Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Air Untuk Kehidupan

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 8 ... 15  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:18 pm

JANGAN TUNGGU HAUS UNTUK MINUM
Rabu, 08/12/2010 16:04 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Kebanyakan orang akan minum air saat merasa haus. Namun, sebaiknya jangan lagi menunggu rasa haus datang untuk meminum air karena jika sudah merasa haus itu sinyal tubuh mengalami dehirasi atau kekurangan air. Peranan air sangat penting bagi manusia, bahkan bisa disetarakan dengan kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi lain. Hal ini karena air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Selama satu hari, jumlah air yang dikeluarkan oleh tubuh dengan kondisi normal melalui air seni, buang air besar, keringat, dan saluran napas sekitar 2 liter atau 8 gelas. Oleh karena itu, air yang dibutuhkan untuk mengganti cairan dalam tubuh jumlahnya harus sama atau bahkan lebih.

"Jangan pernah malas minum air dan jangan tunggu haus dulu baru minum," kata Dr Samuel Oentoro, M.S.,SpGK., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, dalam acara Anugerah Abikarya Syandana 'Air adalah kebaikan alam dan manfaatnya bagi tubuh' di Rumah Imam Bondjol, Menteng, Jakarta, Rabu (8/12/2010). Dr Samuel menjelaskan, saat merasa haus sebenarnya tubuh sudah mulai kekurangan air sebanyak 1 persen. Kekurangan air 1-2 persen saja bisa membuat tubuh merasa letih, lemah, mengganggu konsentrasi dan kemampuan berpikir.

"Asal tahu saja, kandungan air terbanyak dalam tubuh ada di otak, karena 80-85 persen sel otak terdiri dari air. Jadi ketika Anda kekurangan air 1 persen saja saat haus, daya pikir di otak mulai terganggu. Bukan sulit, tetapi menjadi lebih berat untuk berpikir," jelas Dr Samuel yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic. Selanjutnya ketika kekurangan 4-6 persen air, tubuh akan mengalami kelemahan yang berat, pucat, selaput lendir di mulut benar-benar kering, buang air kecil berkurang dan kesadaran menjadi gelisah.

Dan apabila mencapai 10 persen, kesadaran tubuh sudah tidak merespons (unresponsive), buang air kecil tidak ada (anuria), muka terlihat kelabu, tekanan darah menurun, nadi sangat cepat dan pelan, yang semuanya bisa berakibat fatal bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal. "Kurang minum air bisa berakibat fatal untuk tubuh, jadi banyak-banyaklah minum air. Kelebihan air juga bisa berakibat fatal, tapi selama Anda masih minum melalui mulut dan bukan infus, saya yakin tubuh Anda tidak akan kelebihan air, karena belum apa-apa Anda sudah merasa begah (perut terasa penuh)," jelas Dr Samuel.

Menurut Dr Samuel, sangat mudah untuk mendeteksi bahwa tubuh mulai kekurangan air, yaitu ketika tubuh memberikan sinyal untuk segera minum. Sinyal tubuh untuk minum berbeda dengan rasa haus, kondisi ini biasanya terjadi sebelum Anda merasa haus. Selain itu, Dr Samuel juga mengingatkan untuk selalu memperhatikan warna urine setiap kali buang air kecil. "Kalau ke toilet, selalu perhatikan warna urine Anda, kalau warnanya bening atau kuning muda maka status air di tubuh masih bagus. Tapi kalau warnanya kuning pekat atau kecoklatan, tandanya tubuh mengalami dehidrasi. Segeralah minum untuk mengimbanginya," kata Dr Samuel.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:18 pm

SUSAH MEMBIASAKAN MINUM AIR PUTIH?
Rabu, 8 April 2009 | 13:57 WIB
KOMPAS.com - Barangkali sudah sejak duduk di bangku SD kita tahu bahwa kita harus minum air putih setidaknya 8 gelas sehari. Minum banyak air putih memberikan banyak manfaat: dari mencegah dehidrasi, memberikan energi, hingga membuat kulit wajah segar dan halus. Namun banyak dari kita yang belum membiasakan diri memenuhi kebutuhan air minum sebanyak yang dianjurkan. Memang kita minum 8 gelas, tetapi bukan air putih, melainkan air teh, air kopi, air soda, dan lain sebagainya.

Banyak alasan yang kita lontarkan mengenai kebiasaan minum air putih ini. Dari rasa mual jika terlalu banyak minum, perut kembung, tidak sempat, hingga tidak suka. Namun sebelum berbagai penyakit datang menghampiri Anda, sebaiknya segera ubah kebiasaan buruk ini. Mulailah minum air putih sebagai kebiasaan baru Anda. Ini yang dapat Anda lakukan:

1. Buat hal ini sebagai ritual pagi hari. Banyak di antara kita yang terbangun dalam keadaan dehidrasi. Karena itu hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan hal lain adalah minum dua gelas air putih. Jika Anda sudah biasa melakukannya di pagi hari, hal ini akan terus berlanjut hingga sisa hari.

2. Tambahkan lemon, bila Anda merasa mual minum dua gelas air berturutan. Peras air lemon ke dalam air minum. Bila Anda sedang makan restoran, minta pelayan untuk menyediakan air minum dengan potongan jeruk nipis. Jangan khawatir, kebanyakan restoran punya persediaan jeruk nipis, kok.

3. Lihat air seni Anda. Jika bening, artinya Anda sudah cukup minum air putih. Jika warnanya kuning gelap, itu tanda bahwa Anda mengalami dehidrasi.

4. Pikirkan betapa segarnya wajah Anda jika minum cukup air. Tidak peduli berapa jauh korelasi antara minum banyak air putih dengan kulit yang halus berkilau, anggap saja memang demikian pengaruhnya. Kalau tidak percaya, coba lihat bagaimana penampilan teman-teman Anda yang dikenal rajin minum air putih.

5. Jika Anda merasa ingin minum sesuatu yang panas, seperti teh atau kopi panas, coba minum air hangat (atau yang cenderung sedikit panas). Awalnya Anda mungkin merasa aneh, namun jika sudah terbiasa, Anda bahkan akan lebih nyaman dengan air hangat daripada air dingin. Lagipula, teh dan kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan keinginan untuk buang air kecil. Imbangi dengan minum lebih banyak air putih.

6. Saat Anda tak tahan untuk ngemil, segera minum air putih. Kadang-kadang rasa lapar adalah rasa haus yang diterjemahkan sebagai lapar. Minum secangkir atau dua cangkir air putih akan membuat Anda cukup kenyang.

7. Lakukan perlahan-lahan. Jangan berharap mengubah kebiasaan Anda, dari minum satu gelas saja sehari menjadi delapan gelas dalam sehari. Mulailah dengan segelas air di pagi hari, dan segelas lagi di malam hari. Tambahkan jumlah tersebut setiap hari.

8. Pikirkan bahwa memilih air putih di restoran jauh lebih murah daripada kopi, jus, atau teh tarik. Di warung, Anda bahkan akan diberikan air putih gratis.

9. Selalu letakkan segelas air putih di dekat tempat Anda bekerja. Hal ini akan memberikan Anda kebiasaan untuk menyeruputnya ketika Anda butuh melakukan sesuatu dengan tangan Anda, atau sedang berpikir keras.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:19 pm

KENAPA KURANG MINUM PENGARUH KE GINJAL?
Rabu, 22/07/2009 17:42 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Hampir setiap hari kita mendengar orang menyerukan untuk meminum air 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter air putih. Apa kaitannya kurang minum dengan kesehatan ginjal? Dikutip dari Ayushveda.com, Rabu (22/7/2009) air putih dapat membantu melancarkan metabolisme dalam tubuh dengan cara mengubah makanan menjadi energi. Air berperan sebagai bahan bakar untuk mendorong reaksi kimia metabolisme. Jika tidak minum cukup air, maka tidak dapat membakar kalori secara baik.

Kurang mengkonsumsi air akan membuat tubuh mengambil air dari komponen yang lebih dekat yaitu darah. Karena kandungan air dalam darahnya diambil maka darah akan menjadi kental, sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh akan terganggu. Kondisi inilah yang sangat berpengaruh bagi ginjal, karena ginjal akan susah untuk menyaring racun dalam darah yang kental. Makanya banyak orang yang terkena gangguan ginjal jika kurang minum air putih.

Air putih memiliki banyak sekali manfaat, jika dikonsumsi secara tepat dalam arti tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Manfaat air putih yang sudah jamak adalah menghilangkan dahaga, mencegah dehidrasi, dan menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang lewat keringat, urine atau saat kita bernafas. Selain itu air putih juga bisa berperan untuk detoksifikasi tubuh, karena banyak zat yang mudah larut dalam air, sehingga zat-zat pengganggu tersebut akan keluar dari tubuh dengan bantuan air melalui urine. Air putih juga berperan sebagai alat transportasi untuk membawa nutrisi dari sistem pencernaan ke beberapa bagian tubuh.

Secara psikologis air putih bisa membuat kita tenang, pada saat kita gugup, stres, atau terganggu, minumlah air putih secara perlahan-lahan akan dapat membuat kita tenang kembali. Meskipun belum dapat diketahui apa yang menyebabkan air putih bisa membuat kita tenang. Jumlah air yang menurun dalam tubuh, akan membuat fungsi organ-organ tubuh kita juga akan menurun, dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, dan virus. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh.

Asupan air yang dibutuhkan tubuh sebanyak 2-2,5 liter per hari, asupan ini sudah termasuk yang berasal dari makanan, minuman, hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh. Jika berada diruang ber AC dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih lebih banyak lagi, karena udara yang dingin akan membuat tubuh cepat dehidrasi. Selain itu meminum air putih juga bisa membuat kulit tidak cepat kering. Dan yang pasti air putih juga bisa mendorong energi agar kita tidak lemas.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:20 pm

KEBIASAAN MINUM AIR YANG DIANGGAP MITOS
Kamis, 04/03/2010 08:17 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Air penting bagi tubuh. Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka tubuh akan jarang terkena sakit. Tapi seorang ahli ginjal menilai ada kebiasaan-kebiasaan yang dianggap wajib dipatuhi dalam minum air padahal sebenarnya itu belum tentu benar. Pakar ginjal Dr Stanley Goldfarb University of Pennsylvania dalam penelitiannya yang telah dipublikasikan Journal of the American Society of Nephrology seperti dikutip Kamis (4/3/2010) mengatakan ada anggapan keliru yang beredar di masyarakat soal minum air. Dia melihat ada lima mitos soal minum air yang begitu dipercaya oleh orang, yaitu:

1. Minum 8 gelas setiap hari
Dr Goldfarb mengaku tidak tahu dari mana datangnya nasihat standar mengenai minum air 8 gelas sehari. "Tidak ada yang benar-benar tahu," kata Dr Stanley Goldfarb, seorang ahli ginjal di University of Pennsylvania. Menurutnya kebutuhan minum tiap orang berbeda, bisa saja jumlah itu cukup buat seseorang tapi kurang atau kelebihan bagi yang lain. Si pemilik tubuh yang tahu persis berapa kebutuhan airnya. Gara-gara mitos minum air 8 gelas sehari banyak orang yang merasa bersalah jika tak mencapai minum 8 gelas sehari.

2. Minum banyak air dapat membantu membersihkan racun
Ginjal menyaring racun dari aliran darah. Kemudian racun keluar melalui urin. Pertanyaannya, apakah minum air lebih banyak dapat meningkatkan fungsi ginjal? "Tidak," kata Goldfarb. Bahkan, minum air dalam jumlah besar kemungkinan akan mengurangi kemampuan ginjal sebagai penyaring. Ini merupakan penurunan yang kecil, tapi pasti.

3. Banyak minum sama dengan kulit sehat
Tubuh kita terdiri dari 60 persen air. Jadi, orang dengan berat badan 200 pound, sebesar 120 pound adalah berupa air. Menambahkan beberapa gelas air setiap hari memiliki efek terbatas. "Ini sebagian kecil dari apa yang ada dalam tubuh," kata Goldfarb. Jadi sangat tidak mungkin hal ini dapat menguntungkan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2007 tentang manfaat air untuk kecantikan menunjukkan bahwa 500 ml air meningkatkan aliran darah kapiler di kulit. Tetapi tidak jelas apakah perubahan ini secara klinis signifikan.

4. Minum banyak air dapat menurunkan berat badan
"Air adalah strategi yang sangat besar bagi orang yang ingin diet karena tidak mengandung kalori," kata Madeline Fernstrom dari University of Pittsburgh. Jadi mulut akan tetap sibuk walaupun tanpa makanan dan juga mendapatkan rasa puas. Tetapi menurut Fernstrom air tidaklah ajaib. Pilihan lain untuk diet nol kalori adalah dengan mengurangi minuman soda.

5. Mudah dehidrasi selama latihan
Dehidrasi akan dirasakan ketika seseorang kehilangan 2 persen dari berat tubuhnya. Di tempat panas dan kering kebutuhan air akan meningkat. Pelari maraton, pengendara sepeda motor dan pejalan kaki perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi.

American College of Sports Medicine merekomendasikan bahwa atlet minum 16 ons cairan beberapa jam sebelum memulai latihan. Tetapi untuk orang berjalan-jalan di taman, tidak memerlukan sebotol air. Goldfarb pun menyarankan, minumlah hanya ketika Anda haus. Temuan Goldfarb ini memang berbeda dengan pakar-pakar kesehatan lainnya. Prof Dr Ir Hardinsyah, ahli gizi dan pangan sekaligus dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Petanian Bogor (IPB) mengatakan kekurangan air bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan otak. "Kurang 1 persen saja bisa mengalami gangguan ingatan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara Dr dr Parlindungan Siregar SpPD.KGH, seorang dokter spesialis penyakit dalam di FKUI-RSCM pernah mengatakan ketika tubuh kekurangan air atau dehidrasi, cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan berkembang, bahkan bisa menciut. Dan ketika itu terjadi, otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi.

Sementara Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS menekankan pentingnya jadwal minum air yang ideal. Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air. Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:

1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.

Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda tapi biasakan untuk minum air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak. Sekali lagi banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:21 pm

5 MITOS SESAT SOAL SEHAT DENGAN AIR
SABTU, 24 MARET 2012 | 16:15 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Beragam mitos mengenai air beredar di sekitar kita. Berikut lima mitos terkait dengan air mineral yang ada hubungannya dengan kesehatan tubuh.

Mitos 1: Kita harus minum delapan gelas air per hari.
Bisa dipastikan, mitos yang banyak dipercaya secara luas tapi palsu ini datang dari perusahaan air kemasan. Menurut British Dietetic Association dan NHS, kita harus mengkonsumsi setara dengan sekitar enam hingga delapan gelas cairan per hari. Cairan itu tidak harus air putih. Sebagian darinya bisa diperoleh dari makanan yang kita minum seperti buah-buahan dan sayuran 80-90 persen beratnya mengandung air. Demikian juga cairan dari teh, susu, dan kopi. Tentu saja pada suhu yang panas atau kondisi berkeringat kita perlu meningkatkan asupan cairan untuk mengganti yang keluar, tapi kita bisa mengkonsumsi minuman non-alkohol apa pun. Tubuh Anda sangat pandai mengatur kadar air. Kelebihannya akan dikeluarkan dalam bentuk urine atau keringat dan jika kadarnya rendah, Anda akan merasa haus dan dipaksa untuk minum.

Mitos 2 : Kopi, teh, dan minuman lain membuat Anda dehidrasi.
Benar jika dikatakan kafein mempunyai efek diuretik (membuat Anda selalu ingin kencing). Namun hal tersebut sangat tidak berhubungan dengan jumlah air yang terdapat dalam minuman tersebut. Kopi berkontribusi pada kebutuhan air tubuh Anda, tanpa risiko menjadi dehidrasi.

Mitos 3 : Air tidak berbahaya.
Secara umum, air tidak mengandung racun. Namun Anda tidak bisa mengkonsumsi air sebanyak-banyaknya. Dalam kondisi ekstrem, minum terlalu banyak air bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh yang dikenal sebagai “water intoxication”.

Mitos 4 : Air kemasan lebih aman ketimbang yang lain.
Sebagian air mineral dalam kemasan disiapkan dengan standar keamanan yang rendah ketimbang air dari kran (yang bisa dikonsumsi). Botol kemasan memerlukan sumber yang banyak dalam penyiapannya seperti memasukkan dalam botol, mengirimkannya, mendistribusikan, dan menjualnya. Karena itu harganya sekitar 1.500 kali lebih tinggi ketimbang minum air biasa yang sudah jelas murah, ramah lingkungan, dan aman.

Mitos 5: Air bisa membantu menurunkan berat badan.
Memang ada benarnya mitos tersebut, tapi tidak seluruhnya. Balik lagi ke mitos pertama bahwa minum air tanpa kalori dan tanpa gula adalah cara yang lebih baik untuk mendapatkan asupan cairan ketimbang minuman berkalori yang manis seperti soft drink. Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa minum air sebelum makan bisa membantu Anda makan lebih sedikit. Namun poin utama di sini adalah bahwa Anda memang harus mengurangi makan dan mengurangi asupan kalori. Sementara air itu sendiri tidak melakukan apa pun untuk menurunkan berat tubuh Anda.


Last edited by gitahafas on Tue Jun 12, 2012 9:12 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:22 pm

CEGAH GANGGUAN KESEHATAN DENGAN MINUM AIR
Minggu, 21/03/2010 14:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Air memiliki manfaat penting bagi kesehatan seperti meningkatkan kemampuan kognitif, pencegahan batu dan infeksi kandung kemih hingga mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan dengan minur air yang cukup. Air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Kandungannya bervariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80 persen air, pada orang dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50 persen. "Air juga merupakan zat gizi penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit," ujar Prof Dr Hardiansyah, MS dalam acara KPPIK (Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran) FKUI di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (20/3/2010). Prof Hardiansyah menambahkan kekurangan air 1 persen dari berat badan disebut dengan dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh yang ditandai dengan pusing, lelah, penurunan kemampuan fisik dan kognitif serta gangguan kesehatan.

Sedangkan dehidrasi pada tingkat penurunan 2 persen cairan tubuh yang terjadi karena cuaca panas dan olahraga dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat sesaat (short-term memory) dan daya tangkap visual bergerak (visual motor tracking). "Minum air yang cukup dan aman akan mengoptimalkan kesehatan berbagai organ tubuh sehingga dapat menghasilkan urine sebanyak 2 liter sehari yang terbukti mencegah batu ginjal,” ungkap ketua umum Pergizi Pangan Indonesia. Berdasarkan kajian epidemiologi menunjukkan bahwa tubuh membuang air paling tidak 2 liter. Untuk itu setiap orang dewasa harus mengonsumsi air minum 2-3 liter sehari tergantung suhu dan aktivitas fisik. Minum soft drink, bir dan jus apel meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, sedangkan minum air putih, air jeruk nipis, teh dan kopi menurunkan risiko batu ginjal. "Selain itu minum air yang cukup dan aman tanpa disertai dengan menahan kencing juga turut menurunkan risiko infeksi kandung kemih," tambahnya. Sebuah penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh THRIST (The Indonesian Regional Hydration Study) terhadap status hidrasi pada remaja dan dewasa di dua wilayah ekologis berbeda menunjukkan hasil sebanyak 46,1 persen subyek remaja dan dewasa mengalami dehidrasi.

Didapatkan dehidrasi lebih banyak terjadi pada kelompok usia remaja (15-18 tahun) yaitu sebesar 49,5 persen dibandingkan dengan kelompok usia dewasa (25-55 tahun) yang hanya sekitar 42,5 persen. "Hasil ini mengungkapkan salah satu penyebab timbulnya masalah dehidrasi adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai air minum termasuk fungsi air, tanda-tanda dehidrasi serta akibat yang ditimbulkan oleh dehidrasi," ujar dokter dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Sementara itu Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH mengungkapkan dehidrasi sangat berkaitan dengan infeksi kandung kemih. Karena volume dan aliran air yang rendah akan meningkatkan pertumbuhan bakteri di saluran kemih atas maupun bawah. "Karena itu jangan menahan dorongan berkemih dan mengonsumsi air yang banyak merupakan kombinasi yang baik untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih," ujar dokter dari divisi ginjal hipertensi FKUI. Dr Parlindungan menambahkan untuk kelompok usia lanjut (di atas 65 tahun) sangat rentan terhadap asupan air yang tinggi, hal ini dikarenakan mudah terjadinya hiponatremia (kadar hatrium darah yang rendah). Karena itu masyarakat usia lanjut sebaiknya mengonsumsi air sebanyak 1,5 liter. "Konsumsi air sebanyak 2-3 liter per hari serta tak lebih dari 1,5 liter untuk usia lanjut ditambah tidak menahan diri untuk berkemih sangat dianjurkan dalam mencegah terjadinya batu dan infeksi saluran kemih serta gangguan kesehatan lainnya," ungkap Dr Parlindungan.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 9:29 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:23 pm

MEMBUAT TUBUH TETAP DINGIN SAAT MUSIM PANAS
Rabu, 07/07/2010 10:45 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Musim panas membuat tubuh menjadi cepat panas dan gampang lelah, dehidrasi atau bahkan berkembang menjadi sakit kepala, berkeringat berlebihan, lemas hingga kram otot. Bagaimana membuat tubuh tetap dingin meski musim panas? Dehidrasi adalah hal yang paling sering terjadi pada saat musim panas. Keringat yang berlebihan akan memperparah keadaan ini. Warna urine yang jingga atau agak gelap menandakan tubuh mengalami dehidrasi dan ginjal bekerja lembur untuk menghemat cairan. Dilansir dari Telegraph, Rabu (7/7/2010), berikut beberapa cara membuat tubuh tetap merasa dingin dan terhidrasi meski pada musim panas:

1. Perbanyak air putih dan kurangi minum soda
Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, sehingga cairan pengganti terbaik saat panas adalah air. Bila mengalami dehidrasi parah, tambahkan sedikit glukosa (gula) dan garam dalam air (dioralyte). Ini akan mempercepat menyerapan air oleh tubuh. Minum soda dalam jumlah besar menyebabkan air bergerak dari aliran darah dan menuju ke dalam usus untuk sementara, yang pada efeknya membuat tubuh lebih dehidrasi. Sedangkan minuman isotonik tetap harus diimbangi dengan air putih, karena cairan ini tidak memadai untuk membuat tubuh terhidrasi, terutama saat panas.

2. Membasahi tangan dengan air dingin
Membasahi tangan dengan air dingin dapat membantu menarik panas dari tubuh karena tangan memiliki permukaan yang luas dan aliran darah tinggi. Ini juga berlaku untuk telapak kaki. Dan biarkan tubuh Anda kering secara alami setelah mandi.

3. Makan makanan pedas, dingin atau yang mengandung banyak air
Makan makanan pedas seperti cabai, bawang putih dan jahe dapat membuat tubuh berkeringat. Hal ini akan meningkatkan suhu tubuh pada awalnya, tetapi Anda akan merasa lebih dingin kemudian, karena makanan pedas melancarkan aliran darah ke kulit. Makanan yang mengandung mentol juga cukup membantu. Mengunyah permen karet mint yang memiliki efek pendinginan dan kemudian minum segelas air, akan membuat Anda merasa lebih dingin. Hal ini karena mentol memicu reseptor sarat sensitif dingin di mulut. Tapi ini sebenarnya tidak menyebabkan penurunan suhu tubuh, melainkan hanya sensasi. Selain itu, pilih makanan yang mengandung banyak air, seperti selada, lobak, tomat, ketimun, anggur, berry atau buah-buah tertentu untuk mencegah dehidrasi.

4. Perhatikan dekorasi rumah
Karpet dapat menahan panas lebih banyak ketimbang ubin, sedangkan beberapa jenis ubin tetap dingin meski musim panas. Ganti karpet dengan ubin porselen, linoleum atau jika Anda mampu dengan marmer. Serta pilih jenis kain alami seperti katun, linen atau sutra untuk seprei kamar tidur Anda.

5. Tanami rumah dengan banyak tumbuhan
Tanaman membersihkan dan memurnikan atmosfer. Taman rumah yang ditumbuhi banyak pohon akan membuat Anda tetap dingin meski musim panas.

6. Hindari makanan berat dan alkohol pada malam hari
Makan makanan berat saat malam atau sebelum tidur dapat menghabiskan energi untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan tersebut (yang dikenal dengan thermogenesis). Hal ini cenderung meningkatkan suhu tubuh, yang dapat membuat Anda merasa lebih panas.

Cukup minum air sebelum tidur untuk memastikan tubuh tidak dehidrasi saat tidur. Juga hindari alkohol sebelum tidur karena dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga membuat tubuh lebih sulit untuk mengatur suhunya.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 9:16 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:23 pm

AIR DI HARI YANG PANAS PENOLONG ATAU MUSUH
Rabu, 14/07/2010 14:48 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Air menjadi hal yang selalu dicari untuk meredakan dahaga dan mendinginkan tubuh. Tapi di saat panas, apakah air menjadi penolong atau justru musuh bagi tubuh? Banyak orang yang percaya bahwa dengan menceburkan diri ke kolam renang di hari yang panas dapat menyegarkan tubuh. Tapi seharusnya Anda berpikir ulang jika ingin melakukan hal tersebut. Dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (14/7/2010), penelitian telah membuktikan bahwa berenang di air yang dingin pada saat kondisi lingkungan sedang panas, terlebih bila tubuh tengah terpapar matahari, akan sangat membahayakan tubuh.

Pada saat tubuh banyak terpapar matahari, maka berenang atau berendam di air yang dingin akan menyebabkan kejang di pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena perubahan suhu yang drastis dan tiba-tiba. Kejang di pembuluh darah mungkin tidak terlalu fatal bagi orang normal. Tapi hal ini akan sangat membahayakan bila terjadi pada orang dengan gangguan kardiovaskular, karena bila memicu serangan jantung.

Oleh karena itu, dinginkan tubuh Anda secara alami (misal berteduh di tempat yang terlindung dari sinar matahari) terlebih dahulu bila hendak berenang atau berendam di air yang dingin. Mengenai minuman, selain jus, teh dan sup, Anda harus minum setidaknya 1,5 liter air pada hari yang panas, untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi. Air mineral sangat berperan dalam hal ini, tapi bukan air es atau air dingin. Dilansir dari SteadyHealth, minum air dingin pada saat tubuh sedang panas atau setelah terpapar matahari juga dapat berbahaya. Air dingin dapat membuat lebih sulit bagi tubuh untuk mendinginkan dan menyebabkan stres pada sistem kekebalan tubuh. Sebaiknya, minum air yang tidak dingin (bukan air es) bila Anda ingin menghilangkan dahaga di saat hari panas. Selain itu, jauhi teh, kopi atau minuman yang mengandung kafein ketika berada di luar ruangan yang panas. Hal ini karena kafein dapat menyebabkan peningkatan penguapan air dari dalam tubuh, yang dapat menyebabkan dehidrasi.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:13 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:24 pm

PANAS ATAU DINGIN SAMA SAMA MENYIKSA TUBUH
Senin, 2 November 2009 | 13:38 WIB
KOMPAS.com - Air merupakan bagian dari zat gizi yang punya peranan penting bagi tubuh. Namun, tanpa disadari ternyata seringkali kita menyiksa organ tubuh dengan meminum air yang suhunya terlalu panas atau terlalu dingin.Seperti halnya makanan, minuman juga akan masuk ke dalam organ pencernaan. Kenyataannya, organ pencernaan kita memiliki suhu tertentu, yakni sekitar 37 derajat. Sebelum diserap tubuh, tubuh akan menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh. "Bila kita minum air dingin, tubuh kita bekerja berat untuk menghangatkan air itu sampai sama dengan suhu organ pencernaan agar air tadi bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Demikian juga bila kita minum air yang terlalu panas, " papar Prof. Dr.Hardinsyah, Ahli Gizi dan Pangan dari Intitut Pertanian Bogor. Kebiasaan menyeruput kopi panas atau minuman dingin seperti es krim, tidak disarankan karena bisa mengganggu fungsi tubuh. "Kecuali untuk terapi, misalnya minum air hangat untuk mempercepat proses aliran darah. Dalam kondisi normal, minum air dengan suhu yang normal," saran Prof. Hardinsyah. Penyerapan air dengan cepat oleh tubuh juga bisa menimbulkan rangsangan yang sangat kuat dan mendadak pada organ pencernaan. Pada orang dengan kondisi pencernaan kurang sehat hal ini bisa menyebabkan sakit perut, bahkan diare. Oleh karena itu, sesuaikan air yang diminum dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:14 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Air Untuk Kehidupan   Tue Jun 12, 2012 8:24 pm

AKIBAT MALAS MINUM AIR PUTIH
Kamis, 02/12/2010 08:04 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Tidak sedikit orang yang malas minum air putih terutama di ruangan atau daerah dingin karena merasa tidak haus. Sebaiknya jangan turuti perasaan malas minum air putih karena tubuh yang akan menanggung akibatnya. Air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Kandungannya bervariasi sesuai usia. Kandungan air pada bayi 80 persen, orang dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50 persen. Air juga merupakan zat gizi penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit. Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Meski kebutuhan air tiap orang berbeda menurut Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, usahakan tubuh untuk mendapatkan pasokan air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Berikut akibat jika malas minum air putih seperti dilansir American College of Sports Medicine, Kamis (2/12/2010):

1. Ketika pasokan air minim tubuh akan mengalami kekurangan air atau dehidrasi. Dehidrasi ini menyebabkan cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan berkembang, bahkan bisa menciut.

2. Komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak tidak mendapatkan asupan air yang cukup akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi.

3. Dehidrasi yang dialami tubuh bisa menyebabkan gejala mulai dari yang ringan dan sedang seperti lelah, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat, hingga gejala berat seperti halusinasi dan kematian.

4. Rentan terkena infeksi kandung kemih karena bakteri tidak bisa keluar akibat kurang minum. Gejala infeksi kandung kemih ini bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine.

5. Perempuan harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki-laki. Banyak minum air akan membantu bakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.

6. Kulit jadi kusam karena kurang minum membuat aliran darah kapiler di kulit juga tidak maksimal.

7. Kurang minum air putih bisa mengganggu fungsi ginjal karenanya air penting untuk mencegah batu ginjal. Dengan cukup air maka komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 22, 2012 12:17 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Air Untuk Kehidupan
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 15Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 8 ... 15  Next
 Similar topics
-
» Hindu dan Kehidupan setelah mati
» BAGAIMANAKAH KEHIDUPAN DAN KEADAAN SURGA KRISTEN?????
» Inilah Khasiat Ajaib Dari Alam Untuk Kita !!!
» Presiden & Wakil Presiden yang pantas untuk Indonesia
» Fakta Menarik Kehidupan Islam di Israel

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: