Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 O l a h r a g a

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 26 ... 48, 49, 50  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sun Oct 26, 2014 10:35 am

OLAHRAGA MALAM SEBAIKNYA PILIH DALAM RUANGAN
Penulis : Dian Maharani | Kamis, 23 Oktober 2014 | 17:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang yang sadar akan pentingnya tubuh yang bugar dan sehat memilih meluangkan waktu di malam hari untuk berolahraga. Ada banyak pilihan olahraga yang dapat dilakukan, baik di dalam ruangan (indoor) atau luar ruangan (outdoor). Dokter spesialis olahraga Ade Jeanne D L Tobing mengatakan, olahraga malam hari boleh saja dilakukan daripada tidak berolahraga sama sekali. Namun, sebaiknya olahraga pada malam hari dilakukan dalam ruangan ketimbang di luar. "Saya menganjurkan indoor seperti badminton, berenang, ke gym, lari. Tidak terganggu udara di luar," ujar Ade dalam acara media workshop "Waktunya Bergerak Sekarang" di Jakarta, Kamis (23/10/2014). Ade menjelaskan, pada malam hari pepohonan akan menghasilkan karbondioksida dan mengambil oksigen. Maka tidak dianjurkan berolahraga malam hari di area yang banyak pepohonan. Hal ini tidak baik untuk kesehatan paru-paru manusia. Selain itu, angin malam juga tidak baik bagi tubuh. Di luar ruangan, kawasan perkotaan juga tercemar polusi udara. Olahraga malam hari pun sebaiknya tidak dilakukan terlalu malam agar jam tidur tidak akan terganggu. Ade mengatakan, setelah olahraga tidak disarankan langsung tidur. Sebaiknya menunggu sekitar 2 jam setelah olahraga kemudian tidur. Olahraga pada pagi hari dan sore hari memang lebih baik karena mengikuti jam biologis seseorang. Jam biologis manusia pada malam hari adalah untuk istirahat dan tidur. "Bioritme manusia, sekitar pukul 08.00 pagi naik, jam 11.00 turun, dan pukul 14.00 sampai 16.00 sore naik lagi," terang Ade. Ade menjelaskan, olahraga maupun aktifitas fisik sebaiknya dilakukan secara teratur untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Aktfitas fisik minimal dilakukan 5 hari dalam seminggu yaitu 150 sampai 300 menit per minggu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Mon Apr 13, 2015 6:51 am

AKTIVITAS FISIK MASIH KURANG?
Penulis : Kontributor Health, Diana Yunita Sari | Sabtu, 11 April 2015 | 09:45 WIB
KOMPAS.com - Para ahli sudah sering merekomendasikan olah raga rutin setiap minggunya. Disarankan, dalam satu minggu, minimal menjalani olah raga intensitas sedang selama 150 menit. Tetapi bagaimana kalau olah raga maupun aktivitas fisik yang dilakukan kurang dari yang direkomendasikan? Jangan khawatir, meski jumlah waktunya masih kurang, tetap memiliki manfaat positif bagi kesehatan. Analisis terbaru terhadap enam studi menunjukkan, mereka yang melakukan aktivitas fisik kurang dari jumlah minimum yang direkomendasikan, tetap memiliki penurunan risiko dari kematian yang cukup besar dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif sama sekali. "Temuan kami mendukung panduan aktivitas fisik bagi orang Amerika tahun 2008 yang merekomendasikan aktivitas intensitas moderat minimum 150 menit atau 75 menit untuk aktivitas intensitas kuat, per minggunya untuk memperoleh manfaat kesehatan yang besar," urai Hannah Arem, penulis utama dari National Cancer Institute, Bethesda, Maryland. Para periset mengumpulkan data dari lebih 660 ribu pria dan wanita di Amerika Serikat serta Eropa dari studi sebelumnya. Berdasarkan laporan dari responden, mereka yang melakukan aktivitas fisik kurang dari rekomendasi minimum, 20 persen kecil kemungkinannya untuk meninggal selama studi dibandingkan yang tidak aktif sama sekali. Risiko kematian 31 persen lebih rendah bagi orang yang melakukan satu atau dua kali dari rekomendasi minimum dan 37 persen lebih rendah bagi mereka yang melakukan 2-3 kali aktivitas yang direkomendasikan minimal. Hasil terbaru ini seperti dikatakan Todd M. Manini dari University of Florida, Gainesville, memperkuat panduan yang sudah ada, yang telah menyatakan bahwa melakukan sejumlah aktivitas lebih baik daripada tidak ada aktivitas sama sekali. “Mendapatkan sedikit daripada tidak melakukan apapun, ada 20 persen penurunan kematian,” tambah Manini. Jalan kaki cepat selama satu jam atau 30 menit lari atau bersepeda per minggu cukup untuk dimasukkan dalam kategori pertama dan keluar dari kelompok 'tidak aktif'. Melakukan lebih dari jumlah yang direkomendasikan nampaknya tidak menurunkan risiko kematian lebih banyak tetapi bisa memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya melebihi hanya menurunkan risiko kematian. Volume aktivitas daripada intensitas mendorong manfaat panjang usia dalam temuan terbaru ini. Studi usia pertengahan dan lebih tua dari orang Australia yang dipublikasikan dalam edisi JAMA Internal Medicine yang sama menjumpai bahwa aktivitas tinggi berkaitan lebih kuat dengan penurunan risiko kematian daripada aktivitas intensitas moderat.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Mon Apr 13, 2015 7:13 am

KEMATIAN MENDADAK SETELAH OLAHRAGA
Penulis : Dian Maharani | Minggu, 25 Januari 2015 | 11:00 WIB
KOMPAS.com –Masalah pada jantung bisa menyebabkan kematian mendadak setelah berolahraga. Kasus ini beberapa kali menimpa seseorang yang baru saja melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepakbola dan tenis. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Beny Hartono mengatakan, beberapa kasus kematian mendadak dapat disebabkan karena gangguan irama jantung atau aritmia. Beny menjelaskan, orang-orang yang rutin berolahraga seperti atlet biasanya mengalami pembesaran otot jantung. Pembesaran otot ini berisiko mengganggu listrik jantung. Adapun listrik jantung yang bermasalah membuat gangguan irama jantung. Jantung bisa berdenyut sangat cepat dari biasanya. “Listrik jantung ini jalannya di otot. Pembesaran otot kadang-kadang bisa mengakibatkan gangguan di listrik,” terang Beny dalam diskusi di RS Premier Bintaro beberapa waktu lalu. Menurut Beny, faktor terlalu lelah seusai berolahraga dapat memicu gangguan irama jantung. Saat olahraga, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen agar tetap bisa memompa darah dengan baik. Beny mengatakan hal ini bisa saja terjadi pada usia muda. Untuk itu, sebaiknya memeriksakan kesehatan jantung ke dokter. Adanya risiko ini pun bukan berarti Anda harus berhenti berolahaga. Menurut Beny, olahraga sangat baik dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, olahraga sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. “Olahraga harus dilakukan, tapi jangan berlebihan,” imbuhnya. Untuk menjaga kesehatan jantung, jalani pula pola makan yang baik dan tinggalkanlah kebiasaan hidup tak sehat seperti merokok dan minum alkohol.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Mon Apr 20, 2015 7:45 pm

ENAK-TIDAKNYA LARI DI TREADMILL
Senin, 20 April 2015 | 09:10 WIB
KOMPAS.com - Treadmil menjadi salah satu alat yang sering dipakai di pusat kebugaran. Mereka yang gemar berlari dan sedang mempersiapkan lomba lari misalnya, juga kerap berlatih menggunakan treadmil. Menggunakan treadmil untuk berlatih lari memang memudahkan. Setidaknya, Anda tidak bergantung dengan cuaca di luar ruang. Tidak perlu kepanasan karena tersengat sinar matahari ataupun kehujanan. Walau memudahkan (dan membuat nyaman), ada pro-kontra yang muncul dari berolah raga dengan memakai treadmil.

Tingkat kesulitannya sama.
Secara empiris, orang mengasumsikan bahwa berlari di luar ruang lebih sulit ketimbang di treadmil. Namun, penelitian membuktikan, memasang treadmil dengan kemiringan satu persen secara akurat menggambarkan pengeluaran energi yang sama dari berlari di luar ruang. Dengan kata lain, ini sama efektifnya selama menambahkan sedikit kemiringan.

Lebih bersahabat bagi sendi.
Ban berjalan pada treadmil yang lembut dan nyaman membuat lebih enak dilalui ketimbang jalanan di luar yang terbilang keras. Kenyamanan saat berlari di treadmil ini membantu mengurangi sejumlah benturan pada sendi dan tubuh secara keseluruhan. Cara ini terutama sangat membantu Anda dalam masa rehabliitasi atau pulih dari cedera. Pastikan mengambil waktu beberapa saat sebelum kembali berlari di jalan setelah cedera.

Bisa meniru lingkungan yang ada.
Banyak dari treadmil yang lebih canggih, memungkinkan untuk membuat profil latihan yang unik. Profil ini bisa Anda gunakan untuk menirukan rangkaian latihan. Bahkan ketika tidak sedang berlatih untuk mengikuti lomba maraton misalnya, Anda bisa berlatih dengan memilih lintasan tertentu dari seluruh dunia. Membuat Anda seolah-olah berada di tempat tersebut. Meski ada di lintasan itu, Anda tidak perlu khawatir dengan cuaca, suhu, atau masalah medan latihan saat berlari di treadmil.

Kurang gesit.
Meski treadmil menyediakan bantalan yang lebih nyaman untuk sendi, Anda tidak mendapat tambahan manfaat seperti halnya berlari di pedestrian atau luar ruang. Bahkan bila landasan di luar terasa datar bagi Anda, nyatanya tidak demikian. Otot kaki secara terus menerus membuat perubahan kecil untuk beradaptasi dengan permukaan yang berubah. Penyesuaian ini baik untuk koordinasi dan keseimbangan serta membantu kemampuan Anda untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Sementara itu, lari di treadmil memang akan membantu kebugaran Anda secara menyeluruh, namun tidak menyerupai situasi sebenarnya saat berolah raga di luar ruang.

Tidak banyak otot yang bekerja.
Karena ada mesin yang menjalankan treadmil, otot yang bekerja akan berbeda ketika Anda lari di treadmil. Saat berlari di luar ruang, Anda umumnya bergantung pada hamstring sewaktu menyelesaikan siklus ayunan dan mengangkat kaki di belakang yang hampir menendang bokong. Tetapi di treadmil, dorongan dari ban berjalanlah yang akan bekerja banyak untuk Anda. Kalau Anda hanya berlari di treadmil, pastikan Anda juga melakukan cross training untuk melatih otot kaki belakang, termasuk hamstring dan glute.

Bosan!
Ini kondisi yang bisa terjadi ketika Anda lebih sering berlari di treadmil: bosan. Bahkan bila berlari sambil mendengarkan musik kegemaran atau menonton televisi, dengan sangat mudah teralihkan untuk melihat waktu yang ada di depan Anda. Sementara lari di luar ruang, waktu terasa bergerak lebih cepat. Karena Anda tidak terpaku dengan waktu (selain juga tak terlalu sempat untuk melihat jam). Tambahan lagi, bila sudah menetapkan garis akhir, Anda akan melihat garis yang semakin mendekat saat berlari menuju sasaran akhir tersebut. Hal ini akan memberikan perasaan lebih alami atas jarak sekaligus memberi dorongan ekstra untuk menyelesaikan lari saat Anda merasa ingin menyerah.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sun Apr 26, 2015 1:19 pm

MENGAPA BADAN PEGAL PEGAL SETELAH OLAHRAGA?
Radian Nyi Sukmasari - detikHealth Jumat, 24/04/2015 10:05 WIB
Jakarta, Usai berolahraga, beberapa orang kerap mengeluhkan tubuhnya pegal-pegal selama beberapa saat. Kondisi ini kerap disebut dengan njarem. Sebenarnya, keadaan ini berkaitan erat dengan pasokan oksigen yang diterima pembuluh darah. "Di tubuh pembuluh darah kan banyak dari yang paling besar di jantung sampai yang paling kecil di jari-jari, yaitu pembuluh darah kapiler. Nah, ketika kita beraktivitas seperti biasa, tubuh tidak mengantarkan oksigen ke seluruh pembuluh kapiler tersebut dengan optimal," papar dr Sophia Hage, Residen Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal itu ia sampaikan usai Workshop 'Pola Aktivitas dan Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal' di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Jumat (24/4/2015). Akibatnya, ada beberapa pembuluh kapiler yang tidak terbiasa mendapatkan oksigen dengan jumlah yang seharusnya dan kemungkinan bisa terjadi hipoksia seluler yaitu ketika sel tidak mendapatkan jumlah oksigen dalam jumlah yang seharusnya. "Ketika olahraga, kita kan sebenarnya melancarkan sirkulasi darah juga karena jantungnya berdegup lebih kencang dan kontraksi lebih kuat. Akhirnya, semua pembuluh darah, termasuk kapiler yang kecil teraliri darah dan dapat pasokan oksigen yang mencukupi," imbuh dokter berkacamata ini. Nah pegal-pegal atau njarem yang dialami, lanjut dr Sophia, adalah perasaan ketika pembuluh darah akhirnya mendapatkan oksigen kembali. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebenarnya pegal-pegal pada tubuh usai olahraga bukan sesuatu yang berbahaya. Apalagi, saat membiasakan berolahraga, tubuh harus beradaptasi. Saat tubuh pegal-pegal, sebaiknya berhenti olahraga terlebih dulu kemudian turunkan intensitas dan durasi olahraga. Sebab, artinya tubuh saat itu belum mampu beradaptasi. Tapi, jangan sampai pegal-pegal ini justru jadi hambatan tidak berolahraga. "Njarem kan pas mulai olahraga, setelah itu biasanya hilang, Tapi kalau lama, nggak ilang-ilang itu njaremnya, berarti ada indikasi untuk segera periksa ke dokter," pungkas dr Sophia.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Apr 30, 2015 7:45 pm

INI YANG TERJADI PADA TUBUH SAAT BERLARI MARATON
Kamis, 30 April 2015 | 19:00 WIB
KOMPAS.com - Jarak sekitar 41,8 kilometer yang ditempuh dalam maraton akan memicu darah, keringat, dan air mata bagi banyak pelari. Tetapi bagaimana tepatnya lari maraton mempengaruhi tubuh? Lari maraton adalah uji fisik dan mental yang berbeda dari lainnya, karena membawa diri Anda keluar dari zona nyaman. Tantangan ini sepadan dengan perasaan yang tak tertandingi ketika kita melewati garis finish. "Selama maraton dan juga olahraga intensitas tinggi lainnya, ketahanan tubuh mengalami kondisi yang intens. Namun dengan pengkondisian dan latihan yang tepat, tubuh akan bisa beradaptasi,"kata Dr. Agim Beshiri, direktur medis di perusahaan kesehatan global Abbott. Beshiri mencontohkan, beberapa organ dapat menahan penurunan signifikan aliran darah dalam jangka waktu yang singkat karena tubuh otomatis mengutamakan sirkulasi ke jantung, otak dan otot selama maraton. Berikut penjabaran para pakar tentang apa yang terjadi pada tubuh pelari ketika melakukan lari maraton.

- Tinggi badan Anda akan menyusut
Rata-rata pelari marathon akan menjadi lebih pendek sekitar 1 cm di akhir lomba daripada saat mereka baru memulainya. Ini disebabkan karena dari waktu ke waktu, cakram pada tulang belakang mengompres, demikian hasil penelitian para peneliti di Swansea University, Inggris. Tetapi tinggi badan secara alami kembali ke semula dalam waktu satu hari.

- Kehilangan sekitar 1,4 kilogram
Kebanyakan pelari akan kehilangan 1 sampai 1,4 kilogram massa tubuh selama maraton berlangsung. Menurut Boston Athletic Association, rata-rata seseorang berkeringat sekitar 0,8 hingga 1,4 liter per jam selama berlari. Ini berarti sekitar 3,4 sampai 6 liter keringat yang dikeluarkan selama lari maraton penuh.

- Jantung memompa 16 liter darah
Jantung merupakan pompa yang terdiri dari sekitar setengah miliar sel. Organ tubuh yang satu ini diperlukan untuk memompa tiga sampai empat kali lebih banyak jumlah darah selama maraton dibandingkan saat tubuh sedang beristirahat. "Saat istirahat, jantung orang yang normal akan memompa antara 4 sampai 6 liter per menit. Tetapi selama maraton, jantung bisa memompa tiga sampai empat kali dari jumlah biasanya," terang Beshiri.

- Peningkatan kemampuan memori
Proses tubuh yang membantu memberi energi tubuh secara efisien saat berlari ternyata juga bertanggung jawab pada kemampuan mengingat dan belajar. Ini berarti pelari maraton kemungkinan memiliki ingatan yang lebih baik daripada orang rata-rata.

- Lebih atraktif
Individu yang melakukan lari lebih baik dalam perlombaan setengah maraton ternyata cenderung terpapar tingginya kadar testosteron dalam kandungan. Ini berarti para pelari, khususnya pria, tidak hanya memiliki efektivitas kardiovaskular yang lebih baik, tetapi juga dorongan seks yang kuat serta jumlah sperma yang tinggi. Secara historis, pria seperti itu cenderung lebih dipilih oleh wanita sebagai pasangan. (Purwandini Sakti Pratiwi)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sun May 03, 2015 5:56 am

SANTAPAN PENUNJANG OLAHRAGA
Sabtu, 2 Mei 2015 | 13:08 WIB
KOMPAS.com - Sebelum berolah raga, dianjurkan untuk menyantap makanan setidaknya satu jam terlebih dulu. Konsumsi makanan menjadi penting guna memberi energi yang akan diperlukan saat berolah raga, apalagi bila Anda berlatih di pagi hari. Untuk mendukung latihan Anda, ada sejumlah makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi sebelum maupun setelah berolah raga. Mayo Clinic menyebutkan, tahu kapan dan apa yang dimakan bisa membuat perbedaan dalam latihan Anda. Ada yang menyebutkan untuk tidak menyantap makanan sebelum berolah raga. Tetapi yang sering direkomendasikan adalah mengonsumsi makanan ringan satu jam sebelum memulai olah raga. Selain itu, sejumlah makanan dan minuman direkomendasikan guna membantu mencapai target kebugaran dengan lebih cepat. Memberi makan tubuh dengan nutrisi yang tepat, akan memastikan Anda mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan saat berolah raga. Membantu Anda lebih kuat ketika melakukan latihan serta memperbaiki otot usai olah raga. Berikut adalah makanan dan minuman tertentu yang disarankan untuk menunjang latihan Anda.

Oat.
Karbohidrat menjadi rekan terbaik untuk otot Anda saat berlatih. Karena menyediakan glukosa, bahan bakar otot untuk bisa bekerja dengan baik. Namun, tidak semua karbohidrat setara. Karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan dan berasal dari biji utuh sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Karena akan menjaga pelepasan glukosa dalam darah sehingga dapat memberi energi yang dibutuhkan selama latihan berlangsung. Oat menjadi pilihan karena kaya betaglukan, yaitu serat yang lambat dicerna dan menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. Untuk hasil maksimum pilih oat utuh.

Kopi.
Bagi yang gemar kopi, berita ini menggembirakan. Minum 350 ml kopi sebelum berolah raga rupanya dapat membantu berlatih lebih lama sekaligus mendongkrak daya tahan. Juga dapat meredakan nyeri terkait olah raga. Studi yang dilakukan University of Illnois, Urbana Champaign tahun 2009 menunjukkan bahwa pria yang mendapat 'sentakan' kafein satu jam sebelum bersepeda intens dilaporkan sedikit yang mengalami nyeri otot selama latihan. Dibandingkan dengan kelompok pesepeda yang sama dan tanpa kafein.

Almon.
Ini mungkin terdengar sedikit berlawanan. Tetapi, semakin intens Anda berolah raga, tubuh akan menghasilkan radikal bebas. Salah satu cara untuk menangkal radikal bebas ini adalah dengan mengonsumsi makanan antioksidan seperti Kandungan flavonoid, asam fenolik, serta vitamin E dalam almon, akan membantu melindungi terhadap radikal bebas yang berbahaya. Studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American College of Sports Medicine, 2009 menunjukkan, pesepeda yang mengonsumsi 60 almon sehari sebelum makan, selama empat minggu, kapasitas antioksidannya meningkat hingga 43 persen.

Kismis.
Energi yang diperoleh dari satu kotak kecil kismis hampir mirip dengan energy bar. Hanya, kismis memberikan lebih banyak karbohidrat untuk tenaga serta potasium yang akan membantu menjaga keseimbangan cairan, mencegah dehidrasi serta kram otot. Satu kotak kecil kismis menyediakan lebih dari 300 mg potasium, hampir sebanyak yang diperoleh dari satu buah pisang berukuran kecil.

Tiram.
Tiram dipadati dengan zat besi yang dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin yang berperan untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Enam tiram berukuran sedang dapat menyuplai 20 persen zat besi yang dibutuhkan perempuan dan setengah kebutuhan zat besi yang diperlukan pria dalam sehari.

Salmon.
Dengan 22 gram protein berkualitas tinggi dalam setiap 85 gramnya, salmon akan menyediakan building block yang diperlukan tubuh untuk mensintesis jaringan otot setelah berolah raga keras.

Air.
Ini yang tidak boleh dilupakan. Air! Air diperlukan saat berolah raga. Kalau waktu olah raga Anda kurang dari satu jam, menurut American Dietetic Association's Sports, Cardiovascular and Wellness Dietetic Practice Group, minuman olah raga selama atau setelah berlatih tidak dibutuhkan. Kecuali Anda berlatih lebih dari satu jam atau sangat berkeringat, air akan menjadi minuman penghidrasi tubuh yang sempurna.

Jus tomat.
Bila Anda bersepeda atau berlari selama satu jam atau lebih, akan ada banyak cairan yang keluar dari tubuh. Elektrolit seperti sodium dan potasium juga ikut terbuang. Anda bis amenggantinya dengan minuman olah raga atau air plus segelas jus tomat. Jus tomat dapat dikonsumsi karena mengandung potasium dan sodium, yang akan menggantikan elektrolit yang hilang saat berkeringat.

Jahe.
Bila seusai berolah raga timbul nyeri, ketimbang mengonsumsi obat pereda nyeri lebih baik ambil jahe dari dapur. Menurut Journal of Pain tahun 2010, kandungan antiinflamasi dalam jahe akan membantu meredakan nyeri otot pasca olah raga. Selain itu juga membantu mengurangi kekakuan maupun pembengkakan otot. Guna mendapat manfaat ini, campurkan irisan jahe segar dalam jus wortel dan apel. Mau coba?
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sun May 03, 2015 1:44 pm

REKOMENDASI UNTUK MEMULAI LATIHAN KARDIO
Sabtu, 2 Mei 2015 | 15:00 WIB
KOMPAS.com - Olahraga kardiovaskuler atau lebih sering disebut sebagai olahraga kardio, menjadi latihan yang selalu direkomendasikan oleh para ahli dan menjadi salah satu jenis olahraga yang paling penting. Kalau Anda baru akan memulai olahraga, termasuk kardio, ada baiknya mencermati rekomendasi berikut ini. Menurut American College of Sports Medicine, olahraga kardio adalah setiap latihan yang meningkatkan denyut jantung dan respirasi dengan menggunakan kelompok otot besar yang dilakukan secara berulang dan ritmis. Dengan denyut jantung dijaga setidaknya 50 persen dari tingkat maksimumnya. Latihan kardio ini tidak selalu berarti lari. Jalan kaki maupun joging dengan kecepatan lebih rendahpun juga merupakan latihan kardio. Dan manfaat yang diperoleh cukup banyak. Olahraga kardio, menjadi cara yang baik untuk meredakan stres serta mempertahankan berat badan sehat. Selain itu dapat membantu memperbaiki profil kolesterol, fungsi jantung, dan massa otot sekaligus menurunkan risiko penyakit jantungn maupun osteoporosis. Tidak sulit untuk memulai latihan kardio. Latihan, disebutkan Dana Angelo White, MS, RD, ATC, dietisi dan pelatih atletik bersertifikat, bisa dimulai dari lingkungan sekitar perumahan, taman yang ada di dekat rumah, bahkan jogging track yang ada di kampus tempat Anda kuliah dulu, bisa dijadikan pilihan. Alternatif lainnya kalau tak ingin melakukan di luar ruang adalah dengan memanfaatkan treadmil yang ada di rumah. Kalaupun tak ada treadmil, manfaatkan tangga di dalam rumah. Naik-turun tangga selama 15 menit, sebagai contoh, sudah bisa membuat tubuh Anda terasa panas dan sejumlah kalori ikut terbakar. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk memulai latihan kardio tidaklah banyak. Hanya dibutuhkan sepasang sepatu olah raga (khusus untuk jalan atau lari), cara mengecek denyut jantung, dan tentu saja menyiapkan asupan cairan. Untuk alas kaki, disarankan hanya menggunakan sepatu khusus olah raga. Tidak harus yang sangat mahal. Cukup cari sepatu yang memiliki penyangga lengkungan kaki yang baik dan tidak membuat kaki mendapat beban yang berat. Denyut jantung, dapat dimonitor dengan menggunakan alat tertentu. Alat ini dapat membantu menelusuri intensitas latihan yang Anda jalani. Denyut jantung maksimum dapat diketahui dengan rumus 220-usia. Kisaran denyut jantung saat berolah raga berada dalam rentang 50-85 persen dari denyut jantung maksimum. Kemudian, jangan lupakan cairan. Ketika berolah raga dan banyak mengeluarkan keringat, berarti semakin banyak cairan yang perlu diasup untuk mengganti cairan yang hilang. Minum sebelum dan setelah berolah raga. Bawa serta pula air minum ketika berolah raga dalam durasi yang cukup lama. Setelah itu, tantang diri Anda dengan mengubah intensitas dalam latihan. Interval latihan dapat membantu membentuk ketahanan dan membakar lebih banyak kalori dalam periode waktu yang lebih pendek. Misalnya, cobalah untuk berlari cepat selama 60 detik diikuti dengan joging ringan selama 2-3 menit. Ulangi selama durasi 20-30 menit dan Anda akan merasakan perbedaan yang besar. Sebagai catatan, bila Anda memiliki masalah kesehatan atau benar-benar baru dengan latihan kardio ini, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memulai latihan. Dokter juga bisa merekomendasikan latihan kardio yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda saat ini. Selamat berlatih!
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sun May 03, 2015 1:48 pm

10 HAL YANG MEMBUAT OLAHRAGA SIA SIA
Sabtu, 7 Februari 2015 | 10:00 WIB
KOMPAS.com - Bila Anda sudah lama berolahraga tetapi tak kunjung merasakan hasilnya, bisa jadi hal-hal ini menjadi penyebab latihan Anda sia-sia. Dengan mengetahui kebiasaan buruk berikut, olahraga Anda akan menjadi lebih efektif dan mulai menghasilkan manfaat nyata bagi tubuh.

1. Tidak pemanasan
Pelatih olahraga manapun pasti akan memberi tahu Anda bahwa pemanasan yang efektif dan memadai amat penting dalam latihan, khususnya latihan yang dinamis. Olahraga demikian membutuhkan gerakan dengan pola yang tepat. "Tidak melakukan pemanasan dapat mengurangi efektivitas latihan dan meningkatkan risiko cedera," ujar pelatih asal New York, Nick Ebner. Ia menambahkan, otot menjadi tidak cukup lentur sehingga berpotensi robek. Itu berarti membutuhkan waktu pemulihan yang amat lama.

2. Makan tidak cukup
"Jumlah asupan yang Anda masukkan ke dalam tubuh akan menentukan respon pelatihan," ujar Ebner. Asupan penting sebelum olahraga, karena akan menjadi energi dalam tubuh. Misalnya, jika Anda ingin membentuk otot, Anda harus menambah asupan. Selain itu, jika ingin menurunkan berat badan, tak setiap makanan bisa disantap. Tanpa adanya energi untuk dibakar, tubuh akan beralih menggunakan sumber yang ada, yakni protein otot.

3. Tidak melakukan latihan dengan gerakan berlawanan
Ketika berolah raga, banyak pelatih menyarankan untuk melakukan latihan dengan gerakan berlawanan. Misalnya, jika Anda melakukan gerakan mendorong, maka Anda melakukan gerakan menarik setelahnya. Mengabaikan gerakan tertentu dan kelompok otot (paling sering punggung, lutut, dan pinggang belakang) dapat menimbulkan ketidakseimbangan. "Ketidakseimbangan otot dapat memicu cedera berlebih, seperti robeknya sendi lutut. Itu akan membuat Anda tidak bisa datang ke gym minimal selama sembilan bulan," kata Ebner.
Sembilan bulan tanpa olahraga? Itu berarti upaya latihan Anda akan diulang dari awal.

4. Latihan dalam gerakan terbatas
Menurut Ebner, dalam latihan pembentukan otot, repetisi parsial atau berlatih dalam gerakan terbatas dapat menyebabkan kekuatan dan mobilitas terbatas. Ia juga memperingatkan, ketika Anda menggunakan beban berat lebih dari rentang berat yang biasa Anda pilih, Anda akan memiliki risiko cedera lebih besar. Risikonya adalah bisa mengalami robek pada ligamen lutut saat latihan. Ebner menuturkan, hal itu terjadi karena orang tersebut tidak melakukan squat penuh dan mendalam. Karenanya, dia tidak terbiasa menggunakan lututnya untuk menyeimbangkan tubuh selama bergerak selain squat sebagian.

5. Latihan terlalu lama
Respon fisiologis saat berlatih adalah dilepaskannya hormon tertentu dalam aliran darah, seperti testosteron dan dopamin. "Latihan lebih dari 45 sampai 55 menit per latihan dapat menjadikan tubuh dalam kondisi hormon negatif," lanjut Ebner. Hal itu terjadi bila Anda latihan di gym selama berjam-jam, mengambil terlalu banyak kelas, lalu angkat beban atau lari di atas treadmill untuk membakar sebanyak mungkin kalori. Latihan terlalu banyak dapat memicu kelelahan adrenalin hingga pengurangan performa tubuh dalam jangka panjang. Hal di atas bila dilakukan secara tersendiri atau pun bersamaan, akan berdampak buruk pada tujuan Anda.

6. Latihan terlalu sering
Anda bisa latihan 30 menit dalam sehari, tujuh hari dalam satu minggu, tetapi tak kunjung mendapat hasil yang Anda inginkan. Ini karena adaptasi terjadi dalam waktu pemulihan. Tak peduli secepat apa Anda ingin menambah 4,5 kg otot atau menurunkan berat badan usai melahirkan, olahraga terus menerus tidak akan berpengaruh. Anda harus membiarkan tubuh pulih dan kembali ke dalam kondisi stabil, sehingga dapat membentuk otot atau membakar lemak secara efektif sesuai yang Anda inginkan. Ini berarti, berikan jeda pada tubuh seusai berolahraga paling tidak satu hari sebelum memulai latihan lain.

7. Kurang tidur
Kita tahu bahwa tidak akan ada cukup waktu untuk melakukan semua hal, namun penting untuk beristirahat di jam normal. Tidur amatlah penting. "Hormon tertentu, yang terpenting yakni hormon pertumbuhan dan IGF-1 yang dapat membantu membakar lemak dan membentuk otot, aktif saat kita tidur. Bukan saat kita sedang terjaga," tutur Ebner.

8. Bermain ponsel
Tinggalkan ponsel Anda di loker. Jika Anda ingin menggunakannya untuk mendengarkan musik saat latihan, nyalakan airplane mode. Bermain ponsel dapat memperpanjang waktu istirahat, yang menyebabkan sistem syaraf Anda kembali ke kondisi stabil. Jika sistem syaraf kembali stabil, Anda tidak siap untuk mengangkat beban, sehingga amat berisiko. Salah satu efeknya adalah jumlah repetisi dalam latihan Anda akan berkurang, bahkan menghancurkan efek singkat dari latihan. Jika ini terus menjadi kebiasaan, tubuh Anda tidak akan mengalami perubahan.

9. Mengobrol terlalu banyak
Anda berada di gym untuk mengubah tubuh dan hidup atau mencari teman? Teman satu latihan memang baik untuk menambah motivasi dan tanggung jawab. Akan tetapi, terlalu banyak mengobrol saat latihan akan menurunkan metabolisme atau proses pembakaran lemak, sehingga mempengaruhi latihan Anda. "Ketika interval istirahat meningkat, tubuh akan mulai tenang dan melambatkan metabolisme," kata Ebner. Mengobrol saat melakukan squat dan mengalihkan fokus Anda dari latihan juga akan membahayakan diri Anda, sehingga berpotensi cedera. Jika ingin mengobrol dengan teman Anda, lakukanlah dengan singkat saat istirahat.

10. Mengikuti latihan orang lain
Ini salah satu cara yang sebenarnya berbahaya untuk dilakukan karena belum tentu latihan orang lain tepat untuk tubuh dan tujuan Anda. Anda tidak bisa begitu saja ikut-ikutan melakukan latihan yang teman Anda lakukan. Sebagai seorang pelatih, Ebner sudah sering melihat hal seperti ini. "Hanya karena itu terlihat keren, bukan berarti Anda siap melakukannya," tukasnya.

Anda siap membawa latihan ke tahap berikutnya? Buang kebiasaan-kebiasaan buruk ini dan perhatikan perkembangan olahraga Anda selanjutnya. (Purwandini Sakti Pratiwi)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Wed Jun 03, 2015 5:29 am

INI RISIKO BAGI ANDA YANG KURANG BERAKTIFITAS
Selasa, 2 Juni 2015 | 13:14 WIB Oleh : Irfan Laskito
VIVA.co.id - Jika Anda lebih suka dengan bermalas-malasan di rumah, sebaiknya berpikir dua kali. Karena menurut para ahli, ada risiko kesehatan jika kurang beraktivitas. Jika tubuh Anda ingin tetap dalam kondisi yang baik, sangat penting untuk tetap bergerak, contohnya adalah berolahraga. Sedangkan, bila Anda hanya duduk, atau rebahan, dan kurang jalan atau berlari, hidup Anda akan mengalami bahaya. Berikut risiko jika kurang beraktivitas, seperti dilansir laman Boldsky.

Sakit jantung
Hidup kurang beraktivitas dapat membuat bahaya jantung Anda. Hal ini juga dapat menyebabkan kegemukan, dimana dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Diabetes
Ahli kesehatan mengatakan, kurang beraktivitas dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2.

Stroke
Jika Anda tidak mau terserang penyakit ini, sebaiknya mulai gerak dari sekarang.

Tekanan darah
Hidup tanpa aktivitas bisa meningkatkan tekanan darah. Jadi, alangkah lebih baik Anda tetap beraktivitas selama 20 menit dalam sehari.

Osteoporosis
Olahraga dapat menguatkan tulang Anda. Kurang beraktivitas dapat mengakibatkan osteoporosis setelah beberapa lama.
Back to top Go down
 
O l a h r a g a
View previous topic View next topic Back to top 
Page 49 of 50Go to page : Previous  1 ... 26 ... 48, 49, 50  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: