Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Mengenal Narkoba

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Sep 25, 2012 2:28 pm

STANDAR PENGGUNAAN NARKOBA
Selasa, 25 September 2012 07:00 WIB Media Indonesia - Penulis : Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional
NARKOTIKA dan obat terlarang, atau disebut sebagai Narkoba, selain berbahaya dikonsumsi dengan bebas oleh masyarakat di luaran, juga terdapat pengecualian untuk pihak tertentu. Sebagaimana yang termaktub dalam peraturan pemerintah melalui Dinas Kesehatan, bahwa narkotika, psikotropika dan zat adiktif, seharusnya digunakan oleh pihak kedokteran atau tim medis serta peneliti untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan jelas pemerintah telah mencanangkan pengadaan melalui pasal 9:

1. Menteri menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/ atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Untuk keperluan ketersediaan Narkotika, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disusun rencana kebutuhan tahunan Narkotika.
3. Rencana kebutuhan tahunan Narkotika sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun berdasarkan data pencatatan dan pelaporan rencana dan realisasi produksi tahunan yang diaudit secara komprehensif dan menjadi pedoman pengadaan, pengendalian, dan pengawasan Narkotika secara nasional.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kebutuhan tahunan Narkotika diatur dengan pertaruran Menteri.

Sedangkan untuk perizinan produksi Narkotika, tertuang dalam pasal 11:
1. Menteri memberi izin khusus untuk memproduksi Narkotika kepada Industri Farmasi tertntu yang telah memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah dialkukan audit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
2. Menteri melakukan pengendalian terhadap produksi Narkotika sesuai dengan rencana kebutuhan tahunan Narkotika sebagaimana dimaksud dengan pasal 9.
3. Badan pengawas Obat dan Makanan melakukan pengawasan terhadap bahanbaku, prosus preduksi dan hasil akhir dari produksi Narkotika sebagaimana dalam pasal 9.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dpemberian izin dan pengendalaian sebagiama dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan pertauran Menteri.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengawasan sebagaimaan dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Pertauran Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Kemudian, di pasal 12, lebih diperjelas lagi maksud dari produksi Narkotika tersebut:
1. Narkotika golongan 1 dilarang diproduksi dan / atau digunakan dalam proses Produksi, kecuali dalam jumlah yang sangat terbatas untuk kepentingan pengenmbangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Pengawasan produksi Narkotika Golongan 1 untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi teknologi sebagai mana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyelenggaraan produksi dan/ atau penggunaan dalam produksi dengan jumlah yang sangat terbatas untuk kepentingan penembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.

Selain itu, Narkotika juga hanya boleh disimpan oleh suatu instansi atau pihak yang telah mempunyai izin sebelumnya oleh Pemerintah, yaitu:
1. Narkotika yang berada dalam penguasaan industri farmasi, pedagang besar farmasi, sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, apotek, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, balai pengobatan, dokter, dan lembaga ilmu pengetahuan wajib disimpan secara khusus.
2. Industri farmasi, pedagang besar farmasi, sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, apotek, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, balai pengobatan, dokter dan lembaga ilmu pengetahuan wajib membuat, menyampaikan, dan menyimpan laporan berkala mengenai pemasukan dan / atau pengeluaran Narkotika yang berada dalam penguasaannya.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyimpanan secara khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan jangka waktu, bentuk, isi, dan tata cara pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan Menteri.
4. Pelanggaran terhadap ketentuan mengenai penyimpanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan/ atau ketentuan mengenai pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenai sanksi administratif oleh Menteri atas rekomendasi dari kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan berupa:
a. Teguran
b. Peringatan
c. Denda Administratif
d. Penghentian sementara kegiatan, atau
e. Pencabutan izin.

Sebagaimana lazimnya sebuah produksi barang atau benda dan zat yang berada dalam sebuah perusahaan maupun instansi pemerintahan. Wajib hukumnya untuk mematuhi peraturan yang berlaku yang dikeluarkan pemerintah setempat maupun pusat.

Pasal 24:
1. Setiap pengangkutan impor Narkotika wajib dilengkapi dengan dokumen atau surat persetujuan ekspor Narkotika yang sah sesuai dengan ketentuan pertauran perundang-undangan di negara pengekspor dan Surat Persetujuan Impor Narkotika yang dikeluarkan oleh Menteri.
2. Setiap pengangkutan ekspor Narkotika wajib dilengkapi dengan Surat persetujuan Ekspor Narkotika yang dikeluarkan oleh Menteri dan dokumen atau surat persetujuan impor Narkotika yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di negara pengimpor.

Pasal 27:
1. Narkotika yang diangkut harus disimpan pada kesempatan pertama dalam kemasan khusus atau di tempat yang aman di dalam kapal dengan disegel oleh nahkoda dengan disaksikan oleh pengirim
2. Nahkota yang membuat berita acara tentang muatan Narkotika yang diangkut.
3. Nahkoda dalam waktu paling lama 1 x 24 jam (satu kali dua puluh empat) setelah tiba di pelabuhan tujuan wajib melaporkan Narkotika yang dimuat dalam kapalnya kepada kepala kantor pabean setempat.
4. Pembongkaran muatan Narkotika dilakukan dalam kesempatan pertama oleh Nahkoda dengan disaksikan oleh pejabat bea dan cukai.
5. Nahkoda yang mengetahuai adanya Narkotika tanpa dokumen atau Surat Persetujuan Ekspor atau Surat Persetujuan Impor di dalam kapal wajib membuat berita acara, melakukan tindakan pengamanan, dan pada persinggahan pelabuhan pertama segera melaporkan dan menyerahkan Narkotika tersebut kepada pihak yang berwenang.

Jadi, sebenarnya penggunaan atau pemakaian Narkotika dan obat terlarang atau Narkoba boleh dilakukan hanya pada pihak atau instansi terkait saja yang telah ditunjuk pemerintah melalui Departemen Kesehatan. Bagi masyarakat luas sendiri, bukan berarti dilarang mengkonsumsi Narkoba, tetapi pemerintah menekankan bahwa Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif tidak baik untuk digunakan secara luas, kecuali untuk penelitian dan tim medis di kedokteran saja.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Wed Sep 26, 2012 2:07 pm

PARADIGMA BARU: PECANDU NARKOBA BUKAN KRIMINAL, MEREKA ADALAH KORBAN
Rabu, 26 September 2012 07:00 WIB Media Indonesia - Penulis : Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional
PERUBAHAN yang mendasar dari Undang Undang Narkotika Nomor 22 Tahun 1997 ke Undang Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 adalah cara pandang negara terhadap pecandu narkotika. UU yang lama memandang pecandu narkotika sebagai pelaku kriminal, namun di UU Narkotika yang baru, pecandu dinyatakan sebagai korban. Berdasarkan paradigma baru ini maka pecandu narkotika wajib di rehabilitasi. Pernyataan tegas akan paradigma baru Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap pecandu tercantum dalam Pasal 54 UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 sebagai berikut. Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Secara hukum pecandu narkotika adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Ketergantungan Narkotika adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan Narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas. Pada masa lalu para pecandu dipandang sebagai pelaku kriminal, mereka merasa takut ditangkap aparat hukum. Akibatnya alih alih mereka akan sembuh dalam arti mendapatkan rehabilitasi, justru anak anak muda pecandu ini semakin terpuruk sehingga mengakibatkan angka kematian generasi muda ini mencapai 40 orang meninggal sia sia setiap hari. Diharapkan dengan paradigma baru, para pecandu dapat diselamatkan dari dampak buruk narkoba melalui rehabilitasi. Guna menindaklanjuti program rehabilitasi bagi para pecandu, komitmen negara dalam menyelamatkan anak bangsa ini dituangkan pula dalam UU Narkotika Nomor 35 pasal 55 :

(1) Orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Pada ayat 2 dinyatakan apabila pecandu sudah cukup umur maka dia wajib melaporkan diri untuk mendapatkan rehabilitasi.

Berdasarkan hasil penelitian BNN dengan Puslitkes UI Tahun 2011,jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia sebesar 2,2 % atau 3,8 juta jiwa, hanya 18 ribu di antaranya yang baru menjalani terapi rehabilitasi. Untuk itu diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.25 Tahun 2011 tentang Wajib Lapor Bagi Penyalahguna Narkoba. PP ini merupakan wujud komitmen negara untuk mengakomodir hak pecandu dalam mendapatkan layanan terapi dan rehabililtasi. Dengan perubahan paradigma tersebut para penyalahguna tidak perlu khawatir untuk melaporkan dirinya ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang telah ditunjuk pemerintah, karena dengan payung hukum PP No.25 Tahun 2011 ini, para penyalahguna tidak akan dijebloskan ke dalam penjara jika terbukti hanya menyalahgunakan narkoba, namun justru akan mendapatkan layanan rehabilitasi. Pemerintah menyediakan fasilitas rehabilitasi yang didukung oleh APBN di Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN di Lido Sukabumi. UPT ini mampu menampung 500 orang residen dengan pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Dalam rencana strategis kedepan BNN akan menambah fasilitas rehabilitasi ini dengan membangun pusat pusat rehabilitasi di beberapa kota besar. Dengan demikian cakupan pelayanan rehabilitasi semakin meningkat daya tampungnya dengan harapan semakin banyak para pecandu dapat dipulihkan dan selanjutnya bisa produktif sebagaimana warga negara lainnya. Lebih tragis lagi, penyalahguna narkoba itu meninggal bukan di fasilitas kesehatan, mereka mengakhiri hidupnya di tempat persembunyian, di gang-gang, di jembatan, di tempat-tempat umum, karena tak terjangkau dengan rehabilitasi. Semua berangkat dengan paradigma lama, bahwa penyalah guna narkotika adalah pelanggar hukum, sehingga mereka takut dengan aparat, padahal mereka perlu mendapatkan pertolongan.

Paradigma berubah
Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009, telah merubah paradigma tersebut. Penyalahguna atau pecandu narkotika harus di rehabilitasi , mereka adalah korban, mereka harus dijangkau untuk diobati, kembali hidup normal menjadi warga negara biasa. Untuk itu BNN melalui Program Penjangkauan dan Pendampingan Penyalahguna Narkoba sejak tahun 2008 telah pro aktif menjemput bola, dalam arti memotivasi penyalahguna secara persuasif agar mereka bersedia mengikuti program rehabilitasi. Penyalahguna Narkotika tersebut dibawa ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terapi dan Rehabilitas BNN di Lido Sukabumi atau yang lebih di kenal dengan sebutan Kampus Unitra.

Generasi penerus bangsa
Generasi muda yang terperosok ke penyalahgunaan narkotika itu tidak dikenakan biaya mulai berangkat dari rumahnya sampai selesai menjalani program di Kampus Unitra. Semua biaya menjadi tanggungan negara. Mereka mengikuti program selama 9 bulan sampai 1 tahun dibimbing oleh Konselor Profesional dan Tenaga Kesehatan BNN. Semoga upaya BNN dari sisi demand ini memberikan hasil yang positif bagi penyelamatan generasi muda. Siapa tahu diantara anak anak yang tadinya bergelimangan dengan kecanduan narkotika, kedepannya nanti menjadi kader bangsa yang dapat dibanggakan. Sampai hari ini saya masih sering menerima telepon atau sms dari pemuda pemuda itu, mereka telah bekerja, berbakti kepada orang tua dan bertekad tidak akan mengulangi lagi kesalahan dimasa lalu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Tue Nov 06, 2012 6:01 pm

THERAPY COMMUNITIES UNTUK PULIHKAN PECANDU NARKOBA
SELASA, 06 NOVEMBER 2012 | 12:14 WIB
TEMPO.CO, Denpasar - Untuk mempercepat proses pemulihan pecandu narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadopsi metode rehabilitasi menggunakan cara-cara kekeluargaan. Metode itu adalah therapy communities (TC) atau terapi komunitas. Kepala BNN, Komisaris Jenderal Gories Mere, usai membuka World Conference of Therapeutic Communities XXV di Sanur, Denpasar, Selasa, 6 November 2012, menyatakan, metode itu adalah cara yang dianjurkan UNDCC dan PBB, khususnya untuk pecandu berat. Metode ini mengedepankan cara hidup disiplin, teratur, serta penuh cinta kasih dalam keluarga. Pihaknya telah menerapkan metode itu dengan membuka dua tempat guna therapy communities, yakni, di Lido, Bogor, Jawa Barat, dan di Makassar. “Tempat-tempat lain akan menyusul, yang akan dibangun oleh negara," ujarnya. Mengenai hasilnya, Gories mengatakan belum pernah ada penelitian secara khusus untuk itu. Namun, analisis dari kajian ilmu kedokteran dan psikologi menunjukkan peluang kesembuhan dengan metode itu cukup besar. Yang jelas, kata dia, potensi pecandu untuk kembali masuk dalam pusaran candu narkoba cukup besar, sehingga BNN memiliki program lanjutan usai rehabilitasi therapy communities. Program pascarehabilitasi itu, menurut Gories, lebih ditujukan agar mereka memiliki keterlibatan dalam masalah sosial dan lingkungan. "Kami sudah terapkan di daerah Lampung Selatan. Untuk laut ada di Kepulauan Seribu. Kemudian di daerah Sulawesi Selatan juga ada di hutan, juga di kepulauan daerah Sulawesi Tenggara," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Fri Nov 16, 2012 7:38 pm

MENANGANI PECANDU NARKOBA DENGAN METADON
KAMIS, 15 NOVEMBER 2012 | 20:37 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 20 pasien ketergantungan narkotika ditargetkan mendapat penyembuhan dari Rumah Sakit Umum Daerah Cibitung, Kabupaten Bekasi. Pemulihan tersebut merupakan bagian dari Program Terapi Rumatan Metadon yang baru diresmikan rumah sakit setempat, awal pekan ini. "Penyembuhan pasien ketergantungan narkotika dengan jarum suntik," kata Ketua Tim Program Terapi Rumatan Metadon, dr Jaka Satria, Rabu, 14 November 2012. Para pasien itu menjadi prioritas penyembuhan karena dinilai tingkat ketergantungan narkotikanya cukup tinggi. "Khususnya pengguna morfin dan heroin." Data dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bekasi menyebutkan, sedikitnya terdapat 200 pasien ketergantungan narkotika di wilayah itu. Mereka bakal menjadi target pemulihan dengan program tersebut. "Dilakukan bertahap," ujarnya. Mekanisme pemulihan pasien dengan cara diterapi di poliklinik khusus ketergantungan narkotika. Poliklinik tersebut sekaligus sebagai wadah konseling bagi para pasien. Mereka bakal dites urin dan diberikan obat metadon jika positif ketergantungan barang haram tersebut. Metadon dipilih sebagai terapi utama karena memiliki efek menyerupai morfin dengan masa kerja yang lebih panjang. Sehingga, dapat diberikan satu kali sehari dan penggunaannya dengan cara diminum. "Efeknya mirip. Namun sifat ketergantungannya berbeda," kata Jaka. Ketua Konsultan Kejiwaan Rumah Sakit Hasan Sadikin, dr Teddy Hidayat mengatakan, terapi dengan metadon tersebut bakal memulihkan tingkat ketergantungan pasien dalam jangka waktu sekitar dua bulan. Pengobatan itu tentunya harus dilakukan secara rutin oleh pasien. Jika tidak, kata Teddy, para pasien bakal kembali mengkonsumsi narkotika. Khususnya, bagi mereka yang tinggal di tengah lingkungan yang kurang mendukung. "Pasien itu bakal kembali ketergantungan," kata Teddy. Teddy menambahkan, terapi metadon bakal disosialisasikan melalui jejaring seperti Puskesmas, dinas kesehatan, kepolisian, serta lembaga-lembaga penanggulangan HIV/AIDS di wilayah setempat. "Nanti kami akan melakukan nota kesepahaman, terutama dengan kepolisian," ujar dia.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Sun Nov 25, 2012 4:37 pm

INTIP KEGUNAAN MARIJUANA BAGI KESEHATAN
Minggu, 25 November 2012 09:30 WIB Media Indonesia
GEBRAKAN yang dilakukan oleh pemerintah Amerika serikat terhadap pelegalan marijuana sontak membuat beberapa negara tercengang. Kepemilikan sejumlah kecil ganja menjadi barang yang tidak dianggap tabu lagi di negara tersebut. Salah satunya negara bagian Washington, Colorado, dan Oregon, Amerika Serikat. Tanaman kanabis ini menghasilkan marijuana yang merupakan daun dan pucuk tanaman yang mengandung bahan psikoaktif delta-9 tetrahidrocanabinol (THC).
THC diserap melalui paru-paru atau perut ke dalam aliran darah dan pada akhirnya dibawa ke otak. Di mana zat tersebut membanjiri reseptor dengan bahan kimia yang membangkitkan rasa senang di otak. Disebutkan, pada umumnya, mengisap marijuana memberikan efek santai pada pengguna. Marijuana juga meningkatkan nafsu makan. Drug Enforcement Administration (DEA) and the Drug Policy Alliance (DPA), menyebutkan beberapa keunggulan marijuana untuk kesehatan. Berikut di antaranya :

1. Kanker.
Ganja bisa menjadi salah satu obat dalam terapi penyembuhan kanker. Cara kerjanya adalah dengan mengaktifkan molekul-molekul dalam tubuh seperti cannabinoid receptor, yang pada akhirnya akan menghentikan pengiriman sinyal rasa sakit ke otak.

2. Multiple Sclerosis.
Seperti yang dikutip dari Dailymail, ekstrak daun ganja juga bisa digunakan dalan penyembuhan penyakit multiple sclerosis. Seperti diketahui, multiple slerosis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf yang diakibatkan oleh kerusakan myelin, sebuah pelindung yang mengelilingi serabut pada sistem saraf pusat. Saat myelin mengalami kerusakan, organ tersebut akan mengganggu penyampaian pesan antara otak dan bagian tubuh lainnya.

3. Epilepsi.
Senyawa cannabidiol dalam tanaman ganja efektif dalam meredakan nyeri yang terjadi di otak, yang biasanya menjadi pemicu kejang pada pasien epilepsi. Senyawa inidibantu oleh senyawa lain dalam tanaman ganja, yakni GWP42006.

4. Senyawa dalam ganja juga disebutkan mampu membantu menyingkirkan penyakit arthritis, sakit kepala, parkinson, glaukoma, hipertensi, alzheimer, dan lainnya.

Meski memiliki manfaat bagi beberapa penyakit, penggunaan marijuan tidak bisa seenaknya. Diperlukan takaran yang tepat agar penggunaan marijuana memperoleh manfaat bagi kesehatan. Peneliti di Cannabis Research Center, San Francisco, seperti yang dikutip dari Canabismd, menyebutkan takaran normalnya. Takaran tepat ganja yang dibuat menjadi rokok untuk tujuan medis adalah dari angka 10 hingga 20 gram ganja per minggu atau sekitar 1 hingga 3 gram per hari. Meskipun telah ada dosis tepat dalam penggunaan ganja, diperlukan pantauan pihak media dalam pelaksanaannya. Konsumsi ganja yang asal-asalan bukan tidak mungkin mengakibatkan masalah kesehatan seperti paru-paru hingga terganggunya fungsi memori. (Dailymail, Foxnews, Askmen*/OL-06)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Jan 28, 2013 1:44 pm

TES URINE NEGATIF BELUM TENTU TIDAK PAKAI NAPZA
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Senin, 28/01/2013 13:01 WIB
Jakarta, Ada banyak pemeriksaan untuk membuktikan penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya). Tes urine termasuk paling populer, namun bukan satu-satunya. Bahkan tes urine yang negatif belum tentu berarti tidak pakai. Tes urine selalu dilakukan untuk membuktikan dugaan penyalahgunaan napza. Biasanya, tes ini dilakukan para orang-orang yang tertangkap dalam razia di tempat hiburan malam. Bisa juga dilakukan pada pengendara mobil yang mengalami kecelakaan dan diduga berada dalam pengaruh obat terlarang. Hasil positif dalam tes urine menunjukkan bahwa orang tersebut adalah pemakai napza. Namun jika negatif, tidak bisa serta merta diartikan bebas napza. Bisa saja orang itu memang sedang tidak memakai napza, namun dalam kesehariannya sering mengonsumsinya. "Tes urine negatif pun belum tentu tidak pakai," kata Prof Dr dr Dadang Hawari, SpKJ, psikiater yang banyak menangani korban napza saat dihubungi detikHealth, Senin (28/1/2013). "Mungkin pada saat tes urine dia sedang tidak pakai, atau baru mau pakai tapi keburu ditangkap," lanjut Prof Dadang. Kandungan napza dalam cairan tubuh seperti urine, darah dan saliva atau air ludah memang hanya bersifat sementara. Pada saatnya, kandungan napza yang sebenarnya merupakan sisa metabolisme tersebut akan dieliminasi atau dibuang sampai bersih oleh tubuh. "Sekitar 2 atau 3 harilah," jawab Prof Dadang saat ditanya berapa lama biasanya kandungan napza akan bertahan di dalam urine. Dalam praktiknya, jejak-jejak penyalahgunaan napza dalam urine maupun cairan tubuh lainnya akan bertahan dalam waktu yang bervariasi. Alkohol misalnya, relatif cepat dimetabolisme oleh tubuh sehingga jejaknya bisa hilang dari urine dalam beberapa jam setelah minum. Namun ketika jejak-jejak napza dalam urine dan darah sudah tidak ada, kadang-kadang jejak lain masih bisa ditemukan di dalam tubuh. Di beberapa jaringan tubuh seperti rambut dan kulit, sisa atau hasil metabolisme napza masih bisa ditemukan hingga jangka waktu yang lebih lama. Bagi Prof Dadang, adanya perubahan mental dan perilaku juga bisa digunakan untuk mengenali pemakai napza. Meski seseorang tidak mau mengaku kalau dirinya memakai napza, perubahan-perubahan mental dan perilaku tetap bisa dikenali oleh orang lain yang bergaul sangat akrab atau oleh orang yang ahli di bidang itu. Perubahan-perubahan seperti yang dimaksud Prof Dadang antara lain sebagai berikut:

- Sering tidak masuk sekolah
- Sering bangun kesiangan
- Bagi yang muslim, jadi jarang salat
- Suka bohong, banyak akalnya
- Sering keluar malam, pulang pagi atau bahkan tidak pulang
- Sering melakukan kekerasan.

Seseorang dengan ciri-ciri di atas juga belum tentu bisa diartikan pakai napza sebab ada beberapa orang yang memang dalam kesehariannya berperilaku demikian. Namun jika semula tidak demikian, lalu mendadak perilakunya berubah maka bisa dicurigai terlibat dalam penyalahgunaan napza.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Jan 28, 2013 1:50 pm

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA PUNYA TEMAN YANG PAKAI NAPZA?
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Senin, 28/01/2013 11:36 WIB
Jakarta, Punya rekan atau kerabat yang memakai napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) memang serba salah. Mau melapor takut dianggap menjebak teman sendiri, tidak lapor nanti disangka terlibat. Apa yang seharusnya dilakukan? Apesnya adalah jika sedang bersama dengan pemakai napza, tiba-tiba terjadi penangkapan lalu ditemukan sejumlah barang bukti. Meski tes urine bisa saja negatif karena memang tidak ikut memakai, paling tidak orang tersebut harus direpotkan dengan pemeriksaan-pemeriksaan minimal sebagai saksi. Menurut peraturan, jika mengetahui ada teman atau kerabat yang menggunakan napza maka seseorang harus melaporkan para pihak yang berwajib. Namun dalam praktiknya, tidak mudah melakukannya. Selain takut disangka menjebak teman sendiri, orang tersebut juga bisa dibilang memfitnah kalau ternyata temannya tersebut tidak terbukti menyalahgunakan napza. Serba salah bukan? Lalu apa yang harus dilakukan jika curiga ada teman, sahabat atau bahkan saudara dekat yang menyalahgunakan napza? "Jauhi saja. Kalau curiga atau bahkan tahu persis seseorang menyalahgunakan napza, sebaiknya jauhi saja. Pada waktunya dia pasti tertangkap kok," saran Prof Dr dr Dadang Hawari, SpKJ, psikiater yang banyak menangani korban napza saat dihubungi detikHealth, Senin (28/1/2013). Mengenali ciri-ciri pemakai napza menurut Prof Dadang tidak sulit dilakukan. Tanpa harus menggunakan tes urine, tanda-tanda orang yang menyalahgunakan napza bisa dikenali dari perubahan mental dan perilaku. Seseorang yang kenal dekat dan sangat akrab pasti mudah mengenalinya. Perubahan-perubahan seperti yang dimaksud Prof Dadang antara lain sebagai berikut:

- Sering tidak masuk sekolah
- Sering bangun kesiangan
- Bagi yang muslim, jadi jarang salat
- Suka bohong, banyak akalnya
- Sering keluar malam, pulang pagi atau bahkan tidak pulang
- Sering melakukan kekerasan.

Seseorang dengan ciri-ciri di atas juga belum tentu bisa diartikan pakai napza sebab ada beberapa orang yang memang dalam kesehariannya berperilaku demikian. Namun jika semula tidak demikian, lalu mendadak perilakunya berubah maka bisa dicurigai terlibat dalam penyalahgunaan napza.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Jan 28, 2013 1:53 pm

PUNYA TEMAN SEPERTI INI? HATI HATI MUNGKIN DIA PAKAI NAPZA
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Senin, 28/01/2013 10:36 WIB
Jakarta, Penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) sudah tidak pandang bulu. Tak peduli saudara, sahabat atau teman dekat, siapapun bisa kena. Agar tidak salah dalam bergaul, kenali ciri-ciri para pemakai napza. Pembuktikan bahwa seseorang memakai napza, baik alkohol maupun ekstasi yang sekadang sedang sangat populer, umumnya dilakukan dengan tes urine. Namun tes ini biasanya baru dilakukan sebagai pembuktikan saat seseorang sudah tertangkap pihak berwajib. "Tes urine negatif pun belum tentu tidak pakai. Ada ciri lain yang bisa diamati, yakni perubahan mental dan perilaku," kata Prof Dr dr Dadang Hawari, SpKJ, psikiater yang banyak menangani korban napza saat dihubungi detikHealth, Senin (28/1/2013). Menurut Prof Dadang, perubahan mental dan perilaku bisa digunakan untuk mencurigai seseorang seseorang terjerat penyalahgunaan napza. Apapun jenis napza yang disalahgunakan, entah alkohol, ganja, sabu-sabu maupun ekstasi biasanya menunjukkan perubahan perilaku. Perubahan yang dimaksud Prof Dadang antara lain sebagai berikut:

- Sering tidak masuk sekolah
- Sering bangun kesiangan
- Bagi yang muslim, jadi jarang salat
- Suka bohong, banyak akalnya
- Sering keluar malam, pulang pagi atau bahkan tidak pulang
- Sering melakukan kekerasan.

Seseorang dengan ciri-ciri di atas juga belum tentu bisa diartikan pakai napza sebab ada beberapa orang yang memang dalam kesehariannya berperilaku demikian. Namun jika semula tidak demikian, lalu mendadak perilakunya berubah maka bisa dicurigai terlibat dalam penyalahgunaan napza. Adanya perubahan-perubahan mental dan perilaku yang mencurigakan ini biasanya mudah dikenali oleh orang yang bergaul cukup akrab. Meski yang bersangkutan tidak mengaku kalau memakai napza, tanda-tanda tersebut cukup untuk membuatnya dicurigai. "Harus orang yang benar-benar bergaul lama dan sangat akrab yang bisa mengenali perubahan-perubahan perilaku tersebut. Atau orang yang sangat ahli di bidang itu. Kalau baru bergaul sekali dua kali memang sulit mengenalinya," kata Prof Dadang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Jan 28, 2013 6:44 pm

INI DIA PENYEBAB SESEORANG TERJERAT NARKOBA
Ainun Fika Muftiarini - Okezone Senin, 28 Januari 2013 18:22 wib
BANYAK faktor yang bisa menyebabkan seseorang terjerumus ke lembah hitam seperti narkoba. Salah satunya yang paling sering karena salah pergaulan. Sudah sejak lama, hal itu menjadi biang kerok seseorang terkena jeratan barang haram tersebut. Sebab, biasanya hal itu dianggap sebagai semacam pembuktian seseorang saat memasuki lingkungannya. Mereka menilai, jika melakukan apa yang biasa dilakukan oleh anggota komunitas tersebut, maka orang itu bisa menjadi sejajar dengan yang lain. Hal ini pula yang diungkapkan oleh pengamat gaya hidup Sonny Muchlison. “Pertama bir, lalu meningkat misalnya wine atau lanjut ke level berikutnya. Tingkatan itu yang bahaya, dari kecil ke besar tanpa disadari. Mereka akan merasa saya sudah naik kelas,” katanya saat berbincang dengan Okezone via telefon, Senin (28/01/2013). Meski begitu, sesuatu yang semula sekadar tantangan atau untuk membuktikan diri, tetap saja akan berubah negatif jika dibiarkan. Sebab, ketakutan akan dijauhi juga dan tetap membayangi selagi dia masih berada dalam lingkungan tersebut. “Mereka takut dijauhi karena dianggap cupu, karena jadi cupu itu yang bisa membuat seseorang jadi minder. Dan dengan pakai narkoba, mereka akan merasa jadi in atau eksis,” tutup Sonny.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Mengenal Narkoba   Mon Jan 28, 2013 6:50 pm

SEJUTA BAHAYA PENGGUNAAN GANJA
SENIN, 28 JANUARI 2013 17:44 wib Niken Anggun Nurani - Okezone
PEMBERITAAN mengenai beberapa artis yang diduga menggunakan obat-obatan terlarang sudah menyebar luas di masyarakat. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja yang masuk dalam daftar popular kerap digunakan perlu diketahui efeknya agar Anda tak terjerumus dalam kesesatan barang tersebut. Ganja adalah salah satu bentuk obat-obatan terlarang yang biasanya dibentuk menjadi rokok dengan menggunakan batang, daun, bunga dan biji tumbuhan ganja, tetapi juga dapat dicerna dalam berbagai cara. Ganja adalah obat terlarang yang paling sering disalahgunakan di berbagai negara. Ulasan ilmiah oleh Institute of Medicine National Academy of Sciences, Yayasan Addiction Canada Research, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa ganja memiliki banyak efek akut dan kronis pada kesehatan pengguna, demikian yang dilansir Livestrong. Menggunakan ganja terbukti memiliki efek langsung atau akut pada tubuh. Ganja dapat memicu peningkatan denyut jantung, mulut kering, bingung dalam menentukan waktu, mata merah, dan perasaan euforia. Ganja pun dapat merangsang nafsu makan di mana membuat penggunanya selalu merasa kelaparan. Mengingat ganja memengaruhi otak, maka hal tersebut dapat berdampak akut pada persepsi seseorang dan kinerja dalam kegiatan umum seperti mengemudi yang bisa membahayakan kesehatan. Menggunakan ganja juga telah diketahui menyebabkan kecemasan, halusinasi, dan rasa takut atau panik. (ind)
Back to top Go down
 
Mengenal Narkoba
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 10Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
 Similar topics
-
» mengenal imam tirmidzi
» mengenal rukun islam
» mengenal syiah ismailiyah
» mengenal Allah
» Ga Cuma Daging Babi, Narkoba Juga Halal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: