Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Mengenal Narkoba

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Jul 02, 2013 2:14 pm

KECANDUAN GANJA BISA KIKIS MOTIVASI
SELASA, 02 JULI 2013 | 14:03 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Orang yang menghisap ganja secara teratur selama jangka waktu yang lama, cenderung menghasilkan lebih sedikit zat kimia dalam otak yang terkait dengan motivasi. Para peneliti di Inggris memindai otak dari 19 pengguna ganja reguler dan 19 non pengguna dari jenis kelamin dan usia yang sama. Mereka menggunakan positron emission tomography (PET) yang membantu mengukur distribusi bahan kimia di seluruh otak. Para peneliti menemukan bahwa pengguna ganja jangka panjang cenderung menghasilkan zat dopamin lebih sedikit. Zat kimia ini berada dalam otak dan berperan penting dalam motivasi. Responden penelitian yang merokok ganja secara teratur sejak usia muda ternyata memiliki tingkat dopamin yang rendah di area otak striatum. Ini sebabnya mengapa pengguna ganja tampak memiliki sedikit motivasi. "Namun, apakah sindrom tersebut ada yang kontroversial," kata pemimpin penulis studi Michael Bloomfield, peneliti di Institute of Clinical Sciences di Imperial College London. Orang-orang dalam penelitian ini menggunakan ganja cukup berat. Mereka mulai menggunakannya antara usia 12 hingga 18 tahun. Dan semuanya mengalami gejala psikosis sementara saat di bawah pengaruh ganja. Beberapa gejala tersebut termasuk mengalami sensasi aneh atau pikiran aneh seperti berpikir bahwa mereka sedang terancam oleh kekuatan yang tidak diketahui. Hasil penelitian ini memerlukan pemahaman terhadap hubungan potensial antara pengguna ganja kronis dan penyakit mental. Penelitian sebelumnya tentang efek ganja pada otak telah menunjukkan bahwa penggunaan ganja kronis dapat memicu peradangan otak. Ini mempengaruhi koordinasi dan aktivitas pembelajaran bahkan si pengguna akan memiliki resiko tinggi terhadap skizofrenia. Hasil rinci penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Biological Psychiatry.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Jul 29, 2013 5:43 pm

NARKOBA DAN KERUSAKAN HATI
Minggu, 28 Juli 2013 | 20:55 WIBIlustrasi--sxc.hu/vgTERKAIT
Metrotvnews.com: Mengonsumsi narkoba tidak hanya memengaruhi penampilan seseorang, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan hati. Demikian temuan yang diungkapkan pakar dan dokter dari Heartland Cardiovascular Center, Illinois, AS. Menurut mereka, organ hati sangat vital dalam menyaring dan mengeluarkan racun-racun yang ada di dalam tubuh. Pada pengguna narkoba, proses penetralan dan pengeluaran racun dari dalam tubuh menjadi terganggu sehingga hati dan ginjal harus bekerja lebih keras. Hal itu yang membuat hati berisiko mengalami gangguan atau rusak. Risiko tersebut bisa dialami semua pengguna narkoba, terutama pemakai ekstasi, heroin, dan kokain yang memicu gagal ginjal, serta sabu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Thu Oct 31, 2013 1:23 pm

NARKOBA PICU GANGGUAN JIWA
Rabu, 30 Oktober 2013, 23:56 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Kejiwaan dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengatakan penggunaan narkoba erat kaitannya dengan ancaman gangguan jiwa karena zat-zat yang terkandung di dalamnya. "Erat sekali narkoba dengan gangguan jiwa karena efek metafetaminnya," katanya dalam diskusi yang bertajuk "Mungkinkah Rehabilitasi Pecandu Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan" di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (30/10). Nova mengatakan, zat metafetamin biasanya ditemukan di narkoba jenis sabu yang bisa menyebabkan halusinasi dan disorientasi pancaindera. "Jangankan narkoba, obat diet pun kalau digunakan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan halusinasi," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR itu. Untuk itu, dia berpendapat penanganan penyalahgunaan narkotika sebaiknya direhabilitasi medis dan sosial ketimbang dihukum pidana. Namun, dia mengakui penanganan dengan rehabilitasi belum optimal diimplementasikan di Indonesia dibandingkan dengan di negara-negara lain yang sudah ada penanganan rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga saat ini terdapat empat juta korban penyalahgunaan narkoba yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 18.000 atau 0,47 persen yang mendapatkan layanan terapi dan rehabilitasi. Dari jenis narkoba, tercatat 21 macam narkoba jenis baru yang ditemukan di laboratorium BNN yang diciptakan sindikat narkoba dan didukung oleh tenaga ahli farmasi. Bahkan, telah ditemukan sebanyak 251 narkoba jenis baru yang sengaja dibuat untuk menghindari jerat hukum yang telah diatur oleh undang-undang masing-masing negara. Nova merujuk kepada cara penurunan permintaan narkoba di Portugal, yakni dengan tidak memutus mata rantai peredaran narkoba. "Jadi, narkoba itu bebas dijajakan di warung kopi, atau semacam warteg, tetapi masyarakatnya tidak kepingin karena psikologi masyarakat akan narkoba berbeda," katanya. Namun, dia merasa tidak yakin jika cara tersebut sama efektif jika diterapkan di Indonesia, karena itu cara yang efektif menurut dia, yakni rehabilitasi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri Apr 17, 2015 12:18 pm

MENGAPA ORANG MEMAKAI NARKOBA?
Penulis : dr Andri, SpKJ, FAPM | Kamis, 16 April 2015 | 13:40 WIB
KOMPAS.com — Baru saja kita dengar tentang adanya penjual brownies ganja yang ditangkap di salah satu pusat perbelanjaan Ibu Kota. Sebelumnya, kita mendengar pula adanya suatu jenis narkoba baru yang bentuknya seperti kertas perangko yang disebut CC4. Kita lalu mungkin bertanya, mengapa orang memakai narkoba?

Mencari bahagia?
Belakangan, di Indonesia, jenis narkoba yang sedang marak adalah jenis-jenis stimulan. Obat-obat terlarang yang termasuk golongan metamfetamin ini dikenal oleh awam sebagai ekstasi dan sabu. Sifat dasar obat ini adalah stimulan atau menstimulasi susunan saraf pusat di otak. Tujuan pemakaiannya adalah mendapatkan efek senang yang berlebihan atau euforia, semangat dan rasa tidak kenal lelah atau capek, konsentrasi yang meningkat tajam, serta percaya diri yang tinggi. Walaupun demikian, karena efeknya yang sering kali terlalu berlebihan di otak, orang yang menggunakannya juga bisa mengalami delusi atau waham paranoid atau perasaan bahwa ada seseorang yang akan menjahati dirinya. Halusinasi juga bisa terjadi dalam pemakaian sabu atau ekstasi pada beberapa orang. Jika melihat efek zat narkotika jenis stimulan ini, maka beberapa orang yang memang mengharapkan efek dari zat ini secara sengaja memakainya. Saya sering menemui pasien-pasien saya yang mempunyai latar belakang penggunaan zat narkotika jenis stimulan. Beberapa di antara mereka menggunakan zat stimulan ini secara sadar dan menyadari efek yang dicari dari zat stimulan ini. Ada yang menggunakannya untuk bekerja, ada yang menggunakannya untuk bisa tampil percaya diri, dan ada juga yang memang menggunakannya untuk sekadar senang-senang. Ini berarti orang memakai zat stimulan tersebut dengan kesadaran penuh bahwa ada efek yang sengaja dicari dalam zat-zat tersebut. Efek inilah yang terus dicari yang akhirnya sering menjerumuskan orang tersebut ke dalam suatu ketergantungan.

Cari ketenangan?
Selain zat stimulan, beberapa jenis zat narkotika yang sering disalahgunakan adalah golongan zat yang mempunyai sifat menenangkan. Penyalahgunaan obat psikotropika untuk hal ini sering menjadi masalah tersendiri. Banyak obat psikotropika, yang sebenarnya mempunyai kegunaan dalam praktik kedokteran, kemudian disalahgunakan. Kita dulu kenal beberapa jenis obat dengan merek-merek dagang yang dikenal luas, seperti Mogadon, Lexotan, Dumolid, Calmlet, dan Xanax. Obat-obat ini sebenarnya adalah obat terdaftar yang digunakan dalam praktik sehari-hari di kedokteran, tetapi kemudian karena efeknya yang bisa menenangkan, lalu disalahgunakan. Orang yang menyalahgunakan obat-obat ini biasanya memakainya dalam jumlah besar, bukan seperti dosis biasa yang disarankan oleh dokter. Ganja dan alkohol juga masih menjadi favorit bagi sebagian orang. Untuk alkohol, apalagi jika masih diedarkan secara bebas, maka akses ke zat ini akan lebih mudah karena legal. Ganja dan alkohol secara umum mempunyai efek menenangkan juga, walaupun ganja juga dapat menimbulkan rasa senang karena apa yang dilihat oleh orang yang menggunakan ganja terasa lebih indah. Orang yang memakai ganja juga bisa lebih mudah tertawa daripada tanpa menggunakan ganja. Alkohol sebagai zat yang bersifat menekan susunan saraf pusat bisa menimbulkan sedikit efek lupa terhadap masalah yang dihadapi. Itulah mengapa banyak pasien dengan masalah emosional sering menggunakan alkohol untuk menghilangkan rasa tidak nyamannya.

Bisa bikin sakit jiwa
Efek zat-zat narkotika dan alkohol tersebut mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran manusia. Kebahagiaan yang semu bisa didapatkan. Namun, efek lanjut berupa gangguan jiwa juga bisa didapatkan. Saya sangat sering menangani kasus-kasus kecemasan dan depresi yang sulit sembuh karena efek penyalahgunaan narkotika pada masa lalu. Ada beberapa orang juga yang berubah secara perilaku karena terlalu lama memakai narkotika. Pasien yang menjadi mengalami halusinasi visual dan halusinasi pendengaran hanya karena sekali mengisap ganja juga pernah saya temui saat praktik. Banyak orang beranggapan bahwa pakai narkotika sekali-sekali saja tidak akan menimbulkan masalah. Ini merupakan pendapat yang salah dan tidak berdasarkan bukti ilmiah. Penambahan zat dalam sistem saraf kita akan bisa menimbulkan efek pada sistem saraf tersebut dan menghasilkan perubahan pada cara kerjanya. Kondisi seperti ini bisa berlangsung terus, apalagi bila pemakaian zat narkotika tersebut berlangsung lama. Coba tanya kepada diri sendiri, bagi mereka yang rutin merokok, bagaimana rasanya sehari tanpa rokok? Menderita bukan? Itu karena otak sudah tidak bisa bekerja seperti biasa lagi tanpa asupan zat aktif yang terdapat dalam rokok. Begitu pun yang terjadi pada pemakaian narkotika, walaupun mekanismenya sedikit banyak berbeda. Jadi kalau memang belum pernah pakai narkotika, alkohol, dan obat terlarang, Anda mungkin lebih baik tidak pernah menggunakannya. Kalau mau menggunakannya, maka Anda harus sadar terhadap efek yang mungkin bisa dialami. Efek tersebut termasuk saat memakai dan bahkan saat sudah lama lepas dari zat tersebut.

Semoga artikel ini membantu memahami masalah narkotika dan kesehatan jiwa.
Salam sehat jiwa



Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri May 22, 2015 4:37 pm

KETIKA ANAK TERPAPAR NARKOBA
Kamis, 21 Mei 2015, 18:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Narkoba menjadi momok yang sangat berbahaya di Indonesia. Salah satu dampak narkoba yang sedang mendapat sorotan adalah orang tua yang menelantarkan anak-anaknya akibat dipengaruhi narkoba. Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Anang Iskandar mengatakan penyalahgunaan narkoba banyak melibatkan orang tua.Anang mencontohkan seperti kasus di Cibubur. Orang tua menjadi konsumsen hingga kecanduan. "Mereka mengalami gangguan kejiwaan, pikiran serta tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menelantarkan anaknya begitu saja," kata Anang di Gedung BNN, Jakarta Timur, Kamis (21/5). Anang menegaskan untuk bersama-sama memerangi narkoba. Anang menjelaskan ada empat juta pelaku penyalahguna narkoba di Indonesia. Menurut Anang, jumlah tersebut sangat fantastis dan menyedihkan. "Bayangkan empat juta penyalahguna narkoba bila tidak segera direhabilitasi, akan berdampak buruk bagi masa depan anak bangsa," ujar Anang. Dalam diskusi penyalahgunaan narkoba dan pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis anak, Anang berharap orang tua dapat dengan sigap memberikan edukasi terhadap anak-anaknya. Anang mengungkapkan dampak dari penyalahgunaan narkoba bagi anak-anak akan menyebabkan perilaku menyimpang serta seks bebas.

"Sangat berbahaya," tegas Anang.

Anang mengatakan cara mencegah pertama dalam keluarga yakni dengan membentengi mereka dengan nilai-nilai dan pendidikan agama yang baik. Selain itu, orang tua juga harus proaktif dalam mencari tahu dan memberikan informasi bahaya bila mengkonsumsi narkoba. Anang menambahkan, bila dalam keluarga ada anak yang mengkonsumsi narkoba, orang tua diharapkan melapor kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Menurut Anang, orang tua harus membantu anaknya untuk direhabilitasi. "Segera dilaporkan untuk kita rehabilitasi, mereka tidak akan kita pidanakan," imbuh Anang. Anang mengimbau kepada orang tua agar tidak menyembunyikan anak-anak mereka yang menjadi pecandu narkoba. Menurut Anang, hal tersebut telah tertera dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika yang berisi bahwa pecandu narkoba wajib direhabilitasi. "Jangan sampai kita tangkap dan pidanakan mereka," tegas Anang. Deputi Rehabilitasi BNN Diah Setia Utami mengatakan pola penyalahgunaan narkoba saat ini bukan hanya milik orang ekonomi menengah ke atas saja. Pengedarnya pun semakin kreatif dan inovatif. Barang haram dikemas menjadi permen atapun kue brownies. ”Jadi siapapun bisa menjadi korbannya, baik itu akademisi, hakim, polisi, bahkan anak-anak sekalipun, tak ada jaminan bahwa pribadi dan keluarganya pasti akan terbebas dari narkoba,” ujar Diah. Diah menambahkan pencanangan gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba merupakan langkah tepat dalam menanggulangi prevalensi pengguna narkoba yang sudah mencapai 4 juta jiwa (data Puslitkes UI dan BNN 2014). Diah juga mengatakan saat ini setidaknya 943.000 orang di antaranya merupakan pecandu. Menurut Diah, masyarakat cenderung tidak peduli terhadap permasalahan narkoba karena masyarakat tidak pernah terlibat ataupun melihat langsung dampak dari penyalahgunaan narkoba bagi korban ataupun keluarganya. Diah menilai masyarakat banyak yang menganggap penyalahguna narkoba merupakan tindakan kriminal yang harus dipenjarakan agar memberikan efek jera. Sedangkan bagi keluarganya, enggan lapor karena takut ditangkap ataupun malu karena dianggap sebagai aib. "Bahkan tak jarang korban penyalahguna ’berobat’ ketika sudah dalam kondisi parah," tutup mantan Ketua Rumah Sakit Ketergantungan Obat tersebut.
Back to top Go down
 
Mengenal Narkoba
View previous topic View next topic Back to top 
Page 10 of 10Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
 Similar topics
-
» mengenal imam tirmidzi
» mengenal rukun islam
» mengenal syiah ismailiyah
» mengenal Allah
» Ga Cuma Daging Babi, Narkoba Juga Halal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: