Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 18 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:43 am

RAWAT TUBUH, TIDURKAN KANKER
Selasa, 2 Juli 2013 | 07:16 WIB
Fachrutdin Tjioe (66) tahun 2009 menjalani terapi cryosurgery alias pembekuan sel kanker prostat di Rumah Sakit Kanker Fuda, Guangzhou, China. Sampai kini ia tetap bugar karena disiplin merawat tubuh dengan jalan kaki setiap pagi, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari bersusah hati. Kalau ada kematian, saya tidak pernah ikut melayat untuk menjaga perasaan supaya tidak ikut hanyut dalam kesedihan,” ujar Fachrutdin dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Kanker Fuda, Guangzhou, 22 Mei 2013. Saat itu Fachrutdin ke rumah sakit tersebut untuk menghadiri seminar International (Guangzhou) Forum on Cancer Treatment, 24-26 Mei 2013. Disiplin merawat tubuh bagi penderita kanker, seperti dilakukan Fachrutdin, sangat berpotensi menidurkan sel kanker. Aktivitas sel kanker di dalam tubuh menyurut sehingga harapan hidup pasien meningkat. Menurut Direktur Utama RS Kanker Fuda Xu Kecheng, sel kanker selalu ada di tubuh manusia, terutama orang yang pernah didiagnosis mengalami kanker. Muncul atau kambuhnya kanker disebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dan pola hidup keliru. Kanker merupakan penyakit sistemik. Sel kanker menyebar ke darah, tulang, dan jaringan tubuh lain. Tak ada jalan lain untuk mengendalikan selain meningkatkan kekebalan tubuh dan menidurkan sel-sel kanker.

Usia maksimum
Li Yan Hong dari RS Kanker Fuda Departemen 1 menyebutkan, secara fisiologis, usia maksimum mamalia, termasuk manusia, lima sampai tujuh kali fase pertumbuhan gigi terakhir. Diperhitungkan, fase pertumbuhan gigi terakhir manusia pada usia 20-25 tahun. Artinya, usia maksimum manusia mencapai tujuh kali 25 tahun atau mencapai 175 tahun. Setidaknya, usia manusia pada kisaran lima kali 20 tahun atau 100-175 tahun. Faktor keturunan dan kebiasaan hidup berpengaruh pada kesehatan, termasuk timbulnya kanker. Menurut Li, tantangan terbesar saat ini berupa maraknya junk food yang tidak sehat. Di sisi lain, makanan sehat, seperti makanan organik, makin berkurang. Pengetahuan untuk menata kesehatan melalui manajemen yang baik makin diabaikan. Li menyinggung masalah ini dalam tulisan ”Kesehatan Perlu Manajemen-Pendidikan untuk Pasien dan Keluarga” yang dipampang di ruang perpustakaan RS Kanker Fuda. Li menyebutkan, hal yang paling menakutkan adalah ketidaktahuan. Ia mengajarkan, dokter yang terbaik adalah diri sendiri dan obat yang terbaik adalah waktu. Saat ini orang makin abai terhadap manajemen kesehatan yang benar dan bergantung pada medis modern. Selain itu, pada model-model penyembuhan instan. Obat kimia diandalkan. Pencegahan penyakit melalui bahan-bahan organik dikesampingkan.

Pengobatan baru
Xu menekankan, teknik pengobatan pasien kanker itu secara holistik atau menyeluruh. Namun, teknik pengobatan terbaru terus diupayakan saat ini, seperti kombinasi cryosurgery dengan brachytherapy. ”Brachyterapy atau implantasi bibit yodium-125 sebagai zat radioaktif ini menjadi pembahasan teknik pengobatan terdepan di forum seminar,” ungkap Xu. Yodium-125 dimanfaatkan radiasinya untuk mematikan sel-sel kanker sesuai waktu paruh (meluruh) zat radioaktif ini yang tergolong singkat. Seperti cryosurgery, bibit yodium ditempatkan di sekitar jaringan sel kanker tanpa pembedahan dan dilakukan secara presisi menggunakan jarum suntik yang dipantau dengan CT-scan. Kombinasi implantasi bibit yodium-125 dengan teknik pembekuan sel kanker sampai minus 160 derajat celsius (cryosurgery) ini diharapkan meningkatkan keberhasilan dalam membunuh sel-sel kanker. Selama ini dikhawatirkan kemampuan sel kanker membelah tak terkendali dan bermigrasi ke jaringan tubuh lain (metastasis) saat berbagai terapi ataupun pembedahan berjalan. Namun, seiring perkembangan peradaban manusia, demikian Li, tindakan pencegahan penyakit makin terabaikan. Pengembangan teknologi terus menyesuaikan keadaan zaman. Namun, hal-hal prinsip yang ditawarkan Li tetap aktual, yaitu kesehatan perlu manajemen. Li menuliskan pula soal kebiasaan makan. Ia menganjurkan agar orang sarapan dengan makanan hangat dan ringan, seperti bubur hangat dan susu kacang kedelai. Kemudian, makan siang dengan makanan penuh kalori untuk menunjang aktivitas. Pada malam hari, ia menganjurkan makan sedikit saja untuk memberi kesempatan istirahat organ pencernaan. Fachrutdin memberikan gambaran perilaku nyata yang dibutuhkan demi usia yang lebih panjang dan kualitas hidup baik tetap terjaga setelah menjalani pengobatan kanker. Merawat tubuh dengan baik, tidak mustahil bisa menidurkan sel-sel kanker di dalam tubuh. Berdamai dengan sel kanker, itu bisa!


Last edited by gitahafas on Wed Aug 21, 2013 2:29 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:05 am

MICROWAVE PENYEBAB KANKER?
MINGGU, 29 APRIL 2012 12:15 wib Fitri Yulianti - Okezone
BELUM banyak masyarakat Indonesia yang akrab dengan microwave untuk penggunaan sehari-hari. Nyatanya, masih banyak salah kaprah soal microwave. Beberapa mitos seputar microwave di antaranya disebutkan dalam ulasan berikut, seperti dilansir dari Goodhousekeeping:

Microwave penyebab kanker
Ketika microwave mentransfer energi ke makanan menggunakan gelombang elektromagnetik, gelombang ini jelas tidak mampu menjadi penyebab kanker, bahkan kurang berbahaya dibandingkan sinar matahari. Faktanya, gelombang elektromagnetik ini menghentikan siklus transmisinya segera setelah pintu microwave dibuka.

Tidak bisa untuk bahan logam
Memang benar, ada logam tertentu yang tidak bisa dimasukkan ke dalam microwave. Namun, banyak bahan logam ternyata membantu proses memasak menggunakan microwave. Bahan logam seperti kertas aluminium dapat digunakan untuk melindungi dan mencegahmakanan terlalu matang ketika dimasak dengan microwave. Ini terutama berguna untuk pencairan makanan, seperti daging sapi, yang dengan mudah matang di bagian tepi, tetapi masih mentah di bagian tengah.

Panas microwave berlaku sama untuk semua makanan
Microwave mengalirkan energi pada makanan yang menyebabkannya panas. Tidak meratanya panas pada makanan disebabkan oleh beberapa faktor. Biasanya, makanan dengan kadar air yang tinggi (seperti sayuran) akan memperoleh panas lebih lambat dan cenderung lebih lama. Sementara, makanan asin dan kering sulit dikendalikan dan panasnya tidak merata. (ftr)


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:41 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:05 am

BISAKAH BEDAK TALEK MENYEBABKAN KANKER?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Sabtu, 22/05/2010 07:20 WIB
Jakarta, Bedak talek masih banyak digunakan orang terutama ibu-ibu untuk diusapkan di tubuh bayinya. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa bedak talek memicu kanker. Bagaimana kondisi yang sebenarnya? Bedak talek dihasilkan dari mineral yang disebut dengan talc atau magnesium trisillicate. Dalam bentuk alamnya, talc ditemukan berbentuk batuan dan diketahui mengandung serat menit terutama asbes. Proses yang harus dilakukan untuk memisahkan kandungan ini dari batu tidaklah mudah. Seperti dilansir dari buzzle, Sabtu (22/5/2010), sebuah studi menunjukkan bahwa asbes sebagai salah satu bahan yang terkandung dalam bedak talek bersifat karsinogen, yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker dalam penggunaan jangka panjang. Kemungkinan ada berbagai macam bedak yang digunakan. Namun studi menunjukkan bahwa penggunaan bedak yang terlalu sering dapat mengarah pada pengembangan dari dua jenis kanker yaitu kanker paru-paru dan kanker ovarium. Sebenarnya pada tahun 1973, badan pengawas makanan dan obat AS (US Food and Drug Administration) merancang resolusi untuk membatasi jumlah serat asbes seperti pada bedak kosmetik. Namun, tidak pernah ada keputusan yang dibuat untuk batasan talc pada bedak kosmetik.

Bubuk talek dan kanker paru-paru
Sebuah penelitian mengklaim bahwa sering menghirup bedak bisa menjadi penyebab kanker paru-paru. Para ibu yang menggunakan bubuk talek ini juga sudah diperingatkan terhadap penggunaannya secara teratur. Hal ini bukan saja menempatkan bayi pada risiko kanker, tapi juga bagi orang disekitarnya yang menghirup bubuk talek ini. Selain itu, talc juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bedak anti kutu pada anjing, dan hal ini ditemukan berbahaya baik bagi hewan peliharaan dan keluarga yang tinggal bersama-sama. Hal ini terutama disebabkan oleh partikel asbes yang sangat kecil dalam bentuk bubuk sehingga mudah dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Kondisi ini tentu saja dapat memicu reaksi inflamasi (peradangan) yang nantinya dapat berkembang menjadi kanker. Sementara itu saat penelitian lebih lanjut dilakukan, ditemukan para penambang talc dalam jumlah besar telah didiagnosa menderita kanker paru-paru. Hal ini disebabkan pekerjaan tersebut mengharuskan seseorang kontak dengan talc secara konstan. Selain itu juga ditemukan talc yang belum diproses akan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan produk akhir yang sampai ke konsumen.

Bedak talek dan kanker ovarium
Studi mengenai hal ini masih sedikit kabur dan memerlukan klarifikasi. Berdasarkan studi penelitian berskala besar, penggunaan bedak talek oleh perempuan di alat kelaminnya bisa menyebabkan partikel tersebut masuk ke dalam indung telur dan mengakibatkan multiplikasi sel ovarium dengan cepat. Kondisi ini adalah salah satu karakteristik utama dari kanker. Namun hal ini juga tergantung pada seberapa banyak bedak tersebut digunakan, diperkirakan risiko kanker ovarium akan meningkat jika sering menggunakan bedak talek. Seperti dikutip dari Cancer.org, Sabtu (22/5/2010) sebuah studi prospektif (umumnya dianggap yang paling informatif) diterbitkan pada tahun 2000 yang menemukan tidak ada pengaruhnya secara menyeluruh dengan kanker ovarium, tapi meningkatkan risiko sebesar 40 persen pada salah satu tipe dari invasive serous cancers. Sementara yang terkait dengan kanker paru-paru, satu studi menemukan adanya peningkatan risiko paru-paru, tapi studi lain menemukan tidak ada peningkatan risiko. Studi terhadap penggunaan bedak talek ini bersifat pribadi sehingga memberikan hasil yang tidak konsisten, walaupun beberapa hal mendukung peningkatan risiko kanker. Namun bagi orang yang terbiasa menggunakan bedak, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan menghindari atau tidak menggunakan bedak yang mengandung talc. Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar, ahli kandungan konsultan & ginekolog seperti dilansir dari the Star mengatakan sampai penelitian ilmiah dapat memberikan jawaban yang lebih baik, maka terserah pada individu untuk membuat keputusannya sendiri mengenai penggunaan bedak talek. "Kita harus ingat bahwa belum tentu setiap butir bedak adalah karsinogenik karena tergantung pada tingkat serat asbes-seperti di bedak yang digunakan," katanya. Menurut Dr Nor salah satu alternatif untuk bedak talek adalah dengan menggunakan serbuk pati jagung yang tidak mengandung talc. Pati jagung tidak terkait ke setiap bentuk kanker dan lebih mudah dipecah oleh tubuh, seperti bedak. Konsultasikan juga dengan dokter anak Anda, apakah aman untuk menggunakan bedak bayi pada bayi dan anak-anak.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 8:05 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:07 am

PELUKAN KAKEK DIMASA KECIL BERBUAH KANKER MEMATIKAN
Jumat, 24/09/2010 16:00 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Plymouth, Tidak ada yang aneh jika seorang kakek mengungkapkan rasa sayang pada cucunya dengan pelukan. Tapi di Inggris, pelukan seorang kakek berbuah kanker mematikan yang menggerogoti paru-paru sang cucu 40 tahun kemudian. Debra Edwards, wanita Inggris berusia 44 tahun kini menderita mesothelioma yang merupakan jenis kanker langka yang sangat mematikan. Kanker yang tumbuh di paru-paru tersebut umumnya dipicu oleh paparan asbestos (asbes). Diyakini, Debra menghirup serbuk asbestos dalam jumlah banyak di masa kecilnya. Serbuk berukuran mikroskopis itu menempel di baju kakeknya, Jack Duffin yang selalu memberinya pelukan sepulang dari bekerja di Dermaga Dovenport. Dugaan itu diperkuat dengan kenyataan bahwa sang kakek juga telah meninggal karena penyakit yang sama dengan Debra. Jack meninggal pada tahun 2000, saat usianya telah mencapai 86 tahun. Penyakit tersebut umumnya memang menyerang orang berusia lanjut. Oleh karena itu dengan usianya saat ini, Debra tercatat sebagai penerita mesothelioma paling muda yang pernah tercatat di Inggris.

"Dulu kakek sering pulang dengan pakaian penuh asbestos, mungkin saya menghirupnya saat berpelukan seperti normalnya seorang kakek dengan cucunya. Ini terjadi setiap hari karena rumah kami berdekatan," ungkap Debra seperti dikutip dari The Sun, Jumat (24/9/2010). Kini ibu dari 2 anak ini hanya bisa mengenang peristiwa-peristiwa manis bersama kakeknya dulu. Dengan kondisi sesak napas hebat dan sendi mengalami peradangan akibat kemoterapi, diperkirakan Debra tidak akan bertahan hidup lebih dari 9 bulan. Dampak bahaya dari menghirup serat asbes tidak bisa dilihat dalam jangka waktu singkat. Terkadang gejala penyakit ini baru muncul dalam waktu 20-30 tahun setelah terpapar serat asbes pertama kali. Seperti dikutip dari Health.nsw, serat asbes yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru bisa menyebabkan asbestosis (timbulnya jaringan parut di paru-paru), kanker paru-paru dan mesothelioma (kanker ganas yang menyerang selaput mesothelium). Risiko terkena penyakit ini akan meningkat setara dengan banyaknya jumlah serat asbes yang dihirup. Selain itu risiko kanker paru-paru akibat menghirup serat asbes lebih besar dibandingkan dengan asap rokok. Ini disebabkan asbes terdiri dari serat-serat kecil yang mudah terpisah, sehingga jika serat tersebut berterbangan di udara dan terhirup oleh tubuh akan berbahaya bagi kesehatan.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 8:07 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:09 am

ORANG GEMUK DI ASIA RENTAN KANKER
Rabu, 30 Juni 2010 | 16:49 WIB
HONGKONG, KOMPAS.com - Ini adalah peringatan bagi mereka yang memiliki tubuh gemuk. Hasil suatu studi besar di Asia menyatakan mereka yang kelebihan berat badan atau pun mengidap obesitas lebih mungkin meninggal akibat kanker dibandingkan mereka yang berbobot normal. Kegemukan dinilai sebagai salah satu faktor risiko beberapa jenis kanker di Barat. Tapi sampai kini belum jelas apakah obesitas menimbulkan risiko yang sama bagi orang Asia. Riset pun dilakukan untuk mengetahui kaitan obesitas dan kanker di Asia. Para ahli melibatkan 401.215 orang di China, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Australia dan Selandia Baru dalam penelitian selama empat tahun. Hasil studi menyatakan, dibandingkan responden berbobot normal, para mengidap obesitas menghadapi kemungkinan 21 persen lebih besar untuk meninggal akibat kanker. Sementara mereka yang kelebihan berat badan menghadapi kemungkinan enam persen lebih tinggi. Riset juga menyatakan, responden yang kegemukan sangat rentan terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus, rektum, payudara, indung telur, serviks, prostat dan leukemia. "Mereka yang kelebihan berat badan dan obesitas di wilayah Asia-Pasifik mengalami peningkatan risiko secara signifikan meninggal akibat kanker," tulis para peneliti dalam jurnal The Lancet Oncology, Rabu (30/6/2010). "Strategi baru sangat dibutuhkan untuk menangani epidemi obesitas di Asia guna mencegah peningkatan beban kanker di wilayah ini," ungkap kelompok peneliti yang dipimpin Christine Parr dari University of Oslo di Norwegia. Dalam beberapa dekade terakhir, memang terjadi peningkatan pesat jumlah orang yang kegemukan di banyak negara Asia. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya kesejahteraan serta urbanisasi. Mereka yang pindah ke kota besar menjadi kurang gerak dan gemar menyantap makanan yang mengandung lemak.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 8:07 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:12 am

KIAT MENCEGAH KANKER
Tuesday, 13 September 2011 Seputar Indonesia
Banyak cara untuk menghindarkan diri dari penyakit yang satu ini. Beberapa di antaranya :

Makan sayur-sayuran, buah-buahan,bijibijian seperti tempe,tahu, dan makanan yang banyak mengandung serat.
Paling tidak,satu atau dua kali sehari mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.

Hindari berat badan berlebihan atau kegemukan.Timbanglah berat badan sekali seminggu.
Penelitian menunjukkan, akibat kegemukan, risiko terjadinya kanker lebih besar,khususnya kanker payudara,rahim, usus besar,lambung,ginjal, serta kandung empedu.

Kurangi terlalu banyak makan gorengan dan yang mengandung protein dan lemak tinggi serta jeroan.

Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi dan lama atau dengan pengolahan tertentu yang dapat menimbulkan prokarsinogen,seperti makanan yang diasinkan, diasap,dibakar,dan dipanggang sampai keluar arang. Yang terbaik adalah makanan yang direbus. Hati-hati dengan penggunaan pemanis buatan,pewarna makanan, serta zat pengawet yang berlebihan.Makanan terbaik adalah makanan segar. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C. Makanan yang mengandung vitamin A dan C banyak terdapat dalam sayuran dan buahbuahan seperti jeruk, pisang,mangga,pepaya, tomat,dan brokoli yang dapat melindungi Anda dari kanker oesofagus,laring, lambung,dan paru. Perbanyak konsumsi sayuran kubis.Sayuran yang termasuk dalam kubis misalnya kol,brokoli, bunga kol,pok coy,dan kale ini dapat melindungi dari kanker lambung,kolesterol, dan kanker saluran napas.

Jaga kebersihan makanan, beraneka ragam,dan bebas dari zat cemaran lingkungan.

Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.
Bagi Anda yang perokok,entah itu sigaret, keretek,atau cerutu,berhenti sekarang juga.Merokok merupakan sebab utama terjadinya kanker paruparu. Jauhkan anak-anak Anda dan ibu-ibu hamil dari asap rokok karena sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung. Sementara mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko terserang kanker mulut, tenggorokan,dan laring. Kegiatan fisik dengan olahraga secara teratur disertai kesehatan mental dan rohani merupakan bagian terpadu dalam upaya pencegahan penyakit kanker. Hindari sinar matahari.

Lindungilah kulit Anda dengan memakai krim tabir surya.
Sinar matahari yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada kulit dan kanker kulit. Periksakan diri secara teratur. Usahakan untuk selalu memeriksakan diri secara teratur sebagai langkah awal mendeteksi penyakit sedini mungkin.rendra hanggara


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:37 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:13 am

ORANG "WORKAHOLIC" DAN PERFEKSIONIS RAWAN KANKER
Penulis : Rosmha Widiyani | Kamis, 11 Juli 2013 | 14:56 WIB
KOMPAS.com — Karakter seseorang menentukan bagaimana tingkah lakunya dalam keseharian. Tingkah laku ini yang kemudian membentuk pola makan, kerja, istirahat, olahraga, dan  kebiasaan buruk, misalnya merokok. Dengan demikian, karakter juga dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Seseorang yang punya karakter gila bekerja (workaholic), misalnya, biasanya butuh banyak asupan makanan untuk mendukung stamina mereka. Sayangnya, karakter workaholic cenderung asal makan dan tidak memperhatikan nutrisi dalam hidangan tersebut. Menurut survivor sekaligus praktisi hidup sehat Liong Pit Lin, mereka yang berkarakter workaholic adalah salah satu kelompok yang rawan terhadap kanker. "Karakter ini biasanya makan asal kenyang. Karena itu, sifat ini rawan menderita kanker," kata Liong Pit Lin dalam seminar "Belajar Pola Hidup Sehat untuk Perangi Kanker" di Rumah Anyo Jakarta pada Kamis (11/7/2013). Asal makan ditambah kebiasaan buruk lain, misalnya merokok, akan menambah faktor risiko seseorang menderita kanker. Selain workaholic, sifat perfeksionis juga merupakan karakter yang berisiko terhadap kanker. Liong mengatakan, seseorang yang ingin serba sempurna menggunakan standar yang diciptakan dirinya sendiri. Sehingga, orang tersebut tidak dapat menoleransi bila ada sedikit saja yang keluar dari standarnya. Sifat ini, kata Liong, memancing orang cepat stres. Ketika merasa tertekan orang tak lagi memperhatikan kesehatan. Dia akan fokus menyelesaikan sesuatu yang di luar standarnya. "Saya sendiri seseorang yang workaholic dan perfeksionis, apalagi ketika masih bekerja. Sekalipun tahu nutrisi, tapi saya tidak menjalankannya," kata Liong. Liong mengatakan, dulunya dia adalah seorang business woman yang bersemangat mengejar karier. Sifat inilah yang kemudian "mempertemukannya" dengan penyakit kanker. Diawali dengan payudara, kanker berlanjut menyerang rahim dan tulang belakang. Kanker dialami Liong sejak 1996 sampai 1999. Rileks dan selalu berpikir positif kini menjadi resep Liong melawan kanker. Liong juga menyarankan untuk banyak tersenyum dan tertawa. Selain, tentunya, pola hidup banyak konsumsi sayur dan buah. "Selalu semangat, tertawa, dan tersenyum. Kebanyakan survivor kanker adalah yang pantang menyerah, dan selalu tertawa," kata Liong sambil tersenyum.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:29 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:16 am

KARENA OTAKNYA BESAR, MANUSIA RENTAN KANKER?
Selasa, 16 Oktober 2012 | 15:22 WIB
KOMPAS.com - Para ilmuwan dalam suatu kajian ilmiah mengindikasikan bahwa besarnya ukuran otak manusia kemungkinan memiliki andil terhadap munculnya risiko kanker. Seperti dimuat dalam jurnal PLoS One, peneliti dari Georgia Institute of Technology Atalanta Amerika Serikat berteori bahwa risiko kanker yang dialami oleh manusia mungkin akibat dari besarnya ukuran otak. Manusia adalah mahluk dengan tingkat kecerdasan tinggi, dan oleh sebab itu pula manusia mempunyai ukuran otak yang lebih besar dibandingkan mahluk lain. Namun akibat ukuran yang besar pula, sel-sel pada tubuh manusia cenderung enggan mematikan dirinya sendiri dan hal ini dapat memicu risiko kanker. Secara natural, sel-sel dalam tubuh akan mengalami kerusakan atau menghancurkan dirinya sendiri dalam suatu proses yang disebut apoptosis. Apoptosis juga dikenal sebagai proses penting bagi perkembangan tubuh binatang. Ketika binatang tumbuh, otak mereka dengan cepat memproduksi sel-sel neuron, sebelum sel-sel itu kemudian jumlahnya berkurang. Pada usia tertentu, otak binatang dapat dengan mudah menghentikan produksi sel-sel neuron baru. Dua dari tiga ilmuwan di balik penelitian ini yaitu Gaurav Arora and John McDonald, dalam riset sebelumnya menemukan bahwa gen-gen yang memicu apoptosis pada manusia mengalami tekanan (supresi), sedangkan gen yang membatasi apoptosis justru menonjol. Riset terbaru para ahli dari Georgia Institute of Technology membandingkan sel-sel kulit dari mausia dan dua jenis primata yakni simpanse dan makaka. Peneliti menemukan, sel-sel manusia cenderung enggan melakukan apoptosis. Ketika dikontakkan dengan zat pemicu apoptosis, sel-sel manusia kurang memberikan respon signifikan ketimbang sel-sel primata. Penelitian juga menunjukkan, sedikit sekali sel-sel manusia yang mati, dan mereka butuh zat tersebut dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Pada akhir penelitian, sel-sel manusia bahkan tidak menunjukkan perubahan bentuk seperti layaknya dialami oleh sel-sel yang akan mati. Minimnya apoptosis diduga menjadi penjelasan mengapa otak manusia begitu besar bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Oleh karena otak dari janin manusia jarang sekali memangkas jumlah sel-selnya, hal itu pula yang menyebabkan otak mereka menggelembung. Percobaan lain menunjukkan bahwa ketika protein yang memicu apoptosis dibatasi pada tikus, otak hewan pengerat ini berkembang menjadi lebih besar. Besarnya otak manusia juga diduga menjadi penyebab panjangnya usia. Oleh sebab itu pila manusia dapat menghabiskan waktu untuk anak-anaknya dan mempelajari hal-hal baru. Namun, efek buruk minimnya apoptosis justru menempatkan manusia pada risiko timbulnya tumor, karena penghancuran sel-sel yang mengalami malfungsi tentu akan menekan risiko timbulnya kanker. "Mengurangi fungsi apoptotik diketahui berkaitan dengan timbulnya kanker," kata John McDonald.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:30 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:19 am

BENDA BENDA DI RUMAH YANG BISA BIKIN KANKER
Senin, 02/07/2012 07:51 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Rokok, polusi udara dan makanan tak sehat sudah sering dituding menjadi biang keladi kanker. Namun selain faktor-faktor tersebut, di dalam rumah Anda juga sebenarnya ada benda-benda yang dapat menyebabkan kanker. Apa saja? Ada beberapa hal yang tampaknya tidak berbahaya di rumah namun sebenarnya karsinogen (elemen yang menyebabkan kanker), karena merupakan benda-benda yang ditemui sehari-hari. Berikut beberapa benda sehari-hari yang sebaiknya diwaspadai karena dapat menyebabkan kanker, seperti dilansir boldsky, Senin (2/7/2012):

1. Barang-barang plastik
Banyak orang yang salah menggunakan barang-barang yang terbuat dari plastik. Misalnya botol atau mangkuk plastik. Barang-barang yang terbuat dari plastik ini dapat berdegenerasi pada pemanasan suhu tertentu, yang pada gilirannya dapat menggerogoti sel-sel tubuh Anda dan menyebabkan kanker.

2. Botol air mineral
Botol air mineral (bukan galon) dirancang untuk sekali pakai, namun banyak orang yang salah mengerti dan menggunakannya untuk botol minum isi ulang. Menurut survei World Health, menyimpan air dalam botol air mineral dapat berbahaya bagi kesehatan. Kebanyakan botol tersebut dibuat dari plastik berkualitas rendah yang berdegenerasi dalam kenaikan suhu.

3. Pengharum ruangan
Agar udara di dalam ruangan terasa segar dan wangi, banyak orang yang menyemprotkan pengharum ruangan. Tapi tahukah Anda bahwa pengharum ruangan banyak mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan naftalena. Jika hal ini terus terakumulasi, maka bisa menyebabkan kanker.

4. Lilin beraroma
Ketika lilin beraroma dibakar, benda ini menghasilkan gas karsinogen yang terpisah dari cahayanya. Menghirup gas tersebut akan membuat Anda rentan terhadap kanker.

5. Cat dan pernis
Pindah ke rumah yang baru saja dicat bisa menjadi bahaya besar untuk kesehatannya. VOC (volatile organic compounds atau senyawa organik yang mudah menguap) dalam cat dan pernis dapat membuat Anda sakit kepala. Dalam waktu lama, hal ini dapat menyebabkan kanker. Untuk menghindarinya, pilihlah cat non-VOC.


Last edited by gitahafas on Thu Jul 05, 2012 5:34 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 9:23 am

LANGKAH DASAR MENCEGAH KANKER
Jumat, 4 Februari 2011 | 11:50 WIB
Kompas.com - Sepertiga dari seluruh kasus kanker di Amerika Serikat, Cina dan Inggris setiap tahunnya sebenarnya bisa dicegah jika saja masyarakat mau melakukan langkah-langkah dasar pencegahan kanker. Pencegahan kanker tidak harus berupa sesuatu yang rumit, beberapa keputusan sederhana dalam hidup keseharian Anda cukup efektif untuk menangkis serangan kanker. Namun intinya adalah menjaga agar kita tetap berada di jalur gaya hidup yang sehat. The American Institute for Cancer Research dan the World Cancer Research Fund menyatakan bahwa kematian akibat kanker bisa dicegah jika kita menjaga berat badan tetap ideal, pola makan sehat dan bervariasi, aktivitas fisik dan berhenti merokok. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kurang berolahraga merupakan faktor risiko kanker payudara dan kanker kolon, 27 persen menyebabkan diabetes dan 30 persen penyebab penyakit jantung di seluruh dunia. WHO juga merekomendasikan olahraga minimal 150 menit setiap minggu atau setara dengan berjalan kaki atau bersepeda 30 menit setiap hari. "Tidak ada peluru ajaib untuk mencegah kanker tapi kita punya kesempatan dan kewajiban untuk melindungi diri dari kanker sebisa mungkin," kata Peter Baldini dari Yayasan Paru Sedunia.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:03 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 32Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 18 ... 32  Next
 Similar topics
-
» Cara Mengobati Penyakit Liver
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Penipuan Pendeta Gyntara Yongky Wenas alias Oen Tay Joeng
» Jus Lalat sebagai obat untuk penyakit
» Pantangan Makanan Penderita Sakit Ginjal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: