Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Mengenal Narkoba

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Wed Jan 30, 2013 2:02 pm

KOKAIN, OBAT PENYERANG JANTUNG YANG SEMPURNA
KAMIS, 08 NOVEMBER 2012 | 05:14 WIB
TEMPO.CO , Jakarta--Kokain adalah obat untuk serangan jantung yang sempurna. Sebuah studi mengungkap pengguna kokain mempunyai risiko tinggi terkena serangan jantung ketimbang mereka yang tidak mengkonsumsi. Studi yang dilakukan peneliti Australia menemukan pengguna kokain untuk tujuan rekreatif (bersenang-senang) mempunyai tekanan darah lebih tinggi, pembuluh darah lebih kaku, dan otot jantung lebih tebal dibanding bukan pengguna. Semua itu bisa menyebabkan serangan jantung. Studi ini adalah yang pertama mendokumentasikan ketidaknormalan masalah kardiovaskuler pada pengguna kokain yang kelihatannya sehat setelah dampak langsung penggunaan kokain lama memudar. Kokaina merupakan narkotika dari senyawa alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca. Untuk tujuan medis, kokain digunakan sebagai anastetik lokal saat pembedahan. Nama jalanan kokain kadang disebut sebagai koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Penyalahgunaan biasanya dilakukan dengan cara menghirup serbuk kokain dengan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff.

Dalam studinya peneliti menggunakan alat magnetic resonance imaging (MRI). Ini digunakan untuk menghitung pengaruh kokain pada 20 orang dewasa yang kelihatannya sehat dan mereka adalah pengguna kronis zat berbahaya tersebut. Hasil MRI dari pengguna kokain ini lalu dibandingkan dengan hasil pemindaian MRI dari 20 orang bukan pengguna kokain. Hasilnya, para pengguna kokain mempunyai nilai sejumlah faktor yang diasosiasikan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Sejumlah faktor tersebut adalah tingkat tekanan darah tinggi, pembuluh darah, dan ketebalan otot jantung. Peneliti menemukan pengguna kokain mempunyai peningkatan kekakuan aorta 30-35 persen, tekanan darah lebih tinggi, dan 18 persen lebih tebal pada dinding ventrikel jantung sebelah kiri.

"Kami berulang kali melihat orang muda menderita serangan jantung yang masif yang terkait dengan penggunaan kokain," kata kepala peneliti Dr Gemma Figtree sebagaimana dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (6/11). "Meskipun mereka adalah profesional berpendidikan baik, tapi mereka tidak memiliki pengetahuan akan konsekuensi kesehatan pada penggunaan kokain. Ini (kokain) adalah obat serangan jantung yang sempurna," lanjut Gemma. Gemma, guru besar kedokteran pada Sydney Medical School University of Sydney, mengatakan efek kombinasi dari pembekuan darah yang besar, peningkatan tekanan jantung, dan penyempitan pembuluh darah akan menempatkan pengguna kokain pada risiko besar terkena serangan jantung spontan. Gemma dan koleganya di Sydney's Royal North Shore Hospital merekrut pengguna kokain dengan tujuan rekreatif (sebanyak 17 pria dan tiga wanita berusia rata-rata 37 tahun) yang diketahui menggunakan kokain sekurangnya sekali dalam sebulan dalam satu tahun terakhir. Partisipan melengkapi daftar pertanyaan yang menjelaskan kebiasaan mereka, faktor risiko penyakit kardiovaskuler, dan status sosial ekonomi. Setidaknya 48 jam setelah penggunaan kokain terakhir, partisipan diperiksa tekanan darah dan dilakukan pemeriksaan MRI jantung. "Pembuluh darah yang kaku diketahui berasosiasi dengan peningkatan tekanan darah sistolik. Akibatnya, jantung bekerja lebih keras, dan dinding jantung jadi lebih tebal," ungkap Gemma.


Last edited by gitahafas on Sun Feb 03, 2013 8:17 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Thu Jan 31, 2013 10:04 am

CANDU CATHINONE BERUJUNG KEMATIAN
Rabu, 30 Januari 2013 | 15:04 WIBTERKAIT
Metrotvnews.com: Candu yang terkandung dalam zat Cathinones dapat mengakibatkan kematian. Zat tersebut ditemukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah melakukan tes urine pada dua orang yang digerebek di rumah artis papan atas Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Senyawa itu berasal dari ekstrak pohon khat atau Catha edulis yang tumbuh subur di Afrika serta Semenanjung Arab. Sejak ribuan tahun silam, mengunyah daun khat merupakan kebiasaan sosial warga di dua wilayah itu. Efek stimulan daun khat mirip dengan amfetamin dan kokain, yaitu menimbulkan perasaan gembira serta aktif. Tapi Journal of American Heart menunjukkan senyawa itu memiliki risiko dan dampak buruk yang tinggi. Mulanya, pecandu akan merasa gelisah, kehilangan nafsu makan, dan berat badan menurun. Bila kebiasaan itu tak dihentikan, pecandu akan terancam serangan stroke, gagal jantung, hingga akhirnya meninggal. Celakanya, bukan menyusut, kebiasaan itu justru menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Serikat. Jumlah pemakainya di dunia diperkirakan mencapai lebih 20 juta orang. Pendistribusiannya biasanya dalam bentuk daun khat kering. Lantaran efek negatifnya, Eropa dan Amerika Serikat memasukkan Cathinones serta turunannya dalam Undang-undang Pemberantasan Narkotika. Penyebarannya dilarang dan ilegal. Lalu bagaimana dengan Indonesia? (RRN)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Thu Jan 31, 2013 10:38 am

BNN: ZAT BARU ITU BISA MERUSAK SARAF
Penulis : Firly Anugrah Putri | Rabu, 30 Januari 2013 | 14:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Zat baru yang ditemukan dalam kasus narkoba Raffi Ahmad cs merupakan zat turunan dari senyawa cathinone yang sudah dilarang di negara lain termasuk di Amerika Serikat. Zat ini berbahaya karena dapat merusak sistem saraf pusat dan mempengaruhi perilaku seseorang. Hal itu disampaikan Kepala Humas Badan Narkotika Nasional Kombes Sumirat Dwiyanto di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (30/1/2013). Sumirat menjelaskan, zat turunan bernama 3,4-methylenedioxy-N-methylcathinone atau methylone ini merupakan hasil dari sintesa cathinone yang awalnya dilakukan sintesa dengan mengubah gugus-gugus dalam zat kimia tersebut, sehingga terjadi peningkatan lebih tinggi dari zat sebelumnya. Hal itu akan berdampak pada daya rusak khususnya terhadap susunan saraf pusat dan mempengaruhi susunan saraf pusat secara berlebihan. "Jadi, zat tersebut bisa mempengaruhi atau mengakibatkan seseorang sesuai dengan sifatnya yaitu stimulansia, keadaan seseorang akan bisa mengakibatkan dia melakukan euforia yg berlebihan dan sifat yang halusinogen, pasti akan mempengaruhi susunan sarat pusat orang tersebut. Itu kita khawatirkan karena kekuatan zat itu lebih dari yang lain," ujar Sumirat kepada para wartawan. Menurutnya, selain menimbulkan euforia berlebihan, zat turunan cathinone ini juga dapat memicu terjadinya halusinasi dan perubahan-perubahan atau gangguan pada panca indera. Misalnya, terjadi mispersepsi pada indera penciuman, atau juga bisa terjadi gangguan-gangguan lain seperti paranoid.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri Feb 01, 2013 12:40 pm

"MAGIC MUSHROOM" TERMASUK JENIS NARKOBA
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Jumat, 1 Februari 2013 | 10:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejenis jamur yang tumbuh di kotoran hewan atau yang biasa disebut mushroom, magic mushroom atau psilocybin mushroom, termasuk dalam narkotika golongan I yang diatur dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Oleh karena itu, siapapun yang menyalahgunakan jamur ini baik penjual atau pengguna dapat dipidana. Pakar Kimia-Farmasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Mufti Djusrin mengungkapkan, dalam undang-undang, magic mushroom atau jamur ajaib ini termasuk di dalam zat aktif bernama psilosibina. Zat itu masuk ke dalam narkotika jenis alamiah atau yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan alami. "Itu termasuk narkotika golongan satu. Memang orang banyak belum mengira bahwa itu adalah jenis narkotika, makanya saya tegaskan itu," ujar Mufti saat berbincang dengan Kompas.com di gedung BNN, Kamis (31/1/2013) malam. Serupa dengan jenis narkotika lainnya, efek negatif yang ditimbulkan jika mengonsumsi jamur ini adalah memiliki halusinasi tingkat tinggi sesuai dengan situasi psikologisnya saat mengonsumsinya. Sang pengguna bahkan tidak dapat menyadari apa yang dilakukannya salah atau benar di mata orang lain. Kondisi ini lah yang memicu beragam tindakan menyimpang lainnya.

Secara kimia, Mufti menjelaskan, jika seseorang mengonsumsi jamur ini, zat aktif yang ada di dalam barang tersebut langsung menyerang sel di otak. Jika dalam tahap yang signifikan, kondisi itu bisa menyerang syaraf dan mengakibatkan kinerja otak menjadi lebih lamban dari sebelumnya. "Zat ini menyerang sel-sel atau gelembung di dalam otak yang memiliki kemampuan menyerap oksigen. Jadi, otak tidak bisa menyerap oksigen dengan sempurna sehingga akhirnya mengakibatkan lambannya kerja otak," lanjutnya. Berdasarkan pengamatannya selama ini, jamur yang proses pengolahannya berbeda dengan jamur untuk konsumsi biasa sudah banyak beredar di kota-kota besar di Indonesia. Beberapa kota tersebut antara lain Jakarta, Bali, Jogjakarta serta Surabaya. "Kalau soal peraturan ya saya serahkan ke penegak hukum. Saya hanya menjelaskan secara kimia, ini adalah narkotika, ya otomatis pasti menjadi tindak pidana," lanjutnya. Menurut beberapa literatur, magic mushroom ini mengandung zat psylocibine atau zat sejenis alkoholid (nitrogen yang ditemukan dalam alam). Berbeda dengan jamur konsumsi, jamur jenis ini tumbuh di atas permukaan kotoran kerbau atau sapi dan memiliki bau yang menyengat. Jamur ajaib yangjuga kerap disebut jamur penghayal ini diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu. Pasalnya, sebuah penelitian menemukan seorang dukun di Siberia menggunakan salah satu jenis dari jamur penghayal tersebut sebagai media untuk membuka pintu yang menghubungkan mereka dengan Sang Pencipta.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri Feb 01, 2013 12:43 pm

"CATHINONE", DARI TUMBUHAN SAMPAI ZAT SINTETIS
Rabu, 30 Januari 2013 | 14:28 WIB Oleh ATIKA WALUJANI MOEDJIONO
KOMPAS.com - Cathinone menjadi perbincangan setelah tujuh orang ditahan usai penggerebekan di rumah seorang artis di Jakarta Selatan. Dua orang di antaranya terindikasi mengonsumsi derivat dari cathinone, yakni 3,4-methylenedioxy-N-methylcathinone. Zat sintetis itu juga dikenal sebagai methylone. Cathinone, S(-)-alpha-aminopropiophenone, merupakan zat yang konfigurasi kimia dan efeknya mirip dengan amfetamin. Demikian laporan Kalix P dari Fakultas Farmakologi, Universitas Geneva, Swiss, dalam publikasi Pharmacology and Toxicology, edisi Februari 1992. Secara alami cathinone terkandung dalam khat (Catha edulis Forsk), tumbuhan semak yang banyak terdapat di Afrika timur dan tengah serta sebagian Jazirah Arabia. Daun khat sejak dulu dikonsumsi dengan cara dikunyah, dibuat jus, atau diseduh seperti teh oleh penduduk di wilayah itu. Adapun cathinone sintetis, sebagaimana disebut dalam situs European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), berbentuk serbuk kristal putih atau kecoklatan, kadang-kadang dikemas dalam kapsul. Zat itu juga ditemui dalam bentuk tablet sebagai pengganti pil ekstasi. Cara penggunaan biasanya dihirup, ditelan, atau disuntikkan setelah dicampur air. Di banyak negara, khat bukan barang terlarang meski penggunaannya dikontrol di beberapa negara Eropa. Adapun cathinone dimasukkan sebagai golongan I Konvensi PPB untuk Zat-zat Psikotropika Tahun 1971. Cathine yang juga terdapat dalam khat masuk golongan III, sedangkan cathinone sintetis, yakni amfepramone dan pyrovalerone masuk golongan IV konvensi itu. Cathinone yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai katinona tercantum dalam Lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada daftar narkotika golongan I.

Stimulan
Al Bachri Husein, pengajar di Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, yang dihubungi pada Selasa (29/1/2013) menyatakan, sejak tiga tahun atau empat tahun lalu ia sudah menangani gejala klinis akibat cathinone. Artinya, zat itu sudah lama ada di Indonesia. ”Cathinone merupakan zat stimulan untuk sistem saraf pusat yang banyak digunakan sebagai club drug atau party drug,” katanya. Menurut Al Bachri, zat yang dibuat di laboratorium klandestin itu digunakan untuk ”membuat orang senang menjadi lebih senang”. Yang dirangsang adalah ujung-ujung saraf. Efek mirip amfetamin itu menimbulkan rasa gembira, meningkatkan tekanan darah, kewaspadaan, serta gairah seksual. Namun, hal itu bisa diikuti dengan depresi, mudah terganggu, anoreksia, dan kesulitan tidur. Semula, demikian EMCDDA, cathinone sintetis digunakan sebagai obat. Amfepramone dan pyrovalerone digunakan sebagai obat pengurang nafsu makan. Adapun bupropion yang bersifat antidepresan digunakan untuk orang yang ingin berhenti merokok. Namun, sejak pertengahan tahun 2000-an, derivat cathinone ilegal beredar di pasar zat rekreasi di Eropa. Zat yang banyak ditemukan adalah mephedrone dan methylone. Methylone digolongkan sebagai zat yang dikontrol di Denmark, Irlandia, Romania, dan Swedia, bersama sejumlah derivat cathinone lain. Jenis-jenis cathinone sintetis makin banyak beredar mulai tahun 2009.

Merusak kesehatan
Laporan mengenai keracunan dan bahaya bagi kesehatan akibat penggunaan cathinone sintetis menyebabkan zat tersebut menjadi isu kesehatan masyarakat dan keamanan yang serius di Amerika Serikat. Dalam situs National Institute on Drug Abuse dilaporkan, efek cathinone mirip amfetamin dan kokain. Zat itu merangsang peningkatan kadar neurotransmitter (zat pengantar impuls saraf) dopamin yang menimbulkan rasa gembira dan meningkatkan tenaga. Efek lain adalah peningkatan kadar norepinefrin meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Namun, pengguna bisa mengalami halusinasi akibat peningkatan kadar serotonin. Akibat buruk lain adalah dehidrasi, kerusakan jaringan otot, dan gagal ginjal yang berujung pada kematian. ”Penggunaan cathinone dalam jangka lama dan berlebihan menyebabkan kerusakan sel otak. Akibatnya, orang menjadi paranoid dan berhalusinasi. Gejala yang lebih ringan, pengguna merasa lemas jika tidak mengonsumsi,” kata Al Bachri. Psikiater Danardi Sosrosumihardjo menyatakan, cathinone sintetis bukan diekstrak dari daun khat, melainkan disusun dari zat-zat prekursor. Jika cathinone alami merupakan stimulan potensi rendah, bahkan lebih ringan dari alkohol dan tembakau, tidak demikian dengan zat sintetisnya. ”Tujuan pembuatan sintetis dari cathinone adalah memperkuat efek serta menghindari aturan hukum,” ujar Danardi. Menurut National Institute on Drug Abuse, pada Juli 2012, cathinone sintetis, yaitu pyrovalerone dan mephedrone, dinyatakan sebagai zat ilegal bersama sejumlah zat sintetis lain. Meski UU yang baru ditandatangani Presiden Barack Obama itu melarang zat-zat kimia yang analog dengan zat tersebut, diramalkan para pembuat akan merancang derivat baru yang cukup berbeda untuk menghindari jerat hukum. Sebagai contoh, saat mephedrone dilarang di Inggris tahun 2010, segera muncul zat kimia disebut naphyrone untuk menggantikannya. Zat itu dijual dengan istilah ”jewelry cleaner” dengan merek Cosmic Blast. Pemerintah Indonesia bisa belajar dari pengalaman negara lain.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri Feb 01, 2013 7:09 pm

JIKA TEMAN POSITIF NARKOBA, ANDA BISA LAKUKAN INI
Gita Ramadian - Okezone - Jum'at, 1 Februari 2013 16:52 wib
SAAT orang terdekat Anda diketahui memakai narkoba, sahabat dapat menjadi penolong yang tepat. Hal ini sebagaimana yang kini dialami presenter ternama Raffi Ahmad. Presenter kondang Raffi Ahmad dikabarkan positif menggunakan narkoba. Hal ini tentu saja akan membawa dampak besar pada kehidupan dan kariernya. Sebagai salah seorang sahabat, Olga Syahputra tentunya dapat memberi pertolongan dan dukungan di saat krisis semacam ini. Seperti apakah bantuan yang dapat diberikan pada sahabat yang menggunakan narkoba? Berikut ini bocorannya, seperti dilansir Wikihow.

Sadarkan
Pertama dan terpenting, teman Anda harus menyadari jika penggunaan narkoba merupakan sebuah masalah. Tanpa adanya kesadaran, maka tak ada solusi yang dapat dicapai.

Ambil sikap
Satu-satunya yang dapat menghentikan kecanduan adalah dirinya sendiri. Terkadang, orang dapat termotivasi dari sebuah kesenangan maupun rasa sakit. Dengan mengetahui apa yang melatarbelakangi kecanduan sahabat, Anda dapat fokus untuk membantunya.

Minta pertolongan
Kecanduan yang berat dan dalam jangka waktu lama, akan membutuhkan bantuan profesional. Anda dapat membantunya dengan membawanya ke klinik kecanduan narkoba, dan menciptakan lingkungan yang baik untuk kesembuhannya.

Jadilah pendukung positif
Biarkan teman tahu, jika Anda selalu ada untuknya. Bantulah teman untuk tetap fokus pada tujuannya lepas dari narkoba. Kembalikan kebiasaan baik yang dilakukannya sebelum menggunakan narkoba. Selain itu, jangan abaikan saat teman Anda tergelincir lagi. (tty)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Sun Feb 03, 2013 7:24 am

3 CARA DINI KENALI PENGGUNA NARKOBA
Wuri Handayani, Rizky Sekar Afrisia Rabu, 30 Januari 2013, 08:51 WIB
VIVAlife - Jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus bertingkat setiap tahunnya. Berdasarkan catatan BNN, saat ini sekitar tujuh persen atau 300 ribu penduduk Jakarta menjadi pengguna obat-obatan terlarang tersebut. Ciri fisik pengguna memang terlihat samar, namun sebenarnya Anda dapat mengenalinya dengan pengamatan lebih jeli. Menurut Kusman Suriakusumah, Deputi Rehabilitasi BNN, terdapat tiga poin penting untuk mengenali pemakai narkoba secara dini.

1. Perubahan Perilaku
Ciri pertama dapat dilihat dari perubahan perilaku. Kusman menjelaskan adanya dua efek dalam narkoba, yakni stimulan dan depresan. Setelah menggunakan narkoba, perilaku pemakai akan berubah sesuai efeknya. "Kalau memakai depresan, yang tadinya periang bisa jadi pendiam, atau tiba-tiba menyendiri." Sebaliknya dangan stimulan, zat ini akan mengubah perilaku orang yang tadinya pendiam menjadi sangat aktif. Tentu saja, yang bisa mengetahui perubahan perilaku itu hanyalah orang terdekat. Karenanya, Kusman menekankan pentingnya perhatian orang dekat, seperti keluarga dan sahabat. Saat orang tua mengetahui perubahan sikap yang terjadi pada anaknya, diharapkan mereka memberi perhatian lebih dan bisa mencegah sang anak kecanduan lebih jauh. Perubahan perilaku atau psikomotor ini bisa langsung terjadi setelah pemakaian narkoba, tak perlu menunggu sampai beberapa hari.

2. Gaya Berbicara
Ciri kedua menurut Kusman, adalah perubahan proses berpikir yang bisa terlihat dari cara berbicara. Pemakai narkoba dengan efek stimulan akan berbicara lebih banyak dan berapi-api padahal biasanya pendiam, begitupula sebaliknya.

3. Emosi Tidak Stabil
Narkoba banyak mempengaruhi kondisi emosional pemakainya. Cirinya hampir
sama dengan perubahan perilaku sebelumnya. "Pengguna bisa jadi lebih riang jika memakai stimulan dan selalu terlihat sedih bisa menggunakan depresan," papar Kusman saat ditemui VIVAlife di kantor BNN.

Selain ketiga ciri ini, Kusman juga menjelaskan adanya perubahan fisik pengguna, sebagai deteksi. Narkoba dengan efek stimulan membuat mata lebih berbinar. Sedangkan narkoba dengan efek depresan membuat pupil mata menyempit. Namun perubahan ini baru akan terlihat setelah seseorang beberapa kali mengkonsumsinya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Sun Feb 03, 2013 7:27 am

BEGINILAH PROSES DETOKSIFIKASI PECANDU NARKOBA
RABU, 30 JANUARI 2013 | 12:35 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Laurentius Panggabean mengatakan ada dua cara detoksifikasi bagi para pecandu narkoba. Detoksifikasi adalah proses membuang racun dari dalam tubuh seorang pecandu, bagian dari rehabilitasi. "Yang pertama rapid detoksifikasi atau detok dengan cara cepat," kata dia saat ditemui Tempo di kantornya di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 29 Januari 2013. Menurut Lauren, rapid detoksifikasi cukup ampuh karena racun hilang dalam waktu dua sampai tiga hari. Hanya saja, cara ini cukup "menyiksa" pasien. Pertama, mereka akan disuntik obat yang bernama Naltrekson. Efek sampingnya, pasien akan merasa kesakitan. Bahkan, sakit yang dirasakan tetap terasa meski sudah dibius. "Pasien bahkan harus diikat karena meronta dan teriak-teriak," ujarnya. Hanya rumah sakit tertentu saja yang menggunakan cara ini. "Harus ada dokter anestesi," kata Lauren menambahkan. Cara kedua adalah "natural detokifikasi". Cara inilah yang digunakan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta. "Lebih halus karena racun dikeluarkan sendiri," ujar dokter spesialis kejiwaan ini. Lauren menjelaskan, di hari pertama ditempatkan di ruang detok, pasien akan merasa kesakitan atau istilahnya sakau. Proses berlanjut hingga hari keempat, yang menjadi puncak kesakitan. Pada tahap ini rumah sakit akan memberi obat penenang. Memasuki hari kelima, rasa sakitnya mulai menurun. Umumnya pasien benar-benar bersih pada hari kesepuluh. "Tapi ada juga yang sampai dua minggu," katanya. Semua pecandu narkoba yang disembuhkan harus melalui proses ini. Alasannya, agar tubuh bisa membentuk antibodi dan memperbaiki sel yang rusak selama mengkonsumsi narkoba. Sehingga pada tahap pemulihan lebih maksimal hingga akhirnya pasien dinyatakan benar-benar sehat.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Feb 05, 2013 4:52 pm

EDUKASI, CEGAH ANAK DARI BAHAYA NARKOBA
SABTU, 3 MARET 2012 13:06 wib Gustia Martha Putri - Okezone
KETIKA anak sudah mulai beranjak remaja, banyak orangtua sering merasa cemas. Pergaulan buah hati di usianya, merupakan hal yang paling dicemaskan. Tapi, Anda tak perlu terlalu takut, ada beberapa cara lebih efektif daripada hanya merasa khawatir. Semakin banyak remaja minum alkohol dan mencoba obat terlarang, semakin banyak pula yang harus berjuang mengatasi masalah alkohol dan obat-obatan terlarang. Hati orangtua mana yang tak pilu jika mengetahui buah hatinya terjerumus ke dunia sesaat tersebut. Untuk menjauhkan buah hati dari dunia gelap tersebut, sebaiknya memberi edukasi dan informasi kepada buah hati dengan tepat dan bijak, sedini mungkin. Lantas, apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah anak agar tak terjerumus ke dunia gelap narkoba? Simak, tip bagi orangtua menghadapi anak remajanya tentang narkoba yang dituturkan dari Dr Mirriam Stoppard dalam bukunya 'Panduan Kesehatan Keluarga' berikut:

1. Pelajari secara keseluruhan mengenai informasi obat terlarang selengkapnya, dan bantu anak mempelajari hal yang sama.

2. Pikirkan pandangan sang anak terhadap obat terlarang secara hati-hati.

3. Beri mereka selebaran tentang obat terlarang dari badan nasional, misalnya Badan Narkotika Nasional (BNN).

4. Jika anak sudah mulai mengenal dan bahkan diketahui sudah mulai mencoba, hindari bersikap otoriter karena anak akan semakin menjauh. Daripada menghakimi dan menghukum, dekati dan pahami apa faktor yang melatarbelakangi mereka. "Dalam kondisi tersebut, mereka lebih butuh didengar," ujar Stoppard dalam bukunya.

5. Cari tempat pertolongan kalau memang perlu.(gmp)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Wed Feb 06, 2013 2:48 pm

NARKOBA JENIS PSIKOTROPIKA BIKIN TUBUH MERASA SEGAR
SELASA, 29 JANUARI 2013 19:22 wib Marieska Harya Virdhani (Okezone) - Okezone
KRIMINOLOG Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustafa menilai berulang kalinya kasus artis memakai narkoba, bukan hanya disebabkan oleh gaya hidup artis yang rentan dengan kehidupan malam atau pergaulan yang salah. Namun memang narkoba dicari sang artis untuk memenuhi kebutuhan fisiknya terkait dengan padatnya jadwal kegiatan syuting. Menurut Mustafa kasus tersebut menyita perhatian publik karena terjadi pada publik figur. Menurutnya kondisi artis yang dikejar tayang untuk syuting membuat mereka memerlukan konsumsi obat - obatan sebagai dopping. "Kondisi ini mendorong bukan karena pergaulan, tetapi karena jadwal syuting yang stripping, kejar tayang, butuh kekuatan fisik optimal demi penampilan, butuh zat agar membuat tubuh tetap segar dan bugar," ungkapnya kepada Okezone, Selasa (29/1/2013). Jika tidak menampilkan sesuatu yang baik, kata Mustafa, maka sang artis tak akan mendapatkan uang. Sehingga banyak artis lari kepada obat - obatan, terutama obat jenis psikotropika. "Kondisi kerja yang tak kondusif, dan pemirsa melihat layar kaca muka artis yang sama terus, sampai kapan si artis bisa bertahan. Karena itu narkoba jenis Psikotropika membuat tubuh merasa segar, orang yang suka dugem kalau konsumsi itu bisa sampai pagi," tegasnya. Salah satu contohnya yakni ekstasi. Namun Mustafa belum mengetahui temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait narkoba jenis baru yang ditemukan di rumah artis Raffi Ahmad. "Saya belum tahu persis detailnya, karena saya tak melihat langsung, tapi memang macam-macam jenisnya, ilegal dan tak terkendali," tandasnya.
Back to top Go down
 
Mengenal Narkoba
View previous topic View next topic Back to top 
Page 8 of 10Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
 Similar topics
-
» mengenal imam tirmidzi
» mengenal rukun islam
» mengenal syiah ismailiyah
» mengenal Allah
» Ga Cuma Daging Babi, Narkoba Juga Halal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: