Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 L a n g s i n g

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 28 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Sat Jun 16, 2012 5:23 pm

4 ALASAN TERBAIK UNTUK LANGSING
Penulis : Felicitas Harmandini | Selasa, 4 September 2012 | 22:22 WIB
KOMPAS.com - Obesitas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, sehingga organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa problem ini mendesak untuk ditangani. Maka sebelum berat badan yang terus naik membawa Anda ke masalah obesitas, segeralah untuk mulai memperbaiki diri. Memang, tidak mudah untuk mulai menurunkan berat badan. Ada sejumlah alasan yang biasa kita jadikan pegangan, mengapa kita tidak juga melakukannya. Anda bisa menggunakan alasan sibuk, atau susah mencari makanan yang sehat, tetapi alasan yang paling kuat adalah tidak adanya motivasi untuk menurunkan berat badan. Namun, jika Anda memiliki alasan kuat untuk bertahan dengan berat badan Anda sekarang, Anda pasti juga memiliki alasan terbaik untuk segera mendapatkan tubuh yang ramping.

Penampilan
Tak usah khawatir jika Anda mendengar komentar seperti, "Halaaah... diet, diet. Takut gemuk, ya?" Percayalah, itu ungkapan dari orang yang sudah tak peduli lagi dengan penampilannya, atau sudah tak mampu berbuat apa-apa lagi dengan kondisi dirinya. Jika Anda memang tidak nyaman dengan penampilan dan perasaan Anda, sekarang lah waktu yang tepat untuk diet. Penurunan berat badan sekecil apa pun tetap akan memperbaiki penampilan Anda, dan bagaimana orang lain memandang diri Anda. Ketika Anda berhasil menurunkan berat badan, sudah pasti teman-teman Anda akan berbalik mengagumi upaya yang sudah Anda lakukan.

Kesehatan
Hal ini berkaitan erat dengan masalah penampilan. Jika urusan penampilan tak cukup kuat bagi Anda untuk memutuskan menurunkan berat badan, pertimbangkan masalah kesehatannya. Bagaimana pun, overweight bukan sekadar menambah berat badan atau timbunan lemak di sekitar perut dan paha. Overweight dan obesitas juga erat kaitannya dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Jika Anda tidak segera menurunkan berat badan, Anda mungkin akan menghadapi problem yang lebih serius di masa datang, bukan sekadar olok-olok dari teman bahwa Anda takut gemuk. Jika Anda betulan mengidap penyakit-penyakit tersebut, mereka juga tak akan menolong Anda, kan?

Kesejahteraan dan kepercayaan diri
Selain tubuh jadi sehat, dan penampilan jadi lebih menarik, menurunkan berat badan juga membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Tubuh yang lebih ramping membuat Anda lebih percaya diri dalam sekejap. Jangan lupa, kondisi overweight atau obesitas juga menimbulkan masalah lain selain kesehatan. Misalnya, sulit mencari pakaian yang pas, atau tidak bisa bergaya dengan tren fashion terbaru.

Mengurangi pengeluaran untuk kesehatan
Nah, ini berkaitan dengan masalah kesehatan, dan boleh dibilang yang paling penting. Ketika Anda mulai mengalami problem kesehatan yang disebabkan oleh kondisi obesitas, Anda butuh biaya yang tidak sedikit untuk perawatannya. Apalagi jika problem kesehatan tersebut sudah menimbulkan komplikasi, misalnya diabetes kerap menimbulkan masalah gagal ginjal. Bayangkan, berapa yang harus Anda keluarkan untuk perawatan di rumah sakit ketika Anda mengidap penyakit tersebut. Lega karena Anda memiliki asuransi kesehatan? Hm... tetap saja Anda akan menjadi manusia yang tidak berdaya ketika tergolek di rumah sakit. Belum lagi berbagai pantangan yang harus Anda jalani untuk menghindari penyakit kambuh lagi.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 11:05 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Sat Jun 16, 2012 5:26 pm

JAUHI MINUMAN BERKALORI TINGGI DEMI LANGSING
Rabu, 29 September 2010, 13:03 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Apakah Anda penggemar coffee blended yang dipenuhi whipped cream atau minuman racik sejenisnya? Memang terkesan hanya minuman ringan pelepas dahaga. Tapi, minuman semacam itu memiliki kandungan kalori sangat tinggi. Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman berkalori tinggi tak jauh berbeda dengan efek makanan berlemak. Kebiasaan ini seringkali mengacaukan program diet. Ingat, penyebab bobot tubuh tak kunjung turun bukan hanya karena konsumsi makanan berlemak tetapi juga minuman berkalori tinggi. Untuk menghindari atau setidaknya mengurangi minuman berkalori tinggi ada empat trik yang bisa Anda lakukan, seperti dikutip dari Health.

1. Minum di pagi hari
Minumlah minuman berkalori tinggi pada pagi hari. Seperti coffe blended atau pun milk shake. Dengan meminumnya pada pagi hari, aktivitas Anda yang padat bisa membakar kalori yang cukup banyak.

2. Minum jus buah
Minum jus buah juga harus cermat. Sebaiknya minum jus buah segar tanpa gula yang baru dibuat ketika Anda pesan. Kalori yang berasal dari buah cukup aman karena tidak terlalu tinggi. Untuk jus buah dalam kemasan, pilih yang sedikit gula atau berlabel 100 persen buah.

3. Susu kedelai
Minuman milkshake memang sangat menggoda untuk dinikmati di siang hari. Tetapi lebih baik pilih susu kedelai. Selain lebih sehat, kalorinya lebih sedikit dengan kandungan protein yang tinggi.

4. Tambahkan rasa alami pada air putih
Minum air putih sepanjang hari terkadang membosankan. Lidah pun ingin merasakan kesegaran. Untuk itu tambahkan saja mentimun, irisan jeruk, atau daun mint pada gelas air putih Anda untuk memberi rasa tetap. (pet)


Last edited by gitahafas on Thu Sep 06, 2012 11:06 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Sat Jun 16, 2012 5:27 pm

AGAR TAK TERJEBAK MITOS SESAT PELANGSINGAN TUBUH
Pipiet Tri Noorastuti Minggu, 9 September 2012, 10:38 WIB
VIVAlife - Banyak wanita melakukan segala upaya demi mendapatkan berat tubuh langsing ideal. Tak jarang mereka mudah terjebak mitos tentang pembatasan makanan. Ada mitos yang berkembang meyakinkan bahwa bersantap di malam hari memicu penimbunan lemak di tubuh. Mitos yang kemudian memancing banyak orang untuk menghindari makan malam. Ada pula mitos yang menyebut jangan makan setelah olahraga. Benarkah semua mitos itu? Jawabannya salah.

Makan usai olahraga
Menahan makan usai olahraga justru berpotensi membuat tubuh gemuk. Sebab energi yang tak segera dipulihkan akan meningkatkan selera makan. Sehingga ketika bertemu makanan, semuanya disantap. Setelah berolahraga, tubuh memerlukan energi pemulihan yang cepat. Kalau dalam waktu satu jam, kebutuhan ini tidak dipenuhi, asam lambung akan meningkat dan memicu gangguan pencernaan.

Makan malam
Semakin malam metabolisme tubuh semakin melambat. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi pada waktu ini lebih mudah menjadi lemak. Tapi bukan berarti ini menjadi alasan Anda harus ‘puasa’ makan malam. Karena sebenarnya, protein yang dibutuhkan untuk pembentukan hormon pertumbuhan (growth hormone) prosesnya dimulai satu jam setelah tidur di malam hari. Jadi, yang perlu Anda lakukan hanya mengurangi porsi makanan dan mulailah membatasi konsumsi karbohidrat berkalori tinggi, seperti nasi dan roti. Pilihlah makanan yang merupakan kombinasi dari karbohidrat berkalori rendah dan protein. Misalnya steak daging sapi tanpa lemak dan sayuran kaya serat, seperti brokoli, buncis dan wortel. Mengenai lemak menumpuk di bagian pinggang bukan sepenuhnya karena makan di malam hari saja. Melainkan akumulasi dari semua kelebihan makanan yang masuk dari pagi hingga tengah malam.


Last edited by gitahafas on Sun Sep 09, 2012 10:02 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Sat Jun 16, 2012 5:27 pm

BENARKAH JERUK "GRAPEFRUIT" BIKIN LANGSING?
Penulis : Natalia Ririh | Minggu, 9 September 2012 | 16:06 WIB
KOMPAS.com - Banyak orang mengonsumsi jeruk Grapefruit saat sarapan makan siang, dan makan malam. Mereka beralasan, buah ini dapat membantu program diet. Namun, benarkah buah ini benar-benar membuat Anda jadi langsing? Sebuah penelitian menemukan, jeruk Grapefruit adalah salah satu makanan yang mampu membantu program penurunan berat badan. Menurut kajian data dari tahun 2003-2008, rata-rata wanita yang mengonsumsi sejumlah porsi tertentu jeruk Grapefruit atau jus jeruk Grapefruit mengalami penurunan berat sampai 4,5 kilogram, dan Indeks Massa Tubuh atau BMI nya lebih rendah 6 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi jeruk Grapefruit. Para peneliti masih belum yakin apa yang membuat pecinta Grapefruit lebih ramping. Namun, menurut salah seorang peneliti dari Universitas Florida, Gail Rampersaud, alasan sederhananya adalah konsumsi buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi seperti Grapefruit akan membantu Anda merasa kenyang. Sehingga membantu Anda mendapatkan sedikit kalori. Buah ini juga salah satu sumber vitamin C, kaya potasium, dan magnesium. Meski demikian, Rampersaud mengatakan tidak ada bukti yang mengungkap bahwa setiap bahan makanan bekerja secara "magis" untuk membakar lemak. Sebagai anjuran mendukung diet, maka konsumsi Grapefruit dalam bagian menu keseharian Andda sangat disarankan. Bagaimana jika Anda bukan pecinta jeruk Grapefruit? Jangan keburu khawatir. Seperti diungkapkan Christine Gerbstadt, jurubicara Academy of Nutrition and Dietetics, menurut hasil penelitian lainnya, mengonsumsi makanan alami yang kaya kandungan air seperti timun dan semangka juga akan memberi hasil yang sama seperti Grapefruit dalam membantu keberhasilan program diet.


Last edited by gitahafas on Sun Sep 09, 2012 10:35 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Sat Jun 16, 2012 5:28 pm

RAHASIA SARAPAN YANG MELANGSINGKAN
Senin, 15 Oktober 2012 12:30 WIB Media Indonesia
BUKAN hanya penting untuk meningkatkan performa saat mengawali hari, dalam penelitian yang dilakukan di Heather Leidy dari MU Department of Nutrition and Exercise Physiology, Columbia, menunjukkan bahwa sarapan tidak hanya penting, tapi juga bisa membantu Anda mendapatkan berat badan ideal. Disebutkan peneliti, sarapan yang mengandung banyak protein merupakan kunci untuk mengontrol nafsu makan sepanjang hari. Pasalnya, mengonsumsi makanan kaya protein saat sarapan mampu membuat seseorang merasa kenyang dan mengontrol nafsu makan saat malam tiba. Dalam studinya, peneliti mengamati efek protein dan kuantitas makan serta pengaruhnya terhadap nafsu makan selama diet. Diketahui, bagi pria obesitas, ketika mereka mengonsumsi makanan berprotein tinggi saat sarapan, mereka mengalami penurunan nafsu makan ketika makan siang atau makan malam. Mereka mampu mengontrol nafsu makan dan merasa lebih mudah kenyang. Protein normal yang dikonsumsi saat sarapan biasanya adalah 14 persen protein, 60 persen karbohidrat, dan 26 persen lemak. Sementara makanan tinggi protein terdiri atas 25 persen protein, 49 persen karbohidrat, dan 26 persen lemak. Peneliti menyarankan, dengan mengurangi karbohidrat saat sarapan, seseorang akan merasa kenyang lebih lama dan mampu mengontrol nafsu makan. Selain itu, asupan karbohidrat yang cukup akan membuat seseorang tidak mudah mengantuk setelah sarapan dan menjaga nafsu makan dengan jumlah kalori yang berlebihan saat makan siang. Untuk lebih sehat, Anda bisa mengonsumsi buah segar, jus, semangkuk salad, atau setangkup sandwich gandum yang kaya akan nutrisi. (Shine.yahoo/*/OL-06)


Last edited by gitahafas on Sat Nov 24, 2012 1:28 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Sat Jun 16, 2012 5:29 pm

MENGAPA ANDA TAK BISA BERHENTI MAKAN?
Asep Candra | Sabtu, 23 April 2011 | 20:13 WIB
Kompas.com - Hmmmm... enak sekali makan Ibu dan Anak itu”, gumam saya, waktu melihat mereka sedang makan donat penuh coklat di suatu ruang tunggu di bandara. Terlihat wajahnya yang puas dan menikmati donat demi donat yang masuk ke dalam mulutnya. Saya tidak tahu berapa potong donat yang telah mereka makan. Tapi saya lihat, mereka baru berhenti, setelah penumpang sudah harus boarding. Sampai di pesawat, waktu saya berjalan ke toilet, Ibu dan Anak ini yang duduk di bangku belakang, terlihat lagi sedang asyik-asyiknya kembali makan donat-donat itu. Air liur saya seperti mau menetes, seperti ingin juga menikmatinya, tapi syukurlah saya tidak jadi membelinya waktu di bandara. Ada keinginan untuk itu juga, paling tidak buat oleh-oleh, namun urung, timbul pertanyaan dalam diri saya, “apa tidak lebih baik saya membawa oleh-oleh yang lebih sehat?” Setelah kembali duduk di kursi, bayangan Ibu dan Anak yang lagi menikmati donat itu masih menyelimuti saya. “Kenapa mereka makan seperti itu? Apakah memang mereka lagi lapar, membutuhkannya? Apa hanya karena punya uang, kemudian membelinya? Atau bahkan sekedar ingin menikmatinya, merasakan kelezatannya?” Entahlah, tapi banyak kita sekarang, makan hanya dengan alasan-alasan seperti itu, karena punya, tersedia, lagi ditraktir, karena makan itu nikmat, lezat.

Disamping bayangan Ibu dan Anak itu, pikiran saya menerawang jauh kepada beberapa pasien yang pernah saya rawat, yang mempunyai kebiasaan yang sama. Sebagian besar mereka sekarang sedang mengalami masalah dengan kesehatannya. Ada yang dengan obesitas, hipertensi, kencing manis, ganguan jantung dan sebagainya. Seorang pasien, wanita, masih sangat muda sekali, umur sekitar 30 tahun yang konsultasi dengan saya beberapa minggu lalu, bahkan mengalami obesitas, diabetes mellitus dan gagal jantung. Pasien ini memang mempunyai kebiasaan minum eskrim dan minuman kemasan, terutama minuman kaleng yang sangat manis itu. Menurut pengakuan pasien, kebiasaan itu bahkan sudah dimulainya sejak duduk di sekolah menengah pertama. Dua sampai tiga atau bahkan lebih minuman kaleng favoritnya, diteguknya setiap hari, belum lagi makanan, minuman manis lainnya. Waktu saya tanyakan,” kenapa sampai begitu?” “Ngak tahu dokter”, jawabnya. “Saya seperti tidak bisa menghentikannya. Saya merasa gelisah, tidak tenang, belum puas sebelum mendapatkannya”, katanya lagi. Melihat Ibu dan Anak yang sedang menikmati donat itu, dan beberapa pasien saya dengan perilaku yang sama, saya ingat sebuah buku tentang Prediabetic. Salah satu yang dibahas secara singkat dalam buku itu adalah apa yang dinamakannya sebagai Food addictions, suatu perilaku makan yang banyak menjangkiti kita sekarang dan juga pada mereka menjelang timbulnya diabetes mellitus.

Sebagai suatu kecanduan, food addictions, tidak jauh berbeda sebenarnya dengan kecanduan lainnya seperti alkohol, rokok, bahkan obat-obatan. Perubahan kimiawi yang terjadi juga hampir sama. Di otak, pada orang gemuk dapat terjadi peningkatan neurotransmitter dopamin, yang mempunyai efek menenangkan, merasa puas, terutama setelah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat olahan dan gula. Maka, tidak heran Anda akan bolak balik membuka pintu kulkas mencari makanan dan minuman yang anda simpan di dalamnya. Anda juga akan memilih makanan dan minuman yang manis-manis. Sambil duduk menonton TV mulut Anda tidak akan berhenti memamah sesuatu yang Anda sukai. Bahkan, untuk sekedar merasa senang, puas, menghilangkan kebosanan mulut Anda akan sibuk dengan sebuah permen di dalamnya. Food addictions tidak timbul serta merta, namun, sedikit- demi sedikit meracuni Anda, sehingga Anda tidak menyadarinya. Andaikan pagi ini Anda menyantap 15 potong donat atau menyedot dua liter minuman kaleng itu sekaligus, anda mungkin akan mual, muntah, Anda akan menghentikannya. Tapi, karena Anda mengambil coklat, donat itu satu demi satu, akhirnya satu kotak coklat, donat itu akan Anda habiskan. Satu mangkok eskrim juga akan Anda cicipi sendok demi sendok sampai Anda merasa puas. Kebutuhan Anda untuk merasa puas dengan makanan yang dapat meyebabkan kecanduan ini, seperti coklat, eskrim, donat, pizza, minuman kaleng, cemilan yang manis-manis, semakin lama semakin meningkat. Kemudian, Anda akan sangat mudah tergoda menikmatinya. Food addictions, sebagai suatu kecanduan makan, perilaku berulang yang sudah lama, sangat sulit menghentikannya. Sebenarnya banyak kita menderitanya sekarang. Sayang, kita tidak menyadarinya. Kita baru sadar kalau kita sudah terbentur dengan masalah-masalah kesehatan yang diakibatkannya. Kadang-kadang itu sudah terlambat!

Irsyalrusad, Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 10:04 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 19, 2012 6:35 am

CARA MUDAH AGAR KENYANG LEBIH LAMA
SELASA, 26 JUNI 2012, 07:01 WIB Mutia Nugraheni
VIVAlife - Rasa kenyang bukan hanya soal seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Namun juga, bagaimana Anda mengonsumsinya dan kandungan dalam asupan. Rasa kenyang, merupakan sinyal tubuh kalau Anda sudah cukup makan. Saat kenyang lebih lama, Anda pun akan cenderung makan lebih sedikit. Ini tentu sangat baik untuk mengontrol berat badan. Ingin tahu bagaimana cara agar kenyang lebih lama? Berikut empat caranya, seperti dilansir dari Health.com.

Minum air putih sebelum makan
Sebelum makan, minumlah dua gelas air putih. Air putih akan mengisi perut Anda dan membuat kenyang lebih lama. Termasuk, mengurangi hingga 60 kalori dari tiap porsi makanan yang dikonsumsi.

Cuka apel
Jika memungkinkan, tambahkan sedikit cuka apel atau aroma kayu manis di tiap menu makanan yang Anda konsumsi. Keduanya membantu menstabilkan kadar gula darah setelah makan. Menurut penelitian Department of Agricultural and Food Sciences di Zurich, Swiss, cuka apel dan kayu manis juga membuat Anda kenyang lebih lama.

Konsumsi sayur berserat tinggi
Sayur kaya air dan serat selalu bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Kalorinya pun sangat sedikit. Untuk itu, selalu konsumsi sayuran segar berserat tinggi dan kaya air. Bisa membuat perut Anda kenyang dan otak mendapat kepuasan.

Konsumsi ikan laut
Ikan mengandung asam lemak omega 3 yang mampu membuat perut tenang dalam hitungan jam. Faktanya, menurut penelitian dalam European Journal of Clinical Nutrition, pemakan ikan merasa lebih puas dan kenyang, dibandingkan pemakan daging.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 1:00 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 19, 2012 6:48 am

TRIK MENAHAN LAPAR DISAAT DIET
Sabtu, 12/03/2011 10:03 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Saat sedang mencoba menurunkan berat badan atau melakukan diet, ada satu hal yang mungkin sulit dilakukan yaitu menahan lapar. Tapi ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menahan lapar saat diet. Menahan lapar adalah pertempuran berat yang harus dialami oleh banyak orang saat berusaha menurunkan atau mencoba mempertahankan berat badan idealnya. Kelaparan merupakan proses yang kompleks dan melibatkan banyak sistem di tubuh termasuk perut, otak dan usus. Meski demikian ada beberapa hal yang sudah terbukti bisa mengontrol rasa lapar dan membantu seseorang makan sedikit kalori. Dr Melina Jampolis seorang ahli gizi dari San Fransisco menuturkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat menahan lapar, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (12/3/2011) yaitu:

1. Mengonsumsi kalori padat dibanding kalori cair
Para ahli menuturkan bahwa makanan padat telah terbukti lebih mengenyangkan dibanding makanan cair. Studi yang dilakukan oleh peneliti Dr Barbara Rolls menunjukkan buah apel lebih mengenyangkan dibanding jus apel. Hal ini karena jika mengonsumsi makanan padat seseorang mengunyah terlebih dahulu yang merupakan proses awal dari pencernaan dan pelepasan enzim yang mulai memicu rasa kenyang. Jadi meskipun buah dan jus apel memiliki kalori yang sama, seseorang akan merasa lebih kenyang jika mengonsumsinya dalam bentuk buah.

2. Membatasi minuman manis dan juga alkohol
Cobalah untuk membatasi minuman manis dan alkohol karena tidak mengandung kalori sehingga tidak akan membuat seseorang merasa kenyang yang justru bisa memicu ia makan lebih banyak.

3. Mengonsumsi serat yang larut dalam air
Makanan ini bisa memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan perasaan kenyang. Hal ini karena makanan tersebut akan membentuk gel ketika bercampur dengan air di dalam perut yang bisa memperlambat pengosongan makanan dari lambung, memperlambat penyerapan gula darah serta menunda rasa lapar. Kondisi ini akan memungkinkan makanan lebih banyak kontak dengan dinding usus yang membantu pelepasan hormon rasa kenyang. Sumber serat yang larut dalam air seperti gandum, buncis, apel, strawberi, wortel, ubi jalar, anggur, jeruk, pir dan buah plum.

4. Mengonsumsi protein
Protein merupakan komponen penting dalam menjaga berat badan dan menimbulkan rasa kenyang. Hal ini karena protein memicu pelepasan hormon rasa kenyang dan dapat membantu menjaga kadar gula darah agar stabil sehingga bisa mengendalikan rasa lapar. Sumber protein yang bagus seperti unggas tanpa kulit, ikan, daging merah tanpa lemak, susu bebas atau rendah lemak, putih telur dan jika sedang bepergian bisa mengonsumsi protein bar tanpa gula atau lemak.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 11:31 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 19, 2012 6:23 pm

INI BAHAYA TERLALU LAMA MENAHAN LAPAR
Jumat, 09/09/2011 15:02 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Menahan lapar untuk alasan apapun seperti terlalu sibuk sebaiknya tidak dilakukan karena bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan. Apa saja efek buruk menahan lapar bagi tubuh? Terlalu lama menahan lapar bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi penting yang berfungsi memberikan energi dan menjaga kelangsungan organ-organ di dalam tubuhnya agar bisa bekerja secara optimal. Kondisi ini biasanya dilakukan oleh orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cara yang salah. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka berdampak pada proses metabolisme, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (9/9/2011) yaitu:

1. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama 4 jam maka tubuh akan menggunakan cadangan glukosa untuk membantu fungsi otak.

2. Setelah 8 jam tubuh mulai menggunakan glikogen yang disimpan di hati untuk mengekstrak energi, proses ini disebut dengan glikogenolisis yang mana mengubah glikogen menjadi glukosa.

3. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan makan selama 12 jam maka akan menggunakan glikogen yang disimpan dalam otot, selain itu tubuh juga menggunakan lemak yang tersimpan.

Selain mempengaruhi fisik, menahan lapar dalam jangka waktu lama juga berdampak pada fisiologis, emosional dan fungsi kognitif. Umumnya ia akan merasa kelelahan, pusing, mengantuk, rambut rontok serta kulit menjadi cepat kering. Jika kebiasaan menahan lapar ini dilakukan setiap hari maka bisa menimbulkan konsekuensi yang serius seperti kelemahan otot, ketidakseimbangan elektrolit, sembelit, mudah merasa dingin, perubahan tekanan darah, menurunnya sistem kekebalan tubuh, detak jantung yang tidak teratur hingga gagal ginjal. Sedangkan dampak terhadap emosionalnya adalah menjadi lebih sensitif, mudah marah, depresi dan kegelisahan. Jika dibiarkan bisa mengakibatkan amsalah mental yang lebih serius seperti kehilangan emosi dan kemampuan kognitif yang rusak.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 1:01 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 19, 2012 6:32 pm

6 KESALAHAN YANG BIKIN ANDA CEPAT LAPAR
Linda Mayasari - detikHealth Selasa, 06/11/2012 09:02 WIB
Jakarta, Orang yang mudah merasa lapar meski baru saja selesai makan, mungkin disebabkan karena gangguan kesehatan seperti diabetes. Tetapi mungkin saja disebabkan karena kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan ketika makan. Rasa lapar tersebut dapat meningkatkan keinginan untuk kembali meraih makanan, membuat Anda makan berlebihan, dan menyebabkan obesitas. Perhatikan 6 hal yang dapat menyebabkan rasa lapar berlebihan meski baru saja makan, seperti dikutip dari Readers Digest, Selasa (6/11/2012), berikut ini:

1. Minum soda atau minuman beralkohol sebelum makan
Minum minuman bersoda atau beralkohol sebelum makan dapat memproduksi asam pada perut, sehingga ketika makanan mulai masuk ke dalam perut, organ pencernaan telah siap mencerna makanan. Hal ini dapat mempercepat proses pencernaan dan membuat Anda cepat merasa lapar.

2. Makan makanan yang kurang berprotein
Protein dapat mempengaruhi perasaan kenyang pada perut dan otak. Sehingga seseorang perlu makan makanan yang mengandung protein agar tidak mudah lapar. Menurut penelitian terbaru, orang yang mengonsumsi makanan yang tingkat proteinnya 15 persen lebih rendah dari total kalori makanan yang dikonsumsinya, akan merasa mudah sekali lapar. Makanlah makanan yang kaya protein ketika sarapan, seperti telur rebus, sereal gandum, dan yoghurt agar Anda tidak mudah merasa lapar sepanjang hari. Hal ini dapat mencegah Anda makan camilan yang berlebihan karena terlalu lapar sebelum waktu makan siang tiba.

3. Makan makanan yang mengandung bumbu dan rempah-rempah tertentu
Rempah-rempah memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh, di antaranya menambah nafsu makan. Tetapi beberapa rempah tertentu dapat membuat Anda merasa lapar meski baru saja makan, diantaranya mustard, kunyit, jahe, dan daun peterseli. Mustard dapat meningkatkan aliran air liur dan cairan pencernaan yang dapat merangsang nafsu makan. Kunyit, jahe, dan daun peterseli mengandung zat tertentu yang dapat mempengaruhi otak dalam merangsang nafsu makan.

4. Makan makanan yang mengandung sirup jagung kaya fruktosa
Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan pemanis buatan yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan merupakan penyebab utama obesitas dan diabetes. Berbeda dengan gula, pemanis ini dapat menyebabkan seseorang kecanduan terhadap makanan manis. Sehingga Anda tetap merasa kurang puas meski baru saja makan.

5. Makan makanan yang asin
Peneliti telah menemukan bahwa Anda mungkin merasa kenyang setelah makan makanan asin, tetapi kadar garam yang tinggi dapat mempengaruhi sensor lapar yang berhubungan dengan kepuasan dan keinginan untuk makan lagi.

6. Makan makanan diet
Makanan diet biasanya rendah lemak, mengandung lebih banyakgula, karbohidrat, dan natrium untuk menciptakan rasa yang enak. Tetapi sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition menunjukkan bahwa pemanis dalam makanan atau minuman diet justru dapat merangsang nafsu makan. Sebelum memilih makanan diet, pastikan untuk membaca label kandungan nutrisinya. Pilih makanan diet yang mengandung nutrisi tertentu seperti kalsium, omega-3 dan rendah lemak jenuh, serta hindari makanan diet yang mengandung kadar tinggi pemanis dan natrium.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 24, 2012 1:51 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
 
L a n g s i n g
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 51Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 28 ... 51  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: