Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 O l a h r a g a

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 25 ... 46, 47, 48, 49, 50  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sat Aug 31, 2013 10:08 am

MANA OLAHRAGA YANG LEBIH SEHAT UNTUK BAKAR KALORI, BERSEPEDA ATAU BERLARI?
Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth Sabtu, 31/08/2013 08:35 WIB
Jakarta, Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk membakar kalori, menurunkan berat badan, atau bahkan sekadar menjaga kesehatan tubuh. Namun diantara berlari dan bersepeda, mana olahraga yang lebih baik? "Baik berjalan maupun bersepeda termasuk bentuk latihan yang sangat baik. Keduanya merupakan kegiatan aerobik berirama yang melibatkan pergerakan massa otot yang besar," ungkap Hirofumi Tanaka, seorang profesor kinesiologi dan direktur Cardiovascular Aging Research Laboratory di University of Texas, Austin, seperti dikutip dari NY Daily, Sabtu (31/8/2013). Dr Tanaka menambahkan secara umum berjalan dapat membakar lebih banyak kalori per menit dibanding bersepeda. Menurut perhitungan dari American College of Sports Medicine, seseorang dengan berat badan sekitar 68 kg yang berlari cepat akan membakar sekitar 1.000 kalori per jam. Sedangkan orang yang bersepeda dengan kecepatan konstan di 16 hingga 19 mil per jam akan membakar sekitar 850 kalori. Sementara itu, berjalan membutuhkan jauh lebih sedikit kalori, hanya sekitar 360 kalori per jam dengan kecepatan 4 mil per jam. Dr Tanaka memaparkan baik berlari maupun bersepeda dapat mengurangi nafsu makan, setidaknya untuk sementara. Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini menunjukkan bahwa mereka yang rutin berlari atau bersepeda selama 1 jam dalam sehari mengalami penurunan kadar ghrelin dalam darahnya. Hormon ini dikenal untuk merangsang rasa lapar. Namun jika dilihat dari sisi negatifnya, bersepeda dinilai lebih sedikit risiko cederanya dibandingkan dengan berlari. "Bersepeda merupakan kegiatan yang sedikit lebih ringan, maka bisa dikatakan lebih baik untuk lutut dan sendi Anda, serta tidak menyebabkan banyak nyeri otot," terang Dr Tanaka. Berlari maupun bersepeda dinilai oleh Dr Tanaka dapat meningkatkan kebugaran aerobik. Kebugaran aerobik yang besar berhubungan erat dengan penurunan risiko penyakit kronis dan jangka hidup yang lebih lama. "Tidak ada jawaban yang mudah untuk mengatakan mana olahraga yang lebih baik, karena itu tergantung pada setiap individu," kata Dr Tanaka. Jika Anda masih bingung untuk menentukan pilihan mana olahraga yang akan Anda lakukan, maka Dr Tanaka menyarankan untuk melakukannya secara bergantian. Yang penting adalah bagaimana Anda rutin dan berkomitmen untuk melakukannya setiap hari agar efek yang dihasilkan lebih maksimal.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Sat Aug 31, 2013 8:09 pm

RISIKO CEDERA BEROLAHRAGA
SINDO SABTU, 31 AGUSTUS 2013 17:44 wib
ANDA yang gemar berolahraga sebaiknya harus siap dengan risiko yang mungkin dialami, mengingat segala aktivitas fisik yang intens dapat membuka peluang cedera. Namun, bukan berarti Anda harus khawatir berlebihan karena jika ditangani secara cepat, cedera yang dialami tidak akan berbuntut panjang. ”Setiap cedera baru harus mendapat penanganan yang adekuat dan tepat. Harus ada rest, compression, dan elevation. Jadi, kalau cedera sebaiknya istirahat dulu,” papar dr Michael Triangto SpKO di sela-sela acara 3rdAnnual Scientific Meeting of Indonesia Hip & Knee Society (IHKS). Michael menyatakan, semua cabang olahraga berisiko cedera. Hal ini tergantung dari banyaknya gerakan yang dilakukan oleh bagian tubuh saat berolahraga. Misalnya untuk bulu tangkis, umumnya lutut dan pergelangan kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena cedera, menyusul bahu. Sementara pada olahraga tenis, yang paling rentan adalah pinggang dan siku atau lazim disebut tennis elbow. Begitupun dengan olahraga golf yang juga familier dengan sebutan golf elbow. Bedanya, jika cedera pada tenis terjadi di bagian luar siku, sedangkan cedera akibat golf terjadi di bagian dalam siku. Dalam kasus cedera yang diderita atlet, lama pemulihan antara 1 hingga 2 minggu. Tentu pada kasus cedera yang lebih berat, proses pemulihan juga akan memakan waktu lebih lama. Setelah mengalami cedera, kemampuan atlet tidak bisa pulih sepenuhnya. ”Kembalinya tidak pernah 100%. Itulah tugas dokter untuk membatasi ketidakmampuan tersebut. Kami hanya bisa meminimalisasi dampak dari kerusakan tersebut,” ujar Michael, yang berpraktik di RS Mitra Kemayoran ini. Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini mengatakan, sedapat mungkin dia berupaya menghindari operasi. Dengan alasan dapat mengurangi kemampuan tubuh dan menimbulkan masalah baru. Dalam sebulan, di antara sekitar 80 atlet yang diasuh PBSI, ada sekitar 20 atlet yang mengalami cedera berat maupun ringan (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Sep 05, 2013 10:09 pm

INI YANG TERJADI PADA TUBUH SAAT OLAHRAGA
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Kamis, 05/09/2013 11:25 WIB
Jakarta - Saat berolahraga, bukan cuma otot yang bekerja. Seluruh organ tubuh akan saling menyesuaikan, ada yang makin cepat kerjanya dan ada pula yang melambat. Sambil berolahraga, yuk kenali cara kerja tubuh saat berolahraga. Seperti dikutip dari Huffingtonpost.com, Kamis (5/9/2013), berikut ini adalah organ-organ yang kinerjanya terpengaruh saat berolahraga:

1. Paru-paru
Saat berolahraga, tubuh membutuhkan oksigen 15 kali lebih banyak. Karenanya, napas terasa lebih cepat dan berat saat berolahraga. Kemampuan paru-paru untuk mengolah oksigen diukur sebagai VO2max. Makin tinggi nilai VO2max, seseorang dikatakan semakin bugar.

2. Jantung
Oksigen yang disaring oleh paru-paru akan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui darah, yang dipompa oleh jantung. Denyutnya meningkat saat berlahraga karena oksigen yang harus didistribusikan juga lebih banyak. Semakin sering orang berolahraga, semakin efisien pula kerja jantung dalam mendistribusikan darah dan oksigen.

3. Perut
Karena jantung sedang memompa darah ke seluruh tubuh, sistem-sistem organ yang tidak masuk prioritas dalam proses ini akan terpengaruh. Salah satunya adalah perut, yang mungkin akan mengalami beberapa masalah kecil. Pergerakan, penyerapan, dan pelepasan enzim-enzim akan terpengaruh selama olahraga.

4. Kulit dan wajah
Seperti mesin, tubuh juga menghasilkan panas saat melakukan aktivitas fisik. Untuk melepaskan panas, ada mekanisme yang dilakukan oleh tubuh. Pertama adalah melalui keringat. Selain itu, pembuluh darah di sekitar permukaan kulit akan melebar. Beberapa orang akan mengalami wajah memerah dalam proses ini.

5. Sendi
Olahraga akan memberi beban lebih di semua persendian, kadang sampai 5-6 kali lipat dibanding beban sehari-hari. Engkel, lutut, pinggul, siku dan bahu punya fungsi yang berbeda tetapi cara kerjanya secara umum sama. Tiap persendian dilapisi jaringan-jaringan penunjang antara lain kartilago, tendon dan ligamen. Jaringan-jaringan tersebut bisa aus oleh penggunaan yang berlebihan. Otot yang kuat bisa mengurangi beban persendian.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Mon Sep 09, 2013 4:32 pm

ALASAN PENTING LAINNYA ANDA HARUS BEROLAHRAGA
Qalbinur Nawawi - Okezone MINGGU, 8 SEPTEMBER 2013 20:50 wib
BANYAK sekali manfaat dari berolahraga, selain bisa menjaga kesehatan. Manfaat lainnya adalah menurunkan risiko terkena epilepsi saat Anda tua, kata hasil studi terbaru dari swedia.  Dalam hasil penelitian tersebut, peneliti memeriksa catatan kesehatan 1,17 juta seorang yang berusia 18 tahun yang terdaftar dalam layanan militer antara tahun 1968 sampai 2005. Kemudian, para peneliti menemukan bahwa responden yang mendapat nilai tertinggi pada tes bersepeda untuk mendapat kesehatan jantung memiliki 79 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena epilepsi —gangguan neurologis yang menyebabkan kejang— dari selama 25 tahun peneliti mengobservasi data tersebut. Kondisi itu bisa terjadi karena kesehatan jantung saat Anda masih muda bisa memengaruhi prospek kesehatan masa depan Anda, kata para peneliti. Di mana hal itu bisa menstimulasi mekanisme pelindung yang menghasilkan otak lebih kuat, atau bisa memprediksi kebugaran fisik dikemudian hari, yang kecenderunganya mencegah dari risiko penyakit. Demikian seperti dilansir Menshealth. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah tingkat kebugaran rendah benar-benar memengaruhi timbulnya epilepsi pada orang dewasa atau memicu adanya gejala awal epilepsi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Tue Sep 10, 2013 9:39 am

OLAHRAGA KURANGI RISIKO DEMENSIA
Helmi Ade Saputra - Okezone SELASA, 10 SEPTEMBER 2013 06:43 wib
SEBUAH proyeksi dari Alzheimer Association melaprokan jumlah orang Amerika dengan penyakit Alzheimer akan meningkat 40% dalam 12 tahun ke depan. Tetapi, ada satu cara untuk mencegah perkembangan penyebab dari demensia tersebut, yaitu olahraga. “Demensia mungkin tidak menjadi bagian tak terelakkan dari penuaan. Pada kenyataannya, baik hingga usia lanjut otak memiliki kemampuan luar biasa untuk terus tumbuh ketimbang mengalami penyusutan,” tutur Kirk Erickson, PhD dari The University of Pittsburgh, dikutip Prevention. Selanjutnya, Erickson mengatakan dalam penelitian yang melibatkan Archives of Medical Research, aktivitas fisik teratur telah terbukti dapat mengurangi resiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer sebanyak 50%. Lalu, bagaimana olahraga bisa melindungi seseoranag dari demensia? Hippocampus otak dan korteks prefrontal memainkan peran dominan dalam pembentukan memori, berpikir kompleks, dan kemerosotannya yang dapat menjadi pemprediksi penyakit Alzheimer. Hebatnya, para peneliti menemukan bahwa ini adalah daerah yang sangat responsif terhadap latihan fisik. Bahkan, tingkat kebugaran yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan, baik pada hippocampus ataupun korteks prefrontal. Hal ini berarti olahraga dapat membantu otak kita terus tumbuh, dengan demikian mencegah risiko penurunan kognitif yang menjadi salah satu penyebab demensia. “Kami melihat adanya peningkatan volume otak, terutama di hippocampus dalam kelompok aerobik. Ini adalah bukti latihan dengan intensitas sedang membuat otak berkembang ke arah pertumbuhan bukan penyusutan,” jelas Erickson. (tty)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Fri Sep 13, 2013 7:23 pm

JANGAN LEWATKAN SESI PENDINGINAN SAAT OLAHRAGA.
Qalbinur Nawawi - Okezone - KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 17:13 wib
MAU tahu cara agar performa tubuh meningkat? Caranya sangatlah mudah. Sempatkan saja untuk selalu melakukan sesi pendinginan sesudah berolahraga. Hal itu sesuai hasil penelitian terbaru dari British Journal of Sports Medicine. Ditemukan bahwa responden yang tak melewati fase pendinginan tubuh sebelum atau sesudah berolahraga bisa meningkatkan performa tubuh mereka dalam cuaca panas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ketika suhu tubuh Anda mencapai 104 derajat Fahrenheit, performa tubuh mendadak menurun. Kemudian, peneliti akhirnya menganalisis 28 hasil penelitian terkait topik tersebut dan menemukan bahwa kemampuan atlet atau responden ketahanan tubuh sangat baik, entah saat berjalan atau bersepeda ketika mereka melakukan fase pendinginan, sebelum akhirnya memulai berolahraga di cuaca panas. Kondisi itu bisa terjadi, karena suhu inti tubuh sebenarnya diturunkan dengan metode pendinginan (baik sebelum atau selama latihan), sehingga butuh waktu lebih lama bagi para atlet atau responden untuk mencapai suhu 104 derajat. Bahkan, jika inti suhu tubuh responden tak diturunkan, mereka masih merasa tubuh tetap lebih baik karena mereka menganggap tak tegang saat menjalani kegiatan berolahraga. Demikian seperti dilansir Menshealth. Bila Anda ingin merasakan manfaat penelitian ini, Anda bisa berendam sekira 30 sampai 60 menit dalam bak air. Atau, Anda juga bisa mengompres es ke leher dan ke daerah yang sensitif terhadap perubahan suhu. (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Tue Oct 15, 2013 1:50 pm

BISAKAH PEKERJAAN RUMAH TANGGA DIGOLONGKAN OLAHRAGA?
Penulis : Rosmha Widiyani | Senin, 21 Oktober 2013 | 09:57 WIB
KOMPAS.com- Aktivitas rumah tangga sehari-hari seperti menyapu, mencuci, dan memasak merupakan kegiatan aktif yang kerap digolongkan sebagai bentuk olahraga. Kegiatan domestik tersebut dipercaya bisa membakar kalori, dan menyebabkan tubuh tetap sehat. Namun riset terbaru yang diterbitkan jurnal BMC Public Health mengatakan, kegiatan tersebut tidak bisa digolongkan dalam olahraga. Dalam penelitian tersebut, mereka yang melakukan banyak pekerjaan rumah tangga umumnya mengalami overweight. Riset melibatkan 4.500 responden usia dewasa. Para responden diminta membuat daftar pekerjaan yang dianggap sebagai kegiatan fisik sedang sampai berat. Hasilnya, responden yang memasukkan pekerjaan rumah tangga dalam kategori aktivitas fisik cenderung mengalami overweight. Hasil ini didukung fakta sebagian orang yang menganggap kegiatan rumah tangga membakar banyak kalori daripada yang sebenarnya. Kebanyakan responden yang melakukan kesalahan ini umumnya wanita dan usia lanjut. “Hasil riset mengindikasikan, kecenderungan orang melebihkan nilai atas hal baik yang dilakukan. Hal ini juga tercermin dari penggunaan catatan harian makanan (food diaries), pedometer, atau aplikasi lainnya untuk mengukur lebih objektif apa yang telah dilakukan,” ujar Director of Health and Wellbeing di Public Health England, Kevin Fenton. Berdasarkan panduan UK Department of Health, seseorang harus menjaga kesehatan dengan rutin beraktivitas fisik. Kegiatan yang berkisar sedang sampai berat ini dilakukan sedikitnya 150 menit selama 2,5 jam seminggu. Sementara kegiatan rumah tangga hanya mencakup 35,7 persen dari aktvfitas fisik yang digolongkan sedang sampai berat atau moderate to vigorous physical activity (MVPA). Kondisi ini menyebabkan National Health Service (NHS) tidak mempertimbangkan kegiatan rumah tangga sebagai bagian dari olahraga. “Kegiatan domestik dihitung sebagai olahraga pada wanita dan lansia. Bagaimanapun kegiatan ini tidak menyediakan keuntungan fisik layaknya yang tercantum pada panduan kesehaatan pemerintah,” kata peneliti Dr. Edward Archer dari Arnold School of Public Health di University of South Carolina, Columbia. Sebelumnya, berbagai artikel telah ditulis terkait potensi pembakaran kalori dan pengurangan berat badan dari pekerjaan rumah tangga. Beberapa bahkan mengatakan, membersihkan kamar mandi dan menyapu membakar lebih banyak kalori dibanding penggunaan teknologi. Tetap aktif bagaimanapun lebih menguntungkan, walau kegiatan ruman tangga tak dapat digolongkan sebagai olahraga. Penggunaan teknologi memungkinkan pekerjaan rumah tangga lebih sedikit untuk dilakukan. Hal ini berhubungan dengan peningkatan obesitas di suatu wilayah. “Saat ini, tidak lagi dibutuhkan kegiatan fisik sedang sampai berat untuk melakukan urusan rumah tangga. Karena itu baik pria dan wanita harus mengalokasikan waktu untuk melakukan aktivitas fisik, yang tidak bisa dilakukan sehari-hari,” kata Archer. Fenton percaya, melakukan kegiatan rumah tangga tidak bisa dihilangkan dari daftar kegiatan fisik. Kegiatan rumah tangga memungkinkan tetap beraktifitas fisik meski dalam kategori ringan sampai sedang. Kegiatan fisik menunjang kesehatan mental seseorang. “Dari sudut pandang individu, kegiatan fisik rumah tangga seperti belanja, antar jemput anak, atau mengirimkan surat memberi dampak positif pada kesehatan fisik dan mental. Seseorang yang aktif memperoleh lebih banyak keuntungan. Penting untuk diakui berat badan yang sehat adalah salah satu manfaat dari aktifitas fisik,” kata Fenton.


Last edited by gitahafas on Mon Oct 21, 2013 2:01 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Fri Oct 18, 2013 7:05 pm

LAKUKAN 5 HAL INI SETELAH BEROLAHRAGA
KAMIS, 17 OKTOBER 2013 | 02:00 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Berolahraga adalah salah satu cara menjaga kebugaran tubuh. Persiapan sebelum olahraga perlu dilakukan, seperti menyiapkan alat olahraganya, baju yang nyaman dikenakan, hingga melakukan pemanasan. Setelah berolahraga, tubuh justru perlu "perhatian" lebih, tapi sering kali lupa dilakukan. Dikutip dari situs Health, Selasa, 8 Oktober 2013, tercatat ada lima hal yang sering kali luput dilakukan setelah berolahraga. Berikut ini perinciannya.

1. Meregangkan Otot
Hanya dengan 10 menit meregangkan otot setelah berolahraga, nyeri pada otot dan sendi akan berkurang. Peregangan otot akan membantu mempercepat perbaikan otot dan menjaga otot tetap lentur. Kedua hal itu penting untuk mencegah cedera dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

2. Tidak Isi Tenaga
Setelah lelah berlari, biasanya orang akan malas untuk makan. Padahal, makan setelah 45 menit sampai dua jam berolahraga dapat membantu mengembalikan energi tubuh yang telah terkuras. Tubuh memerlukan energi baru untuk melakukan aktivitas berikutnya.

3. Kurang Minum Air
Setelah berolahraga pastikan tubuh selalu terhidrasi. Wajar jika setelah berolahraga Anda akan merasa sangat haus. Minumlah banyak air setelah olahraga agar tidak pusing, keram anggota tubuh, dan mual.

4. Tidak Ganti Baju
Keringat setelah berolahraga mengandung banyak bakteri yang bisa menempel di baju. Kuman tersebut dapat menimbulkan jerawat tubuh hingga gatal yang menyebabkan infeksi. Sama pentingnya dengan mandi setelah berolahraga, mengganti baju juga bisa membuat tubuh lebih segar dan tidak bau.

5. Tidak Konsisten
Jangan malas untuk kembali berolahraga pada hari berikutnya. Motivasi diri Anda untuk melakukan olahraga lagi agar tubuh tidak "beristirahat" terlalu lama. Buatlah rangkaian jadwal yang teratur untuk berolahraga, tidak perlu setiap hari, asalkan rutin dan berkelanjutan. Tubuh akan terasa lebih sehat jika Anda menerapkan hal tersebut.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 30, 2013 12:56 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Wed Oct 23, 2013 9:05 am

PENYEBAB MALAS OLAH RAGA
Penulis : Dr. Irsyal Rusad. Sp.PD | Selasa, 22 Oktober 2013 | 11:42 WIB
KOMPAS.com - Siapa yang tidak tahu bahwa olahraga itu banyak manfaatnya? Pasien saya  yang sedang sakit pun, dan barangkali tidak pernah berolahraga sebelumnya, akan menganggukkan kepalanya tanda setuju bahwa olahraga berguna untuknya. Ia tahu bahwa olahraga dapat mengurangi perutnya yang buncit itu, yang menjadi biang kerok penyakit yang dideritanya. Nah, kalau kepada pasien dianjurkan untuk berolahraga, apa dia mau? Pengalaman saya, hanya sebagian kecil mereka yang akhirnya mau melakukannya. Seperti pasien di atas, kebanyakan kita juga begitu. Bukan main susahnya memulai olahraga apalagi mempertahankannya. Saya tak tahu berapa persen penduduk dewasa Indonesia yang aktif berolahraga, tetapi saya rasa sangat kecil sekali. Kegiatan-kegiatan olahraga yang dilaksanakan dalam event tertentu, seperti maraton, sepeda, jalan santai dan sebagainya hanya ramai waktu acara itu dilaksanakan. Setelah itu, sepeda, sepatu, dan aseoris olahraga lainnya lebih banyak digantung. Di negara maju saja, seperti Amerika, 60 persen penduduk dewasanya tidak melakukan olahraga secara teratur, 55 juta bahkan tidak berolahraga sama sama sekali. Sementara selama 4 jam rata-rata mereka duduk di depan televisi.

Nah, kita tahu bahwa olahraga sangat baik untuk kesehatan. Kita tahu olahraga membuat jantung lebih bugar, otot dan tulang makin kuat dan tekanan darah turun. Olahraga juga mencegah diabetes, cacat di hari tua, tidur lebih nyenyak, dan dapat memperbaiki, memelihara otak dan  mood. Dan kita tahu lebih banyak lagi manfaat yang  dapat dipetik dari kegiatan olahraga. Tetapi, mengapa kita tetap memilih untuk tidak melakukannya? Banyak alasan yang diberikan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mulai dari malas, capek, bosan, tidak punya peralatan, tidak ada waktu, dan sebagainya. Tetapi. yang paling penting, menurut Jeffrey R dan Betty L dalam buku Age Smart, mengapa kita tidak mengerjakannya adalah bahwa kita menganggap olahraga itu hanya sebagai pilihan, yang boleh saja kita lakukan atau tidak. Kita beranggapan bahwa olahraga adalah sesuatu di luar kegiatan rutin. Olahraga ditempatkan di luar jurnal keseharian. Akibatnya, mau olahraga atau tidak, kita secara tak sadar beranggapan bahwa itu tidak masalah, tidak ada akibat  buruknya. Karena anggapan itu sudah terbenam dalam otak, maka otak pun merasa sudah menjadi nyaman untuk tetap larut dalam kebiasaan seperti itu.  Dan, sayang,  sebagian besar  kita baru sadar untuk melakukan aktivitas olahraga bila sudah sangat terlambat. Biasanya ketika penyakit atau cacat sudah mendera kita, ketika olahraga itu sendiri sudah menjadi beban bagi tubuh kita.

Oleh karena itu, anggapan bahwa olahraga itu sebagai pilihan harus dibuang. Sebaliknya jadikanlah olahraga itu sebagai bagian tak terpisahkan dari jurnal kegiatan sehari-hari.  Cattie Blacks, pebisnis dunia dan presiden Hearst Magazine, adalah sosok yang memperoleh manfaat besar dari olahraga. Pada saat ia berusia 60 tahun, kebanyakan orang mengira masih pantas untuk 40 tahun. Saat ditanya, mengapa bisa demikian? Ia menjawab “karena kebiasaan olahraga dilakukan secara teratur setiap hari”. Mengapa ia masih punya waktu untuk berolahraga di tengah-tengah kesibukannya? Cattie rupanya mengubah pikirannya tentang olahraga. Ia menghargai olahraga seperti janji-janji dan pertemuan yang harus dipenuhi. Sama seperti pertemuan yang ia jadwalkan, olahraga juga tercantum dalam buku hariannya.  Bahkan, kalau waktu itu adalah jadwal olahraganya, kemudian ada undangan pertemuan, Ia akan memprioritaskan olahraga dibandingkan pertemuan itu. Dalam beberapa tahun terakhir, saya pun melakukan hal yang sama. Olahraga secara teratur setiap hari paling tidak 30-40 menit. Di ruangan terbatas saya bisa jogging, berlari, olahraga peregangan dan sebagainya. Boleh dikatakan, tiada hari tanpa olahraga.  Ini baru bisa saya jalani pada saat saya beranggapan bahwa olahraga itu bukan suatu pilihan, tetapi suatu keharusan dalam keseharian.

Saya buat jadwal khusus untuk olahraga.
Biasanya saya berolahraga beberapa jam menjelang praktek sore dan setelah  tidur siang beberapa menit sebelumnya. Alhamdulillah, disamping saya tahu manfaat olahraga secara teoritis, saya juga dapat merasakan dan menikmatinya. Seperti diketahui, lamanya olahraga yang dianjurkan sesuai peneltian adalah minimal antara 30-40 menit, lima kali dalam seminggu. Jadi, ada hari tanpa kita harus olahraga. Dari waktu 30 menit olahraga, sebenarnya bisa juga dibagi menjadi interval 10-15 menit, dua-tiga kali dilakukan dalam sehari, cukup hanya tiga kali dalam seminggu. Olahraga dengan frekuensi seperti ini memang masih memberikan manfaat yang sama. Tetapi ada sisi negatif  saya lihat, memilah-milah lamanya olahraga seperti ini membuat kita sangat sulit mempertahankan kontinuitasnya. Jadi, kalau kita misalnya sudah berolahraga 10-15 menit, kita berhenti, kemudian mau melanjutkannya lagi di hari yang sama, itu tidak mudah. Begitu juga bila dalam satu minggu ada hari tanpa olahraga. Contohnya 2-3 hari tidak olahraga, biasanya hari tanpa olahrga itu akan berlanjut terus. Karena itu, tetaplah berolahraga 30-40 menit dan tujuh hari dalam seminggu. Olahraga itu memang susah, tidak hanya memulainya, apalagi mempertahankannya. Namun, dengan mengubah persepsi dan pikiran kita bahwa olahraga itu bukanlah pilihan yang dapat kita kerjakan atau tidak - tidak bisa sekarang, besok atau lain waktu juga boleh  - tetapi sebaliknya kita hargai sebagai kegiatan penting dalam kehidupan, seperti halnya sarapan pagi, maka Insya Allah olahraga itu akan menjadi kebutuhan. Jadikanlah olahraga sebagai bagian tidak terpisahkan dalam kegiatan seharian, agendakan olahrga itu dalam buku jurnal harian Anda.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Tue Oct 29, 2013 3:23 pm

OLAHRAGA TETAP KUNCI MENJAGA KESEHATAN
Laporan: Prita DaneswariSelasa, 29 Oktober 2013 | 14:28 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk meraih tubuh yang sehat, tentu diperlukan suatu kebiasaan sehat seperti pola makan sehat dan berolahraga. Namun, hadirnya suplemen terkadang membuat orang berpikir bahwa itu merupakan cara instan dalam mendapatkan kesehatan. "Sebagian orang memang berpikir mengonsumsi suplemen merupakan cara instan meraih gaya hidup sehat. Hal itu biasanya terkait dengan pola dan gaya hidup yang selama ini dilakukan dan dirasa kurang oleh yang bersangkutan. Sehingga, ia perlu melengkapinya dengan suplemen," tutur Prof Dr Ir Ali Khomsan MS setelah seminar bertajuk Food Supplement: How It Affects Your Body and Health, Selasa (29/10) di FKM UI Depok. Tetapi kalau kita terbiasa menerapkan gaya hidup sehat, tentu tidak akan terlalu memusingkan kebutuhan akan suplemen karena pola makanan tentu merupakan hal utama. Maka itu, Prof Ali pun menekankan gaya hidup sehat bukan berarti identik dengan konsumsi suplemen. Karena, kesadaran untuk sehat sebenarnya dicerminkan oleh gaya hidup sehat, menata pola makan, dan berolahraga. "Jadi, suplemen hanya merupakan bagian kecil dalam upaya-upaya meraih kesehatan, tapi tidak bisa dikatakan identik bahwa konsumsi suplemen merupakan gaya hidup sehat," terangnya.
Back to top Go down
 
O l a h r a g a
View previous topic View next topic Back to top 
Page 47 of 50Go to page : Previous  1 ... 25 ... 46, 47, 48, 49, 50  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: