Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 O l a h r a g a

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 26 ... 50  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:29 am

PANDANGAN YANG MENYESATKAN DARI OLAHRAGA
Rabu, 08/06/2011 09:34 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Olahraga merupakan salah satu bagian dari pola hidup sehat. Tapi sayangnya ada beberapa pandangan yang menyesatkan yang berkembang di masyarakat mengenai olahraga yang justru bisa merugikan. Mitos yang berkembang mengenai olahraga umumnya tidak didasarkan pada alasan ilmiah, sehingga belum terbukti kebenarannya. Berikut ini beberapa hal yang salah kaprah tentang olahraga, seperti dikutip dari Lifemojo, Rabu (8/6/2011) yaitu:

1. Kalau badan tidak sakit, maka tidak bermanfaat
Rasa nyeri atau sakit adalah tanda peringatan yang mengindikasikan adanya potensi membahayakan dari tubuh atau adanya sesuatu yang salah. Masyarakat harus membedakan antara rasa sakit dan ketidaknyamanan. Ketika memulai olahraga yang baru, maka ketidaknyamanan ringan adalah hal yang normal dan berkaitan dengan nyeri otot (Due to muscle soreness/DOMS). Tapi jika sakit yang muncul sudah mengganggu aktivitas, maka itu sudah menunjukkan tanda ada yang tidak beres.

2. Dibutuhkan aktivitas atau gerakan yang keras dan sering
Mitos ini akan membuat orang semakin jauh dengan olahraga. Studi menunjukkan aktivitas fisik ringan bisa membantu mengurangi faktor risiko terhadap penyakit tertentu. Jadi berolahraga tidak selalu harus berat dan sering.

3. Tidak berkeringat berarti olahraganya tidak efektif
Keringat hanyalah mekanisme tubuh dalam mengatur suhu untuk mendinginkan, karenanya orang akan berkeringat lebih banyak saat berolahraga di musim panas dibanding saat musim dingin dan keringat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jadi tidak tepat menilai efektivitas olahraga seseorang melalui keringat yang keluar.

4. Semakin banyak olahraga hasilnya semakin bagus
Padahal olahraga yang berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh atau biasa disebut dengan overtraining, dan berpotensi meningkatkan cedera. Tingkat olahraga yang dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

5. Yoga adalah olahraga yang paling aman
Yoga umumnya melibatkan berbagai latihan dan postur yang menuntut kekuatan serta fisik. Meski terlihat mudah tapi gerakan dalam yoga tidak boleh dilakukan sembarangan karena praktik yang salah bisa menimbulkan masalah seperti sakit punggung dan nyeri. Untuk itu dibutuhkan pelatih yang bisa mengajarkan gerakan yoga yang aman.

6. Usia bisa menjadi kendala dalam berolahraga
Banyak orang tua yang merasa sudah terlambat untuk memulai olahraga, padahal beberapa jenis olahraga terbilang aman untuk dilakukan orang tua. Dengan melakukan olahraga secara teratur, seseorang bisa meningkatkan kualitas hidup, mandiri dan sehat.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 2:05 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:30 am

PILIH MANA, OLAHRAGA DI PUSAT KEBUGARAN ATAU DI RUANG TERBUKA?
Kamis, 06 Januari 2011 05:30 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BATH, INGGRIS--Manakah yang sebenarnya lebih baik? Berolahraga di ruangan terbuka atau mendaftar di kelas-kelas senam dan melangkah 'jauh' di treadmill, seperti yang dilakukan banyak orang untuk berusaha tetap sehat? Untuk mencari tahu, para pakar psikologi olahraga dan kebugaran dari Bath University dan National Trust, Inggris melakukan studi selama sebulan. Konsep mereka adalah menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan, untuk menghabiskan beberapa pekan berolahraga intesif di kelas senam dan di taman terbuka milik National Trust. Pekan pertama dilalui dengan mengayuh sepeda statis, menggunakan dayung mesin dan treadmil fasilitas kebugaran kota di pusat olahraga dan rekreasi Bath. Memulai di pusat kebugaran, menurut relawan, terasa cukup mudah. Yang diperlukan hanyalah pemanasan tubuh, menyalakan tombol pada mesin dan memulai. Dalam kelas senam juga terdapat komunitas menyenangkan, mulai dari tipe orang kantoran hingga sejumlah kaum manula, semua saling berbagi canda ringan dan saling menyemangati satu sama lain.

Kemudian di pekan kedua, saatnya relawan menuju area perbukitan di taman publik yang dikelola National Trust. Taman itu penuh kawanan burung musim dingin begitu pula rusa. Pada beberapa rute, yang menjauh dari rumah-rumah besar bergaya barok, relawan jarang sekali berpapasan dengan manusia. Minggu ketiga dan kedua mengulang lagi pola yang sama, masuk kelas senam, keluar lagi ke alam bebas. Bersepeda di tempat dengan mengikuti nada musik, hingga giliran berlari lewat jalan penuh es di taman berbukit. Usai studi, relawan pun diminta mengisi kuisioner. Saat olahraga, ia juga diminta memasang alat pemantau dan perekam detak jantung. Data kemudian dianalisa oleh pakar dari Universitas Bath. Relawan mengira berolahraga dengan perasaan lebih solid dan jadwal lebih mantap yang dijalani di kelas senam akan memberi hasil lebih efektif ketimbang aktivitas tak menentu yang kadang cenderung spontan, di taman terbuka penuh bukit milik National Trust. Faktanya, data monitor jantung yang terekam ternyata menunjukkan jumlah energi yang sama, tak peduli apakah relawan berolahraga di pusat kebugaran atau di ruang terbuka. Namun, pakar motivasi kesehatan dan olahraga, Martyn Standage, tertarik dengan fakta bahwa pada hari-hari di mana relawan melakukan aktivitas di luar ruangan, ia menggunakan lebih banyak energi hingga akhir hari.

Standage mengatakan studi ini mengimplikasikan bahwa berolahraga di luar ruangan menimbulkan perasaan daya hidup yang berefek pada energi mental dan fisik. Beberapa studi juga mengatakan vitalitas itu bersifat purba, tak ada kaitan dengan pola hidup perkotaan. Jo Barton, anggota staf Universitas of Essex, spesialis kajian aktivitas di luar ruangan, mengatakan berolahraga di udara segar memberi efek 'mengubah hidup'. "Mood adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan dipengaruhi kuat oleh perasaan bahagia dan bagaimana kita mengatasi situasi penuh tekanan,"ujarnya. Berolahraga di alam bebas mendongkrak mood anda," ujarnya. "Riset menyimpulkan hal itu terlepas dari kondisi cuaca, di mana anda berada dan seberapa lama anda berolahraga diluar. Bahkan lima menit berjalan di luar ruangan di sela waktu kerja dapat mengisi ulang energi dan mengembalikan energi akibat kelelahan mental," ujar Jo Barton. Lagi pula, berolahraga di luar ruangan tentu jauh lebih murah dari pada mengeluarkan ongkos menjadi anggota di sebuah kelas senam. Tapi di pusat kebugaran anda tak perlu risau membatalkan jadwal angkat beban meski hujan mengguyur deras.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 2:01 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:31 am

OLAHRAGA DI LOKASI BERPOLUSI SEHATKAH?
Jumat, 9 Oktober 2009 | 11:21 WIB
KOMPAS.com — Aktivitas aerobik merupakan salah satu cara untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Sayangnya, aktivitas aerobik yang dilakukan di luar ruangan, seperti jogging atau bersepeda di lingkungan yang tinggi polusi udara, sedikit banyak tetap berdampak negatif, terutama bila Anda mengidap penyakit asma, gangguan paru, atau penyakit kardiovaskular. Menurut Prof Edward R Laskowski, MD, dokter anggota the American College of Sports Medicine, selama melakukan aktivitas aerobik, bahkan yang intensitasnya rendah, Anda akan menghirup udara 10 kali lebih tinggi dibanding saat beristirahat. Selain itu, saat berolahraga Anda juga akan lebih sering menarik napas dalam hingga ke paru-paru dan bernapas lebih sering melalui mulut sehingga udara tak sempat disaring oleh sistem filter di hidung. Hal tersebut akan meningkatkan kontak dengan polutan yang ada di udara. Akumulasi dari paparan polusi udara dan partikel-partikel kecil, seperti debu, aerosol, atau asap, bisa menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya saja kerusakan pada sistem pernapasan kecil di paru-paru, meningkatnya risiko serangan jantung pada wanita lansia, serta meningkatnya risiko terkena kanker paru. Meski begitu, Laskowski menyarankan agar kita tak perlu takut untuk berolahraga. Untuk meminimalkan dampak dari polusi udara saat berolahraga, ia memberi tips sebagai berikut:

- Pilih waktu yang tepat
Sebaiknya pilih waktu di pagi hari saat polusi udara belum terlalu tinggi. Anda juga bisa memilih lokasi di pinggiran kota atau daerah yang kadar polusinya rendah. Untuk Anda yang tinggal di Jakarta, Anda bisa mencoba bersepeda atau jogging di kawasan Kota Tua yang bebas kendaraan bermotor.

- Jaga jarak
Untuk mengurangi polusi, berolahragalah dalam radius lebih dari 20 meter dari jalan raya karena level polusi masih tinggi dalam radius 15 meter dari jalan.

- Olahraga indoor
Variasikan lokasi olahraga Anda. Sesekali lakukan olahraga di gym atau jogging track dalam ruangan.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 2:29 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:31 am

ORANG KANTORAN PERLU OLAHRAGA LEBIH SERING
Felicitas Harmandini | Dini | Sabtu, 10 September 2011 | 16:04 WIB
KOMPAS.com - Pelajaran apa yang Anda dapatkan ketika Anda menaiki tangga kantor dengan terengah-engah, setelah kantor mengadakan latihan pemadaman kebakaran? Sederhana sekali, yaitu bahwa Anda jarang berolahraga, sehingga naik empat lantai saja rasanya nafas Anda nyaris putus. Dalam kenyataannya, jajak pendapat terhadap 2.000 orang yang diadakan oleh The Chartered Society of Physiotherapy (CSP) mendapati bahwa dua dari lima orang kehabisan nafas ketika menaiki tangga atau berlari-lari untuk mengejar bis kota. Perempuan juga cenderung mengaku bahwa aktivitas sehari-hari yang sederhana sudah membuat mereka ngos-ngosan.

Tidak mengherankan bila CSP lalu mencanangkan Workout at Work Day, Jumat (9/9/2011) lalu. Hari itu lebih dari 150 fisioterapis dijadwalkan untuk mengunjungi kantor-kantor di seluruh Inggris untuk mendorong para karyawan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. "Para fisioterapis melihat konsekuensi dari gaya tidak aktif yang dilakukantiap hari, dan merupakan suatu keprihatinan ketika begitu banyak orang kehabisan nafas hanya karena melakukan tugas-tugas sederhana," ujar Chairman CSP, Ann Green. Menurutnya, tekanan waktu dan keuangan memang menjadi alasan banyak orang untuk berolahraga. Oleh karena itu, kampanye Workout at Work Day ingin menunjukkan cara yang mudah dan murah untuk berolahraga bisa diselipkan ke dalam rutinitas sehari-hari. "Menerapkan beberapa dari kebiasaan sehat ini bisa membantu kita untuk mengatasi krisis obesitas yang dihadapi oleh Inggris," lanjut Green.

Beberapa dari latihan sederhana yang disarankan oleh para fisioterapis adalah bersepeda, jalan kaki saat makan siang di luar, dan main pingpong. Bila di kantor Anda sendiri ada banyak kelompok-kelompok olahraga yang diadakan setiap minggu, jangan ragu untuk bergabung. Ajak teman-teman sekantor untuk main basket, bulutangkis, atau futsal. Selain membuat tubuh aktif, olahraga permainan juga sifat kompetitif Anda. Tertawa-tawa melihat teman-teman yang kejar-kejaran dengan bola juga menyenangkan!


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 1:59 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:32 am

PENYAKIT DAN OLAH RAGA YANG COCOK
Selasa, 16/11/2010 07:45 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Saat tubuh sedang sakit, seringkali orang tidak mau melakukan olahraga. Padahal beberapa olahraga tertentu bisa membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidupnya. "Semua orang dapat melakukan sesuatu dan olahraga tidak hanya memungkinkan orang untuk mengurangi rasa sakit tapi juga mengatasi keterbatasan fungsi tertentu," ujar Perry Fine, MD, anggota American Pain Foundation, seperti dikutip dari Health, Selasa (16/11/2010). Berikut beberapa jenis olahraga yang bisa membantu seseorang bergerak saat sedang sakit atau merasakan nyeri, yaitu:

Berjalan
Olahraga ini cocok untuk orang dengan sakit apa pun selama masih bisa bangun. Olahraga jalan ini dilakukan tergantung kekuatan fisiknya bisa jalan cepat, sedang atau pelan. Olahraga ini bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun agar otot-otot tulang tidak kaku setelah sakit dan membuat badan bugar lagi.

Berenang
Olahraga ini cocok untuk penderita gangguan sendi mulai dari osteoarthrittis, masalah musculoskeletas atau radang sendi lainnya. Hal ini karena saat di kolam seseorang menentang gravitasi, sehingga tidak ada goncangan yang berpotensi merusak sendi.

Yoga Pernapasan
Orang-orang dengan sakit kronis bisa melakukan yoga untuk meringankan rasa sakit kronis. Tapi sebaiknya dilakukan saat kondisi tubuh dalam keadaan baik dan tidak melakukan gerakan ekstrim untuk mencegah risiko cedera. Latihan pernapasan tertentu dan fokus pada bagian tubuh yang berbeda bisa memberikan manfaat lebih baik.

Tai chi
Olahraga ini dapat mengurangi rasa sakit, kekakuan, kelelahan pada pasien fibromyalgia serta membangun kekuatan, daya tahan dan keseimbangan. Seni bela diri dari China ini dapat dilakukan kaum muda maupun tua dengan menggabungkan kekuatan tubuh serta pikiran. Sebaiknya melakukan tai chi dua kali seminggu.

Pilates
Orang-orang dengan penyakit nyeri pinggang, nyeri punggung bisa melakukan olahraga ini untuk relaksasi atau melakukan peregangan. Tapi pilates membutuhkan beberapa instruksi, jadi lebih baik dilakukan dengan bimbingan guru atau trainer berpengalaman.

Peregangan sederhana
Jika Anda habis diopname atau menghabiskan banyak waktu di tempat tidur atau terlalu banyak duduk mulailah dengan olahraga peregangan. Kegiatan ini bisa dilakukan di kamar tidur, kursi kerja atau saat menunggu. Saat peregangan bagian tubuh akan bergerak dalam rangkaian tertentu dan hanya sedikit melawan gravitasi.

Latihan kekuatan dan beban ringan
Orang-orang yang menderita rheumatoid perlu melakukan latihan kekuatan di sekitar cedera karena bisa membantu mengurangi stres sendi. Untuk awalnya mulailah dengan angkat beban sekaleng sup, lalu meningkat dengan melakukan sit-up dan push-up di sekitar rumah.

Hubungan seks
Memulai lagi hubungan seks setelah mengalami sakit bisa menjadi obat yang menyembuhkan. Aktivitas seksual merupakan salah satu bagian dari bentuk latihan karena hubungan seks yang sehat bisa menjadi dua obat mujarab dalam mengatasi rasa sakit. Sebuah studi dari Stanford University menemukan pergolakan hubungan cinta bisa mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 1:57 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:33 am

TIPS SEDERHANA AGAR OLAHRAGA LEBIH EFEKTIF
Selasa, 19 Januari 2010, 17:37 WIB Petti Lubis, Anda Nurlaila
VIVAnews - Ada beberapa anjuran yang sebaiknya Anda perhatikan saat berada di pusat kebugaran. Minum air putih sebelum melakukan latihan olahraga ternyata bukan solusi terbaik. Setelah latihan, Anda akan tetap mengalami dehidrasi lewat keringat. Sebaiknya sebelum, selama dan setelah olahraga, konsumsi air putih sebanyak mungkin. Berikut ini beberapa tips agar olahraga Anda lebih efektif.

Makan sebelum dan setelah olahraga
Sebelum melakukan gerakan olahraga, tubuh memerlukan asupan karbohirdrat dan protein. Karbohidrat memberi energi selama latihan dan protein menjaga nutrisi untuk membentuk otot dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Satu jam sebelum latihan, dianjurkan makan menu ringan. Beberapa pilihan makan di antaranya pisang, sereal gandum atau minum sari kacang kedelai atau makan sebuah apel/seledri dengan selai kacang membantu menahan rasa lapar hingga latihan selesai. Setelahnya, asupan protein atau karbohidrat akan menstimulasi pembentukan otot. Hindari makanan kecil yang mengandung gula karena menjadikan tubuh menjadi lemas. Hindari juga kafein karena membuat Anda merasa segar seketika tetapi menurun dengan cepat.

Pakaian yang Pas
Saat berada di pusat kebugaran, kenakan pakaian olahraga yang pas. Jangan gunakan yang terlalu ketat. Selama latihan, tubuh membutuhkan udara. Lengan dan kaki memerlukan ruang agar bebas bergerak tanpa risiko cidera akibat pakaian ketat. Jangan juga memakai pakaian terlalu longgar, karena akan merepotkan. Bisa jadi, pakaian Anda tersangkut di mesin saat melakukan latihan. Pakaian olahraga terbaik yang dapat Anda kenakan berupa pakaian dengan bahan karet sintetis yang memiliki sirkulasi udara. Pakai celana pendek dan kaos yang pas di badan serta sepatu kets yang mendukung gerakan latihan Anda.

Bernapas dengan benar
Jika dada terasa nyeri di pertengahan gerakan olahraga, sebaiknya perhatikan cara bernapas Anda. Mengelola pernapasan dengan baik membuat Anda bisa berlari, berjalan, jogging, atau mengangkat beban lebih lama. Ketika melakukan latihan angkat beban misalnya, tarik napas setiap kali gerakan dan lepaskan saat Anda menurunkan beban. Saat senam aerobik, tarik napas panjang dan keluarkan perlahan-lahan. Setelah lama berlatih, Anda akan menemukan teknik tepat untuk Anda. Bagi yang menggunakan treadmill atau lari misalnya, bisa menarik napas setiap tiga langkah dan mengeluarkannya setelah dua langkah berikutnya.

Olahraga di waktu ideal
Masing-masing orang memiliki olahraga favorit sendiri-sendiri. Olahraga yang dilakukan secara rutin pada jam ideal tubuh akan meningkatkan energi Anda. Sebaliknya, olahraga yang dilakukan pada waktu yang salah akan merusak tubuh dan memberi energi negatif. Olahraga di awal malam hari misalnya akan membebani tubuh. Setiap orang memiliki tingkat energi yang berbeda-beda. Bisa saja dalam sehari Anda merasa fit, dan hari berikutnya Anda seperti kehilangan tenaga. Asal tidak dalam waktu lama, sekali-sekali Anda bisa meliburkan diri dari rutinitas latihan.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 2:30 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:35 am

KURANG OLAHRAGA BISA DIKATEGORIKAN SEBAGAI PENYAKIT
Putro Agus Harnowo - detikHealth Selasa, 14/08/2012 14:52 WIB
Jakarta, Gaya hidup merupakan penyebab umum obesitas dan beberapa penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung hingga kanker. Selain pola makan yang tidak sehat, gaya hidup pemicu penyakit adalah kurang olahraga. Mengingat fungsinya yang begitu penting, maka kurang olahraga bisa disebut sebagai suatu penyakit. "Aktivitas fisik mempengaruhi kesehatan seseorang. Kurang berolahraga secara berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh mengalami perubahan struktur dan metabolik. Denyut jantung akan meningkat berlebihan ketika melakukan aktivitas fisik, terjadi kelainan tulang dan otot, berkurangnya ketahanan fisik dan penurunan volume darah," kata pakar fisiologi Mayo Clinic, Michael Joyner, MD seperti dilansir Science Daily, Selasa (14/8/2012). Dalam Journal of Physiology, dr Joyner menjelaskan beberapa penyakit kronis yang dapat disebabkan karena kurang berolahraga, yaitu fibromyalgia, sindrom kelelahan kronis dan sindrom takikardia postural ortostatik, sindrom yang ditandai dengan detak jantung berlebihan atau tak beraturan dan gejala flu ketika berdiri atau melakukan aktifitas fisik. Ilmuwan dari Texas Health Presbyterian Hospital Dallas dan University of Texas Southwestern Medical Center menemukan bahwa berolahraga selama 3 bulan saja sudah dapat mengembalikan atau menyembuhkan banyak gejala POTS. Penelitian ini menunjukkan bahwa dokter ada baiknya meresepkan olahraga sebelum memberikan pengobatan kepada pasien.

Dr Joyner menjelaskan, ketika orang yang lama tak berolaharga kemudian mencoba berolahraga kembali, maka ia mungkin akan merasa pusing atau tidak nyaman. Akhirnya, ia akan berhenti berolahraga karena merasa kondisi kesehatannya justru semakin memburuk daripada ketika tidak berolahraga. "Saya berpendapat bahwa aktivitas fisik adalah akar penyebab dari banyak masalah umum yang kita miliki. Jika kita menganggapnya sebagai penyakit, kita akan dapat mengembangkan cara pengobatan seperti yang dilakukan untuk mengobati kecanduan obat, rokok, alkohol dan lainnya," kata dr Joyner. Jika aktivitas fisik dianggap sebagai penyakit, bukan hanya sebagai penyebab atau produk sampingan dari penyakit, dokter akan lebih menyadari pentingnya olahraga dan meresepkannya sebagai bagian dari program rehabilitasi atau pengobatan. Bagi orang yang ingin mulai melakukan olahraga secara rutin, dr Joyner menyarankan agar melakukannya secara perlahan dan bertahap. "Jangan langsung mulai berolahraga keras setelah sekian lama tidak berolahraga. Mulailah dengan menetapkan tujuan yang ingin dicapai dan melakukannya sedikit demi sedikit," kata dr Joyner. Berolahraga tidak harus dilakukan di gym atau didampingi pelatih pribadi. Bisa dengan melakukan aktivitas fisik sebanyak mungkin setiap hari. Berjalan hanya 10 menit saja 3 kali sehari sudah memiliki khasiat yang sama dengan berolahraga dalam taraf sedang selama 150 menit dalam seminggu.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 23, 2012 9:50 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:40 am

INGIN PERBAIKI KUALITAS HIDUP? AYO SEGERA OLAHRAGA
Oleh Eko Sutriyanto | Tribune News – Min, 29 Mei 2011
TRIBUNNEWS.COM - Di masa sekarang ini, kesibukan bekerja seringkali menyita waktu kita untuk melakukan banyak hal, bahkan yang bermanfaat bagi kesehatan kita sendiri. Tengoklah rutinitas kita selama 1 hari mulai harus cepat berangkat supaya tidak terlambat, kadang tak sempat sarapan, kerjaan menumpuk sehingga tak jarang harus pulang larut malam. "Kesibukan ini berdampak buruk dengan menurunnya kualitas hidup, karena tubuh tidak bergerak aktif, metabolisme tubuh menurun, reproduksi sel menurun, meningkatnya resiko penyakit seperti jantung, hipertensi dan lain-lain, menurunnya kecepatan pembakaran kalori sehingga berakibat bertambahnya berat badan," ungkap Dicky Ramadhani, Personal Trainer saat Pocari Sweat onference di Jakarta, Sabtu (28/5/2011). Di samping itu berdampak pada meningkatnya kolesterol jahat (LDL) dan menurunnya kolesterol baik (HDL), management stress yang buruk, meningkatnya kadar glukosa dalam darah, memicu pertambahan penderita diabetes melitus tipe II serta eningkatnya kegelisahan dan depresi. "Jika dibiarkan, kondisi ini akan mempengaruhi kinerja kita dalam bekerja karena akhirnya kita tidak dapat melakukan kerja kita dengan baik / kualitas kerja menurun," ungkapnya. Lalu apa yang harus kita lakukan? "Segera berolahraga secara rutin," tandasnya. Diterangkan banyak manfaat yang kita bisa dapatkan dengan berolahraga, yakni membangun massa otot dan bentuk tubuh yang lebih baik, meningkatkan status sehat dan bugar, meningkatkan penampilan dan percaya diri. Meningkatkan metabolisme dan mengatur berat badan serta menghindarkan diri dari penyakit dan stress.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:40 am

USIR LELAH DENGAN BEROLAHRAGA
TRIBUNnews.com – Jum, 17 Jun 2011
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alaminya, manusia diciptakan untuk menjadi makhluk yang aktif. Berjalan, berlari, dan berdansa, seharusnya menjadi bagian dari kehidupannya. Namun, ternyata di masa sekarang ini sebagian besar hidup Anda lebih banyak dihabiskan dengan duduk tenang. Baik di depan meja kerja maupun televisi. Mungkin Anda berpikir, hemat bergerak berarti hemat energi. Padahal justru sebaliknya, gaya hidup yang kurang aktif dapat membuat Anda kehilangan massa otot dan dapat merasa lelah lebih cepat. Ketika Anda lelah, Anda malas bergerak. Namun di saat Anda kurang bergerak, kelelahan juga lebih gampang menyerang. Bagaikan lingkaran setan, ya? Tanda-tanda kelelahan dapat dimulai dengan kondisi badan yang lesu dan kurang bersemangat. Untuk mengembalikan energi, ada baiknya Anda mulai rajin berolahraga. Latihan fisik yang rutin dapat memperbaiki kondisi tubuh yang loyo sekaligus suasana hati menjadi lebih riang. Dengan berolahraga setiap pagi, Anda akan tidur nyenyak setiap malam. Ada beberapa jenis olahraga yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan semangat, di antaranya adalah berikut ini.

1. Latihan kardio seperti berjalan atau berlari di treadmill.
2. Latihan yang bersifat aerobik, seperti senam aerobik, berenang, atau bersepeda.
3. Latihan beban dan peregangan beberapa kali sekali.

4. Interval training, yang prinsipnya menggabungkan antara latihan berintensitas tinggi (seperti lari cepat) dan latihan yang lebih ringan namun berdurasi lama (seperti joging).

5. Yoga, pilih pose mudah seperti Downward Facing Dog yang akan meregangkan sebagian besar otot yang kaku.
Bila rasa lelah sudah melanda tapi Anda tidak sempat olahraga, cobalah teknik pernapasan berikut. Ambil napas dalam-dalam dan perlahan dari diafragma (bukannya dada), kemudian keluarkan juga dengan perlahan-lahan dan panjang. Lakukan ini beberapa kali dalam posisi duduk tegak.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: O l a h r a g a   Thu Jun 14, 2012 6:41 am

WALAU SEBENTAR, MANFAAT OLAHRAGA SIGNIFIKAN
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 3 Agustus 2011 | 14:51 WIB
KOMPAS.com – Hampir semua orang tahu kalau olahraga baik untuk kesehatan. Tapi masih saja banyak di antara kita sulit menjalankannya dengan beragam alasan. Penelitian terbaru menunjukkan, meski hanya sebentar waktu yang Anda luangkan untuk berolahraga, ternyata dapat memberikan manfaat yang cukup signifikan, daripada tidak sama sekali. Hal ini terutama berlaku untuk para wanita. Pemerintah AS telah menyarankan kepada warganya untuk meluangkan waktu selama 150 menit dalam seminggu untuk berolahraga. Studi menunjukkan, orang-orang yang telah berolahraga namun tidak memenuhi waktu yang telah direkomendasikan, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung koroner, dibandingkan mereka yang tidak berolahraga sama sekali. “Tentu saja, melakukan olahraga lebih banyak akan lebih baik untuk Anda. Orang-orang yang melakukannya selama 150 menit dalam seminggu memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tidak melakukan latihan,” kata peneliti. Sementara pada orang-orang yang menghabiskan waktu berolahraga selama 300 menit dalam seminggu memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tidak berolahraga. Pada tingkat aktivitas yang lebih tinggi lagi, maka risiko akan menjadi semakin rendah pula. Peneliti mengatakan, manfaat dari berolahraga akan lebih terasa pada wanita, dibandingkan untuk pria, meskipun tidak bisa dijelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Mungkin saja penyebabnya adalah karena wanita memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung koroner dibandingkan pria. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, ada penurunan risiko sebesar 20-30 persen seseorang menderita penyakit jantung koroner dengan melakukan aktivitas fisik. Namun tidak diketahui berapa banyak latihan yang diperlukan untuk menurunkan risiko menjadi jauh lebih rendah.
Back to top Go down
 
O l a h r a g a
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 50Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 26 ... 50  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: