (Hg), timbal (Pb) dan Au) aluminium, besi, serta klorida. Sedangkan, dari segi mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya AMIU dapat langsung dikonsumsi.

Apa bahayanya mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi bakteri E. coli?
Kehadiran bakteri coliform (E.coli tergolong jenis bakteri ini) yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air. Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri Shigella (penyebab muntaber), S. typhii (penyebab tifus), kolera, dan disentri. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis bakteri coliform dan bakteri lain yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan diare, diare berdarah, kram perut, dan rasa mual.

Jadi, bagaimana agar tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang?
Perhatikan sanitasi botol kemasan. Berikut langkah-langkahnya:
- Cuci botol kemasan dengan sabun pembersih alat dapur yang tidak beraroma. Tujuannya agar tidak mempengaruhi rasa air yang akan diisi nanti.
- Setelah bersih dari air sabun, bilas botol dengan air panas (suhu 80 derajat Celcius).
- Lalu, tutup botol dengan rapat dengan plastik bersih. Buka tutup tersebut, tepat sebelum botol diisi air minum isi ulang, sehingga debu tidak mudah masuk.

Selain itu, lakukan usaha-usaha desinfeksi sendiri di rumah, misalnya rebus air minum isi ulang tersebut di atas api hingga mendidih selama minimum 2 menit.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Wed Jun 13, 2012 6:35 am

SERING KONSUMSI AIR ISI ULANG?
Kamis, 10 Mei 2012, 09:34 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG---Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan Energi Kota Padang mengingatkan konsumen untuk memperhatikan kualitas air mineral isi ulang karena masih ditemukan depot yang tidak melakukan uji air di laboratorium. "Hasil pengawasan Disperindagtamben Padang terhadap 120 depot air minum, tercatat sekitar 80 persen tidak melaksanakan uji laboratorium air," kata Kepala Disperindagtamben Padang Zabendri. Hal itu disampaikan juga dalam Sosialisasi Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa di Pasaran dengan peserta beasal dari berbagai elemen masyarakat, selama empat hari, 7-10 Mei 2012. Berdasarkan ketentuan, pelaku usaha depot air minum harus melakukan uji air di laboratorium, sekali dalam tiga bulan, dan uji lef kimia sekali setahun. Jika ketentuan itu tidak dijalankan, katanya, konsumen tidak terjamin mendapatkan air berkualitas. Konsumsi air yang tidak berkualitas dapat mengganggu kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

"Pelaku depot air minum yang melakukan pelanggaran telah diperingkatkan, maka kepada konsumen harus pula berani mempertanyakan kualitas air dan sumber dari mana. Sebab, yang mengalami dan mengonsumsi secara langsung masyarakat serta akan menerima akibatnya, makanya harus teliti dan cerdas demi kesehatan anggota keluarga," katanya. Pada kesempatan itu ia juga menjelaskan, hingga saat ini masih ada peredaran produk telematika dan elektronik yang tidak memenuhi ketentuan. Oleh karena itu, katanya, setiap bulan sudah dijadwalkan operasi rutin tim terpadu guna melihat peredaran dan pengawasan berbagai produk terkait dengan pemenuhan ketentuan standarisasi. Barang dan jasa yang diawasi di Kota Padang, katanya, meliputi selang gas, kotak kontak, tusuk kontak, kabel listrik, ban kendaraan bermotor, besi beton, seng, dan semen.

Selain itu, pengawasan buku petunjuk manual dan garansi produk telematika dan elektronik dalam bahasa Indonesia. Tim telah mengunjungi 91 toko di kota itu. Ia mengatakan, pengawasan label dan barang dalam keadaan terbungkus (makanan, minuman, dan isi bersih tabung gas) dengan mengunjungi 254 toko, termasuk pengawasan terhadap 120 depot air minum tersebut. Setiap tahun sekali, katanya, pengawasan terpadu berasal dari berbagai instansi terhadap makanan dan minuman di dua lokasi yakni Lapangan Imam Bonjol dan Pasar Ulak Karang. "Upaya pengawasan untuk menekan beredar barang-barang yang tak memenuhi syarat mutu dan SNI, serta penyalahgunaan bahan berbahaya dalam makanan dan minuman, makanya sosialisasi menjadi agenda rutin agar konsumen semakin cerdas dan mandiri memperjuangkan hak-haknya," katanya.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:03 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Air Untuk Kehidupan
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 15Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 10 ... 15  Next
 Similar topics
-
» Hindu dan Kehidupan setelah mati
» BAGAIMANAKAH KEHIDUPAN DAN KEADAAN SURGA KRISTEN?????
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» Fakta Menarik Kehidupan Islam di Israel

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: