Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Mengenal Narkoba

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Feb 11, 2013 5:38 pm

MENGAPA DERIVAT "CATHINONE" LEBIH BERBAHAYA?
Penulis : Unoviana Kartika | Senin, 11 Februari 2013 | 15:22 WIB
Kompas.com - Peredaran Methylone yang merupakan turunan atau derivat dari cathinone tak terlepas dari jaringan narkotika internasional yang gencar memasarkan produknya sampai ke Indonesia. Menurut BNN, methylone memiliki sifat yang lebih berbahaya dari cathinone itu sendiri. Menurut Agus Wiyanto, peneliti dari perusahaan farmasi Tempo Group, cathinone sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1920-an. Namun derivatnya relatif masih baru. Saat ini sudah ada beberapa derivat cathinone, selain methynone, antara lain mephedrone, amfepramone, methcathinone, MDPV, dan methedrone. "Derivat cathinone lebih poten daripada cathinone karena lebih mudah masuk ke pembuluh darah," katanya dalam acara jumpa pers di BNN Jakarta, Senin (11/2/13). Melalui strukturnya yang lebih kompleks derivat cathinone dapat lebih mudah berikatan dan darah dan melakukan invasi ke pembuluh darah. Methylone sendiri memiliki efek stimulan yang kuat dan halusinogen, sedangkan pada penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan efek adiksi. "Zat ini dapat meningkatkan suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, dan delusi. Konsumsi dalam dosis besar dapat menyebabkan serangan jantung," terang Agus. Secara alami cathinone terkandung dalam khat (Catha edulis Forsk), tumbuhan semak yang banyak terdapat di Afrika timur dan tengah serta sebagian Jazirah Arabia. Daun khat sejak dulu dikonsumsi dengan cara dikunyah, dibuat jus, atau diseduh seperti teh oleh penduduk di wilayah itu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Feb 11, 2013 5:40 pm

BNN: UU NARKOTIKA PERLU DIROMBAK
Penulis : Unoviana Kartika | Senin, 11 Februari 2013 | 13:40 WIB
Jakarta, Kompas.com - Demi mengantisipasi zat-zat jenis baru yang berpotensi menimbulkan efek adiksi, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan melakukan perombakan Undang-undang (UU) yang berkenaan dengan zat terlarang dengan kalimat hukum yang lebih fleksibel. BNN dalam melakukan hal ini akan bekerja sama dengan Badan Hukum dan Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan. "Tidak efektif jika hanya menulis nama-nama derivat di lampiran UU, karena pasti suatu saat akan ditemukan derivat baru lagi," ujar Kepala Unit Pelayanan Teknis Laboratorium BNN Kuswardani pada wartawan Senin (11/2/2013) di Jakarta. Kalimat hukum yang fleksibel menurut Kuswardani yaitu kalimat yang tidak perlu menyertakan nama dari zat, namun sudah mengandung ketegasan hukum bahwa penyalahgunaan zat yang bersifat adiksi, baik itu narkotika, psikotripika, stimultan, maupun kelompok lainnya adalah dilarang. "Kita harus memutus rantai penyalahgunaan derivat dengan alasan belum diatur di UU," tandas Kuswardani. Selain itu untuk antisipasi jangka panjang, BNN memiliki wacana untuk membentuk semacam organisasi yang mewadahi penelitian-penelitian mengenai perkembangan derivat dari zat-zat adiksi berbahaya. Hal ini dimaksudkan agar instansi pemerintah lebih siap menghadapi kasus-kasus narkotika yang menggunakan zat-zat jenis baru. "Perlu dilibatkan ahli hukum, dokter, farmakolog dalam organisasi kemasyarakatan ini," ujarnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Feb 11, 2013 6:37 pm

BAGAIMANA MEMBEDAKAN SAKAW DAN PAKAW?
SENIN, 11 FEBRUARI 2013 | 05:26 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Akhir Januari lalu Badan Narkotika Nasional menangkap Raffi Ahmad bersama sejumlah temannya. Meski secara hukum Raffi belum resmi dinyatakan bersalah, hasil tes menunjukkan ada zat stimulan baru (katinona) di dalamnya. Banyak orang dekat Raffi menyatakan ketidakpercayaan bahwa presenter itu memakai narkotik atau obat-obatan sejenis. Tapi kerap kali ketidakpercayaan itu bukan merupakan pengingkaran, melainkan murni ketidaktahuan. Pasalnya, tidak semua pemakai narkoba menunjukkan tanda-tanda yang jelas seperti sakaw (sakit karena ketagihan). Atau sebenarnya mereka sudah menunjukkan tanda-tanda jelas kalau pakaw (memakai narkotik) tapi keluarga dan orang dekat yang tidak peka. Menurut psikolog forensik -aplikasi pengetahuan psikologi yang berkaitan dengan hukum, dari United Nations Office of Drugs and Crime (UNODC), Reza Indragiri Amariel, ciri yang dapat diidentifikasi secara kasat mata pada seorang pengguna narkoba adalah perubahan perilaku secara ekstrem. “Perubahan perilaku ini adalah petunjuk pertama yang menjadi dugaan atau syak wasangka seseorang memakai narkoba atau tidak,” kata Reza di rumahnya di Bumi Menteng Asri, Bogor, seperti dilansir Majalah Tempo edisi 11 Februari 2013. Berikut tanda-tanda pakaw menurut Badan Pengawas Obat Amerika Serikat atau Drug Enforcement Administration (DEA).

Fisik:
1. Kesulitan mengingat dan berbicara runut, tidak fokus.
2. Mata sangat sensitif terhadap sinar matahari.
3. Pemakai mariyuana biasanya bermata merah dan pupil menyempit.
4. Ujung jari dan mulut yang memiliki sedikit luka bakar--dapat diduga menggunakan narkoba hisap dengan alat dari metal atau kaca seperti sabu-sabu.
5. Lafal kata-kata agak cadel, berbeda dengan cadel karena bawaan lahir.
6. Sering mimisan--dapat diduga menggunakan narkoba yang dimasukkan melalui hidung seperti kokain.

Perilaku:
1. Perubahan tajam sikap dan perilaku, dari orang yang murung, tenang, atau pendiam, menjadi orang yang ceria, panik, atau banyak bicara. Begitu pula sebaliknya.
2. Perubahan tajam cara berbusana tanpa sebab yang jelas, semisal menggunakan lengan panjang di saat panas terik, dan selalu menggunakan kaca mata padahal sinar matahari atau cahaya lampu tidak begitu terang.
3. Melakukan gerakan berulang seperti mengembuskan napas kuat-kuat diikuti tangan yang menggosok cuping hidung berkali-kali, menggoyangkan rahang atas dan bawah karena merasa getir di lidah.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Feb 12, 2013 5:08 pm

MEROKOK GANJA PICU STROKE
SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 03:52 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Merokok ganja dapat meningkatkan resiko stroke pada orang di bawah usia 55 tahun. Sebuah studi baru di Australia menunjukkan bahwa pasien stroke muda, dua lebih mungkin memiliki ganja yang terdeteksi dalam urin mereka dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami stroke. "Ganja umumnya dianggap memiliki beberapa efek samping yang serius," kata Dr P. Alan Barber, peneliti sekaligus ahli neurolog klinis di Universitas Auckland di Selandia Baru. Namun, penelitian ini hanya menemukan hubungan ganja dan resiko stroke, bukan hubungan sebab akibat. Peneliti juga memperhitungkan usia masing-masing pasien, jenis kelamin dan ras. Barber dan rekan-rekannya menganalisis informasi dari 160 pasien antara usia 18 hingga 55 tahun yang menderita stroke iskemik, terjadi bila pembuluh darah ke otak tersumbat. Selain itu, mereka juga menganalisa penderita dengan serangan iskemik transient atau mini stroke yang disebabkan oleh penyumbatan sementara dari pembuluh darah. Sebagai perbandingan, penelitian ini juga melibatkan 160 orang yang datang ke rumah sakit karena alasan selain stroke. Test urin pasien menunjukkan bahwa 15,6 persen pasien stroke dinyatakan positif menggunakan ganja. Pengguna ganja memiliki ciri penyebab stroke dan penyakit jantung yang mirip dengan non pengguna ganja seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Menurut Barber, penggunaan ganja memiliki efek pada jantung dan pembuluh darah yang membuat kemungkinan terserang stroke. Misalnya, penggunaan ganja meningkatkan resiko aterosklerosis atau penumpukan plak di arteri yang mengurangi aliran darah. "Dan ini meningkatkan resiko stroke," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Wed Mar 06, 2013 10:46 am

PENYALAHGUNAAN ZAT PSIKOAKTIF BARU MENINGKAT
Rabu, 6 Maret 2013 | 09:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS - Penyalahgunaan zat psikoaktif baru yang mengandung kanabinoid sintetis dan katinona sintetis meningkat. Zat-zat psikoaktif baru yang dikenal sebagai legal highs dan designer drugs itu jadi ancaman serius kesehatan publik. Laporan tahunan Badan Pengawasan Narkotika Internasional (INCB) 2012 yang diluncurkan, di Jakarta, Selasa (5/3), menunjukkan, jumlah zat psikoaktif baru yang disalahgunakan naik signifikan di Eropa. Jumlahnya meningkat dari rata-rata 5 jenis per tahun pada 2000 dan 2005 menjadi hampir 10 kali lipat dari jumlah itu pada 2011. Hampir setiap minggu ada zat baru. Menurut Direktur Pusat Informasi Perserikatan Bangsa- Bangsa (UNIC) Michele Zaccheo, zat-zat psikoaktif baru yang beredar diperkirakan ribuan. Zat-zat itu mudah diperoleh di internet. INCB menyerukan agar negara menindak tegas terhadap produksi, pengedaran, dan penyalahgunaan zat-zat yang membahayakan kesehatan publik. Menurut Michele, INCB mendesak pemerintah agar membentuk mekanisme pemantau zat-zat psikoaktif baru di pasar gelap, termasuk sistem peringatan dini. Selain itu, juga mendesak tindakan terpadu negara-negara mencegah pembuatan, perdagangan, dan penyalahgunaan zat-zat itu. INCB menekankan pentingnya berbagi tanggung jawab dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya di dunia. ”Berbagi tanggung jawab dimaksud bukan hanya kerja sama antarpemerintah antarnegara, melainkan juga kerja sama intrapemerintah dalam satu negara,” kata Michele. Deputi Direktur Bidang Kejahatan Transnasional Kementerian Luar Negeri Indonesia Spica Tutuhatunewa mengatakan, berbagi tanggung jawab merupakan tema besar laporan tahunan INCB tahun 2012. ”Negara besar sekalipun tidak akan pernah berhasil memerangi narkoba sendirian,” ujarnya. Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Pemerintah Thailand dalam memerangi narkoba. Kerja sama itu menangkap pengedar narkoba beserta barang bukti yang masuk ke Indonesia dari Thailand ataupun sebaliknya. Pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan Pemerintah Thailand untuk memberantas tanaman ganja di Aceh. ”Masyarakat Aceh diminta mengganti tanaman ganja dengan tanaman produktif lainnya,” katanya. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mengembangkan perjanjian kerja sama dengan sebanyak mungkin negara untuk memberantas peredaran narkoba. Pemerintah juga mencoba menerapkan program pemberantasan narkoba yang telah berhasil dilakukan di negara lain. Meski demikian, kasus narkoba di Indonesia masih tinggi. Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama Badan Narkotika Nasional Bali Moniaga mengatakan, prevalensi pengguna narkoba 2,2 persen atau 3,7 juta-4,7 juta jiwa dari total penduduk. (K08)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Wed Mar 06, 2013 5:44 pm

GANJA, JENIS NARKOBA PALING POPULER DI INDONESIA
Maya Sofia, Stella Maris Rabu, 6 Maret 2013, 12:17 WIB
VIVAlife - Penyalahgunaan narkoba semakin meningkat pesat di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2012, diperkirakan ada sekitar 26.458 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari angka tersebut, sebanyak 17.620 adalah kasus narkotika, 1.599 zat psikotropika, dan 7.239 zat adiktif. "Penyalahgunaan obat-obatan ini banyak terjadi pada kisaran usia mulai dari 20 hingga 40 tahun. Paling banyak mereka tercatat menggunakan ganja dan shabu," kata Deputi Hukum dan Kerjasama BNN, Bali Moniaga, saat ditemui di Menara Thamrin, Jakarta Pusat. Saat ini, ganja tercatat sebagai narkotika terpopuler di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dirjen Kejahatan Terorganisir Transnasional Kemenlu, Spica Tutuhatunewa, mengatakan, ganja populer karena lebih mudah diolah. "Ganja dari daun mentah yang dikeringkan saja sudah dapat digunakan, tak perlu diolah lebih jauh seperti opium," ujar Spica saat dihubungi VIVAlife, Selasa, 5 Maret 2013. Berdasarkan laporan tahunan Dewan Pengawas Narkotika Internasional (INCB) kawasan Asia dan Afrika, ganja juga masih menjadi narkoba yang ditanam, diedarkan dan disalahgunakan secara luas. "Tanaman ganja, koka, dan opium sebenarnya digunakan untuk kebutuhan medis dan penelitian. Namun kalau untuk kegiatan lain atau dikenal dengan istilah recreational use, apalagi untuk diproduksi, diperdagangkan, itu semua dilarang," kata Spica.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Sun Mar 10, 2013 7:00 pm

INILAH SERANGKAIAN PROSES DETOKSIFIKASI BAGI PECANDU NARKOBA
Suherni - detikHealth Kamis, 07/03/2013 18:30 WIB
Jakarta, Narkoba bisa mengintai siapa saja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bermula dari coba-coba, seseorang bisa menjadi pencandu narkoba. Untuk menyembuhkan para pecandu narkoba ini, proses detoksifikasi bisa dilakukan. "Kita semua sepakat bahwa narkoba itu seperti gunung es, di permukaan kecil, di bawah permukaan besar. Dalam berbagai penelitian di Indonesia juga disebutkan angka sebenarnya 10 kali lipat dari angka yang tercatat. Jadi kalau angkanya 5 juta maka angka sebenarnya 50 juta," tutur Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari. Hal itu disampaikan dia saat simposium bertajuk 'Perkembangan Terkini Penyalahgunaan Napza di Masyarakat Perkotaan' di Auditorium RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Jl Prof Dr Latumenten No 1, Jakarta Barat, dan ditulis pada Kamis (7/3/2013). Berbagai gangguan mental dan perilaku akibat mengonsumsi narkoba atau napza antara lain meninggalkan ibadah, meninggalkan rumah (minggat), seks bebas, tindak kriminal (mencuri barang), prestasi belajar merosot (drop out), suka berkelahi, dan sebagainya. Hal ini tentu sangat merugikan, bukan hanya pecandu melainkan juga keluarga. "Apabila orang tua memperhatikan perilaku putra-putrinya mengalami gangguan mental dan perilaku seperti itu, kemungkinan besar terkena narkoba. Maka segeralah berkonsultasi" ujar Prof Dadang. Untuk menghindari hal ini, kemudian diberlakukan metode BPSS (bio-psiko-sosial-spiritual, WHO 1984) yang merupakan sebuah sistem terpadu terapi medis, psikologis, sosial dan agama. Terapi yang diberikan ini bersifat holistik, yakni:

Terapi medik
a. Diberikan jenis obat antipsikotik yang ditujukan terhadap gangguan sistem neuro-transmitter susunan saraf pusat (otak).
b. Diberikan pula analgetika non opiat (obat anti nyeri yang tidak mengandung opiat atau turunannya atau golongan NSAID), tidak diberikan obat-obatan yang bersifat adiktif.
c. Diberikan obat antidepresi.
d. Bila ditemukan komplikasi pada organ paru, lever dan lainnya, diberikan obat sesuai dengan kelainan dari organ tersebut (terapi somatik)

Terapi psikiatrik/psikologik
Selain diberikan obat di bidang psikiatri yaitu golongan anti psikotik dan anti depresi tersebut, juga diberikan konsultasi psikiatrik atau psikologik kepada yang bersangkutan dan keluarganya.

Terapi sosial
Menjaga lingkungan dan pergaulan sosial.

Terapi agama
Diberikan sesuai dengan keimanan masing-masing untuk menyadarkan bahwa naza haram hukumnya dari segi agama maupun UU. Prinsipnya adalah berobat dan bertobat sebelum ditangkap, berobat dan bertobat sebelum maut menjemput. Metode detoksifikasi ini dapat dilakukan di rumah maupun di rumah sakit umum. Bila dirawat di rumah selain obat yang harus diminum sesuai dengan petunjuk dokter, pasien tidak boleh keluar rumah, tidak boleh bertemu dengan teman, tidak menelepon dan menerima telepon, tidak boleh merokok dan dijaga oleh keluarga. Bila dirawat di rumah sakit selain obat yang harus diminum sesuai dengan petunjuk dokter, pasien harus ditunggu oleh keluarga. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar tidak ada teman atau orang lain yang menengok, agar dapat dicegah masuknya napza ke kamar pasien termasuk rokok. Metode ini memakai sistem blok total (abstinentia totalis), artinya pasien tidak boleh lagi menggunakan naza atau turunannya atau sintesanya. Untuk menghilangkan gejala putus zat (withdrawal symptoms atau sakaw) digunakan obat-obat penawar, bukan substitusi (pengganti). "Jika semua proses ini sudah selesai baru direhabilitasi. Jadi sebelum direhabilitasi diterapi dahulu, didiagnosa apakah narkoba atau minuman keras. Tidak bisa jika langsung direhabilitasi, sebab program di komputer otak belum di-delete atau dihapus," terang Prof Dadang. Kekhawatiran akan kekambuhan pecandu narkoba yang sudah didetoksifikasi pasti ada. Jika pecandu narkoba mengalami kekambuhan, hindari pergaulan dengan teman-teman pemakai. Kalau timbul sugesti (craving) atau stres (frustasi), maka segeralah ke dokter jangan ke bandar.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri Mar 15, 2013 7:51 pm

STRES PICU KECANDUAN NARKOBA
Jum'at, 15 Maret 2013 | 13:04 WIBIlustrasi -- MI/Rommy PujiantoTERKAIT
Metrotvnews.com: Beberapa peneliti di Korea Selatan menemukan hubungan antara stres dan kecanduan narkoba. Menurut mereka, kecanduan narkoba menguat ketika seseorang berada di bawah tekanan. Orang yang pernah mengalami kecanduan narkoba juga berpeluang terjebak lagi di tempat yang sama ketika mengalami stres. Namun, Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi menyebutkan hubungan antara stres di lingkungan kerja dengan kecanduan yang berulang belum diverifikasi. Di dalam studi terbaru yang dilakukan pihak kementerian, tim ilmuwan dari Seoul National University dan Korea University telah mengonfimasi bahwa dopamine receptor D2 menyebabkan mutasi synapses di bawah pengaruh narkoba seperti kokain. Synapse adalah mekanisme yang memungkinkan neuron atau sel syaraf di otak melalui sinyal kimia atau elektrik ke neuron lain. Efek DRD2 pada kecanduan yang berulang diuji di laboratorium di mana ada sekelompok tikus percobaan yang normal dan sekelompok tikus yang kekurangan DRD2 yang kecanduan kokain untuk pertama kali dan ada di bawah tekanan. Tikus normal ditemukan rentan kecanduan lagi ketimbang tikus yang kekurangan DRD2. "Studi ini signifikan. Stres dapat menyebabkan kecanduan yang berulang," kata ketua tim peneliti dari Korea University, Profesor Ja-hyun. (Korea Herald)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Mar 19, 2013 3:52 pm

MENKES PASTIKAN CATHINONE TELAH DIATUR DI UU PSIKOTROPIKA
Laporan: Rabu, 30 Januari 2013 | 15:26 WIBANTARA/Fanny Octavianus/TERKAIT
Metrotvnewsw.com, Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi menyatakan penggunaan zat cathinone sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 35/ 2009 tentang Psikotropika kendati zat tersebut tergolong jenis obat baru. Oleh karena itu, pengguna zat tersebut otomatis dapat dijerat hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. "Walau tidak disebut secara khusus, cathinone sebetulnya sudah diatur dalam UU Psikotropika berdasarkan sifatnya yang adiktif dan merusak," kata Menkes disela acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Kependudukan dan KB di Jakarta, Rabu (30/1). Menkes menduga jenis narkotika yang dipakai Raffi Ahmad dan beberapa rekannya pekan lalu merupakan derifat cathinone. Artinya, bahan kimia tersebut sudah mengalami sintesa lebih lanjut sehingga menimbulkan efek candu lebih lama. Kendati telah mendapat sintesa lebih jauh, kata Menkes, tetap saja turunan zat, sifat adiktif, dan dampak kerusakannya yang mengganggu susunan syaraf pusat sama dengan narkotika yang telah diatur dalam UU Psikotropika. Oleh karena itu Menkes menekankan sifat industri narkotik sama dengan industri farmasi yang legal, yaitu akan selalu melakukan inovasi baru agar produknya lebih laku. Sebelumnya Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Antonia Retno Tyas Utami mengatakan cathinone merupakan jenis narkotika yang tidak memiliki efek terapi pengobatan. Sementara itu, Kepala BPOM Lucky S Slamet menyebutkan cathinone merupakan zat baru psikotropika yang diekstrak dari tumbuhan catha edulis yang banyak ditemukan di negara pecahan Uni Soviet, Azerbaizan. (Tlc/OL-01)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Jun 04, 2013 4:27 pm

JENIS NARKOBA BARU MENGINTAI KITA
Senin, 03 Juni 2013 | 19:06 WIBIstTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Produsen narkoba mencoba meracik dan menciptakan jenis narkoba baru. Buktinya, ditemukannya jenis narkoba baru sintetik katinon. Jenis baru tersebut merupakan turunan dari katinon. Turunan lain, seperti metilon dan metodron, juga sudah ditemui. Sedangkan jenis kratom, merupakan jenis narkoba yang berasal dari tanaman mitragaenaspesiosa. Efeknya sama dengan opiat, yang memiliki stimulan seperti kokain. Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar, motif terciptanya jenis narkoba baru tersebut adalah untuk menghindari Undang-Undang. Hingga 2013, telah terjadi peningkatan drastis pengguna narkoba di Indonesia. Hal tersebut, menurut Anang, karena proses rehabilitasi yang belum maksimal. Hanya 18 ribu pengguna narkoba di Indonesia yang sembuh setelah direhabilitasi jalam jangka waktu satu tahun. Namun, jumlah itu masih sangat kecil jika dibandingkan dengan pengguna narkoba baru yang harus direhabilitasi setiap tahunnya. Maka, tidak heran jika pengguna narkoba menjadi 4,7 juta orang pada 2013. Langkah awal untuk mengurangi angka tersebut, adalah dengan merubah paradigma. Bahwa pengguna narkoba bukan pelaku, tetapi seseorang yang perlu disembuhkan. Keluarga dan lingkungan, harus menyadari pentingnya rehabilitasi. Penegakan hukum juga penting dalam pemberantasan narkoba. Namun, hal itu harus diimbangi dengan penyembuhan konsumen. Sehingga produsen bangkrut dan harus dihukum. Indonesia harus dapat mengejar Thailand dan negara-negara Asia lainnya, yang sudah lebih dulu menemukan banyak jenis narkoba baru dan telah dibukukan dalam uUndang-Undangnya. (Tantyo Satria Wibowo)
Back to top Go down
 
Mengenal Narkoba
View previous topic View next topic Back to top 
Page 9 of 10Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
 Similar topics
-
» mengenal imam tirmidzi
» mengenal rukun islam
» mengenal syiah ismailiyah
» mengenal Allah
» Ga Cuma Daging Babi, Narkoba Juga Halal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: