Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 O l a h r a g a

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 26 ... 50  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:42 am

AYO BERGERAK! CUKUP 15 MENIT PERHARI, EFEKTIF DAN BERMANFAAT
Kamis, 18 Agustus 2011 16:38 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI - Hanya 15 menit Olahraga sedang setiap hari. Apa manfaatnya? Aktivitas itu bisa jadi menambah usia hidup anda tiga tahun lebih lama demikian studi di Taiwan menyimpulkan. Setiap orang berjuang untuk disiplin dengan panduan standar olah fisik 30 menit perhari selama lima hari setiap pekan. Ternyata efek yang sama juga didapat dengan olahraga sedang 15 menit asal rutin. Dengan temuan ini, para pakar berharap dosis lebih rendah bisa memotivasi orang-orang untuk mengangkat tubuh dari tempat duduk sejenak. Pemimpin riset, Chi Pang Wen, dari Institut Riset Kesehatan Nasional Taiwan, mengatakan dedikasi selama 15 menit perhari seperti jalan cepat, akan memberi manfaat untuk setiap orang. "Ini berlaku untuk pria, wanita, tua dan muda, juga perokok, mereka yang sehat maupun tidak. Doktor sering kali melihat tipe pasien untuk memberi saran, namun ini adalah satu anjuran yang cocok untuk semua," ujarnya kepada Reuters. Wen dan kolegannya, yang mempublikasikan temuan itu di jurnal medis The Lancet, pada Selasa lalu, melakukan studi jangka panjang terhadap 416 ribu partisipan dalam 13 tahun. Ia menganalisa riwayat kesehatan mereka dan melaporkan tingkat aktivitas fisik mereka setiap tahun.

Setelah memeriksa beberapa data dengan perbedaan usia, jenis kelamin dan perbedaan rentang kesehatan berdasar indikator tertenu, mereka menemukan, hanya dengan 15 menit melakukan olahraga sedang sehari dapat meningkatkan angka harapan hidup hingga tiga tahun dibanding mereka yang tetap tidak aktif. "15 menit pertama, manfaatnya luar biasa,"ujar Wen. Olahraga setiap hari juga behubungan dengan insiden kanker rendah dan terlihat mengurangi kematian akibat kanker dalam rasio 1 persepuluh orang. "Cepat atau lambat setiap orang pasti mati. Namun dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif, grup dengan tingkat olahraga rendah, mereka yang rutin melatih fisik mengalami pengurangan risiko kematian akibat kanker hingga 10 persen," ujar Wen Wen mengatakan hasil temuan studi di Taiwan ini konsisten dengan studi sejenis di masa lalu yang menggunakan partisipan Kaukasia. Namun kali ini timnya muncul dengan tingkat olah fisik paling minimum. "Belum ada penelitian lain yang mampu menyimpulkan berapa jumlah spesifik waktu olahraga yang cukup. Sementar hasil studi kami yang pertama mengatakan bahwa 15 menit saja sudah cukup," ujarnya. "Kami berharap kajian ini akan kian menarik bagi orang-orang tak aktif, sehingga mereka bisa mengalokasikan 15 menit saja, alih-alih 30 menit yang kadang masih terasa sulit."
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:42 am

AYO BERGERAK! CUKUP 15 MENIT/HARI
Kamis, 18 Agustus 2011, 16:38 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI - Hanya 15 menit Olahraga sedang setiap hari. Apa manfaatnya? Aktivitas itu bisa jadi menambah usia hidup anda tiga tahun lebih lama demikian studi di Taiwan menyimpulkan. Setiap orang berjuang untuk disiplin dengan panduan standar olah fisik 30 menit perhari selama lima hari setiap pekan. Ternyata efek yang sama juga didapat dengan olahraga sedang 15 menit asal rutin. Dengan temuan ini, para pakar berharap dosis lebih rendah bisa memotivasi orang-orang untuk mengangkat tubuh dari tempat duduk sejenak. Pemimpin riset, Chi Pang Wen, dari Institut Riset Kesehatan Nasional Taiwan, mengatakan dedikasi selama 15 menit perhari seperti jalan cepat, akan memberi manfaat untuk setiap orang. "Ini berlaku untuk pria, wanita, tua dan muda, juga perokok, mereka yang sehat maupun tidak. Doktor sering kali melihat tipe pasien untuk memberi saran, namun ini adalah satu anjuran yang cocok untuk semua," ujarnya kepada Reuters. Wen dan kolegannya, yang mempublikasikan temuan itu di jurnal medis The Lancet, pada Selasa lalu, melakukan studi jangka panjang terhadap 416 ribu partisipan dalam 13 tahun. Ia menganalisa riwayat kesehatan mereka dan melaporkan tingkat aktivitas fisik mereka setiap tahun. Setelah memeriksa beberapa data dengan perbedaan usia, jenis kelamin dan perbedaan rentang kesehatan berdasar indikator tertenu, mereka menemukan, hanya dengan 15 menit melakukan olahraga sedang sehari dapat meningkatkan angka harapan hidup hingga tiga tahun dibanding mereka yang tetap tidak aktif. "15 menit pertama, manfaatnya luar biasa,"ujar Wen. Olahraga setiap hari juga behubungan dengan insiden kanker rendah dan terlihat mengurangi kematian akibat kanker dalam rasio 1 persepuluh orang. "Cepat atau lambat setiap orang pasti mati. Namun dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif, grup dengan tingkat olahraga rendah, mereka yang rutin melatih fisik mengalami pengurangan risiko kematian akibat kanker hingga 10 persen," ujar Wen Wen mengatakan hasil temuan studi di Taiwan ini konsisten dengan studi sejenis di masa lalu yang menggunakan partisipan Kaukasia. Namun kali ini timnya muncul dengan tingkat olah fisik paling minimum. "Belum ada penelitian lain yang mampu menyimpulkan berapa jumlah spesifik waktu olahraga yang cukup. Sementar hasil studi kami yang pertama mengatakan bahwa 15 menit saja sudah cukup," ujarnya. "Kami berharap kajian ini akan kian menarik bagi orang-orang tak aktif, sehingga mereka bisa mengalokasikan 15 menit saja, alih-alih 30 menit yang kadang masih terasa sulit."


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:31 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:43 am

OLAHRAGA 30 MENIT PUN TETAP BERMANFAAT
Penulis : M01-11 | Sabtu, 9 Juli 2011 | 17:44 WIB
KOMPAS.com - Kelas-kelas latihan di pusat-pusat kebugaran kini dipenuhi dengan para ibu rumah tangga, karyawan, maupun wirausahawan, yang ingin membuat tubuhnya tetap sehat. Namun, jadwal yang tak sesuai kesibukan, atau rute perjalanan dari rumah atau kantor yang "tak mau mampir" ke pusat kebugaran, membuat sesi latihan kadang terlewatkan. Bila hal ini terjadi, Anda tak perlu langsung merasa rugi sudah membayar ongkos keanggotaan yang mahal. Anda bahkan tak perlu meluangkan waktu khusus untuk berolahraga. Cukup tetapkan niat untuk selalu membuat tubuh Anda bergerak dengan aktif, di rumah maupun di kantor. Sebab menurut penelitian terbaru, menggerakan kaki secara teratur dalam waktu 30 menit saja sudah dapat membuat Anda tetap bugar. Aktivitas sederhana seperti keluar-masuk dapur untuk membuat secangkir teh atau membuat cemilan ringan, membereskan tempat sampah dan membuangnya ke depan rumah, atau memasukkan peralatan makan yang sudah kering ke atas rak, dapat meningkatkan kebugaran karena saat itu terjadi aktivitas fisik yang tak terduga. Yang ingin disampaikan oleh para ilmuwan dari Queen's University di Kingston, Ontario, ini adalah, aktivitas sekecil apapun pasti akan bermanfaat. "Olahraga ringan seperti berjalan-jalan di sekitar rumah, memilih menghampiri teman sekantor yang berbeda divisi daripada mengirimkan e-mail untuk menyampaikan pesan, sangat bermanfaat bagi kebugaran tubuh kita dalam jangka panjang," tegas Ashlee McGuire, pemimpin penilitian ini. Melakukan aktivitas tersebut setiap hari sangat baik untuk jantung dan paru-paru, serta dapat mengurangi resiko terkena penyakit kardiovaskular. Dalam jangka pendeknya, seperti disampaikan Mayo Clinic di Minnesota, aktivitas fisik ringan seperti ini dapat membakar hingga 350 kalori per hari. Lumayan kan, itu sama dengan treadmill selama satu jam lho.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:32 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:43 am

MENGAPA OLAHRAGA 30 MENIT LEBIH EFEKTIF?
Olahraga satu jam tidak membakar lemak, hanya menimbulkan rasa lelah.
Wuri Handayani Kamis, 30 Agustus 2012, 08:17 WIB
VIVAlife - Tidak perlu melakukan olagraga berlebih untuk membakar kalori. Selain lebih santai, Anda juga terbebas dari bahaya overtraining. Baru-baru ini sebuah riset dilakukan di Denmark. Tentang efektifitas waktu olahraga. Apakah memerlukan waktu 60 menit, atau cukup dengan 30 menit. Penelitian melibatkan 60 responden dengan berat badan lebih. Mereka juga memonitor jantung dan perhitungan kalori yang masuk dan jumlah kalori yang dibakar. Serangkaian program latihan pun disusun untuk menghasilkan keringat. Mereka melakukannya tiga kali seminggu. "Peserta yang melakukan olahraga 30 menit per hari justru membakar kalori lebih banyak," kata Mads Rosenkilde, mahasiswa doktor di University of Copenhagen. "Kami melihat, bahwa olahraga selama satu jam, tidak menghasilkan penyusutan angka lemak sama sekali." Ia juga menambahkan, saat beristirahat, orang-orang yang berolahraga "penuh" akan mengkonsumsi makanan lebih banyak. Menurutnya, 30 menit adalah waktu yang sangat efektif. Setelah berolahraga, mereka juga tidak akan kehilangan banyak energi, sehingga masih tetap bisa melakukan aktivitas yang lainnya. Tidak hanya sekedar duduk beristirahat, tanpa melakukan apapun. Rosenkilde juga menyarankan Anda, untuk memilih olahraga yang lebih ringan. Seperti bersepeda, jogging, atau mendayung. Apakah Anda juga akan memangkas waktu latihan?


Last edited by gitahafas on Tue Sep 18, 2012 9:33 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:44 am

BEROLAHRAGA SEKARANG, TIDAK ADA KATA TERLAMBAT! STABIL BUGAR DI USIA TUA
Sabtu, 18 Desember 2010 03:25 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO--Setiap orang tahu olahraga penting untuk menjaga berat badan stabil. Kabar yang mengejutkan ialah, aktivits fisik yang anda lakukan saat ini sangat mungkin mencegah penambahan berat badan di masa depan saat memasuki usia paruh baya, demikian menurut studi yang dipublikasikan hari ini di Jurnal Asosiasi Medis Amerika. Periset yang mengikuti 3.554 orang selama dua dekade menemukan bahwa pria yang tetap aktif. hanya akan menambah bobot hingga tiga kilo atau kurang setelah 20 tahun ketimbang rekan mereka dengan aktivitas rendah. Bagi perempuan, perbedaan antara yang aktif dengan yang tidak bahkan hingga 7 kilo. Lingkar pinggang juga berkurang jauh, baik untuk kedua jenis gender dalam grup tinggi aktivitas. Studi itu dimulai pada partisipan berusia 18 hingga 30 tahun. Kemudian di usia 38 hingga 50 tahun terlihat bahwa komitmen terus menerus terhadap aktivitas fisik berarti penambahan sedikit berat badan pada partisipan. Padahal pada usia itu adalah saat rawan di mana otot perut mulai kendur dan tak lagi singset.

Beraktivitas tinggi, tidak harus melakukan maraton atau memompa mesin-mesin fitnes dalam satu jam nonstop. Studi yang digunakan dalam rumusan terkait berapa lama, berapa sering dan berapa intens kegiatan yang dilakukan partisipan ialah aktivitas tinggi yang sebanding dengan menghabiskan 2,5 jam per pekan membuat jantung anda terpompa. Aktivitas itu bisa seperti olahraga, jalan cepat atau bahkan berkebun, ujar pemimpin riset, Arlene Hankison, sekaligus instruktur dari departemen pengobatan pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern di Chicago. Namun, hanya 12 persen laki-laki dan perempuan yang masuk dalam kelompok 'elit' ini. Alasannya adalah konsistensi. "Tidak sulit untuk melakukan aktivitas tinggi," kata Arlene. "Yang sulit adalah menjaganya untuk melakukan setiap saat. Dengan olahraga anda tak bisa melakukan, lalu berhenti lagi, lalu lanjut lagi. Anda harus berkomitmen," ujarnya. Ini tentu sulit tercapai kecuali seseorang menikmati aktivitas tersebut. "Pilih aktivias yang memberikan motivasi terus-menerus kepada anda," ujar Arlene. Apakah itu aerobik, karate, berdansa atau jalan cepat melewati taman. "Pastikan aktivitas itu membuat jantung anda terpompa," imbuhnya.

Kehidupan sibuk seseorang mungkin memaksakan latihan fisik yang tak biasa. Namun itu bukan masalah, ujar pakar pengobatan olahraga di University of Pittsburgh Medical Center. "Anda bisa saja memutar musik dengan anak-anak dan menari di ruang keluarga selama setengah jam," ujar Doperak. Apa pun aktivitas yang dilakukan, kata Arlene, tujuan utama ialah melakukan kegiatan yang selama seumur hidup. "Jika lari selama 50 menit membuat anda akan menghabiskan seluruh sisa minggu bermalas-malasan, maka lebih baik anda cukup berlari 30 menit setiap hari jika itu bisa anda lakukan bertahun-tahun kedepan," ujarnya. Meski partisipan dengan aktivitas tinggi yang terlibat dalam studi rata-rata berusia 18 tahun, tidak berarti terlambat untuk bergerak jika anda jauh dari usia remaja. "Harapan tidak lantas hilang," ujar Arlene. "Memasukkan aktivitas tinggi ke dalam kehidupan sehari-hari anda bukanlah keputusan yang terlambat," katanya. Faktnya, imbuh Arlene, kebiasaan itu, pada setiap tingkatan usia, akan membantu mencegah obesitas, diabetes dan gangguan jantung, masalah yang kian membahayakan ketika seseorang bertambah tua. Resepkan pada diri anda aktivitas fisik. "Olahraga adalah obat," ujar Doperak. "Sesungguhnya, hal terbaik yang mungkin bisa kita lakukan untuk diri sendiri adalah bangun dan bergerak."
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:44 am

TAK ADA ISTILAH TUA UNTUK OLAHRAGA
Sabtu, 16/04/2011 12:05 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Tak ada istilah tua untuk olahraga. Tubuh orang tua tetap bisa merespons aktivitas gerak sama baiknya dengan kondisi tubuhnya saat masih muda. Sayangnya, beberapa orang tua justru lebih fokus pada produk anti penuaan dan melupakan usaha untuk tetap sehat dengan berolahraga. "Berolahraga adalah 'peluru ajaib' untuk memastikan tetap panjang umur dan mendapatkan kualitas hidup yang baik," jelas Colin Milner, CEO dari International Council on Active Aging, seperti dilansir Preventdisease, Sabtu (16/4/2011). Para ahli kesehatan mengatakan bahwa salah satu cara terbaik meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal masalah kesehatan seperti ketika Anda masih dalam kondisi prima dan berusia muda adalah berolahraga. Sayangnya, hanya sedikit orang yang mau melakukan olahraga saat sudah memasuki usia senja. Dalam studi yang dilakukannya, Milner mencatat bahwa 85 persen orang berusia di atas 65 tahun memiliki masalah kesehatan yang dapat menghalangi mereka untuk berolahraga. Sedangkan masalah lain, seringkali orang yang berumur lanjut lebih terfokus pada obat anti penuaan eksternal dan melupakan usaha untuk membuat tubuhnya tetap sehat, yaitu berolahraga. "29 miliar dolar dikeluarkan setiap tahunnya untuk obat anti penuaan, sebagian besar dihabiskan untuk hal-hal eksternal, seperti Botox dan implan payudara. Semua itu tidak berdampak pada kesehatan Anda dari dalam. Tantangannya adalah untuk membantu orang-orang agar menyadari bahwa mereka harus fokus pada pencegahan daripada penyempurnaan (penampilan)," jelas Milner.

Milner menjelaskan, olahraga yang dilakukan saat Anda masih muda hingga memasuki usia tua sangat bermanfaat bagi tubuh untuk menjauhkan dari berbagai penyakit yang berbahaya termasuk membuat Anda awet muda, ketimbang harus menyempurnakan tampilan dengan menggunakan produk anti penuaan eksternal. "Dalam 10 tahun terakhir, saya telah melihat lebih banyak penelitian yang mencerminkan manfaat olahraga dalam mengurangi risiko berbagai gangguan medis, mulai dari sakit jantung sampai depresi dengan efek operasi empedu kandung kemih," tutur James Blumenthal, seorang profesor psikologi medis di Duke University Medical School. Selain pemangkasan risiko berbagai macam penyakit, Blumenthal menambahkan, olahraga pada usia tua telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kepercayaan diri dan kondisi fisik sehingga lebih mudah untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari. Meskipun semua ini kabar baik tentang bagaimana olahraga dapat memperbaiki kehidupan individu yang lebih tua, kuncinya adalah untuk memotivasi orang-orang tersebut untuk tetap bergerak.

Bagi orang-orang yang cenderung untuk berolahraga, Milner mengatakan motivator nomor satu 50 persen berasal sendiri, karena orang-orang tersebut tertarik dengan tetap sehat. Tapi bagi orang-orang yang tidak memiliki keinginan yang kuat dari diri sendiri untuk berolahraga, Milner mengatakan dokter dapat membantu. "52 persen dari dokter mengatakan kepada pasien mereka untuk berolahraga, tetapi hanya 14 persen yang benar-benar melakukan resep itu," kata Milner. Pesan yang harus disampaikan adalah bahwa olahraga bukanlah pilihan. Olahraga harus dilakukan sebagai bagian dari rutinitas Anda, seperti halnya menyikat gigi. Menurut Milner, cara lain untuk mendorong orang tua untuk melakukan olahraga adalah untuk menjelaskan bagaimana olahraga bisa membuat orang independen atau mandiri. "Satu alasan mengapa orang dewasa perlu dibantu dalam hidup adalah kurangnya kekuatan kaki, sehingga mereka tidak bisa keluar dari kursi, berjalan menaiki tangga atau melakukan fungsi sendiri," kata Milner. Jadi, jika mereka memulai berolahraga mereka akan jauh lebih mungkin untuk hidup mandiri, membawa belanjaan sendiri dan bermain dengan cucu.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:37 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:45 am

YUK OLAHRAGA, JANTUNG SEHAT HAMBAT PENUAAN OTAK
Selasa, 03 Agustus 2010 21:40 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Jangan malas bergerak meski sudah berumur. Menjaga jantung anda sehat dan kuat ternyata dapat memperlambat penuaan pada otak, demikian menurut periset AS. Satu tim dari Universitas Boston menemukan bahwa orang-orang sehat dengan jantung 'malas' yang memompa lebih sedikit darah memiliki otak 'lebih tua' pada pemindaian ketimbang orang lain. Dari 1.500 orang yang diteliti, tim menemukan bahwa otak menyusut sejalan dengan penuaan. Namun, kinerja jantung yang tidak optimal membuat penuaan otak terjadi lebih cepat dua tahun ketimbang rata-rata yang sesungguhnya, demikian hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Circulation, bulan ini. Pemimpin penelitian, Angela Jefferson mengatakan partisipan yang diikutkan dalam studi bukanlah orang-orang sakit. "Hanya sedikit dari mereka yang punya riwayat sakit jantung," ujarnya. Hasil pengamatan menunjukkan sekitar sepertiga dari relawan memiliki indeks jantung rendah dan indek jantung lebih rendah dari rata-rata berkaitan erat dengan volume otak lebih kecil. Hasil itulah yang dianggap memprihatinkan sekaligus membutuhkan studi lebih lanjut.

Partisipan dengan volume otak lebih kecil--terlihat dari hasil magnetic resonance imaging (pencitraan resonansi magnetis/MRI) memang tidak menunjukkan tanda-tanda klinis gamblang penurunan fungsi otak. Namun periset mengatakan penyusutan itu mungkin menjadi petanda awal bahwa ada sesuatu yang salah. Penyusutan yang lebih parah, atau disebut atrofi, kerap berbarengan dengan timbulnya demensia. Anggela mengatakan ada beberapa teori mengapa pegurangan indeks jantung--terkait berapa banyak darah yang dipompa jantung ke otak berdasar ukuran tubuh--sangat berpengaruh pada kesehatan otak. Sebagai contoh, lebih sedikit volume darah yang dipompa otak bisa jadi mengurangi aliran darah ke otak, menghasilkan sedikit oksigen. Itu berarti pula sedikit nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak.

"Memang terlalu awal untuk langsung membuat saran kesehatan berdasar penemuan ini," ujar Angela. "Namun, hasil ini menyatakan bahwa jantung dan otak bergandengan dan berjalan beriringan," imbuhnya. Pakar menyatakan seseorang dengan indeks jantung yang cenderung statis berarti sulit untuk berubah jika indeks sangat rendah, tanpa melakukan latihan olahraga cukup intensif. Seorang pakar otak dan ingatan dari Universitas Miami, Clinton Wright berkata, "Apakah indeks jantung rendah mengarah pada pengurangan volume otak dan mengakselerasi penurunan fungsi syaraf menuju demensia, masihlah belum jelas." Ia menambahkan untuk benar-benar mengatasi kebutuhan kesehatan dari populasi yang kian menua, diperlukan pengetahuan lebih lanjut tentang hubungan antara penyakit jantung dengan struktur dan fungsi otak. Kini, tim kedokteran Universitas Boston akan meneruskan dengan mengkaji partisipan dalam penelitian sebelumnya. Fokus ke depan ialah bagaimana perubahan dalam otak mempengaruhi memori dan kemampuan kognisi selama usia bertambah.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:37 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:49 am

TERLALU GEMUK JADI ALASAN MALAS OLAHRAGA
Penulis : Natalia Ririh | Rabu, 22 Agustus 2012 | 12:31 WIB
KOMPAS.com - Rasanya tak ada yang meragukan manfaat berolahraga. Memberi alasan bahwa Anda terlalu gemuk untuk berolahraga sama saja dengan mengatakan Anda terlalu kurus untuk makan. Tubuh perlu olahraga seperti halnya tubuh perlu makan. Mehmet C. Oz, M.D dan Michael F. Roizen, M.D dalam bukunya An Insider's Guide to the Body That Will Make You Healthier and Younger mengatakan tidak peduli seberapa gemuknya seseorang, ia tetap dapat melakukan sesuatu untuk memulai proses penurunan berat badan, menguatkan tulang, dan mengurangi beban persendian. Jika Anda kelebihan berat badan, ada baiknya sebelum memulai program latihan menemui dokter untuk berkonsultasi. Dokter akan merekomendasikan olahraga atau latihan yang tepat disesuaikan berat badan Anda. Atau, mulailah dengan melakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan selama lima menit dalam sehari, kemudian tambahkan satu dua menit dalam beberapa hari sesudahnya. Lama kelamaan Anda bisa tahan berjalan satu jam dalam sehari.

Anda juga bisa melatih daya tahan mulai dari hal sederhana yang dapat merangsang otot. Setelah merasa dapat berlatih secara bertahap, pertimbangkan untuk melanjutkan latihan ke pusat kebugaran atau gym. Sebagai pemula, Anda tidak harus melatih diri rutin dalam seminggu. Anda bisa mengukur berapa kekuatan diri, misalnya dua sampai tiga kali seminggu. Jika Anda merasa mengalami peningkatan kebugaran, Anda dapat meningkatkan jumlah sesi latihan setiap minggunya. Jangan pernah berpikir untuk langsung berlari. Hal ini untuk menghindari cedera pada sendi lutut karena harus menahan berat badan Anda. Lebih baik, cobalah latihan beban dan kardio, dengan lebih fokus pada kardio terlebih dahulu di awal. Latihan kardio seperti berjalan, bersepeda, dan aerobik air akan membantu menurunkan berat badan, sedangkan latihan beban akan menambah kekuatan otot Anda.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:53 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 8:20 am

MALAS OLAHRAGA BISA MEMATIKAN
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 18 Juli 2012 | 10:18 WIB
Kompas.com - Hampir sepertiga orang dewasa di dunia malas bergerak. Gaya hidup pasif dan kebiasaan duduk terlalu lama itu menyumbang angka kematian sampai lima juta orang setiap tahunnya. Peringatan tersebut disampaikan para peneliti dalam jurnal kesehatan The Lancet, Rabu (16/7/12). "Secara umum tiga dari 10 orang berusia 15 tahun ke atas, atau sekitar 1,5 juta orang, tidak melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan," tulis para peneliti. Para pakar menyebut gaya hidup sedentari itu sebagai sebuah pandemik alias penyakit yang sudah menyebar luas. Gaya hidup pasif dideskripsikan dalam penelitian tersebut sebagai tidak melakukan olahraga 30 menit setiap hari, lima kali dalam seminggu, atau tidak pernah melakukan olahraga intensitas tinggi selama 20 menit tiga kali dalam seminggu. Kemalasan beraktivitas itu terus memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Wanita disebut lebih jarang bergerak dibandingkan pria. Fenomena tersebut lebih banyak ditemui di negara yang ekonominya bagus.

Penelitian kedua yang membandingkan antara level aktivitas fisik dengan statistik penyakit dari suatu populasi, menyebutkan bahwa kurang olahraga menyebabkan 5,3 persen kematian dari 57 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2008. Kurang olahraga disandingkan bahayanya dengan merokok dan obesitas karena sama-sama menyebabkan penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, juga kanker. Tubuh manusia memerlukan olahraga atau aktivitas fisik supaya otot, tulang, jantung, dan organ-organ lainnya berfungsi dengan optimal. Sayangnya, jumlah orang yang berjalan kaki, berlari, atau bersepeda, makin tahun terus menurun. The Lancet juga menyebutkan perlunya tindakan global untuk meningkatkan aktivitas masyarakat, antara lain dengan membuat jalur pedestrian, jalur sepeda, atau ruang terbuka publik sehingga akses terhadap tempat olahraga semakin banyak.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:40 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 8:22 am

MALAS BEROLAHRAGA? INI SOLUSINYA!
Kamis, 27 Mei 2010, 15:08 WIB Petti Lubis, Anda Nurlaila
VIVAnews - Semua orang mengetahui cukup bergerak dan berolahraga bermanfaat menjaga kesehatan serta kebugaran. Tetapi, berbagai alasan dilontarkan agar tidak berolahraga. Kesibukan mengurus rumah tangga dan anak, sibuk bekerja, atau tidak memiliki banyak waktu adalah alasan umum untuk tidak berolahraga. Alasan yang paling sering dikatakan tiap orang seperti dikutip dari Shine, di antaranya:

1. "Pusat kebugaran membosankan dan terlalu jauh."
Ruang keluarga bisa Anda sulap sebagai tempat latihan selama 30 menit. Putar DVD latihan atau cari saluran televisi yang menawarkan gerakan olahraga. Selang-seling latihan olahraga dengan berbagai jenis senam seperti senam kardio, kickboxing, seni bela diri atau gerakan membakar kalori.

2. "Tidak punya waktu."
Sebelum melakukan kegiatan apapun atau berangkat ke kantor di pagi hari, sisihkan waktu memutar video latihan atau yoga olahraga selama 15-30 menit. Seorang dewasa harus melakukan 150 menit latihan dengan intensitas sedang-seminggu untuk membuat tubuhnya fit.

3. "Peralatan olahraga di rumah terlalu mahal."
Pemilik Layanan Kebugaran di Franklin Square, New York, Ken Grant, menyarankan agar dapat berolaharaga di rumah, Anda hanya perlu beberapa peralatan. Seperangkat band lateks, tali karet untuk lompat tali, dumbel 2-3 kg, dan bola stabilitas yang disesuaikan dengan berat tubuh.

4. "Saya tidak disiplin."
Jika Anda bukan seorang yang disiplin dan merasa membakar kalori didampingi pelatih pribadi belum perlu, sebaiknya ajak beberapa tetangga atau teman untuk saling mengingatkan jadwal olahraga. Atau, Anda bisa mendaftarkan diri di situs online pelatih pribadi, freetrainers.com. Anda akan ditempatkan pada latihan kebugaran yang sesuai dengan tingkat latihan Anda.

5. "Saya butuh teman berolahraga."
Agar olahraga tidak membosankan dan Anda dapat bertemu dengan orang lain yang juga sedang berolahraga, sebaiknya luangkan waktu olahraga di tempat yang banyak dikunjungi orang lain. Ajak keluarga dan teman saat Anda jogging, bersepeda, yoga atau berenang.

6. "Aku benci berolahraga."
Kadangkala kita merasa olahraga tak memiliki manfaat dan lebih suka mencandu komputer atau permainan video. Ada cara agar Anda dapat bermain sekaligus menggerakkan tubuh dengan menggunakan Wii Fit Plus. Gadget ini merupakan olahraga video game dari Nintendo berupa papan keseimbangan. Walaupun harganya cukup mahal, Wii konsol memiliki 60 jenis gerakan, dari hula hoop hingga latihan kekuatan. Bila menyukai olahraga yang lebih menantang, Anda bisa mencoba permainan ski slalom atau big top juggling. (umi) VIVAnews


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:41 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
O l a h r a g a
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 50Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 26 ... 50  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: