Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 L a n g s i n g

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:18 pm

TETAP SEHAT, BUKAN TETAP LANGSING
Sabtu, 18 Desember 2010 | 07:39 WIB
Kompas.com - Kebanyakan diet populer tidak berhasil mempertahankan kelangsingan dalam jangka panjang. Sesungguhnya ada cara-cara gratis yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan penurunan berat badan secara permanen.

1. Olahraga
Agar bisa tetap langsing, dalam jangka panjang butuh bantuan olahraga, setidaknya 30 menit lima kali seminggu. Bila tak sempat olahraga, lakukan jalan kaki di sela-sela waktu bekerja atau lakukan pekerjaan rumah tangga. Lebih baik lagi jika kita jalan pagi bersama teman, ikut keanggotaan pusat kebugaran atau klub olahraga.

2. Latihan beban
Alasannya, latihan beban membentuk jaringan otot di tubuh kita. Semakin banyak jaringan otot yang dimiliki, semakin banyak jumlah kalori yang dibakar, meskipun sedang istirahat sekalipun. Dalam buku Strong Women Stay Slim, Mirian Nelson, peneliti dari Tuft University, membuktikan bahwa wanita yang ikut diet plus melakukan latihan beban, bisa memangkas 44 persen lebih banyak lemak dibandingkan dengan mereka yang hanya berdiet. Senam aerobik hanya membakar kalori. Perlu dibantu latihan beban untuk membakar kalori lebih banyak lagi.

3. Catat makanan setiap hari
Sempatkan membuat catatan mengenai makanan yang kita makan seharian, kadar lapar sebelum makan dan emosi. Catatan harian ini akan memberi kesadaran baru.

4. Fokus tetap sehat bukan jadi langsing.
Lebih banyak orang berhasil langsing dalam jangka panjang ketika mengubah motivasinya dari ingin langsing menjadi ingin lebih sehat. Ubahlah mindset mengenai makanan yang bikin tubuh sehat daripada makanan yang bikin kita gemuk.

5. Kontrol porsi makanan
Sadari jumlah makanan yang disantap setiap kali makan. Minta porsi setengah ketika makan di restoran yang menyajikan porsi besar. Perhatikan kadar lapar ketika makan dan berhentilah makan ketika merasa sudah nyaman, bukan kekenyangan.

6. Turunkan bobot perlahan
Sadari bahwa penurunan berat badan yang cepat hanya menghilangkan air dan otot, bukan lemak. Padahal, otot diperlukan untuk menjaga kadar metabolisme. Bila otot berkurang, metabolisme melambat dan ujungnya, tambahan kalori akan diubah menjadi lemak. Berkurangnya kadar lemak ubuh akan efektif bila penurunan berat badan terjadi perlahan. Penurunan berat yang sehat tidak lebih dari setengah hingga satu kilogram per minggu.

7. Makan secara perlahan
Makan perlahan-lahan adalah cara yang baik menurunkan berat badan. Dari waktu pertama menyantap makanan, otak butuh waktu 20 menit untuk memberikan sinyal bahwa perut sudah penuh. Karena itu, nikmatilah setiap gigitan. (GHS/diy)


Last edited by gitahafas on Mon Aug 27, 2012 8:32 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:19 pm

RISET: LANGSING BUKAN JAMINAN SEHAT
MINGGU, 27 MEI 2012, 13:25 WIB Pipiet Tri Noorastuti
VIVAnews - Selama ini kita kerap mendengar kampanye penurunan berat badan untuk mencegah risiko penyakit kardiovaskuler. Namun, sebuah studi anyar mengungkap bahwa timbunan lemak berlebih tak melulu meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, seperti serangan jantung. "Risiko besar hanya menempel pada orang-orang dengan diabetes, yang juga memiliki sejumlah faktor terkait peningkatan risiko gangguan kesehatan metabolik," kata Mark Hamer, kepala penelitian dari University College London, seperti dikutip kantor berita Reuters. Indikator kesehatan metabolik antara lain: tekanan darah normal, kadar gula darah normal, memiliki jumlah kolesterol baik yang cukup, dan tingkat aman protein C-reaktif yang berhubungan dengan adanya peradangan dalam tubuh. "Orang dengan kesehatan metabolik bagus tidak memiliki risiko tinggi mengalami gangguan jantung, meskipun dia dalam kondisi obesitas," Hamer menambahkan.

Dengan kata lain, mereka yang memiliki berat badan ideal atau kurus juga perlu waspada dengan risiko penyakit kardiovaskuler. Bukan tak mungkin mereka yang langsing memiliki kondisi kesehatan metabolik buruk. Hamer melakukan penelitian untuk mengingatkan masyarakat agar tak terjebak anggapan salah. Mengingatkan bahwa berat tubuh ideal atau langsing bukan indikator utama untuk menentukan kesehatan kardiovaskuler. Yang penting adalah kesehatan metabolik. "Berat tubuh tak memberi jaminan apapun. Mereka yang langsing tapi memiliki kadar kolesterol jahat tinggi dan tekanan darah tinggi, tentu memiliki risiko besar mengalami serangan jantung," ucap Hamer. Dr. Cora Lewis, profesor kesehatan dari University of Alabama, yang tak tak terlibat dalam penelitian ini mengangguk sepakat. "Intinya jangan hanya terjebak pada gemuk atau langsing, tapi perhatikan kondisi kesehatan secara menyeluruh," katanya. Penelitian yang melibatkan 22.000 partisipan usia setengah baya di Inggris dan Skotlandia ini dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. (ren)


Last edited by gitahafas on Mon Aug 27, 2012 8:35 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:20 pm

LANGSING BELUM TENTU BEBAS PENYAKIT
Jum'at, 29 Oktober 2010, 11:35 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Memiliki tubuh langsung adalah dambaan banyak wanita. Tak hanya menunjang penampilan, mereka juga menganggap bertubuh ramping juga bisa membuat tubuh terhindar dari berbagai penyakit yang biasa menyerang wanita gemuk. Namun, tubuh langsing yang Anda miliki tak selamanya bisa bikin Anda terbebas dari penyakit. Sebab, mungkin saja di balik tubuh ramping, Anda masih menyimpan lemak tinggi yang berbahaya. Berdasarkan penelitian dari British Medical Research Council, menggunakan scanner tubuh yang dimiliki dokter MRI menunjukkan, mereka dengan tubuh langsing bisa memiliki tingkat pengumpulan lemak internal di beberapa bagian tubuh seperti, hati, jantung, ginjal dan pankreas. Hal ini tentu saja juga bisa membahayakan kesehatan. "Lemak, yang biasa terdapat dalam tubuh orang gemuk adalah lemak subkutan," kata Dr Ron McCoy, pakar kesehatan dari Melbourne. Namun, lemak yang lebih berbahaya justru adalah lemak yang tidak bisa kita lihat (lemak visceral) tetapi mengelilingi organ vital. Lemak inilah yang banyak terdapat dalam tubuh yang langsing.

Seperti dikutip dari laman Times of India, McCoy mengatakan, "Lemak visceral adalah lemak yang bisa diproses oleh hati, yang berubah menjadi kolesterol. Kolesterol beredar dalam darah dan dapat tertimbun dalam arteri Anda, membuat penyakit jantung dan tekanan darah tinggi." Lemak visceral juga diyakini menghasilkan hormon lebih, dan protein daripada lemak subkutan, yang memengaruhi kadar glukosa dan menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2 dan masalah-masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung. Tapi pertanyaannya, jika tubuh sudah terlihat langsing, bagaimana lemak bisa menumpuk di tubuh? Kurangnya berolahraga adalah jawabannya. Sam Mower, seorang ahli fisiologi olahraga, berkata, "Jika tubuh tidak bergerak, tidak akan terjadi metabolisme lemak baik di luar atau di dalam tubuh." Diet adalah faktor lain. "Jika Anda gemar menyantap makanan tinggi lemak jenuh, seperti mentega, keju, kue dan biskuit, itu hampir semua disimpan sebagai lemak visceral," kata Mower.


Last edited by gitahafas on Mon Aug 27, 2012 8:37 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:20 pm

LANGSING ITU SEHAT? BELUM TENTU
Pipiet Tri Noorastuti Selasa, 28 Agustus 2012, 11:18 WIB
VIVAlife - Benak kita mungkin telah tertanam pemahaman umum bahwa gemuk itu tidak sehat. Sedangkan kurus itu sehat. Nyatanya, sejumlah studi menunjukkan bahwa bentuk tubuh ideal bukan jaminan sehat! Seperti dilansir Huffington Post, studi yang diterbitkan Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa satu dari empat orang kurus mengalami 'obesitas metabolik'. Hasil studi itu menunjukkan bawah mereka yang secara kasat mata langsing belum tentu memiliki komposisi lemak yang seimbang. Ini berbahaya karena ketidakseimbangan komposisi lemak rentan memicu gangguan metabolik yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan kardiovaskuler. Mereka dengan tubuh langsing masuk kategori sehat jika memiliki kondisi kesehatan metabolik yang baik. Indikatornya: tekanan darah normal, kadar gula darah normal, jumlah kolesterol baik cukup, dan memiliki tingkat aman protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan dalam tubuh. "Lebih baik gemuk dan sehat, daripada langsing tapi memiliki kondisi metabolisme buruk," kata Mark Hyman, MD, seorang pakar kesehatan dan peneliti kesehatan yang mendirikan The UltraWellness Center, di Amerika Serikat. Dalam studinya, ia menemukan bahwa empat dari setiap 10 remaja bertubuh ideal memiliki setidaknya satu tanda-tanda pradiabetes. Seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kadar kolesterol tinggi. Hyman memperingatkan semua untuk tetap waspada. Mereka yang bertubuh gemuk maupun langsing harus komitmen melakukan olahraga teratur, menjaga pola makan, dan kontrol kesehatan berkala.

- Kadar gula darah: kurang dari 90 mg/dl
- Trigliserida: kurang dari 100 mg/dl
- Kolesterol baik (HDL): lebih dari 60 mg/dl
- Tekanan darah: kurang dari 120/80


Last edited by gitahafas on Fri Oct 19, 2012 3:12 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:23 pm

TUBUH LANGSING BERPOTENSI MILIKI LEMAK BERBAHAYA
Selasa, 13 Juli 2010, 10:35 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Memiliki tubuh langsing bukan jaminan sehat. Menurut penelitian British Medical Research Council, orang yang memiliki tubuh langsing bisa memiliki level lemak yang sangat tinggi dalam tubuhnya. Dengan alat pemindai Magnetic Resonance Imaging (MRI), tim yang terdiri dari para dokter memperlihatkan kadar lemak tinggi di sekitar jantung, liver, ginjal dan pankreas pada sejumlah orang yang memiliki tubuh langsing. Mereka yang sering disebut 'si kurus berlemak' ini juga memiliki risiko gangguan kesehatan yang tinggi. "Lemak yang kita lihat pada orang gemuk adalah lemak subkutan. Tetapi, yang lebih berbahaya adalah lemak yang tidak bisa dilihat kasat mata yaitu lemak visceral. Lemak tersebut mengelilingi organ vital," kata Dr Ron McCoy, juru bicara dari Royal College, Australian GPs, seperti dikutip dari Idiva. "Lemak visceral akan di proses oleh hati, yang mengubahnya menjadi kolesterol. Kolesterol beredar dalam darah dan dapat menumpuk di arteri, membuat penyakit jantung dan tekanan darah tinggi," Ron menambahkan. Lemak visceral juga dipercaya memproduksi hormon dan protein daripada lemak subkutan. Selain itu, juga mempengaruhi tingkat glukosa dan menyebabkan diabetes tipe 2 serta masalah kesehatan lainnya seperti penyakit kardiovaskular. Penyebab banyaknya timbunan lemak pada tubuh si kurus ternyata disebabkan karena kurangnya olahraga. "Jika tubuh tidak bergerak, metabolisme terhambat sehingga lemak menumpuk," kata Sam Mower, pelatih fisiologis.


Last edited by gitahafas on Mon Aug 27, 2012 8:38 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:24 pm

LEMAK BERBAHAYA INTAI ORANG LANGSING
Pipiet Tri Noorastuti Selasa, 17 Juli 2012, 13:15 WIB
VIVAlife - Tubuh langsing bukan indikator utama yang menjamin kesehatan. Mereka yang berberat badan ideal bisa jadi memiliki komposisi lemak, otot, dan air yang tak seimbang. Yang lebih bahaya, keberadaan lemak tak kasat mata yang menyelimuti organ vital: hati, jantung, dan pankreas. Lemak internal semacam itu bisa sama bahayanya dengan lemak eksternal yang kasat mata membuat tubuh gemuk. "Menjadi kurus tidak berarti secara otomatis Anda tidak gemuk," kata Dr Jimmy Bell, seorang profesor pencitraan molekuler di Imperial College, London. Sejak 1994, peneliti melakukan pemindaian terhadap hampir 800 orang untuk memetakan lokasi penyimpanan lemak di tubuh. Mereka yang jarang olahraga cenderung menempatkan simpanan lemak internal lebih banyak. Temuan itu harapannya bisa menjadi peringatan bagi mereka yang langsing untuk tetap melihat pentingnya olahraga. Mereka yang bertubuh langsing biasanya merasa sehat sehingga malah memiliki gaya hidup buruk. Tidak menjaga pola diet dan enggan olahraga. Peneliti menegaskan bahwa mereka yang memiliki berat badan langsing tak lantas kebal terhadap penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau stroke. "Jika Anda hanya ingin kurus, diet saja mungkin cukup. Tapi jika benar-benar menjadi sehat, olahraga harus menjadi komponen penting daalam gaya hidup Anda."

Penelitian lain yang dipimpin Mark Hamer dari University College London, juga menemukan bahwa berat tubuh ideal atau langsing bukan indikator utama untuk menentukan kesehatan kardiovaskuler. Yang penting adalah kesehatan metabolik. Indikator kesehatan metabolik antara lain: tekanan darah normal, kadar gula darah normal, memiliki jumlah kolesterol baik yang cukup, dan tingkat aman protein C-reaktif yang berhubungan dengan adanya peradangan dalam tubuh. "Berat tubuh tak memberi jaminan apapun. Mereka yang langsing tapi memiliki kadar kolesterol jahat tinggi dan tekanan darah tinggi, tentu memiliki risiko besar mengalami serangan jantung," ucap Hamer, seperti dikutip Reuters. Dr. Cora Lewis, profesor kesehatan dari University of Alabama, yang tak tak terlibat dalam penelitian-penelitian ini mengangguk sepakat. "Intinya jangan hanya terjebak pada gemuk atau langsing, tapi perhatikan kondisi kesehatan secara menyeluruh," katanya.(sj)


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 1:34 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:56 pm

MAU LEBIH LANGSING? BEGINILAH POLA MAKAN YANG BENAR
Senin, 28 Mei 2012, 10:04 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Menurunkan berat badan tidak melulu lewat diet ketat dan olahraga berat. Ternyata, punya tubuh lebih langsing juga bisa diperoleh berkat cara makan yang benar. Sebelumnya, Anda perlu lebih dulu memahami apa yang akan Anda alami jika melewatkan waktu makan atau mesti diet ketat mati-matian dengan tidak makan sama sekali. Bila Anda memilih untuk tidak makan sama sekali, metabolisme akan menurun demi menjaga asupan energi. Atau ketika berat badan turun drastis dalam beberapa hari, tubuh akan berpikir Anda sedang kelaparan dan harus bertindak cepat untuk bertahan tubuh. Maka, alih-alih turun berat badan, tubuh Anda justru akan mempertahankan lemak, sehingga penurunan berat badan justru terjadi lantaran kehilangan air dan otot. Lebih baik Anda tidak melewatkan waktu makan, terutama sarapan. Yang lebih tepat lagi, tetaplah makan tiga kali sehari dan selingi waktu makan dengan menyantap camilan sehat. Makan secara teratur justru akan memberikan energi secara konsisten dan boleh jadi inilah cara paling efektif untuk mempertahankan metabolisme secara efisien. Makan perlahan juga akan membuat tubuh kita berpikir tubuh sudah kenyang sebelum kita harus menyantap lebih banyak lagi makan dari yang diperlukan tubuh.


Last edited by gitahafas on Mon Aug 27, 2012 8:36 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 1:56 pm

INGIN LANGSING? GAMPANG, MAKAN TERATUR AJA
Rabu, 23 Mei 2012, 10:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Kebanyakan orang menghindari makan dengan porsi banyak karena takut kegemukan, namun ternyata sebuah penelitian terbaru mendapati bahwa orang akan tetap langsing bila makan sesuai jadwal. Seperti dikutip dari laman Eurekalert.com, para peneliti menguji tikus laboratorium dengan pengkondisian yang berbeda. Kelompok pertama adalah tikus yang diberi makanan tinggi lemak--tinggi kalori--dan makan kapan saja mereka suka. Sementara kelompok kedua adalah tikus yang diberi menu serupa tapi makan hanya di jam-jam tertentu--makan hanya dalam durasi masa delapan jam. Tikus di kelompok pertama mengalami kenaikan berat badan. Sementara kelompok kedua? Berat badan mereka stabil. "(Itu karena) Setiap organ punya jamnya sendiri-sendiri," kata peneliti Satchidananda Panda dari Salk Institute for Biological Studies, La Jolla, Amerika Serikat. Dengan kata lain, organ tubuh kita seperti hati, usus, dan otot ada periode puncak efisiensinya--ada pula saat-saat di mana organ tubuh kita tidur, kata Panda. Jam organ ini adalah kunci dari siklus metabolisme tubuh, kita harus mengetahui bahwa organ tidak bekerja 24 jam sehari mengolah kolesterol, protein, karbohidrat, dan energi. Bila tikus atau manusia makan tanpa jadwal yang teratur pada malam dan siang hari, hal ini akan membuat siklus metabolisme kacau, ujar Panda. Penelitian selama 18 pekan yang dipublikasikan di jurnal Cell Metabolism ini menyimpulkan bahwa makan secara teratur dapat mengurangi peluang naik berat badan hingga 28 persen. Tak cuma itu, makan secara teratur juga mengurangi kemungkinan kerusakan organ hati.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 1:35 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 2:17 pm

WARNA MERAH BIKIN LANGSING
Oleh Innes | ghiboo.com 26 Januari 2012
Ghiboo.com - Warna ternyata memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Tak hanya sekedar mempengaruhi suasana hati saja, warna juga dapat mempengaruhi nafsu makan. Menurut penelitian sebelumnya, warna merah memberikan efek psikologis yang merangsang nafsu makan. Namun, penelitian terbaru justru menyatakan hal yang sebaliknya. Penelitian yang dilakukan oleh akademisi Jerman dan Swis mengklaim bahwa makan dari piring berwarna merah justru dapat membantu menurunkan berat badan dan cocok bagi mereka yang sedang diet. Temuan yang dipublikasikan dalam journal Appetite ini didasarkan pada penelitian terhadap 41 pelajar laki-laki yang diminta untuk minum teh dengan cangkir berwarna merah dan biru. Hasilnya, para responden yang menggunakan cangkir merah terbukti hanya meminum kurang dari 44% teh dari cangkir biru. Begitu pula pada percobaan kedua penelitian. Sekitar 109 orang diminta makan 10 pretzel (sejenis kue kering) dalam piring berwarna merah, biru dan putih. Mereka yang makan dengan piring merah lebih sedikit menghabiskan pretzel dibandingkan warna piring lainnya. Peneliti menemukan menyajikan makanan dalam piring merah atau minum dari gelas berwarna bisa mengurangi jumlah porsinya hingga 40 persen. Peneliti menjelaskan bahwa warna merah mendorong orang untuk menghindari porsi makanan dan cemilan, karena warna tersebut berkaitan dengan simbol akan 'bahaya, larangan dan penghentian'. Para peneliti juga menghimbau agar pemerintah dan industri makanan menggunakan kemasan berwarna merah untuk makanan tidak sehat sebagai bentuk pencegahan, dan bisa juga menggunakan interior warna merah di pub atau club malam untuk mencegah orang minum lebih banyak.


Last edited by gitahafas on Fri Oct 19, 2012 3:11 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: L a n g s i n g   Tue Jun 12, 2012 2:23 pm

LANGSING TANPA DIET KETAT? BISA KOK, ASAL.....
Senin, 27 Pebruari 2012, 09:01 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Anda tentu ingin bisa punya tubuh ramping, tapi ogah diet ketat. Tenang, ada caranya kok. Anda tidak perlu menghapus semua makanan enak favorit atau menghabiskan waktu berjam-jam di tempat fitnes. Para pakar mengatakan, tanpa diet ketat, Anda tetap bisa bertubuh langsing. Caranya, lakukan perubahan kecil dalam aktivitas harian. Ternyata, inilah cara yang terbaik untuk menurunkan berat badan. Simak yuk caranya:

Diet selai kacang
Ketika membeli berbagai variasi selai kacang, biasakan untuk menghilangkan lapisan minyak di bagian atas. Setiap sajian selai kacang seperti ini akan menghilangkan sekitar 20 kalori atau 2-3 gram lemak. Ini adalah perubahan kecil yang bisa menurunkan beberapa kilogram setiap tahun.

Sarat serat
Tak peduli pada serat justru bikin Anda bertambah berat badan. Pastikan Anda selalu memilih makanan yang sarat serat dan rendah kalori. Misalnya, pop corn rendah lemak. Makanan ini punya lima kali lebih banyak serat daripada jenis yang biasa. Dari studi terakhir terungkap, ketika perempuan menambah asupan serat harian dari 12 gram menjadi 24 gram, tubuh akan menurunkan serapan hingga 90 kalori setiap hari. Ini berarti Anda akan kehilangan sekitar 4,5 kilogram dalam setahun. Lumayan, kan?

Menari
Cobalah rajin-rajin menari bersama teman atau cukup sendiri saja di rumah. Menari dengan irama cepat tidak hanya mengasyikkan. Lakukan ini dalam satu jam, Anda akan meluruhkan sekitar 400-500 kalori. Ini setara dengan joging ringan di treadmill, tapi tentu saja lebih menyenangkan!

Tampil beda
Ketika berada di tempat fitnes, pilih peralatan yang sedikit lebih berat daripada yang biasa Anda gunakan. Ketika berjalan atau berlari, tambahkan sedikit jalan mundur dan ke samping gaya shuffling selama satu menit. Anda akan 'menantang' otot dengan cara-cara baru seperti ini. Lakukan dengan sudut yang berbeda dan tingkatkan kemampuan keseimbangan. Latihan seperti ini akan membuat Anda lebih sigap dan membakar lebih banyak kalori.

Ubah pola makan malam
Jika Anda termasuk orang yang sering kali merasa lapar sebelum tidur, ini berarti Anda menyantap makan malam terlalu dini. Cobalah untuk mengubah pola makan Anda. Santap buah sekitar pukul 15.00, setelah itu pada pukul 17.00 cobalah makanan ringan yang rendah kalori. Lanjutkan pada pukul 19.30 makan malam dengan kalori terbatas. Dengan pola seperti ini, Anda akan tetap kenyang hingga waktu tidur tiba.

Pilih makanan segar dan berserat
Ketimbang menyantap makanan yang tinggi kalori, lebih baik isi piring Anda dengan wortel rebus yang masih segar, apel malang yang renyah, dan gandum. Asupan yang lebih lama dikunyah akan membuat tubuh Anda bekerja lebih keras untuk mencernanya. Dengan begitu, tubuh akan membakar kalori lebih banyak juga. Makan dengan pola seperti ini akan membuat kalori total tubuh akan terbakar sekitar lima persen sepanjang hari.

Pilih menu sederhana
Cobalah menyantap makanan yang sederhana namun penuh gizi. Misalnya untuk sarapan, pilih yogurt dan buah-buahan. Makan siang, segarkan hari dengan sup dan salad lengkap berisi tuna dan kacang-kacangan. Untuk makan malam, isi piring dengan potongan ikan atau ayam, sayuran, dan buah. Silakan saja jika ingin menambah cita rasa dengan sedikit mentega atau minyak zaitun.

Hati-hati dengan minuman
Minuman bersoda mengandung kalori tinggi. Lebih baik hindari minuman seperti ini. Lebih baik isi tubuh dengan air putih. Umumnya, orang akan lebih sehat dengan banyak asupan air putih. Bahkan, ada yang menyarankan agar menenggak hingga dua liter per hati. Namun, agar lebih pasti, konsultasi dulu dengan dokter keluarga Anda.

Beraktivitas menyenangkan
Masukkan jadwal aktivitas menyenangkan setiap hari. Cobalah bermain-main di taman dengan anak atau teman. Atau lakukan 'perang bantal' di ruang keluarga. Aktivitas ini akan membakar kalori sekitar 82 kalori dalam 20 menit, plus Anda akan tertawa riang sepanjang aktivitas ini.

Makan perlahan
Pastikan Anda adalah orang terakhir yang mulai makan dan menjadi orang terakhir yang menghabiskannya. Makan lebih pelan akan membantu menurunkan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh.

Siasati penampilan
Cobalah menargetkan diri untuk mengenakan baju yang ukurannya lebih kecil dari baju saat ini. Atau, ketika datang ke pesta, bawalah tas yang akan menyulitkan Anda mengambil makanan lebih banyak.

Berhenti sebelum kenyang
Cobalah berhenti makan ketika Anda merasa sudah di tahap 5 atau 6 rasa kenyang. Skala 1 adalah untuk rasa lapar berat sedangkan 10 adalah super kenyang. Ketika Anda berhenti di skala 5 atau 6, rasakan perubahan rasa sekitar 20 menit kemudian. Ketika itulah Anda akan merasa berada di skala 7 atau 8. Taktik ini bisa diterapkan saat pesta atau liburan. Anda dapat selamat dari bencana bertambah gemuk setelah itu.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 28, 2012 8:46 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
 
L a n g s i n g
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 51Go to page : 1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: