Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Air Untuk Kehidupan

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 9 ... 15  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:25 pm

MALAS MINUM, SIAP SIAP KENA PENYAKIT INI
Jumat, 15 Juni 2012, 07:27 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Sehari-hari, berapa gelas air putih yang Anda konsumsi? Minum kelihatannya hal sepele dalam keseharian. Namun, sesungguhnya pasokan cairan ternyata penting bagi tubuh. Mengapa begitu? Sebab, air adalah zat gizi esensial bagi kehidupan. ''Air merupakan ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya,'' urai dr Rachmi Untoro MPH. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Pada orang dewasa, 70 persen. ''Sementara pada bayi baru lahir hampir 80 persen dan pada lansia sekitar 50 persen,'' ungkap Rachmi. Agar tubuh dapat berfungsi normal, keseimbangan cairan yang masuk dan keluar, harus terjaga. Air dalam tubuh paling banyak dikeluarkan melalui urine disusul pernapasan, keringat, dan feses. ''Selain dari makanan dan metabolisme oksidatif, pasokan cairan dapat kita peroleh dengan minum,'' tutur Rachmi.

Lantas, seberapa banyak sebetulnya kebutuhan cairan kita? Di masyarakat berkembang beragam jawaban. ''Prinsipnya, orang memerlukan 30 ml per kilogram berat badannya,'' jelas Rachmi. Dengan aktivitas ringan, tubuh harus disegarkan dengan 2 sampai 2,5 liter air. Itu setara dengan 8 sampai 10 gelas air. ''Namun, ini standar untuk berat badan 55 kg,'' kata Rachmi. Terasa cukup banyak buat Anda? Sebaiknya, biasakanlah diri untuk mengikuti pola minum tersebut. ''Sebab, kekurangan satu persen air tubuh saja dapat menimbulkan rasa haus dan gangguan mood,'' kata Prof Dr Ir Hardinsyah MS, ketua umun Pergizi Pangan Indonesia.

Selanjutnya, kekurangan dua sampai tiga persen bisa meningkatkan suhu tubuh serta stamina. Lalu, defisit empat persen dapat membuat merosot kemampuan fisik. ''Anda bisa pingsan jika air tubuh menyusut sampai tujuh persen,'' Hardinsyah menyitir riset Grandjean & Ruud dalam Nutrition for Cyclist (1994). Kekurangan asupan cairan, khususnya air berpotensi meningkatkan risiko timbulnya banyak penyakit. Batu ginjal, infeksi saluran kencing, kanker usus besar, serta gangguan kelenjar ludah adalah beberapa di antaranya. ''Untuk menghindarinya, minum secukupnya pada kondisi biasa dan teguk lebih banyak di lingkungan dingin, saat berkeringat, demam, dan ibu menyusui,'' imbuh Hardinsyah yang menjadi international expert working group on Hydration for Health. Minum memang penting. Tetapi, terlampau banyak juga tidak perlu. ''Kelebihan air minum justru bia mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh,'' tandas Hardinsyah.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:19 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:26 pm

JARANG MINUM AIR PUTIH, INILAH YANG TERJADI PADA TUBUH ANDA
Jumat, 15 Juni 2012, 07:58 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Sering buang air kecil membuat Anda malas minum? Coba ingat-ingat apa yang Anda konsumsi. ''Minuman dan makanan berkafein dapat meningkatkan frekuensi urinasi,'' jelas dr Rachmi Untoro MPH. Di antara beragam pilihan minuman, pastikan air putih yang lebih banyak Anda teguk. Di samping itu, bersyukurlah bila lancar buang air kecil. ''Itu tandanya semua zat yang berlebihan dan tidak dibutuhkan tubuh dapat dibuang secara alami,'' ungkap dr Hudiyati Agustini MMR. Zat-zat sampah tersebut hanya bisa lancar keluar jika ada pelarutnya. Tanpa pelarut, akan ada residu yang menumpuk seiring waktu. Ketiadaan pelarut bisa terlihat saat urine Anda berwarna pekat. ''Kondisi seperti ini tidak baik untuk kesehatan,'' kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat ini. Tak perlu panik andai suatu ketika menemukan air seni Anda berwarna kecokelatan. Pastikan saja Anda memenuhi kebutuhan 2,5 liter air minum sehari. ''Tidak mesti tiap beberapa jam minum, yang penting cukup terhidrasi,'' cetus Hudiyati.

Lebih jauh, tanpa mengeluarkan air seni, residu tersebut akan menumpuk di ginjal. Ia akan mengkristal dan kedepannya akan makin sukar dibuang bersama air seni. ''Kalau sampai terjadi pengkristalan, solusinya harus ditembak laser atau dioperasi,'' ungkap Hudiyati. Langkah itu ditempuh jika pengkristalan berlangsung di ginjal. Sebagai gejala pengiring terganggunya organ penyaring ini, Anda mungkin akan merasa pegal-pegal di bagian pinggang. ''Sedangkan, batu ginjalnya baru bisa terlihat setelah di USG,'' papar Hudiyati. Tes urine juga dapat memperlihatkan kondisi ginjal Anda. Andaikan terdapat protein, glukosa, ketone, ataupun kristal, organ penyaring residu metabolisme ini kemungkinan besar sudah tidak sempurna. ''Jaringan pada ginjal bisa jadi telah mengalami kerusakan,'' ujar Hudiyati. Sementara itu, kristalisasi residu juga bisa turun ke saluran kemih. Ketika itu terjadi, penderitanya akan merasakan sakit yang luar biasa akibat penyumbatan saluran kemih. ''Fenomenanya dikenal dengan istilah kolik renal,'' ucap dokter Executive Health Medical Check Up, RS Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:20 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:27 pm

BMJ: MINUM 8 GELAS SEHARI TIDAK ADA BUKTI ILMIAHNYA
Kamis, 14/07/2011 09:54 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Anjuran minum 8 gelas air dalam sehari kembali dipertanyakan. Seorang dokter menuliskan di jurnal ilmiah paling top yakni British Medical Journal (BMJ) yang menuturkan bahwa minum 6-8 gelas air sehari hanyalah omong kosong. "Tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim bahwa 6-8 gelas sehari bisa mencegah dehidrasi, jadi klaim itu hanyalah omong kosong," ujar Margaret McCartney dari Glasgow, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (14/7/2011). Anjuran untuk mengonsumsi banyak air setiap hari masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat. Tapi McCartney menuturkan dalam beberapa penelitian tidak menunjukkan manfaat yang jelas dari minum air sebanyak itu setiap harinya.

Salah satu bukti adalah studi tahun 2002 yang dilakukan oleh Prof Heinz Valtin dari Dartmouth Medical School di AS yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology yang menyimpulkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan seseorang perlu minum yang banyak. Menurutnya, saran untuk mengonsumsi air 6-8 gelas atau setara dengan 2 liter setiap harinya seringkali digunakan oleh para produsen air minum dalam pesan kesehatannya kepada masyarakat. Padahal jumlah asupan air minum yang diperlukan oleh seseorang tergantung pada faktor-faktor individual seperti jenis kelamin, usia dan juga aktivitasnya sehari-hari, sehingga bisa saja kebutuhan air tiap orang menjadi berbeda-beda.

Asupan cairan yang kurang memang bisa memicu terjadinya dehidrasi mulai dari yang ringan hingga berat. Gejala yang muncul jika seseorang terkena dehidrasi adalah mulut dan kulit yang kering, warna urine menjadi kuning pekat, jantung berdebar-debar, pusing dan juga lelah. Jika mengalami kondisi seperti ini, maka memang Anda perlu mengukur minum yang pas sampai keluhan seperti itu hilang. Meski begitu seseorang tetap membutuhkan asupan air yang cukup agar bisa menghasilkan urine sebanyak 2 liter per harinya. Serta perhatikan pula kualitas dari air minum yang dikonsumsinya.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 9:51 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:27 pm

MANA LEBIH BERBAHAYA KEBANYAKAN MINUM ATAU KURANG MINUM?
Rabu, 28/03/2012 18:00 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Selama ini kebanyakan orang selalu berpikir bahwa minum banyak air lebih baik bagi tubuh daripada kekurangan air atau dehidrasi. Minum berlebihan justru bertentangan dengan sinyal biologis manusia. Para atlet juga seringkali banyak minum air saat berolahraga untuk menjaga asupan cairan tubuhnya. Sayangnya, kebanyakan minum air bisa berakibat fatal dan mematikan. Seorang pelari marathon di Inggris bernama Kate Mori mengikuti perlombaan London Marathon pada tahun 2007. Itu adalah perlombaan keempat yang pernah ia ikuti. Saat itu, suhu sedang mencapai puncaknya pada 23,5 derajat Celcius. Dengan maksud ingin mempertahankan asupan cairan, Mori berusaha meminum air sesering mungkin setiap berhenti di sepanjang rute. Pada mil ke-18, Mori merasa tubuhnya kurang sehat namun memaksakan diri untuk tetap mengikuti perlombaan. Mendekati finish, Mori mulai hilang kesadaran. Sejam kemudian, ia sudah berada di Royal London Hospital di Whitechapel dengan menderita diare berat, muntah, kebingungan dan kakinya bergerak seolah-olah sedang berjalan tanpa henti. Hasil diagnosa menunjukkan Mori bukan pingsan karena dehidrasi, tapi karena kelebihan cairan. Dokter menduga Mori meminum sekitar 3 liter air.

"Selama ini, bahaya dehidrasi selama menjalani olahraga yang membutuhkan daya tahan prima telah dibesar-besarkan. Seorang atlet perlu mewaspadai bahwa minum cairan berlebihan sebelum, selama atau setelah berolahraga dapat berakibat fatal," kata Timotius Noakes, profesor ilmu olahraga di University of Cape Town, Afrika Selatan seperti dilansir The Telegraph, Rabu (28/3/2012). Tidak ada satu pun laporan medis yang menyatakan bahwa dehidrasi menjadi penyebab kematian pelari maraton. Tapi, kematian yang disebabkan minum berlebihan telah mengakibatkan setidaknya 12 kematian. Salah satu contohnya adalah kematian David Rogers ketika mengikuti lomba London Marathon pada tahun 2007, kematian seorang pelari maraton wanita asal AS pada tahun 1993 dan juga kematian pemain sepak bola Amerika, Paul Allen, pada tahun 2010. Minum terlalu banyak sebelum, saat atau setelah berolahraga ini menyebabkan timbulnya kondisi berbahaya yang disebut exercise-associated hyponatraemia (EAH). Terkadang kondisi ini disebut intoksikasi air yang ditandai dengan rendahnya konsentrasi natrium di dalam darah dan menyebabkan otak membengkak. Akibatnya penderita menjadi kebingungan, kehilangan kesadaran dan mengalami kejang. Gejala EAH pertama kali dicatat oleh Prof Noakes pada tahun 1980-an. Penyebabnya saat itu diduga karena kebanyakan minum dan baru benar-benar dipastikan pada tahun 1991.

Profesor Sanjay Sharma, konsultan ahli jantung dari St George Healthcare NHS Trust, London dan direktur medis London Marathon memperingatkan bahwa kenaikan suhu menyebabkan orang semakin ingin minum, terutama karena terpengaruh iklan minuman olahraga. "Banyak pelari merasa perlu minum air di kapan saja ia bisa, terlepas dari apakah merasa haus atau tidak. Pelari yang lambat paling berisiko karena lebih lama berada di lintasan. Biasanya diperlukan waktu empat jam lebih agar cairan yang berlebihan berkumpul dan menyebabkan EAH," kata Prof Sharma. Panduan International Marathon Medical Directors Association (IMMDA) yang disusun oleh Prof Noakes pada tahun 2003 menyarankan bahwa minum air hanya untuk mengatasi haus saja sudah cukup untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Minum berlebihan justru bertentangan dengan sinyal biologis manusia. American College of Sports Medicine (ACSM) berpendapat bahwa untuk menghindari dehidrasi, atlet tidak boleh kehilangan lebih dari 2% berat badan saat berolahraga.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:27 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:28 pm

SEDINGIN APA AIR YANG BOLEH DIMINUM SETELAH OLAHRAGA?
Rabu, 23/06/2010 09:47 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Selama ini beredar mitos yang menyebutkan kalau orang habis olahraga tidak boleh minum air dingin karena bisa berbahaya. Sebenarnya minum air dingin malah dianjurkan tapi ada batas suhunya. Bagaimana pun air dingin yang dikonsumsi akan diserap lebih cepat oleh tubuh dibandingkan dengan air biasa atau air yang hangat. American College of Sport Medicine juga merekomendasikan untuk mengonsumsi air atau minuman lainnya yang dingin saat olahraga atau setelah olahraga.
Seperti dikutip dari Walking.about.com, Rabu (23/6/2010) penelitian telah menunjukkan bahwa air dingin bisa melewati perut lebih cepat. Karena itu air akan segera dikirim ke usus dan penyerapannya di tubuh juga menjadi lebih cepat.

Selama dan setelah berolahraga, seseorang pasti ingin segera menggantikan cairan tubuhnya yang hilang akibat keringat. Karena itu mengonsumsi air dingin atau minuman yang dingin memang diperbolehkan. Alasan lainnya boleh mengonsumsi air dingin adalah sebagian besar masyarakat akan merasa lebih baik dan memungkinkan orang tersebut untuk minum lebih banyak dan lebih sering.

Tapi ada batasan suhu dingin tersebut. Jangan sampai terlalu dingin. Seberapa dingin suhu air minum yang disarankan? Air dingin yang dimaksud disini adalah air yang sejuk dan ideal untuk dikonsumsi, selain itu memiliki suhu sekitar 15 derajat Celsius. Kondisi ini sama dengan segelas air putih yang ditambahkan 2-3 batu es. Jadi air dingin yang dimaksud disini bukanlah air yang sangat dingin dan berasal dari freezer.

Kebutuhan untuk mengonsumsi air saat berolahraga memang penting dan sangat diperlukan. Karena saat melakukan aktivitas tersebut, tubuh mengeluarkan cairan yang lebih banyak dari biasanya melalui keringat. Untuk itu agar tidak terjadi dehidrasi, seseorang perlu mengonsumsi air yang cukup. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat berolahraga adalah jika di tengah-tengah aktivitas merasa haus, maka segera minum. Sebelum berolahraga seseorang juga mengonsumsi air putih dan setelah berolahraga. Namun hendaknya tidak mengonsumsi air putih sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit sehingga menghindari tersedak.


Last edited by gitahafas on Tue Jun 12, 2012 8:38 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:29 pm

MINUM SAAT SEDANG MAKAN TAK BIKIN GEMUK
Rabu, 04/08/2010 16:01 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Banyak orang meyakini, minum saat sedang makan bisa mengganggu pencernaan dan memicu kegemukan. Faktanya tidak selalu demikian, sebab makan yang diselingi minum air putih justru dapat membantu menurunkan berat badan. Selama tidak ditambah sirup atau gula, air putih (H2O) merupakan senyawa bebas kalori. Sekalipun diminum bersama dengan makanan, air putih tidak akan memberikan kalori tambahan sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan.

Tidak hanya itu, minum air justru menyebabkan perut lebih cepat terasa penuh. Dikutip dari MSN Health, Rabu (4/8/2010), hal ini menyebabkan nafsu makan berkurang sehingga terhindar dari kemungkinan makan dengan porsi berlebihan. Teori ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity pada tahun 2007. Pada orang berusia 55 tahun ke atas, kebiasaan minum 0,5 liter air putih sebelum makan dapat mengurangi berat badan sebesar 44 persen dalam waktu 12 pekan. Penelitian lain mengatakan, air putih dapat meningkatkan termogenesis atau metabolisme kalori menjadi energi. Tidak peduli sebelum atau sesudah makan, minum 0,5 liter dalam suhu ruangan efektif meningkatkan metabolisme hingga 30 persen pada 10-30 menit pertama sesudahnya.

Terkait hal ini, spekulasi yang dikembangkan para ahli adalah bahwa tubuh menjadi perlu energi lebih banyak untuk menaikkan suhu air yang diminum pada suhu ruangan agar sesuai dengan suhu tubuh. Pada orang dewasa, proses ini rata-rata membutuhkan energi sebesar 29 kalori. Sementara bagi sistem pencernaan, belum ada bukti ilmiah bahwa air putih dapat memicu gangguan. Dalam proses memecah makanan menjadi nutrisi yang bisa diserap tubuh, adanya air di saluran pencernaan justru akan membantu. Air menjadi media untuk melarutkan beberapa komponen nutrisi makanan, sehingga lebih mudah diserap oleh dinding usus. Asal diimbangi dengan diet yang tepat, minum air putih saat makan justru baik untuk menurunkan berat badan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:29 pm

BENARKAH MINUM AIR PUTIH SEBELUM MAKAN BISA MENCEGAH LAPAR?
Selasa, 11/08/2009 11:10 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Selama ini masyarakat sangat percaya bahwa dengan mengkonsumsi segelas air putih sebelum makan dapat mengurangi nafsu makan sehingga orang akan makan sedikit yang tidak akan membuat gemuk. Tapi benarkah hal tersebut? Meminum air putih sebelum atau selama orang makan merupakan kebiasaan yang baik. Tapi hal ini tidak berarti bisa menggantikan rasa lapar atau membantu mengurangi makanan untuk mengontrol berat badan. "Kami tidak yakin bahwa ide untuk meminum air sebelum atau selama makan bisa mencegah rasa lapar tapi hal ini sangat populer dan sampai saat ini masih banyak orang yang percaya hal tersebut," ujar Dr. Barbara Rolls yang bertanggung jawab di Penn State's Guthrie Chair in Nutrition, seperti dikutip dari Bio-medicine, Selasa (11/8/2009).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Barbara Rolls, menunjukkan bahwa meminum air sebelum atau selama makan bukanlah metode yang efektif untuk mengurangi kalori. Tapi untuk mengurangi asupan kalori sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak air bukan cuma minum air. Rolls dan timnya memberikan bukti bahwa dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak air, lalu ditambah dengan sayuran, sup dan buah-buahan bisa mengurangi asupan kalori dan akan merasa kenyang serta tidak akan kelaparan.

Penelitian ini untuk menguji efek dari meminum air terhadap makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini melibatkan 24 wanita yang akan dikontrol sarapan, makan siang dan makan malamnya selama 4 minggu. Kelompok wanita tersebut dibagi menjadi dua bagian, satu kelompok diberikan air putih dan kelompok lainnya diberikan sup ayam. Ternyata dihasilkan bahwa sup ayam lebih efektif untuk mengurangi kalori, dan tubuh tetap mendapatkan nutrisi dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi segelas air. Sebaiknya mengkonsumsi segelas air putih 30 menit sebelum makan dan setelah bangun tidur, karena berguna untuk menghilangkan racun-racun yang terdapat dalam tubuh. Selain itu, setelah 30 menit tubuh akan siap untuk menerima asupan makanan.

Minuman yang harus dihindarkan ketika sedang makan adalah minuman yang dingin, minuman hangat atau teh hangat dan menghindari susu. Sedangkan jika minum berlebihan sambil makan akan mengencerkan asam perut dan enzim pencernaan sehingga menjadi kurang efektif dalam memecahkan makanan. Mengurangi penggunaan garam dan bumbu yang berlebihan dalam makanan akan mengurangi konsumsi air putih selama makan. Jadi, jika ingin mengurangi asupan kalori yang masuk saat makan sebaiknya tidak mengkonsumsi air putih berlebihan tapi diganti dengan makanan yang mengandung banyak air.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:31 pm

MINUMLAH AIR SATU JAM SEBELUM MAKAN
Sabtu, 20/02/2010 09:34 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Untuk mengurangi makan berlebih banyak orang minum air terlebih dahulu sesaat sebelum makan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu, jika ingin minum sebelum makan lakukanlah satu jam sebelum waktu makan. Mengonsumsi air terlalu banyak tepat sebelum makan memang membuat Anda kehilangan nafsu makan karena lambung menjadi penuh. Tapi minum air sesaat sebelum makan akan membuat proses penyerapan makanan oleh enzim menjadi lebih sulit. Karena air yang diminum butuh waktu 30 menit mengalir dari lambung menuju usus. Sehingga jika minum sesaat sebelum makan, belum sempat air menuju usus sudah ditambah dengan makanan yang membuat enzim bekerja lebih sulit. Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, seperti dikutip dari karangannya, 'The Miracle of Enzyme', Sabtu (20/2/2010), menyarankan agar minum air putih dilakukan 1 jam sebelum waktu makan. Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air. Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:

1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.

Menurutnya yang harus diperhatikan adalah minum air setelah bangun tidur karena cairan yang hilang harus cepat diganti saat bangun tidur. Profesor Hiromi tidak menyarankan minum air sebelum tidur tapi jika sangat haus bisa dilakukan satu jam sebelum waktu tidur. Minum air sesaat sebelum tidur bisa mencegah terjadinya aliran balik. Walaupun hanya air, jika bercampur dengan asam lambung bisa memasuki tenggorokan dan terhirup ke dalam paru-paru yang dikhawatirkan risiko menderita pneumonia. Biasakanlah tidur dengan perut kosong karena tenggorokan dirancang agar tidak ada yang masuk ke dalamnya selain udara. Jika masih ada makanan atau minuman, isi lambung akan meluap naik menuju kerongkongan saat Anda merebahkan diri. Saat itu terjadi, tubuh akan menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan Anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan. Banyak kejadian orang meninggal akibat serangan jantung pada dini hari. Penyebabnya adalah karena asam yang mengalir balik sebagai akibat makan atau minum larut malam, dan berakhir pada tertutupnya saluran pernapasan, kemudian napas jadi tidak teratur, kadar oksigen dalam darah berkurang dan akhirnya kurang persediaan oksigen menuju otot jantung.

Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda tapi biasakan untuk minum air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak. Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Hanya saja tetap perhatikan waktu-waktu untuk minum yang ideal, di luar kebutuhan minum lainnya. Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka Anda akan jarang terkena sakit. Saat kebutuhan air terpenuhi, air akan melembabkan area-area dalam tubuh yang mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernapasan), mukosa lambung dan usus. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh menjadi aktif sehingga area-area tersebut menjadi sulit diserang virus atau bakteri. Sebaliknya jika air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering, dimana dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus. Jika tidak ada air yang cukup maka dahak dan lendir akan menempel pada bronkus yang kemudian menjadi tempat berkembangbiaknya virus dan bakteri. Air penting bagi tubuh. Jika tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran dan racun juga akan terkumpul di dalam sel dan tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, racun yang terakumulasi itu akan merusak sel-sel gen yang salah satunya bisa menyebabkan berubahnya gen menjadi sel kanker.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 9:46 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:31 pm

DIET AIR UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN
Minggu, 04/04/2010 08:16 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Diet air banyak dipilih orang sebagai cara menurunkan berat badan yang gampang. Meski belum ada penelitian yang membuktikan kemujaraban diet air bisa menurunkan berat badan, namun daya tarik diet air tak pernah sirna.

Apa itu diet air?
Sulit untuk melacak siapa yang menemukan diet air ini. Tapi seperti ditulis dalam jurnal Institute for Psychoactive Research di Durham, North Carolina tahun 1997, seorang dokter yang juga ilmuwan bernama Douglas Silver Porter mengklaim sebagai pencipta diet air. Seperti dilansir dari ehow, Minggu (4/4/2010), diet air yang dimaksud adalah minum air dingin. Ketika air dingin tertelan, tubuh memerlukan banyak kalori untuk memanaskan air sampai ke suhu tubuh 37 derajat celsius. Kalori dalam air adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur, seperti 1 gram air sebanding dengan 1 derajat celsius.

Saat manusia mengonsumsi air dingin, maka tubuh harus membakar kalori atau lemak untuk meningkatkan temperatur minuman dingin tersebut. Sehingga air dingin yang masuk ke dalam tubuh bisa sesuai dengan suhu tubuh itu sendiri Jika air yang diminum semakin dingin maka tubuh akan semakin bekerja keras untuk memanaskan air tersebut. Dengan teori itu maka kalori yang dibakar semakin banyak, selain juga perut akan merasa kenyang sehingga cenderung mengurangi makanan lain. Diet air juga diklaim bisa membilas racun tubuh di ginjal. Pelaku diet air biasanya akan minum sekitar 1,8 liter air per hari. Air yang diminum bisa dari air kran, air kemasan yang penting aman untuk diminum.

Pelaku diet air mengaku tidak perlu membatasi makan. Karena perut yang kenyang air, membuat mereka justru hanya makan sedikit. Siapa pun bisa melakukan diet air, risikonya hanya orang jadi sering ke kamar mandi karena ingin buang air kecil terus. Tapi diet air ini banyak menimbulkan pro dan kontra. Diet air dianggap bukan benar-benar diet tapi hanya mendorong orang untuk minum air lebih banyak saja. Beberapa orang memang melaporkan adanya penurunan berat badan karena diet air. Dua orang lelaki asal Arizona di tahun 2008 seperti dilansir Tucson's Fox 11 News, melaporkan keberhasilan diet airnya.

Jeff Schmidt, 43 tahun mengalami penurunan berat badan hingga 22,5 kg selama 1 tahun, sedangkan Blake Silvia mengaku turun 4,5 kg selama 1 bulan. Keduanya selalu minum air satu gelas sebelum makan, satu gelas selama makan dan satu gelas setelah makan. Tapi seperti dilansir HowStuffWorks, diet air dingin sebenarnya hanya membakar sedikit kalori. Contohnya ketika seseorang mengonsumsi 0,5 liter air dingin yang setara dengan 473,18 kalori, suhunya hanya nol derajat. Air dingin nol derajat itu harus disesuaikan dengan suhu tubuh yang sebesar 37 derajat celsius. Maka saat tubuh harus menaikkan temperatur air tersebut hingga mencapai suhu 37 derajat celsius, tubuh hanya membakar 18 kalori saja.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:32 pm

MENGAPA ANDA HARUS MINUM SELAGI MAKAN?
Asep Candra | Senin, 12 September 2011 | 09:09 WIB
KOMPAS.com Anda mungkin pernah mendengar anjuran untuk tidak minum saat menyantap makanan karena, menurut mitos yang beredar, kebiasaan itu dapat mengganggu pencernaan atau menyebabkan kram perut. Namun, tidak demikian halnya menurut laporan Mayo Clinic. Faktanya, minum saat makan merupakan sesuatu hal yang menyehatkan. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan minum selagi makan.

1. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Menurut Dr Michael F Picco, penulis untuk Mayo Clinic, menenggak air selama makan dapat membantu proses pencernaan makanan. Air dan jenis cairan lainnya mampu memecah makanan yang ada di dalam perut serta menjaga jalur sistem pencernaan. Air juga membantu mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh dan membantu menghasilkan energi yang dapat digunakan dalam pencernaan. Selain itu, air menjaga mulut, tenggorokan, dan bibir dari kemungkinan dehidrasi serta mengatasi masalah seperti mulut kering dan bau napas.

2. Membuat Anda merasa kenyang lebih cepat
Meminum cukup air selagi makan dapat membuat Anda merasa kenyang lebih cepat dan menurunkan jumlah kalori yang dikonsumsi. Air juga dapat bereaksi secara alami dengan serat yang terkandung dalam makanan sehingga menyebabkan perut "membengkak". Proses ini dapat mengaktifkan reseptor dalam perut dan otak agar tubuh Anda mengetahui bahwa Anda telah makan dengan cukup. Hal ini membuat "minum selama makan" menjadi pengontrol berat badan yang sehat.

3. Menyegarkan mulut
Menenggak air selagi makan juga dapat menyegarkan langit-langit pada mulut Anda dan membersihkan partikel sisa makanan serta menghilangkan sisa rasa makanan dari hidangan yang Anda makan. Bahkan, beberapa kultur memiliki kebiasaan untuk meneguk kaldu semur atau sup saat makan untuk tujuan yang sama seperti halnya meminum air.

Pengecualian
Walau begitu, para ahli kesehatan dari MedlinePlus menganjurkan untuk tidak menenggak air selagi makan apabila Anda dalam kondisi sakit atau sedang menjalani pengobatan penyakit kronik yang dapat menghilangkan nafsu makan. Pasalnya, ketika sakit, mungkin Anda merasa tidak nafsu makan. Tetapi, pada saat yang bersamaan, tubuh memerlukan kalori yang cukup agar Anda tetap kuat dan kembali sehat dari sakit. Minum selagi makan dapat mengurangi total kalaori yang diasup dari makanan dan hal ini dapat menjadi kontraproduktif untuk penyembuhan Anda. Bukan berarti Anda harus sedikit meminum cairan. Anda harus tetap terhidrasi, tetapi dengan kadar cairan yang cukup sehingga cairan tersebut tidak mengganggu jumlah asupan kalori dan Anda pun mendapat nutrisi yang cukup. (M10-11)


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 9:29 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Air Untuk Kehidupan
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 15Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 9 ... 15  Next
 Similar topics
-
» Hindu dan Kehidupan setelah mati
» BAGAIMANAKAH KEHIDUPAN DAN KEADAAN SURGA KRISTEN?????
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» Fakta Menarik Kehidupan Islam di Israel

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: